Sabtu, 01 Januari 2011

Pendidikan Anak Tanggung Jawab Orang Tua, Sekolah Hanya Bantu

Jember, Haedar Nashir

Wakil Sekretaris PCNU Jember Mochammad Eksan menyambut baik “imbauan” Mendikbud RI Anis Baswedan agar para orang tua sebisa mungkin dapat mengantarkan anaknya pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru mendatang.

Menurutnya, imbauan tersebut menunjukkan pentingnya keberadaan dan peran orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya. Saat ini, katanya, muncul kesan seolah-olah pendidikan hanya tugas dan tanggung jawab guru. Sedangkan orang hanya bersifat membantu.

Pendidikan Anak Tanggung Jawab Orang Tua, Sekolah Hanya Bantu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Anak Tanggung Jawab Orang Tua, Sekolah Hanya Bantu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Anak Tanggung Jawab Orang Tua, Sekolah Hanya Bantu

“Anggapan? itu keliru. Yang benar adalah orang tua mempunyai tangung jawab atas pendidikan anaknya. Sedangkan sekolah hanya membantu,” ujarnya kepada Haedar Nashir menyikapi Surat Edaran Mendikbud RI tersebut di Jember, Sabtu (16/7).

Haedar Nashir

Pengasuh Pesantren Nuris 2 Jember itu menambahkan, orang tua mengantarkan anaknya ke sekolah akan memberikan kesan yang lain terhadap si anak. Sang anak? merasa diperhatikan, dan? itu akan mempengaruhi psikologinya dalam menjalani proses pendidikan. Kondisi tersebut tentu sangat beda jika sang anak hanya di antarkan oleh pembantu atau saudaranya. “Dari kondisi itu semangat belajar anak bisa? terbangun lebih meningkat,” jelasnya.

Dalam pandangannya, dewasa ini budaya dan dunia pergaulan yang begitu terbuka mempunyai risiko tersendiri bagi perkembangan psikologi dan pembentukan karakter anak. Karenanya, hal tersebut membutuhkan campur tangan? dan pengawasan langsung yang lebih intensif dari orang tua. Sebab jika tidak, bukan mustahil karakter anak akan terbangun jauh dari yang diharapkan. “Jadi saya menangkap semangat dari SE Menteri itu adalah agar orang tua bisa berperan lebih dalam proses pendidikan anak-anaknya. Tidak sekadar mengantar. Lalu selesai,” turutnya.

Haedar Nashir

Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Kabupaten Jember, Suroto Bawani. Menurutnya, orang tua tidak cukup hanya membiayai pendidikan dan memberikan uang belanja kepada anaknya. Namun yang juga penting adalah memberikan perhatian sekaligus melakukan pengawasan terhadap anaknya.

“Tugas orang tua sangat berat. Bukan hanya dari sisi keuangan, tapi juga bagaimana menjadikan anak itu cakap sekaligus berakhlak mulia. Sebab, anak adalah amanah dan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah,” urainya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Berita, Sejarah, Hadits Haedar Nashir

Jumat, 10 Desember 2010

Guru Besar UIN Ar-Raniry Sebut Radikalisme Rentan Berkembang di Aceh

Banda Aceh, Haedar Nashir. Guru Besar Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Muhammad Hasbi Amiruddin mengungkapkan kerentanan paham radikalisme dan terorisme berkembang di wilayahnya.

Guru Besar UIN Ar-Raniry Sebut Radikalisme Rentan Berkembang di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Besar UIN Ar-Raniry Sebut Radikalisme Rentan Berkembang di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Besar UIN Ar-Raniry Sebut Radikalisme Rentan Berkembang di Aceh

"Catatan sejarah masa lalu salah satu penyebab radikalisme dan terorisme mudah berkembang di Aceh," kata Hasbi dalam pembukaan Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh, Kamis (8/9).

Perkembangan teknologi, lanjut Hasbi, menjadi bumbu tambahan yang menjadikan radikalisme dan terorisme berpotensi tumbuh subur di Aceh. "Lewat medial sosial misalnya, paham dan dogma yang mengajarkan kebencian semakin mudah menyebarluas," tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh Asisten III Bidang Administrasi dan Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Syahrul, yang menyebut potensi radikalisme dan terorisme sudah sempat muncul di wilayahnya.

"Kita sama-sama mengetahui sudah pernah ada kamp pelatihan di Jalin, pernah ada tembak menembak di Aceh Besar, dan ada pengikut ISIS yang mengklaim punya empat ribu pengikut di Aceh," ungkap Syahrul.

Haedar Nashir

Untuk meredam agar potensi tersebut tidak berubah menjadi aksi-aksi terorisme, Syahrul menyebut keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan. Pemerintah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam memberikan apresiasi yang besar kepada BNPT atas kegiatan pelibatan masyarakat yang sudah dilaksanakan.

Haedar Nashir

"Keterlibatan masyarakat, termasuk media massa akan sangat membantu mencegah terorisme. Media massa harus bisa menyajikan informasi yang benar yang tidak semakin memperkeruh suasana," tegas Syahrul.

Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme adalah rangkaian kegiatan dari program Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme yang dilaksanakan BNPT bersama FKPT di 32 provinsi se-Indonesia. Satu kegiatan lainnya adalah visit media, kunjungan dan diskusi dengan redaksi media massa pers. (Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Halaqoh, Pendidikan Haedar Nashir

Senin, 06 Desember 2010

Sistem Manajemen Madrasah dan Pesantren Resmi Diluncurkan

Salatiga, Haedar Nashir. Sistem manajemen madrasah dan pesantren (Simapes) versi 1.1 resmi diluncurkan pada saat pembinaan administrasi pondok pesantren II di aula Pesantren Al-Falah Salatiga, Jateng. Pembinaan ini dibuka oleh kepala bagian tata usaha Kantor Wilayah Kementrian Agama Jawa Tengah, Drs H Andewi Susetyo, SH.

Sistem Manajemen Madrasah dan Pesantren Resmi Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sistem Manajemen Madrasah dan Pesantren Resmi Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sistem Manajemen Madrasah dan Pesantren Resmi Diluncurkan

Simapes menjadi bagian penting pesantren dan madrasah dalam pengorganisasian dan pencataan administrasi. "Terdapat delapan pengendalian dalam sebuah kegiatan ataupun organisasi, mulai perencanaan, pengorganisasisan, kebijakan dan pelaksanaan, prosedur, pembinaan personil, pencatatan, pelaporan dan review internal," ungkap Susetyo.?

Kali ini, M Niam Sutaman, Lc, LLM, MPh, berkesempatan mewakili RMINU Jawa Tengah untuk meluncurkan Simapes versi 1.1 dihadapan ustadz dan santri peserta pramuka santri Nusantara se-Jawa Tengah. Terdapat penambahan dari versi 1.0 untuk menyempurnakan aplikasi administrasi ini.

Haedar Nashir

Simapes menjadi salah satu ikhtiar RMINU Jateng mengembangkan lembaga pendidikan Islam agar menjadi lebih baik. Lembaga yang baik tentu diikuti dengan nidhom (manajemen) yang baik, biasanya lembaga tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan dari manajemen sebagaimana tujuan yang ingin dicapai.

Selain pelatihan dan sosialisasi simapes versi 1.1 ini, santri yang peserta pramuka santri nusantara tingkat Jawa Tengah berjumlah 160 santri mendapatkan pembinaan dari kwarda Jateng dan Kementrian Agama wilayah Jawa Tengah. Pembinaan ini menjadi salah satu persiapan untuk mengikuti pramuka santri nusantara tingkat nasional pada 31 Mei 2015 di Banjarmasin. (M Zulfa/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen, Pertandingan Haedar Nashir

Senin, 29 November 2010

Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes

Semarang, Haedar Nashir. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Tengah bersama Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Fathur Rokhman M.Hum akan membahas peluang dan tantangan Kurikulum 2013 di Madrasah dalam kegiatan Lailatul Ijtima yang akan digelar oleh PW NU Jawa Tengah, Rabu (4/2) mendatang.

Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes (Sumber Gambar : Nu Online)
Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes (Sumber Gambar : Nu Online)

Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes

Kegiatan bertajuk ‘Kurikulum 2013 dan Madrasah di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Peluang dan Tantangan?’ akan berlangsung di halaman Kantor PW NU Jateng, Jl. Dr. Cipto, No. 180, Kota Semarang.?

Kepanitiaan yang dikoordinatori oleh wakil sekretaris PWNU Jateng, H Amiq Muchlisin, SH menjelaskan, bahwa pelaksanaan lailatul ijtima biasanya pada Rabu pertengahan bulan qamariyah (antara tanggal 13-17).?

Haedar Nashir

"Saya mengkoordinatori kegiatan ini selama 3,5 tahun dalam dua periode kepengrurusan," ungkap Amiq. ?

Haedar Nashir

Menurutnya, Lailatul Ijtima menjadi media untuk menyosialisasikan hasil Pengurus Wilayah Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (PW LBMNU) Jateng. Selain itu, lanjut Amiq, nahdliyyin juga bisa menyampaikan permasalahan secara langsung kepada pengurus wilayah.?

Fathur Rokhman yang juga awan PWNU Jateng akan menerangkan kelebihan dan kekurangan kepada nahdliyyin terkait pendidikan madrasah. Acara akan diawali dengan jamaah shalat Isya, shalat ghaib, tahlil, istighatsah dan penyampaian hasil bahtsul masail dari pengurus wilayah LBMNU Jateng. (M. Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga Haedar Nashir

Rabu, 24 November 2010

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI

Semarang, Haedar Nashir. Ketua Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Tengah H Sulatin mengatakan para pesilat yang tergabung dalam Pagar Nusa  selalu siap menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI

Prinsipnya, kata dia pada saat membuka Kejuaraan Daerah III Pagar Nusa se-Jateng dan DIY, di Pondok Pesantren Azzuhri, Ketileng Semarang, Rabu, (1/1/2015) sore, membela negara adalah kewajiban dan merupakan bagian dari iman. Bagi Pagar Nusa, NKRI adalah harga mati. Dan Pancasila harus selalu jaya.

 

Sulatin menyatakan, mencintai tanah air adalah ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Terlebih NU adalah pendiri negara Indonesia, tentu akan selalu menjaga agar negeri ini selamat dunia akhirat. Tidak akan dibiarkan ada pihak manapun merongrong republik yang diperjuangkan kemerdekaannya oleh para syuhada yang terdiri para ulama.

Haedar Nashir

"Jiwa NU adalah jiwa Indonesia. Pagar Nusa adalah Pagarnya NU dan Bangsa," tutur Sulatin menjelaskan singkatan nama perguruan pencak silat yang dipimpinnya.

Hadir dalam pembukaan tersebut Sekretaris PWNU Jateng Dr  M Arja Imroni, Anggota DPD RI Sulistyo, sejumla pejabat tingkat Jateng, dan para pendekar dan pengurus Pagar Nusa se-Jateng dan DIY.

Haedar Nashir

 

450 Peserta

Ketua Panitia Kejurda III Pagar Nusa Jateng M Ghufron menyampaikan, kejuaraan yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah PSNU Pagar Nusa ke-29 ini berlangsung selama empat hari, sejak Kamis hingga Ahad (1-4/1).

Sebanyak 450 peserta dari 25 kabupaten/kota se-Jateng dan DIY beserta officialnya, bertanding memperebutkan piala umum dan piala per kategori kelas. Dari jumlah itu, 265 diantaranya adalah atlit laga.

Dijelaskan Ghufron, pertandingan terdiri atas laga per orangan putra dan putri, penampilan wirasangga,  serta peragaan jurus wiraloka beregu.  Laga perorangan dibagi dalam kategori pra remaja (usia 12-14 tahun), remaja (usia 14-17), dan dewasa (usia 17-35).

            

Ratusan penonton dari santri ponpes Azzuhri dan warga masyarakat sekitar Ketileng tumpah ruang menonton acara pembukaannya yang meriah.  Aneka atraksi seni Pencak Silat yang diiringi musik menghibur para penonton di ajang tersebut.  [Mohammad Ichwan/Abdullah Alawi]

            

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Khutbah, Makam Haedar Nashir

Rabu, 17 November 2010

British Council akan Bantu Pengembangan Pesantren

Jakarta, Haedar Nashir

British Council Indonesia akan terus mendukung dan membantu upaya pengembangan pesantren di Indonesia untuk peningkatan kualitasnya dalam menghadapi globalisasi dan internasionalisasi. Demikian hasil dari kunjungan Wakil Yayasan British Council Gerard Lemos CMG dan Mike Hardy OBE. Director. British Council, Indonesia, Senin.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua PBNU urusan luar negeri HM Rozy Munir didampingi oleh Masykuri Abdillah, Sri Mulyati dan Syaiful Bahri Anshori.

British Council akan Bantu Pengembangan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
British Council akan Bantu Pengembangan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

British Council akan Bantu Pengembangan Pesantren

Sebelumnya, bekerjasama dengan PBNU, British Council dan British Embassy sejumlah ustadz dari pesantren NU telah memperoleh pelatihan manajemen pendidikan di Leeds University selama satu bulan. Program yang telah dimulai pada tahun 2003 dan berakhir pada 2008 mendatang secara total akan melatih 112 orang.

 

Berbeda dengan program sebelumnya, kerjasama ini akan lebih banyak menjalankan aktifitasnya di Indonesia dengan pertimbangan efektifitas biaya. Salah satu program yang ditawarkan adalah Information Communication and Technology (ICT).

Haedar Nashir

Pengembangan ICT dikalangan pesantren akan memungkinkan para santri untuk memasuki dunia global. Mike Hardy mengungkapkan beberapa tahun mendatang mungkin akan ada laptop yang dijual hanya USD 100. Pengenalan ICT memungkinkan para santri untuk mengakses berbagai literature dari internet dan berkorespondensi melalui email.

Ketua PBNU Prof. Dr. Masykuri Abdillah yang mengikuti pertemuan menjelaskan guru-guru di lingkungan NU saat ini membutuhkan dukungan besar agar bisa memenuhi persyaratan sertifikasi pemerintah.

Saat ini 50 persen dari guru di lingkugan NU belum memenuhi kualifikasi dan hanya 20 persen yang mengajar sesuai dengan bidang studinya. Batas waktu 10 tahun untuk peningkatan kapasitas tersebut terasa sangat pendek dibandingkan dengan peningkatan kualitas SDM yang harus dilakukan.

Masykuri menambahkan sekolah-sekolah NU juga membutuhkan dukungan peralatan laboratorium seperti laboratorium MIPA termasuk laboratorium komputer untuk pengembangan siswa.

Upaya peningkatan kapasitas guru NU telah dilakukan oleh LP Maarif NU. Dr. Sri Mulyati, wakil ketua LP Maarif NU yang mengikuti pertemuan tersebut menjelaskan bahwa lembaganya telah bekerjasama dengan Hans Seidel Foundation dari Jerman untuk memberikan pelatihan bagi guru-guru vocational di NAD.

Haedar Nashir

Sementara itu, Ketua PBNU HM Rozy Munir menegaskan pentingnya pemberdayaan pesantren sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Pemberdayaan personel di satu pesantren akan memungkinkan penyebaran pengetahuan. Jaringan antar kiai dan komunitas yang meliputi kegiatan sosial ekonomi yang dimilikinya memungkinkan adanya transformasi pengetahuan dan peningkatan kemampuan ekonomi bisa berlangsung.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita Haedar Nashir

Selasa, 16 November 2010

Ketika Nabi Zakaria Mengharap Kehadiran Anak

Pasangan suami istri itu sudah lama mengharapkan kehadiran anak. Namun, tanda-tanda kehamilan tak pernah kelihatan. Hari-harinya sebagai suami istri kian terasa sepi tanpa kehadiran seorang bayi.

Waktu terus berjalan. Suami sudah makin menua. Sementara sang istri, seperti disambar petir di siang hari, divonis mandul sejumlah ahli. Harapan itu seperti kian menjauh dari kenyataan. Harapan hanya tinggal harapan, gumamnya dalam hati ketika sedang sendiri.

Ketika Nabi Zakaria Mengharap Kehadiran Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Nabi Zakaria Mengharap Kehadiran Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Nabi Zakaria Mengharap Kehadiran Anak

Namun, laki-laki itu tak putus asa. Walau rambutnya terus memutih, ia tak henti berharap pada Sang Ilahi. Ia terus berdoa agar dirinya dikaruniai seorang anak yang kelak akan melanjutkan ajaran ketuhanan orang tuanya. Laki-laki itu bernama Nabi Zakaria Alaihissalam. Sejumlah buku menyebut Elizabith sebagai nama istri Nabi Zakaria.

Alkisah, pagi itu posisi matahari sudah agak meninggi. Seperti ada yang mendesak, Nabi Zakaria terdorong masuk ke mihrab salah satu kerabat dekatnya yang sedang bertapa, Siti Maryam atau Maria, Zakaria kaget. Ia menemukan makanan dan buah-buahan segar di kamar Maria. Kejadian ini tak hanya sekali, melainkan berkali-kali. Al-Qur’an mengisahkan, “setiap kali Zakaria memasuki mihrab Maria, ia selalu menemukan makanan di sisi Maria”.

Suara batin Zakaria mulai bicara. Bagaimana mungkin Maria yang tak pernah keluar dari mihrabnya bisa ada makanan di sisinya. Zakaria memberanikan diri bertanya, “dari mana makanan itu berasal?”. Maria menjawab, “itu dari Allah”. Jawaban Maria memotivasi Zakaria untuk berharap anugerah dari Allah.

Zakaria meminjam mihrab Maria untuk berdoa. Dalam al-Qur’an disebutkan, “hunalika da’a Zakariah rabbah” (di lokasi itu Zakaria mengadu pada Tuhannya). Ia berdoa, “Ya Allah, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa”.

Haedar Nashir

Zakaria masih berdiri dalam shalatnya, tiba-tiba Jibril datang membawa berita gembira, tentang akan lahirnya sang anak bernama Yahya yang akan menjadi pembenar firman Allah, menjadi panutan banyak orang. Bahkan, seperti ayahnya, Yahya juga akan diangkat menjadi seorang nabi.

Doa Nabi Zakaria dikabulkan Allah. Ia mempunyai anak bernama Nabi Yahya. Bagaimana doanya bisa dikabulkan? Dia berdoa dalam waktu mustajabah, yaitu ketika sedang berdiri dalam shalat, ketika tak ada lagi jarak antara hamba dan Allah. Dalam shalat kita, persis dalam momen iyyaka nabudu wa iyyaka nastain.

Haedar Nashir

Tak hanya berdoa dalam waktu mustajabah. Nabi Zakaria juga berdoa di lokasi mustajabah, di mihrab tempat Maria berdoa.

Seperti Nabi Zakaria, sekiranya kita berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah di waktu mustjabah, di lokasi mustajabah seperti Multazam, Raudhah, dan rumah-rumah Allah lainnya, maka insyaAllah semua harapan akan menjadi kenyataan.

Bulan ini adalah bulan Ramadan, momen dipenuhinya semua doa dan harapan. Semoga doa-doa kita dikabulkan. Bagi keluarga-keluarga yang mengharapkan keturunan, semoga akan segera menjadi kenyataan. Amin, ya mujibas sa’ilin.

KH Abdul Moqsith Ghazali, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU.

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Meme Islam, Pertandingan Haedar Nashir