Jumat, 17 November 2017

IGTK/RA Sidoarjo Gelar Gebyar TNI Cilik

Sidoarjo, Haedar Nashir. Ikatan Guru Taman Kanak-kanak dan Raudlatul Athfal (IGTK/RA) Muslimat NU Sidoarjo bekerjasama dengan Kodim 0816 Sidoarjo menggelar gebyar Tentara Nasional Indonesia (TNI) cilik di lapangan Kodim 0816 Sidoarjo, Sabtu (28/11).

Sekitar 6000 siswa/siswi TK dan RA se-Kabupaten Sidoarjo berseragam layaknya TNI. Mereka memadati lapangan Kodim 0816 Sidoarjo. Acara yang bertema gebyar TNI cilik ‘Ayo tumbuhkan Jiwa Nasionalisme dan bangun karakter cinta tanah air sejak dini’ berjalan meriah.

IGTK/RA Sidoarjo Gelar Gebyar TNI Cilik (Sumber Gambar : Nu Online)
IGTK/RA Sidoarjo Gelar Gebyar TNI Cilik (Sumber Gambar : Nu Online)

IGTK/RA Sidoarjo Gelar Gebyar TNI Cilik

Ketua Panitia Masfufah mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja dari IGTK/RA Muslimat NU Kabupaten Sidoarjo yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak, sekaligus menambah sikap dan keberanian serta percaya diri dalam bersosialisasi.

Haedar Nashir

"Semoga dengan terselenggaranya acara ini anak-anak dapat mengetahui dan mengenal berbagai macam profesi yang berkaitan dengan TNI," harap Masfufah.

PJ Bupati Sidoarjo H Jonathan Judyanto mengapresiasi terselenggaranya acara itu. Menurut Jonathan, dengan diadakannya gebyar TNI cilik mampu memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa TNI juga bagian dari pahlawan di Indonesia ini.

Haedar Nashir

"Setelah diberikan pemahaman dan pengetahuan, saya berharap anak-anakku ini bisa merasakan menjadi pahlawan negara, sekaligus mengenal bahwa menjadi TNI juga merupakan pengabdian kepada negara seperti halnya menjadi seorang guru," kata Jonathan.

Dengan mengenakan seragam TNI, Jonathan mengaku bangga. Karena dirinya memakai dua lambang kebesaran yakni lambang sebagai bupati dan lambang dari Muslimat NU. "Ini merupakan kebanggaan, rasa cinta dan komitmen saya kepada anak-anak terhadap pembangunan dunia pendidikan adalah harga mati," aku Jonathan.

Jonathan menyatakan, bahwa dunia pendidikan adalah sesuatu yang benar-benar harus diperjuangkan. Pasalnya, melalui pendidikanlah bangsa ini bisa lebih maju, sejahtera, mandiri dan bisa berkompetisi dengan bangsa lain di seluruh dunia.

Acara gebyar TNI tersebut ditandai dengan pelepasan balon oleh PJ Bupati Sidoarjo H Jonathan Judyanto dengan menggandeng dua anak atau peserta TNI cilik yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo, perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo serta para pengurus IGTK/RA Muslimat NU Cabang Sidoarjo. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir RMI NU Haedar Nashir

PBNU Berupaya Transformasikan Diri Menuju Organisasi Berbasis TI

Jakarta, Haedar Nashir

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berupaya melakukan tranformasi organisasi menuju pengelolaan organisasi berbasis informasi dan teknologi (IT). Hal itu disampaikan oleh Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini.



PBNU Berupaya Transformasikan Diri Menuju Organisasi Berbasis TI (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berupaya Transformasikan Diri Menuju Organisasi Berbasis TI (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berupaya Transformasikan Diri Menuju Organisasi Berbasis TI





Transfomasi pengelolaan organisasi berbasis IT tersebut antara lain yang sedang digodok dengan serius adalah transformasi Kartanu. “Kami ingin Kartanu bukan saja berfungsi sebagai kartu identitas dan data base semata warga NU,” tandas Helmy.

