Rabu, 29 November 2017

Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI

Bandar Lampung, Haedar Nashir. Saat bertemu dengan Ketua-Ketua Pengurus Cabang Nahdltul Ulama Se-Provinsi Lampung Gubernur Lampung Ridho Ficardo menyatakan bahwa Para Kiai dan Ulama NU adalah para orang tua Penjaga NKRI. Ia juga menyatakan bahwa NU adalah salah satu organisasai pendiri negara Indonesia ini.

Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI

"Mayoritas yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesian adalah para laskar santri dan kiyai yang perang mempertahankan Kemerdekaan Indonesia sampai mati dan sahid adalah santri-santri dan kiyai kiyai NU," katanya saat pertemuan di Mahan Agung, Kamis Malam (12/4).

Pada kesempatan tersebut Ia juga menjelaskan bahwa bahwa dirinya dan keluarganya adalah orang NU tulen. "Saya ? serta keluarga besar saya dan mbah-mbah saya adalah warga Nahdlatul Ulama, mungkin di Lampung kurang terkenal ke-NUan Saya, tapi Kalau di Tulung Agung Jawa Timur, karena keluarga kami adalah santri dan Jamaah dari Pondok Pesantren Peta, Asuhan Kiyai Jalil, maka tidak di ragukan lagi ke-NUan saya dan keluarga," Kata Gubernur Muda ini.

Ridho juga mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung selalu bersinergi denga NU dalam membangun Bumi Rua Jurai ini. Salah satu Pembangunan disektor keagamaan dicontohkannya dengan program rutin tahunan yang telah Ia canangkan berupa Ziarah Wali Songo.

Haedar Nashir

Pertahun menurutnya sudah diberangkatkan sekitar 6000 warga Provinsi Lampung untuk Program Wisata religi ziarah wali songo. Dan pada tahun ini lanjutnya akan ditambah dengan ziarah ke beberapa Kiai Pendiri Jamiyyah Nahdlatul Ulama. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama Haedar Nashir

Haedar Nashir

Selasa, 28 November 2017

IPNU dan IPPNU Jember Tingkatkan Kemampuan Penelitian Sosial

Jember, Haedar Nashir. Dalam rangka meningkatkan kemampuan para kader NU untuk membuat penelitian sosial, Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Jember menggelar “Halaqoh Riset” di kampus Universitas Islam Jember (UIJ), Ahad (21/11). Halaqoh dengan materi metodologi penelitian tersebut ditutori dosen senior UIJ, Samanhudi.

Peserta kegiatan tersebut terdiri dari 20 orang yang merupakan perwakilan dari Universitas Jember, Politeknik Negeri Jember dan IAIN Jember. “Peserta memang kami batasi agar halaqoh ini lebih efektif hasilnya. Ini kami rencanakan hingga empat kali pertemuan,” ujar Pengurus IPNU Jember Muhammad Ardi Wiranata.

IPNU dan IPPNU Jember Tingkatkan Kemampuan Penelitian Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Jember Tingkatkan Kemampuan Penelitian Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Jember Tingkatkan Kemampuan Penelitian Sosial

Menurut Ardi, keterampilan atau kemampuan mahasiswa dalam membuat penelitian, secara umum masih rendah. Padahal, selain merupakan syarat mutlak bagi mahasiswa untuk membuat skripsi, penelitian juga menjadi ciri khas akademis dalam memetakan persoalan dan mencari jalan keluarnya.

Oleh karena itu, katanya, IPNU-IPPNU Jember akan terus mendorong terselenggaranya kegiatan halaqoh, pelatihan dan sejenisnya untuk meningkatkan wawasan kemampuan kader dalam membuat penelitian. “Ini sudah menjadi komitmen kami untuk meningkatkan wawasan kader, khususnya dalam penelitian. Ini nanti juga direncanakan ada halaqoh riset gelombang kedua dan seterusnya,” tambah Ardi.

Sementara itu, Samanhudi berharap kader NU di manapun agar bisa menunjukkan jati dirinya sebagai pelajar atau mahasiswa yang mumpuni. Sebab, yang berbicara akhirnya adalah kemampuan individu, bukan lembaga.

