Kamis, 23 November 2017

Perputaran Uang di Jombang Selama Muktamar Rata-rata Rp 15 M Per Hari

Jombang, Haedar Nashir. Molornya penutupan Muktamar Ke-33 NU membawa berkah bagi masyarakat Jombang dan sekitarnya. Selain muktamirin punya waktu lebih lama bersilaturahim, pedagang punya waktu lebih lama berjualan sehingga bisa untung lebih banyak.

Perputaran Uang di Jombang Selama Muktamar Rata-rata Rp 15 M Per Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Perputaran Uang di Jombang Selama Muktamar Rata-rata Rp 15 M Per Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Perputaran Uang di Jombang Selama Muktamar Rata-rata Rp 15 M Per Hari

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Daerah (Panda) Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), Senin (3/8/2015) malam di media center Muktamar ke-33 NU yang berada di komplek SMA 1 Jombang. Dalam konferensi pers yang dihadiri belasan wartawan dari lokal, nasional dan asing, Gus Ipul tampak ceria dan melemparkan guyonannya.

Menurutnya, jumlah peserta dan panitia Muktamar saja  5.000 orang. Sedangkan pengunjung muktamar selain peserta dan panitia, setiap hari rata-rata berjumlah 10.000 orang. Mereka ini datang bukan karena diundang oleh panitia, melainkan “diundang” oleh NU. Mereka merasa memiliki NU, sehingga tanpa diundang oleh panitia pun mereka pasti datang. Yang penting semuanya bisa menikmati suasana kemeriahan muktamar ini.

Haedar Nashir

"Jika rata-rata setiap orang berbelanja Rp 100.000 dari 15.000 orang tersebut, maka setiap harinya terjadi perputaran uang rata-rata Rp 15 miliar. Jika dipatok Muktamar berlangsung lima hari saja, ya bisa kalikan sendiri berapa jumlahnya. Ini berkah bagi pedagang dan masyarakat Jombang. Kalaupun sempat molor penutupan Muktamar dari jadwal yang sudah ditetapkan, sebenarnya ada juga untung bagi masyarakat," tutur Syaifullah.

"Panitia selain menyelenggarakan rapat-rapat, sidang-sidang agenda muktamar, juga menyediakan arena berbagai kegiatan. Seperti di GOR ada pameran, bazar, pertunjukan musik yang menampilkan Ahmad Dhani, Rhoma Irama, shalawatan dan sebagainya. Sedangkan di sejumlah pondok pesantren juga berlangsung, bazar,  diskusi dan bedah buku dari berbagai tokoh/intelektual NU," tambah Gus Ipul.

Haedar Nashir

Dari pantauan Haedar Nashir, berbagai kelompok/organisasi di lingkungan struktural maupun kultural NU menggelar pula banyak kegiatan. Mulai dari sebelum dibukanya Muktamar Ke-33 NU oleh Presiden Joko Widodo, Sabtu (1/8) malam, hingga Senin (3/8/2015) malam. (Armaidi Tanjung/Mahbib)     

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Sunnah, RMI NU Haedar Nashir

Rabu, 22 November 2017

PB PMII Beri Bantuan Rp180 Juta untuk Rohingya dan Pengungsi Gunung Agung

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menyerahkan uang total Rp180.000.000 kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui NU Care-LAZISNU sebagai bentuk bantuan kemanusiaan untuk etnis Rohingya dan pengungsi Gunung Agung, Bali.

Penyerahan bantuan diwakili oleh Sekretaris Jenderal bersama Bendahara Umum PB PMII Muhamad Risal kepada Ketua NU Care-LAZISNU Syamsul Huda di Lantai 2, Gedung PBNU, Selasa (3/10).

PB PMII Beri Bantuan Rp180 Juta untuk Rohingya dan Pengungsi Gunung Agung (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Beri Bantuan Rp180 Juta untuk Rohingya dan Pengungsi Gunung Agung (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Beri Bantuan Rp180 Juta untuk Rohingya dan Pengungsi Gunung Agung

Sekretaris Jenderal PB PMII Sabolah Al Kalamby, usai menyerahkan bantuan menyatakan, uang yang diserahkan kepada etnis Rohingya melalui NU Care-LAZISNU sebesar Rp125.000.000 dan Rp55.000.000 disalurkan untuk pengungsi Gunung Agung secara langsung.

