Minggu, 02 September 2012

Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB

Mataram, Haedar Nashir. Pondok Pesantren Abhariyah Jerneng ? Asuhan Rais Syuriyah PCNU Lombok Barat TGH Ulul Azmi keluar sebagai juara Group A setelah mengungguli Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah dengan skor 2-0 di Stadion Kediri Lombok Barat, Senin (21/9).

Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB

Babak penyisihan Liga Santri Nusantara (LSN) Zona NTB sudah berjalan dua hari dengan jadwal tiga kali pertandingan setiap hari. Pagi satu kali pertandingan dan sore dua kali pertandingan.

Jalannya pertandingan

Haedar Nashir

Kemenangan Abhariyah diraih setelah Hariadi, pemain dengan nomor punggung 6 menjebol gawang Qomarul Huda dari Bagu di babak pertama.

Kemudian di babak kedua, pemain lini tengah, Lalu Zainul Hafidz dari Abhariyah melepaskan tendangan dari luar kotak penalti hingga kembali menjebol gawang lawan. Kedudukan 2-0 bertahan hingga pluit panjang berbunyi tanda pertandingan telah selesai.

Haedar Nashir

Suharto, Pelatih Abhariyah ? menargetkan, timnya bisa meraih kemenangan pada semi final yang akan dihelat Jum’at (25/9).

Guru senior Abhariyah ini juga berspesan kepada pemain asuhannya agar tetap menjaga nama baik pesantren dengan bermain sportif. "Saya berpesan kepada semua pemain dan para suporter agar tetap menjaga nama baik pesantren dengan tetap mejaga sportivitas," katanya. (Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Santri, Nahdlatul Ulama, IMNU Haedar Nashir

Selasa, 28 Agustus 2012

Inspektur Bersarung dalam Apel Harlah NU di Pringsewu

Pringsewu, Haedar Nashir. Mengenakan sarung berwarna putih dipadu dengan Seragam batik NU, Mustasyar PCNU Pringsewu H Sujadi memimpin Upacara Apel Hari Lahir NU ke 91 di Lapangan Gedung PCNU, Selasa (31/1). Setiap Peserta Apel yang merupakan pengurus NU, Badan otonom dan para siswa Lembaga Maaarif tersebut juga mengenakan seragam masing-masing.

Dalam apel tersebut, H Sujadi mengingatkan seluruh pengurus dan warga NU di Kabupaten Pringsewu untuk senantiasa memegang teguh Qanun Asasi Nahdlatul Ilama yang merupakan Undang-undang Dasar NU dan dibacakan oleh kahdratus Syaikh KH Hasyim Asyari saat didirikannya NU.

Inspektur Bersarung dalam Apel Harlah NU di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Inspektur Bersarung dalam Apel Harlah NU di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Inspektur Bersarung dalam Apel Harlah NU di Pringsewu

Abah Sujadi juga mengingatkan pentingnya memegang teguh Resolusi Jihad yang merupakan cikal bakal penyulut semangat kemerdekaan RI. "Resolusi jihad merupakan ruh dalam memperjuangkan dan mempertahankan NKRI. Mari terus berkhidmah di NU sebagai bentuk upaya memperjuangkan NU untuk indonesia," ajaknya.

Dalam mempertahankan Negara Sujadi juga mengingatkan untuk memegang teguh PBNU yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45. "Dengan mempertahankan NU dan Ahlussunnah wal Jamaah kita terus jaga negara kita. NKRI harga mati," tegasnya.

Ia juga mengingatkan segenap pengurus NU untuk memegang teguh khittah NU yang menjiwai seluruh pergerakan jamaah dan jamiyyah NU. Dengan prinsip berkhidmah  ini warga NU khususnya di Kabupaten Pringsewu akan dapat berkiprah membantu upaya kemaslahatan daerah.

Haedar Nashir

"Dengan kiprah NU di Kabupaten Pringsewu kita optimis akan tercipta Baldatun Thayuibatun warabbun ghafur. Semoga keberkahan akan senantiasa menaungi Jamaah dan Jamiyyah NU Pringsewu," harapnya.

