Kamis, 22 Maret 2012

NU Kraksaan Berikan Pengobatan Massal Gratis

Probolinggo, Haedar Nashir

Dalam rangka memeriahkan Hari Lahir (Harlah) ke-93 NU, Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Kraksaan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dan Puskesmas Ranugedang mengadakan bakti sosial berupa pengobatan massal gratis, Rabu (18/5).

Pengobatan massal gratis yang digelar di Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin Desa Rejing Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh 338 orang peserta dari semua unsur masyarakat mulai dari anak-anak hingga masyarakat lanjut usia (lansia).

NU Kraksaan Berikan Pengobatan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kraksaan Berikan Pengobatan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kraksaan Berikan Pengobatan Massal Gratis

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PCNU Kota Kraksaan KH Nasrullah A Suja’i, Pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin KH Anwar, Camat Tiris Roby Siswanto, Ketua PC LKNU Kota Kraksaan dr. H Mansur, Kepala Puskesmas Ranugedang H Mujoko serta para pengurus MWCNU Tiris Barat.

Haedar Nashir

Sekretaris PC LKNU Kota Kraksaan? Sugianto mengungkapkan pengobatan massal gratis ini digelar dengan tujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar secara gratis kepada masyarakat. “Selain itu memberikan pelayanan yang konkret dari program LKNU,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, para petugas medis dari Puskesmas Renugedang melakukan pemeriksaan sekaligus pengobatan secara gratis. Selain pengobatan gratis, LKNU bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo memberikan bantuan 100 paket sembako kepada masyarakat yang kurang mampu.

Haedar Nashir

“Semoga ke depan program-program LKNU akan lebih banyak memberikan pelayanan? kesehatan di tiap-tiap MWCNU dan dapat bekerja sama dengan berbagai pihak. Sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan maksimal,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional, Cerita Haedar Nashir

Kamis, 08 Maret 2012

GP Ansor Lumbang Bagikan 1000 Paket Takjil

Probolinggo, Haedar Nashir. Sebagai upaya untuk berbagi kebahagiaan kepada masyarakat di bulan suci Ramadhan 1438 H, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo, JawaTimur, Jumat (9/6) sore membagi-bagikan 1000 paket takjil sekaligus stiker kepada pengguna jalan di kawasan lereng Gunung Bromo.

Selain seluruh jajaran pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Lumbang, bagi-bagi 1000 takjil ini juga melibatkan sejumlah pemuda dan pelajar di Kecamatan Lumbang. Bahkan tidak ketinggalan juga tokoh agama dan tokoh masyarakat serta jajaran pemerintahan di Kecamatan Lumbang.?

GP Ansor Lumbang Bagikan 1000 Paket Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lumbang Bagikan 1000 Paket Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lumbang Bagikan 1000 Paket Takjil

Ketua PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Lumbang Abu Bakar mengungkapkan bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan. “Setiap muslim harus berlomba-lomba untuk meningkatkan amalan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT,” katanya.?

Menurut Abu Bakar, pembagian takjil ini bertujuan untuk berbagi kepada kaum muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa dan tidak sempat berbuka puasa di rumahnya. Sehingga harapannya mereka bisa takjil dulu saat adzan Maghrib berkumandang.

“Setidaknya pembagian takjil ini bisa membatalkan puasa saat adzan Maghrib sebelum akhirnya bisa berbuka di rumah bersama keluarga. Alhamdulillah, kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin dari para pemuda Ansor di Kecamatan Lumbang,” tegasnya.

Haedar Nashir

Sementara Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis memberikan apresiasi atas inovasi yang kreatif dari para pemuda Ansor di Kecamatan Lumbang. Pasalnya kegiatan ini banyak membantu kaum muslim yang saat waktu berbuka tiba masih dalam perjalanan ke rumah.

Haedar Nashir

“Inilah salah satu semangat yang ditunjukkan oleh para sahabat Ansor mulai dari tingkat ranting sampai cabang. Kebetulan kegiatan semacam ini dilakukan oleh semua anak cabang tanpa ada komando khusus. Semua ini berangkat dari keikhlasan dan ketulusan untuk berkhidmat di Ansor dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pemurnian Aqidah, Olahraga, Budaya Haedar Nashir

Minggu, 04 Maret 2012

Kisah Korban Puting Beliung Curhat kepada GP Ansor

Rembang, Haedar Nashir - Pasca terjadinya angin puting beliung di Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah minggu lalu, Kamis pagi (12/1 ), relawan dari berbagai turun tangan membantu warga yang rumahnya terdampak angin. Relawan terdiri dari Banser, TNI Polri, BPBD dan Ubaloka beramai ramai membenahi 20 rumah rusak ringan.

