Kamis, 07 Desember 2017

Grand Syekh Al-Azhar: Gerakan Aswaja NU Dibutuhkan Umat Islam Dunia

Jakarta, Haedar Nashir. Grand Syekh Al-Azhar melalui delegasinya Prof DR Abdul Mun’im Fuad mengapresiasi gerakan Aswaja yang digelorakan Nahdlatul Ulama. Prinsip-prinsip beragama NU yang terus bersambung hingga Rasulullah SAW itu, menurutnya, sangat kontekstual dengan kondisi dunia kekinian.

Grand Syekh Al-Azhar: Gerakan Aswaja NU Dibutuhkan Umat Islam Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Grand Syekh Al-Azhar: Gerakan Aswaja NU Dibutuhkan Umat Islam Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Grand Syekh Al-Azhar: Gerakan Aswaja NU Dibutuhkan Umat Islam Dunia

“Toleransi nilah yang dibutuhkan orang dunia sekarang ini. Inilah manhajul (jalan hidup) Islam sesungguhnya,” kata Mun’im Fuad menyampaikan salam Grand Syekh Al-Azhar dalam bahasa Arab di Jakarta, Rabu (27/5) siang.

Di hadapan pengurus lengkap harian Syuriyah danTanfidziyah PBNU, Mun’im Fuad yang memimpin rombongan Al-Azhar Mesir itu menegaskan bahwa Islam tidak mengajarkan tathorruf (ekstrem), irhab (teror), ifroth (berlebihan), tafrith (abai), dan tasyaddud (kekerasan).

Haedar Nashir

Qimatuna (nilai keberagamaan kita) itu terletak pada wasuthuna (kemoderatan kita) itu sendiri. Singkat kata, Al-Azhar sepakat dan mendukung gerakan tawasuth NU yang terus mengglobal,” kata Mun’im Fuad menutup sambutannya.

Sementara Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj menyebutkan jumlah agama resmi, keragaman suku, dan sejumlah paham politik yang berkembang di Indonesia.

Haedar Nashir

“NU sebagai ormas muslim terbesar di Indonesia akan terus mengawal keragaman dalam bingkai asas Pancasila dan persatuan NKRI,” kata Kang Said yang juga menggunakan bahasa Arab. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam, Habib, Cerita Haedar Nashir

Rabu, 06 Desember 2017

Gandeng BNPT, IPNU Cegah Ektremisme di Kalangan Pelajar

Jakarta, Haedar Nashir. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggandeng Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) untuk memberikan pemahaman dan pencegahan paham ektremisme di kalangan pelajar Islam se-Jabodetabek.

Gandeng BNPT, IPNU Cegah Ektremisme di Kalangan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng BNPT, IPNU Cegah Ektremisme di Kalangan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng BNPT, IPNU Cegah Ektremisme di Kalangan Pelajar

"Pelajar perlu pemahaman pencegahan paham ISIS (Negara Islam Suriah dan Irak) dan ideologi transnasional lainnya karena para teroris sudah melirik kalangan pelajar untuk dijadikan pengantin. Terutama kalangan Rohis dan LDK sekolah negeri," kata Ketua Umum PP IPNU Khairul Anam Harisah.

Ia mengatakan? hal itu saat memberikan kata sambutan pada “Workshop dan Komitmen Bersama Pencegahan Paham ISIS di kalangan pelajar Islam se-Jabodetabek antara PP IPNU dengan BNPT” di Jakarta Selatan, Rabu (12/8).

Haedar Nashir

Dalam acara bertema “Pelajar Damai Cinta Indonesia” itu, Anam mengatakan pelajar sebagai generasi penerus bangsa perlu menanamkan dalam dirinya cinta tanah air. Selain itu, lanjutnya, mengetahui sejarah kemerdekaan dan masuknya Islam ke Indonesia tidak kalah penting, agar tidak mudah terpengaruh dengan paham ISIS.

"Jangan lupa penyebaran Islam di Indonesia itu tanpa pertumpahan darah dan tanpa peperangan. Hari ini masak kita mau disuruh perang dengan saudara sesama muslim, untung saja yang jadi nabi bukan orang ISIS pasti kita masih dalam kegelapan," imbuh Anam semangat.

