Selasa, 14 November 2017

Sanlat BPUN Waykanan Memberikan Wawasan "Plus-Plus"

Waykanan, Haedar Nashir. Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) di Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung mendapat apresiasi positif dari peserta yang berasal dari tiga kecamatan dan empat sekolah di daerah tersebut sehubungan memberikan wawasan lebih, ujar sejumlah peserta di Blambangan Umpu, Senin (1/6).

"Kegiatan ini membuat pola pikir kami menjadi optimistis. Sanlat BPUN memberikan wawasan plus-plus bagi saya. Saya tidak ragu lagi mengkampanyekan pentingnya kegiatan luar biasa ini bagi adik-adik kelas saya," ujar Diduri Sri Faridah, peserta dari SMAN 1 Blambangan Umpu.

Sanlat BPUN Waykanan Memberikan Wawasan Plus-Plus (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanlat BPUN Waykanan Memberikan Wawasan Plus-Plus (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanlat BPUN Waykanan Memberikan Wawasan "Plus-Plus"

Sanlat BPUN Waykanan dihelat di Pesantren Tahfidzul Quran 18 Mei hingga 1 Juni 2015. 9 hingga 17 Mei, 27 peserta belajar mandiri setelah mendapatkan modul dari penyelenggara. Namun saat karantina mulai berlangsung, sejumlah peserta mengundurkan diri sehingga diikuti 14 peserta.

Haedar Nashir

"Program ini gratis, tanpa dipungut biaya. Tahun depan, kami siap berpartisipasi mencarikan donatur untuk terselenggaranya BPUN di Waykanan sehingga bisa diikuti adik-adik kelas kami," ujar Ayu Sri Ningsih, Siti Husnul Khotimah, Eis Novia, Nindya Fela Roza dan Frastika dari SMAN 1 Blambangan Umpu.

Sejumlah peserta mengaku jarang melakukan sholat wajib di rumah masing-masing. Tapi saat mengikuti Sanlat BPUN, setiap peserta harus mengikuti sholat rawatib berikut tahajud dan dhuha, terkecuali bagi perempuan yang sedang berhalangan.

Haedar Nashir

"Ini salah satu nilai lebih Sanlat BPUN. Ibadah kami ditempa, bahkan setiap malam Jumat diwajibkan untuk Yasinan," papar Ayu menambahkan. Selain ibadah, Ayu juga mengaku mendapat lecutan semangat dari sejumlah narasumber yang dihadirkan. Salah satu diantaranya, Sekretaris PAC GP Ansor Baradatu Very Triyono.

Very merupakan mahasiswa STAI Maarif Baradatu, Waykanan. Very yang membiayai kuliahnya sendiri dengan berdagang telur puyuh hingga sabun mandi bercita-cita melanjutkan kuliah hingga strata 2.

"Sahabat Very membuat kami mempunyai semangat untuk tidak takut berwirausaha. Kami semakin optimistis melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi," ujar Diduri Sri Faridah lagi.

Manajer BPUN Waykanan Gatot Arifianto menambahkan, kualitas peserta Sanlat BPUN Waykanan 2015, dari pola pikir dan ibadah insyaallah mengalami kenaikan.

"Ibadah yang diajarkan selama Sanlat BPUN harus dilanjutkan dan dilakukan di rumah. Santri BPUN Waykanan harus menjadi satu lilin yang bisa menerangi seribu lilin. Memberikan ilmu bermanfaat akan terus dicatat sebagai amal ibadah. Santri BPUN Waykanan 2015 harus mempunyai saham untuk masuk surga dengan tidak ragu dan malu berbagi untuk sesama," ujar Gatot.

Sanlat BPUN Waykanan diikuti peserta dari empat sekolah, yakni SMAN 1 Blambangan Umpu, SMAN 2 Blambangan Umpu, SMAN 1 Baradatu dan SMAN 2 Gununglabuhan. Berdasarkan hasil musyawarah peserta, Disisi Saidi Fatah dari SMAN 1 Blambangan Umpu dipilih menjadi Ketua Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015, lalu Sekretaris Dicky Afrizal dari SMAN 2 Gununglabuhan dan ? Bendahara Diduri Sri Faridah dari SMAN 1 Blambangan Umpu. Adapun koordinator bidang studi IPA dipercayakan kepada Suryaningsih dan IPS dipercayakan kepada Siti Husnul Khotimah, keduanya dari SMAN 1 Blambangan Umpu.? ? ? ?

