Sabtu, 16 Desember 2017

GP Ansor Jateng Instruksikan Pemuda NU Tanggap Bencana

Karanganyar, Haedar Nashir. Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah menginstruksikan kepada seluruh Pimpinan Cabang se-Jawa Tengah untuk respon dan tanggap terhadap daerahnya yang rawan bencana dengan mendirikan posko informasi yang standby setiap hari mengingat musim penghujan telah tiba.

Ketua GP Ansor Jawa Tengah, H Ikhwanuddin meminta melalui pesan singkat, Senin (20/12) kepada seluruh Pimpinan Cabang dan Satkorcab se-Jawa Tengah agar siaga menghadapi musim hujan dan tanggap terhadap daerahnya yang rawan bencana.

GP Ansor Jateng Instruksikan Pemuda NU Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jateng Instruksikan Pemuda NU Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jateng Instruksikan Pemuda NU Tanggap Bencana

Untuk itu, Ikhwan mengistruksikan agar membuat posko informasi kebencanaan yang standby ? setiap hari, fungsi dari posko tersebut untuk menghimpun segala informasi bencana dan selanjutnya segala perkembangan harus segera melapor ke PW GP Ansor Wilayah Jateng.

Haedar Nashir

Ikhwan juga berharap Pimpinan Cabang berkoordinasi dengan PCNU setempat dan instansi terkait seperti BPBD, SARDA, dan Kesbang agar bencana bisa terantisipasi dengan baik. (Ahmad Rosyidi/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam Haedar Nashir

PBNU: Muslimat NU Guru Madrasah di Rumah

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyebutkan, ibu-ibu yang aktif di Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama Muslimat NU adalah guru di madrasatul bait, atau guru bagi anak-anak di keluarga masing-masing.  

“Kalau gurunya baik, maka anak cucunya baik. Kalau gurunya tidak baik, bagaimana anak cucunya?” katanya pada rapat Pleno 6 Rakernas Muslimat NU di Aula Serba Guna 1, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Kamis (29/5). 

PBNU: Muslimat NU Guru Madrasah di Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Muslimat NU Guru Madrasah di Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Muslimat NU Guru Madrasah di Rumah

Kiai Said juga mengimbau agar ibu-ibu Muslimat NU tetap istiqomah mengajarkan Islam moderat kepada anak-anaknya. “Kebijakan PBNU, Muslimat NU harus bergandengan tangan dgn Fatayat, IPPNU, kita jaga moderat,” katanya. 

Haedar Nashir

Kiai asal Cirebon menegaskan supaya jangan sampai anak cucu NU menjadi radikal dan sekuler. Kiai Said menyederhanakan istilah itu dengan, sekuler itu kalangan yang menjauhkan agama dari kehidupan masyarakat. Sementara yang radikal ingin hukum agama mengganti hukum negara.  

Haedar Nashir

“Yang radikal ini senang yang formal-formal. Biasanya jenggotnya kesebelasan. Jenggotnya ada sebelas juga dipelihara,” katanya disambut tertawa ibu-ibu.   

Karena NU itu, tambah dia, adalah umatan washatan. Umat yang berperan, penegak, pendorong, penguat kemsayarakatan Indonesia. 

Rakernas dan Mukernas bertema “Khidmah Muslimat NU untuk Indonesia Mandiri” itu dibuka pada Rabu (28/5) dan akan berlangsung sampai Ahad (1/6). (Abdullah Alawi)    

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah, Internasional, Ahlussunnah Haedar Nashir

Jumat, 15 Desember 2017

Ketua PBNU Apresiasi Pendirian Pesantren Lansia di Sidoarjo

Sidoarjo, Haedar Nashir - Rencana pembangunan pondok pesantren lansia yang digagas oleh Lembaga Pendidikan Sosial Jamu Taqwa di Desa Sidokepung Kecamatan Buduran Sidoarjo, Jawa Timur, mendapatkan respon positif dari Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf. Ketua PBNU ini juga menyambut baik akan diluncurkannya pembangunan pesantren tersebut.

"Memang masih sedikit sekali yang mempunyai pesantren lansia. Dengan didirikannya pesantren lansia ini, mendatang para lansia secara kultur itu pas dan terarah. Mereka juga bisa belajar, berkarya dalam usia yang sepuh," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul ini usai menghadiri acara halal bihalal di Masjid Mustain Romly Desa Sidokepung Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (16/7).

Ketua PBNU Apresiasi Pendirian Pesantren Lansia di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU Apresiasi Pendirian Pesantren Lansia di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU Apresiasi Pendirian Pesantren Lansia di Sidoarjo

Sementara itu menurut Sekretaris LPS Jamu Taqwa, Achmad Syamsudin, pendirian pesantren lansia ini terinspirasi dari pesantren lansia yang berada di Joso Jombang. Di sana para lansia diberikan wawasan dan keilmuan sehingga mereka mendapatkan nikmatnya hidup.

