Selasa, 16 Juli 2013

PMII Umaha Kader Mahasiswa Baru Jadi Generasi Inklusif

Pasuruan, Haedar Nashir. Di tengah isu intoleransi di Indonesia tahun 2015 ini, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Maarif Hasyim Latif (Umaha) Sidoarjo mengadakan Mapaba (Masa Kesetiaan Anggota) ke-14 dengan mengangkat tema "Mewujudkan Generasi Intelektualis, Inklusif dan Demokratis".

PMII Umaha Kader Mahasiswa Baru Jadi Generasi Inklusif (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Umaha Kader Mahasiswa Baru Jadi Generasi Inklusif (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Umaha Kader Mahasiswa Baru Jadi Generasi Inklusif

Mapaba kali ini dilaksanakan pada Jumat hingga Ahad, 13-15 November 2015, di Pondok Pesantren Al-Karomah Ketanireng Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Sedikitnya 60 mahasiswa mengikuti masa penerimaan angota baru PMII tersebut.

Selama dua hari, para peserta mendapatkan materi seputar ke-PMII-an, Islam Nusantara (ke-Aswaja-an), nilai dasar pergerakan (NDP), sejarah negara bangsa Indonesia, mahasiswa dan tanggung jawab sosial, serta studi gender.

Haedar Nashir

Ketua komisariat PMII Umaha Doni S Nugroho berharap, kampus yang baru saja resmi menjadi universitas itu dapat menjadi punggawa penting dalam mewujudkan kerukunan antarumat beragama. "Dimulai dengan mengader maba (mahasiswa baru) menjadi agen ‘penular ajaran’ Ahlussunnah wal Jamaah An-nahdliyah dengan Mapaba PMII ke-14 ini, Umaha mampu menjadi punggawa," harap Doni, Senin (16/11).

Haedar Nashir

Ketua PC PMII Sidoarjo Gigin Anggi Zuarinsa mengungkapkan, pihaknya berupaya membantu pengurus komisariat agar 60 orang tersebut tetap utuh hingga menjadi kader di dalam proses PKD (Pelatihan kader dasar) selama 6 bulan ke depan.

"Insya Allah kami akan launching buku kendali pengembangan diri anggota untuk memonitor sejauh mana keyakinan anggota menjadi anggota mutaqid PMII. Penilaian tersebut berdasarkan kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik," ungkap Gigin. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Berita Haedar Nashir

Sabtu, 13 Juli 2013

Kang Said Tinjau Pembangunan Gedung NU Sulsel

Makassar, Haedar Nashir. Selain melantik pengurus NU Makassar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang kerap disebut Kang Said mengunjungi pembangunan pusat kegiatan NU Sulawesi Selatan, Selasa (13/5) siang. Kang Said mengucapkan rasa syukurnya di hadapan jajaran pengurus NU Sulsel atas penyelesaian pembangunan yang sudah mencapai 85%.

Kang Said Tinjau Pembangunan Gedung NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Tinjau Pembangunan Gedung NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Tinjau Pembangunan Gedung NU Sulsel

Didampingi jajaran pengurus NU Sulsel, Kang Said meninjau pembangunan gedung bersama civitas akademika Universitas Islam Makassar (UIM). Ketua panitia pembangunan tidak lain Rektor UIM Ibu Andi Majdah M Zain.

Dalam sambutan Ibu Andi Majdah menjelaskan sejarah berdirinya UIM. Di hadapan Ketua Umum PBNU, Ibu Andi Majdah mengatakan UIM pertama kali dirintis para ulama NU di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali.

Haedar Nashir

“Pada tahun 2011 perguruan ini disahkan dengan status kepemilikannya dipegang NU Sulsel di mana sebelumnya belum secara tertulis milik NU,” kata Ibu Andi Majdah dengan bangga.?

