Jumat, 27 Oktober 2017

Keakraban KH Wahid Hasyim dengan Tan Malaka

Kedangkalan wawasan, minimnya ilmu serta fanatisme ekstrem terhadap agama, ideologi, madzhab dan paham tertentu acap menyebabkan seseorang bersikap eksklusif. Bahkan ketika bergaul atau bersosialisasi pun orang tersebut tidak mau bertoleransi dengan orang atau kalangan yang berbeda dengan dirinya dalam segi agama, ideologi, madzhab dan perbedaan primordial lainnya. Ironisnya sikap dan pendirian eksklusif seperti itu ternyata juga masih menghinggapi tidak sedikit para tokoh dan pemuka agama.

Tapi tidak demikian dengan sikap KH. Wahid Hasyim. Bagi putra pendiri NU KH Hasyim Asy’ari ini baik perbedaan agama,ideologi maupun perbedaan haluan politik tidak menghalanginya untuk tetap menjalin persahabatan. Terbukti ayah Gus Dur, ini dalam sejarah hidupnya tidak hanya berkawan dengan orang yang berbeda agama. Melainkan beliau juga bersedia berteman dengan Tan Malaka, seorang tokoh pejuang bangsa yang berhaluan komunis. Bahkan Tan Malaka merupakan anggota komintern (jaringan komunis) internasional. ? ? ? ?

Keakraban KH Wahid Hasyim dengan Tan Malaka (Sumber Gambar : Nu Online)
Keakraban KH Wahid Hasyim dengan Tan Malaka (Sumber Gambar : Nu Online)

Keakraban KH Wahid Hasyim dengan Tan Malaka

Kisah pertemanan KH. Wahid Hasyim dengan Tan Malaka ini sudah kerap disampaikan Gus Dur dalam berbagai kesempatan. Salah satunya adalah sebagaimana pernah diberitakan oleh koran Duta Masyarakat edisi 28 Januari 2000. ? Berdasarkan informasi media tersebut, Gus Dur selaku Presiden RI tahun 2000 menyampaikan cerita tentang persahabatan antara ayahandanya itu dengan Tan Malaka dihadapan ? umat Hindu saat mereka merayakan pringatan Nyepi di Candi Prambanan. ? ? ?

Waktu itu Gus Dur bercerita, "Ayah saya yang kebetulan seorang kiai sering didatangi orang di waktu sore. Saya ingat betul, saat saya masih kecil, sekitar pukul 7 ada orang mengetuk pintu. Ketika pintu saya buka, saya tanya cari siapa pak?

Tamu yang mengaku bernama Husein tersebut kemudian menjawab bahwa dia mencari ayahnya. Tamu tersebut menurut Gus Dur seperti orang Indonesia lainnya, yaitu juga pakai peci. Kemudian Gus Dur yang masih anak-anak, itu memberitahukan kepada ayahnya yang sedang di dalam bahwa beliau dicari Pak Husein.

Begitu mendengar nama Husein, kata Gus Dur, ayahnya langsung bangun dan menemui tamunya sambil berpelukan mesra. Dan selanjutnya memerintahkan Gus Dur yang waktu itu masih berumur sekitar 4-5 tahun agar meminta ibunya menata hidangan.

Haedar Nashir

Baru belakangan setelah Gus Dur berumur 50 tahun lebih, ibunya mengatakan kepadanya, "Kamu tahu siapa itu pak Husain, yang datang pada malam-malam dahulu, itu Tan Malaka".

Haedar Nashir

Dari pengalaman di atas, menurut Gus Dur, memberikan bekas yang sangat dalam kepada dirinya. Hal itu menambah kuatnya keyakinannya bahwa sudah dari dulu pun nenek moyang kita (bangsa indonesia) sudah demikian saling menghargai.

Gus dur mengajukan alasan, bagaimana tidak saling menghargai. "Banyangkan, Tan Malaka, anggota komintern yang dianggap tidak bertuhan itu datang berpeluk-pelukan dengan seorang kiai. Inilah Indonesia," ungkap Gus Dur dengan nada serius.

Lewat riwayat singkat di atas juga secara implisit memberi pesan bahwa semua komponen dan elemen bangsa ini seharusnya dapat menerima kehadiran yang lain. Bahwa semua golongan dan semua agama juga ikut mendirikan Republik Indonesia atas dasar saling menghargai. Layaknya kemajemukan masyarakat dan pluralisme beragama tetap dihargai.

