Senin, 20 November 2017

Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan

Jakarta, Haedar Nashir

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta masyarakat untuk berhati-hati pada ajaran agama yang didakwahkan secara gelap-gelapan dan eksklusif karena pasti ada sesuatu yang disembunyikan. Dulu, Islam didakwahkan secara terang-terangan.?

Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan

“Kita harus mencurigai dan memantau ajaran seperti itu, apalagi ajarannya sampai meresahkan masyarakat karena ada pengikutnya yang lari dan minggat,” katanya, Rabu di Gedung PBNU (27/1).

Kiai Said juga meminta agar aparat keamanan menindak setiap kelompok atau organisasi massa yang berpotensi mengurangi, merusak, dan mengganggu integritas masyarakat.?

Haedar Nashir

“Tapi kalau ormas yang keberadaannya membangun masyarakat, ya, NU, Muhammadiyah. Kalau ada ormas yang aktitasnya menganggu dan merusak, harus ditindak,” imbuhnya.?

Ia menegaskan, setiap kelompok yang mengatasnamakan agama Islam, harus sesuai dengan prinsip Islam, yaitu rukun iman dan rukun Islam.?

“Kita bisa beda dengan Muhammadiyah dan Persis, tetapi dalam prinsip shalat lima waktu, kita tidak beda. Shalat lima waktu wajib, puasa wajib, dan lainnya.”

Haedar Nashir

“Kalau orang Islam tidak shalat, itu dosa, tetapi kalau mengingkari bahwa shalat itu wajib, itu sesat namanya. Orang tidak puasa itu berdosa, tetapi mengingkari bahwa puasa itu tidak wajib, maka sesat,” paparnya.?

Bagaimana jika ada ajaran yang mengembangkan keyakinan seperti itu. Kiai Said menjelaskan, bagi para pengikutnya, mereka adalah korban yang harus di bimbing dan diberi pencerahan supaya normal kembali. Tapi bagi pentolannya, harus ada sanksi hukum. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, AlaSantri, Internasional Haedar Nashir

Minggu, 19 November 2017

Tak Ada Kata Terlambat, Pria Berusia 103 Menikah

Jakarta, Haedar Nashir. Dengan usia gabungan 194, satu pasangan Inggris ditetapkan menjadi pengantin baru tertua di dunia ketika mereka akan menikah musim panas ini, menurut koran Inggris Daily Mail yang melaporkan, Jumat lalu.

George Kirby, yang juga akan menjadi laki-laki tertua yang pernah menikah pada usia 103, menikahi Doreen Luckie, 91, pada Hari Valentine tahun ini seperti dikutip dari al arabiya.net.?

Tak Ada Kata Terlambat, Pria Berusia 103 Menikah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Kata Terlambat, Pria Berusia 103 Menikah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Ada Kata Terlambat, Pria Berusia 103 Menikah

"Saya kira sekarang sudah waktunya ," kata Kirby. "Saya tidak merasa masalah dengan usia. Doreen membuat saya muda. "

Haedar Nashir

"Saya tidak dapat berlutut di satu kaki karena saya tidak mungkin bisa bangkit berdiri lagi.”

Haedar Nashir

Ini akan menjadi pernikahan ketiga mantan petinju tersebut yang secara keseluruhan telah menghasilkan 7 anak, 15 cucu dan 7 cicit.

Anak Kirby, Neil 63 tahun, mengatakan, "Kami telah menganggap Doreen sebagai ibu kami dan kami senang bahwa dia akan menjadi keluarga Kirby."

"Kami senang bahwa mereka akan menikah di depan semua teman-teman dan keluarga yang akan bangga," tambahnya.

Pernikahan ini akan ditetapkan pada 13 Juni. Hal ini akan memecahkan rekor sebelumnya untuk pasangan tertua yang ? menikah dengan usia gabungan 188 tahun yang ditetapkan pada tahun 2013.

Ketika ditanya tentang motivasi pernikahannya, Kirby mengatakan: "Kami tidak melakukannya untuk catatan rekor, kami menikah karena kita sedang jatuh cinta dan tampaknya hal ini merupakan sesuatu yang benar untuk melakukannya." (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Lomba, Kyai Haedar Nashir

GP Ansor Makassar Kecam Pembakaran Rumah Ibadah di Aceh

Jakarta, Haedar Nashir. Gerakan Pemuda Ansor Kota Makassar mengecam pembakaran Gereja yang dilakukan oleh sekelompok Masyarakat di Aceh pada Hari Selasa (13/10).

GP Ansor Makassar Kecam Pembakaran Rumah Ibadah di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Makassar Kecam Pembakaran Rumah Ibadah di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Makassar Kecam Pembakaran Rumah Ibadah di Aceh

Wakil Ketua Bidang Hukum, HAM & Pemerintahan GP Ansor Makassar, Ardian Arnold mengutuk keras aksi intoleran tersebut.

Menurutnya, tidak ada alasan yang bisa membenarkan aksi tersebut & sangat bertolak-belakang dengan nilai yang terkandung dalam al-Quran & hadits.

Haedar Nashir

Ardian juga meminta kepada Pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas Kasus tersebut agar tidak terjadi insiden susulan yang dapat memperkeruh suasana keberagamaan di Bangsa ini.

Haedar Nashir

Kasus pembakaran rumah ibadah bukan pertama kali terjadi, sebelumnya di Papua Masjid di bakar, Polri harus mengantisipasi hal-hal seperti ini terjadi lagi.

"Saya yakin Jikalau POLRI bekerja maksimal dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya, Kasus seperti ini dapat diantisipasi", ungkap Ardian dalam rilisnya, Rabu(14/10)

Lanjut, Ardian juga minta Polri menangkap Pelaku Intelektual yang menjadi otak pembakaran gereja, serta memastikan tidak terjadi kejadian yang serupa khususnya di Aceh dan di Indonesia secara umum. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Pertandingan, Kiai Haedar Nashir

Gus Dur Desak Pemerintah Segera Selesaikan Kasus Lapindo

Jakarta, Haedar Nashir. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendesak pemerintah segera menyelesaikan kasus lumpur Lapindo. Menurutnya, yang harus diprioritaskan pemerintah adalah upaya mencari penyelesaian musibah dan membantu meringankan derita masyarakat yang menjadi korban secara cepat dan efisien, bukan status bencananya.

"Kalau mau menetapkan sebagai bencana alam, cantolan (baca: dasar, Red) hukumnya apa?," kata Gus Dur kepada wartawan di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (9/3).

Karena itu, Gus Dur juga menyatakan ketidaksetujuannya pada Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR RI yang meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional pada musibah semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, tersebut.

Gus Dur Desak Pemerintah Segera Selesaikan Kasus Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Desak Pemerintah Segera Selesaikan Kasus Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Desak Pemerintah Segera Selesaikan Kasus Lapindo

Bahkan, Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB itu menyatakan permintaan penetapan status bencana nasional itu bukan suara resmi FKB, melainkan pendapat pribadi ketuanya, Ida Fauziah.

"DPP PKB berpendapat, prioritas utama yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah mencari penyelesaian atas musibah maupun membantu meringankan beban yang diderita masyarakat korban musibah lumpur panas Lapindo secara cepat dan efisien," katanya.

Haedar Nashir

Dengan demikian, menurut Gus Dur, surat FKB yang dikirim pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang isinya meminta ditetapkannya bencana lumpur Lapindo sebagai bencana alam juga gugur dengan sendirinya. Apalagi surat itu tidak dikonsultasikan dengan DPP PKB.

Pada kesempatan itu Gus Dur meminta PT Lapindo Brantas Inc. memegang teguh komitmennya untuk mencari solusi bagi upaya penghentian semburan lumpur panas maupun pemberian ganti rugi yang layak kepada masyarakat korban Lumpur secepatnya.

Gus Dur juga mendukung upaya sertifikasi untuk memudahkan proses pengembalian hak atas tempat tinggal warga masyarakat korban dengan menggunakan rujukan legal pertanahan seperti Letter C dan Petok D bagi penerbitan sertifikasi.

Untuk itu, mantan Ketua Umum PBNU itu meminta kerjasama semua aparat, baik pemerintah daerah maupun Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memudahkan proses tersebut.

Gus Dur juga mendukung program pemindahan penduduk beserta ganti rugi bagi penyelesaian masalah Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) dan mendesak pemerintah sesegera mungkin memfasiliasi dialog dengan warga sehingga tercapai penyelesaian yang adil bagi semua.

Haedar Nashir

Pada kesempatan itu Gus Dur juga mendesak pemerintah untuk segera memulihkan kondisi perekonomian Sidoarjo dan Jawa Timur dengan menyegerakan pembangunan kembali infrastruktur utama dan strategis yang rusak akibat musibah lumpur tersebut.

"Untuk mencapai maksud tersebut, maka saya dan beberapa tokoh LSM seperti Wardah Hafidz dan Romo Sandyawan akan memimpin upaya mencapai maksud tersebut," kata Gus Dur.

Sementara itu, Koordinator Urban Poor Consortium (UPC) Wardah Hafidz menambahkan, segala pengeluaran yang dikeluarkan pemerintah terkait musibah lumpur Lapindo harus dicatat sebagai piutang yang harus ditagihkan ada PT Lapindo Brantas Inc. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai Haedar Nashir

GP Ansor Sukolilo Kaji Anjloknya Harga Padi Pascabanjir

Pati, Haedar Nashir. Selain materi pokok kaderisasi, PAC GP Ansor Sokolilo kabupaten Pati memasukkan dalam pelatihan kader dasar (PKD) pembahasan jatuhnya harga padi pascabanjir di Jawa Tengah. GP Ansor Sukolilo menginginkan 150 peserta PKD Ansor untuk terlibat dalam memecahkan masalah konkret di masyarakat.

Di pesantren Maslakul Ridwan, Sukolilo, Sabtu-Ahad (8-9/2), peserta PKD Ansor menilai anjloknya harga padi pascabanjir menambah beban warga yang sedang tertimpa musibah banjir.

GP Ansor Sukolilo Kaji Anjloknya Harga Padi Pascabanjir (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sukolilo Kaji Anjloknya Harga Padi Pascabanjir (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sukolilo Kaji Anjloknya Harga Padi Pascabanjir

Padi warga dihargai dengan harga rendah. Para tengulak kemudian menjual kembali padi warga kepada pengepul dengan harga tinggi. Kenyataan ini mendorong pengurus GP Ansor Sukolilo untuk membahas dalam PKD dan menindaklanjutinya.

Haedar Nashir

“Alhamdulillah, setelah pelatihan ini saya mempunyai wawasan yang banyak. Utamanya tentang perekonomian khusunya bagaimana memasarkan padi saya agar harganya tidak jatuh,” demikian dinyatakan seorang peserta PKD Moh Syamsul Arifin. (M Sultan Agung/Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Makam, Quote Haedar Nashir

Sadar Potensi Konflik di Banyuwangi, IPNU Serukan Toleransi

Jakarta, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banyuwangi terpanggil untuk ikut serta menyosialisasikan pentingnya toleransi kepada para pemuda dan pelajar. Hal itu dilatarbelakangi fakta bahwa intoleransi dan tindak kekerasan seringkali melibatkan pemuda, termasuk pelajar.

Sadar Potensi Konflik di Banyuwangi, IPNU Serukan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sadar Potensi Konflik di Banyuwangi, IPNU Serukan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sadar Potensi Konflik di Banyuwangi, IPNU Serukan Toleransi

Dalam siaran pers yang diterma Haedar Nashir, Kamis 925/6), dikatakan, di tengah tingkat heterogenitas masyarakat yang semakin tinggi, tindak kekerasan sebagai bentuk intoleransi menjadi momok yang menakutkan. Seringkali terjadi kasus kekerasan yang bermula dari sikap intoleransi, termasuk terkait masalah keagamaan.

IPNU Banyuwangi mengaku perlu untuk menyerukan toleransi kepada kalangan pemuda dan pelajar guna menumbuhkan sikap ramah dan tak mudah terprovokasi. Di sela-sela buka bersama yang diadakan PC IPNU dan IPPNU Banyuwangi, Sabtu (20/6) lalu, Ketua PC IPNU Banyuwangi menyampaikan pentingnya toleransi.

Haedar Nashir

“Sebagai pelajar dan pemuda NU, kader IPNU dan IPPNU harus menjadi katalisator nilai-nilai toleransi di tengah kehidupan bermasyarakat, ujarnya di Sekretariat II, Genteng Banyuwangi Moh Zakariya Ishaq di hadapan 500 lebih kader IPNU, IPPNU, dan Majelis Alumni.

Pria berkaca mata ini juga mengingatkan tentang potensi konflik sosial di Banyuwangi yang disebabkan isu-isu intoleransi. Sumber daya alam di Banyuwangi yang melimpah dan mulai dieksplorasi, menurutnya, bisa menjadi pemicu konflik horisontal.

Haedar Nashir

“Jangan sampai karena provokasi kepentingan segelintir oknum, kita para pemuda lantas diadu domba dengan isu-isu intoleransi yang berujung kekerasan,” imbuhnya.

Ditemui di tempat yang sama, KH. Saufuddin, salah satu ketua Majelis Alumni juga menyerukan hal yang sama. “IPNU maupun IPPNU sebagai panjang tangan NU di kalangan pelajar dan pemuda harus mengambil peran dalam menjaga staabilitas Banyuwangi. Salah satunya ya dengan ikut menyerukan toleransi, baik dalam beragama maupun dalam kemajemukan sosial lainnya.”

Sementara itu, Ahmad Rosyidi, salah satu kader IPNU menyepakati apa yang menjadi seruan cabang tentang isu toleransi dikalangan anak muda dan pelajar. Beberapa kasus tawuran antar pelajar dan sekelompok anak muda dia sinyalir sebagai bentuk sikap yang tidak peduli terhadap toleransi antar sesama. “Toleransi itu penting untuk anak muda dan pelajar agar tidak mudah tawuran,” pungkasnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Aswaja Haedar Nashir

Tiga Tahun, Koperasi GP Ansor Garut Miliki Aset Ratusan Juta Rupiah

Garut, Haedar Nashir - Koperasi Syubbanul Wathan GP Ansor Kabupaten Garut baru berdiri dan beroperasi selama tiga tahun. Pihak koperasi sudah memiliki aset melimpah. Tercatat sebesar Rp.125 juta menjadi aset utama berupa uang yang diperoleh dari keuntungan usaha dan simpan pinjam.

Tak hanya keuntungan uang, sejumlah usaha seperti fotokopi, peternakan, dan simpan pinjam pun terus menunjukkan perkembangan. Sementara anggota koperasi ini berjumlah 67 orang yang terdiri atas pengurus dan anggota GP Ansor dan Banser.

Tiga Tahun, Koperasi GP Ansor Garut Miliki Aset Ratusan Juta Rupiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Tahun, Koperasi GP Ansor Garut Miliki Aset Ratusan Juta Rupiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Tahun, Koperasi GP Ansor Garut Miliki Aset Ratusan Juta Rupiah

Ketua Koperasi Syubbanul Wathan GP Ansor Garut Heri Hasan Basri mengatakan, aset berupa uang sebesar Rp.125 juta ini sebagai keuntungan selama tiga tahun. Ia berharap keuntungan terus bertambah untuk membentuk usaha lain demi menyejahterakan anggota.

"Kita mulai dari yang kecil. Alhamdulillah sudah menunjukkan peningkatan," kata Heri saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Kantor Koperasi Syubbanul Wathan GP Ansor, Kampung Cimuncang Kelurahan Cimuncang Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut.

Haedar Nashir

Heri menekankan bahwa koperasi ini terbuka untuk umum meski bukan anggota GP Ansor atau Banser.

Haedar Nashir

"Tujuan koperasi dari anggota untuk anggota. Siapa saja boleh menjadi anggota koperasi ini," ujarnya.

Koperasi Syubbanul Wathan GP Ansor Cabang Garut berdiri 30 Juli 2013. Sampai 30 Juli 2016 koperasi sudah memiliki aset sebesar Rp 125 juta. Iuran anggota per bulan Rp.30 ribu. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pesantren Haedar Nashir