Haedar Nashir

Ia melanjutkan, kemajuan pendidikan NU khususnya perkembangan UIM menjadi kesyukuran tersendiri bagi pengurus Nahdlatul Ulama. “Kami akan mengawal kemajuan UIM untuk menjadinya lebih baik.” (Andi M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga Haedar Nashir

Senin, 08 Juli 2013

Kader PMII ini Bikin Power Bank dari Batu Batrai

Mataram, Haedar Nashir. Salah seorang mahasiswa kreatif yang ada di salah satu perguruan tinggi di Nusa Tenggara? Barat (NTB) adalah Muhammad Nur. Mahasiswa IKIP Mataram semester 6 Jurusan Pendidikan Fisika ini menciptakan sebuah Inovasi baru yakni power bank dari tenaga Batrai.

Mahasiswa kelahiran Sumbawa 21 Maret 1993 dari pasangan Syamsuddin dan Nurmin dari tiga orang bersaudara ini aktif di Organisasi Lendiknal (Lembaga Pendidik Profesional) sebagai ketua umum dan Pergerkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Budi Utomo sebagai ketua kaderisasi Komisariat IKIP Mataram. Ia membuktikan bahwa mahasiswa organisatoris juga mampu berprestasi dalam kreatifitas. ?

Kader PMII ini Bikin Power Bank dari Batu Batrai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII ini Bikin Power Bank dari Batu Batrai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII ini Bikin Power Bank dari Batu Batrai

Berawal dari tugas kuliah yang diberikan salah seorang Dosen di IKIP Mataram, Nur panggilan akrabnya melihat penggunaan Handphone dan gedget yang sangat luar biasa meningkat. Kebanyakan orang hari ini tidak bisa lepas dari yang namanya handphone dan gedget.

Haedar Nashir

Percobaan pertama kemudian dilakukan dengan membuat Catur (Cas Tenaga Surya). Percobaan-percobaan demi percobaan dalam membuat catur ini tetapi kemudian mendapat kendala yakni tenaga yang dihasilkan dari panel surya yang dibuat hanya menghasilkan 2 volt sedangkan dalam pengecasan hp dibutuhkan tenaga sekitar 5 volt.

Gagal bukan berarti menyerah kepada kekalahan melainkan menjadikan itu sebagai referensi untuk percobaan selanjutnya. Mulai dari coba-coba menggantikan tenaga surya dengan tenaga batrai yang kemudian dirangkai dengan rangkaian seri power bank dan itu berhasil dilakukan.

Haedar Nashir

Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan rangkaian ini sangat simpel dan mudah dicari, ditoko elektronik. Alat-alatnya antara lain Dioda 1N001, C L7805 / transistor, Capasitor 16 Volt 100?F, Resistor 100 ohm ½ watt ,Resistor 1 kilo ½ watt, LED, Soket USB, Saklar mini dan? Baterai 9 volt atau 12 volt. Sedangkan bahan yang digunakan adalah Kabel, Papan USB, Gunting / tang potong, Solder dan Timah, sedangkan untuk kasing dibuat dari bekas kartu perdana.

Menurut Nur dana yang dibutuhkan dalam pembuatan power bank ini hanya menghabiskan 15 ribu rupiah sangat ekonomis jika kita bandingkan dengan power bank biasa yang harganya sampai 150 ribuan.

Kelebihan dari power bank yang dibuat dari tenaga batrai ini adalah dapat mengecas HP untuk beberapa kali, Baterai hp tidak akan mengalami drop dengan sumber DC yang kecil, dapat dibuat sendiri tentunya dengan harga yang murah dan baterai dapat diganti dengan mudah. Cocok sekali bagi anda yang berpergian jauh ke gunung hanya membawa batrai yang bisa di ganti-ganti dan hp anda tetap bisa digunakan tentunya.

Dengan inovasi yang dibuat oleh mahasiwa M. Nur ini berhasil menjadi juara dalam lomba Karya Ilmiah diberbagai event. Sekarang dia menjadi tutor di salah satu sekolah Madrasah Aliyah Negeri di Kota Matram hanya untuk mengajarkan anak-anak siswa membuat power bank dari tenaga batrai ini.