Namun, ternyata ada satu rumah milik warga yang terlewatkan dari sentuhan tangan para relawan. Rumah seorang perempuan yang ditinggal suaminya berlayar.

Kisah Korban Puting Beliung Curhat kepada GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Korban Puting Beliung Curhat kepada GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Korban Puting Beliung Curhat kepada GP Ansor

Sebagai masyarakat yang sama-sama mengalami musibah, ia merasa disisihkan. Ia pun menceritakannya kepada salah seorang wartawan. Kebetulan wartawan tersebut, Pujianto, adalah Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang.

Haedar Nashir

Pujianto, melalui telepon selulernya, memerintahkan puluhan anggota Banser yang sudah berada di lokasi bencana untuk segera merapat membantu perempuan itu yang genting rumahnya porak-poranda.

"Kepada sahabat-sahabat Banser, saya minta kalian tanya warga sekitar, sebelah mana? rumahnya Rini (perempuan itu), karena sejak dari pagi rumahnya belum ada yang memperbaiki karena dia seorang diri dan suaminya berlayar," pintanya pada Banser.

Haedar Nashir

Tak menunggu waktu lama, puluhan Banser yang dipimpin langsung Kasat Korcab Banser Rembang bergegas mendatangi rumah Rini.

Melihat puluhan Banser beramai-ramai mendatangi rumahnya, Rini pun kembali menghubungi Pujianto dan berterima kasih. Berkat bantuan Banser, ia pun tak khawatir lagi jika hujan turun karena atap rumahnya sudah kembali tertutup. (Ahmad Asmui/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional, News, Kiai Haedar Nashir

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’

Jeddah, Haedar Nashir. Syekh Saad al-Hijri, anggota komite yurisprudensi Provinsi Asir, Arab Saudi, membuat geger warga di negara setempat usai mengatakan bahwa perempuan tak semestinya mengemudikan kendaraan karena tidak ada dalil agama yang mendukung tentang itu.

Lebih lanjut al-Hijri mengatakan, perempuan hanya memiliki seperempat akal sehingga ia tak bisa membuat keputusan saat berada di balik kemudi.

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’

Al-Hijri melontarkan pernyataan tersebut dalam sebuah ceramah di depan khalayak di kota Khamis Mushait barat daya, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (22/9).

Ceramah al-Hijri pun mengundang kemarahan dari para pengguna media sosial di Arab Saudi. Mereka ramai-ramai menuntut agar pemerintah melarangnya berceramah dan menerbitkan fatwa. Reaksi ini direspon oleh Gubernur Asir Pangeran Faisal bin Khalid bin Abdulaziz dengan mencekal al-Hijri dari aktivitas ceramah.

Juru bicara gubernur Asir, Saad bin Abdullah al-Thabet, dalam sebuah siaran pers mengatakan, Pangeran Faisal telah mengeluarkan perintah untuk merespon pernyataan al-Hijri yang membuat gempar jagat media sosial dan mengecewakan banyak orang.

Haedar Nashir

Thabet menambahkan, pembebas-tugasan al-Hijri dari kegiatan berceramah merupakan langkah yang bertujuan untuk membatasi pemanfaatan mimbar keagamaan sebagai ajang produksi statemen kontroversial dan merendahkan orang.

Ia bahkan mengingatkan, keputusan serupa akan diambil terhadap siapa pun yang mencoba memanfaatkan mimbar agama untuk menyuarakan pendapat yang merendahkan orang. (Red: Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional Haedar Nashir

Senin, 27 Februari 2012

Perayaan Ya Qowiyyu Tanamkan Sifat Gemar Bersedekah Ki Ageng Gribig

Klaten, Haedar Nashir - Pertengahan bulan Safar ini, Perayaan Ya Qowiyyu yang merupakan symbol untuk mengenang sosok Ki Ageng Gribig, kembali digelar di Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Berbagai acara diadakan mulai dari seminar anti-narkoba, lomba memanah, dan puncaknya ditandai dengan penyebaran ribuan kue apam di Kompleks Masjid Ageng Gribig, Jumat (3/11) lalu.