M Haromain, pengajar di pesantren Nurun ala Nur Wonosobo, bergiat di Forum Santri Temanggung, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Aswaja Haedar Nashir

PMII Tuntut Dinas Kepemudaan Terpisah dari Disbudparpora

Subang, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang menuntut pemerintah setempat membentuk Dinas Kepemudaan yang terpisah dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora).

PMII Tuntut Dinas Kepemudaan Terpisah dari Disbudparpora (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Tuntut Dinas Kepemudaan Terpisah dari Disbudparpora (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Tuntut Dinas Kepemudaan Terpisah dari Disbudparpora

Hal ini disampaikan puluhan massa PMII Subang lewat aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Subang seiring peringatah hari Sumpah Pemuda ke-85, Senin (28/10).

“Kami minta agar Kabupaten Subang mempunyai dinas kepemudaan tersendiri yang sekarang berbaur dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda Dan Olah Raga. Karena Disbudparpora hari ini tidak becus mengurus kepemudaan,” jelas Ketua PMII Subang Saeful Imron disela-sela unjuk rasa.

Haedar Nashir

Imron mengatakan, peran DPRD yang di dalamnya ada sebuah unit kerja utama yang membidangi masalah pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian, dan kebudayaan itu seharusnya respek dengan kondisi yang ada. “Salah satunya masalah kepemudaan di Kabupaten Subang yang sangat miris kondisinya,” ujarnya.

Sambil meneriakkan yel-yel kecaman terhadap institusi DPRD, PMII menuntut kepada DPRD Subang untuk lebih memperhatikan nasib dan peran pemuda di Kabupaten Subang. “Kami minta agar dilakukan transparansi anggaran untuk OKP, realisasikan UU No 40 tentang kepemudaan dan berdayakan serta buka lapangan pekerjaan untuk para pemuda di Kabupaten Subang,” teriak salah seorang orator PMII, Abdun Nasir.

Haedar Nashir

Plh. Ketua DPRD Subang, Beni Rudiono yang mendatangi para pengunjuk rasa mengatakan apresiasinya kepada PMII Subang yang masih komitmen dalam memperjuangkan cita-cita pemuda di Kabupaten Subang.

“Kami sangat berterima kasih sekali atas kedatangan adik-adik mahasiswa PMII. Tentu ini menjadi cambuk untuk kami agar ke depan peran pemuda benar-benar bisa diperhitungkan untuk kesejahteraan masyarakat. Dan yang menjadi tuntutan itu, pasti akan kami pelajari dulu,” jelas Beny. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Tegal, Kiai Haedar Nashir

Kamis, 26 Oktober 2017

Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai

Gresik, Haedar Nashir. Penyerasian Almanak Tingkat Nasional dibuka oleh Dirjend Bimas Islam Kementerian Agama RI H Abdul Djamil di Pendopo Kabupaten Gresik, Kamis (9/5) malam. Kegiatan ini digelar oleh Lajnah Falakiyah PBNU dan dihadiri pakar hisab-rukyat NU dari berbagai daerah.

Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai

Abdul Djamil mengatakan, penyerasian hisab merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir perbedaan dalam penentuan awal bulan Ramadhan dan hari raya.

“Berbagai upaya tetap kita lakukan meskipun sampai saat ini belum ada titik temu. Kita tidak akan berputus asa,” katanya kepada Haedar Nashir usai acara pembukaan.

Haedar Nashir

Acara pembukaan Penyerasian Almanak Tingkat Nasional juga dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Gresik KH Mahfudz Ma’shum, Bupati Gresik H Sambari Halim dan Wakil Bupati Muhammad Qosim, dan Dirjen Biman Islam Kemenag RI H Abdul Jamil, dan Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat H. Ahmad Izzuddin.

Rais Syuriyah PCNU Gresik KH Mahfudz Ma’shum mewakili panitia daerah mengatakan, hisab penentuan awal bulan menjadi bagian tugas yang harus dilakukan oleh umat Islam karena berkaitan dengan persoalan ibadah.

Haedar Nashir

“Hukum melakukan hisab adalah fardu kifayah. Semoga para ahli falak mendapatkan pahala yang besar karena berkat mereka ini orang Islam lepas dari dosa,” katanya.