Haedar Nashir





Haedar Nashir

Sebagaimana diketahui bahwa Kartanu yang sudah beredar memang rata-rata hanya berfungsi sebagai pangkalan data dan identitas semata. Ada memang beberapa Pengurus Cabang yang sudah lebih progersif dengan menjadikan Kartanu bukan sebagai pangkalan data semata namun lebih dari itu Kartanu dijadikan sebagai ATM dengan menggandeng Bank tertentu. Hal itu seperti terjadi di PCNU Karawang dan juga PWNU Jawa Timur.





Terobosan sudah dilakukan oleh PCINU Korea Selatan yang memulai langkah progresif dengan menjadikan Kartanu? bukan saja? sebagai pangkalan data dan juga ATM. Kartanu di Korea Selatan sudah bisa digunakan untuk membayar alat taransportasi massal di sana.





“Kami terus mengkaji dengan serius dari pelbagai pengalaman pengelolaan Kartanu yang sudah ada, sehingga ke depan Kartanu memiliki fungsi yang lebih variatif dan bermanfaat bagi umat. Kami akan terus mengelaborasinya dengan tim ahli, termasuk kemarin kita diskusi intens dengan dirut Bank Mandiri. Nanti fisik kartunya bernama Kartanu, dan aplikasi yang terpasang di posel bernama E-Kartanu. Semua warga NU yang menggunakan ponsel android maupun IOS bisa mengaksesnya,” papar Helmy.





Dari perkembangan pengkajian kesekjenan PBNU diperoleh informasi bahwa setidaknya Kartanu akan dimaksudkan untuk memiliki empat fungsi sekaligus. Pertama, fungsi pangkalan data warga NU. Kedua, fungsi alat pembayaran. Ketiga, fungsi tabungan masa depan seperti tabungan zakat, tabungan kurban, dan juga tabungan haji dan umroh. Keempat, fungsi keuntungan atau benefit semisal tatkala ada warga NU yang meninggal maka akan mendapat santunan.





“Prinsipnya Kartanu yang sedang disiapkan oleh PBNU kali ini sama sekali tidak membebankan warga NU barang satu rupiahpun” pungkas Helmy. (Fariz Alniezar)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Ahlussunnah Haedar Nashir

Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya

Jakarta, Haedar Nashir



H Slamet Effendi Yusuf, salah seorang yang menyatakan diri siap menjadi calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rabu (14/10) sore mengunjungi ruang redaksi Haedar Nashir, lantai 5 gedung PBNU, Jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat.



Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya

Slamet yang ditemui Pemimpin Redaksi Haedar Nashir Abdul Mun’im DZ dan Wakil Pemimpin Redaksi Haedar Nashir Suadi D. Pranoto menyampaikan keinginnya sebagai calon ketua umum PBNU.

Slamet yang juga pentolan Partai Golkar menampik kesan sementara kalangan NU bahwa dirinya ingin melompat dari dunia politik ke dalam kepengurusan PBNU.

Haedar Nashir

Ia menyatakan, dirinya bukan orang baru di lingkungan NU. Ia pernah aktif di IPNU, sempat memimpin GP Ansor, dan pada saat kepemimpinan Gus Dur, Slamet pernah menjabat sebagai salah satu pengurus di PBNU. Ia bahkan masuk dalam tim sembilan penyiapan kembalinya NU ke Khittahpada 1980-an.

Haedar Nashir

“Saya mencalonkan diri ini juga bukan karena tidak punya kerjaan lagi. Yang saya terima sekarang ini sudah cukup. Saya menolak ditawari sebagai duta besar. Saya merasa memimpin NU ini sebuah tantangan. Menurut saya setelah era Gus Dur, NU perlu ada sebuah lompatan,” katanya menunjuk pada dirinya yang menyatakan sanggup melakukan lompata itu.

