Rabu, 06 Desember 2017

Ratusan Santri Demo Penuntasan Kasus Korupsi

Brebes, Haedar Nashir

Sebagai bentuk dukungan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas berbagai tindak Korupsi yang dilakukan para Pejabat Brebes, ratusan Santri dari berbagai pondok pesantren di wilayah Brebes bagian selatan melakukan demonstrasi.

Mereka menuntut KPK agar tidak mandeg dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi di Kabupaten Brebes.  Pasca ditetapkannya Bupati Brebes H Indra Kusuma S Sos sebagai tersangka mark up pembelian tanah, kelihatannya malah sepi-sepi saja. Bupati masih terlihat aktivitasnya seperti biasa sebagai Bupati. Tidak ada beban moral sedikitpun.

Ratusan Santri Demo Penuntasan Kasus Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Santri Demo Penuntasan Kasus Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Santri Demo Penuntasan Kasus Korupsi

"Pentetapan satu tersangka bukanlah akhir, tapi awal pembongkaran kasus-kasus korupsi di Brebes. Seret semua pelaku korupsi di Brebes, siapapun yang terlibat harus bertanggungjawab," teriak Koordinator Aksi Darwanto disela-sela Demo Bada Jumat (8/1), dengan lantang.

Haedar Nashir

Menurutnya, sebagai kekuatan moral, santri turun ke jalan untuk menyatakan dukungan pada KPK untuk penuntasan kasus korupsi di Brebes. Hal ini sangat penting, mengingat sejak kasus korupsi di Brebes yang dilaporkan pada tahun 2005 lalu, baru ada satu kasus korupsi yang mulai ditangani. Yaitu kasus mark up tanah dan juga baru satu orang yang ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka.

Haedar Nashir

Ratusan santri, menggelar aksi demo di Ibu Kota Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah mulai pukul 14.30 hingga pukul 16.30.  Dengan jalan kaki, demo diawali dari Taman Makam Pahlawan (TMP) hingga Masjid Agung Baeturrohim Bumiayu.

Meski sempat diguyur hujan deras, mereka tetap bersemangat. Sehingga arus lalulintas jurusan Tegal-Purwokerto pun tersendat. Dalam demonya, mereka mengusung beberapa spanduk dan karton yang bertuliskan kecaman pada pelaku koruptor. Diantaranya Koruptor adalah Musuh Rakyat, Tangkap Semua Pelaku Korupsi,  dan Tangkap pelaku Lain yang Terlibat..!

Di depan halaman Masjid, satu persatu para aktivis berorasi. Dalam orasinya mencuatkan Kasus Korupsi yang sudah dilaporkan ke KPK, antara Korupsi pengadaan tanah yang merugikan uang negara sebesar Rp 11 milyar, pengadaan buku ajar Balai Pustaka (BP) senilai Rp 20 milyar dan merugikan negara sebesar Rp 8 milyar, kasus pengadaan alat kesehatan 664 juta, kasus dugaan korupsi APBD 2003-2004 serta kasus-kasus lainnya. "Kasus-kasus korupsi di Brebes itu melibatkan banyak pihak, eksekutif, legislatif dan juga pengusaha di Brebes," katanya.

Aksi demo di jalan protokol Bumiayu itu sempat mengundang perhatian warga. Banyak warga pula yang memberikan tanda tangan di atas kain putih. Tanda tangan pada kain tersebut selanjutnya akan dikirimkan ke KPK di Jakarta. "Tandatangan akan kami kirimkan ke KPK sebagai bukti dukungan pada warga Brebes," kata Darwanto yang juga kordinator aksi.

Setelah melakukan aksi demonstrasi, para pendemo yang didukung  Forum Ulama Anti Koriupsi (FUAK), LSM Pampera, Pusaka, Gugat, Serikta Guru Brebes (SGB), Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak), Ikatan Mahasiswa Brebes Selatan (IMBS), Forum Masyarakat Brebes Selatan (Formabes) dan Universitas Terminal Jalan (UTJ) melakukan doa bersama untuk almarhum KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) di Masjid Baeturrohim Bumiayu.

