Minggu, 13 Agustus 2017

Dua Ulama Lebanon Minta Peran NU dalam Perdamaian Dunia

Jakarta, Haedar Nashir - Dua ulama asal Lebanon meminta NU untuk turut serta menjadi juru damai dunia Islam. Hal itu disampaikan Ketua Front Amal Islam Lebanon Syekh Zuhair Al-Juaid yang ditemani Syekh Ghazi Yousuf Hneineh. Permintaan disampaikan kedua ulama tersebut kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di gedung PBNU, Jakarta, Senin sore (5/9).

Menurut Syekh Zuhair yang disampaikan dalam bahasa Arab, NU adalah lembaga yang punya visi yang sama dengan lembaganya, yaitu sama-sama berhaluan Islam Ahlussunah wal-Jamaah yang memiliki cita-cita dan mengampanyekan perdamaian.

Dua Ulama Lebanon Minta Peran NU dalam Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Ulama Lebanon Minta Peran NU dalam Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Ulama Lebanon Minta Peran NU dalam Perdamaian Dunia

Sehingga, tambah dia, lembaganya, Front Amal Islam Lebanon dan NU harus bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Haedar Nashir

Saat ini, lanjut dia, yang diterjemahkan yang dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia oleh Ahmad Zainal Aziz, di dalam Islam telah tumbuh gerakan keonaran yang mengkafirkan sesama umat Islam. Tak hanya itu kelompok tersebut sampai menghalalkan pembunuhan.

“Ini tantangan berat karena bersumber Islam sendiri,” tegasnya. Oleh karena itu, ia mengajak NU untuk merapatkan barisan dan bersama-sama menyelesaikan persolan ini.

Haedar Nashir

KH Said Aqil Siroj menyambut baik permintaan tersebut karena NU memiliki konsentrasi yang serupa, yaitu perdamaian dunia. Ia mengusulkan peningkatan kerja sama kedua lembaga untuk peran-peran menjaga kedamaian. Hal itu bisa dimulai dengan kerja sama di bidang pendiaikan, sosial, ekonomi, dan dakwah. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Olahraga Haedar Nashir

Sabtu, 12 Agustus 2017

Sekatenan 2014, Maulid Nabi ala Keraton Digelar Sebulan Penuh

Solo, Haedar Nashir. Alun-alun utara Keraton Surakarta yang sebelumnya tampak lengang, kini dipenuhi penjual aneka dagangan. Karena, Sekatenan 2014 akan diselenggrakan selama hampir sebulan. Tradisi Sekatenan sebagai perayaan Maulid Nabi dimulai sejak Jumat (20/12) hingga Sabtu (18/1).

Sekatenan 2014, Maulid Nabi ala Keraton Digelar Sebulan Penuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekatenan 2014, Maulid Nabi ala Keraton Digelar Sebulan Penuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekatenan 2014, Maulid Nabi ala Keraton Digelar Sebulan Penuh

Menurut Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta KP Winarno Kusumo, acara Sekatenan diadakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw.

“Sekaten yang menjadi tradisi keraton sudah ada sejak dahulu. Sampai sekarang Sekatenan secara turun temurun selalu diselenggarakan untuk masyarakat,” kata KP Winarno yang acap disapa Kanjeng Win, Sabtu (28/12).

Haedar Nashir

Malam Sekatenannya, tambah Kanjeng Win, berlangsung sejak satu minggu (7-14/1) mendatang. Seperti tahun sebelumnya, Sekatenan ini ditandai dengan keluarnya Gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Gunung Sari.

Sedangkan acara puncaknya jatuh pada Selasa (14/1) yang ditandai dengan keluarnya Gunungan Mulud atau Grebeg Mulud. Selain itu, Sekatenan diisi dengan sejumlah rangkaian acara seperti jamasan pusaka Keraton Solo dan sejumlah ritual keagamaan, pungkas Kanjeng Win.

