Jumat, 01 Desember 2017

Menlu Iran: Era Senjata Nuklir Sudah Berakhir

Tehran, Haedar Nashir. Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki mengungkapkan bahwa era senjata nuklir saat ini sudah berakhir karena sudah tidak lagi bisa membawa perubahan dan mengatasi berbagai krisis.



Menlu Iran: Era Senjata Nuklir Sudah Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)
Menlu Iran: Era Senjata Nuklir Sudah Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)

Menlu Iran: Era Senjata Nuklir Sudah Berakhir

Pernyataan itu dikemukakan Mottaki dalam sebuah pertemuan dengan Ketua Standing Committe Masalah Luar Negeri Norwegia Olan Akselsen di Tehran, Selasa (26/6).

"Program nuklir Iran adalah untuk tujuan damai," terang Mottaki dalam pembicaraannya dengan Akselsen.

Haedar Nashir

Mottaki mengatakan, kerjasama antara pemerintah Iran dan Norwegia adalah untuk memperkuat hubungan kedua negara.

Haedar Nashir

"Sejarah menunjukkan bahwa bangsa Iran selalu mengutamakan dialog dan tidak mempunyai catatan sebagai bangsa yang arogan dan melakukan agresi terhadap negara-negara lain," kata Mottaki.

Menlu itu juga mengatakan bahwa setidaknya 130 rencana penanganan krisis di Palestina telah mengalami kegagalan selama 60 tahun terakhir ini karena kurangnya perhatian terhadap akar-akar masalah penyebab krisis.

Mottaki menunjuk adanya upaya-upaya yang sengaja dibuat yang menyebabkan perpecahan di Lebanon dan mengatakan bahwa "sebuah pengertian di antara kelompok-kelompok di Lebanon akan menjadi satu-satunya solusi atas krisis di negara tersebut."

Dia mengingatkan bahwa tindakan-tindakan teroris saat ini dapat menjadi bagian dari sebuah konspirasi besar yang digunakan untuk menebarkan ketidakamanan di kawasan.

Mottaki mendesak Eropa segera memainkan peranan yang lebih aktif di Lebanon. Demikian sumber Irna melaporkan.

Sementara itu, Akselsen menekankan pentingnya meningkatkan saling pengertian mengenai Islam dan Barat, dan mengatakan upaya ini adalah salah satu agenda dari kepentingan kedua negara.

Anggota parlemen Norwegia itu meminta Iran untuk mempengaruhi kelompok-kelompok Lebanon guna mengatasi krisis di negara tersebut. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, Khutbah, RMI NU Haedar Nashir

Kamis, 30 November 2017

Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik

Pamekasan, Haedar Nashir - Syahdan, itik tidak mampu menyerap dengan baik “hasil rapat” dengan bebek dan angsa terkait kesinambungan anak-cucunya. Akibatnya, itik hingga kini sembarangan dalam bertelur.

"Para kader Gerakan Pemuda Ansor tidak boleh meniru karakter itik yang ketinggalan informasi cara bertelur yang baik dan benar," ujar Kiai Jaman saat memberi pengarahan di sela-sela kolom bulanan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor PAC GP Ansor Kadur Kabupaten Pamekasan, Jumat (14/1) malam.

Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik

Salah satu Dewan Penasehat GP Ansor Kadur tersebut menambahkan, agar tidak seperti karakter itik, kader GP Ansor mesti banyak belajar pada sejarah. Utamanya bagaimana sepak terjang para ulama pendiri NU.

Haedar Nashir

"Kalau sampai ada kader GP Ansor yang karakter dan sikapnya keluar dari rel organisasi, berarti dia tidak jauh beda dengan itik," tegas Dosen STAI Al-Khairat itu.

Karenanya, Kiai Jaman mengetengahkan pemahaman betapa kader GP Ansor harus selalu belajar dalam banyak hal. Kepada yang lebih tua dan pengalaman, jangan sungkan untuk minta nasihat yang bermanfaat.

Haedar Nashir

"Manusia tidak bisa tahu tanpa peran orang lain," tegasnya.

