Sabtu, 09 Desember 2017

Wakil Ketua PCNU Pringsewu Kembali Pimpin MUI Pringsewu

Pringsewu, Haedar Nashir



Peserta Musyawarah Daerah (Musda) kedua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Pringsewu sepakat memilih KH Hambali untuk melanjutkan kepemimpinan MUI masa khidmah 2017-2022. Musda tersebut diselenggarakan di aula kantor Bupati Pringsewu, Selasa (8/8).

Wakil Ketua PCNU Pringsewu Kembali Pimpin MUI Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Ketua PCNU Pringsewu Kembali Pimpin MUI Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Ketua PCNU Pringsewu Kembali Pimpin MUI Pringsewu

Kiai yang terkenal sangat sederhana ini didukung secara mutlak dan mufakat tanpa melakukan voting oleh 16 suara yang berhak memberikan hak pilihnya. Sebanyak 16 suara tersebut berasal dari 1 suara MUI Provinsi Lampung, 2 suara MUI kabupaten, 9 suara MUI kecamatan, dan 4 suara dari perwakilan ormas, pondok pesantren dan perguruan tinggi.

Sesaat setelah terpilih menjadi Ketua MUI kedua kalinya, Kiai Hambali mengatakan bahwa hal tersebut merupakan tanggungjawab yang sangat berat.?

"Ini merupakan tugas yang tidak ringan. Namun saya yakin akan menjadi ringan jika dilakukan dengan bersama-sama oleh seluruh pengurus yang nantinya akan disusun," kata Wakil Ketua Tanfidziyyah PCNU Pringsewu ini.

Haedar Nashir

Beberapa program kerja MUI masa khidmah 2012-2017 yang selama ini ia pimpin akan dievaluasi secara komprehensif dengan memperhatikan berbagai hal sehingga akan lebih baik lagi.?

"Nanti kita perdalam lagi Program Kerja kita pada Raker setelah Kepengurusan baru telah terbentuk,” katanya.

Seetelah terpilih, KH Hambali langsung bertemu dengan Bupati Pringsewu H. Sujadi di Kantor Bupati yang kebetulan berdampingan dengan aula tempat diselenggarakannya Musda.?

Pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan selamat atas telah terselenggaranya Musda dan berharap kedepan kepengurusan MUI Pringsewu akan lebih baik lagi.

Haedar Nashir

Bupati berharap juga MUI Pringsewu dapat melakukan terobosan-terobosan baru dalam berkhidmah memberikan kesejukan kepada umat. Sinergitas dan peningkatan kualitas hubungan dengan pemerintah daerah juga diharapkan akan terjain lebih baik lagi.

Hal ini sesuai dengan tema besar Musda kedua ini yaitu yaitu "Peningkatan Kualitas Hubungan Antara Umara, Ulama dan Cendikiawan Muslim dalam Rangka Pembangunan Pringsewu Bersahaja dan Bersenyum Manis". (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sunnah, Pemurnian Aqidah Haedar Nashir

Jumat, 08 Desember 2017

Ansor Malang Gelar Diklat Aswaja An-Nahdliyah

Malang, Haedar Nashir

GP Ansor Kabupaten Malang memberikan pembekalan terhadap kader-kadernya demi membentengi masuknya paham radikal dengan diklat kepemimpinan dasar.

Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka penguatan kader Ansor Banser. Husnul H Syadad, Sekretaris GP Ansor Kabupaten Malang mengungkapan kegiatan itu dilakukan demi meningkatkan pemahaman tentang Aswaja An-Nahdliyah.

Ansor Malang Gelar Diklat Aswaja An-Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Malang Gelar Diklat Aswaja An-Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Malang Gelar Diklat Aswaja An-Nahdliyah

"Untuk membentengi kader dengan pemahaman Aswaja An-Nahdliyah agar tidak mudah terpengaruh dengan faham-faham baru yang cenderung radikal," ujar Husnul, di PP Sunan Kalijogo, Kecamatan Jabung, Ahad (7/2/2016).

Ia menambahkan diklat tersebut dilakukan untuk menyiapkan kader menghadapi paham-paham radikal yang mengancam keutuhan NKRI.

Haedar Nashir

Hadir sebagai pemateri diantaranya H Fathulloh anggota Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Timur, Danramil setempat, dan Ketua LBM NU Kabupaten Malang. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah, Santri Haedar Nashir

Haedar Nashir

Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam

Tarim, Haedar Nashir. Habib Umar bin Hafidz menegaskan, sikap moderat (wasathiyah) adalah karakter inti ajaran Islam yang merepresentasikan perilaku Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Hal ini ia sampaikan dalam acara bedah buku karyanya, al-Wasathiyyah fil Islam (Moderat dalam Perspektif Islam).

Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam

Diskusi bedah buku diselenggarakan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman cabang Hadhramaut di Auditorium Fakultas Syariah dan Hukum, Universtitas Al-Ahgaff Tarim, Hadhramaut, Yaman, Jumat (27/12).

Habib Umar mengutip surat al-Baqarah (143), “Dan demikianlah Kami (Tuhan) jadikan kalian umat yang ‘wasath’ (adil, tengah-tengah, terbaik) agar kalian menjadi saksi (syuhada’) bagi semua manusia, dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi (syahid) juga atas kalian.”

Haedar Nashir

Dalam ayat tersebut umat Islam dipuji Tuhan sebagai golongan yang ‘wasath’ karena mereka tak terjerembab dalam dua titik ekstrem. Yang pertama, ekstremitas umat Kristen yang mengenal tradisi “rahbaniyyah” atau kehidupan kependetaan yang menolak keras dimensi jasad dalam kehidupan manusia serta pengkultusan terhadap utusan.

Yang kedua adalah ekstremitas umat Yahudi yang melakukan distorsi atas Kitab Suci mereka serta melakukan pembunuhan atas sejumlah nabi. Habib Umar mengajak setiap Muslim untuk tidak berlaku tatharruf (ekstrem) dalam menjalankan ajaran agama.

Haedar Nashir

“Ekstrimisme yang terjadi akhir-akhir ini terjadi karena konsep wasathiyah mulai terkikis,” terang pengasuh perguruan Darul Mushtafa ini di hadapan 500 pelajar.

Karenanya, tutur Habib Umar, sikap moderat harus menjelma di setiap dimensi kehidupan seorang muslim, baik dalam ranah akidah, pemikiran, etika, maupun  interaksi dengan orang lain.

Habib Umar menyebut Wali Songo sebagai contoh ideal yang berhasil menerapkan prinsip moderat dalam kegiatan dakwah menyebarkan Islam di Nusantara. “Dengan sikap moderat yang ditunjukkan Walisongo, Islam dapat diterima dengan baik di Indonesia,” ujar Habib Umar.

Boleh Ucapkan Selamat Natal

Dalam kesempatan itu, Habib Umar bin Hafidz juga menerima pertanyaan dari peserta diskusi soal hukum mengucapkan selamat (tahni’ah) Natal kepada umat Kristiani. Ia menjawab bahwa ucapan tersebut boleh selama tak disertai pengakuan (iqrar) terhadap hal-hal yang bertentangan dengan pokok akidah Islam, seperti klaim Isa anak Tuhan dan keikutsertaan dalam kemaksiatan.

Kebolehan ini, tutur Habib Umar, karena memuliakan para utusan Allah, termasuk Nabi Isa, adalah di antara hal yang pasti diakui dalam Islam (min dharuriyyati hadza ad-din).

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Al-Ahgaff Dr Muhammad Abdul Qadir al-Aydrus mengatakan, di tengah radikalisme yang marak dalam kehidupan beragama, makna moderasi perlu diulas kembali.

“Setiap orang mengaku dirinya menempuh jalan yang moderat, sehingga pengertian dari terma wasathiyah sendiri harus diperjelas,” ujar dosen jebolan Universitas Badhdad tersebut saat memberi sambutan.

Usai bedah buku, acara Departemen Pendidikan dan Dakwah PPI Hadhramaut ini juga meluncurkan buku berjudul “Janganlah Berbantah-bantahan yang Menyebabkan Kamu Menjadi Gentar dan Hilang Kekuatanmu”, sebuah terjemah atas karya Habib Umar berjudul “Wa La Tanaza’u Fatafsyalu wa Tadzhaba Riihukum”. (Abdul Muhith/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam, Kyai, Aswaja Haedar Nashir

Komunitas Santri Gemakan Shalawat di UIN Jakarta

Tangerang Selatan, Haedar Nashir. Lapangan Triguna di samping UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dipadati kaum muslimin. Spanduk-spanduk bertajuk shalawat dan Majelis Rasulullah bertebaran di sekitar area kampus. Malam itu Tabligh Akbar “UIN Jakarta Bershalawat dan Santunan Anak Yatim” diselenggarakan CSSMoRA (Community Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs) UIN Jakarta dan Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN, bekerja sama dengan Majelis Rasulullah SAW.

