"Ajaran Rasulullah itu kebanyakan yang melaksanakan orang desa. Contoh kecil, memuliakan tamu, itu orang desa. Sementara orang kota tidak sempat," katanya dalam kuliah umum tahun akademik 2014/2015 Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) di Gedung Haji Tahunan Jepara, Rabu (29/10).
| Gus Mus: Tetaplah Menjadi Orang Desa (Sumber Gambar : Nu Online) |
Gus Mus: Tetaplah Menjadi Orang Desa
Kiai yang biasa disapa Gus Mus ini mengatakan, untuk menyongsong generasi Indonesia emas kita harus tetap mengidolakan pedesaan dan mengenyampingkan perkotaan. "Sekarang ini ada serbuan orang kota men-desa-kan, kok malah kita menjadi kota. Hanya orang desa yang mempunyai kesetiakawanan dan kesederhanan," tandas pengasuh pesantren Raudhatut Thalibin Leteh Rembang ini.Haedar Nashir
Gus Mus mencontohkan, jati diri Nahdlatul Ulama adalah organisasi desa yang sering diolok-olok sebagai Islam tradisionalis. Meskipun banyak tokoh NU yang menjadi DPR, pemikir di kota ataupun pimpinan ormas, namun jati diri sebagai orang desa tidak pernah hilang."Karenanya, kami berharap Unisnu betul-betul mampu mencetak kader-kader NU yang sadar desa dan membangun desa di kota," tandasnya.
Haedar Nashir
Di depan ratusan civitas akademika Unisnu ini, Gus Mus juga mengajak selalu menerapkan gaya hidup sederhana. Hal ini dimaksudkan untuk mengubah kondisi bangsa yang terdidik selama 32 tahun mencintai hidup berlebih-lebihan."Tanpa diubah dengan kesederhanaan, siapapun pemimpinnya jangan berharap bangsa ini bisa berubah menjadi baik," tegas kiai yang budayawan itu.
Jika ingin membangun atmosfer generasi yang luar biasa, kata Gus Mus, harus dimulai menerapkan nilai-nilai kecintaan hidup sederhana. "Sebagai mana keteladanan Rasulullah, pimpinan bangsa ini harus memulai mengajarkan kesederhanaan. Insya Allah, rakyat bisa sejahtera," tegasnya lagi.
Kuliah umum bertema "Membangun Atmosfer Akademik dan Generasi yang Unggul Menyongsong Indonesia Emas 2045" diikuti seluruh mahasiswa Unisnu. Tampak hadir dalam acara ini, rektor Unisnu H. Muhtarom, ketua umum Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (YAPTINU) H. Ali Irfan dan tamu undangan lainnya. (Qomarul Adib/Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Haedar Nashir Ulama, Makam Haedar Nashir