Minggu, 23 Juli 2017

Presiden dan Masyarakat Peringati Maulid di Monas

Jakarta, Haedar Nashir. Sebagian umat muslim Jakarta memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 H di Lapangan Monumen Nasional (Monas) pada Selasa pagi.

Presiden dan Masyarakat Peringati Maulid di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden dan Masyarakat Peringati Maulid di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden dan Masyarakat Peringati Maulid di Monas

Warga yang kebanyakan mengenakan pakaian putih dan sebagian mengenakan jaket hitam bertulisan "Majelis Rasulullah" pada bagian belakang menghadiri acara yang berlangsung mulai sekitar pukul 08.00 sampai 10.00 WIB tersebut.

Lapangan Monas dipadati warga yang menghadiri acara yang juga dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. Sebagian bus dan mobil warga yang mengikuti acara tersebut diparkir di Jalan Merdeka Selatan.

Haedar Nashir

Peringatan Maulid Nabi yang dihadiri ribuan orang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi itu diisi dengan dzikir dan tausyiah oleh Habib Ahmad bin Jindan.

Haedar Nashir

Usai acara sebagian peserta melakukan konvoi menggunakan motor meninggalkan kawasan Monas dan sebagian lainnya berjalan kaki keluar dari area Monas ke kawasan Merdeka Barat dan Merdeka Timur, membuat para pengendara yang melewati jalanan itu memelankan laju kendaraan mereka.

Namun hal itu tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang. Aparat kepolisian terlihat mengatur lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Rasulullah Muhammad SAW merupakan pemimpin transformatif yang mampu mengubah masyarakat dari jaman kegelapan menuju era baru yang penuh iman.

"Kita berterimakasih pada Muhamad karena beliau telah mengajarkan Islam, membimbing kita, telah memimpin perubahan masa besar, yang sering kita sebut transformasi, dari jaman kegelapan ke jaman penuh cahaya iman," kata Presiden Yudhoyono.

Presiden dalam kesempatan itu mengatakan, pribadi Nabi Muhammad SAW merupakan pribadi paripurna yang harus menjadi teladan pemimpin. Nabi merupakan seorang pekerja keras, selalu menuntut ilmu, dan menjadi pengayom bagi masyarakatnya. 

"Beliau mengayomi semua, membangun toleransi, menjaga ukhuwah dan kerukunan bagi semua yang dipimpin. Ini cocok dikaitkan dengan Indonesia, umat Islam terbesar di dunia tetapi negara kita bangsa yang majemuk," kata Presiden. 

Presiden menambahkan, sifat-sifat kepemimpinan Nabi yang bekerja keras dan pantang untuk menyerah juga harus menjadi contoh bagi bangsa Indonesia untuk terus membangun dan tidak berputus asa. Menurut dia, tidak ada jalan pintas dalam menggapai cita-cita mulia. 

Presiden dalam kesempatan itu juga berpesan, mendekati pemilu 2014, agar semua komponen bangsa menjaga keamanan dan ketertiban serta terus meningkatkan kerukunan. (antara/mukafi niam)

Foto: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Habib, Anti Hoax Haedar Nashir

Pesantren Lirboyo, Dari Bela Diri Tradisional Hingga Pameran Akik

Kediri, Haedar Nashir. Serangkaian kegiatan dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri dalam rangka menyambut Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang dan Reuni Akbar Pesantren Lirboyo Kediri ke-115.?

Pesantren Lirboyo, Dari Bela Diri Tradisional Hingga Pameran Akik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Lirboyo, Dari Bela Diri Tradisional Hingga Pameran Akik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Lirboyo, Dari Bela Diri Tradisional Hingga Pameran Akik

Diantara kegiatan yang diselenggarakan, yaitu Pasar Rakyat, Pameran Batu Nusantara (Akik) dan Pencak Dor (Open Bar) atau pertarungan terbuka, yakni sebuah pertandingan pencak silat atau beladiri tradisional antar-jawara se-Karesidenan Kediri.?

