Kamis, 12 Oktober 2017

Ranting NU Pasongsongan 2 Berikan Santunan kepada Yatim dan Dhu‘afa

Sumenep, Haedar Nashir - Pengurus Ranting NU Pasongsongan 2 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep menggelar aksi sosial rutin tahunan yang mencakup santunan yatim, fakir miskin dan pasar murah bagi para janda. Aksi ini diadakan di tiga lokasi dan waktu yang berbeda.

Pada Jumat (23/12) panitia mengadakan santunan dan pasar murah di halaman Masjid Al-Mabarrot Dusun Morassen Desa Pasongsongan. Pada Sabtu (24/12) aksi ini digelar di Dusun Sempong. Sedangkan pada Ahad (25/12) kegiatan ini diadakan di Dusun Pakotan.

Ranting NU Pasongsongan 2 Berikan Santunan kepada Yatim dan Dhu‘afa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ranting NU Pasongsongan 2 Berikan Santunan kepada Yatim dan Dhu‘afa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ranting NU Pasongsongan 2 Berikan Santunan kepada Yatim dan Dhu‘afa

Hal ini sengaja dilaksanakan secara bertahap di masing-masing dusun mengingat medan tempuh yang sangat jauh jika hanya difokuskan di satu tempat. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus MWCNU Pasongsongan dan Kepala Desa Pasongsongan Rasyid Busanto.

Ketua Panitia Slamet Hariyanto menjelaskan, kegiatan yang sangat sederhana ini terlaksana berkat kepercayaan masyarakat sebagai donatur kepada pengurus ranting NU dalam mengelola dan menyalurkan dana yang telah diterima.

Haedar Nashir

Ketua Ranting NU Pasongsongan 2 Kiai Ahmad Sunni berharap kegiatan semacam ini terlaksana setiap tahun dan ada peningkatan dari segi kualitas maupun kuantitas.

Haedar Nashir

Pada tahun ini pihak panitia menyalurkan bantuan kepada anak yatim sejumlah Rp.14.250.000. bantuan ini diberikan kepada anak yatim yang tersebar di wilayah ranting Pasongsongan 2 dan anak yatim di 13 ranting NU se-Pasongsongan.

Pihak panitia menyalurkan bantuan kepada 34 orang fakir miskin dengan masing-masing mendapat Rp 100.000. Sedangkan bantuan untuk para janda berbentuk pasar murah paket sembako senilai Rp 60.000 yang dijual dengan harga Rp 25.000. pihak panitia menyediakan sejumlah 300 paket plus mie instan bagi para janda pemegang Kartanu.

Sebelum pelaksanaan, panitia melakukan pendataan dan pembagian kartu undangan kepada yang berhak menerima. (AH Ihsan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Lomba, Santri Haedar Nashir

Rabu, 11 Oktober 2017

Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting

Tasikmalaya, Haedar Nashir. Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tasikmalaya meresmikan kepengurusan 34 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan 294 Pimpinan Ranting sekabupaten, Sabtu (26/12). Sebanyak seribu anggota GP Ansor dari perwakilan anak cabang dan ranting sekabupaten menyaksikan pelantikan ini.

Mereka mengenakan seragam harian GP Ansor . Tampak hadir seluruh keluarga besar NU dan Bupati Tasikmalaya.

Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting

Ketua GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep menyatakan, pelantikan ini amerupakan upaya penguatan NU di seluruh Kabupaten Tasikmalaya. Karena, penggerak pembangunan NU dan pembangunan daerah adalah kaum muda khususnya Ansor.

Haedar Nashir

“Saya menginginkan pengurus GP Ansor yang dilantik sekarang menjadi pelopor di daerah masing masing,” kata Asep.

Pada tahun 2015 ini, kata Asep, kita akan melakukan 13 putaran PKD. Kita membangun dan fokus pada Ansor. Pada 2016 kita akan fokus pada Diklatsar.

