Kamis, 08 Maret 2018

Banser Amankan 3015 Gereja di Seluruh Indonesia

Jakarta, Haedar Nashir. Semangat menjaga kerukunan umat beragama telah menjadi wujud kepedulian bagi (Barisan Ansor Serbaguna) Banser untuk menghormati pemeluk agama lain agar bisa merayakannya dengan penuh kedamaian dan ketenangan. “Kita peduli pada pemeluk agama lain yang ingin menjalankan ibadahnya dengan penuh ketenangan,”

Demikian dikatakan Komandan Satuan Koordinator Nasional (Kasatkornas) Banser H Tatang Hidayat kepada wartawan di Kantor GP-Ansor, kemarin. Dia menambahkan setidaknya dengan suasana kondusif, bagi pemeluk yang ingin merayakan Natal, mereka bisa berbahagia dan berbagi kasih dengan keluarganya.

Banser Amankan 3015 Gereja di Seluruh Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Amankan 3015 Gereja di Seluruh Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Amankan 3015 Gereja di Seluruh Indonesia

Yang jelas, kata H Tatang, wujud kepedulian Banser semata-mata karena demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik. Bagaimanapun juga kerukunan umat beragama adalah modal dasar terciptanya keutuhan berbangsa dan bernegara.

Lebih jauh kata H Tatang, laporan dan data yang masuk ke Pimpinan Pusat GP Ansor memperkirakan ada sekitar 3015 gereja di seluruh Indonesia yang menjadi perhatian Banser untuk dibantu pengamananya. "Karena itu Banser berkoordinasi dengan aparat kepolisian setemapat, karena aparatlah yang memiliki kewenangan. Banser sifatnya hanya membantu aparat saja," tambahnya.

Ditanya berapa besar jumlah personil banser yang diterjunkan, H Tatang menyatakan jumlah personil Banser yang dikerahkan sekitar 15 ribu orang. Sementara, untuk pengamanan Jakarta saja sekitar 1000 personil dan ditempatkan pada lima wilayah, yakni Jakpus, Jaksel, Jaktim, Jakbar dan Jakut. “Masing-masing dikerahkan 200 orang per wilayah,”katanya.

Haedar Nashir

Pengamanan Natal oleh Banser ini, kata H Tatang, mulai berlangsung 23- 27 Desember 2006. Sedangkan untuk pengamanan Tahun Baru 2007, dimulai 29 Desember 2006- 2 Januari 2007. “Jumlah kekuatan tetap dan tidak bertambah, kecuali memang ada permintaan dari masing-masing daerah,”tegasnya. (eko/gpa)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Berita Haedar Nashir

Rabu, 07 Maret 2018

NU Jombang Salurkan Uang dan Barang ke Korban Bencana di Pacitan

Jombang, Haedar Nashir. Musibah tanah longsor serta banjir bandang yang melanda wilayah Pacitan, Jawa Timur, mengundang simpati sejumlah kalangan. Di bawah koordinasi PC Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Jombang, belasan juta rupiah dana bisa terhimpun. Demikian pula bantuan berupa barang yang sangat dibutuhkan para korban.

NU Jombang Salurkan Uang dan Barang ke Korban Bencana di Pacitan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jombang Salurkan Uang dan Barang ke Korban Bencana di Pacitan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jombang Salurkan Uang dan Barang ke Korban Bencana di Pacitan

"Total uang tunai yang kami terima hingga siang ini sebanyak Rp.15.124.200," kata Akhmad Zainuddin, Senin, Ketua PC LAZISNU Jombang, Senin (4/12). Ia mengatakan, dana diperoleh dari sejumlah orang maupun lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi.

Dalam aksi social ini, LAZISNU dibantu Unit Pengelola Zakat Infak Sedekah (UPZIS) dan Jaringan Pengelola Zakat Infak Sedekah (JPZIS) di sejumlah kecamatan dan desa. "Setelah terhimpun, kemudian dijadikan satu di posko PC LAZISNU Jombang," kata Gok Din, sapaan akrabnya.

Sejumlah barang yang juga telah siap dikirim ke lokasi bencana berupa beras, pembalut, pakaian layak, dan mukena. "Juga ada yang menyumbang mi siap saji, serta susu kemasan," ungkapnya.  