Haedar Nashir

Sekatenan memudahkan warga Solo untuk mengetahui datangnya bulan Mulud atau Rabi’ul Awwal. Karena, bulan itu ditandai dengan keramaian Sekatenan dan Grebeg Mulud. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, Daerah, AlaNu Haedar Nashir

Kelompok Hasmi Sangkal Tudingan Teroris

Jakarta, Haedar Nashir. Sebuah kelompok bernama Hasmi atau Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami menyangkal tudingan teroris untuk mereka yang telah tersebar luas di berbagai media massa.

Kelompok Hasmi Sangkal Tudingan Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Hasmi Sangkal Tudingan Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Hasmi Sangkal Tudingan Teroris

Dalam rilis pers yang diterima Haedar Nashir tertanggal 28 Oktober 2012 kemarin, Dr Muhammad Sarbini atas nama Ketua DPP Hasmi menyatakan, teror baru yang mengatas namakan Hasmi bukanlah kelompok mereka dan hanya merupakan kemiripan nama.

Dikatakan Hasmi merupakan Ormas Islam resmi yang terdaftar di Kemdagri dirjen kesbangpol dengan no 01-00-00/0064/D.III.4/III/2012 yang didirikan sejak tahun 2005 yang berdomisili di jalan raya  Cimanglid Gang Purnama RT 05/01 Sukamantri Tamansari Bogor dan bergerak dalam bidang dakwah umum, sosial dan pendidikan.

Haedar Nashir

“Kami atas nama DPP Hasmi menegaskan bahwa nama organisasi Hasmi sebagaimana yang telah disebutkan dalam pemberitaan oleh media elektronik sama sekali bukan  organisasi kami. Bahwa kami adalah ormas Islam yang berkonsentrasi pada dakwah umum dan pendidikan resmi,” demikian dalam rilis pers tersebut.

Haedar Nashir

Hasmi juga meminta anggota dan simpatisan agar tetap tenang dan bertindak proporsional dalam menyikapi berbagai berita dan manuver yang dilakukan atas nama organisasi ini.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sholawat, Meme Islam Haedar Nashir

Kamis, 10 Agustus 2017

4 Koperasi NU Siap Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Yogyakarta, Haedar Nashir. Empat koperasi NU dari Yogyakarta dan Jawa Tengah menyatakan siap menghadapi tantangan pasar bebas masyarakat ASEAN 2015. Pengurus empat koperasi ini melakukan pembenahan internal sambil membangun jejaring dengan dunia bisnis lainnya.

4 Koperasi NU Siap Hadapi Tantangan Ekonomi Global (Sumber Gambar : Nu Online)
4 Koperasi NU Siap Hadapi Tantangan Ekonomi Global (Sumber Gambar : Nu Online)

4 Koperasi NU Siap Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Mereka menyatakan kesiapannya pada acara pelatihan peningkatan kapasitas di Gedung PWNU DIY jalan MT Haryono 40-42, Yogyakarta, Kamis (20/11).

Pada pelatihan ini, mereka dilatih dengan sistem layanan berbasis teknologi. Empat koperasi ini juga mendapatkan bantuan masing-masing satu paket gadget sebagai bentuk dukungan sistem dalam pengelolaan yang akuntabel dan profesional.?

Haedar Nashir

"Ini akan kita lakukan bukan hanya di Yogya dan Jateng. Ini kita lakukan dengan sekuat tenaga untuk seluruh Indonesia. Kita akan keliling. Semua ini untuk kebangkitan ekonomi NU menyambut tantangan ekonomi global," kata Bendahara PWNU Yogyakarat H Fahmi Akbar Idris.

Haedar Nashir

Fahmi menekankan sekali kelancaran arus perekonomian NU. "Jangan sampai ekonomi NU mandek. Kita harus siap menjawab tantangan global. Perbaiki standarnya, kapasitas personalnya, dan laporan keuangan yang akuntabel.”

Ia mendorong peningkatan kapasitas teknologi dalam perekonomian. “Semuanya harus kuat dan terukur. Karena, sistem ekonomi hari ini tak bisa lepas dengan perkembangan teknologi," tandas Fahmi. (Madun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta, Ahlussunnah, Hadits Haedar Nashir

Festival Hadrah dan Pameran Ekonomi Ramaikan Rakercab Ansor Boyolali

Boyolali, Haedar Nashir. Berbagai kegiatan telah disiapkan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Boyolali, Jawa Tengah, untuk meramaikan kegiatan Rakercab yang diselenggarakan di Pesantren Zumrotut Tholibin Andong Boyolali, akhir pekan ini (17-19/4).

Festival Hadrah dan Pameran Ekonomi Ramaikan Rakercab Ansor Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
Festival Hadrah dan Pameran Ekonomi Ramaikan Rakercab Ansor Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

Festival Hadrah dan Pameran Ekonomi Ramaikan Rakercab Ansor Boyolali

Hal tersebut diterangkan Ketua PC GP Ansor Boyolali, Choiruddin Ahmad, saat dihubungi Haedar Nashir, Jumat (17/4).

“Kegiatan Rakercab akan diramaikan dengan kegiatan Ansor Boyolali Expo yang akan menampilkan potensi produk ekonomi yang dimiliki para kader Ansor Boyolali,” terang pengasuh Pesantren Miftahul Huda Cepogo itu.

Haedar Nashir

Selain itu, acara Rakercab yang bertemakan "Membentuk karakter pemuda, mandiri dan memiliki daya saing yang tinggi melalui Organisasi" tersebut, juga akan diramaikan dengan kegiatan Festival Hadrah dan Porsema NU.

“Tiap PAC kita wajibkan untuk mengirimkan utusan peserta lomba hadrah dan porsema,” kata Choiruddin.

Haedar Nashir

Sementara itu, ketua POKJA Kepala Ma’arif Boyolali Agus Luqman menambahkan, kegiatan Porsema yang melibatkan sekolah ma’arif di Boyolali akan diikuti sekitar 60-an madrasah atau sekolah.

“Sudah ada 65 madrasah/sekolah yang telah mendaftarkan diri untuk ikut Porsema NU,” ungkap dia.

Rangkaian acara Rakercab, rencananya akan ditutup dengan Pengajian Ansor Berdzikir dan Bersholawat serta bedah buku “Mengapa Harus NU?” karya LTN-NU Boyolali. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Tegal, Doa Haedar Nashir

Perihal Masa Depan yang Misterius (V)

Oleh Mh Nurul Huda



Dalam tradisi Islam, dan saya rasa juga tradisi agama-agama dan spiritualitas dunia, bumi dan alam raya merupakan anugerah. Karena itu, bila pembaca suka, anggaplah upaya kolektif pengembangan ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi yang tak terpisahkan dari rasa syukur dan takjub atas semesta dunia ini sebagai sebuah ajakan.

Perihal Masa Depan yang Misterius (V) (Sumber Gambar : Nu Online)
Perihal Masa Depan yang Misterius (V) (Sumber Gambar : Nu Online)

Perihal Masa Depan yang Misterius (V)

“Bila pembaca suka” ini saya sertakan, mengingat penulis sendiri mengerti bahwa sekarang kita tengah hidup di dunia dengan cara berpikir “yang tertentu” yang sangat dominan. Kita termasuk saya tersedot ke dalamnya. Kita sudah masuk dan jauh tenggelam dalam cara itu. Ia sudah begitu dominan, meluas, menubuh, dan mewujud dalam bahasa dan tindakan keseharian. Bahkan untuk menolak cara berpikir itu,akan dirasakan ada keanehan yang bila dibuatkan “meme” niscaya membuat orang terpingkal-pingkal menertawai dirinya.