Artinya, kata Simon, sapaan akkrabnya, di manapun mahasiswa menimba ilmu,? kementerengan lembaga sesungguhnya tak terlalu penting. Tapi yang jauh lebih penting justru kemampuan atau kecakapan sang kader. “Oleh karena itu, mari kita tunjukkan bahwa kita kader NU yang hebat dan mumpuni,” pungkasnya. (aryudi a. razaq/abdullah alawi)?

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Lomba, Aswaja, Khutbah Haedar Nashir

Kejuaraan Silat Pagar Nusa Digelar di Gresik

Gresik, Haedar Nashir. Kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa tingkat pelajar? se-Kabupaten Gresik dan Lamongan akan digelar di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Kec. Dukun, kab. Gresik, mulai Rabu (19/6) hari ini. Kejuaraan digelar dalam dalam rangka peringatan haul ke-50 pendiri pesantren, KH Ma’shum Shufyan.

Kejuaraan Silat Pagar Nusa Digelar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kejuaraan Silat Pagar Nusa Digelar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kejuaraan Silat Pagar Nusa Digelar di Gresik

Sekitar 350 pendekar yang merupakan utusan Ranting/Rayon Pagar Nusa se-Kabupaten Gresik dan Lamongan akan memerebutkan “KH. Ma’shum Sufyan Cup 2013” untuk beberapa kategori dan kelas.?

Ada tiga kategori yang bertanding yakni usia dini (7-12 tahun), pra remaja (12-14 tahun), dan remaja (14-17 yahun). Masing-masing kategori terdiri dari beberapa kelas yang didasarkan pertimbangan berat badan.

Haedar Nashir

Dalam Rilis kegiatan yang diterima Haedar Nashir, setiap Ranting/Rayon hanya mengikutsertakan 1 peserta dari tiap-tiap kategori yang dipertandingkan.

Sementara itu, pakaian pesilat dan pendampingnya adalah seragam resmi Pagar Nusa (hitam-hitam). Sebelum bertanding, setiap pesilat tanding harus sudah menggunakan cap protector. Pesilat putri harus memakai pembalut dan aksesoris yang membahayakan pertandingan dilepas.?

Haedar Nashir

Peraturan pertandingan yang digunakan dalam kejuaraan kali ini adalah Peraturan Pertandingan Pencak Silat Antara Bangsa hasil Keputusan Munas IPSI tahun 2012. Sementara sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem gugur tunggal.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Lomba, Pondok Pesantren Haedar Nashir

Syaikh Mustafa Masud Nasihati Kaum Muda NU

Jombang, Haedar Nashir. Ulama sufi Ahlusunnah wal Jamaah, Syaikh Mustafa Masud al-Haqqani, menasihati kaum muda NU untuk instrospeksi diri dan merenungi kondisi serta peran perjuangan jamiyyah Nahdlatul Ulama terhadap bangsa Indonesia.

Syaikh Mustafa Masud Nasihati Kaum Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syaikh Mustafa Masud Nasihati Kaum Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syaikh Mustafa Masud Nasihati Kaum Muda NU

"Semoga NU akan menjadi suatu majelis yang bertumpu pada kesadaran, segala sesuatu karena rahmat Allah, supaya kami dapat merasakan betapa nikmatnya rahmat-Mu itu. Tercapai sudah perjuangan bangsa Indonesia untuk memulihkan kembali kemerdekaannya. Ini berkat rahmat Allah yang Mahakuasa," tuturnya saat memimpin Istighotsah penutupan Musyawarah Kaum Muda NU, Senin (3/8) sore, di halaman Universitas Wahab Chasbullah, Jombang.

Syeikh Mustafa mencontohkan tentang sosok tokoh NU yang juga menteri agama KH Abdul Wahid Hasyim. Kiai Wahid, dahulu pukul 10 pagi masuk kantor dengan melantunkan surat al-Baqarah, kemudian ashar pulang sudah sampai surat an-Nas.

