Selasa, 30 Januari 2018

Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan kepada 4 Tokoh

Jakarta, Haedar Nashir. Presiden Joko Widodo mengunegerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada empat orang anak bangsa yang dinilai berkontribusi besar untuk Indonesia. Masing-masing yaitu TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid tokoh asal Nusa Tenggara Barat, Laksamana Malahayati (Keumalahayati) tokoh asal Nanggroe Aceh Darussalam, Sultan Mahmud Riayat Syah tokoh asal Kepulauan Riau, dan Lafran Pane tokoh asal Daerah Istimewa Yogyakarta.?

Upacara penganugerahan tersebut dilakukan di Istana Negara, Kamis (9/11). Penganugerahan ini diputuskan melalui Kepres RI No 115/TK/tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan bersidang pada Oktober lalu.

Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan kepada 4 Tokoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan kepada 4 Tokoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan kepada 4 Tokoh

Hadir dalam acara penganugerahan tersebut keluarga ahli waris keempat tokoh, para menteri kabinet kerja, dan para pejabat tinggi negara lainnya.?

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, mengatakan dengan penganugerahan keempat pahlawan nasional baru tersebut, maka jumlah Pahlawan Nasional Indonesia saat ini berjumlah 173 orang yang terdiri dari 160 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Para pahlawan tersebut berasal dari sipil dan juga TNI/Polri.?

Khofifah menjelaskan Pahlawan nasional adalah gelar yang diberikan pemerintah kepada seorang Warga Negara Indonesia yang semasa hidupnya melakukan tindak kepahlawanan dan berjasa luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara yang semasa hidupnya tanpa cela.?

Haedar Nashir

"Mereka yang menyandang gelar pahlawan nasional tidak hanya yang berjasa di medan perang tapi juga di bidang lain yang gaung dan manfaatnya dirasakan secara nasional," terangnya.?

"Permohonan usul pemberian gelar pahlawan nasional kepada presiden melalui Dewan Gelar. Sebelumnya diadakan verfikasi, penelitian dan pengkajian melalui proses seminar, diskusi, serta sarasehan," katanya.?

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Hartono Laras mengatakan ada syarat umum dan syarat khusus yang harus dipenuhi sebelum akhirnya tokoh tersebut diputuskan memperoleh gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden. Dikatakan, empat tokoh yang memperoleh anugerah tahun ini telah memenuhi seluruh persyaratan.?

Haedar Nashir

Hartono menerangkan, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid lahir di Nusa Tenggara Barat 19 April 1908 dan wafat pada 21 Oktober 1997. Beliau merupakan seorang nasionalis pejuang kemerdekaan, dai, ulama, dan tokoh pendidikan emansipatoris. Ia merupakan pendiri organisasi Islam Nahdatul Wathan. Organisasi ini menjadi organisasi Islam terbesar di Lombok yang memberikan perhatian kepada pendidikan dan agama.

Gelar pahlawan nasional kedua diberikan kepada Laksamana Malahayati yang merupakan tokoh pejuang asal Nanggroe Aceh Darussalam. Malahayati lahir pada tahun 1550 dan wafat pada 1615 dimakamkan di Krueng Raya, Aceh Besar. Malahayati adalah laksamana perempuan pertama dari Aceh. Ia membentuk pasukan "Inong Balee" yang berisi para janda prajurit Aceh yang mahir menembakkan meriam dan menunggang kuda.?

Tahun 1559 Malahayati memimpin armada laut berperang melawan Belanda dan berhasil menewaskan Cornelis De Houtman. Di Tahun 1606, Malahayati bersama Darmawangsa Tun Pangkat (Sultan Iskandar Muda) berhasil mengalahkan armada laut Portugis. Sebelumnya nama Malahayati telah diabadikan sebagai nama kapal perang jenis perusak kawal berpeluru kendali kelas Fatahillah milik TNI AL dengan nomor lambung 362.?

Sementara itu, lanjut Hartono, gelar ketiga Pahlawan Nasional diberikan kepada Sultan Mahmud Riayat Syah asal Kepulauan Riau. Sultan Mahmud lahir di Sulu Sungai Riau Agustus 1760 silam dan wafat pada 12 Januari 1812. Pada rentang tahun 1782 hingga 1784, Sultan berhasil mengalahkan Belanda yang ingin menanamkan pengaruhnya di Riau dalam Perang Riau I. Kapal Komando Belanda Malakas Walvaren berhasil diledakkan.

Ditahun 1784, Sultan kembali memimpin perang melawan Belanda yang dipimpin Pieter Jacob van Braam di Tanjung Pinang. Sultan Mahmud menolak ajakan Belanda untuk berdamai dan menerapkan startegi gerilya laut untuk mengacaukan perdagangan Belanda di Selat Melaka dan Kepulauan Riau. Tahun 1811 Sultan Mahmud mengirimkan bantuan kapal perang lengkap guna melawan ekspansi Belanda ke Sumatera Timur, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung.?

Adapun, gelar pahlawan nasional keempat diberikan kepada Lafran Pane tokoh asal Yogyakarta. Lafran Pane lahir di Sipirok 12 April 1923 dan wafat di Yogyakarta 24 Januari 1991. Lafran Pane dikenal sebagai tokoh pergerakan pemuda dan memprakarsasi pembentukan Himpunan Mahasiswa Islam pada tanggal 5 Februari 1947.?

Dalam perjalanannya, HMI secara konsisten menolak gagasan Negara Islam yang digagas oleh Sekar Maridjan Kartosoewiryo pendiri gerakan Darul Islam. Lafran Pane menjadi salah satu tokoh utama penentang pergantian ideologi negara dari Pancasila menjadi komunisme. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan, Warta Haedar Nashir

Siswa Ma’arif Bandongan Gelar Rihlah Ruhiyah

Magelang, Haedar Nashir. Pagi yang cerah di lereng Gunung Sumbing disambut riuh kicau burung di pepohonan, 200 siswa Madrasah Ibtidaiyah tampak bersemangat mengikuti kegiatan hari itu, Rislah Ruhiyyah atau perjalanan spiritual yang diadakan Kelompok Kerja Madrasah Ma’arif  se-Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang yang diikuti siswa kelas VI  dari 11 Madrasah dibawah yayasan Ma’arif  NU. 

Ketua Panitia Rozib Sulistyo menjelaskan, rihlah ruhiyyah adalah perjalanan menggunakan hati dan jiwa spiritualisme siswa agar dapat meneladani sifat, sikap dan perjuangan tokoh-tokoh NU, tidak hanya sekedar perjalanan fisik belaka dari pagi hingga sore mendatangi makam di kabupaten Magelang.

Siswa Ma’arif Bandongan Gelar Rihlah Ruhiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Ma’arif Bandongan Gelar Rihlah Ruhiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Ma’arif Bandongan Gelar Rihlah Ruhiyah

Acara ini merupakan dukungan riil terhadap visi misi Nahdlatul Ulama yaitu “al mukhafadhotu “alal qodimi wal ahdhu bil jadidil aslahi” mengambil sesuatu yang baru yang lebih baik dan mempertahankan hal lama yang masih baik. Di sisi lain secara akademis siswa kelas VI Madrasah Ma’arif Nahdlatul Ulama harus menjalani ujian praktek mata pelajaran ke-NU-an sebagai mata pelajaran kelembagaan yang salah satunya membaca tahlil, siswa diperkenalkan kepada tokoh-tokoh besar Nahdlatul Ulama di wilayah Magelang agar menghargai dan melanjutkan perjuangan mereka.

Haedar Nashir

Tujuan lain adalah menjadi ajang silaturahmi dan menghilangkan kejenuhan bagi siswa yang dalam waktu beberapa minggu ini bergelut dengan berbagai model soal guna menghadapi Ujian Nasional.

Haedar Nashir

Pukul 8 pagi semua siswa dan guru pendamping menggunakan 15 angkudes dan 4 mobil pribadi telah berada dititik awal kegiatan di makam Kiai Raden Abdullah di Tonoboyo Bandongan kemudian menuju Banjaragung Kajoran makam Kiai Raden Abdul Chamid, dilanjutkan makam KH Nur Muhammad di Ngadiwongso Salaman, tujuan berikutnya adalah makam Kiai Haji Raden Ma’sum di Tempuran dan kompleks makam Keluarga Kerajaan Mataram di Gunung Pring Muntilan, tempat terakhir pukul 3 sore adalah kompleks makam KH Chudlori di Tegalrejo Magelang.

