| KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka (Sumber Gambar : Nu Online) |
KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka
“Kita bersyukur sekaligus berduka. Bersyukur karena NU saat ini bertambah usia. NU sudah berusia 88 tahun. Kita berduka karena baru saja kita ditinggal ole Rais Aam Almukarram Syekh KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,” kata Kiai Said.KH Sahal Mahfudh adalah seorang yang alim, terutama di bidang fiqih dan ushul fiqih. Salah satu kitab monumental yang ditulis adalah Thariqatul Husul yang merupakan penjelasan dari kitab Ghayatul Wushul karya ulama Syafiiyah terkemuka, Syekh Zakariya Al-Anshari.
“Kitab? Ghayatul Wushul itu merupakan kitab ushul fiqh yang cukup sulit, namun Kiai Sahal melalui Thariqatul Husul membuat kitab Syekh Zakaria itu jadi mudah. Dan kitab itu ditulis Kiai Sahal pada saat berusia 24 tahun,” kata Kiai Said.
Haedar Nashir
“Kealiman Kiai Sahal tidak diragukan lagi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya sembari merinci tujuh kitab berbahasa Arab yang ditulis Kiai Sahal.Kiai Said melanjutkan, Kiai Sahal merupakan sosok yang patut diteladani. “Beliau adalah sosok yang sangat kuat memegang prinsip. Bahasa kita, beliau itu sulit untuk dilobi,” kata Kiai Said di hadapan sekitar seribu warga Nahdliyin yang hadir yang memenuhi aula utama PBNU, termasuk sejumlah kader NU yang aktif di partai politik dan menduduki pos-pos penting di pemerintahan.
Haedar Nashir
Tasyakuran Peringatan Harlah ke-88 didahului dengan pembacaan tahlil dan doa bersama untuk para pendiri dan tokoh NU. Sejumlah keluarga pendiri dan tokoh NU hadir, antara lain, keluarga KH Hasyim As’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, KH Ma’shum, KH Zainul Arifin, KH Djamaluddin Malik, H. Asrul Sani, H Mahbub Djunaidi, dan KH Idham Chalid. (A. Khoirul Anam)Dari Nu Online: nu.or.id
Haedar Nashir Makam, Doa Haedar Nashir