Haedar Nashir

"Berarti (Abdul Wahid Hasyim) satu hari khatam sekali al-Quran. Ini akhlaknya NU. NU kok shalatnya telat, NU kok ngrasani (menggunjing) orang," singgung Mursyid Tarekat Naqshbandi Haqqani itu di hadapan ratusan kamu muda NU yang tergabung dari GP Ansor, Fatayat NU, PMII, IPNU, IPPNU, JNM, PPM Aswaja, HIPSI, dan lain-lain.

Haedar Nashir

Dalam istighotsah tersebut, Syeikh Mustafa Masud membacakan dzikir yang mengandung asmaul husna, shalawat Nabi, pujian kepada para wali, dan dzikir-dzikir lainnnya.

"Alhamdulillah petang ini kita bisa menjalani prosesi istighasah yaitu mengambil kesejukan dari Allah. Setiap orang mempunyai aura. Insyaallah lewat Istighotsah ini aura kalian semakin besar untuk mewarnai Nahdlatul Ulama sampai muktamar yang akan datang," doanya diamini serentak oleh hadirin.

Syeikh Mustafa mengimbau kepada kaum muda NU supaya tidak sembarang menyalahkan situasi dan kondisi Muktamar Ke-33 NU di Jombang kali ini. "Jangan mencela yang salah, kita tidak bisa menghakimi orang tua. Kita doakan, agar beliau-beliau diberi petunjuk Allah," harapnya.

Musyawarah Kaum Muda NU yang berlangsung 2-3 Agustus 2015 di arena Muktamar Ke-33 NU ini merupakan forum perbincangan, silaturrahim, dan jumpa gagasan kaum muda NU dari berbagai profesi, komunitas, keahlian, konsentrasi keilmuan, serta gerakan di masyarakat. Sementara forum yang dimusyawarahkan mulai dari keislaman Aswaja, persoalan keumatan, hingga perpolitikan. (M. Zidni Nafi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri, Meme Islam Haedar Nashir

GP Ansor Canangkan Nusantara Bebas Narkoba

Jakarta, Haedar Nashir - Pimpinan Pusat GP Ansor (PP GP Ansor) ke depan menggalang gerakan nasional antinarkoba. Mereka melihat peredaran narkoba sedemikian rupa maraknya di Indonesia. Pihak GP Ansor berupaya sedapat mungkin menanggulangi penyalahgunaan narkoba khususnya di kalangan pemuda.

Gagasan ini disepakati dalam Rapat Kerja (Raker) GP Ansor di The Media Hotel, Jakarta, Sabtu  (23/4). Raker yang dihadiri seluruh pengurus PP GP Ansor, Ketua Wilayah GP Ansor, dan tamu undangan berjalan penuh khidmah.

GP Ansor Canangkan Nusantara Bebas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Canangkan Nusantara Bebas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Canangkan Nusantara Bebas Narkoba

Agenda Raker berisi pemaparan program kerja setiap bidang masing-masing. Ketua bidang Sosial, Budaya, dan Lingkungan Hidup Idy Muzayyad menjelaskan bahwa salah satu program utamanya adalah mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Narkoba ini sangat berbahaya dan sudah menjangkiti para generasi muda secara luas. Untuk itu kami ingin Ansor bergerak cepat menanggulangi dan membantu para korban untuk kembali hidup sehat”, ujarnya.

Haedar Nashir

Wasekjen GP Ansor Mohamad Fadlilah mempertegas komitmen Ansor dalam  menghadang narkoba. “Kami berkoordinasi dengan BNN untuk melakukan tes urine para pengurus GP Ansor. Memang sengaja kami tidak menginformasikan kepada para pengurus lainnya sehingga banyak yang kaget. Kami juga akan menularkan ini ke daerah-daerah,” tutur Fadil.

Ketua Umum GP Ansor H Yaqut Cholil Qaumas (Gus Tutut) dan Sekjen GP Ansor Adung Abdul Rahman juga terlihat mengikuti tes urine. “Ini menjadi contoh para pengurus Ansor, baik di pusat maupun daerah,” kata Gus Tutut.

