Senin, 11 Desember 2017

Kearifan Ulama Kunci Kemajuan Bangsa

Demak, Haedar Nashir. Nahdlatul Ulama sebagai organisasi sosial keagamaan berkiprah dalam menegakkan dan mendirikan bangsa Indonesia. Organisasi para kiai tersebut tak habis dibicarakan orang, mulai dari kronologi, apresiasi, peran sampai visi kejuangannya.

Dalam sejarahnya, NU berkiprah tak hanya lingkup Indonesia saja, melainkan di dunia internasional, sesuai dengan tujuan pendirian NU itu sendiri.

Kearifan Ulama Kunci Kemajuan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kearifan Ulama Kunci Kemajuan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kearifan Ulama Kunci Kemajuan Bangsa

Mustasyar NU Demak KH M Nurul Huda mengutip pendapat peneliti asal Timur Tengah Dr.Abdul Azis At Turisi yang mengatakan Indonesia mendatang akan menjadi pemimpin dunia karena keragaman dan kearifan para ulama Nahdlatul Ulama.

Haedar Nashir

“Beberapa puluh tahun yang lalu Dr.Abdul Azis sudah mengatakan Indonesia bakal menjadi pemimpin dunia terutama pemimpin bagi negara negara muslim, kok tidak Arab Saudi atau negara yang lain, itu alasannya apa….? Alasannya karena NU nya?” tutur kiai Pengasuh Pesantren At Taslim Demak tersebut.

Haedar Nashir

Ia menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara pada acara Refleksi Harlah NU ke 91 dan peringatan 100 hari wafatnya KH MA Sahal Mahfud di Aula Depan Pesantren Attaslim Krajaan Bintor Demak, Jumat (9/5) yang diselenggarakan MWC NU Demak.

Lebih lanjut KH Nurul Huda memaparkan, kearifan dan kealiman para ulama NU merupakan kunci utama yang diwariskan dari leluhurnya, yaitu Wali Songo. Para wali menyebarkan faham Aswaja di tengah tengah masyarakat melalui pesantren. Di antara ulama rujukan para pejuang NU dari segi ajaran yakni KH Mahfudz Atturmusi, KH Masum Lasem dan KH Hasyim Asy’ari.

“KH Mahfudz, Mbah Maksum serta Mbah Hasyim telah memberi pencerahan pada para alim yang telah menyebarkan Aswaja ke seluruh pelosok tanah air yang dulu sulit digoyahkan oleh para penjajah” imbuh cucu Mbah Maksum ini.

Sementara Rais Syuriyah NU Demak KH Alawy Mas’udi mengatakan, para ulama NU dalam memimpin umat menempatkan pesantren sebagai kawah condrodimuko ideologi agama. Pada saat yang sama para ulama menempatkan kebangsaan sebagai bagaian terpenting. Pandangan ini perlu dikembangkan dan ditingkatkan lagi agar bangsa Indonesia tidak goyah pengaruh global.

“Diakui atau tidak namanya pesantren sebelum, dan saat penjajahan sampai saat ini merupakan benteng utama bangsa Indonesia. Ini bahkan diakui dunia luar kalau ingin menghancurkan Indonesia, maka hancurkan NU yang berbasis pesantren,” tegas KH Alawy.

Harlah NU yang diisi acara refleksi dengan tema “Meneguhkan Kembali Visi Perjuangan NU” tersebut diikuti pengurus MWC, Ranting NU se-Kecamatan Demak Kota, serta santri, Direktur RSI NU Demak dan masyarakat sekitar. (A.Shiddiq Sugiarto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Nahdlatul Haedar Nashir

Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren

Jakarta, Haedar Nashir - Menguatnya radikalisme dan intoleransi yang terjadi di Indonesia khususnya dan di dunia umumnya menjadi persoalan yang perlu penanganan serius oleh berbagai pihak termasuk Nahdlatul Ulama (NU). Indonesia sebagai negara yang sangat beragam, baik agama, suku, bahasa, budaya dan lainnya, patut bangga terhadap keberadaan NU yang mempunyai basis pesantren untuk terus menjaga Indonesia dari radikalisme dan intoleransi tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Sujiwo Tedjo saat ditemui Haedar Nashir di Jakarta. Menurut pria yang akrab dipanggil Mbah Tejo ini, santri dan pesantren merupakan potensi dalam hal toleransi di Indonesia.

Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren

“Kalau di pesantren atau NU diajarkan bahwa toleransi itu dari dulu sudah tinggi,” katanya seusai mengisi acara pembacaan puisi Gedung Graha Bakti Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (16/10) malam.

Oleh karena itu, pria yang berprofesi sebagai dalang ini pun menganggap bahwa keberadaan santri sangat dibutuhkan Indonesia.

Haedar Nashir

“Santri sangat dibutuhkan untuk kecenderungan global yang makin mengekstremkan (dalam hal) agama,” jelas pria kelahiran Jember, Jawa Timur ini.

Haedar Nashir

Pria berumur 55 tahun ini menyebut bahwa cara beragama yang dijalankan pesantren itu luwes, dan menebar rahmat.

“Beragama dengan tersenyum itu pesantren saja,” katanya.

Acara pembacaan puisi sendiri diselenggarakan Kementerian Agama dalam rangka memperingati hari santri yang ke-2 dengan tema Merawat Keberagaman dan Memantapkan Keberagamaan.

Turut menjadi pembaca puisi pada malam tersebut, Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin, Kamaraudin Amin, Abidah El Kholiqie, Habiburrahman El Shirazy, Sosiawan Leak, KH Husein Muhammad, Jamal D. Ramah, Acpe Zam Zam Noor, Ahmad Tohari, Sutardji Calzoum Bachri, D. Zawawi Imron dan lain-lain. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Sunnah, Pendidikan Haedar Nashir

Minggu, 10 Desember 2017

Terpilih Lagi, Gus A’ab Fokus Pemberdayaan Ekonomi Warga

Jember, Haedar Nashir. Duet kepemimpinan KH. Muhyiddin Abdusshomad dan KH Abdullah Syamsul Arifin di NU Jember terus berlanjut. Ini menyusul terpilihnya kedua tokoh tersebut dalam pemilihan rais dan ketua dalam Konfercab NU Jember, Ahad (1/6) lalu.

Dalam konfercab NU yang digelar di Pesantren Darul Arifin, Desa Curahkalong, Bangsalsari tersebut, Kiai Muhyidin dan Gus A’ab –sapaan akrabnya- terpilih secara aklamasi setelah bakal calon yang lain tidak memenuhi syarat perolehan suara minimal untuk maju dalam tahap pencalonan ketua dan rais.

Terpilih Lagi, Gus A’ab Fokus Pemberdayaan Ekonomi Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih Lagi, Gus A’ab Fokus Pemberdayaan Ekonomi Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih Lagi, Gus A’ab Fokus Pemberdayaan Ekonomi Warga

Dalam tahap penyaringan,? ada 8 nama yang masuk untuk memperebutkan 337 suara.? Namun perolehan suara ke delapan nama itu tidak sampai 10 kecuali Kiai Muhyiddin yang memperoleh 292 suara.? Padahal, syarat untuk maju dalam tahap pencalonan minimal mengantongi 99 suara.? Diantara 8 nama itu adalah Gus A’ab, Gus Firjon Barlaman (putra KH. Ahmad Shiddiq). “Dengan komposisi perolehan seperti itu, maka otomatis Kiai Muhyiddini dtetapkan secara aklamasi sebagai Rais Syuriyah,” ujar panitia pengarah, MN. Harisuddin.

Haedar Nashir

Kondisi yang sama juga terjadi dalam pemilihan ketua tanfidziyah. Dalam tahap penjaringan nama calon kwtua tanfidziyah, Gus A’ab langsung unggul dengan mengantongi 294 suara. Sementara Gus Firjon yang digadang-gadang bisa memenangi pemilihan ketua, hanya mendapat 9 suara. Sedangkan tiga nama lain hanya memperoleh suara di bawah 5. Dengan demikian, Gus A’ab langsung ditetapkan sebagai ketua terpilih.

Haedar Nashir

Usai pemilihan, Gus A’ab menyatakan akan memperioritaskan pemberdyaan ekonomi umat dalam kepemimpinnanya pada periode mendatang. “Sesuai dengan rekomendasi komisi, ke depan PCNU akan mencoba meningkatkan peran pemberdayaan ekonomi umat. Jadi kemiskinan dan keterbelakangan, memang jadi problem kita semua,” ujarnya kepada sejumlah wartawan yang mengerumuninya. (Aryudi A. Razaq/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah Haedar Nashir

Ini Jasa Besar KH A Wahid Hasyim Pimpin Kemenag

Jakarta, Haedar Nashir - Jasa besar KH Abdul Wahid Hasyim dalam memimpin Kementerian Agama di era kemerdekaan cukup besar. Jasa sekaligus pemikiran brilian putra Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari ini patut diapresiasi, salah satunya rintisan Perguruan Tinggi Islam Negeri yang belakangan melahirkan IAIN.

Intelektual NU Ahmad Baso mengatakan hal tersebut saat memaparkan draft kaleidoskop Kementerian Agama tahun 2017 di Hotel Ibis Arcadia Jalan KH A Wahid Hasyim Jakarta, Selasa (3/10). Draft yang ia paparkan mulai berdirinya Kemenag pada 1946 hingga 1971.

Ini Jasa Besar KH A Wahid Hasyim Pimpin Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Jasa Besar KH A Wahid Hasyim Pimpin Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Jasa Besar KH A Wahid Hasyim Pimpin Kemenag

“Saya kira, Kiai Wahid lah pemikir utama kementerian ini. Beliau yang merumuskan kebijakan makro Kemenag. Pikiran beliau tentang merintis Perguruan Tinggi Islam, serta memajukan madrasah dan pesantren,” kata Dosen Institut Studi Keislaman An-Nuqayah Guluk-guluk Sumenep ini.

Haedar Nashir

Hal lain yang juga monumental di era Kiai Wahid Hasyim, lanjut Baso, adalah menyiapkan pemberangkatan haji dan pembangunan masjid nasional kebanggaan umat Islam yang dimulai pada 1961.

“Meski peresmiannya pada era Orde Baru, namun ide pembangunan masjid negara yang belakangan dinamai Masjid Istiqlal ini sudah ada sejak zaman Kiai Wahid,” tegasnya.

Haedar Nashir

Dalam paparannya, pria asal Makassar ini mempresentasikan berbagai temuan menarik. Salah satunya penemuan foto-foto kuno yang merekam upaya dan terobosan para kiai yang menjabat Menteri Agama sejak era kemerdekaan.

“Melacak foto-foto ini sulit sekali. Butuh doa dan semangat tinggi,” kata Baso.

Selain foto-foto dan dokumen penting, sejumlah terobosan spektakuler para kiai NU yang pernah menjabat sebagai Menag ia ulas sekilas dengan narasi menarik. Para tokoh tersebut mulai KH Fathurrahman Kafrawi, KH Fakih Usman, KH Masykur, KH Muhammad Ilyas, KH Wahib Wahab, hingga KH Saifuddin Zuhri.

“Beliau-beliau itu para tokoh NU yang menjabat di era Orde Lama. Nah, KH Muhammad Dahlan sebagai kiai NU di awal Orde Baru. Sejarah keterlibatan para kiai dalam penyelenggaraan negara ini penting diungkap,” tandas Baso. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah, Olahraga Haedar Nashir

Sabtu, 09 Desember 2017

Nonton Film di Gedung Bioskop

Nonton film di gedung bioskop biasa disingkat “Nonton”. Aktivitas ini merupakan kelaziman masyarakat masa kini baik di perkotaan maupun di pedesaan. Dengan harga terjangkau, pengunjung gedung bioskop bisa menikmati film terbaru sebelum tayang umum di televisi. Kendati demikian, ada juga bioskop kelas kere yang memutar film lama.

Nonton di gedung bioskop, menurut banyak pengunjungnya, lebih asyik daripada nonton film sendirian di televisi atau di laptop. Efek sound sistem yang menggelegar luar biasa ini memberikan pengalaman istimewa bagi mereka yang nonton. Ditambah lagi suasana gelap ruangan saat film diputar. Sementara nonton film di rumah akan mengganggu kenyamanan tetangga bila volume sound sistem dikuatkan seperti lazimnya di gedung bioskop.

Nonton Film di Gedung Bioskop (Sumber Gambar : Nu Online)
Nonton Film di Gedung Bioskop (Sumber Gambar : Nu Online)

Nonton Film di Gedung Bioskop

Lalu bagaimana kedudukan nonton di mata hukum. DR Yusuf Qaradhawi dalam karyanya Al-Halal wal Haram fil Islam menerangkan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Haedar Nashir

Tidak perlu ragu bahwa pertunjukkan film dan sejenisnya merupakan sarana penting dari sekian banyak sarana hiburan. Sebagai sarana, kedudukan film bioskop sama seperti sarana lainnya. Artinya, ia bisa jadi digunakan untuk kebaikan. Tetapi ada kalanya film dimanfaatkan untuk keburukan. Secara substansi, pertunjukan bioskop tidak masalah. Kedudukan hukumnya didasarkan pada pesan dan isi film.

Haedar Nashir

Kami, kata Qaradhawi, memandang aktivitas nonton di gedung bioskop halal dan baik-baik saja. Lalu, Qaradhawi menyebutkan sejumlah syarat antara lain agar pengunjung menjauhkan film-film yang menampilkan kefasikan atau menafikan aqidah, syariah, maupun adab Islam.

Begitu juga film-film yang membangkitkan kesenangan-kesenangan duniawi, dosa, atau mendorong orang untuk berbuat kriminal.

Selain itu, aktivitas nonton tidak melalaikan pengunjung gedung bioskop dari kewajiban duniawi seperti aktivitas sekolah atau mencari nafkah, dan kewajiban agama seperti sembahyang lima waktu. Terakhir, kata Qaradhawi, pengunjung gedung bioskop mesti menjauhkan diri dari kerumunan dan desakan-desakan yang membangkitkan syahwat laki-laki dan perempuan. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga, Kajian Islam, Anti Hoax Haedar Nashir

150 Kader GP Ansor Sukolilo Ikut PKD di Tengah Banjir

Pati, Haedar Nashir. Di tengah surutnya banjir yang mengepung kecamatan Sukolilo kabupaten Pati, GP Ansor Sukolilo menyelenggarakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) guna membekali anggotanya dalam menghadapi tantangan pascabanjir. Sedikitnya 150 kader Ansor-Banser mengikuti pelatihan ini.

Pelatihan ini dibuka langsung Ketua PC GP Ansor Pati Ahmad Sholhan. Ia mewajibkan seluruh anggotanya untuk terus bergerak dan bahu-membahu membantu korban pascabanjir. Selain materi-materi PKD, peserta pelatihan dibekali dengan materi pemulihan warga pascabanjir.

150 Kader GP Ansor Sukolilo Ikut PKD di Tengah Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
150 Kader GP Ansor Sukolilo Ikut PKD di Tengah Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

150 Kader GP Ansor Sukolilo Ikut PKD di Tengah Banjir

PKD berlangsung di pesantren Maslakul Ridwan, Sukolilo, Sabtu-Ahad (8-9/2). Pelatihan dimaksud untuk menciptakan kader berkualitas.

Haedar Nashir

“Kualitas artinya kader yang mandiri, peduli terhadap sekitar dan lingkungan, loyal terhadap organisasi, dan meneruskan perjuangan ulama yang senantiasa menjaga keutuhan NKRI,” terang Ketua PAC GP Ansor Sukolilo Ahmad Darmaji. (M Sultan Agung/Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Sunnah, Cerita Haedar Nashir

Puluhan Guru Sekolah LP Maarif NU Garut Ngaji Paham Aswaja

Garut, Haedar Nashir - Pengurus LP Maarif NU Malangbong Kabupaten Garut mengadakan pendidikan Aswaja yang diikuti 97 guru dari tujuh satuan pendidikan yang ada di Kecamatan Malangbong. Pendidikan yang berlangsung di MA Maarif NU 1 Malangbong-Garut ini diikuti puluhan guru yang erdiri atas guru PAUD sampai Madrasah Aliyah. Selama dua hari, Kamis-Jumat (18-19/5) mereka .

Tampak hadir Ketua LP Maarif NU Garut KH A Hilman Umar Basori, Rais Syuriyah MWCNU Malangbong KH Mukhlas, Ketua MWCNU Malangbong KH Mukhlis, Ketua LP Maarif NU Malangbong Asep Nurjaman, serta para kepala sekolah dan semua guru yang ada di bawah naungan LP Maarif NU Malangbong-Garut.

Puluhan Guru Sekolah LP Maarif NU Garut Ngaji Paham Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Guru Sekolah LP Maarif NU Garut Ngaji Paham Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Guru Sekolah LP Maarif NU Garut Ngaji Paham Aswaja

Kiai Hilman berharap agar setiap satuan pendidikan yang ada di bawah naungan LP Maarif NU Garut mampu menciptakan kader-kader NU yang loyal dan siap menghadapi tantangan zaman dengan didasari ilmu dan akhlakul karimah untuk diajarkan di setiap satuan pendidikan LP Maarif NU Garut.

Haedar Nashir

“Ketika melihat realita, masih ada guru di satuan pendidikan LP Maarif NU belum memahami nilai-nilai dan perjuang NU sehingga kami selaku pengurus cabang memiliki kewajiban untuk menyamakan standar mereka baik dalam hal nilai-nilai ke-Aswajaan dan ke-NUan maupun standar kurikulum dan kompetensi guru lainnya agar menghasilkan kader-kader NU yang loyal.”

Rais Syuriyah MWCNU Malangbong KH Mukhlas menyampaikan bahwa NU merupakan organisasi yang konsisten dalam menjaga nilai-nilai keislaman sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW serta para sahabat.

“Kita harus menjadikan paham Islam Ahlussunah wal jamaah sebagai kewajiban, bukan sebagai pilihan agar kita bisa selamat di dunia maupun di akhirat.”

Haedar Nashir

Pengurus LP Maarif NU Garut terus melakukan pembinaan terhadap satuan pendidikan di bawah naungannya. Pihak LP Maarif NU Garut mengeluarkan instruksi bagi setiap pengurus LP Maarif NU di setiap kecamatan untuk mengadakan pendidikan dan pelatihan (diklat) untuk guru-guru yang mengabdi di satuan pendidikan di naungan LP Maarif NU Garut. (Muhammad Salim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir