Selasa, 09 Januari 2018

Peringati Maulid Nabi, Perguruan Islam Mathaliul Falah Kajen Adakan Kemah

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua Panitia Perkemahan 2017 Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen Choiruddin mengatakan, PIM menyelenggarakan kemah dalam rangka untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad di bulan Rabiul Awwal ini. 

“Tujuannya sebetulnya untuk memperingati Maulid Nabi,” kata Choiruddin di Pati, Rabu (29/11).

Selain itu, kemah ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi siswa yang dilaksanakan di luar kelas sehingga mereka mengetahui situasi dan kondisi yang terjadi di masyarakat. 

Peringati Maulid Nabi, Perguruan Islam Mathaliul Falah Kajen Adakan Kemah (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Maulid Nabi, Perguruan Islam Mathaliul Falah Kajen Adakan Kemah (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Maulid Nabi, Perguruan Islam Mathaliul Falah Kajen Adakan Kemah

“Ini juga untuk mendidik anak agar mereka tahu kondisi masyarakat sekarang seperti apa,” ucapnya. 

Menurut Choiruddin, melalui kemah ini siswa PIM diberikan bekal dan pengalaman untuk menghadapi segala bentuk persoalan masyarakat ketika mereka sudah lulus kelak.  

Haedar Nashir

Berbeda dengan kemah-kemah yang lainnya, kemah yang diadakan Perguruan Islam Mathali’ul Falah ini memiliki kegiatan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat sekitar. Ada dua kegiatan utama dalam perkemahan PIM ini, yaitu bakti sosial dan peribadatan.

Kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial diantaranya adalah santunan anak yatim, bakti sosial, pemberian bantuan untuk pembangunan tempat ibadah, pembagian sembako untuk dhuafa, dan penghijauan. Sedangkan kegiatan yang bersifat peribadatan adalah tahtiman bin nadzor dan bil ghaib.    

Tahtiman bil ghoib tahun ini diadakan di dua puluh mushola,” katanya. 

Tahun ini kemah PIM diadakan selama tiga hari, 27-29 November yang bertempat di Desa Ngetuk, Gunung Wungkal, Pati. Kemah ini diikuti 1346 siswa dan seratus lebih guru PIM. 

“Untuk tenda anak ada seratus sebelas, ketambahan tenda RT 4, dan tenda panitia ada 6,” tukasnya. (Red: Muchlishon Rochmat)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian Haedar Nashir

Senin, 08 Januari 2018

Doa Saat Mendengar Petir

Di musim penghujan seperti ini geledek, petir dan halilintar seringkali muncul tak terduga. Seperti datangnya hujan yang tak terkira. Sebagian orang mengatakan bahwa hujan adalah petanda turunnya rahmat. Karena air itu sendiri merupakan unsur terpenting dalam kehidupan. Akan tetapi jikalau volume air diluar kemampuan daya tampung maka tak ayal lagi air hujan berubah menjadi suatu hal yang menghawatirkan.

Kekhawatiran itu tidak hanya karena air hujan, tetapi juga dampak yang setelahnya. Masuk angin, badan meriang, banjir dan lain sebagainya. Akan tetapi kekhawatiran itu masih bersifat praduga adanya. Berbeda dengan kekhawatiran yang timbul akibat datanya geledek ataupun petir yang diawali dengan secercah cahaya menyilaukan. Biasanya orang-orang lantas berkomat-kamit menyebut dan berdoa. Adapun doa yang sesuai dengan kondisi ini adalah:

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allahumma la taqtulna bighadhabika wala tuhlikna bi’adzabika wa ‘afina qabla dzalika.

Doa Saat Mendengar Petir (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Saat Mendengar Petir (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Saat Mendengar Petir

Ya Allah, janganlah kau bunuh diriku dengan kemarahan-Mu, dan janganlah kau rusak diriku dengan siksa-Mu, dan maafkanlah aku sebelum semua itu.

