Kamis, 28 Desember 2017

Yayasan Bhakti Beri Ansor Waykanan Penghargaan Sam Ratulangi

Waykanan, Haedar Nashir?



Sebagai apresiasi atas sejumlah kiprah positif dilakukan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan, Lampung, Yayasan Bhakti Baradatu akan memberikan organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) di daerah itu penghargaan Sam Ratulangi.

Ketua Yayasan Bhakti Baradatu Markus Tri Cahyono, di Blambangan Umpu, Kamis (9/3), menyatakan, kiprah Ansor di Waykanan dipimpin aktivis Gusdurian Gatot Arifianto bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, seperti aktif mendorong diskusi kebangsaan lintas iman.

Yayasan Bhakti Beri Ansor Waykanan Penghargaan Sam Ratulangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Yayasan Bhakti Beri Ansor Waykanan Penghargaan Sam Ratulangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Yayasan Bhakti Beri Ansor Waykanan Penghargaan Sam Ratulangi

"Gerakan semacam itu sebelumnya jarang dilakukan di Way Kanan, sekarang menjadi cukup intens dilakukan Pemuda Ansor, mulai dari Riungan Kebangsaan, Festival Bhineka Tunggal Ika, Jagongan Ramik Ragom hingga Saresehan Kesetiaan Pancasila dengan merangkul Pemuda Khatolik, Pemuda Hindu, organisasi kepemudaan lain, termasuk para pelajar," ujar dia lagi.

Upaya tersebut menurut Markus, merupakan upaya nyata Pemuda Ansor dalam mengawal dan bergerak mengampanyekan keberagaman di daerah bermotto Ramik Ragom (Beragam) ini.

Haedar Nashir

"Pemuda Ansor Waykanan juga aktif mendorong sejumlah gerakan sosial seperti donor darah, filantropi pendidikan Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional yang mendorong anak kurang mampu memasuki Perguruan Tinggi Negeri. Pada intinya, kiprah-kiprah tersebut positif. Dan kami mengapresiasi langkah-langkah Pemuda Ansor," kata dia lagi.

Penghargaan Sam Ratulangi akan diberikan Yayasan Bhakti Baradatu untuk PC GP Ansor Waykanan beserta 10 ribu bibit ikan nila dan emas bersamaan pembukaan kegiatan Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor ke enam di Gedung PCNU, jalan lintas Sumatera, Kampung Tiuhbalak I, Kecamatan Baradatu, Jumat 10 Maret 2017 pukul 13.00 WIB.

Untuk diketahui, Dr Sam Ratulangi merupakan Pahlawan Nasional berkeyakinan Nasrani. Semasa hidupnya, ia selalu bergerak mengedepankan kepentingan masyarakat dan membawa perubahan positif bagi publik.

Pemilik nama lengkap Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi itu terkenal dengan falsafahnya, "si tou timou tumou tou" yang berarti "manusia hidup untuk menghidupkan manusia lain".

"Kami menilai kiprah Ansor Waykanan sejalan dengan falsafah tersebut," papar Markus. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sunnah Haedar Nashir

Mahathir: Abdullah Ahmad Badawi telah Hancurkan Koalisi Malaysia

Kuala Lumpur, Haedar Nashir. Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, Ahad (9/3), mengatakan bahwa penggantinya PM Abdullah Ahmad Badawi telah "menghancurkan" koalisi yang berkuasa setelah pemilihan akhir pekan ini yang membawa bencana.



Mahathir: Abdullah Ahmad Badawi telah Hancurkan Koalisi Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahathir: Abdullah Ahmad Badawi telah Hancurkan Koalisi Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahathir: Abdullah Ahmad Badawi telah Hancurkan Koalisi Malaysia

Mahathir, pemimpin Organisasi Melayu Nasional Bersatu (UMNO) yang "mengarsiteki" koalisi Barisan Nasional (BN) selama 22 tahun sebelum mundur pada 2003 silam, menyerang setelah penampilan terburuknya (koalisi) itu dalam sejarah.

   

"Menurut pendapat saya ia telah menghancurkan UMNO, menghancurkan BN dan ia bertanggungjawab atas ini," terang Mahathir kepada wartawan.

   

Haedar Nashir

Mahathir menganjurkan agar Abdullah sebaiknya mundur, dan mengatakan ia telah membuat kesalahan karena memilihnya sebagai perdana menteri.

