Selasa, 05 Desember 2017

Kejurnas Pencak Silat Pagar Nusa Pertandingkan 146 Partai

Jakarta,Haedar Nashir. Kejuaraan Nasional (Kejurnas) II Pencak Silat NU Pagar Nusa telah dimulai Ahad malam (21/8) di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Pertandingan dimulai sekitar 19. 30 sampai pukul 23.00.

Menurut Sekretaris Pertandingan Kejurnas II Abdul Wahab Mufarih pada kegiatan tersebut terdiri dari dua kategori yaitu tanding dan seni. Pada kategori tanding dibagi menjadi golongan dewasa putra dan putri dan golongan remaja putra dan putri.

Kejurnas Pencak Silat Pagar Nusa Pertandingkan 146 Partai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kejurnas Pencak Silat Pagar Nusa Pertandingkan 146 Partai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kejurnas Pencak Silat Pagar Nusa Pertandingkan 146 Partai

Pada kategori tanding remaja putra dan putri terdiri dari kelas A sampai F dengan batas usia dari 14 tahun sampai 17 tahun. Pada kelas A kisaran peserta harus memenuhi berat badan antara 39-43 kg, kelas B 43-47 kg, kelas C 47-51 kg, kelas D 51-55, kelas F 55-59 kg.

Haedar Nashir

Sementara kategori tanding golongan dewasa putra dan putri terdapat beberapa kelas juga, mulai A sampai D. Di kelas A berat badan peserta dalam kisaran 45-50 kg, kelas B 50-55 kg, kelas C 55-60 kg, kelas D 60-65 kg. Sementara kisaran usia golongan dewasa hanya diikuti peserta dari usia 17 sampai 33 tahun.

Di golongan remaja putra dan putri dari seluruh kelas, dari penyisihan sampai final, mempertandingkan 87 partai. Sementara pada golongan dewasa mempertandingkan 59 partai. Seluruh pertandingan akan dihabiskan selama 4 hari dari Ahad (21/8) sampai Rabu (24/8).

Haedar Nashir

Pada kategori seni, mempertandingkan kelas tunggal, ganda, dan regu. Kategori ini akan dimulai Selasa malam (23/8). Ini dilakukan supaya pesilat di kelas tanding beristirahat untuk menjaga stamina mereka menuju final. ?

Kejurnas II Pagar Nusa yang dibuka Menpora Imam Nahrowi tersebut akan ditutup pada Kamis (25/8). (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah, AlaNu, Kyai Haedar Nashir

Referendum di Mesir Tewaskan 9 Orang

Jakarta, Haedar Nashir. Hari terakhir referendum atau jajak pendapat tentang rancangan konstitusi Mesir akan mulai dibuka pukul 09.00 waktu setempat, Rabu (15/01) ini.

Sampai Selasa (14/01), sedikitnya sembilan orang tewas akibat bentrokan antara aparat keamanan dan pendukung mantan Presiden Mohammed Morsi yang menyatakan memboikot referendum ini. Demikian laporan yang dilansir oleh laman BBC Indonesia.

Referendum di Mesir Tewaskan 9 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Referendum di Mesir Tewaskan 9 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Referendum di Mesir Tewaskan 9 Orang

Sejauh ini belum diketahui berapa jumlah warga Mesir yang memberikan suaranya. Stasiun TV Al-Hayat TV mengutip Kementerian kehakiman mengatakan suara yang suhad masuk "melebihi 50%" di hari pertama pemungutan suara.

Haedar Nashir

Sekitar 160.000 tentara dan lebih 200.000 anggota kepolisian dikerahkan untuk mengamankan referendum di seluruh Mesir.

Haedar Nashir

Bentrokan terjadi di tiga kota bagian selatan ibukota Kairo, Selasa (14/01).

Kampanye dukungan untuk konstitusi baru membanjiri siaran televisi dan radio milik negara. Namun kampanye yang menolak konstitusi baru sulit ditemukan di jalan-jalan.

Jajak pendapat ini bertujuan untuk mengganti konstitusi lama yang disahkan oleh Morsi, beberapa bulan sebelum dia disingkirkan oleh militer.

Sedangkan konstitusi baru disusun oleh sebuah komite yang berisi 50 orang dan hanya dua diantaranya berasal dari partai Islam.

Ikhwanul Muslimin, partai pendukung mantan Presiden Morsi, yang dinyatakan terlarang karena dianggap sebagai kelompok teror, menyerukan aksi boikot.

