Selasa, 23 Januari 2018

Salim Hanya Dituntut Hukuman Percobaan 10 Bulan

Jakarta, Haedar Nashir. Salim Muhammad (75) terdakwa dalam kasus penggelapan asset tanah milik Yayasan Waqfiyah NU dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Teguh Suhendra hanya hukuman percobaan selama 10 bulan dengan hukuman 5 bulan penjara.

Jaksa berpendapat Salim, terbukti bersalah melakukan penggelapan asset milik Yayasan Waqfiyah NU yang didirikan oleh PBNU. Namun demikian, menurut JPU, nilai asset yang terbukti digelapkan hanya sebesar 94 juta dari 27 Milyar hasil penjualan tanah.

Salim Hanya Dituntut Hukuman Percobaan 10 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Salim Hanya Dituntut Hukuman Percobaan 10 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Salim Hanya Dituntut Hukuman Percobaan 10 Bulan

Salim yang juga seorang pengacara dan kini sedang membela Tommy Soeharto dalam kasus perceraiannya dengan Tata dalam perjanjian penjualan tanah tersebut mendapatkan 20 persen. Sebelumnya, Salim telah mendapatkan tanah 1/3 bagian untuk mengurusi berbagai masalah hukum yang menyangkut asset milik NU pada kepemimpinan Gus Dur.

Sebelumnya, Wakil Ketua Lembaga Pelayanan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama Fickar Hadjar menjelaskan bahwa tuntutan pidana kepada Salim, meskipun sudah berumur 75 tahun menargetkan agar asset milik PBNU tersebut bisa kembali.

Kasus penjualan tanah tersebut bermula ketika Yayasan Waqfiyah yang berlokasi di Jl. Piere Tendean mendapatkan surat dari Pemda DKI Jakarta bahwa lokasi tersebut bukan untuk pendidikan. Selanjutnya Salim menjual tanah tersebut kepada PT Pacific Buana Internasional dengan komisaris Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

Haedar Nashir

Dua sertifikat tanah yang dijual tersebut merupakan SHGB No 257 berlokasi di Kuningan Barat dengan luas 3.438 m2 dan SHGB No 273 berlokasi di Kuningan Barat dengan luas 3.439 m2 atas nama Yayasan Waqfiyah Nahdlatul Ulama.

Sempat pula terjadi perebutan lokasi tersebut yang melibatkan banser-banser NU. Plang nama yang menunjukkan tanah ini milik PBNU dirobohkan sampai akhirnya dengan tanah itu harus lepas dari PBNU.(mkf)

Proses persidangan kasus ini yang sudah berlangsung sejak November 2006 dengan berbagai penundaan seperti menunaikan ibadah haji dan beberapa kali sakit. Sidang akan dilanjutkan 18 Juni dengan agenda mendengarkan pleidoi atau pembelaan dari Salim. (mkf)

Haedar Nashir



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja Haedar Nashir

Kaderisasi Ansor Harus Berjalan di Semua Tingkatan

Demak, Haedar Nashir. Organisasi yang baik dan profesional harus bisa menjalankan kaderisasi serta penataan manajemen yang baik. Kaderisasi sendiri harus berjalan di semua tingkatan dan diikuti oleh para pengurusnya.

“Syarat anggota ansor untuk bisa menjadi pengurus harus pernah mengikuti kaderisasi sesuai dengan tingkatannya masing masing,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H Nusron Wahid dalam acara dialog dengan kader Ansor se Kabupaten Demak, Ahad (21/7) kemarin.

Kaderisasi Ansor Harus Berjalan di Semua Tingkatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi Ansor Harus Berjalan di Semua Tingkatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi Ansor Harus Berjalan di Semua Tingkatan

Disamping kaderisasi, Nusron Wahid menginstruksikan pada pengurus untuk melakukan pendataan ulang anggota dikarenakan nantinya diproyeksikan pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) untuk pengurus dan anggota secara keseluruhan yang berbasis asuransi.

Haedar Nashir

“Tiap anggota harus punya KTA, ini nanti dimulai dari pengurus dulu. KTA yang berbasis asuransi ini milik ansor nantinya dikelola oleh Ansor sendiri,” tegas Nusron.

Haedar Nashir

Sementara itu ketua Ansor Demak H.Abdurrahman Kasdi dalam sambutannya menjelaskan dalam pertemuan dengan ketua umum sengaja mengundang pengurus sampai pada anak cabang yang dibalut dengan forum tanya jawab dan buka bersama karena diharapkan pertemuan dengan Ketum bisa banyak yang didapat oleh anggota.

“Kami sengaja mengundang panjenengan semua sampai anak cabang, karena mumpung bisa ketemu dengan ketum, semoga banyak hal yang bisa kita dapat dari beliau termasuk informasi terkini dari pusat,” harap Durrahman Kasdi

Acara dialog dan buka bersama kemarin, selain dihadiri pengurus cabang, anak cabang, dan satkoryon banser juga dihadiri rektor Universitas Wahid Hasyim H Noor Achmad serta ? banyak alumni pengurus cabang.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Sunnah, Ubudiyah Haedar Nashir

IPNU-IPPNU Rembang Berdialog dengan Plt. Bupati

Kaliori, Haedar Nashir. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU-IPPNU) Kecamatan Kaliori menghadiri dialog bersama yang digelar di Pendopo kecamatan setempat, Kaliori Rembang Jawa Tengah.

IPNU-IPPNU Rembang Berdialog dengan Plt. Bupati (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rembang Berdialog dengan Plt. Bupati (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rembang Berdialog dengan Plt. Bupati

Dialog bersama, Kamis (20/11) kemarin menghadirkan Plt. Bupati Rembang H. Abdul Hafidz dalam rangka Sosialisasi Ketentuan Cukai dan Program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Dalam dialog bersama di Pendopo Kecamatan itu, Plt. Bupati Rembang menerangkan rencana pembangunan yang baik di sektor pertanian dan insfratrukturnya.

Haedar Nashir

Menurut Wakil Ketua IPNU Ancab Kaliori Abdul Rochim ketika dikonfirmasi, bahwa keikutsertaan IPNU IPPNU Ancab Kaliori dalam dialog bersama yang mengadakan kecamatan Kaliori ini bertujuan untuk mendengarkan paparan program pemerintah setempat, sekaligus memberi usulan untuk pembangunan kecamatan Kaliori. (Moh. Lilik Wijanarko Nawawi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Bahtsul Masail, Nasional, Budaya Haedar Nashir

Menpora Harap PMII Terus Lahirkan Kader Penjaga Indonesia

Jakarta, Haedar Nashir. Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi berharap kepada kader-kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) supaya memanfaatkan dengan baik sarana kantor Graha Mahbub Djunaidi yang baru dibangun ini.

Menpora Harap PMII Terus Lahirkan Kader Penjaga Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Harap PMII Terus Lahirkan Kader Penjaga Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Harap PMII Terus Lahirkan Kader Penjaga Indonesia

“Semoga dari kantor ini terus lahir kader-kader bangsa yang terus mewarnai dan terus menjaga Indonesia selamanya menjadi Indonesia dengan paham Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-57 PMII di Kantor PB PMII, Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Senin (17/4).

Di usia ke-57 ini, PMII juga diminta untuk semakin kokoh dan istiqomah, yaitu selalu membela dan mengawal kebenaran, kejujuran, dan terus menerus memberikan makna yang terbaik bagi kehidupan bangsa ini.?

Terutama, kata dia, PMII harus terus mengawal masyarakat agar bebas dari kemiskinan, korupsi, degradasi moral, dan lain sebagainya.

Haedar Nashir

Menteri kelahiran Bangkalan, Madura ini juga menyampaikan kepada kader PMII supaya mengawal komitmen Ketua Umum (Aminuddin Ma’ruf), yaitu menjaga masjid dan kampus.?

“Kalau masjid nggak dijaga oleh PMII, mungkin masjid akan hilang, tidak hanya caranya, tapi masjidnya pun akan hilang,” ujarnya.

Nampak hadir pada peringatan Harlah ini, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua DPP PPP Romahurmuzy, Pendiri PMII KH Nuril Huda, Ketua Majelis Pembina Nasional (Mabinas) PMII H Abdul Muhaimin Isandar, Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini dan beberapa jajaran pengurus PBNU. (Husni Sahal/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pemurnian Aqidah Haedar Nashir

Doa Nabi Ibrahim AS Minta Dikaruniai Anak

Anak adalah karunia Allah yang menjadi idaman utama pasangan suami-istri (pasutri). Karena sebuah karunia, kehadiran momongan tidak bisa dijadwalkan manusia. Untuk itu, setiap pasutri dianjurkan berdoa untuk diberikan bukan hanya anak, tetapi juga keturunan yang saleh.

Pasutri yang belum dikaruniakan momongan tidak perlu cemas atau frustasi karena anak adalah hak penuh Allah. Sementara anugerah-Nya tidak berkaitan dengan kesalehan pasutri yang bersangkutan. Banyak orang saleh, kiai, ulama, bahkan rasul yang tidak dikaruniai anak atau dikaruniakan di akhir hayatnya.

Doa Nabi Ibrahim AS Minta Dikaruniai Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Nabi Ibrahim AS Minta Dikaruniai Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Nabi Ibrahim AS Minta Dikaruniai Anak

Satu sama lain juga tidak perlu saling menyalahkan karena tidak ada yang salah pada masing-masing dari keduanya. Yang diperlukan adalah keduanya berdoa dan mendekatkan diri selalu kepada Allah.

Berikut ini doa Nabi Ibrahim AS ketika mengharapkan kehadiran momongan. 

Haedar Nashir

Haedar Nashir

? ? ? ? ?

Rabbi hab lî minas shâlihîn

Artinya: Tuhanku, berikanlah aku seorang anak yang saleh’ (Surat As-Shaffat ayat 100)



Doa ini menjadi alternatif sebagaimana dijelaskan Syekh Nawawi Banten dalam Marahu Labid li Kasyfi Ma‘na Quranin Majid, juz II, halaman 221, Darul Fikr, 1980



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?





Artinya, “Ketika hijrah menuju tanah suci, Nabi Ibrahim AS merindukan kehadiran seorang anak. Kala itu ia berdoa, ‘Tuhanku, berikan lah aku seorang anak yang saleh’ (Surat As-Shaffat ayat 100). Maksudnya seorang anak dari kalangan rasul. Lalu Kami kabulkan permohonannya.”

(Alhafiz K)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Lomba Haedar Nashir

Senin, 22 Januari 2018

Kesalehan Sosial Menurut Syekh Abdul Qadir Jailani

Keimanan tidak selamanya diukur berdasarkan jumlah ibadah seorang kepada Allah SWT. Meskipun? ada orang yang percaya kepada Tuhan dan dia rajin beribadah, baik ibadah wajib maupun sunah, belum tentu apa yang dilakukannya itu menunjukan kesempurnaan iman. Sebab Islam tidak hanya meminta umatnya percaya kepada Tuhan, kemudian beribadah terus-menerus, tetapi juga meminta kita untuk peduli dengan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Sesungguhnya keimanan berkait kelindan dengan kepekaan sosial. Semakin tinggi derajat keimanan seorang seharusnya tingkat sensitifnya terhadap problem keumatan juga semakin meninggi.

Kesalehan Sosial Menurut Syekh Abdul Qadir Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesalehan Sosial Menurut Syekh Abdul Qadir Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesalehan Sosial Menurut Syekh Abdul Qadir Jailani

Hal ini tercermin dalam diri Nabi Muhammad SAW. Selain tekun beribadah, Beliau juga terlibat aktif dalam menuntaskan problem keumatan yang terjadi di negerinya.

Haedar Nashir

Iman kaum beriman perlu dipertanyakan bila hatinya tidak terpanggil sedikit pun untuk melakukan perubahan sosial. Keimanannya disangsikan jika tidak mau membantu saudara, tetangga, dan masyarakat miskin. Sementara kondisi finansialnya melebihi kebutuhan hariannya dan tidak bakalan jatuh miskin bila disumbangkan separuhnya untuk fakir miskin.

Syekh Abdul Qadir Jailani dalam Fathur Rabbani wal Faydur Rahmani mengatakan,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?...

Haedar Nashir

Artinya, “Jika kamu menyukai makanan enak, pakaian bagus, rumah mewah, wanita cantik, dan harta yang berlimpah, sementara pada saat yang sama kamu menginginkan agar saudara seimanmu mendapatkan kebalikannya, maka sungguh bohong bila kamu mengaku memiliki iman yang sempurna.

Wahai orang kurang akal! Kamu berdampingan dengan tetangga yang fakir dan memunyai sanak-saudara miskin, sedangkan kamu memiliki harta yang sudah layak dizakati, keuntunganmu berlipat ganda setiap hari, dan kamu memiliki kekayaan lebih.

Jika kamu enggan memberi dan menolong mereka, berarti kamu rela dengan kefakiran mereka.”

Nasihat yang disampaikan sulthanul auliya’ ini tentu sangat menusuk batin kita. Sebagai seorang sufi agung, ternyata Syekh Abdul Qadir juga tidak hanya sibuk beribadah, tetapi juga perhatian terhadap masalah sosial. Bahkan, ia mengkritik keras umat Islam yang acuh tidak acuh dengan kondisi masyarakat sekitarnya. Dengan merenungi petuah ini, semoga keimanan kita mampu membuat kita semakin peka dengan problem keumatan. Wallahu a’lam (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri Haedar Nashir

Kasus ISIS, Bahan Introspeksi NU dan Muhammadiyah

Jombang, Haedar Nashir. Munculnya ISIS atau Islamic State of Iraq and Syria yang mengundang reaksi keras dari berbagai kalangan hendaknya menjadi bahan koreksi dan introspeksi organisasi-organisasi sosial keagamaan tentang kiprah mereka dalam membina umat di lingkungan masing-masing.

Kasus ISIS, Bahan Introspeksi NU dan Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasus ISIS, Bahan Introspeksi NU dan Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasus ISIS, Bahan Introspeksi NU dan Muhammadiyah

KH Zahrul Azhar Asumta menyampaikan pandangan itu dalam kegiatan “Muhasabah dan Konferensi Pers Tokoh Lintas Agama, Mahasiswa dan Seluruh Elemen Masyarakat Jombang” terhadap ISIS di Indonesia. Acara ini dilangsungkan di Kampus Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan Jombang Jawa Timur Senin (11/8).

“Kita harus muhasabah atau mengoreksi kegiatan-kegiatan kita, yakni  jam’iyah Islam mainstream di Indonesia seperti NU dan Muhamadiyah apakah sudah menyentuh dan menjawab dari permasalahan keumatan di Indonesia,” kata salah seorang pimpinan di Unipdu ini.

Haedar Nashir

Karena, jika kegiatan kita sudah memenuhi kebutuhan ruhani masyarakat dan memberikan manfaat yang memadai, maka paham apapun yang bertentangan dengan Ahlussunnah wal Jamaah dan ajaran agama pasti akan susah masuk di Indonesia, lanjutnya.

Dalam pandangan pria yang akrab disapa Gus Hans ini, ISIS jelas telah melakukan kerusakan secara fisik terhadap semua yang tidak sepaham dengan mereka. Walaupun sama-sama mengusung khilafah dan anti terhadap Pancasila akan tetapi kelompok lain seperti HTI atau yang sejenisnya gerakannya masih dalam wacana dan penyampaian gagasan serta melalui dialog yang gigih kepada pihak lain.

Haedar Nashir

“Harusnya kita iri dengan militansi dan ketangguhan sebagian kelompok tersebut dan tidak menggunakan kekerasan dalam meyakinkan kelompok lain,” terangnya.

Melarang Kelompok Anti Pancasila

Terlepas dari itu semua, salah seorang jajaran pengasuh di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang ini juga menandaskan bahwa keberadaan ISIS yang sudah sangat terang-terangan melakukan kekerasan, maka hal itu harus ditolak.

“Pada saat yang sama, kita mendesak amir atau pemerintah untuk bersikap tegas terhadap keberadaan embrio ISIS di Indonesia,” katanya disambut aplaus hadirin. Baginya, untuk ormas makar yang tidak berideologi Pancasila mestinya sudah dilarang untuk tumbuh dan berkembang di Indonesia karena telah melakukan tindakan subversif, lanjutnya.

Pendeta Eddy Kusmayadi, Ketua Badan Kerjasama Antar Gereja (BKSG) Jombang menyatakan, ideologi ISIS sangat bertentangan dengan Pancasila. Sehingga, kata Edy, keberadannya masuk ke Indonesia sudah selayaknya ditolak. "Jika ada ormas yang tidak mau mengakui Pancasila, maka harus kita tolak," tuturnya.

Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar berpendapat serupa. Namun demikian, hingga saat ini ia belum mencium masuknya ISIS di Jombang. Untuk tindakan lebih konkret, kata Kiai Isrofil, pihaknya masih menunggu komando dari PBNU. Dia juga menegaskan bahwa NU menolak keras ormas yang bersimpang jalan dengan Aswaja dan Pancasila.

"Untuk tindakan konkret, kami masih menunggu komanda dari PBNU. Yang pasti, kami menolak ormas yang tidak mengakui Pancasila, seperti yang diusung ISIS. Karena bagi kami NKRI adalah harga mati," tegasnya.

Usai para pemuka agama memberikan pandangan, kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Kiai Isrofil Amar. Dan sejumlah poster yang menolak keberadaan ISIS, secara bersama-sama dibakar di halaman kampus Unipdu. Para peserta juga menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai komitmen terhadap keberadaan NKRI.

Selain PCNU dan BKSG, dalam forum tersebut dihadir sejumlah ormas lain. Diantaranya, GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan), INTI (Indonesia Tionghoa), serta JGD (Jaringan Gusdurian) Jatim. "Kami yakin, gerakan ISIS sudah masuk ke Jombang. Pintu masuknya, lewat kecamatan yang selama ini menjadi basis JAT (Jamaah Ansharut Tauhid)," tandas Koordinator JGD Jatim, Aan Anshori. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen, Kajian Islam Haedar Nashir