Hal ini tidak berarti petir merupakan tanda murka dari Allah swt. Akan tetapi kita selaku manusia yang dhaif ini sungguhlah tidak ada apa-apanya dihadapan alam dan Allah Yang Maha Kuasa. Jangan sampai Allah swt menutup usia kita lantaran kecelakaan yang disebabkan kekuatan alam yang berupa sambaran petir. Karena yang demikian itu sungguh amat sakit dan pedih. (Pen/Red Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Pemurnian Aqidah Haedar Nashir

Haedar Nashir

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan

Wonosobo, Haedar Nashir. “Mari kita kembali pada Islam yang ramah bukan pemarah, Islam yang merangkul bukan memukul, hentikan ekspresi yang kebablasan, saling mencaci dan memaki di antara anak bangsa,“?

Demikian disampaikan oleh Sekjen PBNU, H.A. Helmy Faishal Zaini dalam pidatonya saat memimpin apel kebangsaan di alun-alun Wonosobo, Ahad (21/5).?

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan

Ribuan warga Nahdliyin se-Kabupaten Wonosobo mengikuti gelar apel kebangsaan tersebut dengan penuh antusias. Mereka merupakan perwakilan Nahdliyin dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Wonosobo.

Dalam orasi kebangsaannya ia menegaskan pentingnya sikap cinta tanah air. Kini Indonesia bisa melihat seberapa besar kecintaan rakyat pada negerinya. Indonesia tidak perlu takut terhadap berbagai ancaman musuh negeri karena rakyat selalu mendukung dan setia pada NKRI. Para pendiri bangsa sudah bersepakat termasuk ulama yang menjadi representasi umat Islam di Indonesia.

Haedar Nashir

Kegiatan apel kebangsaan ini berlangsung sejak Pukul 06.00 WIB dengan diawali istighotsah, dan pembacaan Al-Qur’an 30 Juz ? oleh Muslimat-Fatayat NU. Dalam kesempatan itu, dilakukan pula penandatanganan dan pembacaan bersama ikrar kebangsaan Warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Wonosobo oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Wonosobo Arifin Shidiq bersama Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Halim. Apel kebangsaan ini dihadiri pula oleh Pengurus PWNU Jawa Tengah, Bupati Wonosobo H Eko Purnomo, Kapolres AKBP M. Ridwan, Dandim 0707 Dwi Hariyanto, Sekda Wonosobo H Eko Sutrisno Wibowo, serta seluruh organisasi sayap NU.

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, juga dilaksanakan prosesi pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Wonosobo periode 2017-2022. Selain Pengurus PCNU, dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), PC Pagar Nusa, MWCNU Wonosobo, MWCNU Kepil, serta beberapa lembaga NU lainnya. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Ahlussunnah Haedar Nashir

Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama

Kudus, Haedar Nashir. Putri bungsu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Inayah Wulandari menghadiri acara festival? teater Pelajar 2015 di Gor Bulutangkis Djarum Kaliputu Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (21/11). Dalam acara itu, Inayah didaulat menjadi? juri final festival yang diselenggarakan Teater Djarum selama dua hari Sabtu-Ahad (21-22/11).

Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)
Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)

Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama

Saat ditemui Haedar Nashir, Inayah mengatakan dirinya sangat mengapresiasi kegiatan teater di lingkungan pelajar. Menurutnya, teater adalah kegiatan bagus yang mengajarkan toleransi, empati, memberikan penghormatan, dan penghargaan kepada orang lain.

?

"Teater sebagai media bagus sekali untuk mengampanyekan toleransi, kita tidak main hakim sendiri dan akan bisa menghargai sesama," ujarnya.

Haedar Nashir

?

Dikatakan, Indonesia sangat membutuhkan generasi masa depan yang memahami akan toleransi. Dengan bermain teater, meraka akan memainkan peran tokoh-tokoh? di luar komunitasnya? yang ketika sampai pada titik puncaknya akan memahami toleransi dengan baik.

Haedar Nashir

?

"Dalam konteks kekinian toleransi menjadi urgen dan harus dikenalkan sejak dini kepada anak-anak. Salah satu media bagus ya teater. Karena kalau sudah main teater, kita tidak akan mempertanyakan latar belakang,? semua akan kerja sama," tandas putri Gus Dur yang biasa disapa Inayah Wahid ini.

?

Ia menuturkan dirinya sangat merasakan manfaatnya aktif di dunia teater pada waktu masih sekolah Menengah Atas (SMA). Ditegaskan, teater mampu menjadi sarana penyaluran ekspresi dan kreasi bagi pelajar.