   

"Saya pikir ia harus bertanggungjawab atas ini. Ia harus menerima 100 persen tanggungjawab," katanya seperti dilansir sumber AFP.

   

Haedar Nashir

"Saya minta maaf tapi saya tampaknya telah membuat pilihan yang salah," tambah Mahathir.

   

Mahathir sebelumnya mengatakan ia tidak pernah menginginkan Abdullah untuk menjabat lebih dari satu kali masa jabatan, dan bahwa ia semestinya memilih Deputi PM Malaysia Najib Razak yang dinilainya berpengaruh dan kini sedang menunggu menjadi pemimpin masa depan.

   

Barisan Nasional telah menderita hasil terburuknya dalam pemilihan Sabtu, yang kehilangan mayoritas dua pertiganya di parlemen untuk pertama kali sejak 1969 dan menyerahkan empat negara bagian lagi pada partai oposisi yang bangkit kembali.

   

Abdullah dihukum karena kejahatan dan inflasi yang meningkat dalam pemilihan yang juga diwarnai oleh ketegangan rasial yang meningkat antara mayoritas Muslim Melayu dan etnik minoritas Cina dan India.

   

"Saya kira rakyat pasti telah sangat marah, semua ras, Cina, Melayu dan India," kata Mahathir.

   

Mahathir menilai pangkal persoalannya adalah karena pemerintahan saat ini "telah menjadi sangat arogan". Arogansi pemerintah itu, menurutnya, tercermin dari sikap pemerintah yang kerap menindas setiap pendapat yang tidak disukai.

Abdullah adalah pengganti yang dicomot Mahathir ketika ia lengser, tapi setelah pemimpin baru itu membuang sebagain dari sejumlah proyek kesayangannya, Mahathir mulai melancarkan tuduhan kepada Badawi yang dinilainya salah urus terhadap perekonomian, nepotisme dan korupsi. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sholawat, Quote Haedar Nashir

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Jember, Haedar Nashir. Memungkasi? tahun 2016, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Sumberjambe, Jember, Jawa Timur? menggelar? peringatan Mualid? Nabi Muhammad SAW di Sumberpakem, Sabtu (31/12) .

Selain peringatan Maulid? Nabi, acara tersebut juga dimaksudkan untuk konsolidasi, evaluasi program dan rencana kegiatan tahun 2017.

“Ya, kita akan segera memasuki tahun 2017, maka kita adakan evaluasi kegiatan yang sudah-sudah, dan kita programkan kegiatan yang lebih baik di tahun depan,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Emi Kusminarni saat memberikan sambutan.

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Moch. Eksan yang didapuk bertaushiyah menegaskan, betapa pentingnya doa. Untaian doa yang dipanjatkan, pasti mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia. Namun disadari atau tidak, sebagian umat Islam dewasa ini justru cenderung meremehkan kekuatan doa. Padahal Islam mengajarkan bahwa doa adalah senjata orang mukmin.

“Senjata untuk mendapat rahmat Allah dan senjata untuk menolak laknat Allah,” ujarnya.

Doa, katanya, memiliki kekuatan yang luar biasa dahsyat. Mengapa dahsyat? Karena Allah sendiri yang menyuruh hamba-Nya untuk berdoa dan memastikan akan mengabulkan doa tersebut. Cuma persoalannya, manusia sering meragukan kasih sayang Allah, sehingga tidak yakin doanya dikabulkan. Padahal meragukan kasih sayang Allah, sama artinya dengan berburuk sangka keapda Allah.

Haedar Nashir

“Alllah pasti mengabulkan doa hamba-nya. Kenapa? Sebab, Allah sendiri yang meminta kita berdoa,” jelasnya.

Haedar Nashir

Ia lalu mengurai faidah pembacaan shalawat. Seraya menyitir sebuah hadits, Ustadz Eksan mengungkapkan bahwa siapapun yang membaca shalawat 100 kali dalam sehari, maka Allah akan penuhi 100 hajatnya. Komposisinya adalah 70 hajat dipenuhi di akhirat, dan 30 permintaan dikabulkan di dunia.

“Oleh karena itu, memasuki tahun baru 2017, kini saatnya umat Islam? kembali meneguhkan keyakinannya akan kekuatan doa. Bahwa doa adalah senjata kemenangan untuk izzu Islam wal muslimin,” pungkasnya. (Aryudi A. razaq/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Humor Islam Haedar Nashir

Ini Perbedaan antara Panitia Zakat dan Amil Zakat

Pringsewu, Haedar Nashir. Untuk mengetahui pihak yang berwenang mengangkat amil di Indonesia, dari tingkat nasional sampai desa, diperlukan pemahaman Pengelola Zakat yang ada, sebagaimana dalam UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan PP No 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Ini Perbedaan antara Panitia Zakat dan Amil Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Perbedaan antara Panitia Zakat dan Amil Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Perbedaan antara Panitia Zakat dan Amil Zakat

Demikian dikatakan Katib Syuriyah PCNU Pringsewu KH Munawir yang juga merupakan Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Pringsewu saat menjelaskan materi tentang Menejemen Amil Kepada Pengurus MWC NU, Ranting NU dan Takmir Masjid Se Kecamatan ambarawa, Jumat (16/6).

Dari dasar tersebut lanjutnya, dapat diketahui bahwa ada tiga Pengelola Zakat yang ada di Indonesia. Pertama adalah Badan Amil Zakat Nasional atau (BAZNAS) baik ditingkat Nasional, Provinsi maupun Kabupaten. Kedua adalah Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang sudah diberi izin oleh BAZNAS dan ketiga adalah Pengelola Zakat Perseorangan atau Kumpulan Perseorangan dalam Masyarakat di komunitas atau wilayah yang belum terjangkau oleh BAZNAS dan LAZ dan akui oleh BAZNAS Kabupaten atau LAZ Kabupaten.

"Pengangkatan amil adalah kewenangan imam (penguasa tertinggi) seperti dalam definisi amil. Namun demikian, kewenangan itu bisa dilimpahkan kepada para pejabat pembantunya, yang ditunjuk untuk mengangkat amil–yang menurut PP ? No 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat," jelasnya.

Status Kepanitiaan Zakat yang dibentuk atas Prakarsa Masyarakat Seperti di Pedesaan, Perkantoran, Sekolahan yang dibentuk atas prakarsa masyarakat dan tidak diangkat oleh presiden atau pejabat yang diberi kewenangan olehnya, maka keduanya tidak berstatus sebagai amil syari.

Haedar Nashir

"Pengelolaan zakat yang dilakukan oleh Panitia Zakat bisa dibenarkan, tapi terbatas pada menerima zakat dari muzakki dan mendistribusikannya kepada yang berhak," ujarnya.

Selain masalah kewenangan, perbedaan antara Kepanitiaan Zakat dengan amil syari adalah pada gugurnya kewajiban muzakki atas zakat. "Kalau Muzakki menyerahkan zakatnya kepada Amil maka kewajiban membayar zakatnya sudah gugur walaupun ketika umpamanya terjadi Amil tidak menyerahkan zakatnya kepada mustahiq," katanya.

Haedar Nashir

Beda dengan apabila para muzakki menyerahkan zakatnya kepada Panitia Zakat. Karena Panitia Zakat hanya merupakan wakil atau perpanjangan tangan, maka ketika panitia lalai dalam menyalurkan zakat dari muzakki, kewajiban zakat belum gugur.

Oleh karenanya Ia mengjimbau kepada para Panitia Zakat di Masjid dan Musholla maupun Majelis Taklim yang membentuk Kepengurusan Zakat untuk dapat mendapatkan izin dan melegalkan kepengurusan tersebut ke Lazisnu Kecamatan masing-masing sehingga akan benar-benar statusnya menjadi Amil. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Rabu, 27 Desember 2017

Ketajaman Hati Kiai Syamsuri Dahlan

Pada tahun 1984 M, Habib Umar bin Ahmad Al-Muthohar dari Semarang sedang mengikuti KKN di Kecamatan Kedungjati, salah satu kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kala itu, Habib Umar mendapat cerita dari masyarakat setempat yang menyatakan bahwa di Brabo, desa yang masih sekecamatan dengan tempat di mana Habib Umar mengikuti kegiatan purna mahasiswa itu, terdapat ulama sepuh yang alim, shalih.

Sebagaimana biasa, Habib Umar ketika mendengar kisah orang seperti demikian, ingin sekali sowan ngalap (mencari) berkah serta doa-doa kiai tersebut. Dan ia pun datang ke kediaman Kiai Syamsuri Dahlan beserta satu teman lain bernama Ir. Budi (kini Staf Wali Kota Semarang).

Ketajaman Hati Kiai Syamsuri Dahlan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketajaman Hati Kiai Syamsuri Dahlan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketajaman Hati Kiai Syamsuri Dahlan

Sampai di ndalem Kiai Syamsuri, Habib Umar mendapati piantun sepuh itu sedang duduk siang, santai di atas kursi besar dan lebar, khas mebel kuno dengan memakai baju putih tanpa dikancingkan di bagian dada.

Haedar Nashir

Habib Umar menyapa, mengucap salam “Assalamualaikum...”

Melihat ada tamu datang, Kiai Syamsuri segera tergopoh berdiri, menatap tepat menuju pintu di mana Habib ini berdiri, seraya menyambut dengan kalimat hangat

“Waalaikumussalam... Monggo, monggo... Ndhoro Sayyid. Monggo Ndhoro Sayyid”, silakan masuk, Tuan. Silakan masuk.”

Haedar Nashir

Sejurus kemudian Kiai Syamsuri masuk ke dalam ruangan dalam rumah, berganti baju yang lebih layak untuk hormat tamu.

Parasaan heran dan tanda tanya besar menyelimuti hati Habib Umar yang masih terlalu muda dan belum banyak dikenal khalayak seperti sekarang ini, "Bagaimana bisa, Kiai Syamsuri mengenali saya sebagai keturunan Nabi SAW (sayyid/habib) sedangkan Kiai Syamsuri sendiri belum pernah sekalipun bertemu dengan saya,” gumamnya dalam hati.

Usai bincang-bincang cukup, Habib Umar memberanikan diri bertanya, “Mbah, panjenengan belum pernah bertemu saya, bagaimana panjenengan tahu bahwa saya ini termasuk sayyid.”

Gandane ketawis, Bib (aromanya terlihat jelas, Bib)!” Jawab Kiai Syamsuri dengan singkat, jelas. Jawaban ini membuat hati Habib Umar merinding.

Habib Umar mengibaratkan kisah tersebut dengan cerita Nabi Ya’qub saat berpisah dengan Nabi Yusuf, di mana Nabi Ya’qub mengenali baju yang diberikan kepadanya adalah milik Yusuf hanya melalui ciuman aroma baju yang dibawa saudara Nabi Yusuf ketika sudah mendekati rumah sang ayah. Hal ini mereka dapatkan karena kekuatan cinta di antara mereka.

Cerita ini disampaikan Habib Umar Al Muthohar saat menyampaikan mauidhah hasanah di Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo dan diulang kembali saat pelacak Buku Biografi Jejak Kiai Syamsuri Dahlan sowan ke kediamannya di Semarang. (Mundzir)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nasional, Pondok Pesantren, Anti Hoax Haedar Nashir

PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja

Demak, Haedar Nashir. Dalam rangka membangun semangat segenap pengurus baru PC IPNU-IPPNU Demak masa khidmah 2015-2017 yang baru saja dilantik, mereka menggelar orientasi peningkatan kinerja (upgrading), Ahad (5/4) Siang.?

PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung NU Demak lantai 3, Jl Sultan Fatah No Demak. Acara diikuti oleh segenap Pengurus IPNU-IPPNU Demak yang berjumlah 100 orang, terdiri dari 50 IPNU dan 50 IPPNU. Kegiatan tersebut mengusung tema ‘Membangun Sinergi, Perkuat Organisasi, dan Kaderisasi’.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua GP Ansor Demak H Abdurrahman Kasdi, Lc, MSi yang juga direktur Pasca Sarjana STAIN Kudus serta Ahmad Syafiq selaku mantan Ketua PC IPNU masa khidmat 2010-2012 yang juga DKN CBP PP IPNU masa khidmat 2012-2015 guna menjadi pemateri. Acara dipandu oleh Dzawits Tsiqoh selaku Wakil Ketua Bidang organisasi dan Kaderisasi PC IPPNU Demak.

