Jumat, 29 Desember 2017

Bumikan Al-Qur’an, Ma’had Ibnu Katsir Luncurkan Gemma

Jember, Haedar Nashir. Tuntutan layanan Al-Qur’an dari masyarakat yang semakin tinggi, mendorong Ma’had Tahfidz Qur’an Ibnu Katsir Jember meluncurkan program Gerakan Mencintai dan Memuliakan Al-Qur’an (Gemma).

Bumikan Al-Qur’an, Ma’had Ibnu Katsir Luncurkan Gemma (Sumber Gambar : Nu Online)
Bumikan Al-Qur’an, Ma’had Ibnu Katsir Luncurkan Gemma (Sumber Gambar : Nu Online)

Bumikan Al-Qur’an, Ma’had Ibnu Katsir Luncurkan Gemma

Peresmian peluncuran program tersebut dilakukan oleh penasehat Ma’had yang juga Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Imam Suprayogo di aula Soenarjo, kantor Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka), Jl. PB. Sudirman, Jember, Ahad (10/3) lalu.?

Menurut Imam, pelayanan sekaligus pembumian Al-Qur’an saat ini sudah begitu mendesak. Sebab, “Al-Qur’an mempunyai jawaban terhadap segala problematika masyarakat,” ujarnya.

Haedar Nashir

Imam menambahkan, Al-Qur’an merupakan solusi dari pesoalan bangsa. Sebab, di dalam Alquran sudah ada jawaban dari persoalan apapun yang melanda manusia. ? Dikatakan Imam, dirinya pernah ditanya Menteri Agama soal apa yang harus dilakukan Kemenag dengan mahasiswa.

Haedar Nashir

“Saya sampaikan bahwa mahasiswa harus dekat dengan tiga hal; dekat dengan Al-Quran, masjid dan ulama atau cendekiawan,” katanya seraya menegaskan bahwa mahasiswa yang seperti itu akan memantik sukses.

Sementara itu, Direktur ? Ma’had Tahfidz Quran Ibnu Katsir Jember, Abu Hasanuddin menyatakan bahwa peluncuran Gemma dilatarbelakangi oleh keinginan memenuhi kebutuhan layanan Alquran dari masyarakat. Sebab, masyarakat Jember, masih banyak yang tidak tahu baca tulis Alquran, dan mereka menutut pihaknya untuk menyediakan jasa bimbingan membaca Alquran.?

“Sebagaimana kita tahu pesantren ini memfokuskan pada santri yang ingin menghafal Al-Qur’an, dan mereka rata-rata mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jember. Nah, yang butuh bimbingan Alquran, bukan hanya santri tapi juga masyarakat. Untuk itulah kita buat Gemma,” tutur Ust. Abu Hasanuddin kepada Haedar Nashir.

Dalam kesempatan itu, sejumlah tokoh hadir, di antaranya adalah Rektor STAIN Jember, Prof. Babun Suharto, Muh. Thamrin (tokoh NU), Asiten II Pemab Jember, Slamet Oerip Santoso, Direktris RS. Bina Sehat, Faida dan ratusan undangan.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Kajian Haedar Nashir

Kamis, 28 Desember 2017

Bahaya Dosa Kecil Menurut Ibnu Athaillah

Banyak dari kita membedakan dosa kecil dan dosa besar. Kita cenderung berani menerjang dosa kecil dengan anggapan bahwa sanksi atau siksa yang akan kita terima masih dalam jangkauan kesanggupan kita menanggungnya. Bisa jadi kita keliru karena kita tidak akan pernah tahu apakah siksa atas dosa kecil itu juga ringan?

Perihal ini, Syekh Ibnu Athaillah mengatakan,

Bahaya Dosa Kecil Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahaya Dosa Kecil Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahaya Dosa Kecil Menurut Ibnu Athaillah

? ? ? ? ?

Haedar Nashir

Artinya, “Tak ada dosa kecil ketika kau dihadapkan pada keadilan-Nya.”

Haedar Nashir

Syekh Zarruq menyarankan agar kita tidak melihat seberapa kecil dan seberapa besar dosa yang kita lakukan. Yang harus kita perhatikan, menurutnya, adalah keadilan dan kemurahan Allah. Kedunya ini yang menentukan besar-kecilnya dosa yang kita lakukan.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?"