"Kita juga mengajak para lansia untuk tetap mondok agar mereka mendapatkan ketenangan. Kriteria bagi yang ingin mondok usianya sekitar 40 tahun ke atas. Di mana mereka bisa menuntut ilmu dan menambah wawasan sehingga mereka bisa enjoy karena bertemu dengan sesama lansia, atau yang dulunya sering mondok akhirnya bisa mondok lagi. Dan perlu diketahui bahwa yang mondok nantinya tidak dipungut biaya," terang Syamsudin.

Haedar Nashir

Menurutnya, di pesantern lansia LPS Jamu Taqwa ini berbeda dengan panti jompo. Pasalnya, di pesantren tersebut banyak ilmu agama yang diberikan. Seperti menunaikan ibadah shalat, istighotsah, dan keilmuan lainnya. Sehingga orang lansia tidak jauh dari Allah.

Haedar Nashir

"Kita juga memberikan bekal kreatifivitas di bidang yang lain. Yang menjadi amalan kita adalah istighotsah. Karena itu adalah amalan dari guru kita yaitu istighotsah dan dzikir. Supaya hati mereka tenang. Orang sepuh itu pikirannya gundah, gelisah. Maka dari itu kita mendirikan pesantren lansia. Insya Allah kalau bangunan sudah selesai, tahun depan akan kita buka," ujarnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sunnah Haedar Nashir

Para Kiai Lebak Deklarasikan Gerakan Pesantren Antikorupsi

Lebak, Haedar Nashir. Para kiai di wilayah Lebak, Banten, menyelanggarakan Halaqah Alim Ulama Nusantara bertema “Membangun Gerakan Pesantren Antikorupsi” di Pondok Pesantren Qothrotul Falah Jalan Sampay-Cileles Km. 05 Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak.

Halaqah yang diselenggarakan atas kerja sama Kemitraan (Partnership), Gusdurian dan Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini menjadi kelanjutan dari kegiatan yang sama di Yogyakarta akhir Juli 2015.

Para Kiai Lebak Deklarasikan Gerakan Pesantren Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai Lebak Deklarasikan Gerakan Pesantren Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai Lebak Deklarasikan Gerakan Pesantren Antikorupsi

Rais Syuriah PCNU Lebak KH. Muhammad Mas’ud yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan, para kiai perlu berjihad melawan korupsi yang sudah kian mentradisi dalam masyarakat Indonesia.

Haedar Nashir

“Jika melihat kemungkaran seperti korupsi, maka ubahlah dengan tangan atau kekuasaan kita. Kita tidak boleh membiarkannya,” jelas pendiri Pondok Pesantren al-Hidayah Lebak ini, Rabu (2/9).

Terkait wacana hukum mati bagi koruptor, Kiai Mas’ud menyatakan, membunuh satu orang untuk melindungi ribuan orang lain bisa dimaklumi dan bahkan dibenarkan. “Lebih manusiawi mana membunuh satu orang atau membiarkan korupsi yang mengancam kelangsungan hidup orang banyak?” ujarnya.

Haedar Nashir

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua MUI Kabupaten Lebak menyatakan bahwa korupsi tidak akan terjadi di pesantren. “Apanya yang mau dikorupsi?” tanyanya. “Namun demikian, para kiai harus hati-hati jika menerima uang yang tidak jelas asal-muasalnya,” imbuhnya. ? ? ?

Usai sambutan para kiai, halaqah dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ahmad Suaedy dari Gurdurian, Iwan Misthohizzamam dari Kemitraan, Dr. KH. Amas Tajuddin dari kalangan kiai pesantren dan Nurul H. Maarif sebagai perwakilan peserta halaqah di Jogjakarta.

Pada intinya, semua peserta sepakat untuk turut andil bersama pemerintah memberantas korupsi. Karena itu, di akhir kegiatan diadakan deklarasi yang disebut sebagai Deklarasi Lebak Membangun Gerakan Pesantren Antikorupsi, yang naskahnya dibacakan oleh KH. Asep Saefullah, M.Pd., Pengasuh Ponpes La Tahzan sekaligus Ketua ISNU Kabupaten Lebak.? ?

Secara umum, kegiatan ini sendiri bertujuan untuk; 1)? melindungi dan menjauhkan rakyat dan para pemimpin agama di masyarakat dari keterlibatan di dalam jaringan korupsi; 2) Memberi pemahaman kepada para pemimpin agama dan masyarakat tentang ancaman dan kerugian akibat korupsi terhadap kesejahteraan rakyat Indonesia; 3) Mendorong para ulama dan lingkungan pesantren untuk ikut mendukung dan mencegah terjadi korupsi di semua level dalam berbagai bentuk korupsi; 4) Memberi perlindungan kepada para pelaku gerakan antikorupsi dari serangan jaringan koruptor di berbagai daerah.

Pada kegiatan yang diselenggarakan setengah hari ini, tampak hadir Ketua MUI Kabupaten Lebak yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah KH Achmad Syatibi Hambali, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Lebak KH Muhammad Mas’ud, intelektual NU KH Amas Tajuddin, Ahmad Suaedy dari Gusdurian, Iwan Misthohizzamam dari Kemitraan, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lebak Ade Budjaerimi, Ketua PC Fatayat Kabupaten Lebak Siti Nurasiah, Ketua ISNU Lebak KH. Asep Saefullah, dan lainnya. (Nurul Huda Maarif/Mahbib)

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan, Lomba, Internasional Haedar Nashir

PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya

Probolinggo, Haedar Nashir - Sebagai bentuk gerakan kemanusiaan untuk menyikapi krisis umat muslim Rohingya di Myanmar, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengajak seluruh warga NU untuk melakukan shalat ghaib dan tahlil bagi warga Rohingya yang meninggal dunia.

Ajakan ini disampaikan oleh Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah kepada sejumlah awak media saat berada di Masjid bin Aminuddin Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan, Jum’at (8/9).

PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong itu, kasus di Rakhine State, Myanmar yang menimpa kaum Muslim itu tidak murni masalah agama, melainkan konflik politik.

“Oleh karena itu saya meminta kepada seluruh umat Islam yang ada di Jawa Timur untuk melakukan gerakan kemanusiaan. Warga NU harus menjadi motor penggerak harmoni di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Haedar Nashir

Kiai Mutawakkil mengimbau semua elemen masyarakat di Jawa Timur khususnya warga NU agar tidak diam diri. “NU harus mengambil langkah dan mempunyai rasa kepedulian yang tinggi terhadap saudara kita di Rohingya dengan cara sosial,” jelasnya.

Haedar Nashir

Ia menjelaskan bahwa krisis Rohingya merupakan proses kemerdekaan di Myanmar di mana sepanjang catatan sejarah, krisis ini adalah perang saudara terpanjang dari tahun 1948 hingga sekarang.

“Para pemberontak ini ada beberapa kepentingan, ada yang berbasis politik, berbasis suku dan berbasis senjata tahun 1980 sudah hilang. Di situlah yang menjadi salah satu kejadian yang anarkis saat ini,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen, Meme Islam, PonPes Haedar Nashir

Isteri Gus Dur Semangati Santri Gapai Cita-cita

Jepara, Haedar Nashir. Ibu Negara RI keempat, Isteri Almarhum KH Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah yang berkesempatan hadir di pesantren Az-Zahra desa Sekuro kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara, Kamis (20/6) kemarin menyemangati para santri agar tidak patah semangat dalam menggapai cita-cita. Kehadiran istri almarhum Gus Dur dalam silaturrahim tersebut disambut hangat keluarga besar Az-Zahra, santri, siswa, guru dan tokoh masyarakat setempat. 

Menurut perempuan kelahiran Jombang, Jawa Timur itu dengan tetap semangat menggapai cita-cita niscaya apa yang diharapkan akan terkabul. Usai menggapai cita-cita setinggi langit, tegasnya santri harus memberikan kontribusi positif ditengah-tengah masyarakat. 

Isteri Gus Dur Semangati Santri Gapai Cita-cita (Sumber Gambar : Nu Online)
Isteri Gus Dur Semangati Santri Gapai Cita-cita (Sumber Gambar : Nu Online)

Isteri Gus Dur Semangati Santri Gapai Cita-cita

“Kelak jika kalian sudah berjuang ditengah-tengah masyarakat jadilah agen perubahan yang baik,” ajaknya.

Haedar Nashir

Ibu dengan 4 anak itu terus memantik semangat santri. Ia pun menyontohkan dirinya yang kini mengalami kelumpuhan usai tertimpa kecelakaan 20 tahunan silam. Meski dalam beraktivitas Sinta selalu ditemani kursi roda namun ia tetap mengajak agar tetap mempunyai semangat tinggi, tetap menjalankan aktivitas dan tujuannya tidak lain tetap bermanfaat bagi orang lain. 

Sebagai perempuan yang harus melanjutkan perjuangan suaminya, Gus Dur, dirinya menyinggung peran dan kodrat seorang wanita yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dalam mengisi dan mengembangkan bangsa. Apalagi di Jepara lanjut ibu dari Alissa Qatrunnada mempunyai pahlawan emansipasi wanita, RA Kartini. Karenanya, semangat RA Kartini tegasnya harus dilanjutkan. 