Pemerintahan sementara mengklaim bahwa rancangan ini memberikan lebih banyak kebebasan dan hak, serta menjadi kunci menuju stabilitas. (mukafi niam)

Foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Sejarah, Pahlawan Haedar Nashir

Banser Jembrana Bali Dirikan 10 Posko Mudik

Jembrana, Haedar Nashir - Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Jembrana, Bali, mendirikan 10 Posko Mudik yang tersebar di sepanjang jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Posko yang didirikan secara mandiri ini sudah melalui proses koordinasi dengan pihak Polres Jembrana guna membantu kelancaran dan keamanan para pemudik yang akan menyeberang ke Pulau Jawa.

Posko utama berada di Kelurahan Gilimanuk, sebagai pintu keluar dan menjadi pusat bertumpuknya kendaraan. Sementara titik posko yang lainnya berada di Desa Pekutatan, Pulukan, Medewi, Yeh Sumbul, Poh Santen, Baluk, Kaliakah, Candikusuma dan Melaya.

Banser Jembrana Bali Dirikan 10 Posko Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jembrana Bali Dirikan 10 Posko Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jembrana Bali Dirikan 10 Posko Mudik

Wakil Komandan Satkorcab Banser Jembrana, Ipan menjelaskan penjagaan di masing masing posko ini dilakukan secara bergantian dan secara sukarela. Hal ini dilakukan semata mata untuk memudahkan para pemudik manakala terjadi gangguan dalam perjalanan.

Haedar Nashir

"Biasa dalam perjalanan banyak kemungkinan yang terjadi, sehingga kami siaga 24 jam siap membantu para pemudik apabila ada masalah dalam perjalanannya," ungkapnya, Rabu (21/6).

Ipan menambahkan, Posko Banser juga dapat digunakan para pemudik sebagai tempat istirahat. "Jadi kalau ngantuk atau kelelahan, posko kami bisa dijadikan tempat istirahat," jelasnya.

Ia juga mengingatkan para pemudik untuk berhati hati dalam berkendara. Karena jalur Denpasar-Gilimanuk ini akan semakin padat menjelang hari H lebaran.

Haedar Nashir

"Mohon patuhi rambu lalu lintas, karena dalam seminggu terakhir di jalur ini sudah dua kali terjadi kecelakaan maut, jadi mohon berhati hati," tegasnya. (Abraham Iboy/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, Budaya Haedar Nashir

Rais Aam PBNU: Pengurus NU Ibarat Sopir

Kuningan, Haedar Nashir



Rais Aam PBNU KH Maruf Amin memberikan tamsil, pengurus NU ibarat sopir, sedangkan pemiliknya adalah para ulama. 

“Para ulama diharapkan membantu pengurus untuk kebesaran NU, bukan hanya isman (besar namanya semata), tapi juga haqiqatan (memang sungguh-sungguh besar),” kata Kiai Maruf pada Halaqah Alim Ulama se-Wilayah 3 Cirebon, Ciamis, dan Banjar di Pondok Pesantren Mursyidul Falah, Selasa (24/10).

Rais Aam PBNU: Pengurus NU Ibarat Sopir (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU: Pengurus NU Ibarat Sopir (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU: Pengurus NU Ibarat Sopir

Tugas utama ulama, menurut Kiai Maruf, selain persoalan agama tafaqquh fiddin, juga tugas masuliyah ummatiyah yaitu penguatan akidah, juga pemberdayaan ekonomi umat.

“NU itu ciri utamanya adalah fikrah, yaitu aswaja an-nahdliyyah. Kenapa harus ditambahkan an-nahdliyyah karena ada yang mengaku aswaja namun menolak akidah Asyariyah dan aswaja itu selain tawassuth (moderat) juga tathawwuriyah (dinamis), namun tetap bermanhaj (manhajiyah). NU bermadzhab qouli dan manhaji. Tidak tekstualis, juga tidak liberal tetapi manhajiyyan menurut madzahibul arbaah," urai Kiai Maruf..

Rais Aam mendorong jamaah dan pengurus NU untuk terus menerus melakukan dinamisasi pemikiran (tathwirul fikrah an-nahdliyyah), dengan mencari solusi atau jalan keluar keagamaan (makharij al-fiqhiyyah), salah satunya dalam mencari solusi kebangsaan (makharij al-wathaniyyah).

Haedar Nashir

“Dengan demikian cara berfikir NU itu solutif atau makharijiyyah (selalu mencari jalan keluar),” katanya.

Haedar Nashir

Selain fikrah, NU juga adalah harakah (gerakan) khususnya dalam rangka perbaikan umat (islahul ummah), salah satunya lewat pemberdayaan ekonomi umat dan perubahan sistem ekonomi nasional.