Meskipun berjalan aman dan tertib, tetap mendapatkan pengamanan yang cukup ketat oleh petugas dari Polres Brebes. Tidak kurang dari tiga peleton personil keamanan yang diterjunkan untuk mengamankan aksi tersebut. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan Haedar Nashir

Anak Muda Punya Komitmen pada NU

Sumenep, Haedar Nashir. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi melakukan dialog dengan anak-anak muda NU yang aktif di IPNU, IPPNU, PMII dan GP Ansor Kabupaten Sumenep, di beranda hotel Dream Land Sumenep, Madura, Sabtu malam, (26/01).

Kiai Masdar menyambut gembira atas keinginan mereka yang meminta taushiyah khusus terkait cita-cita ke-NU-an.

Anak Muda Punya Komitmen pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda Punya Komitmen pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda Punya Komitmen pada NU

“Saya bersyukur memiliki anak muda yang memiliki komitmen untuk berbuat yang terbaik untuk NU.”?

Anak-anak muda NU seharusnya tidak hanya bercita-cita sebatas idealisme pribadi, tapi cita-cita dalam pengembangan oganisasi, berbangsa, dan bernegara. “Cita-cita harus dikobarkan untuk keumatan kebangsaan. Islam Rahamtan lil-‘Alamin adalah cita-cita keumatan,” tambahnya.

Haedar Nashir

Api cita-cita itu bisa diasah dengan bergaul secar fisik, maupun virtual. Misalnya dengan membaca koran, buku, menonton televisi. Dengan pergaulan semacama itu, jiwa akan melebur dengan semesta ini.

Lalu, Masdar menekankan, tidak ? ada cita-cita Islam yang bisa dicapai tanpa berjamaah. Berjamaah bukan karena faktor kebetulan seperti bertemunya orang-orang di pasar, tapi terstruktur, terorganisir.

Haedar Nashir

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Olahraga Haedar Nashir

Selasa, 05 Desember 2017

Ansor Siapkan Kadernya Isi Jabatan Strategis

Jakarta, Haedar Nashir. GP Ansor sebagai badan otonom NU diharapkan bisa berkiprah disemua bidang kehidupan. Untuk mempersiapkan para kadernya dalam mengisi berbagai jabatan strategis, GP Ansor akan mengadakan workshop pengkaderan.

“Kita harapkan kader Ansor melakukan diaspora, mengisi berbagai posisi diberbagai bidang seperti politik, akademis, LSM, wirausaha dan lainnya,” tutur Sekjen GP Ansor Malik Haramain, Selasa.

Workshop pengkaderan ini akan diikuti oleh pengurus wilayah dari seluruh Indonesia serta pengurus pusat. Malik menuturkan mereka yang diundang dari daerah adalah ketua bidang pengkaderan dan sekretaris wilayah.

Ansor Siapkan Kadernya Isi Jabatan Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Siapkan Kadernya Isi Jabatan Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Siapkan Kadernya Isi Jabatan Strategis

“Kita baru saja membuat buku pengkaderan baru yang akan kita sosialisasikan kepada para peserta. Buku ini juga akan kita kirimkan ke cabang-cabang Ansor di seluruh Indonesia sebagai panduan pengkaderan di daerahnya masing-masing,” imbuhnya.

Pertemuan ini sekaligus sebagai upaya untuk refleksi dan memetakan posisi Ansor dalam kiprahny sebagai organisasi pemuda di Indonesia. “Kita berupaya melakukan sistematisasi gerakan Ansor dalam memperkuat jalur distribusi kader Ansor,” paparnya.