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazali Masroeri mengatakan, sedikitnya ada 20 metode hisab yang berkembang di Indonesia, dan diantaranya memiliki tingkat perbedaan yang cukup signifikan. Maka perlu ada upaya yang disebut oleh NU sebagai “penyerasian hisab”.

“Perbedaan hisab bisa menjadi persoalan. Maka kita lakukan penyerasian hisab atau hisab jama’i yang nantinya akan dipublikasikan dalam bentuk almanak,” kata Kiai Ghazali.

Kegiatan Penyerasian Almanak Tingkat Nasional ini akan berlangsung sampai Sabtu (12/5) besok. Sekretaris Lajnah Falakiyah PBNU H Nahari Muslih mengatakan, kegiatan ini diikuti sedikitnya 60 ahli falak dari berbagai daerah. Sidang akan dibagi ke dalam empat komisi. Dua komini membahas persoalan hisab, dan dua komisi lainnya membahas soal program dan pengembangan Lajnah Falakiyah.

Penulis: A. Khoiru Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Sejarah, News Haedar Nashir

Khofifah Dirayu Gabung ke PPP

Jombang, Haedar Nashir. Hasrat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi partai besar di Indonesia yang berbasis NU tak terbendung lagi. Berbagai langkah dilakukan pimpinan PPP agar hajat partai berlambang Ka’bah itu terwujud. Salah satunya dengan merayu bekas Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) MPR yang juga Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.

Rayuan tersebut dilontarkan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA) dalam acara ulang tahun Muslimat NU ke-61 dan GP Ansor ke-73, di alun-alun Kota Jombang, Jawa Timur Ahad (4/3) kemarin. Di hadapan warga Nahdiyin (warga Nahdatul Ulama) tampak Menteri Koperasi dan UKM itu duduk berdampingan dengan Khofifah. Dalam kesempatan itu, SDA mencoba melamar politisi PKB itu untuk masuk ke dalam partainya.

Khofifah Dirayu Gabung ke PPP (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Dirayu Gabung ke PPP (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Dirayu Gabung ke PPP

Rayuan tersebut di sambut gelak tawa para hadirin, termasuk anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Saifullah Yusuf yang telah lebih dulu masuk PPP.  SDA mengatakan bahwa hal itu hanya ajakan sebagai kawan lama, karena Khofifah pernah di partainya. “Saya dan Khofifah kawan lama,” katanya singkat.

’’Ansor dan Muslimat harus selalu progresif dalam setiap perjuangannya. Begitu juga untuk urusan politik. Jejak pemuda energik seperti Gus Ipul ini bisa ditiru. Artinya tidak ada salahnya jika afiliasi politik Anda disalurkan lewat PPP,” serunya saat menyampaikan sambutan.

Ajakan mantan Ketua Umum Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang kini menjabat Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) ini disampaikan berkali-kali kepada peserta gerak jalan sehat. Saifullah sendiri hanya tersenyum melihat semangat Suryadharma. “Lha kok jadi acara kampanye, sudah nanti keburu siang. Ayo dimulai acara jalan sehatnya,” celetuk keponakan Gus Dur tersebut memotong pidato Surya.

Haedar Nashir

Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj yang ikut hadir dalam acara tersebut menilai manuver yang dilakukan pimpinan PPP tersebut sebagai hal biasa. Menurut dia, persoalan politik adalah urusan masing-masing individu, serta tidak bisa dipaksakan.

“Kalau memang acara ini jadi ajang kampanye, ya tidak masalah.Yang jelas, kader NU telah mengerti mana partai yang harus mereka ikuti,” katanya. Dia menampik acara tersebut sebagai upaya untuk menggiring kader Ansor dan Muslimat untuk masuk dalam gerbong PPP. Terkait kehadirannya, Said menolak disebut sebagai dukungan terhadap PPP.

Dia mengaku hadir karena murni ingin bersilaturahmi dengan kader-kader NU yang ada di bawah. “Kader NU itu cukup unik. Hampir di semua partai politik banyak massa NU, baik di PKB, PPP, Golkar, atau bahkan PDI Perjuangan. Dan ini tidak perlu dipersoalkan. Sebab, mereka memiliki alasan sendiri-sendiri. Sayyidina Ali dan Muawiyah saat itu juga berbeda. Tapi tidak ada persoalan, to,” ujar Said mencontohkan.

Haedar Nashir

Sementara Khofifah mengaku datang bersama Saifullah dan Suryadharma semata-mata karena alasan organisasi dan pertemanan. Apalagi, acara tersebut merupakan acara Muslimat. ‘’Sudahlah jangan kait-kaitkan kedatangan saya ini dengan urusan politik. Saya ingin konsentrasi ngurusi Muslimat. Jadi jangan dialihkan ke persoalan partai.Terkait kedatangan saya bersama pak Surya, itu karena kami teman sejak lama,” tandasnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan musikus Franky Sahilatua yang ikut hadir dalam acara itu. Pencipta lagu-lagu balada yang sebelumnya dekat dengan PKB dan Gus Dur tersebut mengaku sekadar ingin reuni dengan Saifullah, bukan untuk pindah haluan politik

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sebelum mendapat lamaran tersebut, Khofifah sempat mendapat teguran keras dari DPP PKB, bahkan sudah diancam direcall, karena pernah menyatakan tertarik hijrah kembali ke partai berlambang Ka’bah itu. Khofifah tercatat sebagai anggota PPP pada periode 1992 hingga 1998.

Meski begitu, anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PPP Saifullah Yusuf yang akrab dipanggil Gus Ipul, yang hadir pada perayaan itu punya pandangan lain, dia merasa yakin jika Khofifah akan menyambut lamaran ketua umumnya dengan bergabung ke PPP.

”Kalau lamaran kaya begini (duduk berdekatan) sudah, tinggal nunggu maharnya saja,” celetuk Gus Ipul yang disambut gelak tawa SDA dan Khofifah. (gp-ansor)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir IMNU Haedar Nashir

Pilkada Damai, GP Ansor Waykanan Apresiasi Warga Setempat

Waykanan, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Waykanan menyatakan syukur atas pelaksanaan pilkada di daerah setempat yang berlangsung damai dan tertib. Suasana damai pemilihan ini menandai peningkatan pemahaman masyarakat setempat dalam perbedaan pilihan politik.

Pilkada Damai, GP Ansor Waykanan Apresiasi Warga Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Damai, GP Ansor Waykanan Apresiasi Warga Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Damai, GP Ansor Waykanan Apresiasi Warga Setempat

"Pesta demokrasi 9 Desember 2015 telah usai. Patut disyukuri perhelatan di Waykanan berlangsung dan berakhir damai. Suatu penanda proses dan pemahaman demokrasi berlangsung baik di masyarakat," ujar Ketua GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (10/12).

Pilkada Waykanan diikuti pasangan nomor urut 1 Bustami Zainudin dan Adinata (Adin Bustami) diusung PDI Perjuangan, Gerindra, PKB, dan Nasdem. Serta pasangan nomor urut 2 Raden Adipati Surya dan Edward Anthony (Berani) diusung Demokrat, PAN, Hanura dan PKS.

Haedar Nashir

Berdasarkan data KPU setempat sebanyak 337.827 pemilih terdiri atas pemilih lelaki berjumlah 172.810. sedangkan pemilih perempuan berjumlah sebanyak 165.017 orang sebagai pemilik suara yang bisa menggunakan suaranya di 780 TPS yang ada.

Berdasarkan hitung cepat Rakata Institute dari data masuk 95,10 persen dengan tingkat partisipasi 67,72 persen, Bustami-Adinata mendulang suara 39,73 persen. Lalu Berani meraup 60,27 persen.

Haedar Nashir

"Jabatan adalah amanah. Siapapun yang terpilih, tugas kami sebagai pemuda adalah berpartisipasi dalam pembangunan, bukan sebaliknya. Ini kami buktikan pada 2015, GP Ansor Waykanan dibantu sejumlah pihak seperti Tim Penggerak PKK, Yayasan Shuffah Blambangan Umpu menggelar Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional atau Sanlat BPUN," kata Gatot lagi.

