Kamis, 30 November 2017

KUA Cihideung Tasikmalaya Canangkan Program Nikah Gratis

Tasikmalaya, Haedar Nashir. Baru satu hari diangkat menjadi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya Jawa Barat, Husna Mustofa yang juga Sekretaris GP Ansor Kota Tasikmalaya langsung mencanangkan program "Nikah Gratis".

KUA Cihideung Tasikmalaya Canangkan Program Nikah Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
KUA Cihideung Tasikmalaya Canangkan Program Nikah Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

KUA Cihideung Tasikmalaya Canangkan Program Nikah Gratis

Dengan menggandeng GP Ansor Kota Tasikmalaya, Kepala KUA termuda di Jawa Barat ini akan memprioritaskan anggota Ansor/Banser yang belum menikah untuk mengikuti program nikah massal gratis yang dilakukan KUA Kecamatan Cihideung.

"Awal tahun 2017 sudah kita programkan. Sekaligus dalam memperingati Harlah NU pada 31 Januari," kata Husna di Kantor KUA Cihideung, Senin (14/11).

Menurut Husna, data base Ansor Kota Tasikmalaya ada sekira 300 anggota yang belum menikah. Dari usia 20 sampai 40 tercatat masih bujang termasuk ada yang duda.

"Maka program awal saya untuk Ansor itu. Nikah massal gratis," ujarnya.

Haedar Nashir

Husna pun mengaku sudah berkomunikasi denga jajaran pengurus Ansor dan seluruh pegawai KUA Cihideung agar program tersebut menjadi agenda rutin tahunan dalam rangkah memperingati Harlah NU.

"Waktu tiga bulan dari sekarang cukup untuk persiapan. Bayar nikah di luar kantor 600 ribu. Nikah di kantor nol rupiah. Nikah di luar kantor bisa nol rupiah asal ada surat keterangan miskin dari desa atau kelurahan setempat," ucapnya.

Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya, Ricky Assegaf mengatakan rencana program nikah massal gratis itu sudah masuk agenda kerja 2017. Kebetulan ada kader Ansor yang jadi Kepala KUA sehingga dengan mudah akan terealisasi.

"Ya klop saja langsung. Istilahnya gayung bersambut karena kader ansor ada yang jadi Kepala KUA. Tinggal tekhnis dan saya wajibkan yang belum menikah agar segera menikah. Biar biaya ditanggung Ansor," tuturnya. Program Nikah Gratis ini, kata Ricky, berlaku bagi umum juga tak mesti harus anggota Ansor.

Haedar Nashir

Sebelumnya, Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya melakukan pelantikan Kepala KUA baru pada Jumat (11/11/2016). Dari tiga yang dilantik, salah satunya Husna Mustofa yang berusia 30 tahun menjadi Kepala KUA Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya. Husna merupakan Sekretaris GP Ansor Kota Tasikmalaya periode 2015-2019. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam, Kajian Haedar Nashir

Adam Faizal Pimpin PMII Mojokerto

Mojokerto. Haedar Nashir. Adam  terpilih menjadi Ketua Umum PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Mojokerto Masa Khidmat 2013-2014 pada Konferensi Cabang (Konfercab) PMII Kota Mojokerto X di Gedung Praja Wijaya Mojokerto, Sabtu (5/01/12).

Adam Faizal Pimpin PMII Mojokerto (Sumber Gambar : Nu Online)
Adam Faizal Pimpin PMII Mojokerto (Sumber Gambar : Nu Online)

Adam Faizal Pimpin PMII Mojokerto

Forum tertinggi tingkat Cabang ini berlangsung dua hari yakni Kamis-Jum’at (04-05). Acara ini dibuka oleh Majelis Pembina Cabang PMII Kota Mojokerto. Setelah proses permusyawatan dan tatip pemilihan ditetapkan kemudian muncul nama Adam Faizal Farid Said asal komisariat STIT Raden Wijaya yang kemudian didukung oleh tiga komisariat yaitu: STIT Raden Wijaya, UNIM  dan STAI Uluwiyah maka secara aklamasi sahabat adam sebagai ketua umum terpilih untuk periode 2013-2014.

Ketika dikonfirmasi Haedar Nashir Adam mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut mensukseskan sebagai ketua Umum terpilih untuk periode 2013-2014. 

