Sabtu, 22 Juli 2017

Air Zamzam Palsu Produksi Semarang Dimusnahkan

Semarang, Haedar Nashir. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah memusnahkan ribuan liter air zamzam palsu yang disita dari sebuah pabrik di Mijen, Semarang, beberapa waktu lalu.

Polisi membuang air zamzam palsu yang menjadi bukti kejahatan itu ke saluran air di Markas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah di Semarang, Kamis.

Air Zamzam Palsu Produksi Semarang Dimusnahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Air Zamzam Palsu Produksi Semarang Dimusnahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Air Zamzam Palsu Produksi Semarang Dimusnahkan

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Djoko Poerbohadijoyo mengatakan pemusnahan tersebut telah memperoleh penetapan dari pengadilan.

Haedar Nashir

Pejabat Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah serta tersangka dan penasehat hukumnya menyaksikan polisi membuang air dalam ratusan botol dan jeriken siap edar itu ke saluran air.

Polisi menyita air zamzam palsu itu dalam penggerebekan di Semarang. Dalam penggerebekan itu polisi juga menyita sejumlah alat produksi berupa mesin penyaring air, mesin pengemas, serta ribuan kemasan air zamzam palsu siap edar dan menangkap pemilik pabrik. (antara/mukafi niam)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Budaya Haedar Nashir

PW Muslimat NU DKI Gelar Jalan Sehat

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Wilayah Muslimat NU DKI Jakarta mengadakan pawai jalan sehat. Jalan sehat diikuti arak-arakan panjang yang dimulai di muka Gedung PBNU Kramat Raya, Jakarta Pusat, Ahad (23/6) pagi. Arak-arakan panjang ibu-ibu Muslimat NU DKI Jakarta berakhir di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

PW Muslimat NU DKI Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
PW Muslimat NU DKI Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

PW Muslimat NU DKI Gelar Jalan Sehat

Sedikitnya 10.000 peserta arak-arakan jalan sehat. Mereka meliputi pengurus dan kader Muslimat NU DKI Jakarta mulai pengurus ranting hingga anak ranting Muslimat NU di Jakarta. Antara Gedung PBNU dan TIM, arak-arakan jalan sehat menyusuri jalan Raden Saleh, Cikini, dan Gondangdia Raya.

Gelar Jalan Sehat dan lomba menari serta mewarnai oleh siswa-siswi pendidikan anak usia dini (PAUD) binaan Muslimat NU diadakan dalam rangka memperingati harlah ke-67 Muslimat NU. 

Haedar Nashir

“Gerakan Jalan Sehat dimaksudkan bahwa Muslimat NU DKI Jakarta tidak hanya memerhatikan persoalan rohani dengan gerakan dakwah, tetapi juga kesehatan jasmani,” tegas Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj. Hizbiyah Rochim saat dihubungi Haedar Nashir, Ahad (23/6) siang.

Haedar Nashir

Peserta jalan sehat mengenakan seragam training dan kaos putih dengan lengan panjang hijau. Sementara bus dan angkutan yang mengantarkan mereka ke Gedung PBNU tengah memadati halaman parkir TIM.

Sementara Panitia Jalan Sehat Muslimat NU DKI Jakarta membagikan hadiah bagi pemenang lomba menari dan mewarnai yang diiukti oleh siswa-siswi pendidikan anak usia dini (PAUD) binaan Muslimat NU.

Dari atas panggung yang membelakangi Planetarium TIM, panitia membagikan doorprize berupa aneka alat elektronik dan sepeda motor.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Fragmen, Sunnah Haedar Nashir

“Ikrar Janjiku” Antologi Puisi IPNU-IPPNU Jepara

Jepara, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jepara meluncurkan antologi puisi berjudul “Ikrar Janjiku” di SMK Fadlun Nafis Bangsri Jepara, Jawa Tengah, Ahad (21/12) sore.

“Ikrar Janjiku” Antologi Puisi IPNU-IPPNU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
“Ikrar Janjiku” Antologi Puisi IPNU-IPPNU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

“Ikrar Janjiku” Antologi Puisi IPNU-IPPNU Jepara

Kegiatan bersamaan dengan Pelatihan Jurnalistik “Meraih Sukses dengan Jurnalistik” yang diikuti 55 pelajar MA sederajat se-Jepara.

Kumpulan 99 puisi karya pelajar Jepara itu merupakan hasil lomba cipta puisi tingkat MTs sederajat, MA sederajat dan Pimpinan Ranting se-Jepara dalam rangka hari Sumpah Pemuda dan Pahlawan yang diadakan beberapa waktu lalu.

Haedar Nashir

Pemberian judul antologi “Ikrar Janjiku” mengambil dari salah satu pemenang juara I lomba puisi tingkat MTs sederajat, yakni Alfi Lutfiah asal MTs NU Nahdlatul Fata Peketeyan Kedung Jepara.