Utusan PB PMII, Zeni Syargawi (Ketua Bidang Advokasi) dengan didampingi Azwardi Natta menyerahkan bantuan langsung senilai Rp55.000.000 untuk pengungsi Gunung Agung ke Dusun Karang Sidemen, Kabupaten Karang Asem, Bali di hari yang sama.

Sabolah menjelaskan, jumlah itu merupakan hasil penggalangan dana dari 25 cabang PMII se-Indonesia. Selain 25 cabang, masing-masing cabang se-Nusantara, juga melakukan aksi penggalangan dana. Menurutnya, mereka berinisiatif menyerahkan bantuan ke masing-masing PCNU sebagai langkah sinergi. 

Haedar Nashir

Harapannya dengan bantuan kemanusiaan itu, dapat meringankan beban serta kebutuhan etnis Rohingya yang saat ini banyak mengungsi ke Bangladesh. 

Aksi penggalangan dana serentak di seluruh Indonesia itu, tambah Sabolah, merupakan wujud komitmen PMII dalam melawan aksi kekerasan terhadap etnis Rohingya.

“Ini aksi kemanusiaan kita lakukan di seluruh cabang di Indonesia, kita serahkan ke NU Care supaya segera didistribusikan kepada masyarakat Rohingya yang mengalami aksi kekerasan, aksi ini juga wujud komitmen kami melawan aksi kejahatan manusia dalam bentuk apapun,” tukas Sabolah.

Sementara itu, Ketua Umum PB PMII Agus M. Herlambang mengungkapkan apresiasinya atas kontribusi 25 cabang untuk aksi penggalangan dana. Tak hanya itu, Ia juga sangat bangga kepada seluruh kader di Indonesia yang telah bersusah payah melaksanakan aksi penggalangan di kampus-kampus, perempatan jalan dan di berbagai tempat lainnya. 

Haedar Nashir

Agus berharap, seluruh kader PMII di Indonesia tidak hanya melakukan aksi penggalangan dana, tetapi juga menjadikan gerakan  itu sebagai momentum perlawanan terhadap aksi kekerasan dalam bentuk apapun. 

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada sahabat-sahabat se-Nusantara karena telah melakukan gerakan kemanusiaan. Semoga menjadi momentum dan komitmen seluruh kader untuk melawan aksi kejahatan kemanusiaan,” pungkas Agus.

Syamsul Huda, Ketua NU Care-LAZISNU menerima silaturahmi PB PMII dan berterimakasih atas kerja sama sahabat-sahabat PMII.

“Terimakasih sahabat-sahabat PMII atas kepercayaannya kepada NU Care-LAZISNU. Donasi akan disalurkan langsung oleh teman-teman LPBI NU yang memang fokus atas peristiwa di sana,” ucap Syamsul.

Syamsul juga menuturkan bahwa sinergi antara PMII dan NU Care – LAZISNU harus terus berjalan untuk kemajuan bersama. “Kita sama-sama menata langkah. Bersinergi secara simultan, terencana, dan massif,” tuturnya.

Pengumpulan dana berasal dari cabang-cabang yaitu Lampung Utara, Pinrang, Kota Makasar, Pare-pare, Kabupaten Buol, Lombok Tengah, Palangkaraya, Lumajang, Kabuapten Seram Bagian Timur, Bulungan, Batanghari, Dompu, Manado, Kota Serang, Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Seruyan, Lubuklinggau, Sampit, Kota Sorong, Martapura, Lombok Timur, Kabupaten Takalar, Pamekasan, dan Kabupaten Pati. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pesantren, Nahdlatul Haedar Nashir

Selalu Cek Kebenaran Sebelum Membagikan Berita di Medsos

Boyolali, Haedar Nashir. Kewaspadaan terhadap berita yang beredar melalui media sosial juga perlu dilakukan anggota Ansor maupun Banser. Upaya tabayyun (klarifikasi/cek) atau mencari tahu fakta dari kebenaran berita tersebut, merupakan langkah yang paling tepat.

“Kita mesti hati-hati untuk membagikan informasi atau berita di media sosial. Sering kali hal itu justru bersifat provokatif dan bahkan menjurus pada ujaran kebencian,” papar Ketua PC GP Ansor Boyolali Choiruddin Ahmad pada silaturahim GP Ansor dan Fatayat NU se-Boyolali di Slembi, Mojosongo, Boyolali, Ahad (25/12).

