Senin, 16 Oktober 2017

Majalah Auleea Manggung di Grand City Super Mall Surabaya

Surabaya, Haedar Nashir. Sejumlah kiat harus dilakukan dalam mengenalkan media kepada khalayak, termasuk di pertokoan modern atau mal. Ini dilakukan juga dalam rangka meluaskan pasar bagi kalangan kelas menengah dan atas.

Majalah Auleea Manggung di Grand City Super Mall Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Auleea Manggung di Grand City Super Mall Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Auleea Manggung di Grand City Super Mall Surabaya

Hal ini juga yang dilakukan majalah keluarga muslimah "Auleea" dengan terlibat sebagai mitra media kegiatan Indonesia Moslem Fashion Expo and Islamic Tourism 2015 di salah satu mall kenamaan, Grand City Super Mall Surabaya, Jawa Timur.  

Wakil Pemimpin Umum Majalah Auleea Mochamad Jamil menyatakan, media yang berada di bawah menejemen PT Aula Media NU ini terpanggil untuk tampil pada kegiatan tersebut sebagai sarana promosi dan eksistensi diri. "Karena Auleea adalah media baru, maka sudah selayaknya lebih intensif menyapa calon pelanggan dan ingin mentahbiskan keberadaannya di sejumlah kegiatan bernuansa islami," katanya kepada Haedar Nashir, Selasa (4/2) malam.

Haedar Nashir

Pak Jamil, sapaan akrabnya, menandaskan dengan kerap hadir pada kegiatan bernuansa agama seperti ini, maka Auleea dapat semakin dikenal masyarakat. "Kegiatan juga mampu mengukuhkan keberadaan Auleea di tengah persaingan media cetak di tanah air," katanya.

Haedar Nashir

Bersama dengan media kenamaan seperti Jawa Pos, TV9, Sindo TV, RCTI, Metro TV, MNC TV, Suara Surabaya, Majalah Auleea menjadi salah satu media partner bagi kegiatan yang berlangsung sejak Selasa (4/2) hingga Ahad (8/2) tersebut. Di samping itu, ada sejumlah perusahaan lain yang ikut berpartisipasi di antaranya YDSF, Wardah, Mangga serta Persada.

"Bulan Februari ini Majalah Auleea memang baru memasuki cetakan ke delapan, karenanya menyapa pelanggan lama dan menjaring calon pelanggan baru adalah sebuah hal yang tidak dapat ditawar," ungkapnya. Pada saat yang bersamaan, menjaga kepercayaan klien yang selama ini bermitra juga sangat penting, lanjutnya.

Karena besarnya manfaat yang akan diraih dalam keikutsertaan even seperti ini, maka menejemen Auleea terus berupaya hadir dan berpartisipasi. "Hasil yang akan dipetik bisa sekaligus yakni dengan penambahan pelanggan dan klien iklan, juga dapat dalam waktu yang lebih panjang," terang Pak Jamil.

Pada kegiatan yang berlangsung sejak jam 09.00 hingga 21.00 WIB ini tidak hanya Majalah Auleea yang dipajang serta ditawarkan kepada pengunjung salah satu mall kenamaan di Surabaya ini, juga Majalah Aula. "Karena antara Aula dan Auleea berada dalam satu menejemen," katanya.

Masih cukup waktu untuk bisa hadir pada acara ini. Selama kegiatan berlangsung, ada berbagai acara pendukung seperti talk show kecantikan, lomba fashion, panggung hiburan, pameran produk dari sejumlah mitra serta puncaknya adalah pemilihan hijaber yang dilangsungkan Ahad, (8/2) malam. Apalagi yang dijadualkan hadir saat puncak acara adalah artis kenamaan, Dewi Sandra. Berminat? Silakan hadir. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Habib, News Haedar Nashir

Minggu, 15 Oktober 2017

Pendudukan Israel Akibatkan Palestina Sulit Dapatkan Bantuan

Jakarta, Haedar Nashir

Menteri Hubungan Perempuan Palestina Dr Mariam Saleh mengungkapkan, penderitaan yang dihadapi rakyat Palestina saat ini tak hanya disebabkan pertikaian antara kelompok Hamas dan Fatah. Pendudukan Israel yang didukung Amerika Serikat (AS), menurutnya, juga menjadi sebab keterpurukan negara yang pernah dipimpin Presiden Yasser Arafat itu

“Pendudukan Israel telah benar-benar menyulitkan kami. Amerika Serikat yang mendukung pendudukan Israel tak mengizinkan kami mendapatkan bantuan dari luar,” terang Mariam kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (24/1)

Pendudukan Israel Akibatkan Palestina Sulit Dapatkan Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendudukan Israel Akibatkan Palestina Sulit Dapatkan Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendudukan Israel Akibatkan Palestina Sulit Dapatkan Bantuan

?

Mariam yang didampingi anggota Parlemen Palestina Muna Mansur, mengungkapkan hal itu saat bertemu dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa. Sejumlah pengurus teras organisasi perempuan terbesar di Indonesia itu turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Haedar Nashir

Mariam mengaku tak bisa menggambarkan kepedihan yang dirasakan rakyat Palestina akibat pendudukan Israel. Negara Zionis tersebut, ungkapnya, tak hanya merusak seluruh apa yang dimiliki bangsanya, melainkan juga membunuh kaum perempuan dan anak-anak yang tak berdosa serta merampas tanah milik rakyat.

Sebagai menteri yang bertanggungjawab atas kesejahteraan dan masa depan kaum perempuan Palestina, Mariam mengaku tak bisa berbuat banyak. Organisasi yang menghimpun kaum perempuan semacam Muslimat NU juga ada di negaranya. Namun, sekali lagi, tegas Mariam, organisasi tersebut tak mampu berkembang karena sulit mendapatkan bantuan, terutama dana.

Haedar Nashir

“Kami bangga terhadap Indonesia yang mempunyai ormas (organisasi kemasyarakatan) dengan anggota yang besar pula seperti kalian (Muslimat NU, Red). Kami juga punya organisasi seperti kalian, tapi pemboikotan Israel benar-benar telah menyulitkan kami (kaum perempuan Palestina),” ungkap Mariam.

Hal serupa diungkapkan anggota Parlemen Palestina Muna Mansur. Israel telah sangat menyengsarakan rakyat Palestina. Bahkan, katanya, bagi umat Islam, untuk salat di Masjidil Aqsa saja, tentara Israel melarang. “Padahal Masjidil Aqsa merupakan masjid kebanggaan kami dan kebanggaan umat Islam seluruh dunia,” tandasnya.

Selain itu, ia juga mengaku salut terhadap pemerintah dan rakyat Indonesia yang hingga saat ini tetap tak mengakui pendudukan Israel atas negaranya. Termasuk pula sikap politik luar-negeri Indonesia yang tegas memutuskan hubungan diplomatik dengan negara Yahudi pimpinan Perdana Menteri Ehud Olmert tersebut.

“Saya berharap pemerintah Anda (Indonesia, Red) tetap memutuskan hubungan dengan Israel. Agar Indonesia bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain,” ujar Muna tegas.

Kepada Khofifah Indar Parawansa dan petinggi Muslimat NU lainnya, Muna meminta dukungan atas upaya dan perjuangan memerdekakan bangsanya. Menurutnya, perjuangan rakyat Palestina tak akan banyak berarti tanpa dukungan dan bantuan dari negara lain, terutama negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti Indonesia.

“Anda (Indonesia) juga bisa menghentikan pendudukan Israel melalui pembangunan opini lewat media massa,” ujar Muna. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail, News Haedar Nashir

Kapolda Jawa Barat Sowan ke Pesantren al-Mizan

Majelengka, Haedar Nashir. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Mochamad Iriawan berkunjung ke Pondok Pesantren al-Mizan, Majalengka, Jawa Barat, Selasa (26/8). Kunjungan dilaksanakan dalam rangka silaturahim sekaligus sosialisasi tentang pentingnya mewaspadai kelompok ekstrem.

Kapolda Jawa Barat Sowan ke Pesantren al-Mizan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Jawa Barat Sowan ke Pesantren al-Mizan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Jawa Barat Sowan ke Pesantren al-Mizan

Mochamad Iriawan diterima Pembina Pondok Pesantren al-Mizan KH Maman Imanulhaq beserta pengurus pesantren lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Iriawan mengingatkan soal bahaya kelompok garis keras pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang belakang menggemparkan masyarakat.

“Kami pihak Polda berhak menindak, jangan sampai ada gerakan ISIS. Kami tidak menerima keberadaan mereka,” ujarnya.

Haedar Nashir

Menurut Iriawan, meskipun sempat mendeklarasikan diri dan mengibarkan bendera, ISIS hingga kini tidak mendapat dukungan masyarakat luas di Indonesia, termasuk Jawa barat.

“Persenjataan mereka ada, dana mereka punya, tetapi dukungan masyarakat yang mereka belum ada. Jika ada dukungan maka mereka semakin kuat,” kata mantan kapolda NTB ini.

Haedar Nashir

Wakil Bupati Majalengka Karna Sobahi yang juga hadir pada kesempatan tersebut berterima kasih kepada pihak kepolisian setempat. Menurutnya, keamanan di Majalengka, baik pasca pemilihan presiden maupun idul fitri, berlangsung berkat kerja sama masyarakat Majalengka dengan pihak kepolisian Jawa Barat. (Tata Irawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta, Internasional, Sejarah Haedar Nashir

Alissa Wahid Jelaskan Fenomena Fitnah di Sosmed

Jakarta, Haedar Nashir. Belakangan, di media sosial seperti Facebook dan Twitter kerap muncul tuduhan atau fitnah satu orang atau kalangan kepada orang atau golongan yang lain. Tak jarang tuduhan itu mengandung penyesatan menyangkut keimanan seseorang yang belum terbukti kesesatannya.

Alissa Wahid Jelaskan Fenomena Fitnah di Sosmed (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid Jelaskan Fenomena Fitnah di Sosmed (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid Jelaskan Fenomena Fitnah di Sosmed

Menurut Seknas Gusdurian, Alissa Wahid, hal itu menunjukkan gejala banyak hal. Misalnya karena betapa trust (sikap saling percaya) dalam masyarakat kita terkikis habis sehingga mudah saling menuduh dan menghasud sesamanya.

Kedua, kata dia, gejala kesombongan yangg merajalela. “Kesombongan ini muncul dalam bentuk tak cukup ilmu, merasa berilmu, lalu sembarangan mengeluarkan fatwa agama. Ini bahaya,” katanya kepada Haedar Nashir Kamis (17/7).

Haedar Nashir

Ketiga, tambah putri sulung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) gejala klaim kebenaran. Menurut Alissa, kalangan tersebut seakan-akan kebenaran hanya milik mereka, sehingga semua yang berbeda boleh dinistakan.

“Semua itu jauh sekali dari semangat prinsip-prinsip ajaran Ahlussunah wal-Jamaah (Aswaja) NU yang biasa menghormati pendapat yang berbeda dilandasi prinsip-prinsip tawasuth, tasamuh tawazzun, dan ta’adul,” tegas lulusan Fakultas Psikologi UGM tahun 1999 ini. (Abdullah Alawi)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Kiai Haedar Nashir

Sabtu, 14 Oktober 2017

Tiga Perguruan Tinggi AS Belajar Pluralisme ke PBNU

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu (4/6) sore, merima kunjungan belasan mahasiswa dari tiga perguruan tinggi Amerika Serikat, yakni University of Michigan, Goucher College, dan Goucher College; serta tiga universitas dalam negeri, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Airlangga.

Tiga Perguruan Tinggi AS Belajar Pluralisme ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Perguruan Tinggi AS Belajar Pluralisme ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Perguruan Tinggi AS Belajar Pluralisme ke PBNU

Mereka disambut Ketua PBNU H Iqbal Sulam, Sekretaris Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) Ibnu Hazen, dan Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan PerubahanIklim NU (LPBINU) Avianto Muhtadi di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, 164, Jakarta.

“Kami berkunjung ke sini dalam rangka ingin belajar tentang NU mengenai pluralisme agama dan masyarakat demokrasi,” ujar Junaidi, koordinator kunjungan. Sebelumnya ia memperkenalkan diri dan rombongannya.

Haedar Nashir

Iqbal di hadapan para mahasiswa ini mempresentasikan secara singkat sejarah, peran, jamaah, pesantren, amal usaha, dan hal-hal lain yang terkait dengan NU baik dari segi budaya maupun organisasi. Ia menegaskan, ormas Islam yang berdiri 1926 tersebut menghargai keragaman suku, agama, dan budaya di Tanah Air. Iqbal menambahkan, jihad adalah perjuangan untuk melawan kolonialisme, dan bukan untuk memusuhi kelompok berbeda.

Menurutnya, sikap ini salah satunya tercermin dalam kehidupan pesantren. Lembaga pendidikan Islam tertua di Nusantara ini kerap diisi para santri dari lintas suku dan daerah yang belajar dalam satu naungan institusi pesantren. “Jadi pluralisme ditanamkan di NU sejak pada level proses belajar mengajar di pesantren,” ungkapnya.

Haedar Nashir

Iqbal juga menyampaikan bahwa NU tulus menerima Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Bahkan, NU adalah ormas pertama yang menerima Pancasila sebagai asas tunggal,” tuturnya.