Artinya, “Menurut saya, perhatikanlah keadilan dan kemurahan-Nya, bukan kesalahan dan aibmu baik itu dosa kecil maupun dosa besar. Sesuai dengan (prinsip) ini, tak boleh cenderung (menganggap kecil atau besar dosa) karena kita tidak tahu akan disambut (dengan kemurahan-Nya) atau dihadapkan (pada keadilan-Nya). Yahya bin Muadz RA mengatakan, ‘Jika kemurahan Allah menyelimuti mereka, maka tak satupun kesalahan mereka tersisa. Tetapi jika keadilan-Nya tegak di hadapan mereka, maka tak satupun kebaikan mereka yang tinggal,’” (Lihat Syekh Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 64).

Syekh Ibrahim Al-Aqshara’i As-Syadzili menyebutkan bahwa dosa kecil yang dimaksud tidak selalu pelanggaran menurut syar‘i. Dosa kecil bisa saja berupa kebaikan-kebaikan tingkat terendah, antara lain ibadah yang dilakukan karena mengharap surga atau ibadah yang dilakukan untuk mengharapkan imbalan duniawi baik harta, pangkat, pengaruh, dan lain sebagainya.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut saya, tidak ada yang disebut dosa kecil–baik itu menurut ketentuan syar‘i maupun secara kualifikasi, yaitu ibadah mengharap surga di mana ibadah ini adalah sebuah kebaikan bagi kalangan abrar, tapi kesalahan bagi kalangan muqarrabin karena ibadah harusnya tulus hanya karena Allah–melainkan dosa kecil itu berkualitas besar bila kamu dihadapkan pada keadilan-Nya sebab interogasi saat hisab sesuai sabda Rasulullah SAW, ‘Siapa saja yang diinterogasi di saat hisab, maka ia tersiksa.’ (Dosa kecil itu berkualitas besar) sebab penantian siksa, bukan tujuan menikmati percakapan dengan-Nya, sebab penghinaan melalui siksa, atau sebab pengusiran dan penutupan (hijab) sebagai balasan atas dosa kecil itu sesuai kadarnya bagi para pelaku karena keagungan Allah ta‘ala untuk didurhakai dengan dosa kecil, sebanding, atau dosa yang lebih kecil lagi. Apalagi dosa yang lebih besar dari itu; dan karena kebaikan-Nya di tengah kedurhakaanmu,” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Aqshara’i As-Syadzili, Ihkamul Hikam, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, cetakan I, 2008 M/1429 H, halaman 54).

Dengan kata lain, kita tidak boleh merasa aman atau mengecilkan dosa kecil. Dosa kecil yang tampaknya ringan bisa jadi berkonsekuensi besar. Contohnya antara lain buang air kecil tanpa istinja sebagaimana diceritakan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah sabdanya. Allah SWT juga mengingatkan bahwa selain memiliki kemurahan, Allah juga memiliki keadilan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sungguh, Tuhanmu memiliki ampunan bagi manusia atas kelaliman mereka. sungguh, Tuhamu mahakeras siksa-Nya,” (Surat Ar-Ra’du ayat 6).

Mengingat keadilan-Nya, kita sebaiknya tidak membeda-bedakan dosa kecil dan dosa besar. Kecuali itu, kita juga seyogianya lebih sering bermunajat kepada Allah untuk mengharapkan kemurahan-Nya. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah, AlaSantri Haedar Nashir

Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi

Jakarta, Haedar Nashir

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mendukung upaya Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang berencana membentuk Pusat Arbitrase dan Mediasi Indonesia (PAMI).

Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi

 

“Pada prinsipnya pemerintah memberikan dukungan kepada Apindo mau membentuk lembaga arbitrase dan mediasi Indonesia. Ya, silahkan saja, akan tetapi harus sesuai peraturan perundang-undangan,” kata Menaker Hanifsaat menerima audiensi Apindo, Jumat (22/9/2017).

Haedar Nashir

Menaker Hanif berharap nantinya keberadaan PAMI ini dapat membantu kinerja Kemnaker dalam menjaga hubungan industrial yang baik antara pekerja/buruh dan pengusaha.

Haedar Nashir

 

"Inisiasi pembentukan lembaga ini datang dari Apindo. Kami hanya bersifat mendukung saja. Tentunya ini hal yang bagus. Saya harap PAMI bisa membantu Kemnaker dalam menjalankan tugasnya yang dalam hal ini adalah hubungan industrial," katanya.





Menurutnya pengusaha atau buruh, pokoknya siapa saja yang mempunyai masalah hubungan industrial nantinya bisa minta bantuan ke PAMI. "Penyelesaian sengketa melalui mekanisme Arbitrase saya harap akan lebih efisien sehingga mampu meningkatkan produktivitas pelaku usaha,” kata Menaker.

 

Hanif mengingatkan semua pihak harus berkepentingan terhadap peningkatan daya saing. "Kalangan pengusaha dan dunia industri serta Serikat pekerja/serikat buruh juga harus mendukung dan bertanggung jawab peningkatan kompetensi dan  daya saing anggotanya," kata Hanif.

 

Dalam Audiensi tersebut, Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani mengharapkan Menaker Hanif berkenan hadir dan memberikan keynote speech dalam peresmian PAMI.

"Saat ini, PAMI belum secara resmi diluncurkan. Direncanakan launching akan dilaksanakan pada tanggal 28 September 2017 di Jakarta," kata Hariyadi.





Nantinya,  kata Hariyadi, PAMI akan berfungsi untuk membantu pihak-pihak yang berselisih atau yang mempunyai masalah hubungan industrial supaya lebih mudah masuk ke proses-proses penyelesaian. (Red. Kendi Setiawan).  

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Lomba Haedar Nashir

Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin

Padang Pariaman, Haedar Nashir. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi dijadwalkan menjadi penceramah utama pada peringatan  Maulud Nabi Muhammad saw, Ahad, (18/1) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kecamatan VIan  Lingkungan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat bertajuk ‘silaturrahmi ideologi dan keilmuan ulama Ahlussunnah Waljamaah di Padang Pariaman’.



Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin

Demikian diungkapkan oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Idarussalam pada rapat persiapan panitia, Senin, (12/1) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin. Rapat dihadiri Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Padang Pariaman Abdul Hadi, Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Almuhdil Karim Tuanku Bagindo, Kepala Sekretariat Asyraful Anam Tuanku Bagindo Batuah, dan majelis guru.

Menurut Idarussalam, kehadiran mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi ini sudah dipersiapkan secara matang. Untuk itu,  lanjutnya, kehadiran Kiai Hasyim bakal dihadiri ribuan jamaah dan tokoh-tokoh masyarakat. 

Haedar Nashir

"Kita ingin kehadiran KH Hasyim Muzadi ini benar-benar dapat menjadi siraman rohani bagi jamaah yang hadir. Banyak informasi terkini dari perkembangan Islam yang ingin kita dengar dari Kiai Hasyim," kata Idarussalam yang juga Kepala BKD Padang Pariaman ini.

Haedar Nashir

Sementara itu, Ketua PC Nahdlatul Ulama Padang Pariaman Abdul Hadi menambahkan, kehadiran KH Hasyim Muzadi ke Ponpes Nurul Yaqin ini merupakan kesempatan baik bagi warga Ahlussunnah Waljamaah di Padangpariaman untuk mendengar langsung berbagai persoalan penting paham Ahlussunnah Waljamaah di tanah air dan dunia.

"Untuk itu, kami mengajak masyarakat Ahlussunnah Waljamaah dan umat Islam di Padang Pariaman dapat menghadiri peringatan Maulud Nabi Muhammad saw dan mendengarkan tausyiah dari KH Hasyim Muzadi," kata Abdul Hadi. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga Haedar Nashir

Yayasan Bhakti Beri Ansor Waykanan Penghargaan Sam Ratulangi

Waykanan, Haedar Nashir?



Sebagai apresiasi atas sejumlah kiprah positif dilakukan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan, Lampung, Yayasan Bhakti Baradatu akan memberikan organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) di daerah itu penghargaan Sam Ratulangi.