"Perlu gagasan tentang arus baru ekonomi Indonesia yang lebih mengedapankan penguatan ekonomi umat yang merata dan berkeadilan," tandas Kiai Maruf.(Das/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Berita Haedar Nashir

Senin, 04 Desember 2017

Bumikan Islam Ramah, NU Kepri Siarkan Aswaja di Batam TV

Batam, Haedar Nashir . Selama Ramadhan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Kepulauan Riau (Kepri) melalui Lembaga Dakwah NU (LDNU) menyiarkan kajian Ahllussunah wal Jamaah (Aswaja) menjelang buka puasa di Batam TV.  Tayangan disajikan secara berkala dengan topik dan narasumber yang berbeda.

Kajian Aswaja ini merupakan salah satu program Ramadhan PWNU Kepri, kata sekretaris PWNU Kepri, HM Zainuddin kepada Haedar Nashir, Jumat (26/6).

Bumikan Islam Ramah, NU Kepri Siarkan Aswaja di Batam TV (Sumber Gambar : Nu Online)
Bumikan Islam Ramah, NU Kepri Siarkan Aswaja di Batam TV (Sumber Gambar : Nu Online)

Bumikan Islam Ramah, NU Kepri Siarkan Aswaja di Batam TV

Zainuddin menjelaskan, kegiatan tersebut sebagai upaya untuk membentengi radikalisme dan lebih membumikan nilai Aswaja an-Nahdliyah. Tema kajian yang disampaikan tentang Islam, nasionalisme, budaya, hakikat bidah, konsep tawazun, ziarah kubur, konsep tawassul, Islam rahmatan lilalamin dengan nara sumber para kiai dan dai muda.

Haedar Nashir

Para narasumber yang dimaksud antara lain KH Nabhan (Rais Syuriah PWNU Kepri), H Ghani Lasya (Ketua Tanfidziyah PWNU Kepri), H Luqman Rifa’i (LDNU Kepri), H Ridho Amir (PCNU Batam), dan Nur Haryanto (Ketua GP Ansor Kepri).

Salah satu nara sumber, Ridho Amir, menegaskan pentingnya membentengi Kepri khususnya Batam dari pemahaman radikal yang mengancam budaya Islam tanah Melayu yang secara kultural menganut pemahaman Aswaja an-Nahdliyah. Ia berharap program tersebut dapat memberikan pemahaman Islam yang ramah, moderat, dan toleran di tanah Kepulauan Riau. (Abd Majid/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, Khutbah Haedar Nashir

PCNU Sukoharjo Lantik Lembaga, Lajnah dan Banom

Sukoharjo, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukoharjo,, Jawa Tengah, melantik pengurus inti lembaga, lajnah dan badan otonom di Lingkungan NU Sukoharjo. Acara digelar sekaligus untuk dengaan harlah NU ke-85 dan haul KH. Abdurrahman wahid, di gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Sukoharjo, akhir pekan lalu.



PCNU Sukoharjo Lantik Lembaga, Lajnah dan Banom (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sukoharjo Lantik Lembaga, Lajnah dan Banom (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sukoharjo Lantik Lembaga, Lajnah dan Banom

Ketua PC NU Sukoharjo, H. Muhammad Nagib Sutarno dalam sambutannya menjelaskan, amanat konfrensi cabang (Konfercab) dan  Musyawarah Kerja (Musker) PC NU Sukoharjo tahun 2010, seluruh lembaga, lajnah dan banom di lingkungan NU Sukoharjo segera melakukan reorganisasi.

”Pengurus inti lembaga, lajnah dan Banom nantinya segera melakukan musyawarah dan koordinasi, untuk melengkapi kepengurusan dan menyusun program kerja. Keberhasilan PCNU ada juga di pundak lembaga dan banomnya. Maka kita harus aktif bekerja. Komunikasinya diperbaikin, jaringanya diperluas,” ujar Sutarno.

Haedar Nashir

Lembaga, Lajnah dan Banom yang dilantik itu antara lain LDNU, Maarif NU, RMI, LPNU, LPPNU, LKKNU, Lakpesdam, LPBHNU, Lesbumi, LWNU, LAZIZNU, LTMI, LPKNU, LFNU, PERGUNU, dan Jamiatul Qurro wal Hufadz.

Haedar Nashir

Sementara itu, Bupati Sukoharjo  H. Wardoyo Widjaya mendrong agar NU menguatkan nilai-nilai kemoderatatan sampai warga.  Dalam kesempatan itu, dia menyatakan siap bantu NU Sukoharjo, baik secara materi maupun moral.