Dalam kesempatan itu Slamet menyampaikan, Ketua Umum PBNU KH Muzadi berjasa besar dalam memimpin NU terutama dalam membawa NU ke kancah internasional dan mengaktifkan media informasi NU.

Tak lama berselang calon ketua umum PBNU lainnya KH Masdar Farid Mas’udi juga berkunjung ke redaksi Haedar Nashir. Dua calon ini berbincang dan berfoto bersama kru redaksi Haedar Nashir. (nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Humor Islam, Nahdlatul Haedar Nashir

Kamis, 16 November 2017

Kiai Langitan-Kiai Kampung Distorsikan Kiai

Surabaya, Haedar Nashir. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Dr KH Ali Maschan Moesa MSi menilai sebutan kiai Langitan, kiai kampung, dan sejenisnya pada hakekatnya mendistorsikan (mengaburkan makna) kiai/ulama.

"Kiai Langitan, Kiai Kampung, dan sebagainya itu hanya sebutan atau identitas yang sifatnya untuk kepentingan sesaat seperti halnya sebutan kiai plat merah atau kiai plat kuning di masa lalu," ujarnya di Surabaya, (20/2).

Doktor bidang Ilmu Sosial yang alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu mengemukakan hal itu menanggapi mobilisasi para kiai dalam berbagai kegiatan partai politik dengan istilah yang berbeda.

Kiai Langitan-Kiai Kampung Distorsikan Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Langitan-Kiai Kampung Distorsikan Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Langitan-Kiai Kampung Distorsikan Kiai

Menurut pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna, Jemurwonosari, Surabaya itu, sebutan yang sesaat akan mendistorsikan eksistensi kiai, karena sebutan yang ada akan membenturkan dunia spiritual dengan dunia politis.

"Para kiai hendaknya tidak terjebak ke dalam kepentingan sesaat, melainkan tetap istiqomah dalam eksistensi kekiaian, sebab kepentingan sesaat yang menyentuhkan agama dengan politik akan mengandung dua resiko yang berbahaya," ungkapnya.

Haedar Nashir

Dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya itu menyatakan dua resiko sebagai dampak dari persentuhan agama dengan politik adalah agama menjadi instrumen (alat) politik dan munculnya kecenderungan radikalisasi atau kekerasan atas nama agama.

"Eksistensi kiai itu sesungguhnya tidak bersifat sesaat, melainkan sosok yang tetap istiqomah (konsisten) dalam lima kriteria seperti dikatakan filosof Imam Ghozali," paparnya.

Lima kriteria kiai adalah alim (mumpuni dalam keilmuan), abidan (ahli ibadah), zuhud (hidup sederhana), waro’ (menghindari hal-hal yang subhat atau tidak jelas status halal-haramnya), dan memiliki komitmen kerakyatan (mengasihi orang kecil).

"Tugas NU adalah mengajak para kiai untuk kembali kepada ajaran Islam bahwa Allah itu tidak melihat wajah (identitas), melainkan perilaku (eksistensi), namun ajakan itu tidak mudah, apalagi mendekati Pilkada, Pilgub, Pilpres, atau Pemilu," ucapnya.

Haedar Nashir

Oleh karena itu, katanya, NU mengimbau para kiai untuk mampu menjaga eksistensi diri dengan tidak terlalu dekat atau terlalu jauh dari politik, sehingga agama justru dikorbankan menjadi sebatas instrumen dalam politik praktis. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah, Jadwal Kajian, Daerah Haedar Nashir

Gelar Aksi 2015, Gusdurian Libatkan 40 Komunitas

Solo, Haedar Nashir. Jaringan Gusdurian Indonesia menggelar kegiatan bertajuk “15 Pesan untuk Masa Depan Aksi/2015” yang diadakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia, Kamis (15/1).