Dalam Apel tersebut juga dilaksanakan pelantikan Pimpinan Anak Cabang Persatuan Guru NU di 9 Kecamatan di Kabupaten Pringsewu oleh Pimpinan Wilayah Pergunu Provinsi Lampung. Selain itu diumumkan pula para  pemenang lomba dai dan daiyyah yang dilaksanakan sehari sebelum Apel Harlah NU sekaligus penyerahan Hadiah dan piala oleh Inspektur Upacara. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Budaya, Sholawat Haedar Nashir

Jumat, 17 Agustus 2012

Bertemu Kapolres, IPNU Kudus Desak Polisi Cegah Penyakit Masyarakat

Kudus, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Kudus mengadakan audiensi dengan Kapolres daerah setempat Kamis (10/10). PC IPNU yang dipimpin ketuanya Dwi Syaifullah diterima Kepala Polres Kudus AKBP Bambang Murdoko bersama jajarannya.

Bertemu Kapolres, IPNU Kudus Desak Polisi Cegah Penyakit Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bertemu Kapolres, IPNU Kudus Desak Polisi Cegah Penyakit Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bertemu Kapolres, IPNU Kudus Desak Polisi Cegah Penyakit Masyarakat

Bertempat di ruang Polres itu, IPNU meminta pihak kepolisian proaktif melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap penyakit masyarakat, seperti perjudian, minuman keras dan tawuran antarpelajar. IPNU menilai pembiaran atas kondisi ini sangat mempengaruhi prilaku remaja dan pelajar.

“IPNU berharap polres mengawasi tempat-tempat yang berpotensi menjadi sumber-sumber maksiat semacam warung penjual alkohol ataupun bilik warnet yang tertutup,” kata Ketua IPNU Dwi Syaifullah dihadapan Kapolres Kudus.

Haedar Nashir

Pelajar atau remaja, lanjut Dwi, seringkali menjadi korban penyakit masyarakat. Selama ini, IPNU Kudus memberikan advokasi kepada remaja dan pelajar sehingga sering mendapat keluhan dari orang tua bahwa anaknya terkena dampak prilaku negaif.

“Melalui pengawasan dan pencegahan intensif, insya Allah akan mampu mengurangi kenakalan remaja,”imbuhnya.

Haedar Nashir

Kapolres Kudus AKBP Bambang Murdoko menyambut baik permintaan dari IPNU. Menurutnya, sebagai ormas remaja dan pelajar memang seharusnya menjadi pelopor menyuarakan kepentingan masyarakat.

“Kepolisian selalu berupaya melakukan pengawasan melalui operasi  supaya berbagai bentuk penyakit masyarakat,”katanya.

Dalam audiensi itu, jajaran PC IPNU yang menyertai ketua Dwi Syaifullah adalah Sekretaris IPNU Ali Shofi’i, KomandanCBP Kudus Khoirul Anam dan pengurus harian. Sedangkan dari polres antara lain Kapolres Kudus Bambang Murdoko, Wakabinmas Polres Rahma, Kasatlantas bagian Kecelakaan Bambang N. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Syariah Haedar Nashir

Minggu, 12 Agustus 2012

NU Kota Pekalongan Gelar Konfercab, Sejumlah Tokoh Ramaikan Pencalonan

Pekalongan, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan dijadwalkan Ahad (29/10) akan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) untuk memilih rais dan ketua masa khidmah 2017-2022.

NU Kota Pekalongan Gelar Konfercab, Sejumlah Tokoh Ramaikan Pencalonan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kota Pekalongan Gelar Konfercab, Sejumlah Tokoh Ramaikan Pencalonan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kota Pekalongan Gelar Konfercab, Sejumlah Tokoh Ramaikan Pencalonan

Kegiatan yang akan berlangsung di Gedung Aswaja, Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan dihadiri delegasi dari Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) dan Ranting NU se-Kota Pekalongan. 

Meski sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hasil Muktamar di Jombang Jawa Timur bahwa konferensi cabang dihadiri dan dipilih oleh utusan dari MWC, akan tetapi karena PCNU Kota Pekalongan hanya memilik 4 MWC, maka sesuai dengan aturan PCNU dapat mengundang Ranting NU sebagai peserta.

Ketua Panitia Konfercab H Muhtarom mengatakan, untuk memastikan ranting NU bisa menjadi peserta yang memiliki hak pilih, pihaknya sedang berkonsultasi ke PWNU Jawa Tengah.

"Karena NU Kota Pekalongan hanya terdapat 4 MWC, maka panitia berkonsultasi ke PWNU untuk dapat mengundang ranting sebagai peserta penuh," ujar Muhtarom yang juga Sekretaris PCNU Kota Pekalongan.

Haedar Nashir

Dikatakannya, ada empat komisi yang akan dibahas dalam konfercab, yakni bahtsul masail diniyah, program kerja, rekomendasi dan organisasi. Akan tetapi selain empat komisi yang akan dibahas, menurut Muhtarom ada satu hal yang ramai dibahas sebelum Konfercab, yakni figur yang menakhodai PCNU Kota Pekalongan lima tahun mendatang.

Meski dalam penentuan rais syuriyah tidak lagi menggunakan sistem voting, namun sistem baru yakni ahlul halli wal aqdi (Ahwa) tetap menjadi menarik bagi peserta konfercab.

Pasalnya, banyak figur yang dimunculkan selain rais sekarang yang masih menjabat KH Zaenuri Zainal Mustofa, beberapa kandidat rais berupaya dimunculkan antara lain KH Abdul Fatah Yasran, KH Zakaria Ansor dan KH Romadlon Abdul Jalil. 

Haedar Nashir

Sedang di jajaran Tanfidziyah yang masih menggunakan voting ada beberapa nama bermunculan antara lain KH Romadlon Abdul Jalil, H Salahudin, H Tubagus Surur, dan H Muhtarom.

Acara Konfercab yang bakal dibuka oleh PWNU Jawa Tengah juga akan diisi pameran foto-foto kegiatan PCNU selama lima tahun terakhir oleh Lembaga Talif Wan Nasr (LTN) NU Kota Pekalongan.  

Beberapa kegiatan sebelum Konfercab yang berhasil digelar  antara lain Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) angkatan ketiga, Muskercab  3, apel peringatan hari santri nasional, dan pembacaan 1 miliar sholawat nariyah. (Abdul Muiz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan Haedar Nashir

Sabtu, 28 Juli 2012

Habib Syech: Keberhasilan Memerlukan Pengorbanan

Sleman, Haedar Nashir. Tidak ada orang yang berhasil tanpa berkorban. Semakin besar pengorbanan, semakin besar pula peluang untuk menuju keberhasilan. Kita mengetahui betapa Nabi Ibrahim as dengan tulus melakukan segala ? pengorbanan semata-mata untuk Allah SWT. Karenanya pantas, jika Nabi Ibrahim menyandang gelar Khalilullah.

Habib Syech: Keberhasilan Memerlukan Pengorbanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Keberhasilan Memerlukan Pengorbanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Keberhasilan Memerlukan Pengorbanan

Demikian ungkap Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf pada acara Dzikir dan Shalawat dalam rangka Walimatussafar Ibadah Haji di dusun Turgo Gede, Sleman, Yogyakarta, Selasa (25/8) malam. Habib Syech Mengajak para jamaah untuk mencontoh Nabi Ibrahim yang selalu ikhlas ketika Allah SWT mengujinya.

"Cobaan terberat bagi Nabi Ibrahim adalah ketika Allah mengujinya dengan perintah mengorbankan Ismail putranya. Sementara Ismail adalah anak yang telah lama dinantikan oleh Nabi Ibrahim. Namun demikian, Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah SWT, lantaran ketaqwaan Ibrahim kepada Tuhannya" kata Habib Syech.

Haedar Nashir

Demikian pula, lanjut Habib Syech, Ismail sebagai putra dengan legowo mentaati inatruksi ayahnya, lantaran mengetahui bahwa yang demikian itu adalah perintah Allah SWT. Padahal usia Ismail kala itu tergolong muda. Bahkan terbilang usia kanak-kanak. "Inilah bukti konkret, bahwa karunia Allah berupa anak yang sholeh lantaran orang tua yang selalu berdoa untuk anaknya," tegasnya.

Haedar Nashir

Habib Syech mengatakan, jika menginginkan keluarga yang indah dan baik, tirulah Nabi Ibrahim. Ketika menanti kehadiran putra tercintanya, Nabi Ibrahim dan istrinya selalu berdoa (rabbi habli mina al-sholihin) kepada Allah SWT. Ketangguhan Ibrahim sebagai suami dan ayah juga perlu dicontoh. Sementara kesabaran Siti Hajar sebagai istri juga penting dalam membangun keluarga yang baik. Karenanya, tidak heran jika Nabi Ibrahim dikaruniai putra seorang Ismail dengan kepribadian yang istimewa.