Haedar Nashir

“Jika ada yang akan menggelar PKD, itu harus dilaksanakan oleh PAC GP Ansor karena 2016 kita ingin mencetak 1000 pasukan Banser di Kabupaten Tasikmalaya,” tegas Asep. (Husni Mubarak/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah, Olahraga, Santri Haedar Nashir

Selasa, 10 Oktober 2017

Kumpulan Khutbah Nasehat Hidup dari KH M. Ma’ruf Irsyad

Kitab Ihkamu Habli Al-Widad adalah kumpulan dari sebagian khutbah almarhum almagfurillah KH M. Maruf Irsyad Kudus yang disampaikannya saat khutbah Jumat di berbagai masjid. Buku khutbah ini berisikan nasehat-nasehat serta ilmu tentang bagaimana seseorang menjadi hamba Allah subhanahu wa taala, baik sebagai pribadi atau sebagai bagian dari mahluk sosial. Di dalamnya juga dibahas bagaimana berkeyakinan, bersikap serta berperilaku dalam kaitan amaliyah ibadah maupun hubungan keseharian dengan sesama. Selain itu, ada juga tema bagaimana cara agar bisa memposisikan antara akal dan hati dalam memahami agama serta fadoilul amal.

KH M. Maruf Irsyad (wafat1431 H/ 2010 M) merupakan ulama asal Kudus yang selalu mendermakan waktunya untuk membimbing masyarakat sekitarnya. Kesehariannya selain mengajar di pesantrennya, PP Raudlotul Mutaallimin Jagalan 62 Kudus, juga sibuk membagikan ilmunya kepada santri-santri tak kurang dari enam madrasah di sekitar Kudus.

? ?

Kumpulan Khutbah Nasehat Hidup dari KH M. Ma’ruf Irsyad (Sumber Gambar : Nu Online)
Kumpulan Khutbah Nasehat Hidup dari KH M. Ma’ruf Irsyad (Sumber Gambar : Nu Online)

Kumpulan Khutbah Nasehat Hidup dari KH M. Ma’ruf Irsyad

Setiap bab dalam buku khutbah ini dengan didukung dalil, baik dari Al-Quran, hadits ataupun pendapat para ulama sebagai rujukan. Setiap tema dijabarkan secara runtut dan jelas dengan bahasa yang lugas, jelas, dan memahamkan bagi para pendengarnya.?

Dari apa yang tertulis dalam buku ini tidak semuanya persis seperti apa yang pernah ia sampaikan dalam khutbah yang sesungguhnya, karena dalam berkhutbah ia sering kali membuat catatan khutbah disampaikan secara lepas namun tidak keluar dari pokok tema pokok.

Haedar Nashir

Banyak ilmu yang bisa didapat dalam buku ini, yaitu ilmu haliyah, yaitu berupa ilmu yang berkaitan dengan hati agar menemukan ketenangan hidup dalam rangka menggapai ridha ilahi. Ilmu dan amal yang dibahas berkaitan dengan perbuatan anggota badan, baik yang bersifat ibadah ataupun kegiatan sosial di tengah masyarakat, bagaimana menciptakan tatanan sosial yang baik di tengah perbedaan dan kemajemukan khalayak umum.

Contoh yang dibahas dalam khutbah ini mengambil teladan dari sejarah para nabi, para sahabat dan orang orang shaleh agar umat Islam senantiasa mengikuti jejak langkah dari tokoh-tokoh terpuji dan mengambil pelajaran dari perbuatan tercela.

Ada beberapa pokok nasihat yang bisa didapatkan dalam buku ini. Sebagaimana dalam halaman 25 yang menggambarkan sembilan bintang Ahlussunnah wal Jamaah. Keterangan ini juga sering disampaikannya dalam berbagai majelis pengajian.

Haedar Nashir

Selain itu ada beberapa tema yang diangkat dalam kitab ini, diantaranya adalah puasa Ramadhan dan keutamaannya, hari Arafah, hari Asyura, Hari Jumat dan fadhilahnya, dan lain-lain.