Gelar Aksi 2015, Gusdurian Libatkan 40 Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Aksi 2015, Gusdurian Libatkan 40 Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Aksi 2015, Gusdurian Libatkan 40 Komunitas

Menurut perwakilan dari Seknas Jaringan Gusdurian Indonesia, Tata, dalam sebuah acara kongkow bareng para relawan dari Gusdurian mengajukan satu pertanyaan yang sama kepada warga yang lewat di sekitar lokasi kongkow: "Selain kesejahteraan ekonomi, apa hal penting yang harus diperhatikan pemerintah untuk memakmurkan rakyatnya?"

“Selama ini, banyak target-target pembangunan yang tidak sesuai karena minimnya keterlibatan berbagai pihak terutama pihak rakyat sebagai pihak penerima manfaat. Target pembangunan hanya dibahas dan diimplementasikan oleh kelompok elit selama ini,” paparnya.

Haedar Nashir

Tata menambahkan, kegiatan ini melibatkan 40 lebih komunitas. “Komunitas Gusdurian juga ikut turun untuk aksi serentak di 20 kota. Tapi sebagian juga ada yang turun pada tanggal lain,” terangnya saat dihubungi Haedar Nashir.

Haedar Nashir

Seperti halnya di Kota Solo yang akan mengadakan Program Aksi 2015 ini pada Ahad (18/1) mendatang. Koordinator Gusdurian Jawa Tengah, Hussein Syifa, menjelaskan Komunitas Gusdurian di Solo akan turun pada acara car free day. “Kemungkinan pengumpulan data juga akan dilanjutkan pada acara khataman di Pesantren Al-Muayyad akhir Januari ini,” ujarnya.

Lebih lanjut ditambahkan Hussein, hasil pendataan tersebut, nantinya akan dikumpulkan ke Seknas Gusdurian, untuk kemudian dikristalkan menjadi 15 pesan yang dapat dijadikan sebagai bekal untuk mengadakan program advokasi di masing-masing daerah. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan Haedar Nashir

Kelas Desain Grafis Diminati Pelajar IPPNU Banyuwangi

Banyuwangi, Haedar Nashir - Sejumlah kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Banyuwangi mengikuti kelas desain grafis di basecamp Genteng, Ahad (8/1). Kelas pelatihan ini dihadiri oleh 13 peserta yang terdiri dari pengurus cabang dan beberapa pengurus anak cabang IPPNU Banyuwangi.

Menurut Ketua Panitia, Fitriyah, kelas desain grafis ini akan dilaksanakan 3 kali pertemuan agar peserta mampu mengenal dasar-dasar desain grafis dan dapat mempraktikkan setelah mengikuti kelas tersebut. Jumlah peserta yang mengikuti kelas desan grafis ini dibatasi agar pelatihan dapat berjalan secara efektif.

Kelas Desain Grafis Diminati Pelajar IPPNU Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelas Desain Grafis Diminati Pelajar IPPNU Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelas Desain Grafis Diminati Pelajar IPPNU Banyuwangi

Pertemuan pertama yang dibimbing oleh pemateri Fahmi Nuris Syafaat. Peserta diajarkan menginstal salah satu aplikasi desain grafis corel draw dan pengenalan sejumlah komponen di dalamnya. Selanjutnya, materi pengoperasian corel draw dan membuat desain akan diajarkan pada pertemuan selanjutnya, 15 Januari 2017.

Salah satu program yang dicetuskan oleh IPPNU Banyuwangi ini mendapatkan apresiasi besar dari kader-kader IPPNU di Banyuwangi. Pasalnya, penguasaan terhadap teknologi informasi dan komunikasi memang sangat dibutuhkan oleh pemuda khususnya di kalangan Nahdlatul Ulama.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Kelas pelatihan desain grafis ini menjadi salah satu program unggulan. IPPNU Banyuwangi membutuhkan banyak desainer visual grafis guna mewujudkan beberapa program lainnya seperti halnya pembuatan poster lomba, membuat meme yang bernilai syiar dan edukasi.