Haedar Nashir

“Kami ucapkan terimaksih kepada semua pihak yang ikut serta mendukung saya untuk memimpin PMII kota Mojokerto untuk lebih baik,” katanya.

Haedar Nashir

Pria yang juga pernah menjabat Ketua I PC PMII Kota Mojokerto ini menyatakan bahwa Grand Tema untuk periode ke depan adalah kaderisasi sesuai dengan kearifan lokal. Karena kaderisasi dari PB PMII dan PKC PMII Jatim belum tentu langsung bisa di aplikasikan di tingkatan lokal.

“Adapun grand tema untuk periode yang saya pimpin nanti adalah kaderisasi dengan disesuaikan kearifan lokal karena sistem kaderisasi non-formal dan informal dari PB PMII dan PKC PMII Jatim belum tentu bisa di aplikasikan di daerah.” Terangnya.

Menanggapi tentang dinamika organisasi kedepan untuk bisa solid Adam berjanji untuk mengakomodir semua pihak yang nantinya akan ikut dalam pengembangan PMII lebih baik ke depannya. 

“Saya berjanji akan mengakomodir semua pihak untuk kami ajak bicara dan memajukan PMII kota mojokerto lebih baik,” pungkasnya.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Anang Romli

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Lomba Haedar Nashir

Kudus Mutakhirkan Data Pesantren

Kudus, Haedar Nashir

Menjelang Ramadhan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus menggelar pelatihan penguatan tenaga pengolah data lembaga pendidikan keagamaan Sabtu (5/6) di hotel Proliman Kudus.

Acara yang diikuti oleh 30 perwakilan dari pondok Pesantren, 30 perwakilan dari TPQ, dan 50 perwakilan dari madrasah diniyyah (madin) ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas tenaga pengolah data di lembaga pendidikan keagamaan.

Kudus Mutakhirkan Data Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kudus Mutakhirkan Data Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kudus Mutakhirkan Data Pesantren

Kasi Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kudus, HM Khafid, mengatakan, kegiatan ini untuk meningkatkan kemahiran pengolah data di dalam pondok pesantren, TPQ, dan Madin. “Tujuannya adalah untuk validasi pendataan di masing-masing lembaga,” terangnya.

Haedar Nashir

Ia berharap, peserta kegiatan ini akan menjadi pengawal sekaligus ujung tombak dalam pengisian sekaligus pemutakhiran pendataan di pesantren, TPQ dan madrasah diniyah. Selama ini, ia mengaku, salah satu kesulitan pendataan riil di lembaga pendidikan nonformal adalah keengganan dari pihak lembaga bersangkutan untuk didata.

“Dengan ini kita berharap, mereka akan dengan sendirinya melakukan pendataan sendiri, mulai dari melengkapi data-data lembaga, sarana prasarana lembaga, serta yang paling penting, data santri yang belajar di lembaga itu,” kata Khafid.

Haedar Nashir

Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pemutakhiran data pesantren yang dilakukan pihaknya satu tahun terakhir. Sebelum pemutakhiran, ada 155 pondok pesantren di Kudus yang terdaftar. Setelah dilakukan pemutakhiran izin operasional, baru 72 pesantren di Kudus yang melaksanakan pemutakhiran izin operasional. “Bagi pesantren yang? belum melakukan pemutakhiran, diharapkan segera? melaksanakannya. Bagi yang sudah, dimohon untuk segera melengkapi data-data ini kemudian akan kami setorkan ke pusat,” pungkasnya. (Muhammad Kharis/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Aswaja, Ahlussunnah Haedar Nashir

Rabu, 29 November 2017

Kemnaker Selidiki Dugaan Pelanggaran K3 Ledakan Pabrik Kembang Api Kosambi

Jakarta, Haedar Nashir. Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) terus mendalami kemungkinan adanya pelanggaran aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada kasus Kebakaran Pabrik Kembang Api, PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi, Tangerang. Kemnaker telah menerjunkan tim pengawas ketenagakerjaan  ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mendalami kasus tersebut.

Kemnaker Selidiki Dugaan Pelanggaran K3 Ledakan Pabrik Kembang Api Kosambi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Selidiki Dugaan Pelanggaran K3 Ledakan Pabrik Kembang Api Kosambi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Selidiki Dugaan Pelanggaran K3 Ledakan Pabrik Kembang Api Kosambi

Menaker Usut Kecelakaan Kerja di Gudang Kembang Ap

Dalam pelaksanaannya, tim fokus mendalami kemungkinan pelanggaran pada aspek ketenagakerjaan. Diantaranya kepatuhan perusahaan dalam menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3). 