Haedar Nashir

Ia menambahkan agar pelajar bersyukur ada di Indonesia karena ulamanya moderat dan berhasil merumuskan hubungan negara dengan agama melalui ideologi bangsa yakni Pancasila. Sementara, lanjutnya, di Timur Tengah ada ribuan ulama, tiap bulan ratusan kitab diterbitkan, tapi karena tidak punya nasionalisme yang kuat, muncullah gerakan Negara Islam Suriah dan Irak seperti sekarang.

"Mari kita sebagai generasi penerus bangsa dan agama menjadikan Islam rahmatan lil alamin bukan Islam yang marah, apalagi Islam yang tidak toleran. Jika ada yang mengajak bergabung dengan ISIS tolak dan segera lapor ke pihak berwenang," tegasnya.

Dalam workshop ini hadir sebagai pembicara Deputi I BNPT Agus Surya Bakti, Perwakilan Kemenag Hilmi Muhammadiyah, KPAI Asrorun Niam dan Akademisi UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Prof. Dr. Bambang Pranowo.

PP IPNU dengan BNPT rencananya akan melakukan roadshow pencegahan ISIS di 7 wilayah yang masih dianggap subur gerakan radikal seperti Cirebon, Solo, Lamongan, Mataram, Banjarmasin dan Makassar. PP IPNU dalam kesempatan yang sama akan mendeklarasikan gerakan Pelajar Islam Nusantara (Pintar) di 7 wilayah tersebut. (Red: Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Berita, Habib Haedar Nashir

Ini Cara Jadi Orangtua Pintar untuk Generasi Millenium

Semarang, Haedar Nashir - Mengasuh anak merupakan kewajiban orang tua. Khususnya untuk ibu menjadi madrasah (tempat belajar) pertama bagi anak-anaknya. Inilah yang menjadi konsen Pengurus Wilayah Fatayat Jateng dengan mengadakan seminar nasional Digital Parenting Peran Orang Tua dalam Menghadapi Era Digital di Hotel Semesta, Semarang, Ahad (26/3).

Internet telah mengubah pola mendidik anak. Mulai dari pendidikan formal, kebudayaan, sosial hingga bermain. Gawai tak bisa lepas dari anak-anak sehingga orang tua harus memerhatikan kekerasan, penipuan, pornografi, perjudian dan penculikan yang ada dalam dunia maya. Dalam digital parenting perlu kesadaran untuk mengerti dunia anak, dididik sesuai dunianya.

Ini Cara Jadi Orangtua Pintar untuk Generasi Millenium (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Jadi Orangtua Pintar untuk Generasi Millenium (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Jadi Orangtua Pintar untuk Generasi Millenium

"Konten yang bermanfaat dan mencerdaskan menjadi pilihan bagi orang tua," kata Pustekkom Kemendikbud H Hasan Habibie.

Haedar Nashir

Selain itu orang tua perlu memahami norma-norma yang ada, komunikasi, eksplorasi masalah, lingkungan pertemanan, memberi contoh kebaikan dan tahu kapan harus menghentikan kapan untuk berinternet. Di sisi yang lain, perhatian penuh pada anak menjadi faktor penting untuk mengikuti menyesuaikan kembang dan tumbuh anak.

"Kita harus memperlakukan anak sebagai subyek bukan obyek. Ketika anak tahu lebih dulu daripada orang tua untuk akses apapun, kita sebagai orang tua merendah sedikit, jangan merendah banget, tapi merendah sejajar," terang Dekan Psikologi Universitas Diponegoro Hastaning Sakti.

Haedar Nashir

Dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas fenomena kekerasan terhadap anak dan berbagai masalah sosial yang diakibatkan karena penyalahgunaan internet terutama media sosial, PW Fatayat NU Jateng menginisiasi Gerakan Smart Parents di Era Digital. Gerakan yang didukung oleh seluruh Pengurus Cabang Fatayat NU se-Jawa Tengah ini bertujuan untuk memberikan penyadaran terhadap kader Fatayat pada khususnya dan seluruh masyarakat pada umumnya untuk bersikap bijak dalam menghadapi media.

"Kami kader Fatayat berkomitmen untuk selalu cerdas dalam mengkonsumsi informasi di media, kritis dalam menyikapi informasi di media, menjaga anak dan keluarga dari penyalahgunaan media, berkontribusi positif di media, membangun keluarga cerdas di era digital," kata Ketua Fatayat NU Jateng Hj Tazkiyyatul Muthmainnah.

