Sabtu, 19 November 2016

KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka

Jakarta, Haedar Nashir. Peringatan Hari Lahir atau Harlah ke-88 Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta, Jum’at (31/1) malam, diliputi suasana duka menyusul wafatnya Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh pada Jum’at (24/1) lalu. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memulai ceramahnya dengan berdoa dan mengenang pemimpin tertinggi NU itu.

KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka

“Kita bersyukur sekaligus berduka. Bersyukur karena NU saat ini bertambah usia. NU sudah berusia 88 tahun. Kita berduka karena baru saja kita ditinggal ole Rais Aam Almukarram Syekh KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,” kata Kiai Said.

KH Sahal Mahfudh adalah seorang yang alim, terutama di bidang fiqih dan ushul fiqih. Salah satu kitab monumental yang ditulis adalah Thariqatul Husul yang merupakan penjelasan dari kitab Ghayatul Wushul karya ulama Syafiiyah terkemuka, Syekh Zakariya Al-Anshari.

“Kitab? Ghayatul Wushul itu merupakan kitab ushul fiqh yang cukup sulit, namun Kiai Sahal melalui Thariqatul Husul membuat kitab Syekh Zakaria itu jadi mudah. Dan kitab itu ditulis Kiai Sahal pada saat berusia 24 tahun,” kata Kiai Said.

Haedar Nashir

“Kealiman Kiai Sahal tidak diragukan lagi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya sembari merinci tujuh kitab berbahasa Arab yang ditulis Kiai Sahal.

Kiai Said melanjutkan, Kiai Sahal merupakan sosok yang patut diteladani. “Beliau adalah sosok yang sangat kuat memegang prinsip. Bahasa kita, beliau itu sulit untuk dilobi,” kata Kiai Said di hadapan sekitar seribu warga Nahdliyin yang hadir yang memenuhi aula utama PBNU, termasuk sejumlah kader NU yang aktif di partai politik dan menduduki pos-pos penting di pemerintahan.

Haedar Nashir

Tasyakuran Peringatan Harlah ke-88 didahului dengan pembacaan tahlil dan doa bersama untuk para pendiri dan tokoh NU. Sejumlah keluarga pendiri dan tokoh NU hadir, antara lain, keluarga KH Hasyim As’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, KH Ma’shum, KH Zainul Arifin, KH Djamaluddin Malik, H. Asrul Sani, H Mahbub Djunaidi, dan KH Idham Chalid. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam, Doa Haedar Nashir

Hiruk-Pikuk Menjelang Lebaran di Damaskus

Tidak jauh berbeda dari Indonesia, menjelang Idul Fitri di Damaskus, Suriah, pasar tradisional dan tempat perbelanjaan ramai dikunjungi warga. Uniknya, di Damaskus, tempat perbelanjaan dan mall baru buka setelah shalat tarawih dan ramai hingga menjelang sahur.

Pusat-pusat belanja di Damaskus, seperti Pasar Hamidiye, Jisr Abyad, Hamra, Sya’laan, Salihiye, dan mall-mall seperti Mall Town Center, Mall Qasiun, Cham City Center dan lainnya juga penuh sesak dengan para pengunjung yang berbelanja untuk kebutuhan menjelang lebaran. Bazar Idul Fitri juga banyak digelar, seperti di Orient Club, yang menjual banyak kebutuhan warga dengan harga yang “miring”. Hiruk pikuk menjelang lebaran seolah melupakan krisis yang masih terjadi, melupakan segala kesedihan.

Hiruk-Pikuk Menjelang Lebaran di Damaskus (Sumber Gambar : Nu Online)
Hiruk-Pikuk Menjelang Lebaran di Damaskus (Sumber Gambar : Nu Online)

Hiruk-Pikuk Menjelang Lebaran di Damaskus

Tua muda sibuk berbelanja pakaian untuk dipakai di hari lebaran, ibu-ibu rumah tangga sibuk berbelanja bahan makanan/kue atau membeli kue instan serta kebutuhan rumah tangga lainnya, sedangkan bapak-bapak sibuk mengantar keluarga membeli kebutuhan keluarga dan tidak lupa menyiapkan uang tukaran untuk dibagikan kepada anak-anak. Tidak ketinggalan arena bermain sementara juga sedang dipasang di lapangan atau taman-taman untuk kebutuhan main anak-anak. Kebiasaan yang tidak jauh berbeda dari yang kita dapati di Tanah Air.