Haedar Nashir

Tes urine ini diikuti oleh banyak pengurus lainnnya secara bergiliran.

Idy mempertegas bahwa GP Ansor harus bergerak cepat dan tepat. “Ansor telah membentuk Badan Ansor Antinarkoba (Baanar) yang akan berperan aktif melakukan pencegahan, pemberantasan, dan pendampingan korban narkoba. Ansor juga akan bekerja sama dengan pihak manapun yang mempunyai misi sama. Intinya Nusantara bebas penyalahgunaan narkoba,” tegas Idy. (Ogie/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Olahraga, RMI NU Haedar Nashir

Senin, 27 November 2017

Seribu Orang Berebut Kursi Mahasiswa Polteknaker

Jakarta, Haedar Nashir

Sebanyak 1000 peserta Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) mengikuti ujian Tes Potensi Akademik (TPA) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) tahun ajaran 2017-2018 di ruang serbaguna kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (3/10).



Seribu Orang Berebut Kursi Mahasiswa Polteknaker (Sumber Gambar : Nu Online)
Seribu Orang Berebut Kursi Mahasiswa Polteknaker (Sumber Gambar : Nu Online)

Seribu Orang Berebut Kursi Mahasiswa Polteknaker

Para peserta  yang mengikuti  TPA ini telah lulus tahapan pertama yaitu seleksi administrasi berdasarkan kelengkapan berkas data dan persyaratan lainnya. Gelombang pertama  tes TPA diikuti 600 peserta dan 400 peserta menyusul di gelombang kedua.

Dari 1000 peserta TPA, didominasi lulusan SMA sebanyak 53 persen dan 42 persen lulusan SMK, lulusan pesantren dan SLTTA ke atas masing-masing 1 persen, madrasah Aliyah 3 persen.

Sementara dari segi usia, rata-rata peserta TPA Poltek Ketenagakerjaan berusia kurang dari 21 tahun sebanyak 83 persen dan 15 persen berusia 21-30 tahun. Sebanyak 2 persen berumur lebih dari 30 tahun,

Menurut Direktur Politeknik Ketenagakerjaan Retno Pertiwi, proses seleksi penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan dengan prinsip adil, akuntabel, transparan, dan tidak diskriminatif dengan tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras.

Haedar Nashir

“Para peserta diwajibkan mengikuti seluruh proses penerimaan mahasiswa baru sesuai prosedur yang telah ditentukan. Kita ingin memastikan hanya calon terbaik dan yang memenuhi persyaratan dan sesuai kriteria yang bisa mengikuti perkuliahan di Politeknik Ketenagakerjaan,“ kata Retno.

Retno mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Indonesia untuk mengikuti pendidikan di Politeknik Ketenagakerjaan dalam rangka  meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ketenagakerjaan.

Haedar Nashir

“Sesuai arahan dari Menaker M Hanif Dhakiri, kehadiran Politeknik Ketenagakerjaan Ini merupakan sebuah terobosan untuk menyiapkan SDM yang kompeten di bidang ketenagakerjaan,“ kata Retno.

Rencananya, pada tahun ini, Politeknik Ketenagakerjaan akan membuka tiga program studi (prodi) , yaitu Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Program Studi D4 Relasi Industri, dan Program Studi D3 Manajemen Sumber Daya Manusia dengan kuota 90 orang mahasiswa.

Dari 1000 peserta yang mengikuti TPA sebanyak 56 persen berjenis kelamin laki-laki dan 44 persen perempuan. Peminat program diploma (prodi) Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sebanyak 47 persen, prodi relasi industri (34) dan prodi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) sebanyak 19 persen.

"Kehadiran Polteknaker dharapkan menjadi  solusi untuk mewarnai pembangunan ketenagakerjaan sehingga akan lebih kondusif dan semakin sejahtera dengan memperhatikan kondisi terhadap angkatan kerja, tingkat pendidikan, pengangguran dan link and match, “kata Retno.