Gerakan ini diharapkan menjadi salah satu upaya nyata kontribusi Fatayat dalam merespon masalah sosial untuk menjadikan masyarakat Jawa Tengah lebih baik. (Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail Haedar Nashir

Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin

Assalamu’alaikum wr. wb. Pak Ustad yang terhormat, saya pernah mendengar ada orang yang pernah menikah dengan jin. Bahkan ada juga dalam sinetron yang saya lihat di salah satu televisi swasta, terlepas apakah itu cerita fiktif atau bukan yang jelas ada cerita pernikahan dengan jin meskipun tidak dijelaskan bagaimana proses akadnya. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana hukum menikah dengan jin. Dan atas jawabannya, kami ucapkan terimakasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb (Yunus/Jakarta)

***

Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin (Sumber Gambar : Nu Online)
Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin (Sumber Gambar : Nu Online)

Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin

Assalamu’alaikum wr. wb. Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Mengenai pernikahan manusia dengan jin sebenarnya bukan soal baru. Kami juga pernah mendengar cerita pernikahan manusia dan jin, yang notabenenya adalah dua makhluk yang berlainan alam dan berbeda materi penciptaannya. Namun kami belum pernah menyaksikan bagaimana pernikahan manusia dengan jin bisa berlangsung. Hanya saja dalam benak kami, jin merubah dirinya menjadi wujud manusia seperti kita.

Para ulama juga sebenarnya juga jauh-jauh hari sudah membincang tentang pernikahan manusia dengan jin, bahkan sampai ada yang mempuyai anak dari hasil pernikahan tersebut. Dan mayoritas ulama memakruhkan pernikahan tersebut. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Taimiyah.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Haedar Nashir

“Bahwa merasukinya jin pada manusia bisa jadi karena dorongan syahwat, hawa nafsu, atau jatuh cinta sebagaimana yang terjadi antara manusia dengan manusia lainnya. Dan terkadang antara manusia dengan jin terjadi pernikahan sampai melahirkan anak. Hal ini banyak terjadi dan sudah diketahui secara umum. Sungguh, para ulama telah menyebutkan hal tersebut dan membicarakannya. Dan mayoritas ulama memakruhkan pernikahan (manusia) dengan jin” (Ibnu Taimiyah, Majmu’ al-Fatwa, Mesir-Dar al-Wafa`, cet ke-3, 1426 H/2005 M, juz, 19, h. 39)      

Di antara barisan para pakar hukum Islam yang memakruhkan pernikahan manusia dengan jin adalah imam Malik pendiri madzhab maliki.  Alasannya adalah adanya kekhawatiran nanti kalau ada perempuan hamil akibat melakukan zina bisa saja mengaku bahwa ia dihamili jin.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  

“Dan terdapat riwayat dari imam Malik ra bahwa beliau membolehkan pernikahan manusia dengan jin, akan tetapi beliau memakruhkannya karena (khawatir) perempuan-perempuan yang hamil sebab zina mengaku-aku bahwa kehamilannya itu dari jin” (Lihat Ibnu Hajar al-Haitsami, al-Fatawi al-Haditsiyyah, Bairut-Dar al-Fikr, tt, h. 50)

Haedar Nashir

Di kalangan madzhab syafii sendiri juga terjadi perselisihan pendapat. Ada yang memperbolehkan, dan ada yang tidak. Di antara pendapat yang tidak memperbolehkan pernikahan manusia dengan jin adalah al-Bariji dan Ibnu Yunus. Alasan yang dikemukakan adalah adanya perbedaan jenis antara bangsa manusia dan jin. Ini artinya manusia hanya boleh menikah dengan manusia. Hal ini didasarkan atas firman Allah swt berikut ini;

? ? ? ? ? ?. “Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri” (Q.S. An-Nahl [16]: 72)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ?. “Ibnu Yunus berpendapat bahwa di antara yang menjadi penghalang pernikahan adalah perbedaan jenis. Karenanya maka tidak boleh bangsa manusia menikah dengan bangsa jin. Dan pendapat inilah yang difatwakan al-Bariji karena didasarkan kepada firman Allah swt, ‘Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri’ (Q.S. An-Nahl [16]: 72]” (Lihat Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib Syarhu Raudl ath-Thalib, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1422 H/2000 M, juz, 3, h. 162)

Dari penjelasan di atas setidaknya dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam soal pernikahan manusia dengan jin ternyata terjadi perbedaan di antara para ulama. Dan kami lebih memilih pendapat yang tidak memperbolehkan pernikahan tersebut.