?

"Melalui teater, anak-anak punya penyaluran yang positif. Mereka pulang sekolah tidak berbuat aneh-aneh, langsung bermain teater," imbuhnya.

Selain menjadi juri, Inayah Wahid juga menjadi pemateri Workshop teater yang menjadi rangkaian acara Fesetival tersebut. Siang harinya, Inayah dijadwalkan bertemu dengan kader-kader NU dalam acara silaturahim di aula Kantor NU Jalan Pramuka Nomor 20 Kudus.

?

Sementara itu,? final festival teater Pelajar ini, menampilkan 3 kelompok teater tingkat SMP diantaranya, Teater satu atap SMP 3 Kudus, Teater Temperatur SMP 1 Mejobo dan Teater PR Mts NU Nahdlatul Athfal. Sedangkan tingkat SMA, 7 kelompok teater yang lolos di final adalah Teater Stif MANU Ibtidaul Falah Dawe, Teater X-Miffa SMKNU Miftahul Falah Dawe, Teater Patas SMA I Bae, Teater Kahanan SMA 1 Mejobo, Studi One SMA ! Kudus, Teater Ganesha SMA 2 Kudus dan teater Apotek SMK Duta Karya Kudus. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, RMI NU, Habib Haedar Nashir

Ratusan Banser Dikerahkan Jaga Keamanan Final Liga Santri

Bandung, Haedar Nashir. Sekitar 500 personil Banser dikerahkan untuk menjaga keamanan pertandingan final Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 antara Darul Huda Ponorogo melawan Darul Hikmah Cirebon. Duel laga puncak ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pukul 19.00 WIB, Ahad (29/10).

Ratusan Banser Dikerahkan Jaga Keamanan Final Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Banser Dikerahkan Jaga Keamanan Final Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Banser Dikerahkan Jaga Keamanan Final Liga Santri

Satkocab Banser kota Bandung Ahmad Sanusi menjelaskan personil Banser yang bertugas kebanyakan terdiri dari Satkorwil Jawa Barat, khususnya kota Bandung, kabupaten Bandung, Cianjur, Garut, dan kabupaten Bandung Barat.

"Yang akan disiapkan untuk penjagaan di pintu-pintu, pengawasan massa supaya rapi," jelas Sanusi kepada Haedar Nashir saat ditemui di pinggir lapangan Stadion GBLA, Ahad siang (29/10).

Sanusi berharap Liga Santri Nusantara agar terus berlanjut pada tahun-tahun selanjutnya. 

"Sukses untuk santri, dan selamat Hari Santri Nasional," pungkas Sanusi.

Haedar Nashir

Sebagaimana dalam jadwal panitia, sebelum laga final rencananya akan diadakan Shalat Maghrib berjamaah dan doa bersama yang akan dipimpin oleh Rais Am PBNU KH Maruf Amin. Adapun masyarakat dipersilakan hadir ke stadion, tanpa dipungut biaya tiket masuk. (M. Zidni Nafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Ulama, Sholawat Haedar Nashir

Terima Kunjungan Konjen AS, Gus Ali Jelaskan 4 Faktor Dominan Teror

Surabaya, Haedar Nashir

Mengapa gerakan teror mudah tersebar? Setidaknya ada 4 sebab yang paling dominan. KH Agus Ali Masyhuri mengurai hal tersebut saat menerima kunjungan Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS) di Surabaya, Kamis (28/1).

Terima Kunjungan Konjen AS, Gus Ali Jelaskan 4 Faktor Dominan Teror (Sumber Gambar : Nu Online)
Terima Kunjungan Konjen AS, Gus Ali Jelaskan 4 Faktor Dominan Teror (Sumber Gambar : Nu Online)

Terima Kunjungan Konjen AS, Gus Ali Jelaskan 4 Faktor Dominan Teror

"Penyebab utama bagi sumber dan berkembangnya pelaku teror di manapun adalah pertama adalah faktor kemiskinan. Sedangkan penyebab selanjutnya adalah kebodohan,” kata Gus Ali sapaan akrab KH Agus Ali Masyhuri.