Haedar Nashir

"Insya Allah Kamis (7/12, red) bantuan kami antar ke lokasi bencana di Pacitan," katanya.

Sembari menunggu waktu pengiriman barang, posko bencana untuk Pacitan masih terbuka kepada siapa saja yang akan memberikan sumbangan. "Ini demi meringankan beban keluarga dan saudara kita di sana," ungkap Gok Din. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Amalan, Cerita Haedar Nashir

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab

Garut, Haedar Nashir. Pimpinan cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kabupaten Garut menerima kontestan perlombaan Video Tutorial Hijab berdurasi 1-5 menit. Panitia membuka perlombaan tutorial hijab untuk umum. Perlombaan ini diadakan untuk memeriahkan konferensi cabang VIII PCNU Garut pada Jumat-Ahad (30/1-1/2).

Dengan durasi 1-5 menit, peserta dapat menuangkan ide kreatifnya lalu merekam cara memakai hijab dengan model dan gaya yang bebas.

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab

Selain tidak dipungut biaya, perlombaan ini terbuka bagi umum tanpa batasan usia dan tanpa batasan daerah. Selain masyarakat Garut, siapa saja boleh mengikuti perlombaan ini.

Haedar Nashir

Pemenang akan diumumkan pada Kamis (28/1) melalui website IPPNU Garut.

"Oleh karena itu saya mengundang seluruh kader IPPNU se-Indonesia bila ada yang akan mengikuti lomba tutorial hijab ini, karena ini diperuntukan bagi umum," ujar Ketua IPPNU Garut Nendah Nurlaeni.

Haedar Nashir

Peserta yang akan mengikuti lomba ini dapat mengirimkan videonya ke alamat email pcippnu.garut@gmail.com dengan syarat dan ketentuan dapat dilihat di laman facebook fanpage PC IPNU IPPNU GARUT. Lomba ini berhadiah menarik bagi pemenangnya. (Nurul Fatonah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nasional, Fragmen Haedar Nashir

Selasa, 06 Maret 2018

Pra Konferwil, IPNU-IPPNU Sulsel Gelar Dialog Publik

Makassar, Haedar Nashir. Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU Sulawesi Selatan mengadakan diskusi publik dengan tema ‘Pencegahan Dini Radikal-Terorisme Dikalangan Pelajar’ dalam rangka Pra Konferensi Wilayah (Konferwil) IPNU XIII dan IPPNU XII di Aula Tribun Timur, Jalan Cendrawasih Makassar.

Pra Konferwil, IPNU-IPPNU Sulsel Gelar Dialog Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pra Konferwil, IPNU-IPPNU Sulsel Gelar Dialog Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pra Konferwil, IPNU-IPPNU Sulsel Gelar Dialog Publik

Kegiatan tersebut menghadirkan pembicara Dr Ir H A Majdah M Zain Rektor Universitas Islam Makassar, Prof Dr HM Arfin Hamid Ketua ? Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulsel, Dr KH Afifiddin Harisah (Pimpinan Umum Pondok Pesantren Annahdlah Makassar).

Menurut Majdah, Potensi penularan gerakan radikalisme-terorisme di kalangan pelajar cukup tinggi di Indonesia, sehingga butuh perhatian yang cukup tinggi dari organisasi pelajar.?

Haedar Nashir

Sementara KH Afifuddin melihat, maraknya gerakan radikalisme di kalangan pelajar karena kondisi sosial yang tidak merata serta jauh dari keadilan, hal ini bisa memicu frustasi sosial sehingga pilihan untuk bergabung dengan gerakan radikal-teroris bisa menjadi opsi bagi pelajar.?

Ketua FKPT Sulsel Arfin Hamid berpendapat bahwa NKRI ‘Harga Mati’ sehingga gerakan radikal-teroris tidak bisa dibiarkan hidup di bumi Indonesia.?