Kiai Jaman juga mengimbau agar kader GP Ansor tidak seperti siput linu atau lemar; matanya melotot dan penuh semangat, tetapi tersenggol sedikit langsung kerdil.

"Karenanya, jangan jadikan jabatan sebagai andalan. Jangan berlebih-lebihan. Kita punya kelebihan dan kelemahan. Hidup bagai roda berputar," tegas Kepala SMA Islam Yaspimu Pamekasan tersebut.

Saat ini marak fitnah di dunia nyata maupun maya. Kader GP Ansor, tegas Kiai Jaman, jangan sampai termakan isu-isu negatif. Teman dengan teman di internal pengurus, mudah terjadi fitnah.

"Jika ada potensi fitnah di internal kepengurusan maupun keanggotaan, cepat tangani. Jangan seperti membiarkan tambak yang bocor. Kalau dibiarkan, akan makin besar dan membahayakan. Segeralah koordinasi," paparnya.

Alumnus Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep ini menambahkan, sukses itu hanya sekali seumur hidup. Siapa pun orangnya. Selebihnya karena dipertahankan.

"Dari nol sampai puncak kesuksesan berpotensi menurun. GP Ansor jangan sampai menurun. Sukses banyak hambatan. Ketika hampir sukses, akan muncul masalah yang lain. Bagaikan bulunya badan; dicukur bulunya kumis, bulu hidung lebat. Bulu hidung dicukur, bulu kumis tumbuh," katanya penuh analogi.

Penempatan pengurus dalam organisasi harus disesuaikan dengan porsi jabatan yang diemban. "Selaku ketua, tentu harus belajar ada rambut kepala; melebihi rambut yang lain tanpa ada arogansi. Lihai dan lentur sangat perlu dalam memimpin organisasi," tegas Kiai Jaman.

Persatuan pengurus juga penting. Jika ada persoalan, segera koordinasi. Selain itu, Kiai Jaman juga mengarahkan tiap kali GP Ansor menyelenggarakan acara, mesti undang tokoh masyarakat. Karena itu bisa memperkuat sistem organisasi.

Target kegiatan apa untuk masyarakat banyak, imbuhnya, juga perlu diperjelas oleh GP Ansor. Apa sebatas hanya berkumpul, bekerja di balik meja, tapi tidak merembet ke masyarakat, atau bagaimana? Jangan jadi raksasa tidur yang hanya besar tapi nihil peran.

"Kita juga mesti apental syahadat, asapok iman, apajung Allah. Sisa hidup kita gunakan untuk berjuang. Karena suatu saat, kita akan meninggalkan kesan setelah meninggalkan alam fana ini," tandasnya. (Hairul Anam/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri, Kajian Islam Haedar Nashir

Putra KH Wahab Chasbullah Ingatkan Sepak Terjang Wahabi

Jombang, Haedar Nashir. KH Hasib Abdul Wahab putra salah seorang pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah mengingatkan bahaya paham Wahabi yang semakin gencar melakukan propaganda melalui sejumlah kanal media.?

Hal ini disampaikan Gus Hasib saat membuka kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ? Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Jombang di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (11/3).

Putra KH Wahab Chasbullah Ingatkan Sepak Terjang Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Putra KH Wahab Chasbullah Ingatkan Sepak Terjang Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Putra KH Wahab Chasbullah Ingatkan Sepak Terjang Wahabi

"Tantangan ideologi dari kelompok non-NU yang ada sekarang semakin gencar. Salah satunya gerakan Wahabi, mereka menggunakan media dan bahkan menguasai media dalam gerakannya," tutur Gus Hasib kepada kader-kader Ansor.

Gus Hasib yang juga salah satu Ketua PBNU ini mengungkapkan, kelompok Wahabi dalam gerakannya di tengah masyarakat juga banyak mengaku Sunni, bahkan mengaku beraliran Ahlussunah wal Jamaah sebagaimana NU.?

"Mereka sudah masuk hingga ke desa-desa mengaku Sunni seperti kita. Karenanya untuk membedakan itu, PBNU mempertegas Aswaja yang dianut adalah Aswaja An-Nahdliyyah," imbuhnya.

