Jumat, 15 Desember 2017

Rekomendasi Anak Muda NU untuk Muktamar

Sleman, Haedar Nashir . Sekitar 80 aktivis muda NU yang mengadakan Musyawarah Kubro Anak Muda NU 2015 di Masjid Pathok Negara, Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, DIY, menyampaikan rekomendasi untuk dibahas dalam Muktamar NU ke-33 di Jombang, Agustus mendatang.

Rekomendasi Anak Muda NU untuk Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekomendasi Anak Muda NU untuk Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekomendasi Anak Muda NU untuk Muktamar

Usulan yang mengalami perdebatan dalam beberapa pertemuan sebelumnya dan ditetapkan dalam Musyawarah Kubro pada Sabtu (23/2) adalah sebagai berikut;

Pertama, mengusulkan agar NU menata organisasi secara berdikari dari tingkat paling bawah hingga tertinggi. Dalam penataan itu, perlu menghidupkan lagi sistem i’anah (iuran) yang dikelola oleh sebuah Baitul Mal yang profesional.

Haedar Nashir

Kedua, NU perlu memiliki sistem pengaderan yang bagus di semua tingkatan untuk penanaman ideologi Aswaja. Pengaderan ini harus dilakukan secara berjenjang dan terstandar, baik oleh badan otonom, lembaga atau lajnah, maupun struktur NU sendiri.

Ketiga,NU perlu merawat serius pondok pesantren sebagai basis kader dan sumber pembibitan ulama. Termasuk melakukan advokasi terhadap pesantren kecil, dan melakukan affirmative action mendorong santri ber-tafaqquh fid-din.

Haedar Nashir

Diusulkan pula pembentukan organisasi santri secara nasional. Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) sebagai wadah perhimpunan pesantren NU, sudah cukup melakukan pembinaan pesantren, namun santrinya sendiri belum diorganisir dalam wadah khusus. Alternatif untuk gagasan ini adalah dengan membentuk komisariat IPNU di setiap pesantren.

Keempat, Fatayat NU dan Muslimat NU yang telah mengelola pendidikan anak usia dini, perlu diperkuat kapasitasnya dan dibina secara baik, lalu disinergikan dengan LP Maarif bertanggungjawab mengurus SDM NU di tingkat SLTP dan SLTA. Sinergi ini dilanjutkan dengan IPNU/IPPNU, dengan lembaga perguruan tinggu NU dan PMII maupun lainnya. .

Kelima, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) perlu diberdayakan dan diperkuat untuk menjaga warisan budaya para wali dan dipopulerkan ke kaum muda sesuai konteks zaman.

Keenam,  NU harus selalu hadir di setiap problematika umat, dan harus dominan perannya, dan terkekspos di media. Agar tidak ada lagi pertanyaan: “NU ada di mana ketika umat punya masalah?”.

Musyawarah Kubro tersebut dihadiri para anak muda dari berbagai daerah di Indonesia. Mayoritas adalah aktivis atau pengurus NU yang pernah kuliah atau mondok di Yogyakarta.

Dari PBNU hadir salah satu ketua tanfidziyah, M Imam Aziz dan putri alm Gus Dur, Alissa Qotrunnada Munawwaroh Wahid. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Santri Haedar Nashir

Kirab Merah Putih Meriahkan Pengajian Isra Mi’raj

Jepara, Haedar Nashir. Sebanyak 17 angota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Jepara berjalan dari kediaman H Abdul Wachid menuju depan masjid Al-Falah Margoyoso Kalinyamatan, Jepara, Jawa Tengah. Belasan anggota Banser itu membawa bendera sang saka merah putih. Sampai di depan masjid salah satu bendera diserahkan kepada Bupati Jepara, H Ahmad Marzuqi.

Kirab Merah Putih Meriahkan Pengajian Isra Mi’raj (Sumber Gambar : Nu Online)
Kirab Merah Putih Meriahkan Pengajian Isra Mi’raj (Sumber Gambar : Nu Online)

Kirab Merah Putih Meriahkan Pengajian Isra Mi’raj

Ya begitulah Kirab Merah Putih yang dilakukan Banser dalam Pengajian Isra Mi’raj yang dilaksanakan di desa Margoyoso kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara, Sabtu (10/5) kemarin. Kirab dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin Kasmudi, anggota Banser. Ribuan jamaah yang hadir dengan khidmah menyanyikan lagu ciptaan WR Supratman tersebut.

Bupati dalam sambutannya menyatakan kirab merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia merupakan bentuk cinta kepada tanah air. “Ini merupakan bentuk terima kasih kita kepada para pejuang yang mempertahankan NKRI,” tegas Marzuqi.

Haedar Nashir

Usia bangsa ke-68 yang kian menua, lanjutnya, perlu dijaga keutuhannya. “NKRI harga mati. Jangan sampai kita biarkan kelompok yang akan merongrong keutuhan Negara kita,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Habib Ali Zainal Abidin. Menurutnya, cinta tanah air adalah sebagian dari iman. “Hubbul wathan minal iman,” ungkap Habib asal Pekalongan.  

Haedar Nashir

Pengajian yang dihadiri ribuan jamaah tersebut menghadirkan Habib Umar Muthohar (Semarang) dan Habib Luthfi, Rais Aam Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah serta dimeriahkan rebana Kanzuz Shalawat (Pekalongan). (Syaiful Mustaqim/Mahbib)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya Haedar Nashir

Kamis, 14 Desember 2017

Pencak Silat Dianjurkan Islam

Blitar,Haedar Nashir. Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar, KH Noer Hidayatulloh Dawami mengatakan, olah raga, termasuk pencak silat sangat dianjurkan agama Islam. Karena menurut Islam, jiwa yang sehat terletak pada badan yang kuat.

“Termasuk olah raga pencak silat, bagian dari itu,” katanya saat membuka acara Kejuaraan Pencak Silat Ma’arif Cup I antar-perguruan Pagar Nusa, di Pesantren Darur Roja’ Selokajang, Srengat, Blitar, Jawa Timur, Ahad (23/6) siang tadi.

Pencak Silat Dianjurkan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pencak Silat Dianjurkan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pencak Silat Dianjurkan Islam

Kiai Noer menjelaskan, sejarah membuktikan bahwa Islam sangat mengajurkan olah raga dan beladiri. Ia kemudian bercerita, Nabi Muhammad SAW mau menunaikan haji. Rombongan Nabi biasanya diserang kaum kafir Quraisy karena mereka menganggap rombongan Muslim kecil-kecil.

Haedar Nashir

Namun Nabi Muhammad membuat strategi supaya rombongannya berjalan jinjit sambil bejalan tegap. Strategi itu manjur, kaum kafir tidak berani menyerang karena menganggap rombongan kaum Muslimin gagah-gagah.

Haedar Nashir

“Peristiwa itu diperingati hingga saat ini.Ketika umat Islam berhaji, ketika melaksanakan sai atau lari-lari kecil begitu mulai di lampu hijau disunatkan berlari kecil sambil membusungkan dada,’’ ujar Kiai Noer.

Pencak silat, lanjut Kiai Noer, selain berguna untuk beladiri, juga untuk mempertahankan agama bangsa dan negara,’’ tambahnya.

Menurutnya, pencak silat merupakan budaya bangsa yang harus dilestarikan. Karena itu NU juga turut melestarikan budaya beladiri plus seni ini. Dengan mendirikan PSNU Pagar Nusa.

“Anggota Pagar Nusa memiliki tugas ganda. Selain mengukir prestasi juga sekaligus untuk mempertahankan ajaran Islam Ahlussunah wal-Jamaah ala NU melalui pencak silat,’’ katanya.

Ikut memberikan sambutan pada acara pembukaan tersebut, Wakil Ketua Pengcab IPSI Kabupaten Blitar, H Imam Kusnin Ahmad SH dan Wakil Ketua Ma’arif NU Kabupaten Blitar, Drs H Sumanto.

Kejuaraan silat antar-Pagar Nusa se-Blitar raya tersebut diikuti sekitar 300 peserta. Setelah dibuka KH Noer Hidayatulloh, acara dilanjutkan dengan atraksi jurus pencak silat dari masing-masing utusan.

Sambutan luar bisa datang dari para pengunjung yang memadati area depan masjid pesantren Darur Roja’ dimana kejuaraan perdana Ma’arif Cup digelar. “

“Alhamdulillah kegiatan berjalan sesuai dengan rencana. Peserta ada sekitar 300 lebih,’’ ungkap Mohammad Makinuddin kepada Haedar Nashir.

Kejuaraan ini selain merebutkan tropi Ketua Ma’arif NU Kabupaten Blitar, juga sekaligus merebutkan tropi Kepala Pendidikan Nasional  Kabupaten Blitar dan tropi  Kepala Kementrian Agama Kabupaten Blitar. Ma’arif  Cup I 2013, lanjut Makin akan berlangsung selama  tiga hari. Mulai tanggal 23 sampai 26 Juni 2013.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Iman Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Olahraga, Meme Islam Haedar Nashir

Hari Ini, PPM Aswaja Gelar Silaturahim Nasional

Solo, Haedar Nashir. Komunitas Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja menggelar Forum Silaturahim Nasional (Forsilatnas) admin web dan Aswaja IT developer di Pondok Pesantren API Tempuran Magelang, Jawa Tengah. Acara yang dihelat untuk keempat kalinya ini akan berlangsung selama dua hari, (20-21/2).

Hari Ini, PPM Aswaja Gelar Silaturahim Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Ini, PPM Aswaja Gelar Silaturahim Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Ini, PPM Aswaja Gelar Silaturahim Nasional

Menurut Ketua PPM Aswaja Hari Usmayadi, acara Forsilatnas IV akan diikuti peserta dari berbagai daerah. “Beberapa yang sudah konfirmasi akan hadir, antara lain dari Surabaya, Jakarta, Solo, Semarang, dan lainnya,” terangnya saat dihubungi Haedar Nashir, Kamis (19/2).

Pria yang akrab disapa Cak Usma ini menambahkan, selama dua hari tersebut, para peserta akan saling tukar pikiran dan menyimak laporan perkembangan aktivitas komunitas ini pasca-pertemuan Forsilatnas III.

Haedar Nashir

Kemudian pada hari kedua, para peserta akan mendapatkan materi “Penguatan Inseminasi Berita di Internet” dan Penumbuhan Jaringan untuk Aktivitas Ekonomi” bersama sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya.

Haedar Nashir

“Kita juga akan membagi peserta menjadi tiga kelompok pelatihan, meliputi pelatihan audio dan streaming, pelatihan pengembangan aplikasi android, dan pelatihan jurnalistik online,” papar Usma. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Ahlussunnah Haedar Nashir

Rabu, 13 Desember 2017

Rintis Kemandirian Nahdliyin, PWNU DKI Jakarta Hadirkan 267 Toko NU di Setiap Kelurahan

Jakarta, Haedar Nashir - PWNU DKI Jakarta kembali mengadakan pelatihan yang bermanfaat bagi umat khususnya bagi kader-kader muda NU di Jakarta. Acara pelatihan ekonomi syariah dengan tema Bisnismu Bisa Go Publik terlaksana selama dua hari, yaitu 26-27 September 2017 di Puncak, Bogor.

Ketua PWNU DKI Jakarta H Saefullah menyampaikan pentingnya peran kader muda NU untuk membangkitkan ekonomi umat lewat usaha dan kerja keras.

Rintis Kemandirian Nahdliyin, PWNU DKI Jakarta Hadirkan 267 Toko NU di Setiap Kelurahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rintis Kemandirian Nahdliyin, PWNU DKI Jakarta Hadirkan 267 Toko NU di Setiap Kelurahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rintis Kemandirian Nahdliyin, PWNU DKI Jakarta Hadirkan 267 Toko NU di Setiap Kelurahan

"Saya menganggap perlu datang ke sini, sebab menurut saya bahwa bagi warga NU saat ini, terutama para pemudanya, bukan lagi belajar mantiq, tapi bagaimana caranya menguatkan ekonomi warga," ujar Saefullah.

Saat ini kami sedang membangun Gedung PWNU DKI Jakarta. “Ada 4 lantai, satu lantai untuk membangun ekonomi, khususnya untuk operasional PWNU, tidak sebar proposal, tidak minta ke mana-mana. Harus kader atau pengurus NU yang menggerakkan ekonomi di Jakarta," ucapnya.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

NU harus mandiri, Saefullah mengutip apa yang disampaikan oleh Ketum PBNU, Said Aqil Siroj, tidak boleh bertahan untuk membangun NU, tapi yang kita lakukan hanya menyebar proposal, kayak di zaman sebelum kemerdekaan.

PWNU DKI Jakarta juga tidak mengandalkan APBN apalagi APBD. “Jangan mentang-mentang saya Sekda DKI Jakarta, tapi ayo bersama kita membangun NU dengan usaha dan kerja-kerja ekonomi kita.”

Rencananya akan disiapkan sekitar 267 toko NU di tiap-tiap kelurahan di Jakarta. “Usaha dan kerja keras dengan sistem yang baik insya Allah harapan kita ini akan menjadi kenyataan dan menuai sukses. Jujur dan amanah kunci utamanya.” (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pemurnian Aqidah, IMNU Haedar Nashir

Pelatihan Asistensi Kiai NU

Bandung, Haedar Nashir

Selama ini wacana penguatan ulama sering diangkat, tapi sulit untuk diwujudkan. Beberapa hasil refleksi mengatakan bahwa salah satu penyebabnya adalah karena fokus penguatan itu tertuju kepada para kiai atau ulama secara langsung. Sementara mereka memiliki banyak keterbatasan, menyangkut usia, kesibukan, dan lain-lain.

