Selasa, 22 Mei 2012

LAZISNU Karawang Distribusikan Daging Qurban Warga

Karawang, Haedar Nashir. Pengurus Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama Karawang, menghimpun 349 paket daging qurban dari 13 DKM masjid dan musholla di Perumnas Bumi Telukjambe. Mereka dibantu pelajar NU Karawang menyalurkan kembali paket bantuan daging yang dihimpun itu ke sejumlah kecamatan di Karawang.

LAZISNU Karawang Distribusikan Daging Qurban Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Karawang Distribusikan Daging Qurban Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Karawang Distribusikan Daging Qurban Warga

Ketua panitia Ahmad Faisal Ridho mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan LAZISNU Karawang selama Idul Adha, Ahad (5/10). Paket bantuan daging  yang terkumpul langsung didistribusikan ke Kotabaru, Banyusari, Cilamaya Wetan, dan Tempuran.

Sementara di hari berikutnya, Senin (6/10), mereka menyembelih qurban sapi di Kantor Lazisnu Karawang.

Haedar Nashir

Ketua LAZISNU Karawang Ir Gatot Mukhlisin menegaskan, aksi sosial ini merupakan wujud komitmen LAZISNU untuk terus berperan serta dalam membantu mereka-mereka yang membutuhkan.

“Penyaluran daging qurban dari DKM masjid dan musholla kepada LAZISNU merupakan bentuk kepercayaan mereka terhadap lembaga zakat NU,” kata Gatot mengimbau pengurusnya untuk menjaga kepercayaan publik. (Red. Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Haedar Nashir

Sabtu, 19 Mei 2012

PBNU Intruksikan PCNU dan Ranting Bacakan Shalawat Nariyah 1 Miliar

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akan mengintruksikan Cabang-cabang NU sampai Ranting untuk membacakan Shalawat Nariyah secara serentak dari Aceh sampai Papua. PBNU menargetkan, bacaan tersebut akan mencapai 1 miliar kali.

PBNU Intruksikan PCNU dan Ranting Bacakan Shalawat Nariyah 1 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Intruksikan PCNU dan Ranting Bacakan Shalawat Nariyah 1 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Intruksikan PCNU dan Ranting Bacakan Shalawat Nariyah 1 Miliar

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ishfah Abidal Aziz intruksi tersebut dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober. “Nanti kita akan kirim surat intruksi ke seluruh Cabang NU. Cabang mengintruksikkan sampai ranting,” katanya di gedung PBNU, Jakarta, Senin (5/9) setelah rapat kepanitian peringatan HSN.

Dalam intruksi tersebut, lanjutnya, PBNU meminta pembacaan Shalawat Nariyah dilakukan secara serentak pada tanggal 21 Oktober malam. “Selain PCNU dan Ranting, PBNU juga akan meminta majelis ta’lim, majelis shalawat, dan pesantren untuk melakukan hal itu,” tambahnya.

Haedar Nashir

Ditanya jatah jumlah bacaan masing-masing PCNU, Ranting dan majelis-majelis, serta pesantren, menurut Ishfah, hal tersebut belum ditentukan. “Belum ada pembagian, belum ditentukan,” katanya.

Yang jelas, lanjutnya, ini adalah salah satu cara dari NU untuk? mendoakan bangsa agar lebih baik. “Bangsa kita harus disirami Shalawat Nariyah supaya lebih baik. Pengaruhnya sangat baik. Ini bagian dari upaya kita,” tambahnya. ?

Haedar Nashir

Ishfah menambahkan, sebelum membaca Shalawat Nariyah secara serentak tersebut, dianjurkan untuk mendoakan para pahlawan yang gugur dalam merebut dan memperjuangkan kemerdekaan.? (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional Haedar Nashir

Jumat, 11 Mei 2012

Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone

Makassar,Haedar Nashir. Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan (Sulsel) mengadakan Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Markaz Kabupaten Bone. Kegiatan yang dikerjasamakan dengna Forum Kajian Cinta Al-Quran (FKCA) Sulawesi Selatan, FKCA Kabupaten Bulukumba dan Pemerintah Kabupaten Bone tersebut dirangkai dengan Pembukaan Trainer of Trainer (ToT) Pemaknaan Al-Quran, Selasa (2/8).