“Saya bangga ber-IPPNU. Di IPPNU bukan hanya kita diajak berorganisasi, tapi kita di sini belajar dan mengasah potensi diri. Salah satunya dengan adanya kelas desain ini semoga bisa menarik perhatian kader-kader untuk aktif di IPPNU,” ujar Vina Zuhria, salah satu peserta kelas desain grafis. (Aidy Firda/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam Haedar Nashir

Ansor Ponorogo Tangani Pasar Rakyat PBNU

Ponorogo, Haedar Nashir. Rangkaian kegiatan pasar rakyat PBNU untuk etape ke-47 akan diselenggarakan di Ponorogo. PBNU akan menunjuk PCNU sebagai panitia lokal, dalam hal ini PCNU Ponorogo yang melimpahkan kepanitiaan kepada PC GP Ansor Ponorogo.

Menurut Fatchul Aziz, MA ketua PCNU Ponorogo, GP Ansor telah berkali-kali menangani event-event massif dengan dukungan sponsor baik tingkat nasional dan lokal. Sebut saja kegiatan jalan sehat sarungan bareng Gus Ipul tahun lalu.

Ansor Ponorogo Tangani Pasar Rakyat PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Ponorogo Tangani Pasar Rakyat PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Ponorogo Tangani Pasar Rakyat PBNU

“Kami percaya PC GP Ansor akan lebih pas jika menangani kegiatan massif semacam pasar rakyat ini,” kata Aziz, panggilan pria yang juga sedang menjabat sebagai Ketua KPUD Ponorogo ini.

Haedar Nashir

Pasar rakyat sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 23-24 Pebruari 2013 di lapangan Seblabur Kelurahan Setono. Pasar rakyat ini akan mengenalkan produk-produk milik NU hasil kerjasama dengan beberapa produsen nasiona.l

Selain itu salah satu sponsor rokok Apache dalam rangka promo produknya juga akan menggelar hiburan musik yang menampilkan artis nasional. Direncanakan akan tampil penyanyi KDI dan Opick. Pihak PBNU juga memberi ruang kepada banom NU untuk ikut menggelar stand.

Haedar Nashir

Menurut Idam Mustofa Ketua PC GP Ansor Ponorogo (Pjs.) yang bertindak sebagai Ketua Panitia, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Pemda Ponorogo untuk ikut melibatkan UMKM di bawah binaan Satker terkait untuk ikut menggelar stand.

“Bapak Bupat telah menyetujui Satker terkait dengan UMKM untuk ikut mendukung pasar rakyat ini. Beliau juga akan memfasilitasi penampilan reyog Ponorogo binaan Dinas Pariwisata Pemkab untuk tampil memeriahkan acara pembukaan. Kami sedang berusaha untuk dapat menghadirkan Gus Ipul untuk hadir di Ponorogo guna membuka pasar rakyat,” kata pria berkacamata ini.

Selama dua hari penuh, pasar rakyat akan diisi dengan pelatihan kewirausahaan dan broadcasting, penjualan sembako murah, pameran produk PBNU dan UMKM serta banom NU, aneka game dan pertunjukan musik persembahan rokok Apache.

Pada acara pembukaan akan digelar parade budaya dan drumband sekolah-sekolah di bawah naungan LP Ma’arif Ponorogo. Selain itu, PC IPNU-IPPNU Ponorogo juga akan memanfaatkan momentum ini untuk menggelar pelantikan bersama.

Masih pada rangkaian pasar rakyat, PC Muslimat NU akan menggelar perpotoan Kartanu bagi anggotanya sekaligus belanja paket sembako. Jadilah pasar rakyat ini bak ajang pesta warga NU.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rheza Aswaja

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Sholawat, Nahdlatul Ulama Haedar Nashir