Demikian diungkapkan Ketua Pengurus Wilayah Robithah Ma’ad Islamy (PW RMI) Jawa Barat, KH Abdul Chobir, dalam sambutan acara bertajuk Pelatihan Asistensi Kiai NU. Acara yang kelola RMI ini diikuti oleh 26 utusan pesantren dari 26 kabupaten/kota seluruh Jawa Barat.

Pelatihan Asistensi Kiai NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan Asistensi Kiai NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan Asistensi Kiai NU

Acara yang telah berlangsungkan dari tanggal 3-5 Desember ini bertempat di? Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat, jalan Terusan galunggung No. 09 Bandung. Pelatihan yang rencanya dilakukan beberapa tahap ini dinilai unik, karena di baru pertama kali dilakukan.

Haedar Nashir

“Pelatihan ini ikhtiyar PW RMI Jabar untuk memecahkan problem yang disebut Kiai Chobir dalam sambutan tadi,” ujar Iip D Yahya, ketua panitia yang juga wakil sekretaris PW RMI Jawa Barat itu.

Haedar Nashir

“Pesertanya kebanyakan anak kiai, kerabat dekat atau santri kepercayaan. Saya kaget, ternyata mereka antusias,” tambah Iip D Yahya, penulis biografi KH Ilyas Ruchiyat, Cipasung Tasikmalaya.

Selama tiga hari para peserta diperkenalkan dengan teori jurnalisitik, teknik dasar penulisan biografi, pengenalan peta mutakhir pesantren dan NU di tingkat nasional dan internasional, serta manajemen internal pesantren. Acara ini mendatangkan Abdul Mun’im DZ (PBNU), Muhammad Syafi dan Hamzah Sahal dari Haedar Nashir, Ahmad Dairobi dari pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur. (yy)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pondok Pesantren, Kajian Sunnah, Pesantren Haedar Nashir

Peran Filsuf, Hunafa, dan Sufi dalam Menjaga Ajaran Awal

Oleh Suwarsa

Ada semacam keanehan ketika Plato menyebutkan - secara detail - peradaban dari Timur. Dia menulis kisah tentang sebuah peradaban yang telah berkembang di belahan bumi bagian Timur. The East of Eden, sorga di Timur. Ekstase dan pencapaian batiniyah seorang Plato ini tentu bersebrangan dengan logika yang dianut oleh para sophis Yunani Kuno waktu itu.

Peran Filsuf, Hunafa, dan Sufi dalam Menjaga Ajaran Awal (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Filsuf, Hunafa, dan Sufi dalam Menjaga Ajaran Awal (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Filsuf, Hunafa, dan Sufi dalam Menjaga Ajaran Awal

Buah pikiran Plato dengan tingkat transenden yang sangat tinggi ini menjadi sebab alam pikiran Yunani Kuno terbagi menjadi tiga: 1. Mereka para pemuja kebijaksanaan materi, phisik. 2. Mereka yang memadukan dua hal bertentangan, phisik dan nous. 3. Mereka para pemuja mitologi. Kelompok ketiga ini cenderung dianut oleh para penguasa dan agamawan yang dekat dengan kekuasaan.

Haedar Nashir

Pertentangan terjadi, jauh sebelum Plato menyodorkan konsep negara ideal. Gurunya, Socrates merupakan seorang filsuf? yang benar-benar menentang kekuasaan kelompok tirani. Kelompok ini membonceng keyakinan, mengendalikan masyarakat dengan dalil yang dikemas sedemikian bagus oleh kelompok agamawan berjubah. Sokrates memandang pembodohan masyarakat melalui pranata agama ini bertolak-belakang dengan hukum alam yang hakiki sebagai hukum Tuhan sejati. Penentangannya tersebut menjadi akibat, Sokrates dipaksa meminum racun. Kelompok tirani dan kaum agamawan palsu ini tetap ajeg mempertahankan konsep politheismenya, keyakinan dipaksakan agar masyarakat menganutnya.

Kaum filsuf , para pencari kebijaksanaan diawasi ruang gerak-geriknya oleh penguasa dan kaum agamawan. Mereka tampil sebagai minoritas di dalam kehidupan yang telah dipenuhi oleh racun kekuasaan dan hegemoni agama. Keterbatasan tersebut menjadi sebab mereka menjadi kelompok yang sering melakukan pengembaraan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dan menyendiri di goa-goa sebagai bentuk penghindaran dari kesemrawutan dalam hidup. Mereka tetap memegang teguh satu ajaran, hukum semesta sejati yang digerakkan oleh Causa Prima, Kholiq. Akan tetapi, ajaran kaum sophis ini kemudian tetap juga diadopsi oleh para penguasa dan tokoh agama pengejar dunia, dalam bentuk kepura-puraan.