Haedar Nashir

Karenanya, lanjut Ketua Dewan Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum ini menambahkan, Pengkaderan semacam PKD Ansor ini sangat penting. Pengkaderan dalam organisasi menurutnya tidak hanya dilakukan GP Ansor, PBNU juga melakukan pengkaderan.

"Bahkan di beberapa pengkaderan yang dilakukan PBNU, Banom diharuskan mengikuti termasuk juga lembaga-lembaga yang ada," tandasnya.

Haedar Nashir

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Jombang, Zulfikar D. Ikhwanto mengatakan, pelaksanaan PKD di Jombang sudah memasuki angkatan ke-4.?

"Alhamdulillah kali ini PKD didekatkan pada pendiri NU dan Ansor, yakni di Pesantren Tambakberas yang merupakan kelahiran Pendiri NU KH Wahab Chasbullah," ujarnya.

Kegiatan PKD PAC GP Ansor Jombang Kota yang digelar di Stikes An-Najiah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang diikuti sekitar 80 kader. Mereka berasal dari pengurus Anak Cabang Jombang Kota, dan ranting.?

"Kita sempat khawatir, karena kemarin kader-kader baru mengikuti DTD Banser. Tapi Alhamdulillah semangat kader Ansor masih tinggi. Terbukti pesertanya tidak hanya dari PAC Jombang Kota, PAC Kudu, PAC Jogoroto, juga PAC Wonosalam mengirimkan kader untuk PKD di sini," katanya. (Muslim Abdurahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Sholawat, Pendidikan Haedar Nashir

KUA Cihideung Tasikmalaya Canangkan Program Nikah Gratis

Tasikmalaya, Haedar Nashir. Baru satu hari diangkat menjadi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya Jawa Barat, Husna Mustofa yang juga Sekretaris GP Ansor Kota Tasikmalaya langsung mencanangkan program "Nikah Gratis".

KUA Cihideung Tasikmalaya Canangkan Program Nikah Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
KUA Cihideung Tasikmalaya Canangkan Program Nikah Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

KUA Cihideung Tasikmalaya Canangkan Program Nikah Gratis

Dengan menggandeng GP Ansor Kota Tasikmalaya, Kepala KUA termuda di Jawa Barat ini akan memprioritaskan anggota Ansor/Banser yang belum menikah untuk mengikuti program nikah massal gratis yang dilakukan KUA Kecamatan Cihideung.

"Awal tahun 2017 sudah kita programkan. Sekaligus dalam memperingati Harlah NU pada 31 Januari," kata Husna di Kantor KUA Cihideung, Senin (14/11).

Menurut Husna, data base Ansor Kota Tasikmalaya ada sekira 300 anggota yang belum menikah. Dari usia 20 sampai 40 tercatat masih bujang termasuk ada yang duda.

"Maka program awal saya untuk Ansor itu. Nikah massal gratis," ujarnya.

Haedar Nashir

Husna pun mengaku sudah berkomunikasi denga jajaran pengurus Ansor dan seluruh pegawai KUA Cihideung agar program tersebut menjadi agenda rutin tahunan dalam rangkah memperingati Harlah NU.

"Waktu tiga bulan dari sekarang cukup untuk persiapan. Bayar nikah di luar kantor 600 ribu. Nikah di kantor nol rupiah. Nikah di luar kantor bisa nol rupiah asal ada surat keterangan miskin dari desa atau kelurahan setempat," ucapnya.

Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya, Ricky Assegaf mengatakan rencana program nikah massal gratis itu sudah masuk agenda kerja 2017. Kebetulan ada kader Ansor yang jadi Kepala KUA sehingga dengan mudah akan terealisasi.

"Ya klop saja langsung. Istilahnya gayung bersambut karena kader ansor ada yang jadi Kepala KUA. Tinggal tekhnis dan saya wajibkan yang belum menikah agar segera menikah. Biar biaya ditanggung Ansor," tuturnya. Program Nikah Gratis ini, kata Ricky, berlaku bagi umum juga tak mesti harus anggota Ansor.