Bendahara PC GP Ansor Waykanan Abdullah Candra Kurniawan menyerahkan piagam keapada perwakilan peserta Sanlat BPUN Waykanan 2015 Ocha Sindy Octa Vintika dari SMAN2 Blambangan Umpu disaksikan Manajer BPUN Waykanan Gatot Arifianto dan Pengasuh pesantren Tahfidzul Quran Ustad Ahmad Jasmani. Red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Habib, Bahtsul Masail, Kyai Haedar Nashir

Gus Dur Jadi Mata Kuliah Pascasarjana STAINU Jakarta

Jakarta, Haedar Nashir. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta membuat sebuah terobosan kurikulum dengan memasukkan pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai mata kuliah di Pascasarjana Program Magister Konsentrasi Islam Nusantara.

Gus Dur Jadi Mata Kuliah Pascasarjana STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Jadi Mata Kuliah Pascasarjana STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Jadi Mata Kuliah Pascasarjana STAINU Jakarta

“Bukan mata kuliah penunjang atau mata kuliah pilihan, tetapi mata kuliah utama, mata kuliah wajib, di bidang kajian ‘NU, Islam, dan Indonesia’,” kata Wakil Sekretaris Pascasarjana Program Magister STAINU Jakarta Muhammad Idris Mas’udi di Jakarta, Rabu (27/11).

Idris menjelaskan, mata kuliah pemikiran Gus Dur diperlakukan selayaknya mata kuliah lain yang menerapkan sejumlah peraturan akademik, seperti tingkat kehadiran mahasiswa, penugasan, dan ujian. Pembelajaran materi tersebut sudah berlangsung enam kali pertemuan untuk mahasiswa semester awal sejak dibuka program pascasarjana tahun ini.

Haedar Nashir

Untuk semester ini, sambung Idris, mata kuliah pemikiran Gus Dur diikuti 25 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Kementerian Agama. Gelombang kedua akan dimulai Januari untuk mahasiswa reguler dengan jumlah sekitar 60 orang.

Haedar Nashir

“Kami bekerja sama dengan The Wahid Institute yang kebetulan sudah memiliki kelas pemikiran Gus Dur. Pihak The Wahid Institute meyediakan pengajar di setiap perkuliahan,” ujarnya.

Silabus mata kuliah, di antaranya, berisi penelitian atas Gus Dur soal pribumisasi Islam, etika sosial Islam, hubungan Islam dan negara, Islam dan modernisasi, fundamentalisme Islam, pemikiran demokrasi, pemikiran kebudayaan, pemikiran pesantren, dan pemikiran ke-NU-an.?

“Ini sebuah prestasi bagi STAINU Jakarta. Saya kira di Indonesia mata kuliah pemikiran Gus Dur belum ada dan ini satu-satunya,” tutur Syaiful Arif, dosen mata kuliah ini.

Menurut Arif, Gus Dur memiliki kekhasan pemikiran yang dapat dibedakan dengan intelektual lain, khususnya dalam kajian Islam Nusantara. “Beliau menawarkan mekanisme Islamisasi yang mengacu pada gagasan populernya, yakni pribumisasi Islam,” paparnya.

Gus Dur, kata Arif, tak hanya mengabarkan bahwa proses pribumisasi sebagai fakta historis yang dipraktikkan Wali Songo berabad-abad lalu, tapi juga menjadi jalan terbaik saat orang ingin mengonversi Islam kepada budaya-budaya mapan di Nusantara.

"Jadi jika ingin membaca Islam Nusantara maka metodologinya ya pribumisasi Islam," tuturnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah Haedar Nashir

Senin, 13 November 2017

Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog

Ponorogo, Haedar Nashir - Kedatangan Menpora RI H Imam Nahrawi dalam rangka membuka Kickoff Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur I di stadion Batoro Katong Kabupaten Ponorogo, Kamis (28/8) sore, disambut oleh tari-tarian dan pertunjukan Reog Ponorogo. Menpora berkesempatan menaiki topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari burung merak itu.

Setelah berada di atas kepala reog, sambil diiringi jathilan, warok, dan tabuhan gamelan, Nahrawi kemudian dibawa ke tengah lapangan stadion sambil melambaikan tangan kepada para santri dan penonton yang memenuhi sudut Stadion Batoro Katong.

Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog

Ia tampak senang saat berada di atas kepala singa yang menjadi simbol kekuatan kesenian itu. Para juru warta tidak ingin ketinggalan mengabadikan momen langka tersebut. Mereka berebut mengambil gambar dari berbagai sudut.

“Terima kasih banyak. Saya sangat senang. Sampai sini (stadion) langsung disambut oleh kesenian Reog Ponorogo,” ujar Menpora.

Haedar Nashir

Reog Ponorogo dibawakan oleh oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam yang dipoles warna-warni. Sementara 6-8 gadis dengan keanggunannya membawakan tarian tradisional khas kesenian Reog. Selain itu, Menpora bersama para hadirin juga disuguhi atraksi dari pendekar Pagar Nusa yang menunjukkan kebolehan dalam ilmu beladiri dan tenaga dalam.

Bupati Ponorogo H Ipong Muclissoni berterima kasih atas kehadiran Menpora RI di Kota Reog ini. Ia mengatakan, Ponorogo dikenal sebagai kabupaten seribu pesantren.

Haedar Nashir

“Pak Menteri, di Ponorogo ini ada sekitar 200 lebih pesantren. Bila Jombang dikenal dengan kota santri, maka Ponorogo pun sebenarnya merupakan kota santri,” kata H Ipong di hadapan Menpora.

Terkait pelaksanaan LSN di Ponorogo, Ipong mengapresiasi kerja sama antara Pemkab Ponorogo dan Panitia Pelaksana LSN. Bahkan LSN Region Jatim I dapat dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo U 18. Ia optimis LSN dapat berjalan sesuai harapan dan mampu menjadi media untuk pembinaan sepakbola santri pesantren.

Tampak hadir pada pembukaan LSN Region Jatim I yang meliputi Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan, Ketua PP RMI NU KH Abdul Ghoffar Rozin, Koordinator Nasional Ayo Mondok KH Luqman Harits Dimyathi, Pengurus PCNU Ponorogo, Ketua RMI Ponorogo Gus Munir, Koordinator LSN Region Habib Mustofa, para kiai, para gus, dan para ribuan santri dari pesantren peserta LSN. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir RMI NU, Aswaja Haedar Nashir

LP Maarif NU Jatim Siarkan Kegiatan Unggulan di TV9

Sidoarjo, Haedar Nashir. Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif dan TV9 menandatangani nota kesepahaman (MoU) di bidang publikasi pendidikan di gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) LP Ma’arif NU Jatim, Waru, Sidoarjo, Senin (16/4).

LP Maarif NU Jatim Siarkan Kegiatan Unggulan di TV9 (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Maarif NU Jatim Siarkan Kegiatan Unggulan di TV9 (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Maarif NU Jatim Siarkan Kegiatan Unggulan di TV9

Penandatangan dilakukan bersamaan dengan acara Pengukuhan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PW LP Ma’arif NU Jawa Timur. Mengawali kepengurusan baru masa khidmat 2013-2018, Ketua PW LP Ma’arif NU Jatim Prof Dr H Abdul Haris berharap pengurus wilayah bisa meningkatkan citra pendidikan di lingkungan NU.

“Mulai sekarang setiap cabang Ma’arif (LP Ma’arif NU, red) bisa mengirim kegiatan unggulan dari berbagai jenjang pendidikan yang akan meningkatkan mutu dan citra sekolah Ma’arif, “ kata guru besar IAIN Sunan Ampel Surabaya itu dalam rilis yang diterima Haedar Nashir.

Haedar Nashir

Di hadapan peserta Rakerwil, Direktur TV9 HA Hakim Jayli mengatakan, pihaknya memiliki visi yang sama dengan PW LP Ma’arif Jatim, yakni memajukan pendidikan NU. “LP Ma’arif NU Jawa Timur adalah lembaga pertama di lingkungan NU yang menjalin kerja sama dengan TV 9,“ katanya.

Haedar Nashir

Dia berharap kerja sama ini dapat saling memberi kontribusi besar bagi kedua belah pihak “LP Ma’arif mempunyai sumber daya yang besar dengan jumlah sekolah atau madarasah yang mencapai hampir 10 ribu sekolah dan TV9 memberikan fasilitas media televisi yang profesional sehingga mampu meningkatkan publikasi yang efektif dan layak jual,” Ujar Hakim. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Kiai, AlaSantri Haedar Nashir

SMA Maarif 1 Pamekasan Bekali Siswa Madura Ilmu Jurnalistik

Pamekasan, Haedar Nashir. Sejumlah siswa dari dua kabupaten di Madura, yakni Pamekasan dan Sampang, mendapat pendidikan jurnalistik dari SMA Maarif 1 Pamekasan. Diklat jurnalistik dasar yang mendatangkan wartawan senior Yudis Wahyudi itu berlangsung hingga dua hari, 24-25 November 2015, di aula sekolah setempat di Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

“Pesertanya terdiri dari siswa tingkat SLTP dan SLTA. Melalui pembekalan ilmu jurnalistik dasar, diharapkan mereka bisa paham secara utuh dunia jurnalistik. Jika mereka jadi wartawan kelak, punya pendirian kuat dan wawasan yang bisa diandalkan,” terang Abusiri dari Bagian Kesiswaan SMA Maarif 1 Pamekasan.