Haedar Nashir

Tampak hadir Ketua IPNU Sulsel Ramli, Ketua IPPNU Sulsel Mirnawati, Ketua IPNU Makassar Muh Nur, Ketua IPPNU Makassar Azizah Dahlan, serta beberapa pengurus IPNU-IPPNU Sulsel dan perwakilan kampus yang ada di Makassar. (Muhammad Nur/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Islam, RMI NU, Doa Haedar Nashir

Madrasah Huffadh Wisuda 29 Penghapal Qur’an

Yogyakarta, Haedar Nashir. Ba’da Ashar, Jum’at 14 Juni 2013, lantunan ayat-ayat suci sudah mulai menggema di area Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta yang menandai dimulainya rangkaian acara haul ke-54 Almarhum KH R. Abdul Qodir Munawwir dan Khataman Quran ke-12 Madrasah Huffadh Pondok Pesantren Al-Munawwir.

Madrasah Huffadh Wisuda 29 Penghapal Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Huffadh Wisuda 29 Penghapal Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Huffadh Wisuda 29 Penghapal Qur’an

Acara dibuka dengan sema’an Al-Qur’an di dua lokasi, yakni serambi masjid pondok dan aula Madrasah Huffadh pada Jum’at sore (14/6) oleh pengasuh, KH R. Muhammad Najib Abdul Qodir. Sema’an ini diisi oleh para huffadh alumni Madrasah Huffadh yang datang dari berbagai daerah, dan rencananya akan dikhatamkan sehari setelahnya, Sabtu (15/6), di pemakaman Dongkelan.

Keesokan harinya, Sabtu pagi (15/6), rencananya akan digelar Sarasehan dan Temu Alumni Madrasah Huffadh PP Al-Munawwir Krapyak dengan tema: “Syi’ar Al-Quran; Antara Harapan dan Tantangan.” Ba’da Ashar, acara dilanjutkan dengan ziarah menuju pemakaman keluarga besar Bani Munawwir di Dongkelan bersama segenap santri, diisi dengan khatmul Quran, tahlil dan doa bersama sebagai tanda birrul walidain.

Haedar Nashir

Malam harinya, ba’da isya, akan digelar wisuda 29 penghapal Al-Quran 30 juz bilghaib (terdiri dari 22 putra dan 7 putri) serta 50 wisudawan juz ‘Amma (putra). Selanjutnya disusul dengan Majlis Haul Almarhum KH R. Abdul Qodir Munawwir bersama KH Fathurrohman Thohir dari Pondok Pesantren Al-Ittihad Poncol Semarang sebagai pembicara.

Redaktur    : Mukafi Niam

Haedar Nashir

Kontributor: Zia Ul Haq

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam, Pondok Pesantren, Kajian Islam Haedar Nashir

Minggu, 04 Maret 2018

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Juara II Festival Film NU

Jombang, Haedar Nashir. Arziqi Mahlil dan Munzir, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh berhasil meraih Juara II dalam festival film pendek dokumenter Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung 1-5 Agustus 2015 di Jombang Jawa Timur.

Pengumuman juara festival film ini dipublikasikan melalui situs resmi NU (nu.or.id), Sabtu (1 agustus 2015), disebutkan, juara pertama diraih M. Iskandar Tri Gunawan dengan judul Bulan Sabit di Kampung Naga karya dan berhak menerima hadiah 20 juta, film ini mengungkap Islam pembawa misi rahmatan lil alamin, bukan hanya rahmatan lil muslimin. Untuk juara kedua dengan hadiah 15 juta dimenangkan oleh Arziqi Mahlil & Munzir dengan judul Dalae (dalail khairat), film ini menceritakan pemuda di desa berusaha melestarikan yang tumbuh dan berkembang Dalail di Aceh, sebaliknya dengan pemuda kota, sementara juara ke tiga Vedy Santoso dengan judul Al Ghoriib, ini mengisahkan seorang mualaf dari Jerman yang mondok di pesantren.

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Juara II Festival Film NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa UIN Ar-Raniry Juara II Festival Film NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Juara II Festival Film NU

Arziqi Mahlil mengungkapkan, keikutsertaannya bersama Munzir pada festival film pendek dokumenter NU ini bersama yayasan Aceh Documentary, dari Aceh ada sekitar lima film yang ikut pada festival itu, dan semuanya masuk nominasi 15 karya terbaik film pendek Muktamar NU ke-33 tahun 2015.