Ketua PW Muslimat NU Sulsel Majdah MZ Agus Arifin Numang dalam sambutannya menyinggung fenomena-fenomena perilaku negatif melalui media elektronik, online, dan media cetak.

Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone

Ketua Dewan Pembina FKCA Sulsel menyebut? hal itu menjadi pukulan berat bagi umat Islam. Sebagai penyebabnya yaitu perilaku beragama kita hanya pada tataran simbolik belaka. Padahal esensi ajaran Islam adalah memberi rahmat buat seluruh alam, mencegah kemungkaran, kedisiplinan, jauh dari korupsi, dan lain sebagainya.

Haedar Nashir

"Di sinilah keberadaan FKCA sebagai organisasi yang concern untuk membumikan Al-Quran. Tentunya kami bersyukur, Bapak Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bone sangat merespon gerakan membumikan Al-Quran," kata Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) pada kegiatan yang dihadiri ribuan Nahdliyin.

Haedar Nashir

Wakil Bupati Kabupaten Bone Ambo Dalle, sangat merespon gerakan membumikan Al-Quran yang diprakarsai FKCA Sulawesi Selatan. Hal ini ditandai dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bone bahwa di setiap sekolah atau madrasah sebelum memulai pelajaran wajib membaca surah-surah pendek dari Al-Quran.

"Di sisi lain, Pemda Kabupaten Bone sangat memperhatikan kesejahteraan guru-guru mengaji, tentunya hal ini sangat mendukung syiar Islam di Kabupaten Bone." (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, RMI NU, Jadwal Kajian Haedar Nashir

Minggu, 06 Mei 2012

Inilah Doa KH Maimoen Zubair di Majelis Dzikir Hubbul Wathon

Jakarta, Haedar Nashir



Kiai sepuh NU, KH Maimoen Zubair berkenan berdoa pada penutup deklarasi dan halaqah alim ulama yang digelar Majelis Dzikir Hubbul Wathon di hotel Borobudur, Jakarta, Kamis malam (13/7). Setelah berdoa dengan menggunakan bahasa Arab, ia menggunakan bahasa Indonesia. Kemudian ditutup lagi dengan doa berbahasa Arab.?

Berikut doa pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang Jawa Tengah itu:

Inilah Doa KH Maimoen Zubair di Majelis Dzikir Hubbul Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Doa KH Maimoen Zubair di Majelis Dzikir Hubbul Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Doa KH Maimoen Zubair di Majelis Dzikir Hubbul Wathon

Ya Allah, ya Rabbi, jadikanlah pertemuan kami ini adalah pertemuan yang penuh Kau rahmati sehingga benar-benar apa yang kita kumpul pada malam ini, malam ini, berkumpul untuk hubbul wathan minal iman, cinta kepada tanah air. Cinta kepada bangsa. Cinta kepada yang Kau berikan kepada kami nikmat yang besar ini, adalah negara Republik Indonesia, Negara Kesatuan yang berdasarkan Pancasila.?

Haedar Nashir

Ya Allah, ya Rabbi, kita mengetahui segala apa pun adalah menurut kehendak-Mu. Segala apa pun itu kudrat iradat-Mu. Kau menjadikan bangsa kami alhamdulillah menjadi bangsa yang benar-benar menjadi tuntunan setelah sudah runtuhnya khalifah-khalifah.?

Khalifah yang Kau berikan adalah empat. Sedangkan yang empat itu adalah satu hal, semuanya kita ketahui harus merujuk kepada yang empat. Kita mempunyai pilar yang empat, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan yang akhir Undang-Undang 1945.?