Pertimbangan kami memilih pendapat yang tidak memperbolehkan di samping alasan yang dikemukakan oleh ulama di atas adalah, ketiadaan aturan teknis yang memadai yang menjelaskan mengenai pernikahan manusia dengan jin.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca. 

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)      

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu, Anti Hoax, RMI NU Haedar Nashir

Ratusan Santri Demo Penuntasan Kasus Korupsi

Brebes, Haedar Nashir

Sebagai bentuk dukungan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas berbagai tindak Korupsi yang dilakukan para Pejabat Brebes, ratusan Santri dari berbagai pondok pesantren di wilayah Brebes bagian selatan melakukan demonstrasi.

Mereka menuntut KPK agar tidak mandeg dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi di Kabupaten Brebes.  Pasca ditetapkannya Bupati Brebes H Indra Kusuma S Sos sebagai tersangka mark up pembelian tanah, kelihatannya malah sepi-sepi saja. Bupati masih terlihat aktivitasnya seperti biasa sebagai Bupati. Tidak ada beban moral sedikitpun.

Ratusan Santri Demo Penuntasan Kasus Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Santri Demo Penuntasan Kasus Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Santri Demo Penuntasan Kasus Korupsi

"Pentetapan satu tersangka bukanlah akhir, tapi awal pembongkaran kasus-kasus korupsi di Brebes. Seret semua pelaku korupsi di Brebes, siapapun yang terlibat harus bertanggungjawab," teriak Koordinator Aksi Darwanto disela-sela Demo Bada Jumat (8/1), dengan lantang.

Haedar Nashir

Menurutnya, sebagai kekuatan moral, santri turun ke jalan untuk menyatakan dukungan pada KPK untuk penuntasan kasus korupsi di Brebes. Hal ini sangat penting, mengingat sejak kasus korupsi di Brebes yang dilaporkan pada tahun 2005 lalu, baru ada satu kasus korupsi yang mulai ditangani. Yaitu kasus mark up tanah dan juga baru satu orang yang ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka.

Haedar Nashir

Ratusan santri, menggelar aksi demo di Ibu Kota Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah mulai pukul 14.30 hingga pukul 16.30.  Dengan jalan kaki, demo diawali dari Taman Makam Pahlawan (TMP) hingga Masjid Agung Baeturrohim Bumiayu.

Meski sempat diguyur hujan deras, mereka tetap bersemangat. Sehingga arus lalulintas jurusan Tegal-Purwokerto pun tersendat. Dalam demonya, mereka mengusung beberapa spanduk dan karton yang bertuliskan kecaman pada pelaku koruptor. Diantaranya Koruptor adalah Musuh Rakyat, Tangkap Semua Pelaku Korupsi,  dan Tangkap pelaku Lain yang Terlibat..!

Di depan halaman Masjid, satu persatu para aktivis berorasi. Dalam orasinya mencuatkan Kasus Korupsi yang sudah dilaporkan ke KPK, antara Korupsi pengadaan tanah yang merugikan uang negara sebesar Rp 11 milyar, pengadaan buku ajar Balai Pustaka (BP) senilai Rp 20 milyar dan merugikan negara sebesar Rp 8 milyar, kasus pengadaan alat kesehatan 664 juta, kasus dugaan korupsi APBD 2003-2004 serta kasus-kasus lainnya. "Kasus-kasus korupsi di Brebes itu melibatkan banyak pihak, eksekutif, legislatif dan juga pengusaha di Brebes," katanya.

Aksi demo di jalan protokol Bumiayu itu sempat mengundang perhatian warga. Banyak warga pula yang memberikan tanda tangan di atas kain putih. Tanda tangan pada kain tersebut selanjutnya akan dikirimkan ke KPK di Jakarta. "Tandatangan akan kami kirimkan ke KPK sebagai bukti dukungan pada warga Brebes," kata Darwanto yang juga kordinator aksi.