Kelompok musik hadrah dari MWC NU Kartasura, ikut memeriahkan acara ini. Selain tampil dipanggung, mereka juga mengiringi kehadiran penceramah KH Mahyan dari Purwodadi, Jawa Tengah. Ribuan warga Nahdliyin Sukoharjo tumplek blek mendengarkan siraman rohani dari Kiyai nyentrik itu. Sekitar puluk 23.30, acara baru selesai. (ccp)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional Haedar Nashir

Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi

Jakarta, Haedar Nashir
Sekitar 23 DPW PPP menghadap Wapres untuk menyatakan dukungannya agar Hamzah Haz dipilih kembali menjadi Ketua Umum PPP. DPD Jatim adalah yang pertama kali menghadap Hamzah Haz.

Mendapat dukungan dari banyak wilayah Hamzah Haz menyatakan kesiapannya dipilih menjadi Ketua Umum PPP periode 2003-2008 pada Muktamar PPP yang akan berlangsung 20- 24 Mei di Jakarta.

Ketua DPW PPP Jatim Hafidz Maksoem mengatakan berdasarkan laporan, banyak yang mendukung Hamzah Haz. Misalnya, Sumut yang merupakan wilayahnya Bachtiar Chamsyah, ternyata 19 dari 20 DPC PPP mendukung Hamzah Haz.

"Jadi kalau orang lain (pendukung Bachtiar) mengklaim suaranya lebih besar, itu biasa. Buktikan saja bagaimana kenyataannya," katanya. Ia juga mengatakan pencalonan Hamzah Haz bukan karena ia berasal dari NU, namun ia adalah kader terbaik PPP di Pesantren Daru Maarif Cipete, Jakarta, Senin.

Mereka datang untuk melaporkan masalah muktamar dan minta restu dari mantan Ketua MPRS itu. Dalan pertemuan itu tidak ada sama sekali upaya untuk meminta dukungan dari ketua pertama PPP itu terhadap calon ketua umum PPP 2003-2008.

"Dan beliau juga tidak akan memihak ke mana-mana," ujar Zarkasih Noer yang turut dalam acara tersebut.

Kepemimpinan Hamzah lemah

Kinerja kepemimpinan dan kepengurusan PPP era Ketua Umum Hamzah Haz paling lemah, dibandingkan periode sebelumnya, meskipun telah menjadi Wakil Presiden, dan hal itu merupakan momentum untuk melakukan perubahan pada Muktamar V PPP, 20-24 Mei 2003.

"Ternyata tidak signifikan hubungan antara Hamzah Haz yang juga Wapres dengan konsolidasi organisasi," kata anggota Litbang DPP PPP Usamah Hisyam di Jakarta, Minggu.

Ia membeberkan data bahwa perolehan kursi pada Pemilu 1999 di era kepemimpinan Hamzah Haz merupakan yang terburuk, yakni hanya meraih 58 kursi di DPR-RI. Pemilu 1977, 99 kursi, Pemilu 1982, 94 kursi, Pemilu 1987, 61 kursi, Pemilu 1992 62 kursi, dan Pemilu 1997, 89 kursi.

Pada kepengurusan Hamzah Haz juga timbul perpecahan, KH Zainuddin MZ dan kelompoknya mendirikan PPP Reformasi, sebelum kemudian berganti nama menjadi Partai Bintang Reformasi. Ini merupakan sebagian dari beberapa kelemahan dari kepemimpinan Hamzah dalam PPP

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PPP DKI Jakarta HA Chudlary Syafii Hadzami mengatakan bahwa pihaknya mendukung kepemimpinan Hamzah Haz untuk periode 2003-2008.

"Dengan posisinya sebagai Wapres yang sangat strategis saat ini, membuat PPP masih memerlukan kepemimpinannya," kata Chudlary. Ia berharap peserta muktamar masih memilih Hamzah Haz sebagai pemimpin.

Mengenai konflik internal yang terjadi di PPP, menurut Chudlary, hal itu merupakan dinamika yang demokrasi dan tidak sampai mengganggu organisasi secara keseluruhan.

Ketika dikonfirmasi mengenai usia Hamzah Haz yang telah mencapai 63 tahun, yang tergolong sudah tua untuk memimpin PPP di tengah tantangan yang semakin berat menghadapi Pemilu 2004, Chudlary menegaskan bahwa figur yang tua tepat untuk memimpin partai karena kaya akan pengalaman.

"Hamzah Haz masih dibutuhkan, mungkin 30 persen dari kalangan tua dan 70 persen lainnya dari kalangan muda," katanya.

Dalam hitung-hitungan di atas kertas versi Forum Silaturahmi Sukses Muktamar V PPP, Hamzah didukung oleh 23 dari 30 DPW PPP dan 308 dari 400 DPC PPP seluruh Indonesia.(rol/mkf)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam Haedar Nashir

Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi