Senin, 27 November 2017

Perayaan Hari Santri di Gresik Bertabur Doorprize

Gresik, Haedar Nashir. Heroisme perayaan Hari Santri Nasional juga menggema di kota santri Gresik Jawa Timur. Pesantren Mambaus Sholihin berpartisipasi dengan menggelar kirab santri yang melibatkan tak kurang dari 5000 santri dan alumninya untuk menggetarkan bumi Gresik, Sabtu (22/10).?

Perayaan Hari Santri di Gresik Bertabur Doorprize (Sumber Gambar : Nu Online)
Perayaan Hari Santri di Gresik Bertabur Doorprize (Sumber Gambar : Nu Online)

Perayaan Hari Santri di Gresik Bertabur Doorprize

"Momentum hari santri ini memang kita manfaatkan betul untuk penguatan kembali semangat nasionalisme bagi para santri dan alumni. Tidk hanya sekedar kirab, bahkan kami menyediakan doorprice bagi peserta kirab," kata Ketua Umum Himpunan Alumni Mambaus Sholihin (HIMAM), Maftuh.?

KH Agus Muhammad Maruf, Ketua Yayasan Pesantren Mambaus Sholihin dalam sambutannya saat melepas peserta kirab menyampaikan ucapan syukur atas disahkanya 22 Oktober sebagai hari santri. Menurutnya, dengan adanya hari santri, negara telah mengakui peran besar santri, khususnya dalam mempertahankan kermerdekaan Indonesia.

Ia menilai, para pejuang kemerdekaan yang dimotori oleh pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari melalui Resolusi Jihad mempunyai makna tersendiri bagi santri, bagi kaum santri, cinta tanah air merupakan manifestasi keimananan kepada Allah dan Rasul-Nya.?

Ia menambahkan, pada masa perjuangan kemerdekaan, cinta tanah air diwujudkan dalam bentuk berjuang mengusir penjajah, namun kini perjuangan itu bisa diwujudkan dalam bentuk dedikasi untuk membangun bangsa dari berbagai aspek.

Haedar Nashir

Dengan berbagai kostum yang merepresentasikan tradisi santri, 5000 peserta kirab dengan tertib dan penuh semangat mengelilingi kota gresik diselingi yel-yel santri. Dan di penghujung acara, peserta semakin riuh saat tiba pengundian kupon berhadiah 25 juta teridiri dari kulkas, TV LED 21, mesin cuci, dan kelengkapan rumah tangga lainnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir IMNU, Daerah Haedar Nashir

Haedar Nashir

Kaderisasi Ansor Nias Selatan dan Nias Barat Teguhkan Nasionalisme

Nias Selatan, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Karateker Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Nias Selatan dan Nias Barat menyelenggarakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) Jumat hingga Ahad (29-31/5). Kegiatan dilaksanakan di Aula Hotel Hernelys, Telukdalam Nias Selatan.

Ketua Karateker PC GP Ansor Nias Selatan dan Nias Barat Alez Brianita Wau menjelaskan, PKD menjadi kewajiban bagi Kader Ansor sebelum membentuk kepengurusan PC GP Ansor. Acara bertemakan “Meneguhkan Komitmen Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin dalam Bingkai Kebangsaan dan NKRI” ini digelar untuk meningkatkan wawasan, kapasitas dan kreatifitas Kader Ansor.

Kaderisasi Ansor Nias Selatan dan Nias Barat Teguhkan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi Ansor Nias Selatan dan Nias Barat Teguhkan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi Ansor Nias Selatan dan Nias Barat Teguhkan Nasionalisme

“Apalagi Kader Ansor juga bertugas sebagai kader bangsa yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah dalam keanekaragaman dan memperkuat keutuhan NKRI. Diharapkan dengan PKD para kader bisa mengembangkan pemahaman tradisi Aswaja sebagai pencerminan pengamalan sunnah Rasulullah,” ujarnya.

Haedar Nashir

Selain itu, lanjut Alez, Kader Ansor juga mengemban amanah menggemakan syiar Islam sebagai perisai bagi dampak negatif globalisasi, mempererat ukhuwah dan sebagai perekat warga Nahdliyin untuk Indonesia.

Haedar Nashir

“Untuk itu, kader perlu dibekali pemahaman Ke-Ansoran dan Ke-NU-an. Tujuannya, menanamkan rasa cita terhadap organisasi sebagai upaya meningkatkan kapasitas, kreatifitas dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda. Sebelumnya Ansor Nias Selatan dan Nias Barat juga telah mengikuti PKD di Gunungsitoli,” imbuhnya.

Hadir dalam acara, Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nias Selatan Wajdin Telaumbanua. Dalam sambutannya, PCNU berharap Pimpinan Pusat GP Ansor melalui PW GP Ansor Sumut dapat menerbitkan SK Kepengurusan GP Ansor Nias Selatan dan Nias Barat setelah Tim Karateker melaksanakan tugas melaksanakan PKD dan Konfercab I.

“Ansor adalah salah satu badan otonom NU wadah berkumpulnya pemuda-pemuda NU, dengan adanya Cabang NU di Kabupaten Nias Selatan maka sudah seharusnya PC GP Ansornya ada juga di Nias Selatan. Kita berharap agar Pimpinan Pusat GP Ansor melalui PW GP Ansor Sumut dapat menerbitkan SK Kepengurusan GP Ansor Nias Selatan dan Nias Barat,” harapnya.

Acara PKD dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PW GP Ansor Sumut Armansyah Harahap yang berlangsung selama 3 hari. Armansyah Harahap mengatakan, GP Ansor pusat telah menetapkan tiga grand design untuk pengembangan GP Ansor se-Indonesia, yakni GP Ansor diberi amanah untuk mengembangkan kembali tradisi-tradisi dan nilai-nilai ajaran Ahlussunnah Wal-Jama’ah.

“Dalam materi kepemimpinan, materi Ahlussunnah Wal-Jama’ah itu merupakan materi inti,” ujar Armansyah saat memberikan arahan dan bimbingan pada Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar GP Ansor Kabupaten Nias Selatan dan Kabupaten Nias Barat. (Dedi Tanjung/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Pahlawan, Makam Haedar Nashir

Minggu, 26 November 2017

Kongres Fatayat NU Soroti 2 Juta Anak Perokok

Jakarta, Haedar Nashir. Salah satu isu kesehatan yang disorot dalam Kongres XIV Fatayat NU di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis hingga Senin (1-6/7), adalah soal rokok di kalangan anak.



Kongres Fatayat NU Soroti 2 Juta Anak Perokok (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres Fatayat NU Soroti 2 Juta Anak Perokok (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres Fatayat NU Soroti 2 Juta Anak Perokok

Saat ini jumlah perokok di Indonesia sekitar 60 juta orang. Menurut data Kementerian Kesehatan, hampir 2 juta dari para perokok itu adalah anak Indonesia yang berusia 7-18 tahun dan merokok rata-rata dua batang setiap hari.

Berdasarkan fakta itu, Fatayat mendorong pemerintah mengambil kabijakan yang tegas untuk mengurangi perokok dengan membatasi iklan rokok dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya merokok, terutama bagi anak-anak dan perempuan.

Haedar Nashir

Demikian disampaikan Ketua Panitia Muzaenah Zein dalam konferensi pers mengenai hasil Kongres XIV Fatayat di kantor PBNU, Jakarta, Senin (5/7) kemarin.

Secara khusus, Kongres Fatayat NU juga prihatin dengan maraknya kekerasan  terhadap anak dalam bentuk penculikan dan pemerkosaan di Indonesia yang kian hari kian massif. Padahal, anak sebagai investasi masa depan harus mendapatkan perlindungan dari negara.

Haedar Nashir

”Sebagaimana kita ketahui, kekerasan terhadap anak terus meningkat. Angka kekerasan terhadap anak meneapai 1.998 kasus pad a tahun 2009. Untuk mengantisipasi masalah tersebut, sudah saatnya pemerintah meningkatkan penegakan hukum untuk melindungi generasi bangsa tersebut,” kata Muzaenah.

Menurutnya, Undang-Undang Perlindungan Anak sesunguhnya sudah cukup tegas memberikan sanksi terhadap pelaku kekerasan, namun di tingkat lapangan, penegakan hukum masih cukup lemah.

”Kongres Fatayat NU mendesak kepada aparat kepolisian untuk melakukan tindakan tegas, baik mengusut kasus-kasus penculikan maupaun melakukan upaya-upaya pencegahan,” tambahnya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Lomba, Nahdlatul Haedar Nashir

Sabtu, 25 November 2017

Menpora Buka LSN Sulawesi III dan Turnamen Bupati Cup Gorontalo

Gorontalo, Haedar Nashir. Kickoff Liga Santri Nusantara Piala Menpora U 18 regional Sulawesi III resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Sport Center Limboto Kabupaten Gorontalo, Ahad (28/08/2016). Regional Sulawesi III meliputi Provinsi Se Sulawesi Utara dan Provinsi Gorontalo.?

Selain membuka LSN Regional Sulawesi III, Cak Imam juga membuka Turnamen Olahraga Bupati Cup Gorontalo. Turnamen ini selain mempertandingkan sepak bola, juga ada pencak silat, bulu tangkis, dan lain sebagainya.

Menpora Buka LSN Sulawesi III dan Turnamen Bupati Cup Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Buka LSN Sulawesi III dan Turnamen Bupati Cup Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Buka LSN Sulawesi III dan Turnamen Bupati Cup Gorontalo

Pembukaan Kickoff LSN Sulawesi III dan Turnamen Bupati Cup Gorontalo dihadiri oleh Gubernur Provinsi Gorontalo Rusli Habibie dan Wagu Idris Rahim, Bupati dan Wabu Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo-Fadly Hasan, Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin, ? Kapolda Gorontalo Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Hengkie Kaluara, Sekretaris LSN Khoiruddin Abbas, serta Panitia Regional LSN Sulawesi III.

Pada kesempatan tersebut Cak Imam panggilan akrab Menpora mengatakan kehadiran pemerintah dalam lini kehidupan masyarakat terus diwujudkan. "Salah satunya dengan menggalakkan olahraga."?

Haedar Nashir

Untuk itu kata Pria asal Bangkalan Madura ini butuh ketelatenan dan konsistensi untuk mewujudkan hasil yang membanggakan dan mengarumkan nama bangsa melalui prestasi olahraga. "Kemenpora tidak dapat bekerja sendiri dalam mencapai harapan masyarakat namun butuh kerjasama semua pihak dalam melakukan pembinaan dan pengembangan olahraga," lanjutnya.

"Untuk meraih prestasi dibutuhkan proses yang panjang dan keseriusan dalam pembinaan, sementara sebagian masyarakat hanya melihat hasil yang dicapai tapi tidak melihat proses yang sangat panjang dan butuh pengorbanan untuk menjadi sang juara."

Melalui LSN ini, tambah Cak Imam, merupakan momentum besar bagi santri dan pondok pesantren ikut andil dalam menciptakan bibit unggul pemain sepak bola yang berkualitas baik secara skill dan sikap sportifitas di lapangan.?

Haedar Nashir

"Liga Santri Nusantara Tahun 2015 telah menorehkan hasil yang sangat luar biasa dan membanggakan bagi bangsa kita dengan menjadi Juara Pertama pada Kejuaran Malindo (Malaysia-Indonesia) Cup yang dilaksanakan tanggal 19-22 Mei 2016 di Malaysia," tegasnya.

Sedangkan menurut Sekretaris LSN Khoiruddin Abbas mengatakan Liga Santri Nusantara yang pertama kali diselenggarakan pada kickoff yang dibuka oleh Menpora Imam Nahrawi pada 5 September 2015 di Stadion Singaperbangsa Karawang diikuti oleh 184 Pesantren di 16 Wilayah.?

"Pada tahun 2016 kali ini diikuti oleh hampir 1000 pesantren yang terbagi di 32 wilayah seluruh Indonesia. Ini sebuah peningkatan yang tinggi dari aspek kepersetaan. Insya Allah pada tahun ini Final Liga Santri Nusantara akan diselenggarakan pada momentum Hari Santri pada 22 Oktober nanti," katanya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, News, Hadits Haedar Nashir

Mengapa Kita Harus Biasakan Panggil Gus untuk Kiai Muda?

Saat khataman buku Khazanah Aswaja bersama Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Kabupaten Jombang di PP Al Muhsinin yang diasuh Habib Muhammad bin Salim Assegaf, Jumat (16/6).

Salah satu penulis buku, Khazanah Aswaja, Ustad Yusuf Suharto cerita pengalamannya bersama KH Soleh Qosim Sidoarjo. Pengurus LTM NU Pusat sekaligus Aswaja Center Jatim.

? ’’Saat mengenalkan kami para pengurus Aswaja Center yang muda-muda, Kiai Soleh Qosim selalu menyebut kami dengan panggilan kiai,” ujar Ust Yusuf pengurus Aswaja Center Jatim ini.

Mengapa Kita Harus Biasakan Panggil Gus untuk Kiai Muda? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa Kita Harus Biasakan Panggil Gus untuk Kiai Muda? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa Kita Harus Biasakan Panggil Gus untuk Kiai Muda?

Alumni Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang ini pun penasaran dengan hal itu.’’Saya lalu bertanya. Kami ini kan masih muda-muda, kok sudah dipanggil kiai," ujarnya bertanya.

Kiai Soleh Qosim kemudian menjawab enteng. “ Minhum (golongan diluar NU) itu hapal sedikit ayat dan hadist sudah dipanggil ustadz. Di kita itu antrenya jadi kiai kelamaan. Bahkan antrean disebut gus (panggilan kiai muda) untuk dipanggil kiai saja sangat panjang. Sampai-sampai ada gus yang walaupun sudah tua tetap tidak dipanggil kiai,” paparnya.?

Pertimbangan tersebut sangat masuk akal. Makanya Ustad Abbas Lc, ? yang juga pengurus Rijalul Ansor Jombang ketika memandu sesi berikutnya langsung memperkenalkan Ketua Rijalul Ansor Kabupaten Jombang Gus Latif Malik Lc, sebagai Kiai Latif. ? Juga terhadap Ketua Rijalul Ansor Pusat, Gus Aam, diperkenalkan sebagai Kiai Sholahul Am Notobuwono.

Alasan lain memanggil gus terhadap kiai muda juga sudah sering kita dengar dikalangan Ansor. Seperti yang disampaikan Toni Syaifuddin, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kesamben yang juga salah satu pengurus PC GP Ansor Jombang. Saat memanggil pengurus yang lain, beliau selalu mengawali dengan panggilan Gus.?

Haedar Nashir

“Gus itu adanya hanya di NU. Kalau bukan kita yang mengakrabkan panggilan itu, lalu siapa lagi?,” ujarnya saat ditanya alas an memanggil Gus pada pengurus Ansor.?

Haedar Nashir

"Jadi memanggil Gus untuk kiai muda itu merupakan salah satu cara syiar ke-NU-an,” jelasnya enteng. (Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta, Kajian, Berita Haedar Nashir

Sosialisasikan PUP, Pemkab Probolinggo Rangkul Muslimat NU

Probolinggo, Haedar Nashir. Sedikitnya 100 orang pengurus Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo mengikuti kegiatan sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo, Selasa (10/11).

Badan otonom (banom) PCNU Kabupaten Probolinggo ini dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo dan BPPKB Kabupaten Probolinggo.

Sosialisasikan PUP, Pemkab Probolinggo Rangkul Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasikan PUP, Pemkab Probolinggo Rangkul Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosialisasikan PUP, Pemkab Probolinggo Rangkul Muslimat NU

Kepala BPPKB Kabupaten Probolinggo Hj Endang Astuti mengatakan Muslimat dan Fatayat NU merupakan organisasi kemasyarakatan yang sangat strategis karena memiliki struktur dari cabang hingga ranting.

Haedar Nashir

“Pertemuan yang dilakukan bersifat rutin dan sangat dekat dengan masyarakat. Sehingga bisa menjadi media yang sangat efektif untuk merubah mindset, khususnya orang tua yang kurang memperhatikan pendidikan untuk anak-anaknya,” ungkapnya.

Haedar Nashir

Menurut Endang, melalui Muslimat NU dan Fatayat NU ini diharapkan orang tua bisa mendapatkan dampaknya. Sebab kebanyakan banyak pernikahan dini di usia muda yang berakhir dengan perceraian karena dilakukan karena kehendak orang tua.

“Minimal pengurus Muslimat dan Fatayat NU menjadi contoh yang paling awal untuk memperhatikan usia yang ideal bagi anggota keluarganya. Harapannya, mereka tidak hanya melakukan syiar agama Islam, tetapi juga merespon isu-isu kekinian tentang permasalahan yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah,” tegasnya.

Sementara Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurayati menyambut baik upaya dari Pemkab Probolinggo yang mau merangkul Muslimat dan Fatayat NU agar bisa bersama-sama mensosialisasikan PUP kepada masyarakat dalam rangka menurunkan angka pernikahan dini di Kabupaten Probolinggo.

“Ini merupakan sebuah kepercayaan yang sangat besar. Mudah-mudahan kami mampu menjalankan amanah ini dengan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menikah pada usia yang ideal,” katanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Warta Haedar Nashir

Santri Harus Adaptasi Lingkungan dan Perubahan

Jakarta, Haedar Nashir. Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Meskipun begitu, di era serba modern ini, santri juga tak boleh ketinggalan. Hal inilah yang dipesankan oleh Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir.

“Santri zaman sekarang itu harus mampu beradaptasi dengan lingkungan dan perubahan yang terus maju,” katanya usai acara Santri of The Year 2017 di Galeri Nasional, Jakarta, Ahad (22/10).

Santri Harus Adaptasi Lingkungan dan Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Harus Adaptasi Lingkungan dan Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Harus Adaptasi Lingkungan dan Perubahan

Mantan Rektor Universitas Diponegoro itu juga menyampaikan, bahwa santri juga harus menguasai berbagai bidang.

“Sebagai santri harus makin pinter, harus makin modern ke depan. Sains dan teknologi harus dikuasai,” ujarnya.

M Nasir didapuk untuk memberikan penghargaan kepada KH Abdul A’la atas terpilihnya sebagai Santri Inspiratif bidang pendidikan. Kiai asal Madura itu memperoleh poling terbanyak. Ia merupakan rektor UIN Sunan Ampel Surabaya. (Syakirnf/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Habib Haedar Nashir