Rabu, 19 Agustus 2015

Kejurnas Pencak Silat sebagai Khidmah kepada Bangsa dan NU

Jakarta, Haedar Nashir. Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Pencak Silat Pagar Nusa NU Muhammad Nabil Harun mmengatakan Kejuaraan nasional (Kejurnas) II Pencak Silat dan Festival diselenggarakan Pagar Nusa sebagai pergerakan untuk berkhidmah (pengabdian) kepada bangsa dan Nahdlatul Ulama.

Kejurnas Pencak Silat sebagai Khidmah kepada Bangsa dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kejurnas Pencak Silat sebagai Khidmah kepada Bangsa dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kejurnas Pencak Silat sebagai Khidmah kepada Bangsa dan NU

Menurut dia, hal ini penting dilakukan karena saat ini kecintaan terhadap tanah air mengalami kelunturan. Sementara Pagar Nusa tidak seperti itu. Banom beladiri ala NU tersebut meiliki watak, pikiran, ucapan, dan tindakan yang mencintai tanah air.

“Pagar Nusa bukan perkumpulan ugal-ugalan, tapi organisasi yang memperbaiki kualitas anggotanya menuju insan kamil. Pencak silat sarana hamba yang menjadi insan paripurna,” tegasnya pada pembukaan kegiatan tersebut yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat Indonesia Taman Mini Indonesia Indah, Jakart, Ahad seore (21/8). ?

Haedar Nashir

Ia menambhakn, Pagar Nusa berjanji akan terus berkiprah dan mengembangkan pencak silat di tanah air serta mendorong para atletnya berprestasi di tak hanya di tingkat nasional, tapi internasional.

Nabil juga menginformasikan, Pagar Nusa sejak berstatus banom pada 2004 pada muktamar NUdi asrama Haji Donohudan, terus berbenah dan mengonsolidasi diri sehingga banyak yang berminat untuk bergabung.

Haedar Nashir

“Banyak orang tua yang menitipkan anak-anaknya untuk berlatih silat ke Pagar Nusa,” katanya.

Kemudian, lanjutnya, di lingkungan NU sendiri, terutama di lembaga pendidikan Maarif NU telah memulai mengadopsi pencak silat NU. Misalnya di Jawa Tengah kedua lembaga telah melakukan kerja sama untuk melatih guru dan murid di madrasah-madrasah NU.

Kejurnas II dan Festival Pencak Silat yang dibuka Menpora Imam Nahrowi tersebut berlangsung dari Ahad (21/8) dan akan berakhir Kamis (25/8). Kejuaraan tersebut diikuti 17 kontingen dari Pimpinan Wilayah Pagar Nusa. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Halaqoh, Ubudiyah Haedar Nashir

Sabtu, 15 Agustus 2015

Santri Kempek Bangga Jadi Relawan PBNU

Cirebon, Haedar Nashir

Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdllatul Ulama (PBNU) yang berlangsung 23-25 Juli 2016, selain melibatkan panitia dari PBNU, juga menyertakan panitia lokal yang berasal dari tempat digelarnya kegiatan, yakni Pondok Pesantren KHAS Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat.

Dari panitia lokal terjun sebagai relawan di antaranya adalah para santri dan siswa Madrasah Aliyah KHAS Kempek. Para siswa yang terpilih terbagi dalam beberapa kelompok tugas, yakni penerima tamu, bagian registrasi, kebersihan ruangan dan lingkungan acara, serta pengantar makanan bagi para tamu.

Santri Kempek Bangga Jadi Relawan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Kempek Bangga Jadi Relawan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Kempek Bangga Jadi Relawan PBNU

Ahmad Ali, siswa kelas X yang bertugas sebagai pengantar makanan, mengungkapkan kepada Haedar Nashir rasa senangnya terlibat sebagai relawan kegiatan ini.

Haedar Nashir

“Saya senang dengan menjadi relawan karena dapat berkhidmah kepada para kiai dari seluruh Indonesia termasuk dari Jakarta,” tutur Ali, Sabtu (23/7) malam.

Ali menambahkan rasa bangganya karena di antara para kiai yang datang pada? kegiatan ini adalah Kiai Said Aqil Siroj, yang juga Ketua Umum PBNU.