Haedar Nashir

Ketua IPNU Cabang Jepara Muhammad Khoironi menyatakan, penerbitan antologi puisi merupakan wahana untuk mencurahkan ide kreatif pelajar bidang seni, utamanya puisi.

“Ikrar Janjiku, merupakan bukti kepedulian pelajar yang diwujudkan melalui bait-bait puisi,” terang Khoironi.

Farida Farichah, Ketua Umum PP IPPNU dalam endorsement buku itu memberikan apresiasi atas terbitnya antologi puisi. Senada dengan Khoironi mencipta puisi merupakan bentuk cipta rasa dan karsa dalam meningkatkan kreativitas dan sumber daya pelajar.

Dikemukakan Farida, dengan makin banyaknya ruang-ruang kreatif akan meminimalisir dampak negatif globalisasi. “Misalnya maraknya pemakaian narkoba di kalangan remaja, merosotnya moral dan semakin meningkatnya tindakan kekerasan teruatama terhadap pelajar perempuan,” imbuhnya.

Farida berharap dengan potensi dan semangat moral tinggi pelajar bisa berbuat lebih untuk kemajuan bangsa dan negara. Khoironi menambahkan lewat momen itu ia berharap semakin memacu pelajar Jepara dalam mengasah bakatnya bidang seni puisi. “Sehingga pelajar menjadi pelopor kebangkitan kesenian di Jepara,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya Haedar Nashir

Jumat, 21 Juli 2017

Ini Rekomendasi Bahtsul Masail Kongres Pergunu II Terkait Full Day School

Mojokerto, Haedar Nashir - Komisi Bahtsul Masail Kongres II Pergunu yang digelar di Mojokerto, Jumat (28/10) memfokuskan pembahasan pada bidang pendidikan terkait wacana pemerintah terhadap pemberlakuan Full Day School (FDS). Forum menganggap wacana ini apabila diberlakukan pasti memiliki plus dan minus.

Dalam konteks Nahdlatul Ulama di mana masyarakatnya banyak yang menyelenggarakan kegiatan diniyah, TPQ dan lain sebagainya, Full Day School jelas merugikan karena eksistensi lembaga diniyah dan TPQ yang menjadi karakteristik NU terancam bubar.

Ini Rekomendasi Bahtsul Masail Kongres Pergunu II Terkait Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Rekomendasi Bahtsul Masail Kongres Pergunu II Terkait Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Rekomendasi Bahtsul Masail Kongres Pergunu II Terkait Full Day School

Karena itu, forum menolak pemberlakukan FDS jika pelaksanaannya akan merugikan agama, siswa, orang tua, dan atau lembaga pendidikan lain seperti madrasah diniyah dan lain-lain. Forum menerima dengan catatan FDS dapat dikemas sinergi dengan kegiatan pendidikan lain.

Forum ini menghasilkan rekomendasi kepada pemerintah tentang masalah FDS sebagai berikut.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

1. Gagasan pemberlakukan Full Day School harus didahului dengan kajian komprehensif yang matang (dengar pendapat dari para pihak dan uji publik).

2. Jika Full Day School diberlakukan, maka standar minimal pendidikan harus dipenuhi oleh pemerintah (mengacu pada 8 SNP).

3. Full Day Learning dengan memperhatikan kearifan lokal .

4. Jika Full Day School didiberlakukan, maka penentuan pendidik agama harus disepakati/disetujui oleh wali murid.

5. Materi pendidikan moral dan atau karakter diperbanyak. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah Haedar Nashir

Kamis, 20 Juli 2017

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa

Magelang, Haedar Nashir

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyatakan kiai kampung memiliki peran besar terhadap pembangunan karakter bangsa.

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa

"Para kiai memiliki andil besar dalam pembangunan karakter, jati diri, dan kepribadian bangsa ini," katanya dalam pengajian umum dalam rangka haul dan khataman di Pondok Pesantren Raudhatut Thullab, di Wonosari Tempuran, Kabupaten Magelang, Jateng, Senin malam.

Ia mengatakan pertahanan dan ketahanan budaya harus diperkuat dalam menghadapi era globalisasi.

Ia menuturkan para ulama, kiai terutama kiai kampung setiap malam ceramah, mengaji jangan dikira kecil peranannya.

"Mereka ikut membangun karakter bangsa Indonesia sehingga dalam memasuki era globalisasi yang sangat ekstrem ini masih banyak umat Islam yang tidak terpengaruh arus globalisasi hasil andil para kiai membangun masyarakat," katanya.

Haedar Nashir

Menurut dia kondisi tersebut sangat jauh berbeda dengan ulama Timur Tengah, begitu memasuki era globalisasi para pemuda bangsa Arab yang sekolah di Amerika Serkat dan Eropa saat pulang ke negerinya masing-masing mereka berubah.