Haedar Nashir

Dubes RI untuk Suriah, Djoko Harjanto, turut memantau fenomema unik ini dengan melihat ke lapangan secara langsung membaur dengan warga dan meliput keramaian aktivitas tengah malam menjelang akhir Ramadhan.

“Suatu pemandangan unik dan istimewa di negara yang masih dilanda krisis sejak lebih dari 5 tahun ini, tetapi kegembiraan menyambut lebaran mengalahkan suasana krisis,” ujar Dubes Djoko dalam siaran pers Ahad (3/7) malam.

Haedar Nashir

Tidak hanya di pusat perbelanjaan, kegiatan ibadah keagamaan di masjid-masjid Damaskus juga? tidak kalah semaraknya selama bulan suci Ramadhan, terutama pada malam 27 Ramadhan. Jemaah berbondong ke masjid menghidupkan malam lailatul qadar. Tua-muda, besar-kecil, laki-laki dan perempuan semua ke masjid beribadah bersama, berdoa bersama untuk keselamatan Suriah dan berakhirnya krisis sesegera mungkin. Saking banyaknya, jemaah masjid hingga membludak ke jalanan di luar masjid.

Begitulah kebiasaan dan suasana umum menjelang Lebaran di Damaskus yang tetap semarak di tengah situasi krisis yang belum usai. Rona bahagia, tertutama pada anak-anak, tetap terpancar meski ancaman konflik dan kekerasan masih menghantui. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional Haedar Nashir

Minggu, 13 November 2016

MTQ Nasional, Kebahagiaan Seluruh Umat Beragama

Mataram, Haedar Nashir - Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat nasional menjadi kesukacitaan dan kebahagiaan bagi seluruh warga Nusa Tenggara Barat. Gubernur NTB TGH Zainul Majdi mengatakan hal tersebut saat berpidato pada upacara pembukaan MTQN di gedung Islamic Centre NTB yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan ibu negara Iriana Jokowi, Sabtu (30/7) malam.

“Jika Bapak Presiden perhatikan, ratusan lampion dari jalan sampai jalan Pejanggik, itu dipasang oleh saudara-saudara kita dari warga Tionghoa. Ini menjadi tradisi baru bagi kita sebab MTQ menjadi kebahagiaan seluruh umat beragama,” ujar Gubernur disambut aplaus ribuan hadirin.

MTQ Nasional, Kebahagiaan Seluruh Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
MTQ Nasional, Kebahagiaan Seluruh Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

MTQ Nasional, Kebahagiaan Seluruh Umat Beragama

Dua minggu lalu, lanjut Gubernur Majdi, dirinya menerima surat dari salah seorang pendeta yang menyatakan dukungan atas gelaran MTQ. Mereka berharap bisa membantu terselenggaranya hajatan nasional tersebut sembari menanyakan kepada siapa mereka musti koordinasi.

“Pendeta dan sekretarisnya menyampaikan bahwa kami mendukung penuh MTQ dan kami berharap apa yang bisa kami bantu dan kepada siapa kami harus berkoordinasi,” paparnya yang lagi-lagi disambut tepuk tangan membahana ribuan warga yang menyaksikan pidato tersebut melalui layar lebar.

Haedar Nashir

Menurut Tuan Guru Bajang, sapaan akrabnya, ini merupakan tradisi baru yang membahagiakan. Pasalnya, seluruh umat beragama di NTB dari Kristiani, Katolik, bahkan para pecalang Hindu turut serta mengamankan venue-venue dan lokasi-lokasi tempat perhelatan MTQ.

Haedar Nashir

“Hal ini menggambarkan Bapak Presiden, bahwa MTQ ini ada kesukacitaan, kesyukuran, dan kebahagiaan sekaligus kehormatan bagi kami semua,” tuturnya bangga.

Dalam kesempatan tersebut, atas nama seluruh masyarakat NTB gubernur lulusan Universitas Al-Azhar Kairo ini juga menyampaikan permohonan maaf bila dalam penyelenggaraan MTQ dan penerimaan warganya masih banyak kekurangan.

“Khususnya kepada Bapak Presiden, para duta besar, para ulama dari 13 negara Islam yang sedang ikut konferensi internasional bersamaan dengan MTQ ini,” katanya.

Gubernur juga meminta para tamu yang hadir pada acara pembukaan MTQ agar sering berkunjung ke NTB. “Sering-seringlah ke sini, pasti Bapak Ibu akan menemukan hal-hal bermanfaat, terima kasih,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Ahlussunnah, Doa Haedar Nashir

Jumat, 11 November 2016

PSSI Riau Sebut Istimewa Pembukaan Liga Santri Nusantara di Inhu

Indragiri Hulu, Haedar Nashir?

Liga Santri Nusantara Region V Provinsi Riau secara resmi dibuka Bupati Indragiri Hulu H. Yopi Arianto di Stadion Nara Singa Rengat 27 Agustus lalu. Acara ini dimulai dari pukul 20.00 hingga pukul 23.30 dihadiri oleh sekira 10.000 orang. Kick off dimeriahkan drumb band dari pesantren setempat yang diikuti oleh defile dari kafilah-kafilah perwakilan 16 pesantren se-Provinsi Riau yang mengikuti Liga Santri.?

Di antara pesantren-pesantren tersebut adalah Pondok Pesantren Salafiyah Babussalam, Pondok Pesantren Syamsyudildin, Pondok Pesantren Nurul Huda, Pondok Pesantren Darul Huda, Pondok Pesantren Al Majdiyah, Pondok Pesantren Khairul Ummah, Pondok Pesantren Al Ihsan, Pondok Pesantren Al Munawwarah, Pondok Pesantren Al Hidayah, Pondok Pesantren Darun Nahda, Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Pondok Pesantren Jabal Nur, Pondok Pesantren Al Kautsar, Pondok Pesantren Tebuireng 4, Pondok Pesantren Baqiyyatussyadiyyah, dan Pondok Pesantren Raudlatul Jannah.

PSSI Riau Sebut Istimewa Pembukaan Liga Santri Nusantara di Inhu (Sumber Gambar : Nu Online)
PSSI Riau Sebut Istimewa Pembukaan Liga Santri Nusantara di Inhu (Sumber Gambar : Nu Online)

PSSI Riau Sebut Istimewa Pembukaan Liga Santri Nusantara di Inhu

Dalam sambutannya, Ketua PSSI Asprov Riau menyebut bahwa pembukaan LSN Region V Riau-Kepri ini meriah sekali dan sudah setara perhelatan SEA Games. "Bayangkan, Indragiri Hilir ini jauh dari ibukota provinsi, tetapi lihatlah ia berani menyelenggarakan event sepakbola di malam hari. Kalau bukan infrastruktur memadai, ini tidak akan terjadi. Inilah istimewanya Liga Santri," ujar Chaidir Ketua Pengprov PSSI Riau.

Sementara itu, Bupati Indragiri Hulu dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Kemenpora dan PBNU atas terselenggaranya Liga Santri. "Pembibitan sepakbola kita harus dimulai sejak dini. Liga Santri ini membantu PSSI untuk menyelenggarakan kompetisi sepakbola di Usia-16. Ini sangat strategis mengingat belum ada kompetisi yang masif dan teratruktur di usia ini," tutur Yopi.

Labih lanjut Yopi mengungkapkan kebanggaannya pada NU. "Sebagai kepala daerah saya sangat bangga kepada NU. Bukan saja karena saya seorang Nahdliyin, tetapi karena sejarah berdirinya negara ini tidak bisa dipisahkan dari keringat, darah dan airmata para kiai, santri dan pesantren yang merupakan basis gerakan dari jam’iyah Nahdlatul Ulama," kata Yopi berapi-api.

Haedar Nashir

Tampak hadir dalam acara tersebut adalah Kadispora Provinsi Riau Doni Aprialdi, perwakilan Kapolda Riau, Kapolres Inhu, Forkompuda Provinsi Riau, Jajaran PWNU Provinsi Riau, Jajaran PCNU Inhu dan pengurus MWC NU se-Kabuoten Inhu. Selain itu perhelatan ini juga diikuti oleh seluruh pesantren dan madrasah di Inhu.

Sementara itu dari Panitia Nasional LSN diwakili oleh jajaran direksi, antara lain Cornelius Ariyanto Wibisono, Ade Abdul Aziz, dan Irham Saifuddin. Acara tersebut langsung dikoordinasikan oleh Koordinator Region V Riau-Kepri Ribhan Dwi Jayana. (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir IMNU, Nusantara Haedar Nashir

Kamis, 03 November 2016

Wakapolri Pimpin Upacara Hari Santri Nasional di Monas

Jakarta, Haedar Nashir. Wakapolri Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Syafruddin didaulat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2016 di Monas Jakarta, Sabtu (22/10).?

Jenderal Bintang tiga ini mengingatkan kepada generasi muda pada umumnya agar bisa meneladani kaum santri. Sebab merekalah elemen generasi muda bangsa yang selalu membangun semngat cinta tanah air.

Wakapolri Pimpin Upacara Hari Santri Nasional di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakapolri Pimpin Upacara Hari Santri Nasional di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakapolri Pimpin Upacara Hari Santri Nasional di Monas

“Saat ini, santri juga menjadi pioner pengembangan Iptek dan Imtak sekaligus sebagai modal memajukan bangsa Indonesia,” ujar Komjen Syafruddin di hadapan sekiat 50.000 santri yang memadati halaman Monas bagian utara.

Syafruddin yang hadir didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan mengimbau kepada masyarakat Indonesia pada umumnya agar bahu-membahu mewujudkan negara yang aman, damai, ramah, dan toleran.

Haedar Nashir

Hal itu menyikapi sering terjadinya tindakan anarkis dari segilintir kelompok dengan mengindahkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang santun dan ramah. Menurutnya, santri harus terus ikut aktif menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Apel akbar dan upacara Hari Santri di Monas dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, para pimpinan Ormas Islam yang tergabung dalam LPOI, para menteri kabinet, jajaran kepolisian dan TNI, serta para pengurus lembaga dan banom NU. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Aswaja, Pertandingan Haedar Nashir

Haedar Nashir

Rabu, 02 November 2016

Universitas Al-Ahgaff Yaman Ingatkan Lulusan Bawa Islam Moderat

Tarim, Haedar Nashir

Universitas Al-Ahgaff Tarim, Yaman, kembali menggelar wisuda mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum di auditorium kampus setempat. Peserta wisuda yang memasuki angkatan ke-17 ini didominasi mahasiswa asal Indonesia.

Selain prosesi wisuda, acara ini juga menjadi malam penghargaan Dekan lama Fakultas Syariah dan Hukum DR. Muhammad Abdul Qadir Al-Aydrus yang dinilai telah banyak bersumbangsih untuk Universitas Al-Ahgaff.

Universitas Al-Ahgaff Yaman Ingatkan Lulusan Bawa Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas Al-Ahgaff Yaman Ingatkan Lulusan Bawa Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas Al-Ahgaff Yaman Ingatkan Lulusan Bawa Islam Moderat

“Bawalah Islam yang moderat, walaupun dengan sekte yang berbeda,” kata DR. Muhammad dalam sambutannya, Kamis (28/4) malam itu. “Yang menjadikan Al-Ahgaff masih konsisten menjadi universitas unggulan ini tidak lepas dari jasa besar qism at-tasjil, yang bersikukuh menjaga ketertiban kemahasiswaan dari dulu sampai sekarang,” tambahnya.

Haedar Nashir

Melalui rekaman singkat berdurasi sekitar 5 menit, Rektor Universitas Al-Ahgaff Prof DR Abdullah Muhammad Baharun yang berhalangan hadir mengatakan, ”Sungguh kalian (para wisudawan) telah ditakdirkan belajar di bumi Tarim yang berkah, untuk belajar adab, akhlak dan ilmu syariah.”

Haedar Nashir

Ia lalu memberikan tiga pesan, yakni agar mahasiswa senantiasa berterima kasih kepada sesama manusia, tak berhenti belajar dan membaca buku, serta menyambung silaturahim di kalangan mahasiswa.

Hadir pula dalam kesempatan ini Dekan Fakultas baru, Al-Ustadz Abdullah Awadh bin Smith, Syekh Muhammad Al-Khatib, DR Abdurrahman As-Seggaf Rais Qism Ushul dan Fiqih, DR Alawy Abdul Qadir Al-Aydrus Rais Qism Abhats wal Ifta, Al-Ustadz Abdullah Husain Al-Aydrus Rais Qism Al-Aalat, Al-Ustadz Arafat Al-Maqdi Rais Qism Qanun, sejumlah tamu undangan dan seluruh mahasiswa dari berbagai lintas negara.

Ada sekitar 69 mahasiswa di antaranya 50 mahasiswa berasal dari Indonesia, 1 mahasiswa Malaysia, 1 mahasiswa Thailand, dan sisanya adalah 8 mahasiswa? Yaman dan 9 Somalia.

Sebelum sambutan Dekan baru, secara simbolis mahasiswa angkatan 17 juga memberikan kenang-kenangan berupa podium berlambang Al-Ahgaff yang merupakan sebuah kejutan hadirin malam itu. “Masa depan di pundak kalian, setelah keluar dari sini, peranan apa yang kalian bawa untuk perubahan ummat? Selalu tebarkanlah rasa kasih sayang di antara sesame,” tegas Dekan Fakultas Ustadz Abdullah Awadh. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah, Makam, Santri Haedar Nashir

Sabtu, 29 Oktober 2016

Bersama BNN, Pelajar NU Siap Perangi Narkoba

Jakarta, Haedar Nashir. Ikatan Pelajar Nahlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) berkomitmen turut memberantas narkoba di kalangan pelajar.

Komitmen ini diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman antara IPNU, IPPNU, dan BNN di aula lantai 8 gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (21/2). Penandatanganan dilakukan Ketua PP IPNU Khairul Anam HS, Ketua PP IPPNU Farida Farichah, dan Deputi Bidang Pencegahan BNN Yappi Manafe.

Bersama BNN, Pelajar NU Siap Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama BNN, Pelajar NU Siap Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama BNN, Pelajar NU Siap Perangi Narkoba

Anam mengapresiasi ajakan BNN untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba. Dengan melibatkan 412 pimpinan cabang aktif yang tersebar di 30 wilayah, kerja sama ini menjadi momentum positif bagi gerakan anti-narkoba.

Haedar Nashir

Farida menambahkan, selain jumlah kader yang ditaksir mencapai 3 juta anggota, IPPNU kini juga aktif di sedikitnya 200 sekolah. ”Ini merupakan potensi. Semoga kerja sama ini tak berhenti pada slogan saja, tapi harus disertai program dan kerja konkret. Dan IPPNU siap menjalankan ini,” tegasnya.

Yappi, atas nama Ketua BNN, mengatakan, IPNU dan IPPNU merupakan institusi yang tepat bagi BNN untuk menyinergikan peran, khususnya dalam upaya pencegahan penyalahgunaan di lingkungan pendidikan yang jumlahnya terus meningkat.

Haedar Nashir

”Total kerugian, baik sosial ataupun ekonomi, dari barang haram ini mencapai 48,2 triliun. Itu untuk tahun 2011. Belum lagi dampak buruk pada kasusu hukum dan kesehatan,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua Penguru Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Iqbal Sulam, Sekretaris Jendral PBNU H Marsdi Syuhud, Deputi Bidang Rehabilitasi BNN Rusman Suria Kusuma, dan Direktur Kerja Sama Charles Victor Sitorus, ikut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax Haedar Nashir