Jumat, 29 September 2017

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah

Jakarta, Haedar Nashir - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) memandang doa, zikir, dan Jumatan bersama di lapangan Monas pada Jumat (2/12) sebagai teguran moral untuk para penegak hukum di Indonesia. Menurut Kang Said, pemerintah dan terutama aparat penegak hukum perlu melakukan reformasi kelembagaan terutama berkaitan dengan upaya penegakan hukum di Indonesia.

Demikian disampaikan Kang Said kepada Haedar Nashir di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (2/12) malam

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah

“Ini menunjukkan masyarakat masih belum percaya dengan sikap lembaga hukum,” kata Kang Said.

Aparat penegak hukum dan lembaga peradilan, menurutnya, harus menangkap aspirasi doa bersama yang dilakukan masyarakat di Monas, Jumat lalu. Mereka diharapkan melakukan pembenahan dan menunjukkan kerja-kerja konkret terkait penguatan kelembagaan.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

“Jelas ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan lembaga hukum untuk membangun kepercayaan publik.”

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini mengingatkan pemerintah terutama aparat hukum dan lembaga peradilan untuk bekerja sesuai kode etik penegak hukum yang berlaku. Pasalnya kerja mereka selama ini mendapat pantauan dan sorotan publik.

“Ini akumulasi kekecewaan atas lemahnya penegakan hukum untuk kasus apapun di Indonesia selama ini,” tandas Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Olahraga Haedar Nashir

Empat Seruan NU kepada Pemerintah soal Utang Luar Negeri

Jombang, Haedar Nashir. Secara prinsip, negara harus berkomitmen untuk segera melunasi semua hutangnya. Postur APBN harus ditata sedemikian rupa agar pembangunan tetap berjalan, namun pada saat yang sama hutang juga terbayar.

Demikian dinyatakan Abdul Moqsith saat membacakan hasil sidang Komisi Bahtsul Masail Diniyah Maudluiyah pada rapat pleno Muktamar Ke-33 NU dengan agenda pengesahan sidang-sidang komisi, di alun-alun Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8).

Empat Seruan NU kepada Pemerintah soal Utang Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Seruan NU kepada Pemerintah soal Utang Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Seruan NU kepada Pemerintah soal Utang Luar Negeri

?

Untuk kepentingan ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, pada dasarnya yang wajib kita bayar adalah utang-utang pokok, bukan beban bunga. Oleh karena itu sah apabila Pemerintah RI menuntut pembebasan bunga dari negara-negara kreditor.

?

Haedar Nashir

Kedua, Pemerintah harus secara tegas mengontrol anggaran agar tidak bocor, dan menarik kembali uang negara yang telah? dijarah oleh para koruptor, baik dari kalangan pejabat atau pengusaha.

Haedar Nashir

?

"Ketiga, pemerintah sedapat mungkin melakukan efisiensi dengan menggunakan barang dan jasa dalam negeri yang dibarengi dengan kebijakan pro growth, pro job, pro poor, dan pro environment," ujar anggota Komisi Bahtsul Masail Diniyah Maudluiyah itu.

?

Keempat, Pemerintah dianjurkan melakukan optimalisasi dana penerimaan pajak, cukai dan pembiayaan non utang dari keuntungan pengelolaan aset negara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pembiayaan dari saldo rekening Pemerintah dari penerimaan Rekening Dana Investasi (RDI), Rekening Pembangunan Daerah (RPD), Rekening Pembangunan Hutan (RPH), Saldo Anggaran Lebih (SAL), dan rekening lainnya.

Forum bahtsul masail menyayangkan kondisi bangsa Indonesia yang hingga kini lekat dengan utang luar negeri. Menurut forum, jika dibandingkan dengan data kekayaan sumber daya alam, kondisi tersebut sangat ironis dan mengkhawatirkan, walau pemerintah dengan indikator ekonomi makro masih menyatakan aman. (Mahbib Khoiron)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam Haedar Nashir

NU Wakili Indonesia di Global Peace Leader 2010 Seoul Korea

Seoul, Haedar Nashir. Penyelenggaraan Global Peace Leader Conference 2010 yang berlangsung di Seoul Korea Selatan juga mengundang Dr Marsyudi Syuhud, ketua PBNU, sebagai wakil dari Indonesia.



NU Wakili Indonesia di Global Peace Leader 2010 Seoul Korea (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Wakili Indonesia di Global Peace Leader 2010 Seoul Korea (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Wakili Indonesia di Global Peace Leader 2010 Seoul Korea

Pada acara yang berlangsung 11-13 Oktober ini, Marsyudi memberikan sambutan tentang Islam rahmatan lil alamiin yang dikembangkan oleh NU, yang berupaya agar Islam memberi rahmat bagi seluruh alam. Untuk menuju hal tersebut, salah satunya melalui silaturrahmi.

Ia menjelaskan, melalui silaturrahmi, manusia akan saling mengenal dan saling memahami serta menyayangi satu sama lain. Disitu ajaran Islam rahmatan lil alamiin mulai berfungsi. Marsyudi menegaskan, dalam muamalah, Islam mengajarkan tanpa ada sekat muslim atau non muslim.

Haedar Nashir

Acara dihadiri oleh berbagai delegasi dari pemimpin negara maupun tokoh-tokoh agama, dari Amerika, Paraguay, Kenya, China, Jepang, Mongolia, dan lain sebagainya, Chairman Global Peace Festival Dr. Hyun Jin Moon membuka acara tersebut pada 11 Oktober 2010 diGand Hilton Hotel Seoul Korea.

Korea berbagi pengalaman dalam tema Effective Models of Balance Development: The Korean Experience, bagaimana Korea Selatan berhasil menjadi negara terkaya no 13 hanya dalam waktu 50 tahun.

Haedar Nashir

Dalam kesempatan tersebut beberapa lembaga pemerintah Korea seperti KOICA, KDI, Korea Saemaul Undong Center berbagi pengalaman dan menjadi donor bagi negara-negara berkembang untuk membangun komunitas dan kehidupan yang lebih baik.

Global Peace Festival berikut akan diadakan di Jakarta pada tanggal 15 - 17 Oktober di Jakarta. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu, Quote Haedar Nashir

Kamis, 28 September 2017

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian

Pamekasan. Haedar Nashir - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho berkunjung ke kantor PCNU setempat di Jalan R Abdul Aziz, Selasa (22/11). Kehadirannya disambut langsung oleh Ketua PCNU KH Taufiq Hasyim beserta pengurus teras PCNU.

"Kami berkunjung ke PCNU Pamekasan guna menguatkan tali silaturahmi. Alhamdulillah kehadiran kami disambut dengan hangat dan penuh keakraban," terang Kapolres AKBP Nowo.

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian

Menurutnya, NU merupakan organisasi terbesar di dunia yang menjunjung tinggi nilai keagamaan dan kebangsaan. Kesetiaannya pada NKRI tidak diragukan lagi.

"Selain bermaksud silaturahmi, kami juga sepakat untuk menjalin kesepakatan atau kerja sama secara kelembagaan," terang AKBP Nowo.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Kiai Taufiq Hasyim membenarkan bahwa pertemuan kedua pihak menghasilkan beberapa kesepakatan. Salah satunya, berupa kerja sama tentang penyikapan atas hate speech atau ujaran kebencian.

"Insya Allah, Kamis lusa (24/11) pukul 09:00 WIB kami akan menandatangani kerja sama ini di Mapolres tentang hate speech," tetang Kiai Taufiq. (Khairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sunnah Haedar Nashir

Rabu, 27 September 2017

9 PAC Pergunu Pringsewu Dikukuhkan dalam Apel Harlah NU

Pringsewu, Haedar Nashir. Pengurus Anak Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) di Sembilan Kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu dikukuhkan oleh Pengurus Wilayah Pergunu Provinsi Lampung. Pelantikan tersebut dilaksanakan berbarengan dengan Apel Hari Lahir NU ke 91 tingkat Kabupaten Pringsewu yang dilaksanakan di Komplek Gedung NU Pringsewu.

9 PAC Pergunu Pringsewu Dikukuhkan dalam Apel Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
9 PAC Pergunu Pringsewu Dikukuhkan dalam Apel Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

9 PAC Pergunu Pringsewu Dikukuhkan dalam Apel Harlah NU

Kepengurusan PAC tersebut tertuang dalam Surat Keputusan PW Pergunu Lampung dengan Nomor: 064/KEP/PW.LPG/1/2017 tentang Pengesahan Pengurus Masa khidmah 2016-2021. Sk tersebut dibacakan oleh Sekretaris PW Pergunu Lampung Ihsan Mustofa dilanjutkan dengan Pengukuhan oleh Ketua PW Pergunu Lampung Jamaludin Malik.

Sesaat setelah pelantikan Jamaludin Malik berpesan kepada para pengurus yang telah dilantik untuk sungguh-sungguh dalam berkhidmah di NU melalui Pergunu. Pergunu menurutnya adalah Badan Otonom di NU yang berkomitmen untuk  mengembangkan sistem pendidikan di Indonesia melalui maksimalisasi peran guru sebagai pendidik.

Pergunu dibentuk juga dalam rangkan menata dan mengembangkan Pendidikan khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama. Oleh karenanya Ia mengajak kepada para Guru NU untuk terus dengan maksimal beribadah melalu pendidikan dalam rangka pendidikan yang lebih baik di Indonesia.

