Minggu, 10 Desember 2017

Terpilih Lagi, Gus A’ab Fokus Pemberdayaan Ekonomi Warga

Jember, Haedar Nashir. Duet kepemimpinan KH. Muhyiddin Abdusshomad dan KH Abdullah Syamsul Arifin di NU Jember terus berlanjut. Ini menyusul terpilihnya kedua tokoh tersebut dalam pemilihan rais dan ketua dalam Konfercab NU Jember, Ahad (1/6) lalu.

Dalam konfercab NU yang digelar di Pesantren Darul Arifin, Desa Curahkalong, Bangsalsari tersebut, Kiai Muhyidin dan Gus A’ab –sapaan akrabnya- terpilih secara aklamasi setelah bakal calon yang lain tidak memenuhi syarat perolehan suara minimal untuk maju dalam tahap pencalonan ketua dan rais.

Terpilih Lagi, Gus A’ab Fokus Pemberdayaan Ekonomi Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih Lagi, Gus A’ab Fokus Pemberdayaan Ekonomi Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih Lagi, Gus A’ab Fokus Pemberdayaan Ekonomi Warga

Dalam tahap penyaringan,? ada 8 nama yang masuk untuk memperebutkan 337 suara.? Namun perolehan suara ke delapan nama itu tidak sampai 10 kecuali Kiai Muhyiddin yang memperoleh 292 suara.? Padahal, syarat untuk maju dalam tahap pencalonan minimal mengantongi 99 suara.? Diantara 8 nama itu adalah Gus A’ab, Gus Firjon Barlaman (putra KH. Ahmad Shiddiq). “Dengan komposisi perolehan seperti itu, maka otomatis Kiai Muhyiddini dtetapkan secara aklamasi sebagai Rais Syuriyah,” ujar panitia pengarah, MN. Harisuddin.

Haedar Nashir

Kondisi yang sama juga terjadi dalam pemilihan ketua tanfidziyah. Dalam tahap penjaringan nama calon kwtua tanfidziyah, Gus A’ab langsung unggul dengan mengantongi 294 suara. Sementara Gus Firjon yang digadang-gadang bisa memenangi pemilihan ketua, hanya mendapat 9 suara. Sedangkan tiga nama lain hanya memperoleh suara di bawah 5. Dengan demikian, Gus A’ab langsung ditetapkan sebagai ketua terpilih.

Haedar Nashir

Usai pemilihan, Gus A’ab menyatakan akan memperioritaskan pemberdyaan ekonomi umat dalam kepemimpinnanya pada periode mendatang. “Sesuai dengan rekomendasi komisi, ke depan PCNU akan mencoba meningkatkan peran pemberdayaan ekonomi umat. Jadi kemiskinan dan keterbelakangan, memang jadi problem kita semua,” ujarnya kepada sejumlah wartawan yang mengerumuninya. (Aryudi A. Razaq/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah Haedar Nashir

Ini Jasa Besar KH A Wahid Hasyim Pimpin Kemenag

Jakarta, Haedar Nashir - Jasa besar KH Abdul Wahid Hasyim dalam memimpin Kementerian Agama di era kemerdekaan cukup besar. Jasa sekaligus pemikiran brilian putra Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari ini patut diapresiasi, salah satunya rintisan Perguruan Tinggi Islam Negeri yang belakangan melahirkan IAIN.

Intelektual NU Ahmad Baso mengatakan hal tersebut saat memaparkan draft kaleidoskop Kementerian Agama tahun 2017 di Hotel Ibis Arcadia Jalan KH A Wahid Hasyim Jakarta, Selasa (3/10). Draft yang ia paparkan mulai berdirinya Kemenag pada 1946 hingga 1971.

