Kamis, 10 Agustus 2017

Festival Hadrah dan Pameran Ekonomi Ramaikan Rakercab Ansor Boyolali

Boyolali, Haedar Nashir. Berbagai kegiatan telah disiapkan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Boyolali, Jawa Tengah, untuk meramaikan kegiatan Rakercab yang diselenggarakan di Pesantren Zumrotut Tholibin Andong Boyolali, akhir pekan ini (17-19/4).

Festival Hadrah dan Pameran Ekonomi Ramaikan Rakercab Ansor Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
Festival Hadrah dan Pameran Ekonomi Ramaikan Rakercab Ansor Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

Festival Hadrah dan Pameran Ekonomi Ramaikan Rakercab Ansor Boyolali

Hal tersebut diterangkan Ketua PC GP Ansor Boyolali, Choiruddin Ahmad, saat dihubungi Haedar Nashir, Jumat (17/4).

“Kegiatan Rakercab akan diramaikan dengan kegiatan Ansor Boyolali Expo yang akan menampilkan potensi produk ekonomi yang dimiliki para kader Ansor Boyolali,” terang pengasuh Pesantren Miftahul Huda Cepogo itu.

Haedar Nashir

Selain itu, acara Rakercab yang bertemakan "Membentuk karakter pemuda, mandiri dan memiliki daya saing yang tinggi melalui Organisasi" tersebut, juga akan diramaikan dengan kegiatan Festival Hadrah dan Porsema NU.

“Tiap PAC kita wajibkan untuk mengirimkan utusan peserta lomba hadrah dan porsema,” kata Choiruddin.

Haedar Nashir

Sementara itu, ketua POKJA Kepala Ma’arif Boyolali Agus Luqman menambahkan, kegiatan Porsema yang melibatkan sekolah ma’arif di Boyolali akan diikuti sekitar 60-an madrasah atau sekolah.

“Sudah ada 65 madrasah/sekolah yang telah mendaftarkan diri untuk ikut Porsema NU,” ungkap dia.

Rangkaian acara Rakercab, rencananya akan ditutup dengan Pengajian Ansor Berdzikir dan Bersholawat serta bedah buku “Mengapa Harus NU?” karya LTN-NU Boyolali. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Tegal, Doa Haedar Nashir

Perihal Masa Depan yang Misterius (V)

Oleh Mh Nurul Huda



Dalam tradisi Islam, dan saya rasa juga tradisi agama-agama dan spiritualitas dunia, bumi dan alam raya merupakan anugerah. Karena itu, bila pembaca suka, anggaplah upaya kolektif pengembangan ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi yang tak terpisahkan dari rasa syukur dan takjub atas semesta dunia ini sebagai sebuah ajakan.

Perihal Masa Depan yang Misterius (V) (Sumber Gambar : Nu Online)
Perihal Masa Depan yang Misterius (V) (Sumber Gambar : Nu Online)

Perihal Masa Depan yang Misterius (V)

“Bila pembaca suka” ini saya sertakan, mengingat penulis sendiri mengerti bahwa sekarang kita tengah hidup di dunia dengan cara berpikir “yang tertentu” yang sangat dominan. Kita termasuk saya tersedot ke dalamnya. Kita sudah masuk dan jauh tenggelam dalam cara itu. Ia sudah begitu dominan, meluas, menubuh, dan mewujud dalam bahasa dan tindakan keseharian. Bahkan untuk menolak cara berpikir itu,akan dirasakan ada keanehan yang bila dibuatkan “meme” niscaya membuat orang terpingkal-pingkal menertawai dirinya.

Haedar Nashir

Cara berpikir “yang tertentu” ini adalah cara berpikir yang bersifat kalkulatif. Kita berpikir tentang segala hal, termasuk alam dan sesama manusia di sekitar kita, demi tujuan tertentu. Berpikir sesuatu terutama agar dapat memakainya semata. Berpikir sesuatu demi untuk direkayasa dan dimanipulasi.? Berpikir untuk dapat menguasai dan mengeksploitasi.