Masing-masing Sembilan Pengurus Kecamatan atau PAC Pergunu yang dilantik tersebut diketuai oleh : Kholid Makmun (Banyumas), Basirun (Adiluwih), Misjuli (Gadingrejo), Khozinatul Asror (Pagelaran), Nuritusyanto (Sukoharjo), Taufiq Hidayat (Pringsewu), Kharis Rahman Hakim (Pardasuka) dan Muhammad Yusuf (Pagelaran Utara).

Haedar Nashir

Setelah Kegiatan Pengukuhan tersebut selesai dilaksanakan dilakukan Halaqah Guru NU Kabupaten Pringsewu di Aula Gedung NU dengan materi Pemaparan Program Pergunu Provinsi Lampung dan Penguatan Aswaja bagi Guru oleh KH Abdul Manan dari PBNU. (Muhammad Faizin)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah, Habib, Tokoh Haedar Nashir

Selasa, 26 September 2017

Kasatkornas: Banser Satu Komando Cegah Provokasi

Jakarta, Haedar Nashir. Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) H Alfa Isnaeni di Jakarta, Jumat (3/1) menegaskan jajarannya merupakan badan semi otonom Gerakan Pemuda Ansor sehingga harus mematuhi instruksi Ketua PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas selaku panglima tertinggi.

Merespon berita-berita terkait permintaan maaf Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) kepada Kiai Ma’ruf Amin, Rais Aam PBNU, maka Satkornas Banser menyatakan bahwa:

Kasatkornas: Banser Satu Komando Cegah Provokasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasatkornas: Banser Satu Komando Cegah Provokasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasatkornas: Banser Satu Komando Cegah Provokasi

Pertama, seluruh kader Banser tetap siaga satu komando di bawah instruksi Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor untuk mencegah provokasi dari pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi saat ini demi kepentingan-kepentingan mereka.

"Kedua, menginstruksikan kepada jajaran Banser se-Indonesia untuk tidak melakukan aksi-aksi pengerahan kader Banser tanpa koordinasi dengan Kepala Satkornas Banser dan berdasarkan instruksi Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor," demikian H Alfa Isnaeni. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Amalan, Hadits Haedar Nashir

Haedar Nashir

Senin, 25 September 2017

Setelah 30 Tahun, MTQ Jateng Kembali Digelar di Surakarta

Surakarta, Haedar Nashir - Kota Surakarta dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar XXXII se-Jawa Tengah. Acara yang diikuti pelajar setingkat SD, SMP dan SMA ini rencananya bakal dibuka Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Balaikota Surakarta, Rabu (15/11) malam.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Solo, Said mengatakan pihaknya siap untuk menyediakan fasilitas yang baik untuk para peserta selama penyelenggaraan MTQ, Rabu-Sabtu (15- 18/11).

Setelah 30 Tahun, MTQ Jateng Kembali Digelar di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Setelah 30 Tahun, MTQ Jateng Kembali Digelar di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Setelah 30 Tahun, MTQ Jateng Kembali Digelar di Surakarta

"Setelah 30 tahun mengantre akhirnya kegiatan ini berlangsung di Solo. Pemkot Solo sangat berkomitmen untuk mensukseskan acara tersebut," tutur Said.

Haedar Nashir

Terdapat tiga cabang yang akan diperlombakan sesuai tingkat pendidikan mulai dari SD/MI, SMP/MTs, serta tingkat SMA, SMK dan MA.

Haedar Nashir

Di antara cabang tersebut yakni tartil Al-Quran, tilawah Al-Quran dan Hifz Al-Quran. Khusus untuk cabang Hifz Al-Quran golongan 1 juz dan tilawah hanya diikuti pelajar jenjang SMP/MTs. Sedang untuk golongan 5 juz dan tilawah diperuntukan untuk pelajar jenjang SMA, SMK dan MA.

Sementara itu, dari pihak tuan rumah Kafilah Solo pun menargetkan untuk memperoleh medali di beberapa cabang.

“Kami realistis saja, pantura itu memang bagus-bagus. Tapi kita siapkan," terang Ketua kafilah Solo yang juga Kepala Seksi Bimas Kemenag Kota Solo Muhammad Nashiruddin.

MTQ Pelajar ke-32 memperebutkan trofi bergilir yang tahun lalu diraih oleh Kabupaten Wonosobo. Pemkot Solo telah menyiapkan bonus berupa uang pembinaan sebesar Rp 1,25 juta untuk masing-masing juara di tiap kategori. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nasional, Pemurnian Aqidah, PonPes Haedar Nashir