Ini Jasa Besar KH A Wahid Hasyim Pimpin Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Jasa Besar KH A Wahid Hasyim Pimpin Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Jasa Besar KH A Wahid Hasyim Pimpin Kemenag

“Saya kira, Kiai Wahid lah pemikir utama kementerian ini. Beliau yang merumuskan kebijakan makro Kemenag. Pikiran beliau tentang merintis Perguruan Tinggi Islam, serta memajukan madrasah dan pesantren,” kata Dosen Institut Studi Keislaman An-Nuqayah Guluk-guluk Sumenep ini.

Haedar Nashir

Hal lain yang juga monumental di era Kiai Wahid Hasyim, lanjut Baso, adalah menyiapkan pemberangkatan haji dan pembangunan masjid nasional kebanggaan umat Islam yang dimulai pada 1961.

“Meski peresmiannya pada era Orde Baru, namun ide pembangunan masjid negara yang belakangan dinamai Masjid Istiqlal ini sudah ada sejak zaman Kiai Wahid,” tegasnya.

Haedar Nashir

Dalam paparannya, pria asal Makassar ini mempresentasikan berbagai temuan menarik. Salah satunya penemuan foto-foto kuno yang merekam upaya dan terobosan para kiai yang menjabat Menteri Agama sejak era kemerdekaan.

“Melacak foto-foto ini sulit sekali. Butuh doa dan semangat tinggi,” kata Baso.

Selain foto-foto dan dokumen penting, sejumlah terobosan spektakuler para kiai NU yang pernah menjabat sebagai Menag ia ulas sekilas dengan narasi menarik. Para tokoh tersebut mulai KH Fathurrahman Kafrawi, KH Fakih Usman, KH Masykur, KH Muhammad Ilyas, KH Wahib Wahab, hingga KH Saifuddin Zuhri.

“Beliau-beliau itu para tokoh NU yang menjabat di era Orde Lama. Nah, KH Muhammad Dahlan sebagai kiai NU di awal Orde Baru. Sejarah keterlibatan para kiai dalam penyelenggaraan negara ini penting diungkap,” tandas Baso. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah, Olahraga Haedar Nashir

Sabtu, 09 Desember 2017

Nonton Film di Gedung Bioskop

Nonton film di gedung bioskop biasa disingkat “Nonton”. Aktivitas ini merupakan kelaziman masyarakat masa kini baik di perkotaan maupun di pedesaan. Dengan harga terjangkau, pengunjung gedung bioskop bisa menikmati film terbaru sebelum tayang umum di televisi. Kendati demikian, ada juga bioskop kelas kere yang memutar film lama.

Nonton di gedung bioskop, menurut banyak pengunjungnya, lebih asyik daripada nonton film sendirian di televisi atau di laptop. Efek sound sistem yang menggelegar luar biasa ini memberikan pengalaman istimewa bagi mereka yang nonton. Ditambah lagi suasana gelap ruangan saat film diputar. Sementara nonton film di rumah akan mengganggu kenyamanan tetangga bila volume sound sistem dikuatkan seperti lazimnya di gedung bioskop.

Nonton Film di Gedung Bioskop (Sumber Gambar : Nu Online)
Nonton Film di Gedung Bioskop (Sumber Gambar : Nu Online)

Nonton Film di Gedung Bioskop

Lalu bagaimana kedudukan nonton di mata hukum. DR Yusuf Qaradhawi dalam karyanya Al-Halal wal Haram fil Islam menerangkan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Haedar Nashir

Tidak perlu ragu bahwa pertunjukkan film dan sejenisnya merupakan sarana penting dari sekian banyak sarana hiburan. Sebagai sarana, kedudukan film bioskop sama seperti sarana lainnya. Artinya, ia bisa jadi digunakan untuk kebaikan. Tetapi ada kalanya film dimanfaatkan untuk keburukan. Secara substansi, pertunjukan bioskop tidak masalah. Kedudukan hukumnya didasarkan pada pesan dan isi film.

Haedar Nashir

Kami, kata Qaradhawi, memandang aktivitas nonton di gedung bioskop halal dan baik-baik saja. Lalu, Qaradhawi menyebutkan sejumlah syarat antara lain agar pengunjung menjauhkan film-film yang menampilkan kefasikan atau menafikan aqidah, syariah, maupun adab Islam.

Begitu juga film-film yang membangkitkan kesenangan-kesenangan duniawi, dosa, atau mendorong orang untuk berbuat kriminal.

Selain itu, aktivitas nonton tidak melalaikan pengunjung gedung bioskop dari kewajiban duniawi seperti aktivitas sekolah atau mencari nafkah, dan kewajiban agama seperti sembahyang lima waktu. Terakhir, kata Qaradhawi, pengunjung gedung bioskop mesti menjauhkan diri dari kerumunan dan desakan-desakan yang membangkitkan syahwat laki-laki dan perempuan. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga, Kajian Islam, Anti Hoax Haedar Nashir

150 Kader GP Ansor Sukolilo Ikut PKD di Tengah Banjir

Pati, Haedar Nashir. Di tengah surutnya banjir yang mengepung kecamatan Sukolilo kabupaten Pati, GP Ansor Sukolilo menyelenggarakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) guna membekali anggotanya dalam menghadapi tantangan pascabanjir. Sedikitnya 150 kader Ansor-Banser mengikuti pelatihan ini.

Pelatihan ini dibuka langsung Ketua PC GP Ansor Pati Ahmad Sholhan. Ia mewajibkan seluruh anggotanya untuk terus bergerak dan bahu-membahu membantu korban pascabanjir. Selain materi-materi PKD, peserta pelatihan dibekali dengan materi pemulihan warga pascabanjir.

150 Kader GP Ansor Sukolilo Ikut PKD di Tengah Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
150 Kader GP Ansor Sukolilo Ikut PKD di Tengah Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

150 Kader GP Ansor Sukolilo Ikut PKD di Tengah Banjir

PKD berlangsung di pesantren Maslakul Ridwan, Sukolilo, Sabtu-Ahad (8-9/2). Pelatihan dimaksud untuk menciptakan kader berkualitas.

Haedar Nashir

“Kualitas artinya kader yang mandiri, peduli terhadap sekitar dan lingkungan, loyal terhadap organisasi, dan meneruskan perjuangan ulama yang senantiasa menjaga keutuhan NKRI,” terang Ketua PAC GP Ansor Sukolilo Ahmad Darmaji. (M Sultan Agung/Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Sunnah, Cerita Haedar Nashir

Puluhan Guru Sekolah LP Maarif NU Garut Ngaji Paham Aswaja

Garut, Haedar Nashir - Pengurus LP Maarif NU Malangbong Kabupaten Garut mengadakan pendidikan Aswaja yang diikuti 97 guru dari tujuh satuan pendidikan yang ada di Kecamatan Malangbong. Pendidikan yang berlangsung di MA Maarif NU 1 Malangbong-Garut ini diikuti puluhan guru yang erdiri atas guru PAUD sampai Madrasah Aliyah. Selama dua hari, Kamis-Jumat (18-19/5) mereka .

Tampak hadir Ketua LP Maarif NU Garut KH A Hilman Umar Basori, Rais Syuriyah MWCNU Malangbong KH Mukhlas, Ketua MWCNU Malangbong KH Mukhlis, Ketua LP Maarif NU Malangbong Asep Nurjaman, serta para kepala sekolah dan semua guru yang ada di bawah naungan LP Maarif NU Malangbong-Garut.

Puluhan Guru Sekolah LP Maarif NU Garut Ngaji Paham Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Guru Sekolah LP Maarif NU Garut Ngaji Paham Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Guru Sekolah LP Maarif NU Garut Ngaji Paham Aswaja

Kiai Hilman berharap agar setiap satuan pendidikan yang ada di bawah naungan LP Maarif NU Garut mampu menciptakan kader-kader NU yang loyal dan siap menghadapi tantangan zaman dengan didasari ilmu dan akhlakul karimah untuk diajarkan di setiap satuan pendidikan LP Maarif NU Garut.