Usai shalat Jumat, dua gunungan apam lanang dan wadon yang sebelumnya sudah disemayamkan semalam di kompleks Masjid Besar Jatinom diarak menuju oro-oro di kompleks pemakaman Ki Ageng Gribig.

Perayaan Ya Qowiyyu Tanamkan Sifat Gemar Bersedekah Ki Ageng Gribig (Sumber Gambar : Nu Online)
Perayaan Ya Qowiyyu Tanamkan Sifat Gemar Bersedekah Ki Ageng Gribig (Sumber Gambar : Nu Online)

Perayaan Ya Qowiyyu Tanamkan Sifat Gemar Bersedekah Ki Ageng Gribig

Menurut cerita tutur, asal muasal kue apam itu dari Mekah yang dibawa Ki Ageng Gribig untuk oleh-oleh anak cucunya. Karena tidak cukup, maka Nyi Ageng Gribig membuatnya lagi sekaligus untuk dibagikan kepada penduduk Jatinom. Sejak itu orang daerah ini ikutan membuatnya untuk selamatan.

“Tradisi ini memiliki makna bersedekah seperti yang pernah diajarkan Ki Ageng Gribig semasa hidupnya. Selain untuk melestarikan budaya, kegiatan ini juga diadakan untuk meningkatkan perekonomi warga,” terang Camat Jatinom, Anwar.

Haedar Nashir

Ditambahkan Anwar, pergelaran Yaqowiyyu dinilai berhasil menggerakkan perekonomian masyarakat Jatinom. Semisal apem yang menajdi ikon acara ini menjadi oleh-oleh khas yang dicari pengunjung.

“Kalau dulu apam hanya ditemui saat Yaqowiyyu, sekarang setiap hari ada yang menjual apam,” ungkapnya.

Haedar Nashir

Adanya Upacara ini dinamakan Ya Qowiyyu diambil dari doa Kiai Ageng Gribig sebagai penutup pengajian yang berbunyi : Ya qowiyu Yaa Aziz qowina wal muslimin, Ya qowiyyu warzuqna wal muslimin, yang artinya: Ya Tuhan, berikanlah kekuatan kepada kita segenap kaum muslimin. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen Haedar Nashir

Rabu, 22 Februari 2012

Ribuan Pengunjungi Saksikan Pagelaran Tabuik di Pariaman

Pariaman, Haedar Nashir? . Puncak pagelaran pesta budaya Tabuik Pariaman dihadiri ribuan pengunjung di lapangan merdeka Kota Pariaman yang dilanjutkan dengan proses pembuangan Tabuik ke laut, Ahad (9/11/2014) sore. Dua Tabuik, masing-masing Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang saling dihoyak oleh anak nagari sebelum dibuang ke laut menjelang matahari terbenam di pantai Gandoriah.

Puncak pagelaran Tabuik dihadiri Gubernur Sumatera Barat diwakili Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Burhasman Bur, MM, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, Ketua DPRD Pariaman Mardison Mahyuddin, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, pejabat di lingkungan Pemko Pariaman, perantau Pariaman dari berbagai daerah di Indonesia dan tokoh masyarakat lainnya.

Ribuan Pengunjungi Saksikan Pagelaran Tabuik di Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pengunjungi Saksikan Pagelaran Tabuik di Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pengunjungi Saksikan Pagelaran Tabuik di Pariaman

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyebutkan, Kota Pariaman pesta budaya Tabuik yang diselenggarakan setiap tahun diawal bulan Muharram bukan ? hanya ? sebagai identitas daerah Kota Pariaman, namun lebih dari itu. Tabuik juga merupakan investasi budaya masa depan yang dapat memaju perkembangan pariwisata Kota Pariaman.

Haedar Nashir

"Kami yakin pariwisata Kota Pariaman ke depan akan lebih baik. Jika dilihat trend kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman lima tahun terakhir menunjukkan angka yang menggembirakan. Tahun 2009 jumlah wisatawan ke Pariaman tercatat sekitar 696.999 orang, naik menjadi 793.624 pada tahun 2013. Pertumbuhan wisatawan ini tentu akan terus dapat dimaju di masa depan," kata Mukhlis.