Hal lain yang juga tidak kalah penting memberikan sumbangsih bagi kemunculan pelaku teror adalah karena mereka belajar agama tidak utuh. "Biasanya mereka belajar agama hanya sepenggal dan dari sumber yang tidak jelas dan berguru agama kepada pihak yang tidak jelas silsilah keilmuannya," ungkap Wakil Rais PWNU Jatim ini.

"Karena itu saya menjamin para santri yang belajar agama di pesantren tidak akan pernah melakukan tindakan teror," kata pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat Tulangan Sidoarjo ? ini. Gus Ali juga memastikan bahwa sejumlah pesantren memberikan pencerahan kepada para santri dengan pendekatan yang arif dalam menyikapi berbagai hal.

Penjelasan ini disampaikan untuk menjawab pertanyaan dari staf Konjen AS terkait banyaknya anak muda yang terlibat gerakan teror termasuk ISIS, juga Gafatar atau Gerakan Fajar Nusantara. ? ?

Haedar Nashir

Namun demikian, perkembangan teknologi informasi termasuk media sosial bagi Gus Ali juga merupakan tantangan yang harus dijawab kalangan pesantren. "Saya sendiri memberikan kesempatan kepada siapa saja yang ingin meminta penjelasan terkait masalah agama lewat twitter," katanya sembari menyebutkan alamat akun @gusali_bsh.

Haedar Nashir

KH Anwar Iskandar yang juga hadir menimpali bahwa untuk menghadapi kelompok seperti ini tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan keamanan dan kekerasan. "Perlu peran civil society, termasuk di dalamnya adalah NU untuk diajak urun rembuk," kata Wakil Rais PWNU Jatim tersebut.

Konjen AS di Surabaya, Heather Variava berkunjung ke kantor PWNU Jawa Timur di Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya, Kamis (28/1) siang. Mereka diterima KH Anwar Iskandar dan KH Agus Ali Masyhuri, H Shonhaji Sholeh dan H Ali Masud, KH Abdurrahman Navis (wakil ketua), Akh Muzakki (sekretaris), serta Riadi Ngasiran dari Majalah Aula. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen Haedar Nashir

Minggu, 07 Januari 2018

Kiai Maruf Amin dan Para Da’i NU Doakan Warga Gaza

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua Umum Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa memohon kesediaan Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin memimpin sedikitnya 120 peserta pelatihan da’i dan da‘iyah NU untuk mendoakan korban sipil di Gaza Palestina. Doa bersama untuk Palestina ini sekaligus menutup pelatihan dakwah di Gedung PBNU, Selasa (22/7) sore.

“Kita sedih menyaksikan kebrutalan agresi militer Israel yang menyerang korban sipil di jalur Gaza. Kita mengharapkan warga dunia dalam hal ini PBB, negara-negara Islam, dan liga Arab untuk berpartisipasi dalam perdamaian di Palestina,” kata Khofifah.

Kiai Maruf Amin dan Para Da’i NU Doakan Warga Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf Amin dan Para Da’i NU Doakan Warga Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf Amin dan Para Da’i NU Doakan Warga Gaza

Sebelum memimpin doa, Kiai Ma’ruf yang juga mengisi materi Keaswajaan dan Kepemimpinan Nasional dalam pelatihan yang difasilitasi PP LDNU dan Himpunan Da’i dan Majelis Taklim Muslimat NU ini menekankan peran para da’i NU di tengah tantangan dakwah yang semakin berat.

Haedar Nashir

“Tugas para da’i ialah membuat peta dakwah agar mengetahui medan tantangan dakwah dari segala dimensinya. Karena itu, da’i mesti terus berpikir memetakan strategi dakwah. Tantangan terus berubah,” kata Kiai Ma’ruf.

Haedar Nashir

Kelenturan Aswaja NU memberikan keluasan kepada kita semua untuk tidak berhenti di titik nyaman. Da’i tidak boleh statis, harap Kiai Ma’ruf.

“Mari kita tengadahkan tangan mengharapkan ridho Allah untuk menurunkan bantuannya bagi kemaslahatan warga Gaza,” ujar Kiai Ma’ruf sebelum membacakan doa yang diaminkan peserta pelatihan da’i. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Berita Haedar Nashir