Haedar Nashir

“Ketika melihat realita, masih ada guru di satuan pendidikan LP Maarif NU belum memahami nilai-nilai dan perjuang NU sehingga kami selaku pengurus cabang memiliki kewajiban untuk menyamakan standar mereka baik dalam hal nilai-nilai ke-Aswajaan dan ke-NUan maupun standar kurikulum dan kompetensi guru lainnya agar menghasilkan kader-kader NU yang loyal.”

Rais Syuriyah MWCNU Malangbong KH Mukhlas menyampaikan bahwa NU merupakan organisasi yang konsisten dalam menjaga nilai-nilai keislaman sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW serta para sahabat.

“Kita harus menjadikan paham Islam Ahlussunah wal jamaah sebagai kewajiban, bukan sebagai pilihan agar kita bisa selamat di dunia maupun di akhirat.”

Haedar Nashir

Pengurus LP Maarif NU Garut terus melakukan pembinaan terhadap satuan pendidikan di bawah naungannya. Pihak LP Maarif NU Garut mengeluarkan instruksi bagi setiap pengurus LP Maarif NU di setiap kecamatan untuk mengadakan pendidikan dan pelatihan (diklat) untuk guru-guru yang mengabdi di satuan pendidikan di naungan LP Maarif NU Garut. (Muhammad Salim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Sampai Berapa Lama Obat Kencing Manis Diminum? Ini Penjelasannya

Sidoarjo, Haedar Nashir. Minum obat kencing manis harus dilakukan secara terus menerus dan dilakukan dalam waktu lama, bahkan seumur hidup. Hal ini, menurut dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr. Atik Yuniani, untuk melindungi kerusakan organ yang permanen karena kencing manis, tentu saja atas petunjuk dari dokter.

Dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini menegaskan, pemberian obat kencing manis dilakukan dengan cara titrasi, artinya dimulai dengan dosis kecil yang dinaikkan secara bertahap. Apabila perlu dikombinasikan dengan beberapa obat lain, harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien untuk mencapai kadar gula darah yang diinginkan.

Sampai Berapa Lama Obat Kencing Manis Diminum? Ini Penjelasannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Sampai Berapa Lama Obat Kencing Manis Diminum? Ini Penjelasannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Sampai Berapa Lama Obat Kencing Manis Diminum? Ini Penjelasannya

"Seringkali kita mendengar pertanyaan minum obat kencing manis sampai kapan? kalau tidak ada keluhan apakah obat harus terus diminum? kalau minum obat terus menerus apakah tidak merusak ginjal?. Sebelum menjawab beberapa pertanyaan tersebut, perlu kita pahami bahwasanya, pada penderita kencing manis (diabetes mellitus) ? terjadi penumpukan gula darah (glukosa) di dalam pembuluh darah yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah pada pemeriksaan laboratorium," kata dr Atik, Kamis (21/7).

Atik memaparkan, penumpukan gula darah terjadi akibat kegagalan tubuh dalam pemanfaatan glukosa, kurangnya hormon insulin efektif yang lazim terjadi pada penderita kencing manis. Kadar gula yang tinggi inilah yang akan mengganggu banyak organ apabila tidak dikendalikan dengan baik.

Haedar Nashir

"Pengendalian gula darah dapat dilakukan dengan cara pengaturan diit dan latihan fisik yang sesuai dengan kondisi pasien. Apabila dengan pengaturan diit dan latihan fisik tidak berhasil, maka pada penderita kencing manis harus mulai diberikan obat-obatan kencing manis yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, dan pada beberapa pasien dapat diberikan suntikan insulin," paparnya.

Ia menjelaskan, gula darah puasa antara 95-126 mg/dl, dan gula darah setelah makan antara 150-180 mg/dl. Dengan bahasa sederhana, gula darah manusia ada di kisaran antara 100 dan 200. Apabila target gula darah telah tercapai, maka dosis tersebut akan dipertahankan, dan akan terus dievaluasi, dimonitor dan akan dilakukan penyesuaian. Meskipun kadar gula darah sudah dalam batas normal, dan pasien sudah merasa nyaman, tetap dilakukan monitoring serta evaluasi oleh dokter yang merawat secara rutin.