Menurut Widya Prayoga selaku perwakilan panitia penyelenggara dari CSSMoRA, acara yang berlangsung Jumat (25/03) tersebut merupakan bentuk silaturrahim komunitas penerima beasiswa santri Kementerian Agama RI kepada mahasiswa UIN Jakarta serta kepada khalayak luas.

Komunitas Santri Gemakan Shalawat di UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Santri Gemakan Shalawat di UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Komunitas Santri Gemakan Shalawat di UIN Jakarta

“Semoga lewat acara UIN Bershalawat ini kita juga bisa menjalin perdamaian dan persaudaraan, serta mengambil hikmah dari Syekh Syarif Hidayatullah yang menjadi nama universitas kita ini,” ujar Widya.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Rektor UIN Jakarta, yang diwakili oleh Kepala Subbagian Administrasi dan Alumni, Rohmatullah. Selain menyampaikan amanat Rektor, Rohmatullah juga mengulas sejarah Syarif Hidayatullah sebagai cikal bakal nama institusi UIN yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan itu.

Haedar Nashir

“Syarif Hidayatullah, yang juga dikenal dengan Sunan Gunung Jati ini merupakan seorang pemimpin yang memiliki peran penting dalam perkembangan daerah Jakarta, yang waktu itu masih bernama Jayakarta. Karena hubungan itulah, Syarif Hidayatullah terpilih menjadi nama universitas ini,” terangnya.

Jamaah tampak khidmat menyimak dan melantunkan Simthud Duror bersama pemimpin majelis. Di panggung hadir Kapolsek Ciputat, Ketua PCNU Tangerang Selatan H Muhammad Tohir, serta pejabat dari Kelurahan Cempaka Putih. Tausiyah dan doa diisi oleh Habib Abdurrahman bin Ahmad Al Habsyi, dan acara ditutup dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada anak yatim oleh Bapak Rohmatullah.

Haedar Nashir

CSSMoRA adalah organisasi berbasis pesantren yang berusaha turut melestarikan budaya Islam di Indonesia, dan berorientasi untuk pengembangan dunia pesantren. Organisasi ini beranggotakan penerima beasiswa santri dari Kemenag RI, dan tersebar di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan Haedar Nashir

Didik Generasi Muda Melalui Manasik Haji

Bojonegoro, Haedar Nashir. Sekolah Dasar Integral (SDI) Lukmanul Hakim Bojonegoro mengadakan manasik haji di alun-alun kota minyak, Kamis (3/10). Ketua panitia pelaksana kegiatan, Abdul Wahid mengatakan, kegiatan bertujuan mendidik anak-anak generasi Islam untuk benar-benar melaksanakan ajarannya.

Didik Generasi Muda Melalui Manasik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Didik Generasi Muda Melalui Manasik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Didik Generasi Muda Melalui Manasik Haji

Menurut Wahid, manasik ini dilaksanakan SDI Lukmanul Hakim bekerjasama dengan KB Ya Bunaiya I dan II, serta diikuti TK Bhayangkari, PUWAB, Putra Bangsa dan MI Al-Falah Kenongo Tuban.

Para peserta mengenakan baju putih, layaknya orang dewasa yang melaksanakan ibadah haji di Makkah. Serta mereka juga mengitari replika kabah. "Setidaknya ada sekitar 600 lebih peserta yang mengikuti manasik haji," ujarnya.

Haedar Nashir

Selain mendidik generasi muda, tujuan manasik haji ini juga untuk mengenalkan peserta didik, proses haji. Jadi anak-anak tidak diajari teori haji saja, tetapi praktik dan proses pelaksanaan haji dapat diketahui anak-anak.

"Kegiatan ini sudah rutin dilaksanakan, setiap bulan-bulan haji," ujarnya kepada Haedar Nashir, usai acara.

Haedar Nashir

Dijelaskan, sebelum anak-anak melaksanakan masnaik haji dialun-alun, mereka mengikuti gladi bersih di sekolah SDI Lukmanul Hakim Jalan Lisman 18B Bojonegoro.

Termasuk diajari miqot, berada di Masjidil Haram, memutari kabah, shalat sunnah di Hijjir Ismail, berada di sumur zam-zam, sai, tahallul, wukuf di Arofah, Muzdalifah dan melempar jumroh aqobah di Mina. "Seluruh proses haji, dilaksanakan lengkap," pungkasnya. (Muhammad Yazid/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai Haedar Nashir

GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa

Asahan, Haedar Nashir. Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Utara (Sumut) Mulia Banurea meminta seluruh pimpinan cabang (PC) dan pimpinan anak cabang (PAC) se-Sumut agar menggiatkan kaderisasi. Sebagai realisasi program PW GP Ansor Sumut, ia mendorong kader organisasi pemuda NU ini ada di setiap desa.

GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa

"Ansor adalah elemen pemuda yang berada di garda terdepan dalam mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, kader Ansor harus ada di setiap desa guna menjaga keutuhan NKRI," kata Mulia saat menjadi narasumber pada Latihan Kader Dasar (PKD) yang digelar PC GP Ansor Kabupaten Asahan, di Pesantren Darul Hikmah Kisaran, Asahan, Sabtu (31/1).

Mulia menegaskan, untuk bisa berjuang, kader Ansor sebagai kader muda Nahdlatul Ulama (NU) harus mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental. Karena itu, seluruh kader Ansor harus mengikuti PKD agar mengetahui nilai-nilai dasar perjuangan organisasi ini.

Haedar Nashir

"Kader Ansor harus menjaga komitmen terhadap ajaran Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja). Prinsip Aswaja antara lain bersikap toleran terhadap perbedaan pandangan, terutama dalam hal-hal yang bersifat furuiyah, sehingga tidak terjadi perasaan saling terganggu, saling memusuhi, dan sebaliknya akan tercipta persaudaraan yang islami (ukhuwwah islâmiyyah)," katanya.

Haedar Nashir

Hadir dalam acara itu, Rais Syuriah PCNU Asahan? H Ahmad Fadelah Pane, Wakil Ketua PW GP Ansor Sumut Armansyah Harahap, Sekretaris Parulian Siregar, serta unsur pengurus PW GP Ansor Sumut di antaranya M Uliansyah, Jasmi Assayuti, Dedi Hermanto Sitorus, Ketua Caretaker PC Ansor Asahan Safrizal, dan Ketua Panitia Budi Suherman.

?

Sedangkan Rais Syuriah PC NU Asahan H Ahmad Fadelah Pane mengatakan, mazhab Ansor adalah Imam Syafii yang Aswaja, bukan Imam Samudra yang tidak mengakui NKRI.

Ketua Caretaker PC NU Asahan melaporkan, PKD yang digelar 30 Januari sampai 02 Februari itu dirangkai dengan pembentukan PAC di sejumlah kecamatan di Asahan, dan konferensi cabang (konfercab) GP Ansor Asahan. (Hamdani/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Tokoh Haedar Nashir

LDKM Unusida Siapkan Calon Pemimpin Masa Depan

Mojokerto, Haedar Nashir

Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) angkatan ke II tahun akademik 2015-2016 digelar di Hotel New Star Trawas Mojokerto, Jawa Timur, mulai tanggal 15-17 Januari 2016.

LDKM Unusida Siapkan Calon Pemimpin Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
LDKM Unusida Siapkan Calon Pemimpin Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

LDKM Unusida Siapkan Calon Pemimpin Masa Depan

LDKM Unusida bertajuk "Mengokohkan Pemikiran Aswaja Mencetak Pemimpin Masa Depan" itu diikuti sekitar 214 peserta dari semua fakultas.

Menurut Presiden Mahasiswa Unusida Sofyan Pandu, LDKM tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, LDKM tahun ini semuanya ditangani Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unusida bekerja sama dengan IPNU-IPPNU serta PK PMII Unusida. Sedangkan tahun lalu, pemateri LDKM adalah trainer profesional Star Obi.

Haedar Nashir

"Apa yang sudah panitia dapatkan di LDKM tahun lalu sangat bermanfaat sehingga di tahun ke II tidak perlu mendatangkan trainer profesional lagi," kata Pandu, Sabtu (16/1).

Haedar Nashir

Pandu menjelaskan bahwa pengalaman mengikuti LDKM tahun pertama memberi manfaat di LDKM tahun ini. Karena, panitia yang dulu merupakan peserta, sekarang jadi panitia dan mempu mengonsep acara yang tidak kalah dengan trainer profesional.

BEM Unusida, lanjut dia, menyiapkan materi yang sebagian besar berisi tentang tantangan masa depan pemimpin dan pemecahan masalah.Panitia juga menyiapkan perlengkapan dan peralatan outbond. Seminggu sebelum acara, mereka sudah merancang dan membuat alat-alat untuk kebutuhan acara. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Syariah Haedar Nashir