Sabtu, 18 November 2017

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan

Subang, Haedar Nashir. Pembangunan lantai dua gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kabupaten Subang, hampir rampung. Kendati demikian, pengurus NU dan Nahdliyin sudah bisa menggunakan gedung baru ini untuk pelbagai macam kegiatan organisasi.

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan

"Tinggal sedikit lagi pembangunannya. Mudah-mudahan cepat selesai. Kita pengennya nanti bulan Muharom sudah bisa diresmikan," kata Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah kepada Haedar Nashir usai rapat Reboan di kantor PCNU setempat, Rabu (24/9).

Gedung PCNU Subang ini, Kiai Musyfiq melanjutkan, akan difungsikan untuk rapat dan aneka kegiatan-kegiatan organisasi yang ada di bawah naungan PCNU Subang. "Nanti gedung ini untuk kegiatan-kegiatan lembaga, lajnah, banom, giliran nantinya hari ini yang pakai siapa, besok siapa, jadi setiap hari ada kegiatan terus," terang Kiai Musyfiq.

Haedar Nashir

Ia berharap, fasilitas gedung baru ini dapat menambah semangat dan motivasi bagi para pengurus untuk lebih aktif lagi dalam menjalankan roda organisasi PCNU Subang.

Haedar Nashir

Dari pantauan Haedar Nashir, penyelesaian renovasi gedung ini hanya butuh memasang plafon dan kaca jendela. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, Amalan, Pertandingan Haedar Nashir

Mengawali Musim Panas, KBRI Damaskus Repatriasi 41 WNI

Damaskus, Haedar Nashir. Pada Senin (25/4) waktu setempat, KBRI Damaskus kembali melakukan repatriasi WNI gelombang ke-274. Sebanyak 41 WNI dipulang ke Indonesia lewat Bandara Internasional Damaskus setelah diselesaikan segala permasalahannya. 

Para WNI yang direpatriasi tersebut sebagian besar berasal dari Jawa Barat, sisanya berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan NTB. Jumlah repatriasi gelombang 274 ini merupakan yang terbanyak sejak tahun lalu. Repatriasi kali ini didampingi oleh staf KBRI Damaskus, Mohammad Zubair Moehdir.

Berikut daftar nama repatrian:

Mengawali Musim Panas, KBRI Damaskus Repatriasi 41 WNI (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengawali Musim Panas, KBRI Damaskus Repatriasi 41 WNI (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengawali Musim Panas, KBRI Damaskus Repatriasi 41 WNI

1. Aisah Bt Oman Arobah, Purwakarta;

2. Anisah Emus Sumardi, Cimahi;

3. Artati Bt Ibrahim Mansirad, Pandeglang;

Haedar Nashir

4. Asmawati Bt, Masiyung Wanto, Sumbawa NTB;

Haedar Nashir

5. Casih Bt Waan Mali, Subang;

6. Dede Rosita Enen, Cianjur;

7. Een Kirman Jai, Purwakarta; 

8. Itoh Masitoh Bt Sari Aleh, Bandung;

9. Juwita Bt Ali Arsad, Bima NTB;

10. Karsinah Binti Kardimah, Karawang;

11. Kartika Bt Jumantre Kasre, Lombok Tengah;

12. Krisnayanti Bt Cardiyah Kasmit, Indramayu; 

13. Kurnia Sari Kali Kajam, Indramayu;

14. Lena Maryana Asep Miftah, Sukabumi; 

15. Lia Bt Dulhawa Sangad, Tangerang Banten;

16. Meli Yulianti Bt Ikib Amat, Bandung;

17. Muhaenah Bt Ramin Sabit, Lampung Selatan;

18. Napisah Binti Saman, Carenang;

19. Nikmatur Rohmah Besuni, Malang;

20. Nunung Kurniawati Misar, Tambelang;

21. Nurhasiah Bt Ahmad Muhammad, Sumbawa;

22. Nurhayati Bt Badru Samsu, Sukabumi; 

23. Patimah Subki Sarhi, Sukabumi;

24. Rahmatia Bt Ibrahim Dede, Sumbawa NTB;

25. Rosita Binti Ramin, Tangerang, Banten;

26. Sari Bt Samid Samin, Tangerang, Banten;

27. Siti Asiyah Bt Muhammad Ali, Sumbawa NTB;

28. Siti Julaeha Bt Yayan Sarhindi, Cianjur;

29. Siti Patimah Bt Irah Suut, Bima Ntb;

30. Siti Rohmi Zuhdi Suyuti, Boyolali, Jateng;

31. Sumiyati Bt Rasma Daim, Indramayu;

32. Suniri Bt Rastal Amar, Cirebon;

33. Supriatin Bt Laksono Satram, Lumajang;

34. Tami Jumanah, Cirebon;

35. Tarwi Bt Cakra Kedung, Indramayu;

36. Tin Tin Bt Tarmedi Pepe, Cianjur;

37. Wenah Bt Rustam Taali, Subang;

38. Yanti Sinah Bt Amsir Ahim, Karawang;

39. Yatin Miyarso, Banjar Negara;

40. Yayah Bt Dudin Uu, Sukabumi;

41. Yuli Laelasari Bt Danu Sukar, Sumedang.

Saat ini shelter KBRI Damaskus masih terdapat sekitar 20 WNI korban perdagangan manusia yang sedang diperjuangkan hak dan kepulangannya. 

Duta Besar RI di Damaskus, Djoko Harjanto, yang turut melepas mereka di Bandara Internasional Damaskus menegaskan bahwa repatriasi TKW ini merupakan program yang telah berlangsung sejak tahun 2011 karena situasi keamanan di Suriah yang masih sangat mengkhawatirkan dan tidak mungkin kontrak kerjanya diperpanjang lagi. Karena kebijakan pemerintah RI untuk menghentikan secara permanen pengiriman tenaga kerja untuk sektor perorangan ke selururh negara di Timur Tengah. (Red-Zunus) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Berita, Kiai Haedar Nashir

Jumat, 17 November 2017

5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand

Jombang, Haedar Nashir. Mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng Jombang kembali akan melaksanakan pengabdian atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Thailand. Sebanyak lima mahasiswa UNHASY akan berbagi ilmu dengan para santri yang ada di negara gajah putih tersebut.

Sebagaimana KKN Internasional gelombang pertama, pada gelombang kedua ini tim seleksi UNHASY juga melakukan serangkaian test untuk menentukan mahasiswa yang akan diterjunkan langsung ke dunia pendidikan di Thailand.?

“Kami ingin menerjunkan mahasiswa UNHASY yang terbaik, sehingga bisa mengabdikan diri dan memberikan kontribusinya di Thailand. Karena membawa nama baik UNHASY juga,” ungkap Kepala ? Biro Administrasi Akademis Kemahasiswaaan UNHASY, Muhammad, Rabu (13/4).

5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand

Tim penguji terdiri dari Ahmad Faruq (Kepala LPPM UNHASY), Elisa Nurul Laili (Kepala Lembaga Bahasa UNHASY) dan Rusli Ilham Fadli (Dosen PBSI UNHASY). Selain itu, dua mahasiswa yang pernah mengikuti KKN Internasional Thailand gelombang pertama, Nuriyah Laili (Fakultas Tarbiyah) dan Hurun ‘Aiin KA (Fakultas Dakwah) juga turut menjadi tim penyeleksi.

Ada 11 mahasiswa yang mengikuti seleksi pada Selasa (12/4) kemarin. Seleksi wawancara meliputi motivasi diri, pengetahuan agama, kemampuan berbahasa Inggris, dan kemampuan mengajar (peer teaching).

Haedar Nashir

Dari 11 mahasiswa yang lulus mengikuti seleksi KKN Internasional di Thailand adalah Alif Zakiyatul Fikriyah (Fak. Ilmu Pendidikan), Ani L. Arias Sholehah (Fak. Tarbiyah), Fina Fastaqima (Fak. Ilmu Pendidikan), Ririn Cahyani dan Siti Fatimatuz Zahro (Fak. Tarbiyah)

Kelima mahasiswa ini akan menjalani KKN Internasional selama 5 bulan. Program KKN tersebut merupakan hasil kerjasama UNHASY dengan Abroad Alumni Association of Sourthern Border Provinces, yaitu sebuah persatuan alumni luar negeri di Thailand Selatan yang fokus kegiatannya dalam hal pendidikan dan dakwah. (Machtumah Malayati/Zunus)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional Haedar Nashir

Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat

Jepara, Haedar Nashir



Sebanyak 34 anak mengikuti kegiatan Khitanan Massal yang diselenggarakan PC GP Ansor Jepara yang berlangsung di Klinik Masyithoh, kompleks gedung NU, Jalan Pemuda 51 Jepara, Senin (18/9). 

Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat

Kegiatan yang diadakan dalam rangka Pra Konfercab PC GP Ansor Jepara XII itu merupakan hasil kerja sama Polres Jepara, PC Muslimat NU, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kabupaten Jepara. 

Puluhan anak yang mengikuti khitan massal memperoleh sarung, baju koko, peci serta bingkisan dari panitia. Adapun dokter yang mengkhitan langsung dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kabupaten Jepara yang diketuai dr. Triyono dengan didampingi 8 tenaga. 

KH Hayatun Abdullah Hadziq, Ketua PCNU Jepara menyampaikan, GP Ansor tidak hanya organisasi yang diselesai di wacana saja. “Ini bukti bahwa kegiatan khitan seperti ini merupakan kegiatan yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” paparnya. 

Polres Jepara juga turut mengapreasi kegiatan tersebut. “Senang dengan kegiatan seperti ini, jika di kemudian hari ada kegiatan yang sama, kami siap membantu,” urai Putu Krisna, Kasatlantas, mewakili Polres Jepara. 

Haedar Nashir

Kusdiyanto, selaku ketua panitia kegiatan menyebutkan khitan massal bisa menjadi salah satu kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Sehingga Konfercab Ansor tidak hanya berkutat pada siapa ketua berikutnya namun juga lebih kepada bagaimana kita merumuskan program-program riil untuk masyarakat,” sebut dia. 

Ketua PC GP Ansor Jepara, M. Kholil berharap Ansor mampu menjadi organisasi kepemudaan yang yang konsen pada isu-isu pemecahan permasalahan di masyarakat. 

“Kegiatan sunat massal yang kami lakukan untuk berbaur dan memberikan sedikit manfaat bagi masyarakat Jepara. Juga menjadi inspirasi masyarakat untuk selalu peduli kepada sesame,” pungkas Kholil. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi) 

 

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail, Kiai Haedar Nashir

IGTK/RA Sidoarjo Gelar Gebyar TNI Cilik

Sidoarjo, Haedar Nashir. Ikatan Guru Taman Kanak-kanak dan Raudlatul Athfal (IGTK/RA) Muslimat NU Sidoarjo bekerjasama dengan Kodim 0816 Sidoarjo menggelar gebyar Tentara Nasional Indonesia (TNI) cilik di lapangan Kodim 0816 Sidoarjo, Sabtu (28/11).

Sekitar 6000 siswa/siswi TK dan RA se-Kabupaten Sidoarjo berseragam layaknya TNI. Mereka memadati lapangan Kodim 0816 Sidoarjo. Acara yang bertema gebyar TNI cilik ‘Ayo tumbuhkan Jiwa Nasionalisme dan bangun karakter cinta tanah air sejak dini’ berjalan meriah.

IGTK/RA Sidoarjo Gelar Gebyar TNI Cilik (Sumber Gambar : Nu Online)
IGTK/RA Sidoarjo Gelar Gebyar TNI Cilik (Sumber Gambar : Nu Online)

IGTK/RA Sidoarjo Gelar Gebyar TNI Cilik

Ketua Panitia Masfufah mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja dari IGTK/RA Muslimat NU Kabupaten Sidoarjo yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak, sekaligus menambah sikap dan keberanian serta percaya diri dalam bersosialisasi.

Haedar Nashir

"Semoga dengan terselenggaranya acara ini anak-anak dapat mengetahui dan mengenal berbagai macam profesi yang berkaitan dengan TNI," harap Masfufah.

PJ Bupati Sidoarjo H Jonathan Judyanto mengapresiasi terselenggaranya acara itu. Menurut Jonathan, dengan diadakannya gebyar TNI cilik mampu memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa TNI juga bagian dari pahlawan di Indonesia ini.

Haedar Nashir

"Setelah diberikan pemahaman dan pengetahuan, saya berharap anak-anakku ini bisa merasakan menjadi pahlawan negara, sekaligus mengenal bahwa menjadi TNI juga merupakan pengabdian kepada negara seperti halnya menjadi seorang guru," kata Jonathan.

Dengan mengenakan seragam TNI, Jonathan mengaku bangga. Karena dirinya memakai dua lambang kebesaran yakni lambang sebagai bupati dan lambang dari Muslimat NU. "Ini merupakan kebanggaan, rasa cinta dan komitmen saya kepada anak-anak terhadap pembangunan dunia pendidikan adalah harga mati," aku Jonathan.

Jonathan menyatakan, bahwa dunia pendidikan adalah sesuatu yang benar-benar harus diperjuangkan. Pasalnya, melalui pendidikanlah bangsa ini bisa lebih maju, sejahtera, mandiri dan bisa berkompetisi dengan bangsa lain di seluruh dunia.

Acara gebyar TNI tersebut ditandai dengan pelepasan balon oleh PJ Bupati Sidoarjo H Jonathan Judyanto dengan menggandeng dua anak atau peserta TNI cilik yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo, perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo serta para pengurus IGTK/RA Muslimat NU Cabang Sidoarjo. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir RMI NU Haedar Nashir

PBNU Berupaya Transformasikan Diri Menuju Organisasi Berbasis TI

Jakarta, Haedar Nashir

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berupaya melakukan tranformasi organisasi menuju pengelolaan organisasi berbasis informasi dan teknologi (IT). Hal itu disampaikan oleh Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini.



PBNU Berupaya Transformasikan Diri Menuju Organisasi Berbasis TI (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berupaya Transformasikan Diri Menuju Organisasi Berbasis TI (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berupaya Transformasikan Diri Menuju Organisasi Berbasis TI





Transfomasi pengelolaan organisasi berbasis IT tersebut antara lain yang sedang digodok dengan serius adalah transformasi Kartanu. “Kami ingin Kartanu bukan saja berfungsi sebagai kartu identitas dan data base semata warga NU,” tandas Helmy.

Haedar Nashir





Haedar Nashir

Sebagaimana diketahui bahwa Kartanu yang sudah beredar memang rata-rata hanya berfungsi sebagai pangkalan data dan identitas semata. Ada memang beberapa Pengurus Cabang yang sudah lebih progersif dengan menjadikan Kartanu bukan sebagai pangkalan data semata namun lebih dari itu Kartanu dijadikan sebagai ATM dengan menggandeng Bank tertentu. Hal itu seperti terjadi di PCNU Karawang dan juga PWNU Jawa Timur.





Terobosan sudah dilakukan oleh PCINU Korea Selatan yang memulai langkah progresif dengan menjadikan Kartanu? bukan saja? sebagai pangkalan data dan juga ATM. Kartanu di Korea Selatan sudah bisa digunakan untuk membayar alat taransportasi massal di sana.





“Kami terus mengkaji dengan serius dari pelbagai pengalaman pengelolaan Kartanu yang sudah ada, sehingga ke depan Kartanu memiliki fungsi yang lebih variatif dan bermanfaat bagi umat. Kami akan terus mengelaborasinya dengan tim ahli, termasuk kemarin kita diskusi intens dengan dirut Bank Mandiri. Nanti fisik kartunya bernama Kartanu, dan aplikasi yang terpasang di posel bernama E-Kartanu. Semua warga NU yang menggunakan ponsel android maupun IOS bisa mengaksesnya,” papar Helmy.





Dari perkembangan pengkajian kesekjenan PBNU diperoleh informasi bahwa setidaknya Kartanu akan dimaksudkan untuk memiliki empat fungsi sekaligus. Pertama, fungsi pangkalan data warga NU. Kedua, fungsi alat pembayaran. Ketiga, fungsi tabungan masa depan seperti tabungan zakat, tabungan kurban, dan juga tabungan haji dan umroh. Keempat, fungsi keuntungan atau benefit semisal tatkala ada warga NU yang meninggal maka akan mendapat santunan.





“Prinsipnya Kartanu yang sedang disiapkan oleh PBNU kali ini sama sekali tidak membebankan warga NU barang satu rupiahpun” pungkas Helmy. (Fariz Alniezar)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Ahlussunnah Haedar Nashir

Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya

Jakarta, Haedar Nashir



H Slamet Effendi Yusuf, salah seorang yang menyatakan diri siap menjadi calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rabu (14/10) sore mengunjungi ruang redaksi Haedar Nashir, lantai 5 gedung PBNU, Jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat.



Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya

Slamet yang ditemui Pemimpin Redaksi Haedar Nashir Abdul Mun’im DZ dan Wakil Pemimpin Redaksi Haedar Nashir Suadi D. Pranoto menyampaikan keinginnya sebagai calon ketua umum PBNU.

Slamet yang juga pentolan Partai Golkar menampik kesan sementara kalangan NU bahwa dirinya ingin melompat dari dunia politik ke dalam kepengurusan PBNU.

Haedar Nashir

Ia menyatakan, dirinya bukan orang baru di lingkungan NU. Ia pernah aktif di IPNU, sempat memimpin GP Ansor, dan pada saat kepemimpinan Gus Dur, Slamet pernah menjabat sebagai salah satu pengurus di PBNU. Ia bahkan masuk dalam tim sembilan penyiapan kembalinya NU ke Khittahpada 1980-an.

Haedar Nashir

“Saya mencalonkan diri ini juga bukan karena tidak punya kerjaan lagi. Yang saya terima sekarang ini sudah cukup. Saya menolak ditawari sebagai duta besar. Saya merasa memimpin NU ini sebuah tantangan. Menurut saya setelah era Gus Dur, NU perlu ada sebuah lompatan,” katanya menunjuk pada dirinya yang menyatakan sanggup melakukan lompata itu.

Dalam kesempatan itu Slamet menyampaikan, Ketua Umum PBNU KH Muzadi berjasa besar dalam memimpin NU terutama dalam membawa NU ke kancah internasional dan mengaktifkan media informasi NU.

Tak lama berselang calon ketua umum PBNU lainnya KH Masdar Farid Mas’udi juga berkunjung ke redaksi Haedar Nashir. Dua calon ini berbincang dan berfoto bersama kru redaksi Haedar Nashir. (nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Humor Islam, Nahdlatul Haedar Nashir