Dikatakan Mukhlis Rahman, Kota Pariaman memiliki potensi wisata bahari yang dapat dikembangkan. Terbukti selama ini sudah mampu mendatangkan wisatawan ke Kota Pariaman. Hanya saja perlu dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat Kota Pariaman, pemerintah Propinsi Sumatera Barat maupun pemerintah pusat. "Dengan dukungan semua pihak tersebut, perkembangan pariwisata Kota Pariaman semakin cepat pertumbuhannya," tambah Mukhlis Rahman.

Haedar Nashir

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar Busharman mengungkapkan, Kota Pariaman sedang tumbuh menjadi kota wisata. Tabuik yang digelar setiap tahun tidak hanya iven budaya. Tabuik juga merupakan pemersatu rang Piaman.

"Melalui event Tabuik, masyarakat Pariaman harus menjadikannya sebagai inspirasi tumbuhnya berbagai kreasi yang prduktif. Misalnya kreasi muncul baju dan souvenir yang bermotifkan Tabuik. Sehingga pengunjung yang datang ke Pariaman juga dapat menikmati oleh-oleh yang bernuansa Tabuik," kata Busharman.

Artinya, kata Busharman, selain Tabuik menjadi pendorong tumbuhnya rasa persatuan sesama orang Pariaman, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di Pariaman. "Dengan adanya pembuangan Tabuik ke laut sebagai akhir dari prosesi Tabuik, maka seiring dengan itu harus kita buang pula rasa benci dan permusuhan sesama," kata Busharman.

Dikatakan Busharman, Kota Pariaman sudah tepat mengembangkan sektor pariwisata. Namun harus diingat, pariwisata tidak ada tanpa promosi. Promosi tidak ada tanpa iven. Pariaman sudah memiliki Tabuik sebagai iven mempromosikan pariwisatanya. Tinggal lagi bagaimana melengkapi sarana pendukung dari ? pariwisata itu sendiri.

Sebelumnya, Ketua Panitia Tabuik yang juga Kepala Dinas Pariwisata Kota Pariaman Yusrizal mengatakan, prosesi Tabuik tahun ini berlangsung selama 16 hari karena pelaksanaannya bertepatan pada hari Minggu. Memang cukup panjang dari yang semula hanya berlangsung 1 hingga 10 Muharram.

Selama proses Tabuik berlangsung, berbagai kegiatan dan penampilan kesenian yang tidak hanya berasal dari Kota Pariaman. Beberapa daerah lain juga berpartisipasi seperti ? Sanggar Binuang Sati (Tandikek, Padangpariaman), Sanggar Carano (Lubuk Alung, Padangpariaman), Dendang Taman Budaya (Padang), Must Muda (Propinsi Jambi), paket seni Kabupaten Dharmasraya, Medan, Pekanbaru dan paket seni Bengkulu. (bagindo armaidi tanjung/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Fragmen Haedar Nashir

Sabtu, 18 Februari 2012

Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa

Jakarta, Haedar Nashir - Yayasan Turats Ulama Nusantara (TUN) turut serta melakukan penggalangan dana untuk korban gempa di Pidie Jaya, Aceh. Yayasan yang bergerak di bidang konservasi naskah karya ulama Nusantara ini melakukan penggalangan dana sejak Rabu (7/12). Yayasan ini rencananya akan melakukan penggalangan dana sampai Jum’at (16/12).

“Kami melakukan penggalangan dana sebagai wujud rasa solidaritas , dan berharap bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa bumi,” kata Koordinator Yayasan TUN Nanal Ainal Fauzi saat dihubungi via WA, Jumat (9/12).

Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa (Sumber Gambar : Nu Online)
Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa (Sumber Gambar : Nu Online)

Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa

Menurut Nanal, penggalangan dana dimotivasi oleh amanah hadits Rasulullah SAW yang menganjurkan umatnya untuk melapangkan kesusahan dunia dari seorang mukmin.

Haedar Nashir

“Penggalangan dana untuk korban gempa dilakukan via medsos seperti Facebook dan What’s App. Alhamdulillah sampai hari ini Jumat (9/12) telah berhasil terkumpul dana sebesar 3.050.000,” kata pria berumur 21 tahun tersebut.

Yayasan yang berpusat di Demak ini juga mengajak simpatisan TUN khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya agar menyisihkan rezekinya untuk membantu saudara-saudara korban gempa. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta Haedar Nashir