Dari tiga prodi yang dibuka, Retno mengungkapkan tahap seleksi pertama adalah seleksi administrasi dengan melihat kelengkapan berkas. Pada proses ini terdapat pendaftar oline sebanyak 3.552 orang. Namun yang mengirim berkas melalui surat elektronik atau email sebanyak 1.302 peserta, yang akan memperebutkan 90 kursi dari tiga prodi.

 

Ditambahkan Retno, tahap selanjutnya usai TPA adalah test psikotes dan wawancara yang diikuti oleh peserta yang lulus TPA, pada tanggal 6 Oktober nanti di Pusdiklat Kemnaker. Peserta yang dinyatakan lulus psikotest dan wawancara akan diumumkan pada 7 Oktober 2017, mengikuti tes kesehatan dan bebas narkoba pada 9 Oktober 2017 di Pusdiklat Kemnaker. Rencananya Peserta PMB secara final akan diumumkan pada 10 Oktober dan langsung mendaftar ulang pada 11-13 Oktober 2017. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Lomba Haedar Nashir

Bela Negara Tak Hanya dengan Angkat Senjata

Depok, Haedar Nashir. Rektor Universitas Indonesia M Anies mengungkapkan, saat ini bangsa Indonesia menghadapi berbagai ancaman yang bukan hanya fisik semata. Untuk itu, bela negara saat ini bukanlah dengan mengangkat senjata. 

Bela Negara Tak Hanya dengan Angkat Senjata (Sumber Gambar : Nu Online)
Bela Negara Tak Hanya dengan Angkat Senjata (Sumber Gambar : Nu Online)

Bela Negara Tak Hanya dengan Angkat Senjata

"Dalam menjaga NKRI melalui bela negara harus melibatkan semua elemen; yaitu ulama, umara, perguruan tinggi,” ujarnya pada Halaqoh Nasional Ulama Pesantren dan Cendekiawan Gerakan Dakwah Aswaja Bela Negara, di Pesantren Al-Hikam, Kukusan, Beji, Depok, Senin (24/10).

Bela negara melalui pendidikan terkait dengan ideologi dan cara berpikr. Perguruan tinggi, dikatakan Anies mencetak generasi  yang bertanggungjawab, sehingga bisa  menjadi mitra dalam menyelesaikan dan menjawab tantangan  global. 

"Demi jaga keutuhan,  cara tepat dengan melibatkan dunia pendidikan. Kita sadari bagaimana medsos menjadi ancaman keutuhan bila menyampaikan hal negatif. Tentunya bila ada kesamaan pemahaman tentang ke-Indonesia-an, maka bisa menjadi filter tersendiri," terangnya. 

Haedar Nashir

Menurutnya, salah satu upaya dalam pendidikan adalah dengan menekankan kembali dalam kesamaan pemahaman ke-Indonesia-an. Ia menilai, perwujudannya melalui nilai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 45.

"Perlu dicari metode menanamkan nilai Pancasila sejak dini. Tidak bisa anak sekarang disuruh menghafal Pancasila dan P4. Tentunya, generasi milenium beda dalam penyampaian dan metodenya," paparnya. 

Haedar Nashir

Pengasuh Pesantren Al-Hikam Depok KH. Yusron Ash-Shidqi menilai tugas bela negara bukan hanya tanggungjawab pemerintah, namun semua elemen bangsa turut aktif. 

“Antara ulama dan umara memiliki kesamaan dalam maslahat. Terlebih lagi, dalam upaya menjaga keutuhan NKRI,” tutur Kiai Yusron.

Ia menegaskan Al-Hikam adalah rumah aswaja dalam menegakkan dan menjaga NKRI. 

Kegiatan Halaqoh Nasional Ulama Pesantren dan Cendekiawan Gerakan Dakwah Aswaja Bela Negara menghadirkan 200 ulama dan cendekiawan.  Gagasan kegiatan tersebut dicetuskan almarhum KH Hasyim Muzadi sebagai upaya menyatukan visi misi ulama umara menjadikan aswaja dan bela negara sebagai sumbangsih pada NKRI. (Aan Humaidi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan Haedar Nashir