Senada dengan itu, Kiai Jundan dari Pesantren Dawar Boyolali, yang juga hadir dalam kesempatan itu mengingatkan kepada para kader GP Ansor Boyolali untuk senantiasa menjunjung tinggi para ulama. “Kita jangan mudah terbawa berita dengan menjelek-jelekkan para ulama,” tuturnya.

Selalu Cek Kebenaran Sebelum Membagikan Berita di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Selalu Cek Kebenaran Sebelum Membagikan Berita di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Selalu Cek Kebenaran Sebelum Membagikan Berita di Medsos

Sementara itu, Choirudin menambahkan kegiatan silaturahim atau turba ini menjadi media untuk menjalin kedekatan Ansor-Fatayat dengan masyarakat.

“Kegiatan ini sudah beberapa kali berjalan. Kita harapkan dapat menjadi wahana silaturahmi, tidak hanya sesama kader Ansor, akan tetapi juga kepada masyarakat, pengurus NU setempat, Banom, dan para kiai,” ungkap Choiruddin.

Haedar Nashir

Pengasuh Pesantren Mifathul Huda itu menambahkan, kegiatan turba semacam ini juga bermanfaat untuk lebih memahami kebutuhan kader di tingkatan bawah.

“Boyolali ini wilayahnya cukup luas, kesempatan pertemuan ini kita efektifkan untuk menjalin sinergitas pengurus cabang dengan pengurus PAC,” kata dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Daerah Haedar Nashir

Selasa, 21 November 2017

Jimat-Jimat Gus Dur

Jakarta, Haedar Nashir. Seorang tokoh sekelas Gus Dur memiliki banyak pengikut dan pengagum. Mereka juga ingin berkontribusi sesuatu dalam perjuangan yang dilakukan oleh cucu KH Hasyim Asy’ari ini.

Jimat-Jimat Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Jimat-Jimat Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Jimat-Jimat Gus Dur

Bagi kalangan tertentu, mereka seringkali memberi jimat dengan berbagai bentuknya, sebagai upaya untuk membantu melindungi Gus Dur dari santet, sihir dan serangan jahat lainnya. Salah satu pemberiannya adalah sebuah keris yang gagangnya seperti tanduk. Yang memberi mengaku jika jatuh pada orang yang tepat, bisa jadi presiden.

Entah percaya atau tidak terhadap jimat, Gus Dur tidak pernah menolak pemberian tersebut, tetapi diterima sebagai niat baik dari masyarakat. Ketika kantor PBNU dipindah karena gedung lama yang hanya dua lantai dibangun kembali menjadi sembilan lantai, jimat-jimat Gus Dur ikut dirapikan dan terkumpullah sebanyak 2 karung.

Haedar Nashir

H Marsudi Syuhud, sekjen PBNU saat ini, ketika itu yang diminta merapikan dan membawanya ke rumah Gus Dur di Ciganjur. Lalu barang-barang tersebut ditaruh dibawah tempat tidur.

Haedar Nashir

Suatu ketika, ia menanyakan soal keberadaan jimat-jimat tersebut kepada Yenny dan Aries Junaidi, tetapi mereka tak ada yang tahu karena sudah tidak ada lagi di tempat semula, tetapi ketika ia bertanya kepada pengawal Gus Dur, Pak Latief dan seorang santri yang menemani tidur, mereka seringkali melihat jimat-jimat tersebut bergerak sendiri.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah, AlaSantri, Pahlawan Haedar Nashir

Senin, 20 November 2017

Muslimat NU Probolinggo Gelar Festival Bakat dan Minat Siswa PAUD dan TK/RA

Probolinggo, Haedar Nashir. Dalam rangka pra hari lahir (harlah) ke-71 Muslimat NU, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo menggelar Festival Bakat dan Minat Siswa PAUD dan TK/RA se-Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo, Jum’at (7/4/2017).

Kegiatan yang digelar di halaman SD Unggulan Rohmatul Ummah Desa Kropak Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo ini mengambil tema Satukan Langkah Membangun Negeri Menjaga NKRI.