Haedar Nashir

“Rekan-rekanita, kalian telah resmi dilantik dan sah secara organisasi untuk menjalankan segenap tugas dan fungsi organisasi, namun kiranya agar dalam penyusunan program kerja nantinya dapat terarah, maka kita perlu meng-upgrade semangat dan pemikiran, ibarat perangkat elektronik aplikasi harus di upgrade agar tidak out of date,” ungkap Dzawits memulai acara.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Demak, Abdul Halim menuturkan, melalui kegiatan serta pengarahan ? ini, yang melibatkan alumni IPNU-IPPNU serta tokoh dari banom NU lain pihaknya optimis kepengurusan ini bisa bekerja secara totalitas dan optimal dengan melaksanakan beberapa program yang nanti akan dirumuskan pada rapat kerja.

Haedar Nashir

“Kami sangat berharap agar semua pihak mendukung perjuangan kami ini," ujar Abdul Halim.

Senada dengan Abdul Halim, Ketua PC IPPNU Demak, Istiqomah menegaskan agar amanat dijalankan sesuai dengan tugas masing-masing. “Serta tiap pengurus harus memahami apa yang harus dilakukan merujuk berbagai tantangan kedepannya,” tegasnya.

Selain dari dataran PC IPNU-IPPNU Demak, agenda tersebut juga dihadiri perwakilan kader dari tingkat ranting, komisariat, dan anak cabang agar program yang hendak disusun dalam rakercab benar-benar tepat sasaran sesuai kebutuhan kader di grass root. (Rifqi Jamil/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nusantara, Amalan Haedar Nashir

LTMNU Jatim: Sertifikasi Masjid Untuk Menghindari Sengketa

Jember, Haedar Nashir. Terjadinya beberapa kasus sengketa kepemilikan masjid membuat miris banyak pihak. Sebagai tempat ibadah yang nota bene milik umat, masjid sebenarnya tidak perlu disengketakan, tapi kenyataannya tidak sedikit masjid yang menjadi rebutan warga atau antar oknum takmir.?

Itulah yang mendorong Lembaga Takmir Masjid Nadlatul Ulama (LTMNU) Jawa Timur menggelar Pelatihan Manajemen Masjid dan Sosialisasi Sertifikasi Tanah Masjid.?

LTMNU Jatim: Sertifikasi Masjid Untuk Menghindari Sengketa (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Jatim: Sertifikasi Masjid Untuk Menghindari Sengketa (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Jatim: Sertifikasi Masjid Untuk Menghindari Sengketa

“Sertifikasi tanah wakaf masjid itu salah satu tujuannya untuk menghindari masjid dari kemungkinan timbulnya sengketa,” tukas Ketua LTMNU Jawa Timur H Ali Mas’ud Kholqillah di kepada Haedar Nashir sela-sela Pelatihan Manajemen Masjid dan Sosialisasi Sertifikasi Tanah Masjid di aula STAIN Jember, Sabtu (16/2). ?

Haedar Nashir

Ali Mas’ud menambahkan, pihaknya mendorong adanya kesadaran masyarakat untuk melakukan tertib administrasi, khususnya terkait dengan sertifikasi tanah masjid. Sebab, kejelasan status tanah masjid juga ? akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi jamaah.?

Haedar Nashir

Di samping itu, juga supaya jelas siapa pemilik masjid itu. “Sebab, seperti kita ketahui, karena ketidakpahaman pengurus masjid, tidak sedikit masjid NU beralih tangan kepada pihak lain, yang tidak sepaham dengan NU,” ulasnya sambil menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mendata jumlah masjid di Jawa Timur.

Di tempat yang sama, Ketua LTMNU Cabang Jember, H Muhammad Hasin menyatakan pihaknya siap memfasilitasi masyarakat yang ingin membuat sertifikat tanah masjid.?

“Kami siap mengkomunikasikan dengan notaris atau BPN untuk pembuatan sertifikat itu,” tukasnya.?

Pensiunan guru agama tersebut menambahkan, saat ini pihaknya tengah mendata jumlah masjid di Kabupaten Jember, yang diperkirakan mencapai 2500 buah. Dari pendataan itu, akan diketahui berapa jumlah masjid yang belum bersertifikat. ?

“Kalau belum disertifikat, kita dorong, tapi juga terserah mereka,” urainya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Aryudi A Razaq

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, Bahtsul Masail, Halaqoh Haedar Nashir