Acara yang dimulai sejak tanggal 19-26 Mei 2015 itu diselenggarakan atas kerja sama antara Keluarga Besar Pesantren Lirboyo, PCNU Kota Kediri dan PC GP Ansor Kota Kediri serta PT Gudang Garam Kediri.

Haedar Nashir

“Pasar Rakyat dan pameran Akik kita selenggarakan mulai tanggal 19-26 Mei 2015. Khusus untuk pameran Batu Nusantara kita mulai pukul 15.00 sampai pukul 22.00,” ungkap Gus Mamik, salah seorang panitia penyelenggara, Kamis (21/5).

Menurut Ketua GP Ansor Kota Kediri itu, selama pameran batu Nusantara berlangsung akan dilakukan juga lelang On The Sport. “Lelang akan dilakukan ? setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai,” katanya.

Haedar Nashir

Selain gelar pameran batu yang saat ini sedang digandrungi masyarakat tersebut, lanjut Gus Mamik, panitia juga akan menggelar kesenian beladiri tradisional warga NU Majapahitan berupa Pencak Dor (Open Bar) atau pertarungan terbuka.?

Dikatakannya pertarungan terbuka, karena setiap jawara pencak silat yang tampil tidak akan pilih-pilih lawan yang akan dihadapi. Semua dilakukan secara terbuka satu lawan satu sesuai aturan di dunia pencak dor. “Siapa saja boleh ambil bagian di acara ini. Yang penting berani dan memiliki teknik bertanding,” terangnya. ?

Biasanya, tandas Mamik, para jawara pencak dor dari masing-masing kabupaten di sekitar Kediri akan tumplek blek di lapangan Aula Muktamar untuk ikut ambil bagian. Tidak jarang Open Bar disaksikan puluhan ribu penonton.? “Ini kesenian klasik yang ? masih bertahan di wilayah Karesidenan Kediri,” katanya. (Imam Kusnin/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pemurnian Aqidah Haedar Nashir

Sabtu, 22 Juli 2017

Air Zamzam Palsu Produksi Semarang Dimusnahkan

Semarang, Haedar Nashir. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah memusnahkan ribuan liter air zamzam palsu yang disita dari sebuah pabrik di Mijen, Semarang, beberapa waktu lalu.

Polisi membuang air zamzam palsu yang menjadi bukti kejahatan itu ke saluran air di Markas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah di Semarang, Kamis.

Air Zamzam Palsu Produksi Semarang Dimusnahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Air Zamzam Palsu Produksi Semarang Dimusnahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Air Zamzam Palsu Produksi Semarang Dimusnahkan

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Djoko Poerbohadijoyo mengatakan pemusnahan tersebut telah memperoleh penetapan dari pengadilan.

Haedar Nashir

Pejabat Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah serta tersangka dan penasehat hukumnya menyaksikan polisi membuang air dalam ratusan botol dan jeriken siap edar itu ke saluran air.

Polisi menyita air zamzam palsu itu dalam penggerebekan di Semarang. Dalam penggerebekan itu polisi juga menyita sejumlah alat produksi berupa mesin penyaring air, mesin pengemas, serta ribuan kemasan air zamzam palsu siap edar dan menangkap pemilik pabrik. (antara/mukafi niam)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Budaya Haedar Nashir

PW Muslimat NU DKI Gelar Jalan Sehat

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Wilayah Muslimat NU DKI Jakarta mengadakan pawai jalan sehat. Jalan sehat diikuti arak-arakan panjang yang dimulai di muka Gedung PBNU Kramat Raya, Jakarta Pusat, Ahad (23/6) pagi. Arak-arakan panjang ibu-ibu Muslimat NU DKI Jakarta berakhir di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

PW Muslimat NU DKI Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
PW Muslimat NU DKI Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

PW Muslimat NU DKI Gelar Jalan Sehat

Sedikitnya 10.000 peserta arak-arakan jalan sehat. Mereka meliputi pengurus dan kader Muslimat NU DKI Jakarta mulai pengurus ranting hingga anak ranting Muslimat NU di Jakarta. Antara Gedung PBNU dan TIM, arak-arakan jalan sehat menyusuri jalan Raden Saleh, Cikini, dan Gondangdia Raya.

