Senin, 29 November 2010

Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes

Semarang, Haedar Nashir. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Tengah bersama Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Fathur Rokhman M.Hum akan membahas peluang dan tantangan Kurikulum 2013 di Madrasah dalam kegiatan Lailatul Ijtima yang akan digelar oleh PW NU Jawa Tengah, Rabu (4/2) mendatang.

Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes (Sumber Gambar : Nu Online)
Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes (Sumber Gambar : Nu Online)

Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes

Kegiatan bertajuk ‘Kurikulum 2013 dan Madrasah di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Peluang dan Tantangan?’ akan berlangsung di halaman Kantor PW NU Jateng, Jl. Dr. Cipto, No. 180, Kota Semarang.?

Kepanitiaan yang dikoordinatori oleh wakil sekretaris PWNU Jateng, H Amiq Muchlisin, SH menjelaskan, bahwa pelaksanaan lailatul ijtima biasanya pada Rabu pertengahan bulan qamariyah (antara tanggal 13-17).?

Haedar Nashir

"Saya mengkoordinatori kegiatan ini selama 3,5 tahun dalam dua periode kepengrurusan," ungkap Amiq. ?

Haedar Nashir

Menurutnya, Lailatul Ijtima menjadi media untuk menyosialisasikan hasil Pengurus Wilayah Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (PW LBMNU) Jateng. Selain itu, lanjut Amiq, nahdliyyin juga bisa menyampaikan permasalahan secara langsung kepada pengurus wilayah.?

Fathur Rokhman yang juga awan PWNU Jateng akan menerangkan kelebihan dan kekurangan kepada nahdliyyin terkait pendidikan madrasah. Acara akan diawali dengan jamaah shalat Isya, shalat ghaib, tahlil, istighatsah dan penyampaian hasil bahtsul masail dari pengurus wilayah LBMNU Jateng. (M. Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga Haedar Nashir

Rabu, 24 November 2010

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI

Semarang, Haedar Nashir. Ketua Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Tengah H Sulatin mengatakan para pesilat yang tergabung dalam Pagar Nusa  selalu siap menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI

Prinsipnya, kata dia pada saat membuka Kejuaraan Daerah III Pagar Nusa se-Jateng dan DIY, di Pondok Pesantren Azzuhri, Ketileng Semarang, Rabu, (1/1/2015) sore, membela negara adalah kewajiban dan merupakan bagian dari iman. Bagi Pagar Nusa, NKRI adalah harga mati. Dan Pancasila harus selalu jaya.

 

Sulatin menyatakan, mencintai tanah air adalah ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Terlebih NU adalah pendiri negara Indonesia, tentu akan selalu menjaga agar negeri ini selamat dunia akhirat. Tidak akan dibiarkan ada pihak manapun merongrong republik yang diperjuangkan kemerdekaannya oleh para syuhada yang terdiri para ulama.

Haedar Nashir

"Jiwa NU adalah jiwa Indonesia. Pagar Nusa adalah Pagarnya NU dan Bangsa," tutur Sulatin menjelaskan singkatan nama perguruan pencak silat yang dipimpinnya.

Hadir dalam pembukaan tersebut Sekretaris PWNU Jateng Dr  M Arja Imroni, Anggota DPD RI Sulistyo, sejumla pejabat tingkat Jateng, dan para pendekar dan pengurus Pagar Nusa se-Jateng dan DIY.

Haedar Nashir

 

450 Peserta

Ketua Panitia Kejurda III Pagar Nusa Jateng M Ghufron menyampaikan, kejuaraan yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah PSNU Pagar Nusa ke-29 ini berlangsung selama empat hari, sejak Kamis hingga Ahad (1-4/1).

Sebanyak 450 peserta dari 25 kabupaten/kota se-Jateng dan DIY beserta officialnya, bertanding memperebutkan piala umum dan piala per kategori kelas. Dari jumlah itu, 265 diantaranya adalah atlit laga.

Dijelaskan Ghufron, pertandingan terdiri atas laga per orangan putra dan putri, penampilan wirasangga,  serta peragaan jurus wiraloka beregu.  Laga perorangan dibagi dalam kategori pra remaja (usia 12-14 tahun), remaja (usia 14-17), dan dewasa (usia 17-35).

            

Ratusan penonton dari santri ponpes Azzuhri dan warga masyarakat sekitar Ketileng tumpah ruang menonton acara pembukaannya yang meriah.  Aneka atraksi seni Pencak Silat yang diiringi musik menghibur para penonton di ajang tersebut.  [Mohammad Ichwan/Abdullah Alawi]

            

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Khutbah, Makam Haedar Nashir

Rabu, 17 November 2010

British Council akan Bantu Pengembangan Pesantren

Jakarta, Haedar Nashir

British Council Indonesia akan terus mendukung dan membantu upaya pengembangan pesantren di Indonesia untuk peningkatan kualitasnya dalam menghadapi globalisasi dan internasionalisasi. Demikian hasil dari kunjungan Wakil Yayasan British Council Gerard Lemos CMG dan Mike Hardy OBE. Director. British Council, Indonesia, Senin.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua PBNU urusan luar negeri HM Rozy Munir didampingi oleh Masykuri Abdillah, Sri Mulyati dan Syaiful Bahri Anshori.

British Council akan Bantu Pengembangan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
British Council akan Bantu Pengembangan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

British Council akan Bantu Pengembangan Pesantren

Sebelumnya, bekerjasama dengan PBNU, British Council dan British Embassy sejumlah ustadz dari pesantren NU telah memperoleh pelatihan manajemen pendidikan di Leeds University selama satu bulan. Program yang telah dimulai pada tahun 2003 dan berakhir pada 2008 mendatang secara total akan melatih 112 orang.

 

Berbeda dengan program sebelumnya, kerjasama ini akan lebih banyak menjalankan aktifitasnya di Indonesia dengan pertimbangan efektifitas biaya. Salah satu program yang ditawarkan adalah Information Communication and Technology (ICT).

Haedar Nashir

Pengembangan ICT dikalangan pesantren akan memungkinkan para santri untuk memasuki dunia global. Mike Hardy mengungkapkan beberapa tahun mendatang mungkin akan ada laptop yang dijual hanya USD 100. Pengenalan ICT memungkinkan para santri untuk mengakses berbagai literature dari internet dan berkorespondensi melalui email.

Ketua PBNU Prof. Dr. Masykuri Abdillah yang mengikuti pertemuan menjelaskan guru-guru di lingkungan NU saat ini membutuhkan dukungan besar agar bisa memenuhi persyaratan sertifikasi pemerintah.

Saat ini 50 persen dari guru di lingkugan NU belum memenuhi kualifikasi dan hanya 20 persen yang mengajar sesuai dengan bidang studinya. Batas waktu 10 tahun untuk peningkatan kapasitas tersebut terasa sangat pendek dibandingkan dengan peningkatan kualitas SDM yang harus dilakukan.

Masykuri menambahkan sekolah-sekolah NU juga membutuhkan dukungan peralatan laboratorium seperti laboratorium MIPA termasuk laboratorium komputer untuk pengembangan siswa.

Upaya peningkatan kapasitas guru NU telah dilakukan oleh LP Maarif NU. Dr. Sri Mulyati, wakil ketua LP Maarif NU yang mengikuti pertemuan tersebut menjelaskan bahwa lembaganya telah bekerjasama dengan Hans Seidel Foundation dari Jerman untuk memberikan pelatihan bagi guru-guru vocational di NAD.

Haedar Nashir

Sementara itu, Ketua PBNU HM Rozy Munir menegaskan pentingnya pemberdayaan pesantren sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Pemberdayaan personel di satu pesantren akan memungkinkan penyebaran pengetahuan. Jaringan antar kiai dan komunitas yang meliputi kegiatan sosial ekonomi yang dimilikinya memungkinkan adanya transformasi pengetahuan dan peningkatan kemampuan ekonomi bisa berlangsung.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita Haedar Nashir

Selasa, 16 November 2010

Ketika Nabi Zakaria Mengharap Kehadiran Anak

Pasangan suami istri itu sudah lama mengharapkan kehadiran anak. Namun, tanda-tanda kehamilan tak pernah kelihatan. Hari-harinya sebagai suami istri kian terasa sepi tanpa kehadiran seorang bayi.

Waktu terus berjalan. Suami sudah makin menua. Sementara sang istri, seperti disambar petir di siang hari, divonis mandul sejumlah ahli. Harapan itu seperti kian menjauh dari kenyataan. Harapan hanya tinggal harapan, gumamnya dalam hati ketika sedang sendiri.

Ketika Nabi Zakaria Mengharap Kehadiran Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Nabi Zakaria Mengharap Kehadiran Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Nabi Zakaria Mengharap Kehadiran Anak

Namun, laki-laki itu tak putus asa. Walau rambutnya terus memutih, ia tak henti berharap pada Sang Ilahi. Ia terus berdoa agar dirinya dikaruniai seorang anak yang kelak akan melanjutkan ajaran ketuhanan orang tuanya. Laki-laki itu bernama Nabi Zakaria Alaihissalam. Sejumlah buku menyebut Elizabith sebagai nama istri Nabi Zakaria.

Alkisah, pagi itu posisi matahari sudah agak meninggi. Seperti ada yang mendesak, Nabi Zakaria terdorong masuk ke mihrab salah satu kerabat dekatnya yang sedang bertapa, Siti Maryam atau Maria, Zakaria kaget. Ia menemukan makanan dan buah-buahan segar di kamar Maria. Kejadian ini tak hanya sekali, melainkan berkali-kali. Al-Qur’an mengisahkan, “setiap kali Zakaria memasuki mihrab Maria, ia selalu menemukan makanan di sisi Maria”.

Suara batin Zakaria mulai bicara. Bagaimana mungkin Maria yang tak pernah keluar dari mihrabnya bisa ada makanan di sisinya. Zakaria memberanikan diri bertanya, “dari mana makanan itu berasal?”. Maria menjawab, “itu dari Allah”. Jawaban Maria memotivasi Zakaria untuk berharap anugerah dari Allah.

Zakaria meminjam mihrab Maria untuk berdoa. Dalam al-Qur’an disebutkan, “hunalika da’a Zakariah rabbah” (di lokasi itu Zakaria mengadu pada Tuhannya). Ia berdoa, “Ya Allah, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa”.

Haedar Nashir

Zakaria masih berdiri dalam shalatnya, tiba-tiba Jibril datang membawa berita gembira, tentang akan lahirnya sang anak bernama Yahya yang akan menjadi pembenar firman Allah, menjadi panutan banyak orang. Bahkan, seperti ayahnya, Yahya juga akan diangkat menjadi seorang nabi.

Doa Nabi Zakaria dikabulkan Allah. Ia mempunyai anak bernama Nabi Yahya. Bagaimana doanya bisa dikabulkan? Dia berdoa dalam waktu mustajabah, yaitu ketika sedang berdiri dalam shalat, ketika tak ada lagi jarak antara hamba dan Allah. Dalam shalat kita, persis dalam momen iyyaka nabudu wa iyyaka nastain.

Haedar Nashir

Tak hanya berdoa dalam waktu mustajabah. Nabi Zakaria juga berdoa di lokasi mustajabah, di mihrab tempat Maria berdoa.

Seperti Nabi Zakaria, sekiranya kita berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah di waktu mustjabah, di lokasi mustajabah seperti Multazam, Raudhah, dan rumah-rumah Allah lainnya, maka insyaAllah semua harapan akan menjadi kenyataan.

Bulan ini adalah bulan Ramadan, momen dipenuhinya semua doa dan harapan. Semoga doa-doa kita dikabulkan. Bagi keluarga-keluarga yang mengharapkan keturunan, semoga akan segera menjadi kenyataan. Amin, ya mujibas sa’ilin.

KH Abdul Moqsith Ghazali, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU.

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Meme Islam, Pertandingan Haedar Nashir

Kenalkan Organisasi, Pelajar NU Kota Tangerang Keluar-Masuk Sekolah

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mulai mengadakan sosialisasi tentang IPNU dan IPPNU ke sejumlah sekolah umum di Kota Tangerang. Mereka masuk antara lain ke SMKN 8 Kota Tangerang. Mereka juga membagikan Media Pelajar dan Santri (MAJAS), buletin dakwah dwi mingguan terbitan pelajar NU kota Tangerang.

Kenalkan Organisasi, Pelajar NU Kota Tangerang Keluar-Masuk Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenalkan Organisasi, Pelajar NU Kota Tangerang Keluar-Masuk Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenalkan Organisasi, Pelajar NU Kota Tangerang Keluar-Masuk Sekolah

Guru Agama dan juga pembina Rohis SMKN 8 kota Tangerang M Sudarto menyambut baik kehadiran IPNU-IPPNU ke sekolahnya.

“Saya selaku guru agama dan pembina rohis merasa bangga dengan hadirnya IPNU dan IPPNU ke sekolah-sekolah untuk menyosialisasikan kegiatan-kegiatannya yang bermanfaat terutama hadirnya buletin MAJAS untuk pelajar dan santri” ujar Sudarto, Ahad (11/1).

Haedar Nashir

Sosialisasi ini merupakan agenda mingguan IPNU dan IPPNU kota Tangerang. Para pelajar sekolah yang didatangi diperkenalkan apa itu IPNU dan IPPNU. Mereka juga diajak menonton film dokumenter, motivasi belajar dan berorganisasi, dan spiritualitas keislaman.

Kegiatan sosialisasi ini berlangsung sekali sepekan. Pengurus IPNU-IPPNU kota Tangerang menargetkan kunjungan mereka ke seluruh sekolah-sekolah di kota Tangerang.

Haedar Nashir

“Kegiatan sosialisasi IPNU dan IPPNU ke sekolah merupakan salah satu cara memperkenalkan organisasi pelajar NU kepada para siswa sekolah umum, agar mereka mengetahui kegiatan IPNU dan IPPNU yang bermanfaat bagi pelajar dan sosialisasi buletin MAJAS untuk mereka,” kata pengurus IPNU kota Tangerang Zulbiyadi Fadlan, (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam Haedar Nashir

Senin, 08 November 2010

As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca

Jakarta, Haedar Nashir?

Dalam peluncuran buku Fragmen Sejarah NU karya Abdul Mun’im DZ, Kamis (16/3) di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, salah seorang Mustasyar PBNU KH As’ad Said Ali memaparkan 3 hal penting mengapa buku tersebut layak dibaca.

As’ad yang hadir dalam peluncuran tersebut mengatakan, buku tersebut menarik karena berisi banyak data dan informasi sejarah yang ditulis dengan baik.

As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)
As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)

As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca

“Saya baru khatam sekali, saya harus khatam tiga kali. Pertama untuk menikmati dan mengagumi pikiran para Kiai NU. Kedua, berusaha memahami konsep berpikir dan strategi politik NU. Ketiga, bagaimana cara menerapkan taktik dan strategi tersebut dalam realitas saat ini,” papar As’ad.

Rujukan Mapel SKI di madrasah

Haedar Nashir

Pentingnya sejarah peran besar NU ini, menjadikan buku Fragmen Sejarah NU sebagai referensi utama dalam penyusunan bahan mata pelajaran (Mapel) Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) tingkat MI, MTs, dan MA.?

"Insyaallah di tahun 2017 ini akan kami jadikan buku ini sebagai salah satu sumber utama. Karena ketika kita membaca sejarah Islam Indonesia itu pasti sejarah NU," ungkap Kasubdit Kurikulum Madrasah Kementerian Agama ini.

Dalam peluncuran buku ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh sebagai pemberi testimoni. ? KH As’ad Said Ali, Purwo Santoso, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Ahmad Muqowwam, Zastrouw Al-Ngatawi, Zaini Rahman, Zainul Milal Bizawie, dan lainnya.

Haedar Nashir

Para kader muda NU dari Ansor, PMII, dan IPNU juga hadir mengikuti peluncuran buku terbitan Pustaka Compass ini. (DamarPamungkas/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, News, Pesantren Haedar Nashir

Minggu, 10 Oktober 2010

Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat

Jepara, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengajak masyarakat untuk bershalawat. Kegiatan yang dilaksanakan kali ketiga itu ditempatkan di Alun-alun RS Kelet, Keling, Jepara, Ahad (17/11) siang. Sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di kecamatan Nalumsari dan Mlonggo.?

Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat

Ketua PC GP Ansor Jepara, M Kholil mengatakan shalawat merupakan sarana yang mampu merekatkan ukhuwwah dan menyejukkan hati pada orang yang menghayatinya. Suasana itu terkadang merasuk jauh di relung hati sehingga membawa suasana yang indah melalui kebersamaan dengan mengumandangan shalawat secara bersama-sama.

“Dengan menyanjung kebesaran Nabi Muhammad, meneladani sifat-sifatnya dan memegang teguh sunnah-sunnahnya,” sebutnya. ?

Haedar Nashir

Harapan dari kesejukan itu, terang Kholil, juga membawa kesejukan suasana di lingkungan masyarakat sehingga kondusifitas masyarakat Jepara selalu terjaga. “Di samping itu untuk mengembalikan ruh Ansor menolong masyarakat atas berbagai permasalahan sosial yang dihadapi,” tambahnya.

Pada putaran ketiga Ansor Bershalawat itu dibarengkan dengan pelantikan Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor se-kecamatan Keling juga santunan yatim piatu bersama Muslimat dan Fatayat NU kecamatan Keling. Jamaah pun membludak. Ditaksir sekitar 6000 jamaah yang turut hadir.

Haedar Nashir

Komandan Satkorcab Banser Kabupaten Jepara, Arif Mustofa mengungkapkan dengan membludaknya jamaah pihaknya berkoordinasi mengenai keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung. Karenanya, pihak Satkorcab didukung sepenuhnya Satkorcam Keling dan pasukan turun ke jalan untuk membantu keamanan lalu lintas, keamanaan pelaksanaan dan ketertiban pengunjung acara.?

Sementara itu, H Jajeri Amin selaku sekretaris PC GP Ansor mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara tersebut. Khususnya kepada PW GP Ansor Jawa Tengah dan Djarum 76. “Harapan kami acara ini tidak hanya berhenti sampai disini. Ini adalah awal dari keinginan kami untuk mengajak masyarakat mencintai Rasul melalui shalawat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, hadir para kyai, ulama dan habaib diantaranya Habib Farid Assegaf, Habib Ali Zainal Abidin, Habib Ali Al-Habsyi, Habib Luthfi (Demak) dan Habib Abu Bakar Assegaf. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Pendidikan Haedar Nashir