"Jika menginkan hadirnya anak yang sholeh tirulah juga Nabi Ibrahim, yang tidak pernah putus asa berdoa kepada Allah SWT. Sebab, Doa orang tua untuk anaknya adalah penting, supaya kedepannya tercetak generasi-generasi yang baik dan bermutu. ? Selain itu, yang tidak kalah penting juga adalah mendidik anak dengan baik, agar tidak salah langkah dalam mengambil jalan" terang Habib Syech

Habib Syech mengingatkan kepada kaum muda, bahwa satu kebaikan anak muda lebih baik dari seratus kebaikan yang dilakukan orang tua. ? Hal demikan karena usia muda adalah masa dimana berbagai persoalan semakin kompleks dan butuh langkah taktis untuk memutuskan sesuatu. (Anwar Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh Haedar Nashir

Kamis, 19 Juli 2012

GP Ansor Wonosobo “Genjot” Aswaja Ranting

Wonosobo, Haedar Nashir. Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah menggenjot pemahaman Islam Ahlussunah wal-Jamaah di tingkat Ranting-ranting. Kegiatan tersebut akan digelar tiap dua minggu sekali secara bergiliran.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Wonosobo, Slamet Nurochman mengatakan, kegiatan rutin yang akan digelar tiap Jumat malam tersebut diformat dengan agenda mujahadah, kajian kitab kuning, dan diskusi.

GP Ansor Wonosobo “Genjot” Aswaja Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Wonosobo “Genjot” Aswaja Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Wonosobo “Genjot” Aswaja Ranting

Tujuannya, Slamet menerangkan, sebagai silaturahim antar-anggota dan pengurus, sehingga komunikasi lebih efektif dan up to date, “Dalam pertemuan itu, peserta bebas mengutarakan unek-unek, juga membicarakan program yang sedang dan akan dijalankan,” katanya kepada NU Online di kediamannya, Senin (13/5).

Haedar Nashir

Salamet menambahkan, kegiatan tersebut akan dipusatkan di masjid sebagai tindak lanjut Rakornas GP Ansor yang mewajibkan pengkaderan digelar di tiap-tiap masjid, “Kegiatan ini adalah turba (turun ke bawah) yang akan dimulai minggu depan. Pengurus PAC siap diterjunkan secara bergiliran,” tambahnya.

Upaya lain menggenjot Aswaja, sambung Slamet, dalam waktu dekat akan menggelar pelatihan kader NU. Kegiatan tersebut intinya adalah pemantapan pemahaman dan penanaman Aswaja An-Nahdhiyyah supaya melekat di hati kader, “Kita tak ingin kader sekadar cashing, tapi bisa berguna untuk kemajuan NU secara jamaah dan jamiyyah," pungkasnya.

Haedar Nashir

Redaktur? ? ? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor? ? : Budi BH

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Kajian, Daerah Haedar Nashir

Selasa, 10 Juli 2012

Kaderisasi IPNU di Indonesia Timur Butuh Perhatian

Makassar, Haedar Nashir. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sulawesi Selatan menilai, proses kaderisasi IPNU di Indonesia Timur hingga saat ini masih jauh tertinggal di banding daerah-daerah lain, khususnya di Pulau Jawa. Pimpinan Pusat mesti memberi perhatian lebih terhadap persoalan ini.

Kaderisasi IPNU di Indonesia Timur Butuh Perhatian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi IPNU di Indonesia Timur Butuh Perhatian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi IPNU di Indonesia Timur Butuh Perhatian

Demikian aspirasi yang akan disampaikan Ketua PW IPNU Sulsel Ramli Syamsuddin  pada rapat kerja nasional (Rakernas) yang bersamaan dengan peringatan Hari Lahir ke-60 IPNU di Aula Perpustakaan Nasional, Jakarta, 24-27 Februari 2014. Ramli menegaskan rencana tersebut pada rapat persiapan IPNU Sulsel menghadiri Rakernas, Ahad Malam.

Menurut dia, usia 20-25 tahun dalam proses kaderisasi menjadi tumpuan bagi kelanjutan generasi kepemimpinan NU maupun bangsa secara luas. Ramli juga menegaskan, IPNU Sulsel siap menjadi tuan rumah kegiatan kaderisasi nasional.

Haedar Nashir

IPNU Sulsel berharap, melalui forum Rakernas ini, IPNU dapat menghasilkan keputusan-keputusan startegis, mulai dari soal manajemen organisasi, penguatan basis data, penguatan sistem manajemen informasi, serta sinergitas program kerja dari pusat hingga ranting.

Haedar Nashir

Melalui pokok pikiran tersebut, IPNU Sulsel berharap, ke depan IPNU bisa jauh lebih baik dan mampu membuktikan pengabdiannya terhadap bangsa, sesuai dengan motonya, “Belajar Berjuang Bertaqwa”. (Andy/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Khutbah, Pahlawan Haedar Nashir