Minggu, 19 November 2017

Kiai Masdar: Dua Hal yang Membuat Organisasi Dijunjung Tinggi

Jakarta, Haedar Nashir. Rais Syuriyah KH Masdar Farid Mas‘udi mengungkap, ada makna mendalam dalam surat al-Quraisy, terutama dua penggal ayat terakhir. Di situ masyarakat Quraisy diperintahkan untuk menyembah Tuhan Pemilik Ka‘bah (Allah), kemudian diikuti dengan dua sifat yang menjadi ayat berikutnya.

Pertama, “Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar”; dan kedua, “Yang mengamankan mereka dari ketakutan.” Menurut Kiai Masdar, hal ini menunjukkan betapa memenuhi kebutuhan ekonomi dan memberi jaminan rasa aman menjadi hal utama.

Kiai Masdar: Dua Hal yang Membuat Organisasi Dijunjung Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Masdar: Dua Hal yang Membuat Organisasi Dijunjung Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Masdar: Dua Hal yang Membuat Organisasi Dijunjung Tinggi

“Karena dua alasan itulah (dalam ayat itu) Allah disembah,” katanya pada forum peluncuran buku berjudul "Ansor dan Tantangan Kebangsaan: Sebuah Refleksi Demografi Politik Dari Social Capital? Menuju Human Capital" karya Wasekjen Bidang Kaderisasi Pimpinan Pusat? Gerakan Pemuda Ansor? Rizqon Halal Syah, Kamis (29/10) siang, di hall room hotel Acacia, Jakarta.

Haedar Nashir

Di hadapan para kader GP Ansor, Kiai Masdar menegaskan bahwa ayat tersebut juga menjadi inspirasi bahwa organisasi ketika mempunyai perhatian pada pemenuhan kebutuhan dasar rakyat dan sikap mengayomi akan dihormati dan dijunjung tinggi.

Haedar Nashir

Dalam pandangannya, dua tugas tersebut juga menjadi jawaban bagi munculnya bonus demografi di Indonesia ke depan. Bonus demografi, katanya, harus diiringi dengan peningkatan kualitas.

Kiai asal Purwokerto ini mengatakan, Indonesia terdiri dari agama yang sangat beragam. Bahkan agama-agama yang tidak ada di belahan dunia lain, ada di Indonesia. Dalam pluralitas semacam ini dibutuhkan organisasi seperti GP Ansor yang mampu memberi jaminan rasa aman bagi masyarakat luas. Apalagi, jumlah kelompok intoleran semakin lama kian bertambah di Tanah Air.

Hadir pula dalam kesempatan itu Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf, Prof Dr Ahmad Mubarok? dari Mubarok Center, Prof. Dr Prijono Tjiptoherijanto (guru besar ekonomi UI), Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, mantan kepala umum staf TNI Letjen (Purn) Johanes Suryo Prabowo, para akademisi, dan ratusan kader Ansor. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Nahdlatul, AlaNu Haedar Nashir

Innalillah, Hj Tutty Alawiyah Wafat

Jakarta, Haedar Nashir

Innallillahi wainna ilaihi raajiuun, Muslim Indonesia kembali berduka dengan meninggalnya salah satu ulama perempuan Hj Tutty Alawiyah, yang juga ketua Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), pada Rabu, 4 Mei pukul 07.15 di Rumah Sakit MMC Jakarta. ?

Dalam informasi yang beredar di sosial media, keluarga Tutty, H Dailami Firdaus menyampaikan berita duka tersebut dan menyampaikan rumah duka berada di jl Jatiwaringian No 51 Pondok Gede Bekasi, depan bank BNI.? Syifa Fauziyah, salah satu putri almarhum yang dihubungi Haedar Nashir menjelaskan, almarhum ibunya meninggal salah satunya karena infeksi paru. Ia menambahkan, jenazah akan dimakamkan di kompleks Pesantren Yatim Assafiiyah di Jatiwaringin ba’da Ashar.?

Innalillah, Hj Tutty Alawiyah Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillah, Hj Tutty Alawiyah Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillah, Hj Tutty Alawiyah Wafat

Beberapa hari sebelumnya, beredar berita hoax bahwa Hj Tuty Alawiyah meninggal yang kemudian diklarifikasi oleh pihak keluarga bahwa berita tersebut tidak benar. Karena itu, info yang kembali beredar kali ini mendapat pertanyaan dari berbagai anggota berbagai grup WA.?

Tutty yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Pemberdayaan Perempuan ini dilahirkan pada 30 Maret 1942 di Jakarta dari pasangan KH Abdullah Syafiie dan Hajjah Rogayah. Ayahnya merupakan ulama terkenal asal Betawi sehingga dari kecil ia sudah dididik ilmu agama dengan baik.?

Haedar Nashir

Ia melanjutkan lembaga pendidikan yang didirikan oleh ayahnya dibawah naungan Yayasan Perguruan As-Syafiiyah yang didirikan tahun 1933. Di bawah pengelolaannya, lembaga pendidikan tersebut semakin besar dengan memiliki unit Pesantren Putra-Putri dan Yatim, Pesantren Tinggi Darul Agama, Sekolah Tinggi Wiraswasta, serta Universitas Islam Syafiiyah.?

Selain aktif dalam mengembangkan dakwah, Tutty juga aktif dalam dunia politik. Ia pernah menjadi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada tahun 1998 hingga tahun 1999 pada Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan. Ia juga pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat dari tahun 1992 hingga 2004 dari Utusan Golongan. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam, Doa, Tokoh Haedar Nashir

Haedar Nashir

Sabtu, 18 November 2017

GP Ansor Gemakan "Kecamatan Bershalawat"

Subang, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Subang menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Kecamatan Bershalawat”. Kegiatan yang didukung oleh PT Jarum ini merupakan salah satu program dari Pimpinan Pusat GP Ansor yang terbagi dalam beberapa zona dan wilayah di Jawa Barat.

Kegiatan diadakan di halaman Masjid Jami’ Al-Mukhlishin, Pamanukan, Subang, Ahad (22/4) lalu, yang dihadiri oleh ribuan ja’maah. Selain menggemakan Shalawat, kegiatan ini diisi oleh beberapa bakti sosial diantaranya pengobatan gratis, pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dan penanaman 1000 pohon.

GP Ansor Gemakan Kecamatan Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gemakan Kecamatan Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gemakan "Kecamatan Bershalawat"

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Subang, Ojang Sohandi, Ketua Tanfidziyah PCNU Subang, KH. Musyfiq Amrullah, Anggota DPRD Subang, Mimin Hermawan dari Fraksi Golkar dan Satibi dari Fraksi Demokrat, dan tampil sebagai penceramah Ketua Majelis Dzikir Pimpinan Pusat GP Ansor, KH. M. Faris Fuad Hasyim yang juga sebagai Pengasuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon. 

Haedar Nashir

Menurut Ketua PC GP Ansor Subang, Asep Alamsyah Heridinata, kegiatan Kecamatan Bershalawat ini merupakan sebagai langkah dan upaya penyadaran kepada masyarakat bahwa dengan barokah bershalawat segala bentuk permasalahan akan terpecahkan, termasuk permasalahan yang menyangkut hubungan kerukunan ummat beragama. 

“Shalawat adalah do’a. mudah-mudahan dengan kita bershalawat kita semua bisa terhindar dari apa yang tidak kita inginkan. Selain itu juga, shalawatan adalah ciri khas dari Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, sebagai organisasi yang lahir dari rahim NU, sudah menjadi kewajiban GP Ansor harus mempertahankan dan mengembangkan tradisi tersebut,” papar Asep. 

Haedar Nashir

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PC NU Subang, KH. Musyfiq Amrullah, bahawa Shalawat merupakan sebuah kewajiban yang sudah ditetapkan dalam Al-Qur’an. 

"Allah sudah mewajibkan kepada Ummat Islam untuk memberikan shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu, NU akan tetap melestarikan tradisi Shalawatan walaupun banyak faham-faham yang menentang tradisi tersebut,” ungkapnya. 

Sementara Bupati Subang, Ojang Sohandi mengatakan kegiatan sholawat akbar ini merupakan cara yang digunakan orang terdahulu untuk menyebarkan agama Islam juga mengajarkan toleransi dan gotong royong dalam umat beragama.

"Seperti yang dilakukan oleh para Wali Songo, mereka bisa berhasil menyebarkan Agama Islam tanpa harus perang maupun perpecahan, namun justru toleransi dan rasa gotong royong yang terbangun dalam perbedaan,” ujarnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nasihul Umam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail Haedar Nashir

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan

Subang, Haedar Nashir. Pembangunan lantai dua gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kabupaten Subang, hampir rampung. Kendati demikian, pengurus NU dan Nahdliyin sudah bisa menggunakan gedung baru ini untuk pelbagai macam kegiatan organisasi.

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan

"Tinggal sedikit lagi pembangunannya. Mudah-mudahan cepat selesai. Kita pengennya nanti bulan Muharom sudah bisa diresmikan," kata Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah kepada Haedar Nashir usai rapat Reboan di kantor PCNU setempat, Rabu (24/9).

Gedung PCNU Subang ini, Kiai Musyfiq melanjutkan, akan difungsikan untuk rapat dan aneka kegiatan-kegiatan organisasi yang ada di bawah naungan PCNU Subang. "Nanti gedung ini untuk kegiatan-kegiatan lembaga, lajnah, banom, giliran nantinya hari ini yang pakai siapa, besok siapa, jadi setiap hari ada kegiatan terus," terang Kiai Musyfiq.

Haedar Nashir

Ia berharap, fasilitas gedung baru ini dapat menambah semangat dan motivasi bagi para pengurus untuk lebih aktif lagi dalam menjalankan roda organisasi PCNU Subang.

Haedar Nashir

Dari pantauan Haedar Nashir, penyelesaian renovasi gedung ini hanya butuh memasang plafon dan kaca jendela. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, Amalan, Pertandingan Haedar Nashir

Mengawali Musim Panas, KBRI Damaskus Repatriasi 41 WNI

Damaskus, Haedar Nashir. Pada Senin (25/4) waktu setempat, KBRI Damaskus kembali melakukan repatriasi WNI gelombang ke-274. Sebanyak 41 WNI dipulang ke Indonesia lewat Bandara Internasional Damaskus setelah diselesaikan segala permasalahannya. 

Para WNI yang direpatriasi tersebut sebagian besar berasal dari Jawa Barat, sisanya berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan NTB. Jumlah repatriasi gelombang 274 ini merupakan yang terbanyak sejak tahun lalu. Repatriasi kali ini didampingi oleh staf KBRI Damaskus, Mohammad Zubair Moehdir.

Berikut daftar nama repatrian:

Mengawali Musim Panas, KBRI Damaskus Repatriasi 41 WNI (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengawali Musim Panas, KBRI Damaskus Repatriasi 41 WNI (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengawali Musim Panas, KBRI Damaskus Repatriasi 41 WNI

1. Aisah Bt Oman Arobah, Purwakarta;

2. Anisah Emus Sumardi, Cimahi;

3. Artati Bt Ibrahim Mansirad, Pandeglang;

Haedar Nashir

4. Asmawati Bt, Masiyung Wanto, Sumbawa NTB;

Haedar Nashir

5. Casih Bt Waan Mali, Subang;

6. Dede Rosita Enen, Cianjur;

7. Een Kirman Jai, Purwakarta; 

8. Itoh Masitoh Bt Sari Aleh, Bandung;

9. Juwita Bt Ali Arsad, Bima NTB;

10. Karsinah Binti Kardimah, Karawang;

11. Kartika Bt Jumantre Kasre, Lombok Tengah;

12. Krisnayanti Bt Cardiyah Kasmit, Indramayu; 

13. Kurnia Sari Kali Kajam, Indramayu;

14. Lena Maryana Asep Miftah, Sukabumi; 

15. Lia Bt Dulhawa Sangad, Tangerang Banten;

16. Meli Yulianti Bt Ikib Amat, Bandung;

17. Muhaenah Bt Ramin Sabit, Lampung Selatan;

18. Napisah Binti Saman, Carenang;

19. Nikmatur Rohmah Besuni, Malang;

20. Nunung Kurniawati Misar, Tambelang;

21. Nurhasiah Bt Ahmad Muhammad, Sumbawa;

22. Nurhayati Bt Badru Samsu, Sukabumi; 

23. Patimah Subki Sarhi, Sukabumi;

24. Rahmatia Bt Ibrahim Dede, Sumbawa NTB;

25. Rosita Binti Ramin, Tangerang, Banten;

26. Sari Bt Samid Samin, Tangerang, Banten;

27. Siti Asiyah Bt Muhammad Ali, Sumbawa NTB;

28. Siti Julaeha Bt Yayan Sarhindi, Cianjur;

29. Siti Patimah Bt Irah Suut, Bima Ntb;

30. Siti Rohmi Zuhdi Suyuti, Boyolali, Jateng;

31. Sumiyati Bt Rasma Daim, Indramayu;

32. Suniri Bt Rastal Amar, Cirebon;

33. Supriatin Bt Laksono Satram, Lumajang;

34. Tami Jumanah, Cirebon;

35. Tarwi Bt Cakra Kedung, Indramayu;

36. Tin Tin Bt Tarmedi Pepe, Cianjur;

37. Wenah Bt Rustam Taali, Subang;

38. Yanti Sinah Bt Amsir Ahim, Karawang;

39. Yatin Miyarso, Banjar Negara;

40. Yayah Bt Dudin Uu, Sukabumi;

41. Yuli Laelasari Bt Danu Sukar, Sumedang.

Saat ini shelter KBRI Damaskus masih terdapat sekitar 20 WNI korban perdagangan manusia yang sedang diperjuangkan hak dan kepulangannya. 

Duta Besar RI di Damaskus, Djoko Harjanto, yang turut melepas mereka di Bandara Internasional Damaskus menegaskan bahwa repatriasi TKW ini merupakan program yang telah berlangsung sejak tahun 2011 karena situasi keamanan di Suriah yang masih sangat mengkhawatirkan dan tidak mungkin kontrak kerjanya diperpanjang lagi. Karena kebijakan pemerintah RI untuk menghentikan secara permanen pengiriman tenaga kerja untuk sektor perorangan ke selururh negara di Timur Tengah. (Red-Zunus) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Berita, Kiai Haedar Nashir

Jumat, 17 November 2017

5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand

Jombang, Haedar Nashir. Mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng Jombang kembali akan melaksanakan pengabdian atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Thailand. Sebanyak lima mahasiswa UNHASY akan berbagi ilmu dengan para santri yang ada di negara gajah putih tersebut.

Sebagaimana KKN Internasional gelombang pertama, pada gelombang kedua ini tim seleksi UNHASY juga melakukan serangkaian test untuk menentukan mahasiswa yang akan diterjunkan langsung ke dunia pendidikan di Thailand.?

“Kami ingin menerjunkan mahasiswa UNHASY yang terbaik, sehingga bisa mengabdikan diri dan memberikan kontribusinya di Thailand. Karena membawa nama baik UNHASY juga,” ungkap Kepala ? Biro Administrasi Akademis Kemahasiswaaan UNHASY, Muhammad, Rabu (13/4).

5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand

Tim penguji terdiri dari Ahmad Faruq (Kepala LPPM UNHASY), Elisa Nurul Laili (Kepala Lembaga Bahasa UNHASY) dan Rusli Ilham Fadli (Dosen PBSI UNHASY). Selain itu, dua mahasiswa yang pernah mengikuti KKN Internasional Thailand gelombang pertama, Nuriyah Laili (Fakultas Tarbiyah) dan Hurun ‘Aiin KA (Fakultas Dakwah) juga turut menjadi tim penyeleksi.

Ada 11 mahasiswa yang mengikuti seleksi pada Selasa (12/4) kemarin. Seleksi wawancara meliputi motivasi diri, pengetahuan agama, kemampuan berbahasa Inggris, dan kemampuan mengajar (peer teaching).

Haedar Nashir

Dari 11 mahasiswa yang lulus mengikuti seleksi KKN Internasional di Thailand adalah Alif Zakiyatul Fikriyah (Fak. Ilmu Pendidikan), Ani L. Arias Sholehah (Fak. Tarbiyah), Fina Fastaqima (Fak. Ilmu Pendidikan), Ririn Cahyani dan Siti Fatimatuz Zahro (Fak. Tarbiyah)

Kelima mahasiswa ini akan menjalani KKN Internasional selama 5 bulan. Program KKN tersebut merupakan hasil kerjasama UNHASY dengan Abroad Alumni Association of Sourthern Border Provinces, yaitu sebuah persatuan alumni luar negeri di Thailand Selatan yang fokus kegiatannya dalam hal pendidikan dan dakwah. (Machtumah Malayati/Zunus)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional Haedar Nashir

Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat

Jepara, Haedar Nashir



Sebanyak 34 anak mengikuti kegiatan Khitanan Massal yang diselenggarakan PC GP Ansor Jepara yang berlangsung di Klinik Masyithoh, kompleks gedung NU, Jalan Pemuda 51 Jepara, Senin (18/9). 

Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat

Kegiatan yang diadakan dalam rangka Pra Konfercab PC GP Ansor Jepara XII itu merupakan hasil kerja sama Polres Jepara, PC Muslimat NU, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kabupaten Jepara. 

Puluhan anak yang mengikuti khitan massal memperoleh sarung, baju koko, peci serta bingkisan dari panitia. Adapun dokter yang mengkhitan langsung dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kabupaten Jepara yang diketuai dr. Triyono dengan didampingi 8 tenaga. 

KH Hayatun Abdullah Hadziq, Ketua PCNU Jepara menyampaikan, GP Ansor tidak hanya organisasi yang diselesai di wacana saja. “Ini bukti bahwa kegiatan khitan seperti ini merupakan kegiatan yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” paparnya. 

Polres Jepara juga turut mengapreasi kegiatan tersebut. “Senang dengan kegiatan seperti ini, jika di kemudian hari ada kegiatan yang sama, kami siap membantu,” urai Putu Krisna, Kasatlantas, mewakili Polres Jepara. 

Haedar Nashir

Kusdiyanto, selaku ketua panitia kegiatan menyebutkan khitan massal bisa menjadi salah satu kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Sehingga Konfercab Ansor tidak hanya berkutat pada siapa ketua berikutnya namun juga lebih kepada bagaimana kita merumuskan program-program riil untuk masyarakat,” sebut dia. 

Ketua PC GP Ansor Jepara, M. Kholil berharap Ansor mampu menjadi organisasi kepemudaan yang yang konsen pada isu-isu pemecahan permasalahan di masyarakat. 

“Kegiatan sunat massal yang kami lakukan untuk berbaur dan memberikan sedikit manfaat bagi masyarakat Jepara. Juga menjadi inspirasi masyarakat untuk selalu peduli kepada sesame,” pungkas Kholil. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi) 

 

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail, Kiai Haedar Nashir