“Siswa tidak diajarkan untuk meminta kepada arwah tokoh yang diziarahi namun mendoakan agar waliyullah tersebut diampuni dosanya, sedangkan siswa tetap berdoa kepada Allah dengan masing-masing sesuai hajat atau keinginannya,” tutur Rozib

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail Haedar Nashir

Katib Aam: Politik Uang Pilkada Memprihatinkan

Jakarta, Haedar Nashir. Katib Aam PBNU KH  Malik Madani menilai, peredaran uang suap untuk mendongkrak suara dalam pemilihan kepada daerah (pilkada) sudah dalam kondisi menyedihkan. Praktik haram ini menjalar hampir di seluruh lapisan masyarakat.

”Di antara mudarat pilkada adalah rusaknya moralitas bangsa, termasuk masyarakat Nahdliyin karena money politic itu. Politik uang dianggap kewajaran. Padahal itu risywah siyasiyah, suap politik,” katanya, Rabu (20/2).

Katib Aam: Politik Uang Pilkada Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam: Politik Uang Pilkada Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam: Politik Uang Pilkada Memprihatinkan

Masyarakat dinilai telah mulai menganggap politik uang sebagai suatu kelaziman. Mereka cenderung acuh tak acuh terhadap dampak buruk dari sikap tersebut bagi dirinya dan masa depan daerahnya.

Haedar Nashir

Menurut Kiai Malik, politisi yang sudah menghabiskan banyak biaya untuk usaha pemenangan pilkada sangat potensial berlaku korup ketika memimpin. Pasalnya, hampir tidak mungkin pengeluaran miliaran rupiah semasa kampanye akan dilunasi dengan gaji jabatannya.

”Belum lagi konflik horisontal yang terjadi di antara para pendukung masing-masing calon,” imbuhnya.

Haedar Nashir

Kiai Malik menegaskan, uang suap untuk maksud dukungan pencalonan, meski diistilahkan dengan sedekah, tetap berstatus haram dan dilaknat menurut ajaran Islam. Umat Islam diimbau hati-hati dengan godaan ini, termasuk dengan upaya adu domba sejumlah pihak yang akan merusak kerukunan antarwarga.

Terkait dengan pilkada, PBNU melalui Musyawarah Nasional Alim Ulama di Cirebon 2012 lalu merekomendasikan penghapusan pemilihan langsung di tingkat daerah dan mengembalikannya ke tangan DPRD. Hal ini didasarkan pada asas preferensi mudarat terkecil di antara keduanya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Syariah, Habib Haedar Nashir

Senin, 29 Januari 2018

Ini 4 Ciri Orang Bersih dari Dosa Bagaikan Bayi

Jepara, Haedar Nashir. Dalam suatu hadis Rasulullah bersabda, Barang siapa puasa Ramadhan secara murni karena berdasarkan iman dan mencari ridha Allah, dalam satu riwayat dijelaskan orang itu bersih dari dosa-disa seperti ketika bayi yang baru keluar dari rahim ibunya.

Pada tanggal 1 syawal berani mengatakan tidak punya dosa? Jika tidak ada yang berani berarti tidak ada yang puasa secara sungguh-sungguh. Puasa paling hanya meninggalkan makan dan minum saja. Padahal Nabi sudah bersabda seperti hadis di atas.

Ini 4 Ciri Orang Bersih dari Dosa Bagaikan Bayi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 4 Ciri Orang Bersih dari Dosa Bagaikan Bayi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini 4 Ciri Orang Bersih dari Dosa Bagaikan Bayi

Demikian disampaikan Ketua Jami’iyyah Ahbabul Musthofa Kudus KH Ahmad Asnawi dalam Roadshow Pengajian dalam rangka 1 Abad Madrasah Qudsiyyah Kudus di lapangan desa Gemiring, kabupaten Jepara, Kamis (14/7) malam.

Bagi Kiai Asnawi, potongan hadis seperti bayi yang baru lahir di atas menunjukkan tatkala Nabi menyamakan puasanya orang beriman dengan bayi yang baru lahir dari rahim ibunya berarti alamat orang yang tidak mempunyai dosa mirip dengan bayi yang baru lahir.