Harapannya kepada pemerintah adalah mendapatkan bantuan dalam pengerjaan karyanya. Menurutnya, karyanya ini masih banyak kekurangan yang harus disempurnakan lagi untuk kedepannya dan berkeinginan untuk diproduksi masal sehingga pemanfaatan energi yang seperti ini bisa dilakukan sehingga bisa menghemat energi listrik.

Yas Arman Prayatna, sekertaris bidang kaderisasi PC PMII Mataram, mahasiswa akhir IKIP Mataram

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu, AlaSantri Haedar Nashir

Jumat, 28 Juni 2013

Acara Nariyahan Sudah Mulai Digelar di Pesantren Kiai Said

Jakarta, Haedar Nashir. Lembaga Takmir Masjid-PBNU menggelar acara Shalawat Nariyah dan Pelatihan Takmir Masjid se-Jakarta Selatan angkatan ke-1 bersama Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj.

Acara Nariyahan Sudah Mulai Digelar di Pesantren Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)
Acara Nariyahan Sudah Mulai Digelar di Pesantren Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)

Acara Nariyahan Sudah Mulai Digelar di Pesantren Kiai Said

?

Acara yang bertempat di PP Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan yang diasuh oleh Kiai Said Aqil Siroj ini selain diikuti oleh puluhan ta’mir masjid dari Kecamatan Jagakarsa, juga dihadiri oleh utusan LTM PCNU Kab. Bogor, LTM PCNU Kab. Tegal, dan puluhan ta’mir masjid dari Kota Tangerang.

Rangkaian acara ini diawali dengan pembacaan Shalawat Nariyah sebanyak 5 paket di mana satu paketnya sebanyak 4444 kali shalawat.

Haedar Nashir

“Shalawat Nariyah memiliki banyak faedah. Jika membaca shalawat ini maka apa yang dicita-citakan akan terkabul secara cepat, juga bermanfaat sebagai tolak bala,” kata Kiai Said Aqil seusia pembacaan shalawat.

Selepas pembacaan shalawat, acara langsung dilanjutkaan dengan Pelatihan. Hadir dalam pelatihan ini KH Abdul Manan A. Ghani (Ketua PBNU Bidang Masjid dan Dakwah), H Mansur Syaerozi (Ketua LTM PBNU), KH. Sholeh Qosim (Wakil Ketua LTM PBNU), dan Ustadz Iwan, seorang muharrik masjid dari Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor.

Kiai Manan menegaskan betapa pentingnya masjid dalam sejarah Islam. “Islam lahir dari masjid dan dikembangkan melalui masjid,” jelasnya.?

Haedar Nashir

“Masjid merupakan pusat pergerakan dan penyebaran agama Islam. Dimulai dari Masjid Quba, lalu Masjid Nabawi, dan seterusnya,” imbuh Kiai Manan.

Sementara itu H Mansur menjelaskan perihal pentingnya masjid untuk beroperasi secara mandiri. Melalui tema Membangun Kemandirian Keuangan Masjid, Mansur menyatakan bahwa peredaran uang terbesar ada di masyarakat.?

“Untuk menjalankan roda pemerintahan, negara menyusun APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara). APBN tidak lain diperoleh dari rakyat, minta ke masyarakat, melalui pajak dan cukai,” jelas Mansur.

“Oleh karena itu, ta’mir masjid harus mendekati masyarakat, mendekati jamaahnya, tidak lain dengan program-program yang mereka butuhkan,” tambahnya.

Setelah itu Mansur menjelaskan strategi pendapatan masjid melalui Gismas (Gerakan Infak Sedekah Memakmurkan Masjid dan Masyarakat).

Penjelasan Mansur dilanjutkan oleh Ustadz Iwan yang memberikan testimoni proses perjuangan bagaimana menggerakkan Gismas di Kecamatan Tenjo.

“Ada ustadz yang tidak setuju, ada yang menuduh uangnya akan saya ambil, ada yang marah lalu meremas kaleng Gismas sampai peot dan membantingnya ke tanah di hadapan saya,” papar Ustadz Iwan.