Gelar Jalan Sehat dan lomba menari serta mewarnai oleh siswa-siswi pendidikan anak usia dini (PAUD) binaan Muslimat NU diadakan dalam rangka memperingati harlah ke-67 Muslimat NU. 

Haedar Nashir

“Gerakan Jalan Sehat dimaksudkan bahwa Muslimat NU DKI Jakarta tidak hanya memerhatikan persoalan rohani dengan gerakan dakwah, tetapi juga kesehatan jasmani,” tegas Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj. Hizbiyah Rochim saat dihubungi Haedar Nashir, Ahad (23/6) siang.

Haedar Nashir

Peserta jalan sehat mengenakan seragam training dan kaos putih dengan lengan panjang hijau. Sementara bus dan angkutan yang mengantarkan mereka ke Gedung PBNU tengah memadati halaman parkir TIM.

Sementara Panitia Jalan Sehat Muslimat NU DKI Jakarta membagikan hadiah bagi pemenang lomba menari dan mewarnai yang diiukti oleh siswa-siswi pendidikan anak usia dini (PAUD) binaan Muslimat NU.

Dari atas panggung yang membelakangi Planetarium TIM, panitia membagikan doorprize berupa aneka alat elektronik dan sepeda motor.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Fragmen, Sunnah Haedar Nashir

“Ikrar Janjiku” Antologi Puisi IPNU-IPPNU Jepara

Jepara, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jepara meluncurkan antologi puisi berjudul “Ikrar Janjiku” di SMK Fadlun Nafis Bangsri Jepara, Jawa Tengah, Ahad (21/12) sore.

“Ikrar Janjiku” Antologi Puisi IPNU-IPPNU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
“Ikrar Janjiku” Antologi Puisi IPNU-IPPNU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

“Ikrar Janjiku” Antologi Puisi IPNU-IPPNU Jepara

Kegiatan bersamaan dengan Pelatihan Jurnalistik “Meraih Sukses dengan Jurnalistik” yang diikuti 55 pelajar MA sederajat se-Jepara.

Kumpulan 99 puisi karya pelajar Jepara itu merupakan hasil lomba cipta puisi tingkat MTs sederajat, MA sederajat dan Pimpinan Ranting se-Jepara dalam rangka hari Sumpah Pemuda dan Pahlawan yang diadakan beberapa waktu lalu.

Haedar Nashir

Pemberian judul antologi “Ikrar Janjiku” mengambil dari salah satu pemenang juara I lomba puisi tingkat MTs sederajat, yakni Alfi Lutfiah asal MTs NU Nahdlatul Fata Peketeyan Kedung Jepara.

Haedar Nashir

Ketua IPNU Cabang Jepara Muhammad Khoironi menyatakan, penerbitan antologi puisi merupakan wahana untuk mencurahkan ide kreatif pelajar bidang seni, utamanya puisi.

“Ikrar Janjiku, merupakan bukti kepedulian pelajar yang diwujudkan melalui bait-bait puisi,” terang Khoironi.

Farida Farichah, Ketua Umum PP IPPNU dalam endorsement buku itu memberikan apresiasi atas terbitnya antologi puisi. Senada dengan Khoironi mencipta puisi merupakan bentuk cipta rasa dan karsa dalam meningkatkan kreativitas dan sumber daya pelajar.

Dikemukakan Farida, dengan makin banyaknya ruang-ruang kreatif akan meminimalisir dampak negatif globalisasi. “Misalnya maraknya pemakaian narkoba di kalangan remaja, merosotnya moral dan semakin meningkatnya tindakan kekerasan teruatama terhadap pelajar perempuan,” imbuhnya.

