Sabtu, 03 Februari 2018

PBNU Serukan Doa untuk Mesir

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyerukan kaum muslimin Indonesia untuk membacakan qunut nazilah terkait memburuknya kondisi politik di Mesir. Qunut nazilah adalah doa jika terjadi bencana, yang dibacakan di rakaat terakhir setelah bangun dari ruku.

Sebagaimana diwartakan berbagai media, banyak korban berjatuhan ketika tentara dan kepolisian Mesir memaksa pendukung mantan presiden Morsi untuk membubarkan diri dari demonstrasi yang telah digelar mereka dalam beberapa hari. Pemerintahan sementara Mesir lewat menteri kesehatannya mengatakan 525 orang tewas dalam aksi pembubaran itu, dan ratusan lainnya luka-luka. Sementara Ikhwanul Muslimin yang merupakan pendukung utama Morsi mengatakan jumlah korban lebih dari 1000.

PBNU Serukan Doa untuk Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serukan Doa untuk Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serukan Doa untuk Mesir

Dengan jatuhnya korban jiwa tersebut, Kang Said menyerukan agar segera diambil langkah-langkah guna menghindarkan Mesir jatuh ke dalam kondisi yang lebih buruk. "Umat Islam itu satu tubuh, jika ada yang sakit yang lain ikut merasakan," kata Kang Said di Jakarta, Kamis (15/8).

Maka terlepas dari tarik-menarik politik antar kekuatan di Mesir yang notabene sama-sama muslim, Kang Said menyerukan umat muslim di indonesia untuk memberikan solidaritasnya terhadap para korban. "Sekurang-kurangnya melalui doa, karena kekuatan doa itu sangat dahsyat," ujarnya.

Haedar Nashir

 

Penulis: Syafi Alielha

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah, Pendidikan Haedar Nashir

Haedar Nashir

PBNU Minta Sanksi Berat untuk Kasus Kejahatan Seksual

Jakarta, Haedar Nashir - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) berharap adanya regulasi yang memuat sanksi berat untuk tindak kejahatan dan pelecehan seksual. Tingginya kasus kejahatan seksual, tambah Kang Said, sudah seharusnya menjadi prioritas anggota parlemen di Senayan.

“Satu lagi, tolong selesaikan kasus kekerasan seksual,” kata Kang Said dalam acara peluncuran RUU Pendidikan Madrasah dan Pondok Pesantren yang diselenggarakan Fraksi PKB di Jakarta, Senin (10/10) siang.

PBNU Minta Sanksi Berat untuk Kasus Kejahatan Seksual (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Sanksi Berat untuk Kasus Kejahatan Seksual (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Sanksi Berat untuk Kasus Kejahatan Seksual

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini berharap kepada anggota parlemen memerhatikan masalah darurat yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, masalah kekerasan dan pelecehan seksual sudah demikian mengkhawatirkan.

Sebelumnya Kang Said menyebutkan sejumlah UU yang diharapkan berbicara lebih tegas perihal terorisme, minuman beralkohol, dan LGBT.

Haedar Nashir

“LGBT itu bukan lagi bertentangan dengan syariat Islam, tetapi juga dengan fitrah manusia,” tegas Kang Said.

Haedar Nashir

Tampak pada peluncuran RUU Pendidikan Madrasah dan Pondok Pesantren ini Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, Ketua Umum PKB H Muhaimin Iskandar, Ketua Fraksi PKB Hj Ida Fauziah, dan sejumlah pengurus lembaga dan banom NU serta anggota DPR dari fraksi PKB. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nasional, Sejarah, Hikmah Haedar Nashir

Sarbumusi Desak Pemerintah Perbaiki Sistem Perburuhan

Jakarta, Haedar Nashir. Federasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia bidang Listrik, Logam, Energi, Elektronik, dan Mesin, melihat ketidakseriusan pemerintah dalam mengatasi perburuhan/ketenagakerjaan mulai dari kebijakan hingga tahap implementasinya. Keadaan ini menambah suram nasib buruh Indonesia di tengah ketidaksiapan pemerintah menghadapi perdagangan bebas negara ASEAN 2015 dan APEC 2020.

Lewat sebuah forum terbatas di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Kamis (11/9) siang, Federasi Sarbumusi-Lem dengan melibatkan unsur Lemhannas, Kemenakertrans, Pengusaha, dan pihak buruh, mencoba melihat problematika Perburuhan/Ketenagakerjaan secara utuh.

Sarbumusi Desak Pemerintah Perbaiki Sistem Perburuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Desak Pemerintah Perbaiki Sistem Perburuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Desak Pemerintah Perbaiki Sistem Perburuhan

Ketua Sarbumusi Lem Mustika Ali Sani menekankan sisi musyawarah efektif pada sila keempat Pancasila oleh pihak pemerintah, serikat buruh, dan asosiasi pengusaha dalam menyelesaikan masalah.

Haedar Nashir

“Kita butuh hadirnya wadah di mana pihak Tripartit bekerja secara intensif mengatasi persoalan buruh dan mengantisipasinya. Sedangkan forum Tripartit yang ada kini tidak efektif. Karena, mereka berembug kalau ada masalah. Hujan sudah taraf bahaya, baru ribut cari payung,” kata Mustika Ali Sani.

Sementara utusan buruh Sukitman Sudjatmiko lebih menyoroti implementasi dari kebijakan yang dibuat pemerintah.

Haedar Nashir

“Pada tahap ideologi Pancasila dan falsafah perburuhan, kita semua sudah sepakat. Yang perlu dikawal bersama ialah implementasi dari undang-undang itu sendiri,” kata Sukitman yang juga salah seorang narasumber diskusi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai Haedar Nashir

Ketua IPPNU Jepara, Wisudawan Terbaik Unisnu

Jepara, Haedar Nashir. Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jepara, Jawa Tengah, Hidayatun Nikmah menjadi wisudawan terbaik Universitas Islam NU (Unisnu) Jepara Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan IPK 3.77.

Ketua IPPNU Jepara, Wisudawan Terbaik Unisnu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua IPPNU Jepara, Wisudawan Terbaik Unisnu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua IPPNU Jepara, Wisudawan Terbaik Unisnu

Nikmah merampungkan studinya di Unisnu dalam waktu 5 tahun. Istri dari Chusni Maulana, Ketua IPNU Jepara 2011-2013, ini selama menjadi mahasiswa sudah berkhidmah di SD. Dari kecintaan berkhidmah di sekolah dasar ia pun menulis skripsi “Kontribusi Display Kelas Bagi Selera Belajar Siswa untuk Mewujudkan Tujuan Pendidikan Islam”.

Usai wisuda, putri pasangan Muhammad dan Musni akan terus meneruskan khidmahnya di SD karena baginya mengajar anak-anak itu menyenangkan.

Ditanya resep menjadi teladan, ia pun menjawab, “Caranya dengan aktif di perkuliahan, organisasi, diskusi, sosialiasi dan terus berjuang untuk menggapai prestasi,” papar perempuan kelahiran Jepara 17 Agustus 1990.

Haedar Nashir

Menurut Nimmah, berorganisasi tidak menghalangi seseorang untuk berprestasi. Justru dengan aktif di organisasi, katanya, hidup akan lebih dekat dengan kesuksesan dan keberkahan.

Haedar Nashir

Kepada kader NU pemilik motto hidup" isy kariman au mut syahidan" ini berpesan, hidup di dunia hanyalah sekadar mampir ngombe. “Maka abdikan dirimu untuk orang lain. Khoirun nas anfauhum linnas,” harap ketua IPPNU Jepara masa khidmah 2014-2016 tersebut.

Dalam kesempatan wisuda S1 dan S2 Unisnu yang berlangsung di Gedung Wanita Jepara, Kamis (30/4/15) ia memperoleh beasiswa pendidikan dari Unisnu, Bupati dan kursus gratis dari Jenggala Course. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail, Pertandingan, Ubudiyah Haedar Nashir

PBNU: Stop Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Etnis Rohingya

Jakarta, Haedar Nashir. Pihak pemerintah RI, negara-negara ASEAN, dan PBB beserta UNHCR-nya harus bekerja keras meyakinkan otoritas Myanmar perihal hak-hak sipil ribuan warga etnis Rohingya. Ketiga pihak ini kalau keadaan menuntut, perlu menjatuhkan sanksi internasional dalam bentuk embargo atau sanksi lainnya terhadap otoritas Myanmar.

PBNU: Stop Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Etnis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Stop Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Etnis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Stop Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Etnis Rohingya

Seruan ini dinyatakan Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi di Jakarta, Jumat (15/5) sore.

Menurut Kiai Masdar, Pemerintah RI perlu menyiapkan langkah-langkah ke depan untuk memulangkan imigran ini yang sementara ditampung dan menuntut otoritas setempat untuk mengembalikan hak-hak sipil mereka.

Haedar Nashir

Kalau memang etnis Rohingya ini diusir karena keyakinannya, maka PBB mesti menjatuhkan sanksi keras kepada otoritas negara setempat karena telah berbuat kejahatan kemanusiaan. Janganlah karena suku, agama, atau keyakinan mendiskriminasi warga bangsa.

“Tidak boleh mendiskriminasi manusia karena keyakinannya. Ini melanggar hak paling asasi yang diakui oleh seluruh umat manusia,” kata Kiai Masdar.

Haedar Nashir

Kalau otoritas setempat tidak mau memandang etnis Rohingya karena keyakinannya, maka mereka harus melihat warga Rohingya karena kemanusiaannya. Sama juga dengan mereka yang memandangnya sebagai manusia.

“Tanyakan kepada otoritas setempat itu, apakah mereka mau diperlakukan secara sewenang-wenang?” tegas Kiai Masdar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Sunnah Haedar Nashir

Jumat, 02 Februari 2018

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis

Banyuwangi, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banyuwangi melatih puluhan kader-kadernya menulis. Semangat belajar secara serius diperlihatkan oleh peserta. 

Yusri Nurdian Muslim, misalnya, tetap memaksakan diri untuk menulis dengan modal telepon pintar miliknya. Dalam momen latihan ini, ia menuliskan  masalah pendidikan, khususnya rotasi sistem berjalannya pendidikan yang ada di daerah.

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis

Kesulitan dalam menuliskan paragraf awal tak bisa dihindarkan oleh pemuda asal Kecamatan Blimbingsari ini. Namun, ia tak sungkan menanyakan kepada teman-teman yang ada di samping kanan-kirinya, tentang kebingungan apa yang harus dituliskan, bagaimana menentukan angle cerita, dan berbagai hal teknis tulis-menulis lainnya.

"Karena ini kan masih pertama kali ikut pelatihan menulis. Banyak teman-teman saya yang sudah mahir. Tapi saya akan terus coba. Wajar jika banyak tanya sana-sini. Maklumlah," tuturnya, saat dimintai keterangan di tengah-tengah acara pelatihan bertajuk IPNU Ngaji Jurnalistik Bareng Kumparan, di Aula Lantai Dua kantor PCNU Banyuwangi, Selasa (22/08/2017) pagi.

Didampingi para pemateri yang hadir, Yusri tak segan-segan menunjukkan hasil tulisannya kepada teman dan narasumber. Meski hasil hanya beberapa paragraf saja, Editor Kumparan Rina Nurjanah memberikan apresiasi atas tekadnya belajar menulis.

Haedar Nashir

"Meski ide pokok antarparagraf kurang sinkron dan banyak typo. Tapi tak mengapalah. Karena masih proses tahap awal ia belajar. Saya sangat mengapresiasi sekali tekadnya belajar menulis," ungkap Rina.

Hal yang tidak disangka Yusri memiliki harapan dan cita-cita yang terlampau tinggi, bagi kalangan penulis tingkat awal. "Saya juga memiliki cita-cita ingin jadi penulis buku best seller yang setara dengan Andrea Hirata," tutup Yusri.

Di acara ini mereka juga diajak untuk membuat akun baru di Media Kumparan. Para peserta dipersilahkan untuk membuat tulisan apapun di sana. "Karena misi kami adalah memberikan edukasi kepenulisan dan sekaligus memberikan motivasi penulis baru tetap menulis dalam wadah Media Kumparan," jelas Rina. (M. Sholeh Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Cerita, Anti Hoax Haedar Nashir

Semangat Para Diplomat di Italia Saat Berzakat

Satu persatu, hari demi hari, mulai berdatangan para diplomat di KBRI Roma, Italia menghampiri saya. Kedatangan mereka adalah untuk menunaikan kewajiban berzakat, seperti pada Senin (11/6) kemarin.

Semangat para diplomat untuk berzakat patut diapresiasi. Meski jauh di luar negeri, tetapi mereka masih peduli dengan masyarakat di Indonesia dengan menyisihkan sebagian rizki untuk berdekah, dan utamanya adalah kewajibannya untuk berzakat.

?

Semangat Para Diplomat di Italia Saat Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Para Diplomat di Italia Saat Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Para Diplomat di Italia Saat Berzakat

Saya dapat memahami, para diplomat meyakini bahwa dengan zakat yang mereka keluarkan kepada mustahiknya akan membuat rejeki mereka berkah dan bertambah.

Menunaikan kewajiban sebagai seorang Muslim dalam setiap perintah-Nya merupakan kebahagiaan bagi pelakunya. Baik perintah itu kewajiban setiap hari, seperti shalat lima waktu, perintah atau kewajiban mingguan, seperti shalat Jumat, kewajiban bulanan seperti berpuasa pada bulan Ramadhan, juga kewajiban tahunan seperti zakat fitrah.

?

Haedar Nashir

Ada juga kewajiban sekali seumur hidup jika mampu seperti ibadah haji, sebagaimana yang telah tertanam kuat dalam prinsip Islam, rukun Islam yang lima.

Dalam menunaikan kewajiban di dalam hukum-hukum Islam dikenal sebuah istilah yakni taklif. Artinya setiap Muslim yang sudah baligh dan berakal wajib melaksanakan perintah yang telah ditetapkan dalam agama. Ketika seseorang itu belum mencukupi syarat tiga tersebut, maka tidak ada kewajiban baginya untuk melakukannya.

Haedar Nashir

?

Dengan mengucapkan sepenuh hati dua kalimat syahadat, “Asyhadu An laa Ilaaha Illallah wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah,” maka sudah cukup syarat baginya disebut sebagai Muslim. Ketika seorang muslim laki-laki atau perempuan itu sudah baligh—ditandai dengan menstruasi bagi perempuan dan bermimpi keluar sperma bagi laki-laki—wajib hukumnya untuk melakukan shalat lima waktu dan berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan.

?

Di samping syarat sudah baligh di atas, Muslim itu juga harus berakal sehat. Meskipun muslim sudah baligh tapi akalnya tidak sehat, maka tidak ada kewajiban untuk melakukan shalat, puasa, dan haji.

Berbeda dengan zakat. Dalam berzakat tidak disyaratkan muslim itu harus berakal dan baligh. Selama seseorang itu muslim, maka wajib membayar zakat. Kalau dia belum baligh atau akalnya tidak sehat tetap wajib membayar zakat. Jangankan yang masih kecil, bayi baru lahir saja pada bulan Ramadhan wajib dibayarkan zakat.

?

Jangankan yang masih hidup, orang yang meninggal pada bulan Ramadhan pun wajib dibayarkan zakat. Siapa yang membayarkannya? Tentunya, orangtuanya atau orang yang menanggung biaya hidupnya. Zakat yang dimaksud di sini adalah zakat fitrah.

Marilah menunaikan zakat. Zakat dapat membuat berkah harta. Zakat dapat menentramkan hati pelakunya. Zakat dapat menyucikan hati dan harta. Zakat dapat menghapuskan dosa-dosa. Amin ya robbal ‘alamin.

Khumaini Rosadi, Dai Ambassador Cordofa 2017 dengan penugasan ke Roma Italia.

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sunnah, PonPes, Khutbah Haedar Nashir