Muslimat NU Probolinggo Gelar Festival Bakat dan Minat Siswa PAUD dan TK/RA (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Probolinggo Gelar Festival Bakat dan Minat Siswa PAUD dan TK/RA (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Probolinggo Gelar Festival Bakat dan Minat Siswa PAUD dan TK/RA

Festival dikemas dalam 3 kegiatan lomba meliputi lomba mewarnai, puisi dan tartil. Kegiatan diikuti lebih dari 300 peserta tersebar dari 11 kecamatan ? Kabupaten Probolinggo dan 5 kecamatan Kota Probolinggo.

Suparno dari Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Bantaran mengungkapkan bahwa kegiatan semacam ini sangat bagus sebagai motivasi bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan minatnya. “Diharapkan pada tahun mendatang jenis lomba yang diadakan dapat ditambah,” harapnya.

Haedar Nashir

Setelah melalui penilaian dari dewan juri, lomba mewarnai dimenangkan oleh RA Intisyarul Ulum Kota Probolinggo. Sedangkan lomba tarti dimenangkan oleh RA Nawa Kartika Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutan Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati menyampaikan bahwa pada awalnya RA lahir dari ibu-ibu Muslimat, namun saat ini RA seolah jauh dari Muslimat. “Harapannya agar kedepan Muslimat NU dapat membina RA,” katanya.

Haedar Nashir

Sementara Sekretaris PCNU Kabupaten Probolinggo Khairul Ishaq meminta agar semua lembaga senantiasa menjaga agar ajarannya tidak melenceng dari aqidah Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja). “Mari bersama-sama menjaga kualitas dan kuantitas agar lembaga RA ini selalu berpedoman kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah,” ajaknya.

Sementara Katib PCNU Kabupaten Probolinggo KH Masrur Nashor memberikan apresiasi atas terselenggaranya festival bakat dan minat siswa PAUD dan TK/RA degan harapan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.?

“Lomba semacam ini sangat bermanfaat sekali dalam pembentukan karakter anak sebagai calon generasi muda bangsa yang akan datang. Kami berharap agar tahun mendatang perlu dikembangkan lomba-lomba yang memotivasi peserta didik cinta pada NU seperti lomba mengenal tokoh-tokoh NU,” katanya. (Syamsul Akbar/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, Kajian Haedar Nashir

Perlu Kontekstualisasi Pemahaman Keagamaan Bagi Guru PAI

Yogyakarta, Haedar Nashir. Gejala radikalisme muncul akibat dari mamahami agama secara tekstual. Untuk itu tugas kemenag memberikan masyarakat pemahaman keagamaan yang kontekstual.

Hal itu dikemukakan Kakanwil Kemenag DIY yang juga Wakil Rais PWNU DIY, Prof Dr Nizar Ali, MAg dalam Sosialisasi Kebijakan Kanwil Kemenag DIY dengan Media Massa Tahun 2015, di Ruang Rapat I Kanwil Kemenag DIY, Rabu (15/4).

Perlu Kontekstualisasi Pemahaman Keagamaan Bagi Guru PAI (Sumber Gambar : Nu Online)
Perlu Kontekstualisasi Pemahaman Keagamaan Bagi Guru PAI (Sumber Gambar : Nu Online)

Perlu Kontekstualisasi Pemahaman Keagamaan Bagi Guru PAI

“Saya sangat miris ketika melihat baliho-baliho yang bertuliskan, syi’ah bukan Islam. Mereka yang membuatnya tidak mengerti sejarah agama. Perlu ada pemahaman kontekstual tentang keagamaan, sehingga setiap orang bisa mengedepankan at-tasammuh (toleransi),” kata Guru Besar UIN Sunan Kalijaga ini.

Haedar Nashir

Nizar melanjutkan, itu tugas Kemenag sebagai pemerintah dalam memberikan pemahaman keagamaan kepada masyarakat. Kemenag harus mampu memainkan peran garda terdepan sebagai pelopor tegaknya nilai-nilai agama.?

“Problemnya, kebanyakan paham radikalisme lahir dari para siswa di sekolah umum,” tegasnya.

Haedar Nashir

Sehingga, lanjutnya, perlu adanya upgrade pengetahuan keagamaan bagi para pengajar PAI di sekolah-sekolah umum. Ini dimaksudkan agar para siswa tidak mendapatkan pemahaman-pemahaman radikal.