SMA Maarif 1 Pamekasan Bekali Siswa Madura Ilmu Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA Maarif 1 Pamekasan Bekali Siswa Madura Ilmu Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA Maarif 1 Pamekasan Bekali Siswa Madura Ilmu Jurnalistik

Dalam kesempatan itu, sebagai langkah awal, peserta dikenalkan dengan aspek hukum dan etika jurnalistik di Indonesia. Kepribadian dan integritas seorang wartawan, cara pemberitaan dan menyatakan pendapat, sumber berita, kekuatan kode etik jurnalistik, dan seterusnya dikupas secara mendalam.

Haedar Nashir

“Diklat ini merupakan pengenalan dulu kepada siswa. Implementasinya, sekolah ke depannya nanti menyiapkan sarana,” imbuhnya.

Abusiri juga mengatakan, kegiatan tersebut dimaksudkan agar siswa punya wawasan jurnalistik secara baik dan benar. Dengan begitu, generasi wartawan yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah di Pulau Madura bisa berkesinambungan.

Haedar Nashir

Di samping itu, SMA Maarif 1 Pamekasan sejauh ini juga dikenal sebagai lembaga yang memiliki kegiatan ekstrakurikuler yang mendapat pujian banyak kalangan. Utamanya, kegiatan ekstrakurikuler bertani tanaman holtikultura. Tujuannya, para siswa bisa menambah pengetahuan tentang dunia pertanian. Hasil dari pertanian siswa SMA Maarif 1 Pamekasan untuk jenis sayur Gambas, beratnya bisa mencapai 2 kilogram per buah. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Amalan, Hadits Haedar Nashir

Rekatkan Barisan, Sesama Nahdliyin Jangan Salah Paham

Sukoharjo, Haedar Nashir - Maraknya berita bohong yang bersebaran di berbagai media sosial, membuat Nahdliyin perlu waspada. Kabar tidak benar tersebut, apabila tidak disikapi dengan sikap hati-hati dapat menimbulkan perpecahan dan fitnah.

“Hati-hati denagn medsos, berita hoax yang mengarah ke fitnah seliweran. NU difitnah dan dibentur-benturkan. Untuk itu, mari kita rekatkan barisan, sesama NU jangan mudah salah paham,” tutur Pengasuh Pesantren Al-Inshof Plesungan KH Abdullah Saad, pada acara pelantikan Pengurus Ranting Jetis, Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah Senin (20/2) malam.

Rekatkan Barisan, Sesama Nahdliyin Jangan Salah Paham (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekatkan Barisan, Sesama Nahdliyin Jangan Salah Paham (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekatkan Barisan, Sesama Nahdliyin Jangan Salah Paham

Untuk itu, pengurus JATMAN Idarah Aliyah itu mengimbau, Nahdliyin di daerah agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan. “Jagalah persatun dan kesatuan, agar negara aman tentram, serta tetap mengikuti komando dari PBNU,” kata dia.

Haedar Nashir

Ditambahkan Gus Dullah, para pengurus NU juga perlu untuk member pemahaman kepada masyarakat serta anggota, tentang paham Aswaja, sebagaimana yang telah diperjuangkan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dan ulama-ulama NU lainnya.

Dalam acara itu, prosesi pelantikan Pengurus Ranting NU Jetis berjalan dengan penuh khdimat. Amanah Rais Syuriyah diemban Kiai Sulaiman, sedangkan Ketua Tanfidziyah dipegang Giman.? (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional, Ahlussunnah, Sholawat Haedar Nashir

Haedar Nashir

Lulusan Pesantren Bisa Studi ke Eropa, Australia, Amerika dan Jepang

Mau melanjutkan studi, tapi tidak ada biaya. Informasi tentang beasiswa juga sangat terbatas. Jangan bingung! Pasalnya, sekarang telah terbit sebuah tabloid bulanan “Info Beasiswa”.

Tabloid setebal 24 halaman ini memuat banyak informasi beasiswa, baik dalam maupun luar negeri, untuk semua jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar hingga Strata 3, training guru dan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil).

Info Beasiswa merupakan tabloid pertama yang khusus mengupas informasi beasiswa dan pendidikan dalam versi cetak. Tabloid ini diterbitkan oleh sejumlah mantan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Nihon (sebutan untuk PCINU Jepang) bekerjasama dengan BES Foundation.