“Saya tidak marah. Saya hanya menanggapinya dengan pertanyaan detail ada berapa fakir miskin dan yatim piatu di daerah situ, dan apakah sudah ada jalan untuk membantunya,” tambahnya.

“Dari situ biasanya mereka mulai terbuka,” imbuhnya.

Acara pelatihan ini dilanjutkan dengan tanya jawab dan masukan-masukan yang sangat bermanfaat bagi pengembangan kemasjidan.

Acara ini ditutup langsung oleh Ketua Umum PBNU. Disampaikan oleh Kiai Said dalam sesi penutupan bahwa pembacaan Shalawat Nariyah sudah mencapai lebih dari satu milyar dari target yang direncanakan.

“Sepuluh persen saja yang ikhlas, dan yang dikabulkan, itu sudah mampu menyelamatkan kita dan membawa keberkahan bagi Indonesia,” tutup Kiai Said yang kemudian dilanjutkan doa dan salam-salaman yang diiringi Shalawat Badar. Red: Mukafi Niam ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta, Pertandingan, Santri Haedar Nashir

Senin, 24 Juni 2013

Ratusan Anak Jalanan Bersholawat di Alun-alun Karanganyar

Karanganyar, Haedar Nashir. Shalawat terbukti tak hanya diminati kalangan santri. Ratusan anak jalanan di Karanganyar pun ikut bershalawat bersama ribuan masyarakat Karanganyar di Alun-alun Karanganyar, Jawa Tengah.

Para jamaah yang juga berasal dari luar Karanganyar ini sengaja datang,? Sabtu (8/3) malam,? untuk menggemakan salawat di Bumi Intanpari bersama Mafia Salawat pimpinan KH Muhammad Ali Shadiqin.

Ratusan Anak Jalanan Bersholawat di Alun-alun Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Anak Jalanan Bersholawat di Alun-alun Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Anak Jalanan Bersholawat di Alun-alun Karanganyar

Uniknya, dalam acara Karanganyar Bersalawat dengan tema Manunggaling Fikiran lan Ati ing Dalem Salawat ini sebagian besar jamaah yang hadir bukan saja dari kalangan yang berpakaian busana muslim seperti pengajian pada umumnya. Kebanyakan justru memakai kaus hitam bertuliskan Mafia Salawat.

Haedar Nashir

“Ini campur, ada anak jalanan dan macam-macam. Kemarin kita nyebar kaus 300 itu kurang. Jadi memang antusias sekali,” kata Wakil Ketua Mafia Salawat, Pramono Jati di sela-sela acara.

Haedar Nashir

Sementara itu, Gus Ali dalam ceramahnya terus mengajak agar seluruh elemen masyarakat, termasuk anak jalanan yang telah tergabung dalam Mafia Salawat ini untuk semakin menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad saw.

Selain itu, ia juga menegaskan agar tetap mempertahankan NKRI bagaimanapun kondisinya. “Kita doakan leluhur kita. Mereka adalah akar dari bangsa ini. Jangan sampai kita lupa dan meninggalkan NKRI,” kata kiai bergaya metal ini kepada ribuan jamaah. (Ajie/Rodif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pondok Pesantren, Lomba, Hikmah Haedar Nashir

Rabu, 19 Juni 2013

Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas

Jakarta, Haedar Nashir

Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf meminta warga NU Jatim menjaga soliditasnya pasca berlangsungnya pemilihan gubernur, Kamis (30/8). Sejumlah kader NU bersaing dalam pilgub tersebut.

Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas

Ia berharap perbedaan pilihan dimaknai secara dewasa, dan setelah proses pemilihan tersebut selesai, semuanya kembali kepada aktifitas sehari-hari secara produktif.

“Mari kita tunggu proses akhirnya yang sedang berlangsung. Selanjutnya, kita kembali pada aktifitas sebelumnya, yang bekerja kembali pada pekerjaannya, yang menjadi pengurus NU harus tetap menjaga amanahnya,“ katanya, Jum’at. 