Semoga kitab ini menjadi jariyah ilmu penyusunnya, serta kita dapat mengambil hikmah dan mengamalkan dari apa yang disampaikannya sebagai bentuk tanggung jawab pengetahuan. Dan semoga KH M. Maruf Irsyad mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Taala.

Data Buku

Judul ? ? ? ? ? ? ? : Ihkam Habli Al-Widad fi Ad-Durus al-Mustafadati min Makhthuth Al-Khuthob Al-Minbariyyah li asy-Syaikh Muhammad Maruf Irsyad

ISBN ? ? ? ? ? ? ? ? : 978-602-60536-5-7

Penyusun ? ? ? ? : Nanal Ainal Fauz

Tebal ? ? ? ? ? ? ? ? : 101 hal.

Penerbit ? ? ? ? ? : Yayasan Turats Ulama Nusantara

Cet ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : I, 2017

Peresensi ? ? ? ? : Hasan Mafik, alumnus PP Raudlotul Mutaallimin Jagalan 62 Kudus dibawah asuhan KH. M. Maruf Irsyad

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Kyai Haedar Nashir

PMII Siap Halau Gerakan Radikal di Lombok Timur

Lombok Timur, Haedar Nashir - Maraknya paham ekstrem dan radikalisme yang? sekarang ini tidak luput dari perhatian banyak kalangan mahasiswa termasuk dan para aktivis. Karenanya Pengurus Cabang PMII Kabupaten Lombok Timur menggelar diskusi perihal radikalisme di Aula LLK Gelang, Senin (27/2/) siang.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta dari unsur mahasiswa, tokoh agama, ormas, dan OKP.

PMII Siap Halau Gerakan Radikal di Lombok Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Siap Halau Gerakan Radikal di Lombok Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Siap Halau Gerakan Radikal di Lombok Timur

Ketua PMII Lombok Timur Lalu Jayani Rangga Anom Putra mengatakan, gerakan radikalisme yang sedang terjadi di Indonesia sekarang ini merupakan masalah besar dan harus segera disikapi bersama, karena dapat menimbulkan kekacauan yang berujung pada terancamnya keselataman bangsa dan NKRI.

“PMII sebagai salah organisasi yang berpaham Ahlussunah wal Jama’ah An-Nahdiyyah akan terus ikut serta dalam menjaga bangsa Indonesia dari segala macam ancaman yang datang termasuk radikalisme ini,” tegasnya.

Haedar Nashir

Hal serupa juga disampaikan oleh Asisten I Pemkab Lotim yang membuka acara seminar tersebut. Ia mengatakan, radikalisme konotasinya lebih banyak mengarah pada tindakan-tindakan yang anarkis, padahal sebenarnya sikap radikal itu sangatlah penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Haedar Nashir

“Saya mengimbau jangan sampai gerakan-gerakan radikal yang membawa agama disangkutpautkan dengan politik, karena akan sangat berbahaya bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga berharap bagi semua peserta seminar dan kader? PMII selaku penyelenggara dapat mengimplementasikan putusan dan rekomendasi seminar ini. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, Ahlussunnah, Humor Islam Haedar Nashir

Minggu, 08 Oktober 2017

Kiai Sederhana yang Menghindari Pejabat ini Telah Berpulang

Jember, Haedar Nashir

Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Curahkates Ajung Jember, KH Sam’ani telah wafat pada hari Sabtu malam, 16 Pebruari 2013 dalam usia 88 tahun. 

Kiai Sam’ani sosok tokoh yang istiqamah mengajar di pesantren dan terkenal Wara’. Waktu hidupnya dikonsentrasikan untuk membaca kitab dan membimbing santri beribadah. 

Kiai Sederhana yang Menghindari Pejabat ini Telah Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Sederhana yang Menghindari Pejabat ini Telah Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Sederhana yang Menghindari Pejabat ini Telah Berpulang

Menurut Gus kholik (menantu Kiai Sam’ani), Abah, panggilan akbar beliau, dalam sehari semalam membaca 13 judul kitab. Bermula dari setelah subuh, pagi, siang dan malam. 13 judul kitab itu dibaca di tempat lingkungan pesantren yang berbeda-beda, di Masjid, mushalla, di teras pesantren dan di dalem Kiai sepuh.