Lulusan Pesantren Bisa Studi ke Eropa, Australia, Amerika dan Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lulusan Pesantren Bisa Studi ke Eropa, Australia, Amerika dan Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lulusan Pesantren Bisa Studi ke Eropa, Australia, Amerika dan Jepang

Pemimpin Redaksi Info Beasiwa, Khariri Ma’mun mengatakan, rencana untuk menerbitkan tabloid tersebut sebenarnya sudah menjadi program prioritas PCINU Nihon dua tahun lalu. Namun karena berbagai kendala, katanya, program tersebut baru direalisasikan oleh sebagian pengurus PCINU Nihon yang telah kembali ke Tanah Air.

Untuk edisi perdana (15 Oktober 2006), kata Khariri, pihaknya akan membagikan secara gratis tabloid tersebut ke seluruh jaringan pesantren di Indonesia, jaringan pendidikan di lingkungan NU dan sentra-sentra pendidikan lainnya. “Kami ingin para kader NU mengetahui akses informasi tentang sekolah gratis demi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan NU," ungkapnya kepada Haedar Nashirbeberapa waktu lalu.

“Apa yang kami lakukan sekarang ini hanyalah sebuah ikhtiar kecil untuk memajukan generasi NU yang selama ini cenderung terpinggirkan di tengah derasnya arus globalisasi,” imbuh Khariri yang juga mantan Rais Am Syuriah PCINU Nihon.

Di samping menerbitkan Info Beasiswa, menurut Khariri, BES Foundation juga akan memberikan beasiswa penuh kepada para santri dan pelajar (Tsanawaiyah/Aliyah) yang berprestasi dan tidak mampu membiayai pendidikannya. Namun program tersebut, katanya, hanya khusus untuk sekolah dalam negeri.

Haedar Nashir

Program lain yang nantinya akan dikembangkan oleh BES Foundation, lanjut Khariri adalah program kursus gratis Bahasa Inggris (TOEFL) dan Nihonggo (Bahas Jepang). Program kursus tersebut hanya untuk kalangan pesantren dan madrasah (jenjang Aliyah atau setingkat SMU).

Menurut Khariri, kursus Bahasa Inggris gratis tersebut diberikan karena selama ini banyak kita temukan kader-kader NU yang mampu dan berprestasi, tapi lemah dalam penguasaan bahasa asing. Yang terjadi kemudian mereka tidak mampu bersaing untuk mendapatkan beasiswa luar negeri.

Haedar Nashir

Melalui kursus gratis tersebut, lanjutnya, diharapkan akan banyak lulusan pesantren dan madarasah yang berkesempatan belajar dan mendapatkan beasiswa di luar negeri. Jika sementara ini banyak lulusan pesantren dan madrasah hanya berkesempatan mendapatkan beasiswa ke Timur Tengah, maka katanya, di masa depan akan banyak lulusan pesantren dan madrasah yang mendapatkan beasiswa ke Eropa, Australia, Amerika Serikat dan Jepang.

Saat ini, menurut Khariri, kader-kader NU yang ada di Jepang telah berhasil melanjutkan studi dan mendapakan beasiswa di negeri Sakura tersebut. Pengalaman dan tips-tips memperoleh beasiswa ini tentu bisa dibagi kepada mereka yang berminat melanjutkan studinya di Jepang. “Hadirnya tabloid ini, di antaranya juga sebagai media berbagi pengalaman untuk menuturkan pahit-manisnya sekolah di luar negeri,” ujarnya.

Info Beasiswa mengupas informasi seputar beasiswa ke Timur Tengah, beasiswa atlit, beasiswa Madrasah Aliyah, kuliah gratis di Belanda, sekolah sambil kerja di Jepang, beasiswa untuk lulusan SMU. Selain itu, ada juga beasiswa dompet dhuafa, beasiswa AYF, beasiswa Erasmus Mundus, beasiswa PNS dan beasiswa Konsultan Pendidikan Tinggi.

Ada juga dalam tabloid tersebut informasi beasiswa dari Habibie Center, beasiswa ke Swiss untuk S-2,? beasiswa Leiden-Belanda, beasiswa Ford Foundation, beasiswa Master Program Perancis, beasiswa Tasawuf dan Filsafat Islam, beasiswa anak yatim piatu dan daerah terpencil, kursus singkat di Belanda, tips kuliah di Belanda dan Malaysia, serta beasiswa BES Foundation.

Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut mengenai tabloid Info Beasiswa dan BES Foundation, silakan kontak ke email: beasiswainfo@yahoo.com atau hubungi BES Foundation Jl. Gardu No. 20 Condet Balekambang, Jakarta 13530. Telp. (021) 80Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir RMI NU, Amalan Haedar Nashir