Haedar Nashir

Tiga abad kemudian, seorang pemuda Aramia, Yesus (Isa) melakukan hal yang sama dengan apa yang pernah dilakukan oleh kaum sophis. Ajaran kebaikan disebarkan tidak melalui lembaga bernama agama. Dia menyelusup dari rumah ke rumah menelurkan kebaikan. Puncaknya, pada saat Khotbah di bukit, Yesus mengabarkan kebaikan tulus dan murni, memisahkan urusan Ketuhanan dengan Kekuasaan. Tokoh agamawan waktu itu menganggap Yesus adalah sebuah ancaman yang bisa meracuni masyarakat dengan ajaran tanpa ritus. Lantas mereka menghasud Yesus sebagai ancaman bagi kekuasaan Herodes.? Ajaran Yesus dikatakan telah menyerang dewa-dewa bangsa Romawi. Kembali, kaum agamawan membonceng kekuasaan untuk melenyapkan Yesus.

Setelah Yesus tiada, ajaran kebaikannya kemudian dimanfaatkan oleh kaum agamawan, nabi palsu (Saul, seorang Yahudi penghasud dan penyiksa ke 12 murid Yesus) dan mendapat sokongan dari penguasa Romawi. Tumbuhlah dengan pesat, ajaran transenden yang dipadukan dengan agama serta ritual Romawi menjelma menjadi agama yang terlembagakan sampai saat ini.

Tanah Haran, sebelum dikenal sebagai Mekah merupakan padang tandus tidak berpenghuni. Migrasi besar-besaran terjadi pada abad ke 2 Sebelum Masehi. Sekelompok bangsa Nabatea dari pinggiran Jordan dan Kanaan pindah karena desakan kultural pasca eksodus kaum Yahudi dari Mesir ke Kanaan (daerah kuno yang terdiri dari Lebanon, Palestina, dan sebagian Yordania: pada masa? sekarang) Sebelum kedatangan kaum Yahudi, peradaban bangsa Nabatea telah begitu maju, mereka mahir dalam seni memahat, sastra dan prosa, bentuk tulisan Fenisia ditranslatasikan ke aksara yang sekarang menjadi Aksara Arab. Bangsa Nabatea lah yang memperkenalkan bentuk kubus sebagai dewa kesuburan, Manath, dan Hubal. Seorang Nabatea selalu membawa kubus kecil kemanapun mereka pergi. Di Haran, mereka membangun kubus berukuran besar. Ke sanalah, dari rumah-rumah mereka menghadap saat ritual keagamaan dilakukan.

Kehidupan di Haran semakin berkembang pesat. Kepiawaian bangsa Nabatea melakukan lobi dan kompromi dengan berbagai kabilah yang datang belakangan menghasilkan konsensus, mereka tetap memiliki posisi sebagai penjaga rumah tuhan. Sementara itu, kekuasaan diserahkan kepada kaum Nomaden, selanjutnya disebut Arab Badui. Mereka dinamai bangsa Arab karena kehidupannya tidak pernah lepas dari tapal kuda, bangsa nomaden yang gemar melakukan peperangan. Kabilah lain diberi kesempatan untuk menyimpan berhala yang mereka sembah di dalam bangunan tersebut, kemudian diberi nama rumah tuhan, lebih tepat adalah rumah para tuhan.

Kenapa pembangunan kubus bangsa Nabatea ini disematkan kepada Ibrahim dan Ismail? Secara historis, perjalanan spiritual Ibrohim tidak pernah sampai ke Haran. Jalur perjaanannya dari Babel ke Kanaan. Di Kanaan inilah terjadi interaksi antara bangsa Nabatea dengan Ibrahim. Interaksi intensif ini menjadikan seorang Ibrahim dipandang sebagai penasehat spiritual oleh bangsa Nabatea. Maka sebagai bentuk penghargaan kepada Ibrahim, pembangunan bangunan berbentuk kubus tersebut disematkan kepada Ibrohim, Sang Kekasih Tuhan. Di antara sekian banyak orang Nabatea, beberapa orang tetap mempertahan ajaran Ibrahim, dalam tradisi di Mekah mereka dinamai kelompok hanif atau hunafa. Kelompok ini yang kemudian akan melahirkan seorang messiah baru dari Mekah, Muhammad SAW.





Penulis adalah budayawan Sunda tinggal di Sukabumi



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Santri, Kiai Haedar Nashir