Haedar Nashir

Sebelumnya, Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya melakukan pelantikan Kepala KUA baru pada Jumat (11/11/2016). Dari tiga yang dilantik, salah satunya Husna Mustofa yang berusia 30 tahun menjadi Kepala KUA Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya. Husna merupakan Sekretaris GP Ansor Kota Tasikmalaya periode 2015-2019. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam, Kajian Haedar Nashir

Adam Faizal Pimpin PMII Mojokerto

Mojokerto. Haedar Nashir. Adam  terpilih menjadi Ketua Umum PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Mojokerto Masa Khidmat 2013-2014 pada Konferensi Cabang (Konfercab) PMII Kota Mojokerto X di Gedung Praja Wijaya Mojokerto, Sabtu (5/01/12).

Adam Faizal Pimpin PMII Mojokerto (Sumber Gambar : Nu Online)
Adam Faizal Pimpin PMII Mojokerto (Sumber Gambar : Nu Online)

Adam Faizal Pimpin PMII Mojokerto

Forum tertinggi tingkat Cabang ini berlangsung dua hari yakni Kamis-Jum’at (04-05). Acara ini dibuka oleh Majelis Pembina Cabang PMII Kota Mojokerto. Setelah proses permusyawatan dan tatip pemilihan ditetapkan kemudian muncul nama Adam Faizal Farid Said asal komisariat STIT Raden Wijaya yang kemudian didukung oleh tiga komisariat yaitu: STIT Raden Wijaya, UNIM  dan STAI Uluwiyah maka secara aklamasi sahabat adam sebagai ketua umum terpilih untuk periode 2013-2014.

Ketika dikonfirmasi Haedar Nashir Adam mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut mensukseskan sebagai ketua Umum terpilih untuk periode 2013-2014. 

Haedar Nashir

“Kami ucapkan terimaksih kepada semua pihak yang ikut serta mendukung saya untuk memimpin PMII kota Mojokerto untuk lebih baik,” katanya.

Haedar Nashir

Pria yang juga pernah menjabat Ketua I PC PMII Kota Mojokerto ini menyatakan bahwa Grand Tema untuk periode ke depan adalah kaderisasi sesuai dengan kearifan lokal. Karena kaderisasi dari PB PMII dan PKC PMII Jatim belum tentu langsung bisa di aplikasikan di tingkatan lokal.

“Adapun grand tema untuk periode yang saya pimpin nanti adalah kaderisasi dengan disesuaikan kearifan lokal karena sistem kaderisasi non-formal dan informal dari PB PMII dan PKC PMII Jatim belum tentu bisa di aplikasikan di daerah.” Terangnya.

Menanggapi tentang dinamika organisasi kedepan untuk bisa solid Adam berjanji untuk mengakomodir semua pihak yang nantinya akan ikut dalam pengembangan PMII lebih baik ke depannya. 

“Saya berjanji akan mengakomodir semua pihak untuk kami ajak bicara dan memajukan PMII kota mojokerto lebih baik,” pungkasnya.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Anang Romli

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Lomba Haedar Nashir

Kudus Mutakhirkan Data Pesantren

Kudus, Haedar Nashir

Menjelang Ramadhan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus menggelar pelatihan penguatan tenaga pengolah data lembaga pendidikan keagamaan Sabtu (5/6) di hotel Proliman Kudus.

Acara yang diikuti oleh 30 perwakilan dari pondok Pesantren, 30 perwakilan dari TPQ, dan 50 perwakilan dari madrasah diniyyah (madin) ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas tenaga pengolah data di lembaga pendidikan keagamaan.

Kudus Mutakhirkan Data Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kudus Mutakhirkan Data Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kudus Mutakhirkan Data Pesantren

Kasi Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kudus, HM Khafid, mengatakan, kegiatan ini untuk meningkatkan kemahiran pengolah data di dalam pondok pesantren, TPQ, dan Madin. “Tujuannya adalah untuk validasi pendataan di masing-masing lembaga,” terangnya.