Setelah melakukan aksi demonstrasi, para pendemo yang didukung  Forum Ulama Anti Koriupsi (FUAK), LSM Pampera, Pusaka, Gugat, Serikta Guru Brebes (SGB), Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak), Ikatan Mahasiswa Brebes Selatan (IMBS), Forum Masyarakat Brebes Selatan (Formabes) dan Universitas Terminal Jalan (UTJ) melakukan doa bersama untuk almarhum KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) di Masjid Baeturrohim Bumiayu.

Meskipun berjalan aman dan tertib, tetap mendapatkan pengamanan yang cukup ketat oleh petugas dari Polres Brebes. Tidak kurang dari tiga peleton personil keamanan yang diterjunkan untuk mengamankan aksi tersebut. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan Haedar Nashir

Anak Muda Punya Komitmen pada NU

Sumenep, Haedar Nashir. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi melakukan dialog dengan anak-anak muda NU yang aktif di IPNU, IPPNU, PMII dan GP Ansor Kabupaten Sumenep, di beranda hotel Dream Land Sumenep, Madura, Sabtu malam, (26/01).

Kiai Masdar menyambut gembira atas keinginan mereka yang meminta taushiyah khusus terkait cita-cita ke-NU-an.

Anak Muda Punya Komitmen pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda Punya Komitmen pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda Punya Komitmen pada NU

“Saya bersyukur memiliki anak muda yang memiliki komitmen untuk berbuat yang terbaik untuk NU.”?

Anak-anak muda NU seharusnya tidak hanya bercita-cita sebatas idealisme pribadi, tapi cita-cita dalam pengembangan oganisasi, berbangsa, dan bernegara. “Cita-cita harus dikobarkan untuk keumatan kebangsaan. Islam Rahamtan lil-‘Alamin adalah cita-cita keumatan,” tambahnya.

Haedar Nashir

Api cita-cita itu bisa diasah dengan bergaul secar fisik, maupun virtual. Misalnya dengan membaca koran, buku, menonton televisi. Dengan pergaulan semacama itu, jiwa akan melebur dengan semesta ini.

Lalu, Masdar menekankan, tidak ? ada cita-cita Islam yang bisa dicapai tanpa berjamaah. Berjamaah bukan karena faktor kebetulan seperti bertemunya orang-orang di pasar, tapi terstruktur, terorganisir.

Haedar Nashir

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Olahraga Haedar Nashir

Selasa, 05 Desember 2017

Ansor Siapkan Kadernya Isi Jabatan Strategis

Jakarta, Haedar Nashir. GP Ansor sebagai badan otonom NU diharapkan bisa berkiprah disemua bidang kehidupan. Untuk mempersiapkan para kadernya dalam mengisi berbagai jabatan strategis, GP Ansor akan mengadakan workshop pengkaderan.

“Kita harapkan kader Ansor melakukan diaspora, mengisi berbagai posisi diberbagai bidang seperti politik, akademis, LSM, wirausaha dan lainnya,” tutur Sekjen GP Ansor Malik Haramain, Selasa.

Workshop pengkaderan ini akan diikuti oleh pengurus wilayah dari seluruh Indonesia serta pengurus pusat. Malik menuturkan mereka yang diundang dari daerah adalah ketua bidang pengkaderan dan sekretaris wilayah.

Ansor Siapkan Kadernya Isi Jabatan Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Siapkan Kadernya Isi Jabatan Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Siapkan Kadernya Isi Jabatan Strategis

“Kita baru saja membuat buku pengkaderan baru yang akan kita sosialisasikan kepada para peserta. Buku ini juga akan kita kirimkan ke cabang-cabang Ansor di seluruh Indonesia sebagai panduan pengkaderan di daerahnya masing-masing,” imbuhnya.

Pertemuan ini sekaligus sebagai upaya untuk refleksi dan memetakan posisi Ansor dalam kiprahny sebagai organisasi pemuda di Indonesia. “Kita berupaya melakukan sistematisasi gerakan Ansor dalam memperkuat jalur distribusi kader Ansor,” paparnya.

Haedar Nashir

Acara ini akan diselenggarakan pada 29-31 Maret di kawasan Puncak Bogor. Beberapa pengurus PBNU dan kader senior GP Ansor akan menjadi pemateri. (mkf)



Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama Haedar Nashir