Haedar Nashir

Acara ini akan diselenggarakan pada 29-31 Maret di kawasan Puncak Bogor. Beberapa pengurus PBNU dan kader senior GP Ansor akan menjadi pemateri. (mkf)



Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif

Demak, Haedar Nashir



Telah terbukti secara faktual maupun ilmiah, permainan yang mengandung nilai pendidikan (edukatif) terbukti membuat anak menjadi pintar dan kreatif. Karena itu setiap guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) didorong untuk terus meningkatkan kreativitasnya dalam mendidik dan menciptakan Alat Permainan Edukatif (APE).

Salah satu lembaga yang konsen mengabdi pada peningkatan mutu PAUD di Indonesia, Ananda Marga Universal Relief Team (AMURT) Indonesia, kemarin, Sabtu (30/4) mengundang para guru PAUD se-Kabupaten Demak dan Kota Semarang untuk memamerkan APE hasil buatan mereka dalam acara bertajuk Galeri APE.?

Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif

Bertempat di gedung BKPP Kabupaten Demak, sebanyak 212 guru yang hadir mewakili lembaga PAUD dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI). APE yang mereka bawa dinilai oleh tim AMURT, dan para guru saling mengunjungi galeri pamer APE mereka, saling memberi masukan dan saran perbaikan.?

Meriah sekali suasananya, aneka rupa dan warna ratusan APE yang dipamerkan tak hanya memenuhi ruangan gedung, melainkan hingga di halaman gedung pelatihan tersebut, hingga meluber ke luar tempat yang diberi tenda, sampai di lapangan dan di bawah pepohonan.?

Terlebih APE yang berwujud alat permainan untuk menstimulasi otot dan syaraf motorik kasar anak, ditempatkan di lapangan gedung karena membutuhkan ruang yang cukup luas. Seperti APE berbentuk terowongan yang terbuat dari anyaman bambu, dilengkapi sebuah miniatur sarana publik yaitu terminal dan pasar.?

Haedar Nashir

Ada pula ban-ban motor bekas yang disanggga dengan potongan bambu, digunakan untuk melatih anak merangkak menyusuri lubang ban atau melangkahi ban-ban tersebut dalam jarak tertentu untuk melatih kekuatan kaki dan keseimbangan tubuh. Semua dicat warna-warni dan dihias bendera, ronce, boneka dan aneka pernak-pernik yang menarik minat anak-anak.?

Dipamerkan pula alat permainan engklek versi modern. Jika engklek model tradisional hanya garis-garis kotak atau lingkaran di atas tanah atau lantai keras, engklek versi modern ini berupa lembaran plastik MMT yang dibuat warna-warni yang bisa dipakai di dalam ruangan, bisa dimainkan siang atau malam hari. Di dalam bidang garis-garisnya ada gambar binatang, pepohonan, angka dan huruf, dilengkapi pula dengan dadu besar untuk dilempar di kotak sesuai angka yang keluar dari lemparan dadu.?

Haedar Nashir

Riuh sekali para guru saling berkunjung, melihat-lihat dan mendiskusikan ratusan APE yang dipamerkan tersebut. Para pembuat APE juga tampak sumringah memberi penjelasan atas pertanyaan dari para guru yang mengunjungi stand pamerannya. Tanya jawab tentang bagaimana cara membuatnya, berapa biayanya, dan minta diberi contoh cara memainkannya serta apa manfaat dari permainan itu. Aneka masukan dijadikan bahan merevisi atau membuat APE versi berikutnya yang lebih bagus tentunya.?

Fasilitator AMURT Indonesia Tika Amalia Fitriani (22) menyatakan puas atas suksesnya Galeri APE tersebut. Ia bersama para leader AMURT Indonesia yang memang biasa mendampingi PAUD di beberapa wilayah, menjadikan acara itu untuk memberi penilaian, evaluasi serta sekaligus memotivasi para guru PAUD untuk terus berkarya dan mendidik generasi terbaik Indonesia di masa terbaik mereka, yaitu usia dini.?