Haedar Nashir

Selain mulang, Kiai Sam’ani selalu menjaga waktu shalat untuk berjama’ah dengan para santri. 

Haedar Nashir

Ia termasuk Kiai yang tidak berpolitik dan tidak pernah datang ke pejabat. Kata Gus khalik, Kiai Sam’ani pernah didatangi bupati, kedatangan bupati tidak beliau sambut dengan upacara atau penyambutan yang meriah. Bahkan saat bupati masuk ke dalem, Kiai Sam’ani tanya, 

Jenengan dari mana? dan kerja dimana?”

Spontan salah satu rombongan bupati itu menunjakkan, bahwa ini bupati Jember. 

Kiai Sam’ani langsung dawuh saya minta maaf, karena tidak tahu dan tidak kenal Bupati jember. Setelah selesai ramah tamah bupati pamitan dan memberi amplop yang berisi uang. Tidak berapa lama Kiai Sam’ani langsung memanggil pengurus pesantren agar amplop itu dibuka, dan uang yang ratusan ribu disuruh tukar puluhan ribu untuk diberikan pada faqir miskin. 

Kiai Sam’ani tidak mengambil dan menikmati se-rupiah pun uang tersebut.  Gus Khalik juga menuturkan, salah satu kebiasaannya, kalau di pesantren ada acara Imtihan dan haul, ia biasanya keliling mendatangi para tetangga yang tidak mampu, ia membagi-bagikan uang dengan alasan kasihan mereka di pesantren ada ramai-ramai banyak orang jualan, nanti anak-anak mereka minta dibelikan sesuatu. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Misbahus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah Haedar Nashir

Wabup Subang: Pesantren Terbukti Cetak Generasi Handal

Subang, Haedar Nashir. Wakil Bupati Subang Imas Aryumningsih menyebutkan bahwa peran ulama, santri dan pesantren begitu vital bagi bangsa Indonesia.

Wabup Subang: Pesantren Terbukti Cetak Generasi Handal (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Subang: Pesantren Terbukti Cetak Generasi Handal (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Subang: Pesantren Terbukti Cetak Generasi Handal

“Ajaran agama tentu menjadi filter atas budaya global yang merusak moral bangsa sehingga peran pesantren sangat besar di Indonesia ini,” ujar Imas seusai memperingati Hari Santri Nasional di Wisma Karya Subang, Sabtu (22/10).

Menurut Imas, sebagaimana kemajuan teknologi yang digunakan salah kaprah, menjadikan generasi muda bangsa Indonesia begitu mudah terpengaruh hal negatif. “Maka kehadiran pesantren Insyaallah dapat membendung itu semua," katanya.

Haedar Nashir

Hal yang tak kalah pentingnya, lanjut Imas, peran alim ulama juga merupakan panutan masyarakat. “Tanpa mereka (alim ulama, red), negara tidak akan tentram karena orang tidak diajarkan untuk sabar dan sebagainya,” ucapnya.

Karena, lanjut Ketua DPD Golkar Subang ini, proses pengasuhan yang dilakukan oleh para alim ulama di pondok pesantren sudah terbukti sebagai tempat untuk mencetak generasi-generasi yang handal.

Haedar Nashir

“Inilah kelebihan khusus di pondok pesantren. Orang tua jadi tenang saat menitipkan anak di pesantren. Saya rasa lebih aman di pesantren, selama 24 jam anak kita dibimbing penuh oleh seorang alim ulama,” tegasnya.

Selain mendukung dan mengapresiasi refleksi HSN, Imas juga mengajak kepada segenap elemen masyarakat untuk mendukung gerakan Ayo Mondok. “Jangan khawatir, seorang ulama, ataupun kiai, memiliki metodologi sendiri dalam membina santrinya. Dan saya yakin, berkat doa dari ulama anak-anak kita menjadi anak yang berguna untuk nusa dan bangsa,” pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah Haedar Nashir

Sabtu, 07 Oktober 2017

Kemensos Target 10.000 e-Warong Berdiri pada 2018

Kendari, Haedar Nashir. Kementerian Sosial menargetkan pertumbuhan jumlah Layanan elektonik Warung Gotong Royong (e-Warong) mencapai 10.000 buah seiring perluasan jangkauan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hingga 10 juta keluarga di tahun 2018 mendatang.?

Kemensos Target 10.000 e-Warong Berdiri pada 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemensos Target 10.000 e-Warong Berdiri pada 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemensos Target 10.000 e-Warong Berdiri pada 2018

"Tahun ini (2017-red) kami baru menargetkan tambahan 2500 buah e-warong yang tersebar di 98 kota. Tapi tahun depan jumlahnya akan meningkat lebih dari tiga kali lipat," ungkap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) Non Tunai di Pendopo Walikota Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (14/4).?

Dikatakan, 2500 buah e-warong yang dibangun tahun 2017 diperuntukkan guna melayani sebanyak 1,286 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total nilai sebesar Rp1,7 triliun.

Adapun jumlah sasaran penerima rastra ada sebanyak 15,5 juta. Dengan demikian konversi Rastra menjadi BPNT masih menyisakan sedikitnya 5,5 juta keluarga yang masih menggunakan sistem lama pada tahun 2018.

Haedar Nashir

Khofifah menjelaskan, BPNT merupakan lompatan besar Pemerintah melalui Kemensos dalam menyalurkan program subsidi beras sejahtera (Rastra) yang sebelumnya telah dijalankan.

Skema bantuan tersebut mengubah metode subsidi beras yang sebelumnya disalurkan dengan ditebus 1600 per kilo oleh penerima manfaat. Sementara BPNT diterimakan oleh KPM dengan membelanjakan dana bantuan setiap bulannya sebesar 110 perbulan untuk membeli bahan pangan yang sudah ditentukan di e-Warong.?

Khofifah mengatakan penerima manfaat BPNT juga akan semakin mudah dalam mencairkan bantuan karena adanya teknologi interkoneksi dan interoperabilitas. Teknologi ini, lanjutnya, memungkinkan penerima bansos mencairkannya di seluruh ATM bank milik negara.?

"Kapanpun dan dimanapun, KPM bisa mengambil dana jika sewaktu-waktu dibutuhkan," tuturnya.

Haedar Nashir

Kucurkan Bansos Rp21,4 Miliar

Sementara itu, dalam kunjungan kerja di Kota Kendari Mensos menyalurkan bantuan sosial senilai total Rp21,47 miliar. Bantuan tersebut terdiri dari bantuan sosial PKH tunai untuk 4.762 KPM dengan nilai bantuan Rp9 miliar.?

Selanjutnya Beras Sejahtera (rastra) untuk 8.787 keluarga dengan nilai bantuan Rp12 miliar. Bansos Disabilitas untuk 37 jiwa dengan nilai bantuan sebesar Rp111 juta. Bansos Lanjut Usia untuk 60 jiwa dengan nilai bantuan sebesar Rp120 juta. Dan, Bansos KUBE Perkotaan kepada 100 keluarga senilai Rp200 juta.?

"Untuk PKH Kota Kendari semuanya sudah disalurkan secara non tunai. Sementara untuk BPNT sedianya akan disalurkan tahun 2018," imbuhnya.?

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat mengungkapkan, terkoneksinya masyarakat miskin dengan perbankan membuat mereka dapat memanfaatkan berbagai produk dan jasa keuangan formal seperti ? transfer, menabung maupun pinjaman serta asuransi.?

Ditambahkan, intervensi pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan pun semakin efektif. Karena bantuan sosial dan subsidi diintegrasikan dalam satu kartu yaitu Kartu keluarga Sejahtera (KKS) yang memiliki fitur uang elektronik dan tabungan sehingga bisa menampung bansos PKH, Pangan, Subsidi LPG 3 Kg, dan subsidi listrik. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Ubudiyah Haedar Nashir