Haedar Nashir

Ya Allah, pilar empat ini, jadikanlah sebagai pilar Kau perintahkan kepada kami bahwa ketenteraman, kebahagiaan, kestabilan, segala apa kenikmatan, kembali kepada adalatul umara, kepada ilmul ulama, dan kepada syakhawatul aghniya, dan terakhir dua’ul fuqara. Fuqara yang Kau maksud adalah hamba-hamba-Mu, wali-wali-Mu, yang Kau tidak tolak doanya.?

Oleh karena itu, kita beristighfar kepada-Mu dan kemudian minta istighatsah kepada-Mu, kemudian wasilah kepada-Mu, nabi-nabi-Mu, wali-wali-Mu; kuatkanlah persatuan bangsa kami, persatuan bangsa kami ini sehingga mempunyai pilar empat sebagaimana yang Engkau firmankan bahwa awal kali Kau bina di bumi ini adalah mempunyai pilar empat yaitu ka’bah.

Pada Halaqah yang diinisiasi Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin itu dihadiri Presiden RI Joko Widodo, Wakil Rais ‘Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan sekitar 700 ulama. ? (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Lomba, AlaSantri Haedar Nashir

Minggu, 29 April 2012

Ketum GP Ansor: Lindungi Anak-anak Kita Terlibat Aksi Teror

Jakarta, Haedar Nashir

Suasana kerukunan beragama di Indonesia kembali diuji. Ahad (28/8), Kota Medan dikagetkan dengan upaya teror berupa percobaan "bom bunuh diri" dengan pelaku seorang pemuda, IAH, berusia 17 tahun. Meskipun bom gagal meledak dan tidak ada korban jiwa, peristiwa ini patut dijadikan bahan pelajaran.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, dalam rilisnya, menyebutkan bahwa kini gerakan terorisme telah menyasar beragam usia. Gerakan ini telah berhasil merekrut anak-anak muda untuk dicuci otaknya, kemudian diproyeksikan menjadi "pengantin".

Ketum GP Ansor: Lindungi Anak-anak Kita Terlibat Aksi Teror (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum GP Ansor: Lindungi Anak-anak Kita Terlibat Aksi Teror (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum GP Ansor: Lindungi Anak-anak Kita Terlibat Aksi Teror

Lebih jauh Gus Yaqut, panggilan akrabnya, mengatakan, "GP Ansor mengutuk keras upaya bom bunuh diri ini. Juga mendorong kepolisian mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dan yang memerintah IAH."

Haedar Nashir

Melihat realitas ini, lanjutnya, GP Ansor mengimbau kepada segenap elemen bangsa terutama ormas keagamaan untuk tidak menoleransi tumbuhnya benih-benih terorisme. Menurutnya, upaya bom bunuh diri di Medan secara jelas menunjukkan betapa kelompok-kelompok teror telah melebarkan sayapnya dengan merekrut anak-anak muda untuk dikorbankan.

“Oleh karena itulah, ormas harus menjadi pelindung bagi generasi muda. Dengan demikian, harus berperan pula sebagai benteng pertahanan yang melawan segenap upaya menumbuhkan benih-benih terorisme," tegas Ketua Umum PP GP ansor. (Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja Haedar Nashir

Senin, 23 April 2012

Amar Makruf Nahi Munkar ala Polisi

Jepara, Haedar Nashir. Aparat kepolisian juga mempunyai tugas untuk beramar makruf nahi munkar. Hal itu dikemukakan Kasatlantas Polres Jepara, AKP Andhika Wiratama, saat mengisi materi Sosialisasi Keselamatan Berkendara di SMK Az Zahra Mlonggo Jepara, Senin (23/1) pagi. 

Amar Makruf Nahi Munkar ala Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Amar Makruf Nahi Munkar ala Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Amar Makruf Nahi Munkar ala Polisi

Amar makruf nahi munkar yang dilakukan aparat polisi kata dia, berkaitan dengan tertib lalu lintas. “Misalnya penilangan, pencegahan kecelakan dan penegakan berlalu lintas,” kata Andhika didampingi Briptu M. Lukmanul Khakim anggota Satlantas Polres Jepara serta Aiptu Antonius anggota Babinkamtibmas Polsek Mlonggo Jepara. 

Perintah kebaikan dan mencegah kemunkaran yang dilakukan pihaknya adalah sudah sesuai dengan UU. “Sehingga kami harus melaksanakannya. Jika kita membiarkan justru kami salah,” tegasnya kepada ratusan santri SMK Az Zahra. 

Ia berpesan sebagai pemuda harus memikirkan masa depan. “Dengan orang tua harus berbakti bukan malah membebani,” pesannya. 

Aturan yang dibuat oleh pemerintah tujuannya untuk ditaati. Kembali ke amar makruf, ia menyitir sebuah hadits yang berisi ketika melihat kemunkaran maka diingatkan dengan lisan, perbuatan dan selemah-lemahnya iman ialah dengan rasa keprihatinan. 

Haedar Nashir

“Jika kalian berangkat sekolah naik motor tidak pakai helm kami ingatkan, itu kan bagian dari amar makruf,” tegasnya. 

Andhika menambahkan berbuat baik memang banyak ujiannya. Misalnya, menjadi pelajar yang tertib lalu lintas malah dicemooh oleh teman yang lain. Padahal jika dikemudian hari mengalami kecalakaan itu adalah akibat dari tidak tertib. 

“Dengan tertib lalu lintas yang lain juga akan ikut tertib,” lanjutnya. 

Dengan tertib dalam segala hal, ia meyakini akan menuai sukses di masa yang akan datang. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Fragmen Haedar Nashir

Sabtu, 21 April 2012

Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun!

Jakarta, Haedar Nashir

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengingatkan agar prinsip tabayun (kejelasan) terhadap informasi yang diperoleh di dunia maya harus dikedepankan. Ia menekankan prinsip tersebut di tengah fenomena informasi yang lebih cenderung mementingkan kecepatan daripada ketepatan.

Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun! (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun! (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun!

"Saat ini pengguna medsos banyak ingin menjadi yang pertama memberikan informasi yang belum tentu valid. (Lakukan) nomor 1 tabayun, nomor 2 tabayun, nomor 3 tabayun. Jangan sampai jempol kita lebih cepat dari pikiran kita. Dicerna dulu informasi yang didapat," katanya pada Silaturahmi Nasional I yang dilaksanakan oleh Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman Majelis Ulama Indonesia (LPBKI-MUI) di Hotel Santika TMII Jakarta, Jumat (8/12).

Menteri Rudiantara menjelaskan, teknologi adalah sesuatu yang netral. (Hal) yang membuat teknologi menjadi hal positif ataupun negatif adalah penggunanya. Ia mengumpamakan teknologi seperti pisau yang bila digunakan di dapur untuk memasak maka akan bermanfaat. Dan sebaliknya jika digunakan untuk kejahatan maka akan membawa hal negatif.

Haedar Nashir

Dalam perkembangannya saat ini, pemerintah tidak menutup mata terhadap efek-efek negatif yang muncul dari perkembangan teknologi khususnya internet. Pemerintah terus berupaya meminimalisir konten-konten negatif dengan beberapa strategi diantaranya melalui pemblokiran media sosial ataupun website yang mengandung konten negatif.

"Delapan ratus ribu situs sudah diblok oleh pemerintah berdasarkan laporan masyarakat," terangnya di depan para stakeholders konten keislaman dari seluruh Indonesia.

Dalam mengambil kebijakan pemblokiran, lanjut Rudiantara, pihaknya selalu menggandeng stakeholders terkait termasuk para kiai dan ulama. Hal ini dilakukan agar dalam pelaksanaan kebijakan tidak menimbulkan gejolak yang dapat melahirkan efek-efek negatif.

Haedar Nashir

Peran ulama dinilai sangat penting dalam memberikan pedoman sekaligus mengarahkan umat dalam beraktivitas di dunia maya khususnya medsos. Sehingga muncullah fatwa No. 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial yang terus disosialisasikan oleh Kemenkominfo. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam Haedar Nashir