Ketua Yayasan Bhakti Baradatu Markus Tri Cahyono, di Blambangan Umpu, Kamis (9/3), menyatakan, kiprah Ansor di Waykanan dipimpin aktivis Gusdurian Gatot Arifianto bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, seperti aktif mendorong diskusi kebangsaan lintas iman.

Yayasan Bhakti Beri Ansor Waykanan Penghargaan Sam Ratulangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Yayasan Bhakti Beri Ansor Waykanan Penghargaan Sam Ratulangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Yayasan Bhakti Beri Ansor Waykanan Penghargaan Sam Ratulangi

"Gerakan semacam itu sebelumnya jarang dilakukan di Way Kanan, sekarang menjadi cukup intens dilakukan Pemuda Ansor, mulai dari Riungan Kebangsaan, Festival Bhineka Tunggal Ika, Jagongan Ramik Ragom hingga Saresehan Kesetiaan Pancasila dengan merangkul Pemuda Khatolik, Pemuda Hindu, organisasi kepemudaan lain, termasuk para pelajar," ujar dia lagi.

Upaya tersebut menurut Markus, merupakan upaya nyata Pemuda Ansor dalam mengawal dan bergerak mengampanyekan keberagaman di daerah bermotto Ramik Ragom (Beragam) ini.

Haedar Nashir

"Pemuda Ansor Waykanan juga aktif mendorong sejumlah gerakan sosial seperti donor darah, filantropi pendidikan Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional yang mendorong anak kurang mampu memasuki Perguruan Tinggi Negeri. Pada intinya, kiprah-kiprah tersebut positif. Dan kami mengapresiasi langkah-langkah Pemuda Ansor," kata dia lagi.

Penghargaan Sam Ratulangi akan diberikan Yayasan Bhakti Baradatu untuk PC GP Ansor Waykanan beserta 10 ribu bibit ikan nila dan emas bersamaan pembukaan kegiatan Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor ke enam di Gedung PCNU, jalan lintas Sumatera, Kampung Tiuhbalak I, Kecamatan Baradatu, Jumat 10 Maret 2017 pukul 13.00 WIB.

Untuk diketahui, Dr Sam Ratulangi merupakan Pahlawan Nasional berkeyakinan Nasrani. Semasa hidupnya, ia selalu bergerak mengedepankan kepentingan masyarakat dan membawa perubahan positif bagi publik.

Pemilik nama lengkap Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi itu terkenal dengan falsafahnya, "si tou timou tumou tou" yang berarti "manusia hidup untuk menghidupkan manusia lain".

"Kami menilai kiprah Ansor Waykanan sejalan dengan falsafah tersebut," papar Markus. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sunnah Haedar Nashir

Mahathir: Abdullah Ahmad Badawi telah Hancurkan Koalisi Malaysia

Kuala Lumpur, Haedar Nashir. Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, Ahad (9/3), mengatakan bahwa penggantinya PM Abdullah Ahmad Badawi telah "menghancurkan" koalisi yang berkuasa setelah pemilihan akhir pekan ini yang membawa bencana.



Mahathir: Abdullah Ahmad Badawi telah Hancurkan Koalisi Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahathir: Abdullah Ahmad Badawi telah Hancurkan Koalisi Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahathir: Abdullah Ahmad Badawi telah Hancurkan Koalisi Malaysia

Mahathir, pemimpin Organisasi Melayu Nasional Bersatu (UMNO) yang "mengarsiteki" koalisi Barisan Nasional (BN) selama 22 tahun sebelum mundur pada 2003 silam, menyerang setelah penampilan terburuknya (koalisi) itu dalam sejarah.

   

"Menurut pendapat saya ia telah menghancurkan UMNO, menghancurkan BN dan ia bertanggungjawab atas ini," terang Mahathir kepada wartawan.

   

Haedar Nashir

Mahathir menganjurkan agar Abdullah sebaiknya mundur, dan mengatakan ia telah membuat kesalahan karena memilihnya sebagai perdana menteri.

   

"Saya pikir ia harus bertanggungjawab atas ini. Ia harus menerima 100 persen tanggungjawab," katanya seperti dilansir sumber AFP.

   

Haedar Nashir

"Saya minta maaf tapi saya tampaknya telah membuat pilihan yang salah," tambah Mahathir.

   

Mahathir sebelumnya mengatakan ia tidak pernah menginginkan Abdullah untuk menjabat lebih dari satu kali masa jabatan, dan bahwa ia semestinya memilih Deputi PM Malaysia Najib Razak yang dinilainya berpengaruh dan kini sedang menunggu menjadi pemimpin masa depan.

   

Barisan Nasional telah menderita hasil terburuknya dalam pemilihan Sabtu, yang kehilangan mayoritas dua pertiganya di parlemen untuk pertama kali sejak 1969 dan menyerahkan empat negara bagian lagi pada partai oposisi yang bangkit kembali.

   

Abdullah dihukum karena kejahatan dan inflasi yang meningkat dalam pemilihan yang juga diwarnai oleh ketegangan rasial yang meningkat antara mayoritas Muslim Melayu dan etnik minoritas Cina dan India.

   

"Saya kira rakyat pasti telah sangat marah, semua ras, Cina, Melayu dan India," kata Mahathir.

   

Mahathir menilai pangkal persoalannya adalah karena pemerintahan saat ini "telah menjadi sangat arogan". Arogansi pemerintah itu, menurutnya, tercermin dari sikap pemerintah yang kerap menindas setiap pendapat yang tidak disukai.

Abdullah adalah pengganti yang dicomot Mahathir ketika ia lengser, tapi setelah pemimpin baru itu membuang sebagain dari sejumlah proyek kesayangannya, Mahathir mulai melancarkan tuduhan kepada Badawi yang dinilainya salah urus terhadap perekonomian, nepotisme dan korupsi. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sholawat, Quote Haedar Nashir

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Jember, Haedar Nashir. Memungkasi? tahun 2016, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Sumberjambe, Jember, Jawa Timur? menggelar? peringatan Mualid? Nabi Muhammad SAW di Sumberpakem, Sabtu (31/12) .

Selain peringatan Maulid? Nabi, acara tersebut juga dimaksudkan untuk konsolidasi, evaluasi program dan rencana kegiatan tahun 2017.

“Ya, kita akan segera memasuki tahun 2017, maka kita adakan evaluasi kegiatan yang sudah-sudah, dan kita programkan kegiatan yang lebih baik di tahun depan,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Emi Kusminarni saat memberikan sambutan.

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Moch. Eksan yang didapuk bertaushiyah menegaskan, betapa pentingnya doa. Untaian doa yang dipanjatkan, pasti mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia. Namun disadari atau tidak, sebagian umat Islam dewasa ini justru cenderung meremehkan kekuatan doa. Padahal Islam mengajarkan bahwa doa adalah senjata orang mukmin.

“Senjata untuk mendapat rahmat Allah dan senjata untuk menolak laknat Allah,” ujarnya.

Doa, katanya, memiliki kekuatan yang luar biasa dahsyat. Mengapa dahsyat? Karena Allah sendiri yang menyuruh hamba-Nya untuk berdoa dan memastikan akan mengabulkan doa tersebut. Cuma persoalannya, manusia sering meragukan kasih sayang Allah, sehingga tidak yakin doanya dikabulkan. Padahal meragukan kasih sayang Allah, sama artinya dengan berburuk sangka keapda Allah.

Haedar Nashir

“Alllah pasti mengabulkan doa hamba-nya. Kenapa? Sebab, Allah sendiri yang meminta kita berdoa,” jelasnya.

Haedar Nashir

Ia lalu mengurai faidah pembacaan shalawat. Seraya menyitir sebuah hadits, Ustadz Eksan mengungkapkan bahwa siapapun yang membaca shalawat 100 kali dalam sehari, maka Allah akan penuhi 100 hajatnya. Komposisinya adalah 70 hajat dipenuhi di akhirat, dan 30 permintaan dikabulkan di dunia.

“Oleh karena itu, memasuki tahun baru 2017, kini saatnya umat Islam? kembali meneguhkan keyakinannya akan kekuatan doa. Bahwa doa adalah senjata kemenangan untuk izzu Islam wal muslimin,” pungkasnya. (Aryudi A. razaq/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Humor Islam Haedar Nashir