Farida berharap dengan potensi dan semangat moral tinggi pelajar bisa berbuat lebih untuk kemajuan bangsa dan negara. Khoironi menambahkan lewat momen itu ia berharap semakin memacu pelajar Jepara dalam mengasah bakatnya bidang seni puisi. “Sehingga pelajar menjadi pelopor kebangkitan kesenian di Jepara,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya Haedar Nashir

Jumat, 21 Juli 2017

Ini Rekomendasi Bahtsul Masail Kongres Pergunu II Terkait Full Day School

Mojokerto, Haedar Nashir - Komisi Bahtsul Masail Kongres II Pergunu yang digelar di Mojokerto, Jumat (28/10) memfokuskan pembahasan pada bidang pendidikan terkait wacana pemerintah terhadap pemberlakuan Full Day School (FDS). Forum menganggap wacana ini apabila diberlakukan pasti memiliki plus dan minus.

Dalam konteks Nahdlatul Ulama di mana masyarakatnya banyak yang menyelenggarakan kegiatan diniyah, TPQ dan lain sebagainya, Full Day School jelas merugikan karena eksistensi lembaga diniyah dan TPQ yang menjadi karakteristik NU terancam bubar.

Ini Rekomendasi Bahtsul Masail Kongres Pergunu II Terkait Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Rekomendasi Bahtsul Masail Kongres Pergunu II Terkait Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Rekomendasi Bahtsul Masail Kongres Pergunu II Terkait Full Day School

Karena itu, forum menolak pemberlakukan FDS jika pelaksanaannya akan merugikan agama, siswa, orang tua, dan atau lembaga pendidikan lain seperti madrasah diniyah dan lain-lain. Forum menerima dengan catatan FDS dapat dikemas sinergi dengan kegiatan pendidikan lain.

Forum ini menghasilkan rekomendasi kepada pemerintah tentang masalah FDS sebagai berikut.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

1. Gagasan pemberlakukan Full Day School harus didahului dengan kajian komprehensif yang matang (dengar pendapat dari para pihak dan uji publik).

2. Jika Full Day School diberlakukan, maka standar minimal pendidikan harus dipenuhi oleh pemerintah (mengacu pada 8 SNP).

3. Full Day Learning dengan memperhatikan kearifan lokal .

4. Jika Full Day School didiberlakukan, maka penentuan pendidik agama harus disepakati/disetujui oleh wali murid.

5. Materi pendidikan moral dan atau karakter diperbanyak. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah Haedar Nashir

Kamis, 20 Juli 2017

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa

Magelang, Haedar Nashir

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyatakan kiai kampung memiliki peran besar terhadap pembangunan karakter bangsa.

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa

"Para kiai memiliki andil besar dalam pembangunan karakter, jati diri, dan kepribadian bangsa ini," katanya dalam pengajian umum dalam rangka haul dan khataman di Pondok Pesantren Raudhatut Thullab, di Wonosari Tempuran, Kabupaten Magelang, Jateng, Senin malam.

Ia mengatakan pertahanan dan ketahanan budaya harus diperkuat dalam menghadapi era globalisasi.

Ia menuturkan para ulama, kiai terutama kiai kampung setiap malam ceramah, mengaji jangan dikira kecil peranannya.

"Mereka ikut membangun karakter bangsa Indonesia sehingga dalam memasuki era globalisasi yang sangat ekstrem ini masih banyak umat Islam yang tidak terpengaruh arus globalisasi hasil andil para kiai membangun masyarakat," katanya.

Haedar Nashir

Menurut dia kondisi tersebut sangat jauh berbeda dengan ulama Timur Tengah, begitu memasuki era globalisasi para pemuda bangsa Arab yang sekolah di Amerika Serkat dan Eropa saat pulang ke negerinya masing-masing mereka berubah.

"Namun, bangsa Indonesia tidak. Memang juga ada yang berubah tetapi sedikit. Mereka pulang sekolah dari luar negeri tetap memiliki karakter sebagai bangsa Indonesia," katanya.

Haedar Nashir

Ia menuturkan karakter bangsa Indonesia masih lebih baik dibanding Timur Tengah yang budayanya hancur. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir