Jumat, 10 November 2017

Indonesia Paling Liberal dalam Perdagangan Beras

Jakarta, Haedar Nashir. Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU) menilai Indonesia merupakan negara yang paling liberal dibanding negara lain dalam hal perdagangan beras.



Indonesia Paling Liberal dalam Perdagangan Beras (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Paling Liberal dalam Perdagangan Beras (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Paling Liberal dalam Perdagangan Beras

Ketua LP2NU Rachmat Pambudy di Jakarta, Kamis (8/3) menyatakan, hal itu terlihat dari tidak adanya tarif bea masuk impor beras yang diterapkan pemerintah untuk melindungi petani dalam negeri. "Di negara-negara lain pemerintahnya menerapkan tarif impor beras rata-rata diatas 50 persen sedangkan di Indonesia justru tanpa ada bea masuk," katanya.

Rahmat yang juga Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengungkapkan, Thailand yang merupakan negara produsen sekaligus eksportir beras terbesar di Asean menerapkan bea masuk impor diatas 50 persen begitu juga dengan India.

Haedar Nashir

Bahkan, tambahnya, di Jepang tarif bea masuk impor beras ditetapkan sebesar 300 persen sementara Indonesia yang petani padinya sangat besar tarif impor beras kurang dari 25 persen.

Haedar Nashir

Menurut dia, tanpa adanya proteksi maupun subsidi dari pemerintah maka petani Indonesia tidak akan mampu bersaing dengan petani negara lain yang mendapatkan perlindungan serta dukungan insentif dari pemerintahnya.

Rachmat menyatakan, pada tahun 1970-an Indonesia mengimpor beras sebanyak 700 ribu ton untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri namun 15 tahun kemudian berbalik menjadi eksportir beras karena tercapainya program swasembada beras pada 1984.

Namun kondisi tersebut tak berlangsung lama, karena harga beras dunia menurun maka komoditas pangan tersebut banyak yang masuk ke dalam negeri dengan harga dumping sehingga Indonesia kembali menjadi importir beras.

Bahkan, menurut anggota Dewan Pakar Dewan Beras Nasional (DBN) itu, pada tahun 2000 impor beras Indonesia pernah mencapai tingkat yang tertinggi selama ini yakni mencapai 7 juta ton.

Jika impor 1 juta ton setara 200 ribu hektar (ha) lahan, tambahnya, sedangkan satu ha lahan pertanian menyerap rata-rata lima orang tenaga kerja maka 1 juta orang kehilangan pekerjaan. (mad/nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Aswaja, Fragmen Haedar Nashir

Jelang Kongres, Jaktim Berharap PMII Jadi Banom NU

Jakarta, Haedar Nashir - Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Timur menggelar musyawarah prakongres, Selasa (9/5), di Kampus STAI Az-Ziyadah, Jalan Masjid Alhusna Kampung Tanah 80 Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kegiatan yang disiapkan untuk menyambut forum Kongres XIX PMII di Palu, Sulawesi Tengah,? 15-20 Mei 2017 ini dihadiri tujuh Pengurus Komisariat PMII di daerah setempat. Musyawarah kali ini menghasilkan menghasilkan tiga rumusan.

Jelang Kongres, Jaktim Berharap PMII Jadi Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Kongres, Jaktim Berharap PMII Jadi Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Kongres, Jaktim Berharap PMII Jadi Banom NU

Pertama, Korps PMII Putri (Kopri) tetap menjadi badan semiotonom. Namun PMII Jakarta Timur mengusulkan adanya perbaikan sistem dalam kaderisasi dan administrasi persyaratan ketua Kopri di semua tingkatan kepengurusan.

Haedar Nashir

Kedua, mengenai kaderisasi perlu adanya lokakarya kaderisasi untuk menyamakan bentuk rekrutmen, kurikulum, dan pendampingan kader. Rekomendasi yang terakhir, PMII diharapkan masuk ke dalam badan otonom NU secara sah.

Kegiatan yang berlangsung selama lima jam ini dipandu oleh Ketua Pengurus Cabang PMII Jakarta Timur Saeful Anwar. Mantan Ketua Umum Universitas Ibnu Chaldun ini juga mengatakan sampai saat ini PMII Jakarta Timur masih dan akan tetap netral hingga kongres berlangsung nanti.

"Sudah banyak isu yang beredar kalau menjelang kongres banyak suara-suara titipan untuk mendukung salah satu calon ketua umum. Saya tegaskan, sampai saat ini saya mewakili sahabat PMII Jakarta Timur tidak ada satu pun suara atau calon yang kita usung. Kita akan berikan jawabannya di kongres nanti," ujar Saeful. (Robiatul Adawiyah/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Budaya Haedar Nashir

Tolak Sekolah 5 Hari, Ki Enthus Kirim Surat ke Mendikbud

Tegal, Haedar Nashir - Bupati Tegal Ki Enthus Susmono menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tegal menolak 5 Hari Belajar yang merupakan kebijakan Menteri Pendidikan Republik Indonesia. Menurutnya, kebijakan ini akan mematikan pendidikan Madrasah dan Taman Pendidikan Quran (TPQ).

Padahal, bangsa ini tidak hanya membutuhkan pendidikan formal, tetapi yang lebih penting adalah pendidikan agama yang di dalamnya terdapat pendidikan akhlak.

Tolak Sekolah 5 Hari, Ki Enthus Kirim Surat ke Mendikbud (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Sekolah 5 Hari, Ki Enthus Kirim Surat ke Mendikbud (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Sekolah 5 Hari, Ki Enthus Kirim Surat ke Mendikbud

"Perhitungan saya kalau sekolah 5 hari, anak sekolah pulang sore sekitar pukul 16.00. Lalu pendidikan Madrasah dan TPQ mau dikemanakan?” tegas Ki Enthus dengan nada bertanya saat acara peringatan Nuzulul Quran tingkat Kabupaten Tegal di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tegal, Senin (12/6) malam.

Haedar Nashir

Mantan Kasatkorcab Banser Tegal itu mengatakan, pendidikan formal memang penting, tetapi akhlak generasi bangsa itu jauh lebih penting.

Haedar Nashir

"Saya siap mendapatkan hukuman apapun kalau sikap ini dianggap salah dan menentang kebijakan itu, karena ini demi masa depan bangsa yang berakhlak," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Ki Enthus yang mengenakan celana batik khas Tegalan dan jaket Banser langsung memerintahkan Kepala Dinas Dikbud, Salu Panggalo untuk menyurati Mendikbud.

"Pak Salu, besok pagi surati (Selasa.red) surati Mendikbud, apapun risikonya saya yang tanda tangan. Saya juga siap dipanggil oleh Menteri, bahkan saya juga siap bahtsul masail tentang itu," pungkasnya.

Acara ini dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Tegal KH Chambali Utsman, sejumlah ulama, anggota Forkompimda Kapolres Tegal, Dandim 0712, Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal, para Kepala OPD, para ulama dan tokoh masyarakat Kabupaten Tegal serta ratusan anggota Banser. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pesantren, IMNU Haedar Nashir

Universitas Sunan Giri Surabaya Luncurkan Klinik Kewirausahaan

Surabaya, Haedar Nashir. Universitas Sunan Giri (Unsuri) Surabaya merespon gerakan pemerintah daerah dalam mengembangkan kewirausahaan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean. Sebagai tindak lanjut hal itu, Unsuri meluncurkan Klinik Kewirausahaan, Jum’at (3/7) Di Gedung Teknik Unsuri.

Universitas Sunan Giri Surabaya Luncurkan Klinik Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas Sunan Giri Surabaya Luncurkan Klinik Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas Sunan Giri Surabaya Luncurkan Klinik Kewirausahaan

Klinik dikelola oleh para dosen dan dibantu oleh mahasiswa. "Jangan khawatir mahasiswa Unsuri nganggur. Karena sekarang Unsuri menyediakan klinik kewirausahaan. Semoga klinik ini bisa bermanfaat untuk Unsuri baik Direktorat, mahasiswa dan fakultas," jelas Munir Su’udi, Ketua Klinik Kewirausahaan.

Grand Lanching klinik kewirausahaan disambut baik oleh Prof Dr H Soenarjo, MPd, Rektor Unsuri. Rektor menyampaikan sambutannya sebelum meresmikan klinik. “Semoga dengan adanya klinik ini, para mahasiswa bisa termotivasi untuk mengembangkan kewirausahaan. Klinik berarti tempat berobat atau tempat konsultasi, maka nama klinik sangat pas untuk meningkatkan kewirausahaan mahasiswa," jelas Prof Soenarjo.

Haedar Nashir

Rektor, juga menyampaikan kebangaannya kepada semua dosen dan mahasiswa. Berkat mahasiswa Unsuri berada di lima besar Kopertis Jatim dibidang administrasi. "Ini berkat mahasiswa yang rajin membayar," jelasnya disambut tepuk tangan para mahasiswa yang hadir.  

Hasyim Asyari, selaku Presiden BEM Unsuri menyambut baik klinik kewirausahaan itu, "Saya, berharap klinik kewirausahaan ini bisa mengangkat nama Unsuri dan bisa memotivasi mahasiswa untuk berwirausaha," harapnya. (Rofii Boenawi/Fathoni)

Haedar Nashir

 

Keterangan Foto, dari kiri: Munir Suudi, Ketua Klinik Kewirausahaan, Rektor Unsuri, dan Prof Mahmud Mannan (Direktur Pascasarjana Unsuri).

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah, Makam Haedar Nashir

Ganjar Ingin Desain Lasem dengan Ciri Pesantren, Pecinan dan Arab

Rembang, Haedar Nashir - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan keinginannya Lasem menjadi salah satu tempat destinasi wisata di Jawa Tengah. Menurutnya, desain kawasan Lasem, berikut semua unsur di dalamnya seperti pesantren, pecinan, Arab harus ditata dengan baik, sehingga maupun pengunjung bisa nyaman.

"Kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang akan dilantik, segera undang pakar untuk mendesain ini, bagaimana penataan kawasan Lasem,” tuturnya saat menghadiri acara perayaan Imlek 2567 di Klenteng Poo An Bio Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Rembang, Ahad (7/2) malam.

Ganjar Ingin Desain Lasem dengan Ciri Pesantren, Pecinan dan Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ganjar Ingin Desain Lasem dengan Ciri Pesantren, Pecinan dan Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ganjar Ingin Desain Lasem dengan Ciri Pesantren, Pecinan dan Arab

Ganjar menambahkan, kunci pertama terwujudnya suasana nyaman adalah kebersihan. Dan kepada masyarakat Lasem, Gubernur mengajak minimal seminggu sekali bisa bergotong royong untuk membersihkan lingkungan.

Selanjutnya seluruh produk unggulan harus dioptimalkan untuk mendukung suksesi destinasi pariwisata. Pemerintah akan mendukung untuk infrastruktur dan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

Haedar Nashir

"Berbagai potensi wisata mulai kuliner, kerajinan seperti batik dan sejarahnya harus dioptimalkan," jelasnya.

Haedar Nashir

Bahkan mantan anggota DPR RI itu meminta jika bersih-bersih Lasem bisa terlaksana tidak lupa untuk memotret dan membaginya di Twitter dengan menyebut akun twiter Ganjar Pranowo. Tujuannya agar dunia tahu bahwa ada gerakan masyarakat untuk mewujudkan Lasem sebagai kota bersejarah.

Dalam perayaan Imlek di Lasem, berbagai pertunjukan dihadirkan untuk menghibur masyarakat. Mulai dari pertunjukkan Barongsai, pertunjukan lintas etnik itu menghadirkan cerita kepahlawanan seorang pribumi bernama Raden Panji Margono dan dua orang etnik tionghoa bernama Oei Ing Kiat dan Tan Kee Wie saat melawan VOC pada tahun 1740-an hingga pesta kembang api.

Acara ini semakin lengkap setelah tokoh masyarakat, tokoh lintas agama, para pejabat kabupaten Rembang juga berkesempatan hadir. Pj Bupati Rembang Suko Mardiono, Kapolres Rembang AKBP Winarto, Dandim Kodim 0720 Rembang, Letkol Inf Darmawan Setiady, anggota DPR RI Imam Soeroso dan Bupati terpilih Abdul Hafidz dan Wakil Bupati terpilih Bayu Andriyanto juga terlihat hadir secara pribadi. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul, Sholawat Haedar Nashir

NU Temanggung Usul Kiai Subchi Bambu Runcing Jadi Pahlawan Nasional

Temanggung, Haedar Nashir. Peringatan hari Santri di Temanggung kemarin berlangsung semarak. Sekitar 15 ribu santri tumplek blek memadati halaman Gedung Pemuda Temanggung. Mereka mengikuti apel akbar dalam rangka peringatan hari santri (HSN) 2017 dengan inspektur apel Bupati Temanggung Bambang Sukarno dan komandan apel sahabat Puryawanto (Banser Ansor Temanggung).

Apel akbar kemarin, dikemas layaknya upacara kenegaraan, meskipun para santri tetap mengenakan sarung dan peci atau almamater pondok pesantrenya masing-masing, begitu pula dengan santriwatinya. 

NU Temanggung Usul Kiai Subchi Bambu Runcing Jadi Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Temanggung Usul Kiai Subchi Bambu Runcing Jadi Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Temanggung Usul Kiai Subchi Bambu Runcing Jadi Pahlawan Nasional

Selain diikuti santriwan-santriwati dari pondok pesantren se-Temanggung, para ulama dan kyai serta siswa-siswi dari lembaga pendidikan Maarif NU, peserta apel merupakan seluruh kader badan otonom (banom) NU, seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU-IPPNU, juga PMII.

Pembacaan teks Pancasila dipimpin oleh Bupati Bambang Sukarno, petugas pembaca ikrar santri indonesia oleh Jakfar Shodiq (Sekretaris Lakpesdam NU Temanggung), pembaca amanat PBNU oleh KH Muhammad Furqon atau Gus Furqon (Ketua PCNU Temanggung) dan pembaca teks resolusi jihad oleh KH Yacub Mubarok (Rais Syuriyah PCNU Temanggung).

Haedar Nashir

Ketua Tanfidz PCNU Temanggung KH Muhammad Furqon menuturkan, hari ini (kemarin, red) keluarga besar NU Temanggung bersama santri memperingati hari santri. Dengan peringatan hari santri ini, isi resolusi jihad 22 ktober 1945 silam, bisa menyemai dan memberi semangat para santri sebagaiamana yang telah dilakukan oleh sang pendiri  NU KH Hasyim Asyari.  

"Santri bisa tetap mencintai NKRI dan bisa memberi kenyamanan untuk lingkungan atau masyarakat. Saya berharap, santri bisa meneladai perjunagan KH Hasyim Asyari," harapnya.

KH Yacub Mubarok menuturkan, dirinya bersama Bupati Temanggung Bambang Sukarno dalam waktu dekat ingin menghadap Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan dan mengusulkan KH Subchi Parakan Temanggung bisa menjadi pahlawan nasisional.

Menurutnya, KH Subchi tidak hanya terkenal di Temanggung dan Indonesia saja, namun juga terkenal sampai Belanda dan Jepang. Beliau merupakan penggerak hebat untuk NKRI, sehingga bisa menghantarkan bangsa dan negara ini ke gerbang kemerdekaan. 

Haedar Nashir

"Atas jasa dan perjuanganya itu, sudah selayaknya negara memberikan pengahargaan. Beliua seorang  patriotis, berjuang untuk kedaimaan, kenyamana dan kemerdekaan. Beliau merupakan aset bangsa dan idola kita semua," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Bambang Sukarno mengaku siap mengawal dan mengantarkan Yacub Mubarok ke Istana negara untuk menghadap presiden. Menurut Bambang, jasa KH. Subchi saat besar untuk bangsa ini, beliau tidak hanya milik Temanggung, Bangsa Indonesa, tapi juga dunia internasional.

"Sudah sepatnya, belaiu (almarhum KH Subchi) mendapat gelar pahlawan. Dengan momentum hari santri tahun ini, saya berharap santri dan warga Temanggung pada umumnya tetap cinta NKRI, setia terhadap pancasila, UUD 1945 dan bhineka tunggal ika," pungkasnya. (Ahsan Fauzi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, Kajian, Bahtsul Masail Haedar Nashir

Mau Masuk Banser? Tatalah Niat untuk Cari Ridho Allah!

Mrangin, Haedar Nashir

Barisan Ansor Serbaguna (Banser) harus selalu ikhlas dalam melaksanakan tugas sehari-hari demi melaksanakan sembilan janji (Nawa Prasetya) Banser. Banser berkomitmen mempertahankan ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah ala Nahdliyah dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mau Masuk Banser? Tatalah Niat untuk Cari Ridho Allah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Mau Masuk Banser? Tatalah Niat untuk Cari Ridho Allah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Mau Masuk Banser? Tatalah Niat untuk Cari Ridho Allah!

Demikian pernayataan Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Juanda dalam acara Diklatsar (Pendidikan dan Laitahan Dasar) Banser yang diselenggarakan Satkorcab (Satuan Koordinasi Cabang) Banser Kabupaten Mrangin, Jambi, Jumat (22/7) malam.

Acara yang berlangsung di halaman Masjid Al-Huda, Desa Mampun Baru, Kecamatan Tabir Pamenang Barat, Jambi tersebut diikuti 200 peserta dari berbagai utusan Pimpinan Anak Cabang GPAnsor se-Kabupaten Mrangin.

Haedar Nashir

Menurut Juanda, kalau jadi anggota Banser tidak diniati secara ikhlas dalam melaksanakan tugas, pasti akan sia-sia. ”Kita harus menata niat mulai sekarang. Karena, kita ikut Banser ini karena Allah dan hanya mencari ridho Allah SWT. Jangan ada niatan yang lain, “ ungkap Juanda.

Dalam melaksanakan tugasnya, dalam istilah Juanda, jika benar anggota Banser tidak dipuji, salah dicaci, hilang tidak dicari, capek-capek tidak digaji. “Makanya kalau tidak ditata secara baik-baik. Niat kita dalam berorganisasi ini kita akan sia-sia saja. Tata niat dengan baik, “ tegasnya.

Haedar Nashir

Selain Juanda, hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Mrangin H Khafid Moein, Ketua PCNU Mrangin H Zostafia Muchtar, Ketua PW GPAnsor Jambi Imam Subawehi, dan tiga instruktur Banser Nasional, H Imam Kusnin Ahmad, Hery BH, dan Moh Mufid.

Penegasan yang sama juga disampaikan oleh Wakil Bupati Mrangin, Khafid Moein. “Keihlasan Banser menurut saya sudah tidak bisa diragukan lagi. Ini kita buktikan, saat penyelenggaraan MTQ se-Jambi di Mrangin lalu. Banser membantu penuh dalam penyelenggaraan tersebut, sehingga MTQ di Mrangin berlangsung sukses,” terangnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama Haedar Nashir