Haedar Nashir

Ia berharap agar semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian akhir penghitungan suara ini menjunjung tinggi politik keadaban. Jangan sampai gaya-gaya politik Machiavelis yang berlangsung sebelum pilgub digunakan.

“Semuanya harus menjunjungi tinggi politik yang berkeadaban. Dan jika ada masalah selesaikan melalui jalur hukum di MK,“ tandasnya.

Haedar Nashir

Berdasarkan hasil sejumlah quick count pasangan Karwo-Syaifullah (Karsa) menang, tetapi pasangan Khofifah-Herman (Berkah) yang diusung PKB juga mengklaim menang berdasarkan perhitungan riil dari saksi-saksi yang diturunkan di lapangan. 

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Jumat, 07 Juni 2013

Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini

Ponorogo, Haedar Nashir

Berselang dua hari setelah diantik, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Ponorogo mendapat kehormatan untuk mengikuti apel siaga bencana. Apel bertajuk “Apel Gelar Pasukan Satgas Bencana Alam Tahun 2017” ini digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo didukung Kodim dan Polres setempat.

Apel dipimpin Wakil Bupati H. Sudjarno, Rabu (26/7) di lapangan Tengger Desa Slahung Kecamatan Slahung. Kali ini LPBINU Ponorogo mendelegasikan satu kompi relawan dipimpin langsung Ketuanya Ahmad Subeki beserta jajara pengurus harian.

Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini

Kepada awak media, Sudjarno mengungkapkan keinginan kuat Pemkab Ponorogo beserta seluruh aparat dan komponen masyarakat untuk mengantisipasi bencana alam sejak dini.

Haedar Nashir

“Saat ini di Ponorogo mulai terjadi bencana alam, utamanya kebakaran hutan. Bahkan, semua musim di sini ada ancaman bencana. Kita sudah koordinasi dengan pemerintah pusat. Yang terpenting, kita harus selalu selalu siaga, maka hari ini kita gelar apel ini. Kita sadari, SDM kita masih kurang, untuk itu seluruh komponen masyarakat akan kita ajak berperan serta,” katanya usai memimpin apel.

Perlu diketahui, PCNU Ponorogo resmi melantik LPBINU dalam forum pembukaan rapat kerja, Sabtu (22/7), di Hotel Sukowati Sarangan Magetan. PCNU menunjuk Ahmad Subeki atau yang akrab dipanggil Kalibek sebagai ketua untuk masa khidmat 2017-2019. Mantan Kasatkorcab Banser Ponorogo yang masih aktif di Satkorwil dan Satkornas Banser ini didampingi mantan Sekretaris PW IPNU Jawa Timur Novi Trihartanto sebagai sekretaris.

Haedar Nashir

Selain terdapat wakil Sekretaris, bendahara dan para wakilnya, jajaran pengurus harian juga terdiri dari 6 orang direktur yang membawahi bidang dan relawan. Tak kurang dari 100 orang yang berasal dari para aktivis GP Ansor, Banser, Pagar Nusa, LAZISNU, IPNU, dan IPPNU dilibatkan sebagai pengurus bidang dan relawan.

Ke depan Ahmad Subeki mengungkapkan komitmennya untuk membawa LPBINU menjadi lembaga yang profesional dan akan selalu membangun sinergi dengan lembaga-lembaga lain dan Banom NU.

“Kami tegaskan, LPBINU ini adalah bapaknya penanganan bencana oleh PCNU, adapun lembaga-lembaga di bawah Banom lain adalah anak-cucunya. Untuk itu kita harus membangun sinergi agar tampil profesional,” kata Kalibek berkelakar, disambut gelak tawa para relawan LPBINU.

Berbekal Renstra dan Renop yang disusun saat raker, Ahad (23/7), untuk tahap awal LPBINU akan membenahi administrasi kelembagaan dan mengadakan audiensi dengan para pemangku kepentingan. (Idham/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Islam, Hikmah Haedar Nashir