"Kami mengajak setiap guru PAUD dan orang tua untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak di usia emas mereka. Kami tadi bagikan poster bergambar tentang tahapan perkembangan anak dan berbagai model APE. Terima kasih untuk para guru PAUD yang luar biasa pengabdiannya, tutur gadis lulusan Jurusan PAUD Universitas Negeri Jakarta ini.?

Ia tambahkan, gelar APE ini akan dilanjutkan dengan lomba APE pada 11 Mei mendatang.?

Pemerintah Perlu Diingatkan Tanggungjawabnya

Pelayanan pendidikan anak usia dini adalah tanggung jawab pemerintah. Di setiap Pemerintah Daerah maupun di Pemerintah Pusat, sudah ada unit yang membidangi PAUD. Anggarannya juga besar dan setiap tahun selalu bertambah. Namun layanan dari pemerintah itu belum dirasakan maksimal oleh para pengabdi PAUD. Baik lembaga PAUD maupun guru-guru PAUD, masih sedikit yang terlayani program dari Dinas yang membidangi PAUD. Baik pelatihan, pemberian fasilitas pendidikan, maupun pembangunan sarananya.?

Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kota Semarang Rr Evi Trisnowati, S.Pd menyampaikan aspirasi para guru PAUD tersebut saat menghadiri Pembukaan Galeri APE. Ia mengatakan, program pemerintah selain masih sedikit, juga kualitasnya perlu ditingkatkan. Misal dalam memberi pelatihan, umumnya hanya kegiatan pelatihan di suatu tempat, setelah itu lepas tanpa ada pendampingan.?

Sedangkan yang dikerjakan AMURT Indonesia, dia memberi perbandingan, tidak hanya memberi pelatihan di suatu tempat dalam waktu satu atau dua hari, melainkan terus mendampingi sampai setiap PAUD dampingan betul-betul menerapkan materi pelatihan, lengkap beserta kemampuan para gurunya mendidik murid-murid dengan metode yang telah dilatihkan. Juga evaluasi atas hasilnya dengan mengukur perubahan kemampuan para peserta didiknya. Plus mengukur kreativitasnya dalam kemampuan membuat APE dari barang-barang bekas.?

Pemerintah punya unit yang membidangi PAUD dan memiliki anggaran besar. Perlu didorong agar menjalankan kewajibannya melayani PAUD secara bagus dalam kualitas maupun kuantitasnya, tutur pengabdi PAUD selama 4 tahun ini.?

Sementara itu, Kasi Pendidikan non Formal Dinas Pendidikan Kabupaten Demak Sarwadi, M.Pd saat memberikan sambutan menyampaikan, pemerintah punya semangat dan jiwa yang sama dengan para guru PAUD dalam memberi layanan pendidikan terbaik untuk para putra putri bangsa. Ia katakan, masa depan negara tergantung pada masa depan generasi mudanya. Masa depan generasi mudanya tergantung pada hasil pendidikan di usia dini mereka. Maka satu satunya cara mempersiapkan generasi terbaik bangsa adalah membina PAUD yang sebagus bagusnya.?

Ia juga memberi penghargaan atas segala kebaikan para guru PAUD yang tulus mengabdi, ikhlas mendidik. Benar-benar wujud pahlawan tanpa tanda jasa.?

Ciri guru PAUD itu kreatif. Guru selain PAUD, bahkan dosen, tidak dituntut kreatif setinggi guru PAUD. Dan guru PAUD itu pasti orang-orang yang tulus, ikhlas mengabdikan ilmunya. Salut untuk Ibu-ibu semua, tuturnya kepada hadirin yang semuanya kaum ibu.?

Sarwadi yang humoris dan suka mengajak senyum menutup pidatonya dengan meneriakkan yel-yel semangat khas anak PAUD. (Ichwan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Sholawat, Nasional Haedar Nashir

PBNU Anggap Ormas Lebih Berhak Dukungan Pemerintah daripada Parpol

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua PBNU H Slamet Effendy Yusuf berpendapat organisasi masyarakat seperti NU dan Muhammadiyah yang telah memberikan kontribusi kongkret kepada masyarakat lebih berhak mendapatkan dukungan daripada partai politik melalui sekolah, pesantren, rumah sakit, rumah yatim dan layanan sosial lainnya.