Haedar Nashir

"Kami memilih tema tentang Dalae, ini menurut kami sangat penting, karena merupakan salah satu budaya di Aceh yang sangat kental dengan masyarakat, selama ini kami melihat budaya meudalae di Aceh sudah pudar, sudah jarang sekali, padahal budaya ini dapat mempersatukan masyarakat dan salah satu media dakwah," ujar Arziqi.

Ditambahkan, pembuatan film ini dilakukan di gampong Lamhui Kuta Cot Gli Aceh Besar dan diproduksi oleh Yayasan Aceh Documentary (ADC), ini dibawah bimbingan Adoc dalam ajang ADC pada tahun 2014.  

Haedar Nashir

"Kita berharap, dengan lahirnya karya film ini dapat menginspirasi para pemuda di Aceh untuk terus menggalakkan dalae di malam hari, selain sebagai nilai ibadah, ini juga dapat dijadikan sebagai ajang silaturrahmi dan pemersatu masyarakat di gampong-gampong," ujar Mahasiswa semester VIII jurusan Komunikasi UIN Ar-Raniry.

Hamzah Sahal, koordinator tim kreatif Muktamar ke-33 NU mengatakan, panitia menerima 69 karya film yang didaftarkan oleh peserta dari seluruh Indonesia, ke-69 judul film tersebut melibatkan tidak kurang 75 sutradara muda yang berasal dari 13 provinsi, Jawa Tengah, Tawa Timur, DI Jogjakarta dan Aceh paling banyak mengirimkan karya.

"Dewan juri memilih tiga film di atas sebagai juara karena cukup menarik secara ide, cukup matang dalam eksekusi gagasan, cukup dalam teknis penyajian," kata Sahal. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Warta, Pondok Pesantren Haedar Nashir

PBNU Minta Lesbumi Isi Kekosongan Dakwah Bilhikmah

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, tema Islam Nusantara yang damai dan ramah harus gencar diperkenalkan NU ke dunia internasional. Islam Nusantara sangat relevan untuk saat ini ketika dunia Islam, khususnya Timur Tengah dalam keadaan kacau dan tidak dapat dikendalikan.

Menurut kiai yang akrab disapa Kang Said, setelah Muktamar NU Ke-33 di Jombang, Jawa Timur, yang mengangkat tema Islam Nusantara, pemimpin-pemimpin Islam mengucapkan selamat.

PBNU Minta Lesbumi Isi Kekosongan Dakwah Bilhikmah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Lesbumi Isi Kekosongan Dakwah Bilhikmah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Lesbumi Isi Kekosongan Dakwah Bilhikmah

“Dengan Islam Nusantara kita mendapatkan respon banyak. Habis muktamar, Menteri Wakaf Maghribi (Maroko), Sudan, dari Ankara (Turki), Afghanistan mengucapkan selamat atas suksesnya Islam Nusantara,” katanya saat pembukaan Rakernas Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) di gedung PBNU, Jakarta Rabu (27/1).

Haedar Nashir

Kang Said menambahkan, tema Islam Nusantara menarik karena ulama di Timur Tengah tidak didengar lagi oleh masyarakatnya karena ulama yang ilmu-ilmunya berbobot seperti Syiria, Irak, dan Mesir sedang mengalami krisis dalam negeri.

Ia meminta dengan semangat Islam Nusantara, Lesbumi NU berusaha menyelamatkan negara secara politik, seni, dan kebudayaannya. “Mari kita jaga air, laut, hutan, tambang, jangan sampai kekayaan kita dirampok kapitalis,” katanya pada Rakernas bertema “Berjuang dan berkhidmah untuk Islam Nusantara dan NKRI tersebut.? ?

Haedar Nashir

Kiai yang profesor ini peran Lesbumi sangat penting mengisi kekosongan dakwah bilhkimah yang mengedepankan nilai-nilai universal. “Dakwah dengan seni budaya lebih ampuh daripada pedang,” katanya. ?

Ia mengutip Dzu Nun Almishri yang berpendapat soal musik sebagai suara kebenaran universal bisa mengugah hati manusia menuju Allah. Barangsipa memdengarkannya dengan hak, akan memdapatkan hakikat, tapi kalau dengan syahwat, akan membawa kepada kezindiqan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga Haedar Nashir