Haedar Nashir

Cara berpikir “yang tertentu” ini adalah cara berpikir yang bersifat kalkulatif. Kita berpikir tentang segala hal, termasuk alam dan sesama manusia di sekitar kita, demi tujuan tertentu. Berpikir sesuatu terutama agar dapat memakainya semata. Berpikir sesuatu demi untuk direkayasa dan dimanipulasi.? Berpikir untuk dapat menguasai dan mengeksploitasi.

Tentu saja cara berpikir berperhitungan telah ada sejak masa lampau. Tetapi, wujud tindak berpikir kalkulatifnya tidak sehebat dan mendominasi kehidupan di zaman ini. Yakni zaman modern dengan pemahamannya yang baru dan modern atas “dunia ada yang menakjubkan”.

Haedar Nashir

Semesta ini, semula, dipandang anugerah yang menakjubkan. Dunia yang mempesona, kata Max Weber; yang disyukuri dan dikagumi oleh para penghuninya. Di dalamnya, manusia berpikir dan merenungi pesonanya. Dan berpikir merupakan aktivitas manusia yang jenuin, yang ikhlas, sebagai tindak penerimaan atas anugerah itudi dalam diri.Karena itubiasanya cara berpikir ini selaluterhubung erat dengan Tuhan, yang baik (the good), yang indah (the beauty), dan tentu saja mencakup, namun tidak sekadar terbatas pada, yang benar (the right). Inilah juga pengertian klasik yang terkandung didalam kata “filsafat”, suatu pandangan hidup, pencarian kearifan,yang dilakukan oleh para pemikir tradisional namun tidak menjadi arus utama di zaman modern.

Rene Descartes, si anak zaman yang hidup di hadapan krisis moral dan politik, membuka mindset modernitas. Tujuan utama pemikiran tidak lain dan tidak bukan adalah sains. Suatu aktivitas berpikir yang tertentu yang diyakini memberi manusa kepastian dalam mengelola dan mengontrol rimba raya dunia.

“Aku berpikir maka aku ada”, katanya. Artinya manusia adalah sesuatu yang berpikirdan kebenarannya bersifat pasti; sedangkan dihadapan pikiran ini segala sesuatu hanyalah kebetulan-kebetulan atauomong kosong yang dangkal. Hanya lewat sains yakni cara berpikir yang dibangun diatas fondasi rasio matematis, bukan teks suci keagamaan, kehidupan yang sulit dan tak menyenangkandi dunia dianggapmenjadi lebih mudah.

Itulah gagasan utama di ambang modernitas, ketika pengetahuan Abad Pertengahan dibuang sia-sia lalu kekosongan pondasi pengetahuan ini digantikan oleh rasio dan kehendak manusia yang absolut. Descartes membatasi dan mereduksi pikiran manusia (mind, intelek)pada rasio matematis belaka. Cara berpikir ini lalu menggelinding deras,dan fisika matematisdiproyeksikan pada kehidupan sosial dan alam, sehingga yang terakhir inipun dapat dikalkulasi secara matematis.

Cara berpikir kita yang semata teknokratis dan demi kegunaan produktif kita sendiridapat membawa konsekuensi merendahkan cara berpikir tradisional yang kita anggap tidak produktif. Lalu secara pragmatis kita cepat-cepat mencari cara bagaimana bisa secara efektif dan efisien mengontrol dunia dan kehidupan. Dunia ini kita kontrol, kita bentuk semata sebagai sumberdaya untuk memuaskan apapun yang kita kehendaki, entah melalui alat-alat elektronik ataupun melalui bahasa dan pemikiran.

Tersedot ke dalam alam pikiran itu, kita tidak hanya turut berpartisipasi aktif dan meluas dalam menghancurkan alam tapi juga menjadi korban dari kehendak otonomkita sendiri. Penjajahan, tragedi genocide dan bom nuklir, perang dunia, konflik sosial, kekerasan politik, kerusakan alam dan perubahan iklim, peningkatan kesenjangan ekonomi dan bencana kelaparan terjadi dalam kualitas yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.Dalam cara berpikir, kita seolah melupakan bahwa dunia kehidupan ini adalah pemberian, anugerah, dan karunia.

Seorang filsuf terkemuka Martin Heidegger mengingat kita semua:The most thought-provoking thing in our thought-provoking time is that we are still not thinking. Sesuatu yang paling menggusarkan-pemikiran di zaman yang menggusarkan-pemikiran kita ini adalah bahwa kita masih juga tidak berpikir. Melalui teknologi, bahasa dan pemikiran yang kita bangun, ternyata kitatidak jua mengenali siapa diri kita sendiri yang dianugerahi tinggal bersama di duniayang fana ini. [bersambung]



Penulis adalah Dosen Sosiologi UNU Indonesia, Jakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan Haedar Nashir

Rabu, 09 Agustus 2017

PBNU Gelar Tahlil dan Potong Tumpeng

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperingati hari lahir (Harlah) ke-89 NU dengan mengadakan acara pembacaan doa, dzikir dan tahlil serta potong tumpeng. Kegiatan diselenggarakan di aula lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat, Rabu (6/6) malam yang dihadiri para pengurus harian PBNU dan pengurus lembaga, lajnah dan badan otonom NU serta tamu undangan.

Angka 89 adalah usia NU menurut perhitungan kalender Hijriah, 16 Rajab 1344-1433 H. Dalam peringatan harlah tahun ini, PBNU mengangkat tema “Kembali ke Khittah Indonesia 1945, Meningkatkan Khidmat NU, Menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

PBNU Gelar Tahlil dan Potong Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Tahlil dan Potong Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Tahlil dan Potong Tumpeng

Dzikir dan tahlil dipimpin oleh KH Na’im Khofifi yang didahului dengan pembacaan surat al-Fatihah yang dihadiahkan oleh para mu’assis (pendiri) NU serta para ulama yang telah berjasa mengembangkan NU. 

Haedar Nashir

Seremoni harlah diteruskan dengan sambutan panitia acara, tausiyah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, sambutan kedubes Arab Saudi, dan dialog terbuka yang diikuti juga oleh Menakertrans Muhaimin Iskandar dan Menteri PDT Helmi Faishal Zaini, dan ratusan warga NU yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya.

Sejumlah pertanyaan dan masukan untuk PBNU mengemuka. Pertanyaan dan harapan ditanggapi jajaran PBNU dengan hangat. Meskipun hangat, mereka mengemas bahasa dengan lentur. Humor khas NU, sempat terlontar menyelangi rangkaian perbincangan.

Haedar Nashir

“Acara ini kita adakan agak sederhana mengingat banyak pertimbangan. Walaupun demikian, tidak mengurangi khidmat acara,” ungkap KH Asad Said Ali, wakil ketua umum PBNU yang mewakili panitia acara harlah ke-89 NU.

“Di berbagai daerah, Harlah ke-89 NU diperingati cukup meriah. Peringatan harlah di pusat tidak kita adakan besar-besaran karena terkait dengan banyak hal, termasuk sosial politik. Maka di PBNU kita adakan sederhana, kita konsentrasikan pada kegiatan lain,” tambahnya.

Sebelum ditutup, doa dibaca sekali lagi untuk mengenang para pendiri NU. Peringatan harlah ke-89 NU ditutup dengan pemotongan tumpeng. Ketua Umum PBNU Kang Said, memberikan potongan tumpengnya kepada sejumlah tamu yang hadir, warga NU yang sudah sepuh, dan sejumlah mentri. 

Lepas pemotongan tumpeng, para hadirin menyantap hidangan yang disediakan panitia. Mereka membuat kelompok. Setiap kelompok yang berjumlah 4 orang, menghadapi talam yang berisi nasi kebuli dan sejumlah lauk-pauk yang tersedia.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax Haedar Nashir