Sebelumnya Mendagri Cahyo Kumolo mengusulkan dukungan pembiayaan sebesar 1 trilyun rupiah kepada partai politik untuk mengurangi kemungkinan penyalahgunaan kekuasaaan saat para politisi menjabat.

PBNU Anggap Ormas Lebih Berhak Dukungan Pemerintah daripada Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Anggap Ormas Lebih Berhak Dukungan Pemerintah daripada Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Anggap Ormas Lebih Berhak Dukungan Pemerintah daripada Parpol

“Jadi kalau parpol menurut idenya mendagri akan diberikan bantuan cukup besar, saya kira dalam waktu yang bersamaan, ormas keagamaan yang langsung membina bangsa, seperti NU dan Muhammadiyah di lingkungan Islam, demikian juga temen-temen dari agama lain, itu juga diberi bantuan langsung dari alokasi APBN,” katanya di gedung PBNU, Selasa (10/3).?

Haedar Nashir

Dengan demikian, pembangunan ini berjalan secara serempak pada sektor-sektor yang dibiayai dan digarap oleh pemerintah maupun sektor yang digarap oleh swasta.?

Haedar Nashir

“NU melalui pesantren dan madrasah, Muhammadiyah melalui sekolahnya, begitu juga Persis, juga ormas Islam yang lain bisa menjangkau kalangan yang selama ini terabaikan dari program pemerintah. Jadi menjadi kekuatan yang menjamah sebagian besar porsi yang seharusnya menjadi porsi pemerintah.”

Ia menjelaskan, ormas seperti NU juga mendapat bantuan dari pemerintah, tetapi ibarat kata, kebutuhannya seribu, tetapi bantuan yang diberikan hanya beberapa sen.?

“Kita membantu aktifitas pendidikan, keagamaan, termasuk aktifitas penyadaran kesadaran kewarganegaraan yang dilakukan oleh ormas seperti NU dan Muhammadiyah luar biasa akibatnya.”

Ia mencontohkan andaikan tidak ada NU dan Muhammadiyah, kemudian ada bahaya internasionalisme Islam, negara tidak akan bisa berbuat banyak. “Ini saatnya negara berterima kasih pada mereka, termasuk memberikan anggaran yang signifikan sebagai bagian anggaran negara untuk pembinaan masyarakat.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri, RMI NU Haedar Nashir

Katib Aam PBNU: Siapa Lebih Buruk dari Kemarin, Celaka

Jakarta, Haedar Nashir. Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengaku gembira dengan umat Islam Tanah Air yang dalam dekade terakhir aktif memperingati tahun baru dalam kalender hijriyah. Menurut dia, ini adalah momentum terbaik bagi evaluasi diri (muhasabah).

Katib Aam PBNU: Siapa Lebih Buruk dari Kemarin, Celaka (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam PBNU: Siapa Lebih Buruk dari Kemarin, Celaka (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam PBNU: Siapa Lebih Buruk dari Kemarin, Celaka

Kiai Malik menyampaikan hal tersebut dalam program rutin Bincang Tentang NU (Bintang NU) Radio NU yang disiarkan secara online di radio.nu.or.id, Senin (4/10), pukul 10.00 WIB.

“Dan muhasabah ini diungkapkan dalam bahasa yang sangat indah oleh Sayyidina Umar bin Khattab: hasibu anfusakum qabla an tuhasabu. Wazinuha qabla an tuzanu. Lakukanlah perhitungan terhadap dirimu sebelum pihak lain menghitungmu. Timbanglah dirimu sebelum pihak lain, terutama Allah, menimbangmu,” katanya.

Haedar Nashir

Kiai asal Madura ini lalu mengutip pernyataan Imam al-Ghazali yang? berbunyi, “Man kana yaumuhu khairan min amsihi fahuwa rabihun, wa man kana yaumuhu mitsla amsihi fahuwa khasirun. Wa man kaan yaumuhu syarran min amsihi fahuwa halikun (Siapa harinya lebih baik dari kemarin maka beruntung, siapa yang harinya sama dengan kemarin maka merugi, dan siapa yang harinya lebih buruk dari kemarin maka celaka)."

Haedar Nashir

Menurut Kiai Malik, pertambahan tahun memberi beban kepada setiap manusia untuk berupaya lebih baik. Hal itu pula yang sedang diusahakan NU sebagai ormas sosial keagamaan dengan melakukan koreksi diri dan peningkatan kerja kelembagaan.

“Kita merangsang lembaga, lajnah, dan banom (badan otonom) untuk meningkatkan kiprahnya di bidang sosial itu juga agar ke depan secara lebih baik,” ujarnya.

Pada tahun 1435 hijriyah kali ini, lanjut Kiai Malik, tantangan menjadi kian besar karena menjelang musim politik 2014. Warga NU diuji idealismenya untuk tidak tergoda dengan kepentingan-kepentingan pragmatis yang dapat merugikan organisasi, bahkan Indonesia secara umum. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal Haedar Nashir

Ratusan Juta Kotak Amal Makam Gus Dur untuk Dana Kemanusiaan

Jombang, Haedar Nashir. Keberadaan makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di komplek pemakaman pesantren Tebuireng terus menuai manfaat kepada masyarakat khususnya warga kurang mampu di daerah Jombang. Pasalnya, ribuan peziarah yang setiap hari datang ke makam Gus Dur selalu menyisakan infaqnya, yaitu  berupa uang recehan sampai puluhan ribu yang disisihkan ke dalam kotak amal di situ.

Ratusan Juta Kotak Amal Makam Gus Dur untuk Dana Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Juta Kotak Amal Makam Gus Dur untuk Dana Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Juta Kotak Amal Makam Gus Dur untuk Dana Kemanusiaan

Kotak amal tersebut sengaja disediakan oleh pesantren, yang dipercayakan kepada Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) untuk mengelolanya. Seperti diketahui LSPT merupakan Unit Pengelola Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur. Sehingga pengelolaan dana infaq itu berdasarkan manajemen lembaga zakat, yang penyalurannya melalui program-program sosial kemanusiaan untuk masyarakat kurang mampu di daerah Jombang.

Menurut bendahara LSPT Umi Anis Chaula, kotak amal itu rata-rata setiap bulannya memperoleh dana infaq senilai ratusan juta rupiah. 

Haedar Nashir

“yYa, biasanya yang meningkat signifikan itu pada bulan-bulan tertentu, seperti bulan Juni dan bulan Desember. Karena dua bulan itu adalah masa liburan, peziarah pasti bertambah pada bua bulan itu,” jelas Anis kepada Haedar Nashir.

Haedar Nashir

Selama tahun 2014 ini, perolehan infaq dari kotak amal peziarah makam presiden keempat RI itu sudah mencapai 1,7 miliar lebih. Dengan perincian mulai bulan Januari perolehannya sebesar Rp127.506.500, Februari Rp158.892.400, Maret Rp75.510.100, April Rp156. 519.100, Mei Rp139.920.500, dan bulan Juni sebesar Rp291.200.000.

Untuk enam bulan selanjutnya perolehannya adalah Rp97.799.600 pada bulan Juli, Agustus sebanyak Rp65.198.900, September Rp148. 770.300, Oktober Rp151.846.000, November Rp162.038.900, dan Rp222.083.00 untuk bulan Desember.

“Untuk bulan Desember ini, sebenarnya penghitungannya belum selesai. Sampai sekarang masih kami hitung. Yang tertulis itu tadi hanya perolehan kotak amal sampai tanggal 20 Desember kemarin,” pungkas Anis. (romza/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah, Lomba, Aswaja Haedar Nashir