Kadar gula darah yang teregulasi dengan baik, dapat mencegah terjadinya komplikasi lanjut, penyakit kencing manis seperti, gagal ginjal, penyakit jantung koroner, kebutaan akibat gangguan saraf mata, stroke dan lain-lain.

"Biasanya kita baru bertekad untuk berobat dengan rutin ke dokter pada saat komplikasi lanjut itu telah terjadi. Padahal, pada kondisi tersebut regulasi gula darah yang baik pun tidak dapat mengembalikan fungsi organ yang telah terganggu karena kerusakan organ tersebut bersifat permanen atau menetap," jelasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Pertandingan Haedar Nashir

Centralo Culturale Islamico, Pusat Kebudayaan Islam di Roma, Italia

Roma, Haedar Nashir - Ahad, 11 Juni 2017, saya diajak berbuka puasa bersama oleh salah seorang? jamaah, namanya Pak Didit. Beliau adalah salah seorang staf KBRI Roma yang sudah tinggal di kota itu sejak 42 tahun lalu. Saya dikenalkan dengan sebuah masjid besar dan terbesar di Eropa, yang terletak di Roma, Italia.

Dalam bahasa Italia, masjid ini disebut juga Centralo Culturale Islamico atau Pusat Kebudayaan Islam. Meskipun mayoritas penduduk Roma adalah umat Katolik, tidak menghalangi kebebasan kaum muslimin untuk menjalankan ibadah puasa dari fajar sampai maghrib.

Centralo Culturale Islamico, Pusat Kebudayaan Islam di Roma, Italia (Sumber Gambar : Nu Online)
Centralo Culturale Islamico, Pusat Kebudayaan Islam di Roma, Italia (Sumber Gambar : Nu Online)

Centralo Culturale Islamico, Pusat Kebudayaan Islam di Roma, Italia

Kehangatan kebersamaan Muslim terdapat di dalam masjid yang menjadi pusat berkumpulnya kaum muslimin untuk melaksanakan sholat berjamaah dan ibadah-ibadah yang lainnya.

Haedar Nashir

Sebagaimana dulu ketika zaman Nabi, masjid bukan hanya dijadikan sebagai tempat untuk ibadah, tetapi juga sebagai pusat budaya. Masjid difungsikan untuk berdiskusi dan bermusyawarah. Masjid menjadi tempat belajar mengajar. Bahkan masjid adalah tempat mengatur strategi.

Centralo Culturale Islamico Roma, dibangun atas hasil kesepakatan Organisasi Islam sedunia atau yang disebut OKI. Tercatat ada 23 negara yang menjadi perintis dan menyetujui dibangunnya pusat kebudayaan Islam di Roma.

Haedar Nashir

Adapaun negara-negara yang mendukung adalah Algeria, Saudi Arabia, Bahrain, Bangladesh, Brunei Darussalam, Egitto, Emirat Arab, Giordania, Indonesia, Iraq, Kuwait, Libia, Malaysia, Maroko, Mauritania, Oman, Pakistan, Qatar, Senegal, Sudan, Tunisia, Turki, dan Yaman.

Masjid yang menjadi kebanggaan kaum Muslim di Roma ini diresmikan pada 21 Juni 1995 yang bertepatan dengan tanggal 23 Muharram 1416 H oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz as-Su’ud.

Semoga masjid yang telah terbangun di Roma ini menjadi pusat bertukar ilmu pengetahun dan budaya antarbangsa dan negara, juga menjadi tempat berkumpulnya kaum muslimin dan mempererat persaudaraan, meskipun beda bahasa dan warna kulit. (H Khumaini Rosadi, dai anggota Tim Inti Dakwah Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Roma, Italia)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah, Nahdlatul Ulama, Anti Hoax Haedar Nashir