Tentu saja cara berpikir berperhitungan telah ada sejak masa lampau. Tetapi, wujud tindak berpikir kalkulatifnya tidak sehebat dan mendominasi kehidupan di zaman ini. Yakni zaman modern dengan pemahamannya yang baru dan modern atas “dunia ada yang menakjubkan”.

Haedar Nashir

Semesta ini, semula, dipandang anugerah yang menakjubkan. Dunia yang mempesona, kata Max Weber; yang disyukuri dan dikagumi oleh para penghuninya. Di dalamnya, manusia berpikir dan merenungi pesonanya. Dan berpikir merupakan aktivitas manusia yang jenuin, yang ikhlas, sebagai tindak penerimaan atas anugerah itudi dalam diri.Karena itubiasanya cara berpikir ini selaluterhubung erat dengan Tuhan, yang baik (the good), yang indah (the beauty), dan tentu saja mencakup, namun tidak sekadar terbatas pada, yang benar (the right). Inilah juga pengertian klasik yang terkandung didalam kata “filsafat”, suatu pandangan hidup, pencarian kearifan,yang dilakukan oleh para pemikir tradisional namun tidak menjadi arus utama di zaman modern.

Rene Descartes, si anak zaman yang hidup di hadapan krisis moral dan politik, membuka mindset modernitas. Tujuan utama pemikiran tidak lain dan tidak bukan adalah sains. Suatu aktivitas berpikir yang tertentu yang diyakini memberi manusa kepastian dalam mengelola dan mengontrol rimba raya dunia.

“Aku berpikir maka aku ada”, katanya. Artinya manusia adalah sesuatu yang berpikirdan kebenarannya bersifat pasti; sedangkan dihadapan pikiran ini segala sesuatu hanyalah kebetulan-kebetulan atauomong kosong yang dangkal. Hanya lewat sains yakni cara berpikir yang dibangun diatas fondasi rasio matematis, bukan teks suci keagamaan, kehidupan yang sulit dan tak menyenangkandi dunia dianggapmenjadi lebih mudah.

Itulah gagasan utama di ambang modernitas, ketika pengetahuan Abad Pertengahan dibuang sia-sia lalu kekosongan pondasi pengetahuan ini digantikan oleh rasio dan kehendak manusia yang absolut. Descartes membatasi dan mereduksi pikiran manusia (mind, intelek)pada rasio matematis belaka. Cara berpikir ini lalu menggelinding deras,dan fisika matematisdiproyeksikan pada kehidupan sosial dan alam, sehingga yang terakhir inipun dapat dikalkulasi secara matematis.

Cara berpikir kita yang semata teknokratis dan demi kegunaan produktif kita sendiridapat membawa konsekuensi merendahkan cara berpikir tradisional yang kita anggap tidak produktif. Lalu secara pragmatis kita cepat-cepat mencari cara bagaimana bisa secara efektif dan efisien mengontrol dunia dan kehidupan. Dunia ini kita kontrol, kita bentuk semata sebagai sumberdaya untuk memuaskan apapun yang kita kehendaki, entah melalui alat-alat elektronik ataupun melalui bahasa dan pemikiran.

Tersedot ke dalam alam pikiran itu, kita tidak hanya turut berpartisipasi aktif dan meluas dalam menghancurkan alam tapi juga menjadi korban dari kehendak otonomkita sendiri. Penjajahan, tragedi genocide dan bom nuklir, perang dunia, konflik sosial, kekerasan politik, kerusakan alam dan perubahan iklim, peningkatan kesenjangan ekonomi dan bencana kelaparan terjadi dalam kualitas yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.Dalam cara berpikir, kita seolah melupakan bahwa dunia kehidupan ini adalah pemberian, anugerah, dan karunia.