Haedar Nashir

Disamping itu, perempuan 65 tahun itu juga memberi apresiasi kepada Pesantren Az-Zahra. Ia menyatakan Azzahra yang mengelola Pesantren, SMP dan SMK merupakan lembaga yang mewah, santri-santrinya antusias dalam belajar dan sangat ada harapan menjadi besar karena memiliki potensi untuk maju dan berkembang.

Sementera itu, H Mukhlisin selaku Dewan Pembina dan Pendiri Lembaga Pendidikan Az-Zahra mengungkapkan santri Pesantren Az-Zahra terdiri dari 400an yang berasal dari Jepara maupun luar daerah. Dalam mengelola pendidikan pihaknya dibantu tenaga pendidik yang kompeten di bidangnya juga didukung dengan guru dari lulusan pesantren.  

Redaktur     : Syaifullah Amin

Kontributor : Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah Haedar Nashir

Larangan PBNU Gunakan Fasilitas Kantor untuk Pilkada Tak Diindahkan PCNU Jember

Jember, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bisa saja melarang penggunaan fasilitas organisasi untuk kepentingan politik praktis. Namun Pengurus Cabang NU Jember merasa tidak bersalah memasang spanduk posko pemenangan pasangan calon bupati-wakil bupati Guntur Ariyadi-Abdullah Syamsul Arifin, di kantornya.

Wakil Ketua PCNU Jember Nur Hasan mengatakan, sejak awal pihaknya sudah mengagendakan keterlibatan NU dalam proses politik pemilihan umum kepala daerah dalam berbagai alternatif. Salah satunya dengan mengusung kader sendiri. Akhirnya NU Jember memutuskan untuk mendukung dan mengusung kader sendiri sebagai calon wakil bupati, yakni Ketua Tanfidziyah PCNU Jember Abdullah Syamsul Arifin.

Larangan PBNU Gunakan Fasilitas Kantor untuk Pilkada Tak Diindahkan PCNU Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Larangan PBNU Gunakan Fasilitas Kantor untuk Pilkada Tak Diindahkan PCNU Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Larangan PBNU Gunakan Fasilitas Kantor untuk Pilkada Tak Diindahkan PCNU Jember

Soal larangan penggunaan fasilitas kantor NU, Nur Hasan memaknai, "Kalau yang menggunakan orang lain tidak boleh. Tapi kalau keputusan resmi PCNU untuk mendukung salah satu kader sendiri, apa salahnya (menggunakan fasilitas kantor)."

Haedar Nashir

Sekretaris NU Jember Misbahussalam menambahkan, pemasangan spanduk posko pemenangan Guntur-Abdullah, tak lepas dari keputusan Musyawarah Kerja NU Jawa Timur.

"NU harus memberikan petunjuk calon mana yang harus didukung kepada warga NU. Dari empat pasangan calon yang maju dalam pemilukada Jember, tak ada kader NU kecuali Gus Aab (Abdullah Syamsul Arifin)," katanya.

Haedar Nashir

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj, melarang penggunaan fasilitas Nahdlatul Ulama untuk kepentingan politik pemilihan umum kepala daerah.

"Jangan sampai kandidat calon bupati atau wakil bupati menggunakan stempel, kop, tanda tangan NU, fasilitas NU," kata Said seperti dilansir beritajatim.com.

Said menyatakan baru tahu mengenai persoalan spanduk tersebut. "Saya sudah bincang-bincang dengan Pak Babun (Babun Sugiarto, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jember). (Saya katakan) kantor jangan sampai dijadikan untuk kepentingan politik. Jelas tidak benar kalau kantor NU dijadikan posko siapapun," katanya.

Salah satu bagian kantor NU Jember di Jalan Imam Bonjol digunakan sebagai posko pemenangan pasangan Guntur Ariyadi-Abdullah Syamsul Arifin. Di atas salah satu bangunan kantor, tampak spanduk bertuliskan Posko Pemenangan H. Guntur-Gus Aab, dengan gambar lambang Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa.

Sekretaris PCNU Jember Misbahussalam memandang, penggunaan kantor sebagai posko tak perlu dipermasalahkan. "Tidak masalah, wong ketuanya sendiri yang mencalonkan diri," katanya, Jumat (7/5). Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab memang Ketua tanfidziyah PCNU Jember.

Hasil Musyawarah Kerja NU Jember menyatakan, secara kelembagaan NU harus memberikan petunjuk kepada kadernya tentang siapa yang akan dipilih dalam pemilihan umum kepala daerah. Hadirnya Abdullah Syamsul Arifin, Ketua NU Jember, dalam pemilukada sebagai calon wakil bupati membuat NU secara kelembagaan harus mendukung dan menyukseskannya. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja, Ulama, Hikmah Haedar Nashir