“Apakah perusahaan tersebut sudah menerapkan norma keselamatan kerja dengan baik dan benar. Norma keselamatan kerja tersebut adalah meliputi aspek-aspek ketenagakerjaam terutama ya, keselamatan bagi para pekerja,” kata Dirjen Pembinaan  Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kemnaker  Sugeng Priyanto di Kantor Kemnaker, Jakarta, Jumat (27/10).

Haedar Nashir

 

Sugemg menjelaskan, aspek K3 yang diselidiki berkaitan dengan sarana dan prasarana K3  di lingkungan kerja. Seperti penyediaan alat pelindung pekerja, pintu evakuasi, dan sebagainya.

“Ini yang merupakan kewajiban kerja perusahaan, untuk menyiapkan sarana dan prasarana kerja yang aman, yang terkait dengan keselamatan pekerja,” jelasnya.

Selain itu, tim Kemnaker tersebut juga akan mendalami hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan hak-hak pekerja, seperti jaminan sosial dan upah.

Haedar Nashir

“Kami akan melihat satu persatu tenaga kerja yang bekerja di perusahaan tersebut. Terutama yang menjadi korban untuk memperoleh hak-haknya,” Sugeng menguraikan.

Sugeng juga mengucapkan bela sungkawa yang mendalam bagi korban dan keluarganya. Hal ini menurutnya harus dijadikan pelajaran bagi semua pihak, baik pemerintah, perusahaan, pekerja, dan masyarakat umum. Hal itu untuk meningkatkan awareness terhadap pentingnya K3.

“Kami, sekali lagi ingin menyampaikan ungkapan bela sungkwa dan duka cita yang sedalam-dalamnya atas terjadinya kecelakaan kerja ini yang menimbulkan korban baik luka-luka maupun meninggal dunia,” ujarnya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nusantara Haedar Nashir

“Festival Lintas Budaya,” Tampilkan Karya Anak Negeri

Jakarta, Haedar Nashir. Indonesia dengan suku-sukunya memiliki khasanah budaya yang luar biasa dan masing-masing memiliki keunggulan. Islam juga diterima dengan mudah melalui akulturasi kebudayaan, seperti yang dilakukan oleh wali songo.

Pengembangan dakwah melalui kebudayaan ini harus terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai Islam yang menghargai tradisi. Dalam upaya inilah pada Bulan Harlah ke 82 NU, akan digelar Festival Lintas Budaya.

Latih Sportivitas, Santri Nurul Jadid “Tarung Bebas”

Probolinggo, Haedar Nashir. Para santri Pondok Pesantren Nurul Jadid dilatih memiliki nilai sportivitas tinggi. Upaya itu dilakukan melalui lomba “Tarung Bebas” yang dilaksanakan di halaman pondok pesantren yang terletak di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Selasa (14/5).

Pertandingan yang disaksikan ribuan santri putra tersebut merupakan kegiatan tahunan. Perguruan Bela Diri Nurul Jadid (PBDJ) yang berada di bawah naungan Pagar Nusa di Kabupaten Probolinggo sebagai penyelenggara.

Latih Sportivitas, Santri Nurul Jadid “Tarung Bebas” (Sumber Gambar : Nu Online)
Latih Sportivitas, Santri Nurul Jadid “Tarung Bebas” (Sumber Gambar : Nu Online)

Latih Sportivitas, Santri Nurul Jadid “Tarung Bebas”

Menurut Ketua PBDNJ, Ubaidillah, Tarung Bebas tersebut dilakukan dalam rangka mengolahragakan dan menumbukan semangat sportivitas santri dalam mengikuti berbagai ajang kompetesi.

Haedar Nashir

“Santri di pondok ini bukan hanya diajarkan mengaji, melainkan diajak berolah raga juga, karena bagaimanapun, kalau badan tidak sehat, santri tidak akan mungkin mengaji,” katanya.

Haedar Nashir

Di samping itu, tambah Ubaidillah, pertandingan ini merupakan ajang seleksi para pendekar muda berbakat, sehingga potensi dan keahlian mereka dapat diketahui, guna diikutkan pada festival lomba setingkat lebih tinggi. Bahkan ada yang masuk seleksi tingkat nasional.

Ada tiga kategori yang diperlombakan, yaitu kategori pra-remaja, remaja, dan dewasa. Pertandingan tersebut memeprlombakan 98 kategori, yang mana nantinya akan dipilih jura 1 dan 2.

Lebih jauh, Ubaidillah mengatakan, di Nurul Jadid ada perkumpulan pencak silat yang terdiri dari Harimau Terbang, Tapak Sakti, dan Cimande. Kemudian semua perguruan tersebut dimasukkan dalam satu wadah, yaitu PBDNJ, “Tentunya PBDNJ ini berada di bawah komando Pagar Nusa Kabupaten Probolinggo, mengingat pengasuh kita adalah tokoh NU,” katanya.

Redaktur        : Abdullah Alawi

Kontributor    : Hasan Baharun

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Nusantara Haedar Nashir

NU Pakistan Kaji Sejarah Syiah di Indonesia

Islamabad, Haedar Nashir. Bertepatan dengan hari Asyura atau 10? Muharam, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) bekerja sama dengan Bagian Bahtsu-Masail (BM) Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Pakistan menyelenggarakan diskusi reguler di Islamabad, Pakistan.

NU Pakistan Kaji Sejarah Syiah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pakistan Kaji Sejarah Syiah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pakistan Kaji Sejarah Syiah di Indonesia

Menurut Koordinator diskusi, Ikmal Thoha, kegiatan yang digelar 4 November ini mengusung tema "Syiah dalam Lingkup Sejarah dan Eksistensinya di Tanah Air".? Saat ini, katanya, Syi’ah memang menjadi topik yang hangat diperbincangkan di Pakistan.

“Diskusi berjalan menarik dan tentunya memberi memberikan antusias yang besar kepada rekan-rekan PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) Pakistan dan juga dalam rangka meramaikan suasana di bulan Muharram dan mengisi kekosongan pada hari libur,” ujar? mahasiswa IIUI Pakistan asal Tuban ini.

Haedar Nashir

Hadir sebagai Narasumber dua mahasiswa Indonesia Program Magister di Pakistan, Eris Rismatullah, S.Phil.I? dan Syamsul Hadi, S.Th.I. Dalam pemaparannya Eris Rismatullah mengatakan bahwa Syi’ah awalnya adalah salah satu kelompok politik di dunia Islam.

“Sejarah aliran Syi’ah masuk ke Tanah Air adalah bersamaan dengan masuknya Islam ke Tanah Air. Bahkan, menurut Jalaluddin Rahmat, tokoh Syi’ah Indonesia, Syi’ah lebih dulu yang datang ke Tanah Air dari pada Islam Sunni,” ujarnya.

Haedar Nashir

Menurutnya, masuknya aliran Syi’ah ke Indonesia merupakan misi visualisasi dari cita-cita dan tujuan dari Revolusi Iran. Tujuan utamanya, menerapkan ajaran atau aliran Syi’ah secara komprehensif melalui kekuasan politik.

Sementara? narasumber kedua, Syamsul Hadi mencoba menyambung dengan menjelaskan sepak terjang aliran Syi’ah secara lebih rinci. Menurutnya, Syi’ah mulai masuk ke Indonesia secara sembunyi-sembunyi dalam artian hanya sebatas keyakinan masing-masing dalam keluarga dan tidak terang-terangan untuk berdakwah.

“Pada periode kedua, tepatnya pasca Revolusi Iran, penyebaran Syi’ah sudah mulai terang-terangan dengan adanya pondok-pondok pesantren Syi’ah yang telah bermunculan di Tanah Air, karena Syi’ah mulai berdakwah dari dunia pendidikan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rais Syuriah PCI-NU Pakistan Ahmad Badruddin mengatakan, perbedaan dalam agama memang tidak bisa dihindarkan, dan perbedaan pemikiran dalam ragam itu pasti ada. Menurutnya, hal itu merupakan cermin dinamika intelektualitas, dinamika rasionalitas dalam Islam.

Ia juga menegaskan, bahwa diskusi ini tidak mengarah pada tuduhan sesat pada siapapun, melainkan kajian ilmiah perihal sejarah dan ideologi sebuah kelompok. “Kita harus selalu berhati-hati untuk masalah takfir dan tahkim kepada sesuatu,” tuturnya. (Muhammad Taufiq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Lomba, Internasional, Humor Islam Haedar Nashir