Seorang filsuf terkemuka Martin Heidegger mengingat kita semua:The most thought-provoking thing in our thought-provoking time is that we are still not thinking. Sesuatu yang paling menggusarkan-pemikiran di zaman yang menggusarkan-pemikiran kita ini adalah bahwa kita masih juga tidak berpikir. Melalui teknologi, bahasa dan pemikiran yang kita bangun, ternyata kitatidak jua mengenali siapa diri kita sendiri yang dianugerahi tinggal bersama di duniayang fana ini. [bersambung]



Penulis adalah Dosen Sosiologi UNU Indonesia, Jakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan Haedar Nashir

Rabu, 09 Agustus 2017

PBNU Gelar Tahlil dan Potong Tumpeng

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperingati hari lahir (Harlah) ke-89 NU dengan mengadakan acara pembacaan doa, dzikir dan tahlil serta potong tumpeng. Kegiatan diselenggarakan di aula lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat, Rabu (6/6) malam yang dihadiri para pengurus harian PBNU dan pengurus lembaga, lajnah dan badan otonom NU serta tamu undangan.

Angka 89 adalah usia NU menurut perhitungan kalender Hijriah, 16 Rajab 1344-1433 H. Dalam peringatan harlah tahun ini, PBNU mengangkat tema “Kembali ke Khittah Indonesia 1945, Meningkatkan Khidmat NU, Menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

PBNU Gelar Tahlil dan Potong Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Tahlil dan Potong Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Tahlil dan Potong Tumpeng

Dzikir dan tahlil dipimpin oleh KH Na’im Khofifi yang didahului dengan pembacaan surat al-Fatihah yang dihadiahkan oleh para mu’assis (pendiri) NU serta para ulama yang telah berjasa mengembangkan NU. 

Haedar Nashir

Seremoni harlah diteruskan dengan sambutan panitia acara, tausiyah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, sambutan kedubes Arab Saudi, dan dialog terbuka yang diikuti juga oleh Menakertrans Muhaimin Iskandar dan Menteri PDT Helmi Faishal Zaini, dan ratusan warga NU yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya.

Sejumlah pertanyaan dan masukan untuk PBNU mengemuka. Pertanyaan dan harapan ditanggapi jajaran PBNU dengan hangat. Meskipun hangat, mereka mengemas bahasa dengan lentur. Humor khas NU, sempat terlontar menyelangi rangkaian perbincangan.

Haedar Nashir

“Acara ini kita adakan agak sederhana mengingat banyak pertimbangan. Walaupun demikian, tidak mengurangi khidmat acara,” ungkap KH Asad Said Ali, wakil ketua umum PBNU yang mewakili panitia acara harlah ke-89 NU.

“Di berbagai daerah, Harlah ke-89 NU diperingati cukup meriah. Peringatan harlah di pusat tidak kita adakan besar-besaran karena terkait dengan banyak hal, termasuk sosial politik. Maka di PBNU kita adakan sederhana, kita konsentrasikan pada kegiatan lain,” tambahnya.

Sebelum ditutup, doa dibaca sekali lagi untuk mengenang para pendiri NU. Peringatan harlah ke-89 NU ditutup dengan pemotongan tumpeng. Ketua Umum PBNU Kang Said, memberikan potongan tumpengnya kepada sejumlah tamu yang hadir, warga NU yang sudah sepuh, dan sejumlah mentri. 

Lepas pemotongan tumpeng, para hadirin menyantap hidangan yang disediakan panitia. Mereka membuat kelompok. Setiap kelompok yang berjumlah 4 orang, menghadapi talam yang berisi nasi kebuli dan sejumlah lauk-pauk yang tersedia.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax Haedar Nashir

Usai Ramadhan, Gus Sholah Ajak Lanjutkan Puasa

Jombang, Haedar Nashir - Kaum muslimin telah rampung menjalankan ibadah puasa Ramadhan, tetapi semangat puasa hendaknya tetap dilanjutkan pada bulan berikutnya.

Ajakan ini disampaikan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) selaku Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang pada acara silaturahim dan halal bihalal bersama pengasuh dengan seluruh dewan guru dan karyawan pesantren setempat, Sabtu (1/7).

Usai Ramadhan, Gus Sholah Ajak Lanjutkan Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Ramadhan, Gus Sholah Ajak Lanjutkan Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Ramadhan, Gus Sholah Ajak Lanjutkan Puasa

"Kita lanjutkan dengan puasa yang lain," kata Gus Sholah.

Puasa yang dimaksud adalah puasa batin dan pikiran yang tidak semata kegiatan fisik berupa menahan makan dan minum. "Itulah yang dapat kita petik dari puasa sebulan lalu," kata cucu Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari tersebut.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Bagi putra pahlawan nasional KH Wahid Hasyim ini, puasa seperti itu tidaklah mudah. "Tetapi, itulah makna puasa yang sesungguhnya," ujarnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Santri, Meme Islam, Pendidikan Haedar Nashir

Senin, 07 Agustus 2017

Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW

Sembahyang tasbih atau “tasabih” merupakan salah satu sembahyang sunah yang tidak dianjurkan berjamaah. Kalau pun dilaksanakan berjamaah untuk pembelajaran misalnya, tidak masalah. Sembahyang tasbih ini sangat diajurkan karena menyimpan keutamaan luar biasa di balik amalan ini.

Syekh Said bin Muhammad Ba’asyin dalam Busyral Karim bi Syarhi Masa’ilit Ta’lim halaman 260-261 juz I menyebut sebuah hadits Rasulullah SAW dan sejumlah pandangan ulama berikut ini.

Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? (? ? ?) ? ? ?" ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?"

Haedar Nashir

Artinya, “Rasulullah SAW mengajarkan Sayidina Abbas RA (pamannya) sembahyang tasbih. Kepadanya, Rasulullah SAW menyebutkan keutamaan besar sembahyang tasbih. Salah satunya adalah ampunan Allah SWT, ‘Kalau saja dosamu sebanyak gundukan pasir, niscaya Allah SWT akan mengampuni dosamu.’ Hadits ini hasan.

Haedar Nashir

Imam Tajuddin As-Subki mengatakan, ‘Tidak ada yang meninggalkan shalat tasbih ini selain orang yang meremehkan agama. Orang yang meremehkan agama tidak akan berkenan mendengarkan keutamaan sembahyang tasbih ini. Sebuah hadits menyebutkan, ‘Kalau kau sanggup, lakukan sembahyang tasbih ini sekali sehari. Kalau tidak, lakukan sekali dalam satu jumat. Kalau tidak bisa, sembahyang tasbih lah sekali sebulan. Kalau tidak sempat, lakukan sekali setahun. Kalau tidak bisa juga, kerjakanlah sekali dalam seumur hidupmu.’ Baiknya sembahyang empat rakaat ini diakhiri dengan satu salam jika dikerjakan siang hari. Kalau dikerjakan malam hari, boleh dikerjakan dalam dua salam.”

Menurut Ustadz Abdullah Abdul Qadir Al-Aidrus, hadits ini merupakan potongan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi. Ibnu Majah dan Abu Dawud juga meriwayatkan hadits serupa.

Melihat besarnya keutamaan sembahyang tasbih ini, tidak heran kalau ada beberapa majelis taklim kaum ibu mengawali pengajiannya dengan sembahyang tasbih berjamaah. Memandang betapa pentingnya sembahyang ini baiknya kita mengerjakan sembahyang berisi tasbih ini meskipun hanya sepekan atau sebulan sekali. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja Haedar Nashir

GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung

Bandar Lampung, Haedar Nashir - Liga Santri Nusantara (LSN) Region VIII Sumatera Lampung terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kali ini panitia pelaksana dan koordinator LSN Region VIII Sumatera Lampung mendapat dukungan moral dari keluarga besar GP Ansor Provinsi Lampung.

Ketua GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim mengatakan, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan LSN Region VIII Sumatera Lampung tahun 2017.

GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung

Hal ini disampaikan ketika menerima rombongan panitia pelaksana dan koordinator LSN Region VIII Sumatera Lampung di Kantor GP Pemuda Ansor, Jalan Raden Gunawan II Gang Melati Kelurahan Rajabasa Pemuka Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung, Senin (14/8).

Haedar Nashir

“Momentum Liga Santri Nusantara (LSN) harus menjadi media silaturahim dan pencarian bakat santri-santri se-Provinsi Lampung untuk kelak nanti terjun di masyarakat di gelanggang persebakbolaan nasional, dan saya yakin kalau pemain profesional sepakbola yang lahir dari rahim pesantren akan memberi warna tersendiri,” katanya.

Haedar Nashir

Koordinator LSN Region VIII Lampung Munir A Haris menambahkan, selain ajang silaturahim antar-pesantren se-Provinsi Lampung dan pencarian bakat, agenda istimewa yang berskala nasional ini juga sebagai media untuk menyosialisasikan Istinbath Darussa’adah yang digelar beberapa waktu lalu di Kabupaten Lampung Tengah, beberapa di antaranya pimpinan pesantren se Provinsi Lampung mendukung diterbitkannya Perppu No 02 Tahun 2017 tentang Ormas Anti Pancasila dan serta menolak penerbitan Permendikbud No 23 Tahun 2017 tentang Full Day School (FDS).

Bendahara panitia pelaksana Reka Putra menambahkan, LSN Region VIII Sumatera Lampung tahun 2017 ini akan diikuti 48 klub pesantren se-Provinsi Lampung. Mereka memperebutkan total hadiah 28 juta dari Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim.

Kick Off LSN Region VIII Sumatera Lampung akan digelar tanggal 28 Agustus 2017 mendatang di Lapangan Merdeka Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur.

Pertandingan ini rencananya dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PP RMI NU KH Abdul Ghofarrozin, Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrowi, Ketua PWNU Provinsi Lampung KH RM Sholeh Bajuri, Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim, badan otonom NU, lembaga-lembaga NU, para pengasuh pesantren, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri, Khutbah Haedar Nashir

Dua Ulama Jordania Kunjungi PBNU

Jakarta, Haedar Nashir. Dalam rangka menjalin silaturrahmi antara sesama muslim, dua orang ulama Jordania Dr. Hamdi Murad dan Dr. Muhammad Garaybeh berkunjung ke PBNU pada Jum’at sore (14/12). Mereka diterima oleh Ketua PBNU Prof. Dr. Masykuri Abdillah.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 1.5 jam tersebut, mereka membicarakan kehidupan umat Islam di masing-masing negara. Murad menuturkan Mufti memiliki peran yang besar dalam menentukan hukum jika terjadi perbedaan pendapat dikalangan ummat.

Dua Ulama Jordania Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Ulama Jordania Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Ulama Jordania Kunjungi PBNU

Situasi ini berbeda dengan kondisi di Indonesia yang mana masing-masing ormas memiliki pendapat sendiri-sendiri dalam sebuah masalah hukum dan tidak bisa mengintervensi pendapat yang lain.

Murad juga menjelaskan arti makam. Di Jordania, makam adalah kuburan bagi orang-orang yang dimuliakan seperti para wali, sahabat dan nabi sedangkan di Indonesia, makam merupakan istilah lain dari kuburan.

Sementara itu, Masykuri menyatakan akan mengundang mereka dalam konferensi ICIS ke III yang akan diselenggarakan antara Mei-Juli 2008 mendatang karena mereka juga banyak terlibat dalam upaya perdamaian di Timur Tengah. (mkf)



Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta, Lomba, Halaqoh Haedar Nashir

Haedar Nashir