Untuk itu, Kanwil Kemenag DIY memiliki beberapa program prioritas, yakni pemberdayaan layanan keagamaan dan keberagamaan, peningkatan mutu pendidikan madrasah dan PAI di sekolah.

Selain itu, kemitraan dengan lembaga pesantren dan aktor strategis, pelayanan Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) yang berkualitas dan akuntabel, serta pengembangan tata kelola yang profesional dan berbasis IT. (Suhendra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah Haedar Nashir

Baghdad pun Menggelar Sunatan Massal

Baghdad, Irak, Haedar Nashir  
Tiga muslim Syiah berjanggut lebat dan berbadan besar memegangi Karrar, sedangkan seorang mantan dokter tentara Irak menyingkap jubah putih anak lelaki usia sembilan tahun yang terus menangis itu.

"Nggak apa-apa. Nanti juga baik. Sayid Muqtada (Sadr) akan datang menjenguk kamu sekarang," bisik Mushtaq Abdulwahid, 27, ke telinga remaja itu.

Di dinding di belakangnya, tergantung poster besar ulama muda karismatis itu dengan jubah hitamnya tengah menatap mereka sambil tersenyum.

Dokter Amir al-Ankabi, 44, mendekati Karrar sambil membawa sepasang penjepit. Dia mulai memeriksanya sementara remaja putra itu menjerit-jerit. Dokter Amir menyatakan dia bisa disunat.

"Penyunatan pertama tidak terlalu bagus, dan beberapa kulit luar masih tersisa di ujungnya," ujar ayah anak lelaki itu Ahmad Abdulkadhim, 33.

Setelah Karrar yang berangsur tenang dibawa keluar, adiknya Hussein, 4, menyusul masuk. Dengan pemotong listrik, proses penyunatan itu hanya berlangsung beberapa detik. Ahmad dengan bersimbah senyum mengangkat Hussein yang masih menangis dan membawanya keluar dari kamar. Penis Hussein yang habis disunat dibiarkan terbuka.

Di luar, anak lelaki itu mendapat hadiah sekantong cokelat yang di dalamnya berisi tulisan Hadiah dari kantor syahid Sadr yang mengacu pada almarhum ayah Sadr, Muhammad Sadiq, seorang ulama yang sangat dihormati yang dibunuh pada 1999.

Di halaman Pusat Kebudayaan Sadr di Al-Amil, kawasan kelas pekerja di barat Baghdad, Sabtu (25/6) itu, sekitar seratusan ibu dan bapak lainnya antre sambil menggendong bayi mereka atau menuntun anak mereka.

Sunatan gratis itu diumumkan lewat pengeras suara di luar pusat kebudayaan tersebut dan spanduk-spanduk dipasang hampir di seluruh distrik tersebut.

"Kampanye ini hanya bisa berlangsung berkat izin Allah karena itu janganlah kita membawa peralatan musik, menembakkan senapan ke udara atau melakukan tindakan yang bertentangan dengan Islam," demikian bunyi tulisan di spanduk itu.

"Ini seperti pesta perkawinan saya," kata Riad Abboud, 30, sambil menggendong putranya Mustafa, 1, yang juga baru disunat.

Pita warna-warni, bendera Irak dan poster-poster Sadr, ayahnya dan imam-imam suci Syiah memenuhi halaman tersebut. Para keluarga yang antre mengatakan akan mengadakan pesta untuk anak mereka yang baru disunat.

"Ini kami lakukan untuk membantu keluarga-keluarga miskin," ujar Sheikh Mahmud al-Subaih, simpatisan Sadr yang mengawasi program sunatan gratis itu. Ditambahkannya, pusat budaya Sadr juga memberikan pelatihan membaca Alquran, serta budaya, dan etika "untuk menghadang pengaruh penjajah AS".

Program sunatan untuk tujuan politik bukan soal baru di Irak. Pada masa rezim Saddam Hussein, sunatan gratis juga dilakukan di kantor Partai Baath pada 17 dan 30 Juli setiap tahun untuk memperingati berkuasanya rezim tersebut. (AFP/MI/Die)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Halaqoh Haedar Nashir

Baghdad pun Menggelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Baghdad pun Menggelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Baghdad pun Menggelar Sunatan Massal