Haedar Nashir

“Kiai Said adalah adik kandung dari (almarhum) Abuya Jakfar Aqil Siroj, salah satu pendiri dan pemimpin Pondok Pesantren Kempek periode sebelumnya,” kata Ali.

Santri lainnya, Ahmad Ridwan yang duduk di kelas XI mengungkapkan hal senada. Ridwan menyampaikan bawah kesibukan santri relawan dimulai sejak Jumat, sehari sebelum penyelenggaraan acara. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam, Hadits Haedar Nashir

Jumat, 14 Agustus 2015

PBNU Berharap Peringatan KAA Hasilkan Solusi Kongkret bagi Palestina

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua PBNU H Slamet Effendy Yusuf mengapresiasi dibahasnya isu kemerdekaan Pelestina dalam peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta dan Bandung akhir April ini. ?

“Adanya deklarasi soal Pelestina sudah tepat. Kali ini mestinya peringatan ini bisa membuat tuntutan yang lebih konkret, termasuk peta jalan penyelesaiannya dan ini harus adil. Memberi keadilan bagi rakyat Palestina dan keadilan bagi rakyat Israel,” katanya di gedung PBNU, Senin.?

PBNU Berharap Peringatan KAA Hasilkan Solusi Kongkret bagi Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berharap Peringatan KAA Hasilkan Solusi Kongkret bagi Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berharap Peringatan KAA Hasilkan Solusi Kongkret bagi Palestina

Menurutnya, penyelesaian adil adalah pengakuan adanya dua negara, Palestina dan Israel berdasarkan wilayah sebelum perang 1967. “Dan tekanan internasional melalui KAA ini harus efektif, termasuk seharusnya bisa menekan backing Israel, yaitu Amerika Serikat yang membiarkan apa saja polah Israel,” tambahnya.

Dua isu strategis soal Palestina adalah pencaplokan wilayah Palestina untuk pemukiman bagi orang Israel dari mana saja di dunia yang mau bermukin disana. Dan kedua, tembok pembatas yang membatasi pergerakan dalam wilayah tersebut.

Haedar Nashir

“Jadi, saya kira ini harus ada tekanan politik yang nyata kepada Israel dan Amerika Serikat,” tegasnya.?

Haedar Nashir

Di luar masalah Palestina, peringatan KAA ini juga harus memberi perhatian terhadap konflik internal di negara Asia Afrika yang berpotensi memecah belah bangsa akibat oleh konflik domestik. Tetapi ini tidak bisa dipahami semata-mata domestik karena ada faktor campur tangan asing.?

Ia menginatkan, dulu KAA berhasil melahirkan kekuatan anti kolonial yang luar biasa. Sekarang, muncul apa yang disebut neo kolonialisme, dan ini bukan main dahsyatnya. “Sekarang saatnya membuat pernyataan baru melawan neo kolonialisme dan menginginkan kehidupan yang seimbang,” jelasnya.

Untuk bisa sukses ini, negara-negara Asia dan Afrika harus mengurangi perbedaan, misalnya antara China dan negara tetangganya. Di Afrika juga begitu, baik konflik antar negara atau konflik internal.?

“Karena itu, saya mengusulkan kelompok kerja yang memantau pelaksanaan dari KAA ini. Jadi harus ditunjuk beberapa negara dari Asia dan Afrika, untuk mengontrol atau mengingatkan kalau ada deviasi dari tujuan yang telah ditetapkan,” tandasnya.?

“Sekarang saatnya negara Asia Afrika untuk bisa menciptakan keadilan dan kesejahtaraan bagi kawasan Asia Afrika ini yang merupakan masa depan peradaban dunia,” imbuhnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, Meme Islam, Santri Haedar Nashir

Kamis, 13 Agustus 2015

Wali Kota Tangerang Minta ISNU Berperan Aktif dalam Pembangunan

Tangerang, Haedar Nashir

Wali Kota Tangerang Arif R Wismansyah berharap Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Tangerang, Banten, menjadi cahaya bagi organisasi NU dan badan otonom NU yang lain. ISNU juga harus bermanfaat bagi masyarakat Kota Tangerang.

Karena itu, kata dia, program kerja yang dirumuskan ISNU harus ada keterkaitan dalam menyukseskan pembangunan masyarakat Kota Tangerang, menjadi masyarakat yang berakhlakul karimah. "Kita tahu masyarakat Kota Tangerang sangat heterogen. NU sebagai organisasi besar, harus berperan, kita harus bertanya apa yang sudah kita lakukan untuk membangun masyarakat," paparnya.

Wali Kota Tangerang Minta ISNU Berperan Aktif dalam Pembangunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wali Kota Tangerang Minta ISNU Berperan Aktif dalam Pembangunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wali Kota Tangerang Minta ISNU Berperan Aktif dalam Pembangunan

Ia menyampaikan hal itu di sela pembukaan musyawarah kerja cabang (muskercab) ISNU Kota Tangerang, bertema "Inovatif dalam Berkarya, Inspiratif dalam Berpikir dan Positif dalam Berkarya" di RM Remaja Kuring, Cibodas, Kota Tangerang.

Haedar Nashir

"Temanya sudah menjadi kesimpulan yang sangat dibutuhkan Kota Tangerang. Tinggal bagaimana nanti program kerjanya," ujarnya, Ahad (15/5).

Haedar Nashir

Arif yang juga penasehat ISNU Kota Tangerang menambahkan, banyak program pemerintah yang perlu mendapat dukungan ISNU, misalnya program Maghrib Mengaji dan Belajar. Menurutnya, program tersebut memerlukan peran aktif dari kalangan masyarakat, terutama ISNU.

"Kita menghadapi degradasi moral, yang perlu kita atasi dengan berbagai program. ISNU sebagai kaum intelektual NU, saya yakin bisa merumuskan dan mengimplementasikan hal tersebut," kata dia.

Ketua PC ISNU Kota Tangerang KH Dedi Mahfudin mengatakan, tema yang dikedepankan ISNU bermuara pada visi Pemerintah Kota Tangerang untuk mewujudkan masyarakat berakhlakul karimah.

"Inovasi, inspiratif dan perilaku positif, ketiganya saling melengkapi satu sama lain, bahkan tidak bisa dipisahkan," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia berharap muskercab pertama yang digelar ISNU ini menghasilkan hal-hal prinsip yang akan menjadi pedoman gerakan organisasi ke depan. "Kita harus pastikan apa yang kita rencanakan hari ini terlaksana. Kita harus melaju dengan terarah, terencana dan penuh inisiatif," tandasnya. (Atho/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Dilantik, Pelajar NU Wanasari Siap Buka Komisariat di Sekolah Umum

Brebes, Haedar Nashir?

Pelajar NU di Kecamatan Wanasari yang tergabung dalam PAC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) masa khidmah 2016-2018 dilantik PC IPNU dan PC IPPNU Brebes di aula kantor Camat Wanasari Ahad 8 Januari.?

Dilantik, Pelajar NU Wanasari Siap Buka Komisariat di Sekolah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Pelajar NU Wanasari Siap Buka Komisariat di Sekolah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Pelajar NU Wanasari Siap Buka Komisariat di Sekolah Umum

Pengurus PAC IPNU dan PAC IPPNU Kecamatan Wanasaro merupakan hasil dari Konferensi Anak Cabang di desa Tegalgandu 26-27 November 2017 silam.

Selepas pelantikan, dilanjutkan dengan Rapat Kerja Anak Cabang untuk menyusun program selama dua tahun. “Mudah-mudahan bisa istikomah dalam mengemban amanah ini. Mohon dukungan dari seluruh pihak agar generasi muda NU tetap berkontribusi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara ," terang Ketua Panitia pelantikan, Pujiyono

Sementara Ketua PAC IPNU Kecamatan Wanasari Edi Purwanto menambahkan, bahwa program unggulannya antara lain membentuk komisariat atau pengurus IPNU-IPPNU di sekolah baik di sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif maupun sekolah umum.?

Haedar Nashir

"IPNU -IPPNU harus bisa menjadi tambahan pendidikan di luar sekolah formal guna membentuk pribadi yang baik dan berakhlakul karimah dan tetap mendengungkan dakwah islam Ahlussunah wal -Jamaah Annahdliyah demi Islam yang rahmatal lil alamin," tutup Edi.

Kemudian Camat Wanasari Nuruddin berharap bahwa pergeralan IPNU-IPPNU sebagai organisasi pelajar dibawah Naungan Nahdlatul Ulama selalu berpegang teguh terhadap fatwa dan nasihat para alim ulama karena melalui para alim ulama memiliki watak dan kepribadian yang ditaulandankan oleh Nabi Muhammad SAW.?

"Kontribusi nyata dari IPNU-IPPNU untuk membangun daerah di segmen pelajar agar bisa jadi generasi yang cerdas dan islami," harap Nuruddin

Haedar Nashir

Pengurus IPNU yang dilantik antara lain Ketua Edi Purwanto, Sekretaris M. Abdul Heru, Bendahara Abdul Muis. Sedangkan pengurus IPPNU Ketua Lia Ulfiyanah, Sekretaris Siti Nur Janah dan Bendahara Fitria Nur Baeti.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Wanasari KH. Abdul Rouf, Kapolsek Wanasari, segenap pengurus badan otonom NU di Kecamatan Wanasari, pembina dan alumni IPNU-IPPNU. (Bayu/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir IMNU, Ulama, Kajian Sunnah Haedar Nashir

Sabtu, 01 Agustus 2015

Zawawi Imron: Bendera Partai Jangan Lebih Tinggi dari Merah-Putih

Jombang, Haedar Nashir

D Zawawi Imron, ulama dan budayawan kondang asal Madura mengingatkan pentingnya membangkitkan kembali budaya warga negara Indonesia. Ciri budaya warga negara adalah rasional dan legowo alias berani menerima kekalahan.



Zawawi Imron: Bendera Partai Jangan Lebih Tinggi dari Merah-Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Zawawi Imron: Bendera Partai Jangan Lebih Tinggi dari Merah-Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Zawawi Imron: Bendera Partai Jangan Lebih Tinggi dari Merah-Putih

“Berbeda memang keharusan demokrasi, kelegowoan kita ditantang dan nasionalisme kita juga ditantang,” katanya dalam Dialog dan Taushiyah Perdamaian Warga NU yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang di Gedung Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Jombang, Jawa Timur, Selasa (8/7) kemarin, seperti dilaporkan kontributor Haedar Nashir Yusuf Suharto.

Sikap legowo itu, misalnya ditunjukkan oleh seorang calon Gubernur di Jawa Tengah yang kalah dan meminta pendukungnya untuk tenang. Zawawi berpesan, jangan sampai politik menjadi panglima yang diposisikan lebih tinggi dari pada persatuan bangsa dan simbol bendera merah putih.

Haedar Nashir

“Jangan sampai bendera partai lebih besar dari merah putih, berbeda dianggap musuh,” katanya. “Mari kobarkan merah putih, sebagai tanda cinta tanah air.”

Penyair Si Celurit Emas itu mengigatkan pentingnya mengelola hati. Karena dari hatilah kejelekan dan kebaikan bersumber. Disitirlah hadits Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa di dalam tubuh manusia ada segumpal daging yang kalau ia baik, maka baik pula seluruh jasad, ingatlah ia adalah hati.

Haedar Nashir

Diingatkan pula oleh Zawawi, bahwa ajining diri saka lathi yang jika diterjemahkan kurang lebih bermakna: kehormatan itu dilihat dari ucapan.

Dia juga mengingatkan warisan tradisi Jawa Islam yang misalnya tercermin dalam ungkapan Raden Ngabehi Ronggowarsito, Pujangga murid KH, Hasan Besari Pesantren Tegalsari Ponorogo yang masih keturunan Hamengku Buwono

Beja- bejane wong lali, luwih bejo wongkang eling lan waspodo yang artinya sebaik- baik orang yang lupa lebih beruntung dan selamat orang yang ingat dan waspada."

“Waspada itu artinya tidak bertindak berlandas hawa nafsu dan orang yang ingat itu adalah orang yang tidak gila dalam tindakannya,” katanya dalam forum yang dihadiri warga Nahdliyin dan segenap masyarakat Jombang. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya Haedar Nashir

Kamis, 30 Juli 2015

Kisah Jinten dan Karomah Guru Ibnu Arabi

Dalam kitabnya Ibnu Arabi bercerita mengenai seorang gurunya yang bernama Abu Abdillah Muhammad al-Syarafi. Gurunya ini berasal dari kabupaten al-Jarafe di kota Sevilla. Di luar kota Sevilla tidak banyak yang mengenal karomah sang guru, bukan saja karena sang guru menempuh laku spiritual yang keras, seperti 40 tahun tinggal di rumah tanpa lampu dan perapian, tapi juga karena sang guru termasuk sufi yang menyembunyikan kedudukannya.

Suatu hari Syekh al-Syarafi berjalan ke pasar dan menemui seorang anak kecil yang mengangkat keranjang berisi Adas/Jinten. Anak itu berkisah bahwa ia seorang yatim. Ibunya harus mengasuh sejumlah anaknya yang masih kecil. Sejak pagi mereka belum makan. Ibunya menyuruhnya menjual biji jinten ini ke pasar. Jika uangnya cukup ibunya berharap bisa membeli makanan untuk mereka.

Kisah Jinten dan Karomah Guru Ibnu Arabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Jinten dan Karomah Guru Ibnu Arabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Jinten dan Karomah Guru Ibnu Arabi

Syekh al-Syarafi meneteskan air mata menyimak kisah si bocah. Akan tetapi, alih-alih membeli jinten itu, Syekh al-Syarafi memasukkan tangannya ke keranjang, menggenggam sejumlah biji jinten. "Ini jinten yang bagus," begitu komentar sang syekh. Kemudian Syekh al-Syarafi berkata pada bocah yatim itu:

"Beritahu ibumu bahwa paman al-Syarafi dari al-Jarafe mengambil beberapa biji jinten ini dan meminta ibumu menghalalkannya."

Haedar Nashir

Sampai di sini, tindakan Syekh al-Syarafi ini di luar nalar. Bocah yang keluarganya sedang kesusahan dan hendak menjual biji jinten yang mereka punya, malah sebagian diambil oleh Syekh al-Syarafi. Bahkan tidak membayar dan malah minta ikhlas dihalalkan saja untuk dia.

Haedar Nashir

Namun karomah beliau muncul pada titik ini. Saat ia angkat tangannya menggenggam biji jinten, hatinya berdoa kepada Allah maka luluh hati mereka yang berada di sekitar itu. Tiba-tiba ada yang berkata: "Biji jinten yang telah disentuh oleh seorang Syekh pasti barokah." Orang yang berkerumun berebut membeli biji jinten itu. Walhasil, anak itu pulang membawa 70 dinar emas ke rumah ibunya. Subhanallah!

Ibnu Arabi bercerita bagaimana di depan matanya sendiri ia menyaksikan karomah sang guru menolong anak kecil itu dengan cara yang di luar nalar.

Kawan, seringkali di saat kesusahan kita malah mengalami kerugian. Kata orang, ini ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga pula. Namun yakinlah dengan kekuatan doa dan keikhlasan hati. Apa yang sudah direnggut oleh tangan-Nya tidaklah tersisa kecuali barokah. Bi yadikal khair. Di tangan-Nya semua kebajikan.

Di balik kesulitan, ada kemudahan

Sungguh di balik kesulitan, ada kemudahan

Begitu Al-Quran merekam janji Allah SWT. Masihkah kita tidak mempercayainya?

Para kekasih Allah itu bekerja menurut apa yang Allah skenariokan. Apa yang terlihat sebuah kerugian di mata manusia boleh jadi merupakan sarana datangnya keberkahan.

Untukmu kawan yang tengah dirundung berbagai kesulitan hidup, berdoalah agar hati kita seperti biji jinten yang disentuh oleh tangan kekasih-Nya. Ikhlaskanlah apa yang telah terambil, nanti Allah ganti semuanya dengan caraNya. Berkah... berkah… berkah.



Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School


Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu, Pahlawan Haedar Nashir