Ia menyebutkan ada empat ciri orang yang bersih dari dosa. Pertama, tidak mempunyai rasa benci kepada orang lain. “Kalian pernah atau tidakmenjenguk bayi, terus kalian diludahi bayi karena menghinanya?” tanya Kiai Asnawi disambut tawa ribuan masyarakat yang hadir.

Haedar Nashir

“Makanya dulu Kanjeng Nabi ketika diludahi, dipukul bahkan dilempar kotoran orang tidak sakit hati. “Seandainya kalian dilempar kotoran oleh orang, terus mau kalian apakan?Selama dalam hati masih benci kepada orang lain itu menunjukkan masih mempunyai dosa,” sambungnya.

Kedua, tidak dibenci orang lain. Sebagaimana tidak ada yang benci ketika ada orang menjenguk seorang bayi, tentu pasti pada suka apapun keadaan bayi tersebut. “Lalu pasti ada pertanyaan, Nabi Muhammad kan tidak punya dosa, tapi kok banyak yang membenci?” singgung kiai yang mengajar ilmu Balaghah di MA Qudsiyyah itu.

“Ketika ada orang tidak mempunyai dosa kok dibenci, orang yang membenci pasti rusal akalnya. Makanya ada yang membencibayi, malah ibunya sendiri. Seperti bayi yang lahir di luar nikah dibenci ibunya, lalu kenapa begitu lahir, dibungkus plastik, lalu membuang bayinya ke sungai.Bayi pasti tidak salah,sedangkan ibu tersebut rusak akalnya,” jawabnya.

Haedar Nashir

Ketiga, semakin kuat dan tawakal kepada Allah. Seperti halnya bayi, tidak ada bayi yang ragu besok mau makan apa, atau bayi yang bingung sebab harga susu melonjak mahal. “Ada atau tidak bayi yang bingung karena gas LPG telat? Pasti bapaknya yang bingung, karena mempunyai dosa,” tuturnya kembali disambut gemuruh tawa ribuan hadirin.

Empat, orang yang tidak mempunyai dosa itu tidak ada yang ditakuti selain Allah. Makanya, bayi tidak takut apabila ditidurkan di samping macan, atau didudukkan di atas bom pasti cuma diam dan tertawa.

“Para wali Allah itu cerdas semua, tapi walinya Allah tidak takut apabila disandarkan sama macan,karena mereka tahu kalau Allah tidak memerintahmacat menggigit juga tidak akan menggigit. Yang mereka teakuti apa? Kenapa kita takut, itu karena kita mempunyai dosa,” terangnya.

“Monggo dibenahi, empat alamat tersebutdiraba sendiri-sendiri. Makanya bulan ini disebut syawal yang berarti peningkatan. Sehingga manusia kembali ke naluri kesucian,” ajar Kiai Asnawi. (M. Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sunnah, Fragmen Haedar Nashir

Jam Bencet di Masjid Tegalsari

Jam bencet yang ada di serambi Selatan Masjid Tegalsari Surakarta menjadi penanda waktu shalat. Inilah karya ulama tempo doeloe yang hingga kini masih akurat. Bencet atau sundial, salah satu khazanah ilmu falak.

“Jam bencet ini sejak dulu digunakan untuk penentuan jadwal sholat di Masjid Tegal Sari, sampai sekarang,” terang Erma Yohansyah, Imam Masjid Tegalsari.

Jam Bencet di Masjid Tegalsari (Sumber Gambar : Nu Online)
Jam Bencet di Masjid Tegalsari (Sumber Gambar : Nu Online)

Jam Bencet di Masjid Tegalsari

Keakuratan jam ini, pernah dibuktikan oleh pak AR, guru fisika dan pakar ilmu falak di Solo. Ketika itu ia menghitung waktu dzuhur untuk waktu bagian Kota Solo dan sekitarnya.

Haedar Nashir

Menurutnya, waktu Dzhuhur adalah sejak matahari meninggalkan meridian, biasanya diambil sekitar 2 menit setelah tengah hari. Untuk keperluan praktis, waktu tengah hari cukup diambil waktu tengah antara matahari terbit dan terbenam (dari catatan Prof. Thomas Djamaluddin).

Sedangkan waktu Dhuhur untuk Masjid Tegalsari dan sekitarnya menurut RHI Surakarta pada waktu dihitung saat itu adalah sebagai berikut: Pada 27 Feb 2010 jatuh pada jam 11:53 waktu setempat atau 11:54 waktu setempat.

Haedar Nashir

Koordinat Masjid Tegalsari adalah 7° 34? 13.38? LS, 110° 48? 15.41? BT, 100 m, GMT+07. Pada Sabtu, 27 Feb 2010, solar noon atau matahari tepat di atas kepala bila kita berada di Masjid Tegalsari ini adalah jam 11:49.44 waktu setempat (WIB).

Setelah diadakan pengamatan, tampak bahwa cahaya matahari yang masuk lewat lubang bencet tepat berada di atas garis Utara-Selatan sejati. Itu artinya, waktu Dluhur yang selama ini dipakai sudah benar dan sudah sesuai atau tepat pada waktunya. Waktu Dhuhur tidak mengalami kemajuan atau terlalu cepat.

Jam bencet ini sudah ada bersamaan dengan dibangunnya masjid pada 28 Oktober 1928. Masjid Tegal Sari sendiri merupakan masjid yang dibangun oleh Kiai Shofawi, Prof KHR M Adnan dan lain sebagainya. (Ajie Najmuddin/Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan Haedar Nashir

Minggu, 28 Januari 2018

Ansor Lampung Dorong Kader Terampil dan Produktif

Pesawaran, Haedar Nashir

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Lampung berkomitmen meningkatkan kapasitas kader dengan menggelar pelatihan wirausaha baru produktif di Pesantren Minhadlul Ulum, Trimulyo, ? Tegineneng, Pesawaran asuhan KH M Syaifudin Fatoni.?

Ansor Lampung Dorong Kader Terampil dan Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Lampung Dorong Kader Terampil dan Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Lampung Dorong Kader Terampil dan Produktif

"Ilmu itu penting, Insyaallah ilmu yang diberikan akan bermanfaat dengan aplikasi di lapangan oleh kader," ujar Sekretaris Ansor Lampung, Budi H Yunanto, Rabu (26/10).

Pelatihan Wirausaha Baru Produktif tersebut bertema "Meningkatkan Keterampilan dan Produktifitas Menciptakan Nilai Tambah dan Mampu Menjawab Tantangan Baru". Kerja sama Pimpinan Pusat GP Ansor dan Kementerian Tenaga Kerja RI.

Pelatihan berlangsung 24-27 Oktober 2016 tersebut diikuti kader Ansor dari 7 kabupaten/kota: Lampung Tengah, ? Lampung Timur, Lampung Barat Metro, Pesawaran, Way Kanan dan Pringsewu.

Haedar Nashir

Materi diberikan meliputi motivasi wirausaha, budidaya tanaman organik, pembuatan pupuk serta pakan organik.

Peningkatan kapasitas kader Ansor Lampung dipimpin Hidir Ibrahim juga dilakukan pada 17-20 Oktober 2016 dengan menggelar Pendidikan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) ? digelar PW GP Ansor Lampung di Pesantren Darus Sholihin Kabupaten Tulang Bawang Barat. (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Pendidikan, AlaNu Haedar Nashir

Haedar Nashir

Santri Darul Ulum Kunjungi UNS

Solo, Haedar Nashir. Para santri SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) Jombang, mengadakan kunjungan kampus ke Fakultas Pertanian dan Kedoketran Universitas Sebelas Maret Surakarta, Senin (21/4).

Di kampus itu, kedatangan mereka disambut Kaprodi Agribisnis Pertanian UNS, Dr. Mohd Harisudin, MSi. Dalam sambutannya Harisudin menyemangati para santri untuk tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Santri Darul Ulum Kunjungi UNS (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Darul Ulum Kunjungi UNS (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Darul Ulum Kunjungi UNS

Kepada para santriwati, ia juga memaparkan potensi pesantren dalam bidang pertanian. “Pesantren punya peluang besar karena punya tenaga "gratis" santri yang bisa digunakan pesantren, sekaligus praktek santri,” ujarnya.

Haedar Nashir

Harisudin yang juga pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kota Solo menyerukan kalimat sholawat dan dibalas secara spontan oleh para santri, dengan suara kencang dan bersamaan.

“Baru kali ini anak SMA yang berkunjung ke sini, sangat antusias mengucap shalawat,” katanya diikuti senyuman para santri. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nasional, Internasional Haedar Nashir