Gatot mengucapkan selamat kepada anggota Dewan Pembina Gerakan Pemuda Ansor Waykanan H Raden Adipati Surya dan Ketua PD Muhammadiyah Waykanan Dr H Edward Anthoni atas perolehan suara terbanyak pada Pilkada 9 Desember 2015. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan Haedar Nashir

KMNU Polinela, Rumah Baru Aktivis Muda NU di Kampus

Bandar Lampung, Haedar Nashir

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) adalah salah satu model organisasi dakwah gaya baru yang memfokuskan pergerakan dakwah Ahlussunnah Sunnah wal-Jamaah di kampus-kampus umum.? Setelah dideklarasikan secara nasional pada Januari 2014 lalu, banyak mahasiswa NU di perguruan tinggi tertarik bergabung dengan KMNU, contohnya mahasiswa Politeknik Negeri Lampung (Polinela).

“KMNU merupakan wadah yang sangat relevan menyatukan para anggota Nahdliyin yang selama ini belum memiliki wadah,” ujar seorang penggagas KMNU Polinela, Muhammad Ajid, di Bandar Lampung, Jumat (18/11).

KMNU Polinela, Rumah Baru Aktivis Muda NU di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Polinela, Rumah Baru Aktivis Muda NU di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Polinela, Rumah Baru Aktivis Muda NU di Kampus

Dia berharap kehadiran KMNU di Polinela bisa memberikan warna dan nuansa baru dalam dunia perdakwahan kampus.

Ajid melanjutkan, di kampus-kampus umum dakwah dan kajian kampus dikuasai golongan lain, aktivitas muda NU hampir tidak diberi celah sedikit pun.

Haedar Nashir

“Sudah sangat jarang sekali saya melihat amaliyah dirasakan ketika di pesantren dan kampung,” paprnya.

Oleh karena itu, tambah ajid, keberadaan KMNU Polinela menjadi sangat penting. “KMNU Polinela bisa dijadikan rumah baru bagi aktivitas muda NU serta menjadi pelopor dakwah Islam ramah di kampus ini,” katanya.

Untuk diketahui, program pendidikan di Politeknik Negeri Lampung dikelompokkan dalam lima jurusan yaitu: Budidaya Tanaman Pangan, Budidaya Tanaman Perkebunan, Teknologi Pertanian, Peternakan serta Ekonomi dan Bisnis.

“Semoga dengan adanya KMNU para kader bisa belajar organisasi di rumah sendiri, serta menghijaukan kampus hijau Polinela,“ demikian Muhammad Ajid. ?(Ahmad Saroji/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Fragmen, Internasional, Meme Islam Haedar Nashir

NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling

Probolinggo, Haedar Nashir. Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dan lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tiris Barat menggelar kegiatan bertemakan “Tarawih Bersama MWC, Ranting dan Warga NU”.

Ahad (12/6) malam, Tarawih bersama ini dilaksanakan di Masjid Darul Falah Desa Rejing Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini disambut dengan sangat antusias oleh warga NU. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jamaah yang hadir di masjid yang kebetulan ditempati acara tersebut tidak seperti biasanya.?

NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling

Ketua MWCNU Tiris Barat Imron Hamzah mengatakan kegiatan ini diadakan dengan tujuan supaya ada silaturrahim antara pengurus MWCNU Tiris Barat dengan Pengurus Ranting NU dan warga NU, khususnya takmir masjid di setiap ranting yang ditempati.?

“Selain itu, supaya warga NU lebih faham tentang ibadah puasa yang mereka jalani, karena pada kegiatan ini juga diisi dengan ceramah dan dialog interaktif seputar Ramadhan yang dilaksanakan setelah sholat Tarawih,” katanya.?

Kegiatan ini dimulai dari sholat Isyak berjamaah dan dilanjutkan dengan sholat Tarawih yang dipimpin oleh tim Imam dari pengurus MWCNU Tiris Barat yang telah mendapat pelatihan Imam Tarawih.

Haedar Nashir

“Secara tidak langsung kegiatan ini juga memberi pelatihan dan penyeragaman pada warga NU, khususnya para imam Tarawih di setiap Ranting agar tidak terjadi sholat Tarawih yang prosesnya tidak sesuai dengan tuntunan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah,” jelasnya.

Haedar Nashir

Dengan kegiatan ini Imron mengharapkan secara umum agar warga NU merasa dekat dan merasa diurusi oleh pengurus NU ditingkat MWCNU, sehingga akan muncul rasa emosional dan simpati yang tinggi terhadap organisasi NU secara keseluruhan. “Agar warga NU bangga terhadap organisasinya sendiri karena merasa didekati oleh NU secara organisasi,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Berita, Nusantara Haedar Nashir