Usai dari kantor PBNU, rombongan mahasiswa ini mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta. Sebelumnya, mereka sudah terlebih dahulu bersilaturahmi ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Konferensi Wali Gereja (KWI). (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Ulama Haedar Nashir

NU-Raptor Gelontorkan Dana US$250 Juta untuk Usaha Mikro

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggandeng Raptol Capital Management untuk memberikan permodalan syariah dengan total dana US$250 juta selama 5 tahun.

NU-Raptor Gelontorkan Dana US$250 Juta untuk Usaha Mikro (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-Raptor Gelontorkan Dana US$250 Juta untuk Usaha Mikro (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-Raptor Gelontorkan Dana US$250 Juta untuk Usaha Mikro

Uang tersebut akan didistribusikan bagi 500 ribu warga NU melalui lembaga keuangan mikro berbasis syariah (Islam) yakni BMT dan Koperasi Binaan NU. 

H Mustolihin Madjid, Ketua Lembaga Perekonomian NU (LPNU), yang akan menangani kerjasama ini  menjelaskan, kerja sama ini penting untuk meningkatkan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat kecil dan menengah. 

Haedar Nashir

“NU sangat concern terhadap upaya-upaya dan program pemberdayaan bagi ekonomi yang berkelanjutan,” katanya disela-sela acara. 

Di lapangan, kerjasama ini akan ditangani langsung oleh Induk Koperasi Syirkah Muawanah Nusantara (Inkopsimnus) “Semua pembiayaan terstrukturisasi dan dikelola berdasarkan prinsip-prinsip syariah dimana kesetaraan dan keterbukaan bisnis bagi penyedia dana dan penyedia kegiatan usaha,” tambahnya.

Mustolihin menambahkan untuk mendukung perkembangan bisnis ini, digunakan sistem teknologi mutakhir berbasis nirkabel (wireless), tetapi memiliki fitur-fitur yang memadai untuk kemudahan berinteraksi antara masyarakat dengan koperasi-koperasi yang menjadi tulang punggung aktivitas permodalan syariah tersebut.

Program ini, tambahnya akan mendorong para pengusaha kecil dan mikro yang berjumlah sekitar 27,2 juta atau 52,8%, untuk berkembang,a karena banyak diantara mereka belum tersentuh permodalan.

Haedar Nashir

“Kita bisa bekerjasama karena memiliki visi  yang sama, Raptor dan NU ingin sama-sama berpartisipasi aktif, dan NU memiliki keunggulan infrastruktur masyarakat lokal yang mapan dengan hubungan sosial yang kuat,” tandasnya.  Investasi Raptor terstruktur sebagai pendanaan mudharabah dimana terhubung secara lokal melalui pinjaman atau penempatan/ penyertaan modal berdasarkan prinsip mudharabah, musyarakah atau murabahah. 

Sebelumnya LPNU telah berhasil memberdayakan masyarakat buruh tani dengan menggarap tanah Perhutani seluas 16.800 ha yang terletak di Pati, Grobogan dan Blora dengan melibatkan 26.700 buruh tani untuk menanam jagung yang dipasarkan ke Japfa Comfeed.   

Program Nusa Makmur Syariah Mikrofinance telah dimulai BMT di Jogjakarta pada awal tahun 2014, dan pada tahun 2014 ini akan dikucurkan ke propinsi di Pulau Jawa, Sumatera meliputi Lampung, Medan, Padang , Kalimatan, Sulawesi, NTB dan Papua. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pemurnian Aqidah, Ulama Haedar Nashir

Radlatul Athfal Ini Ajarkan Anak-anak Wirausaha

Temanggung, Haedar Nashir. “Saya mau buka usaha distro,” kata Fatika Hilda Aqila Choruna, salah seorang siswa RA Masyithoh, yang tengah asyik bermain bersama seorang badut di tengah pesta perpisahan siswa di halaman Gedung Juang Temanggung, Jawa Tengah, Ahad (8/6) pagi.

Radlatul Athfal Ini Ajarkan Anak-anak Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Radlatul Athfal Ini Ajarkan Anak-anak Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Radlatul Athfal Ini Ajarkan Anak-anak Wirausaha

Jawaban ini cukup mengejutkan, lantaran biasanya anak-anak TK lebih banyak bercita-cita menjadi polisi, tentara atau dokter. Dan uniknya, jawaban menjadi pengusaha seperti itu juga hampir sama ditemukan oleh seluruh siswa. Hanya beberapa gelintir siswa yang mengatakan bercita-cita lain.

Inilah perbedaan TK Masyithoh yang terletak di Kelurahan Butuh, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, dari sebagian besar TK yang ada di Indonesia. Pengelola TK pertama di kabupaten penghasil tembakau ini menanamkan secara khusus jiwa-jiwa kewirausahaan kepada seluruh peserta didiknya. Sangat wajar pada akhirnya anak-anak didik mereka lebih memilih bercita-cita menjadi pengusaha dibanding menjalani pekerjaan lainnya di masa mendatang.

Haedar Nashir

“Ini memang usia emas. Pada usia ini kita kenalkan kepada mereka tentang entrepreneur sehingga kelak mereka mengikuti langkah menjadi pengusaha. Tentu karena mereka masih TK, mereka belum dikenalkan teknis usaha, melainkan lebih pada kunjungan dan wacana-wacana kewirausahaan,” kata Kepala RA Masyithoh Butuh, Anisah Rahmanti.

Dalam pelajaran keseharian, selain mengajarkan calistung (baca, tulis dan berhitung), para siswa dikenalkan tentang bidang usaha dan bagaimana prospek menjadi pengusaha. Biasanya, pelajaran kewirausahaan ini disisipkan dalam tema-tema pelajaran yang sedang dibahas.

Haedar Nashir

“Lalu setelah tema itu selesai kita outing class ke perusahan-perusahaan yang ada. Para pengusaha kita minta untuk memaparkan kepada anak-anak tentang bentuk usahanya serta suka dukanya menjadi pengusaha,” terangnya.

Setelah mendapatkan pengetahuan dari pengusaha. Lalu para siswa diajak berdiskusi tentang hasil kunjungannya ke perusahaan-perusahaan tersebut. Tentu pendapatnya sangat beragam, ada yang hanya paham tentang bentuk usahanya, ada yang paham tentang kekhasan usahanya, serta ada yang memahami alur cerita pendirian usaha.

“Kami melihat bahwa menjadi entreprenur adalah prospek besar ke depannya. Untuk itu, pada usia emas harus dikenalkan dengan baik sehingga pada usia remaja dan dewasa tinggal mengembangkan apa yang mereka pahami itu. Karena tidak semua orang bisa menjadi dokter, polisi atau tentara seperti kebanyakan cita-cita anak-anak, tetapi semua orang bisa menjadi entrepreneur meskipun sebagai polisi, dokter ataupun tentara,” papar Anis.

Dunia perbankan juga diperkenalkan bagi anak-anak. Perbankan adalah dunia usaha yang menjadi salah satu lembaga penyedia modal bagi perusahaan. Untuk itu, anak-anak didik diarahkan untuk mengetahui tentang perbankan berikut layanan. “Kami ajarkan juga tentang kesadaran menabung,” tambahnya.

Berlabel agama, tentu RA Masyithoh tidak melepaskan pendidikan keagamaan bagi anak didiknya. Pelajaran agama menjadi pelajaran yang tidak diajarkan secara teoritis, namun juga diperkenalkan dalam praktik. Mulai dari praktik ibadah wajib sampai ibadah yang sunah. “Untuk kegiatan ekstra  kurikuler kami ada cooking kids, drum band, renang, Bahasa Inggris, jarimatika, melukis dan computer kids. Semua itu mengarah pada bidang entreprenur yang bisa digeluti,” imbuh pengelola sekolah, Kholid Usman.

Meski memberikan layanan yang demikian, pihak pengelola RA Masyithoh mengaku tidak membanderol biaya tinggi. Biaya pendidikan seperti sekolah pada umumnya meskipun mengajarkan hal yang khusus dan lebih spesifik. “Misi kita adalah pengabdian murni, bukan untuk profit, jadi biayanya harus terjangkau,” imbuhnya.

Tak heran sekolah ini menjadi jujugan siswa setiap tahunnya. Namun karena kondisi sekolah yang tidak terlalu luas, sekolah ini belum mampu menarik siswa dalam jumlah ratusan. Saat ini, sekolah yang berada di Kelurahan Butuh, Kecamatan Temanggung ini memiliki 80 orang siswa. Dari jumlah tersebut dibagi dalam empat kelas dengan dua orang guru pada masing-masing kelas. “Standar maksimal kami, satu guru pegang 10 siswa agar lebih efektif,” tambahnya.

RA Masyithoh merupakan TK pertama di Kabupaten Temanggung. Didirikan oleh salah seorang ulama di Kelurahan Butuh, Kecamatan Temanggung, KH. Saluki Khaeroni. Istrinya, Hj Rodijah, sejak 1963 menjadi kepala sekolah. Pada awalnya TK ini seperti sekolah pada umumnya, namun dalam pengembangan selanjutnya diarahkan spesifik menjadi TK keagamaan yang mendidik kewirausahaan sejak dini. (Abaz Zahrotien/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Olahraga Haedar Nashir