Haedar Nashir

Ia berharap, peserta kegiatan ini akan menjadi pengawal sekaligus ujung tombak dalam pengisian sekaligus pemutakhiran pendataan di pesantren, TPQ dan madrasah diniyah. Selama ini, ia mengaku, salah satu kesulitan pendataan riil di lembaga pendidikan nonformal adalah keengganan dari pihak lembaga bersangkutan untuk didata.

“Dengan ini kita berharap, mereka akan dengan sendirinya melakukan pendataan sendiri, mulai dari melengkapi data-data lembaga, sarana prasarana lembaga, serta yang paling penting, data santri yang belajar di lembaga itu,” kata Khafid.

Haedar Nashir

Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pemutakhiran data pesantren yang dilakukan pihaknya satu tahun terakhir. Sebelum pemutakhiran, ada 155 pondok pesantren di Kudus yang terdaftar. Setelah dilakukan pemutakhiran izin operasional, baru 72 pesantren di Kudus yang melaksanakan pemutakhiran izin operasional. “Bagi pesantren yang? belum melakukan pemutakhiran, diharapkan segera? melaksanakannya. Bagi yang sudah, dimohon untuk segera melengkapi data-data ini kemudian akan kami setorkan ke pusat,” pungkasnya. (Muhammad Kharis/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Aswaja, Ahlussunnah Haedar Nashir

Rabu, 29 November 2017

Kemnaker Selidiki Dugaan Pelanggaran K3 Ledakan Pabrik Kembang Api Kosambi

Jakarta, Haedar Nashir. Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) terus mendalami kemungkinan adanya pelanggaran aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada kasus Kebakaran Pabrik Kembang Api, PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi, Tangerang. Kemnaker telah menerjunkan tim pengawas ketenagakerjaan  ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mendalami kasus tersebut.

Kemnaker Selidiki Dugaan Pelanggaran K3 Ledakan Pabrik Kembang Api Kosambi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Selidiki Dugaan Pelanggaran K3 Ledakan Pabrik Kembang Api Kosambi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Selidiki Dugaan Pelanggaran K3 Ledakan Pabrik Kembang Api Kosambi

Menaker Usut Kecelakaan Kerja di Gudang Kembang Ap

Dalam pelaksanaannya, tim fokus mendalami kemungkinan pelanggaran pada aspek ketenagakerjaan. Diantaranya kepatuhan perusahaan dalam menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3). 

“Apakah perusahaan tersebut sudah menerapkan norma keselamatan kerja dengan baik dan benar. Norma keselamatan kerja tersebut adalah meliputi aspek-aspek ketenagakerjaam terutama ya, keselamatan bagi para pekerja,” kata Dirjen Pembinaan  Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kemnaker  Sugeng Priyanto di Kantor Kemnaker, Jakarta, Jumat (27/10).

Haedar Nashir

 

Sugemg menjelaskan, aspek K3 yang diselidiki berkaitan dengan sarana dan prasarana K3  di lingkungan kerja. Seperti penyediaan alat pelindung pekerja, pintu evakuasi, dan sebagainya.

“Ini yang merupakan kewajiban kerja perusahaan, untuk menyiapkan sarana dan prasarana kerja yang aman, yang terkait dengan keselamatan pekerja,” jelasnya.

Selain itu, tim Kemnaker tersebut juga akan mendalami hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan hak-hak pekerja, seperti jaminan sosial dan upah.

Haedar Nashir

“Kami akan melihat satu persatu tenaga kerja yang bekerja di perusahaan tersebut. Terutama yang menjadi korban untuk memperoleh hak-haknya,” Sugeng menguraikan.

Sugeng juga mengucapkan bela sungkawa yang mendalam bagi korban dan keluarganya. Hal ini menurutnya harus dijadikan pelajaran bagi semua pihak, baik pemerintah, perusahaan, pekerja, dan masyarakat umum. Hal itu untuk meningkatkan awareness terhadap pentingnya K3.

“Kami, sekali lagi ingin menyampaikan ungkapan bela sungkwa dan duka cita yang sedalam-dalamnya atas terjadinya kecelakaan kerja ini yang menimbulkan korban baik luka-luka maupun meninggal dunia,” ujarnya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nusantara Haedar Nashir