"Namun, bangsa Indonesia tidak. Memang juga ada yang berubah tetapi sedikit. Mereka pulang sekolah dari luar negeri tetap memiliki karakter sebagai bangsa Indonesia," katanya.

Haedar Nashir

Ia menuturkan karakter bangsa Indonesia masih lebih baik dibanding Timur Tengah yang budayanya hancur. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Rabu, 19 Juli 2017

Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP

Untuk memudahkan pembaca dalam mengakses Haedar Nashir, beberapa waktu lalu kami telah meluncurkan aplikasi android versi ke-2 yang telah mendapat beberapa penyempurnaan dari berbagai kekurangan yang ada pada versi sebelumnya. Berikut ini cara mengaplikasikannya:

Aplikasi android Haedar Nashir versi ke 2 ini dapat didownload melalui menu google play store. Ketik Haedar Nashir, atau klik link berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.NUonline.NUmobile2

Setelah didownload, Haedar Nashir versi android akan tampil sebagai menu tersendiri berupa logo NU yang bisa dengan mudah diakses sewaktu-waktu.

Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP

Pada aplikasi android yang baru ini, Haedar Nashir sudah dapat menyesuaikan ukuran tampilan layar pada berbagai versi android pengguna seperti ginger bread, honeycomb, Ice Cream Sandwidch, bahkan Jelly Bean. Pada ukuran huruf (fonts) juga sudah diperbesar, sehingga memudahkan pengakses utuk dapat membaca konten website serta bernavigasi di dalamnya.

Cara yang sama juga bisa dipakai untuk mengakses Radio NU (radio.nu.or.id) dan mengikuti Pengajian Ramadhan live dari beberapa pesantren. Bagi yang belum mendownload Radio Haedar Nashir, buka play store, lalu ketik Radio NU. Selanjutnya ikuti perintahnya.

Haedar Nashir

Selain versi android, versi mobile Haedar Nashir juga sudah diluncurkan sebelumnya. Tanpa harus mendownload versi android, ketika mengetikkan nu.or.id di HP yang terkoneksi dengan internet secara otomatis akan langsung mengarah pada http://m.nu.or.id.  Selanjutnya nikmati versi mobile Haedar Nashir dengan tampilan yang lebih sederhana. Di bagian bawah juga tersedia pilihan jika ingin kembali ke tampilan utama atau versi dekstop. (Puji Utomo/Ardyan Novanto Arnowo)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung

Bandung, Haedar Nashir. Puteri sulung Presiden ke-4 RI, Alissa Qotrunnada Munawaroh (Alissa Wahid) menjelaskan ihwal Sembilan nilai Gus Dur yang selama ini menjadi landasan perjuangannya.

“Kesembilan nilai itu adalah ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, persaudaraan, kesederhanaan, keksatriaan, kearifan lokal/tradisi,” ujar Alissa saat menjadi narasumber pada Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) yang diselenggarakan oleh Gusdurian Bandung di Aula Dakwah Kantor PWNU Jawa Barat, Jalan Galunggung, Kota Bandung, Ahad (15/1).

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga berharap kepada segenap generasi muda jangan hanya bangga pada sosok Gus Dur semata, melainkan meneladani nilai-nilai dan perjuangannya.

Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung

“Bagaimana generasi muda kemudian mampu menanamkan nilai-nilai yang diajarkan Gus Dur, tapi kemudian janganlah bangga dengan sosok Gusdur melainkan kepada nilai-nilai yang diperjuangkannya, karena Gus Dur telah meneladankan kepada kita sehingga bisa diteruskan,” jelasnya.

Lebih jauh dirinya menjelaskan bahwa di Indonesia tidak bisa hanya membicarakan Islam saja atau Indonesia saja, melainkan harus seimbang dan harus disatukan bahwa Islam kita adalah Islam Indonesia.

Haedar Nashir

“Konsep Islam Indonesia tentu bertujuan agar terwujud Islam yang Rahmatan lil Alamin. Dan mestinya kita harus sadar betul bahwa Nahdlatul Ulama (NU) ini adalah tulang punggung Islam di Indonesia,” tandasnya.

Kendati sebagai duta besar Islam di kancah dunia, Gus Dur dimata anaknya tersebut juga tidak melupakan bahwa Gus Dur berasal dari masyarakat desa dan tak ada bedanya dengan masyarakat pedesaan pada umumnya.

“Maka itu, Gus Dur ketika menghadiri pengajian-pengajian yang diselenggarakan di pelosok dan pedesaan, beliau sangat fasih dengan bahasa yang merakyat dan khas dengan gaya humorisnya sehingga beliau mudah diterima oleh masyarakat,” pungkasnya. (Ade Mahmudin/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Pesantren Haedar Nashir