Jumat, 29 Desember 2017

Menikmati Irama Dzikir Peziarah

Setiap hari Jum’at-Ahad atau hari libur tanggal merah, suasana makam wali selalu dipenuhi oleh para peziarah dari penjuru kota di Indonesia. Bahkan bila datang bersamaan, tempat makam wali-wali itu hampir tidak muat menampung peziarah yang berombongan. 

Begitu pula halnya makam Syech Ja’far Shodiq (Sunan Kudus) dan Raden Umar Said (Sunan Muria) selalu penuh sesak hingga harus ada yang menunggu di luar area makam. Suasana demikian tampak saat Haedar Nashir berziarah ke makam Sunaan Kudus, Jum’at malam (24/5).

Ketika Haedar Nashir baru masuk, ruangan makam sudah dipenuhi para peziarah. Dilihat dari logat bahasanya , mereka berasal dari beberapa daerah diantaranya Tasik, Pekalongan dan daerah Jawa timuran.

Menikmati Irama Dzikir Peziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menikmati Irama Dzikir Peziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menikmati Irama Dzikir Peziarah

Tanpa menggunakan pengeras suara, mereka (peziarah) membaca  tahlilan, ada yang membaca Yasin dan berdo’a bersama dengan nada suara keras. Bagi yang rombongan, tahlilan dilakukan berjamaah dengan dipimpin seorang imam /kyai.

Saat Tahlilan sudah mulai berdzikir, terasa keindahan irama masing-masing rombongan yang  duduknya bersebelahan di ruangan makam Sunan Kudus.  Dzikir yang dilafadzkan intonasi iramanya berbeda-beda yang dibarengi kekhusukan geleng kepala kekanan dan kekiri.

Disatu  rombongan melafadzkan dengan intonasi ditekan dan putus putus seperti "Laa..ilaaha illallah", begitu pula rombongan lainnya bernada datar menggunakan irama seperti nyanyian. Yang jelas, dari beberapa rombongan yang dalam satu ruangan makam itu sangat berbeda-beda.

Haedar Nashir

Mendengar irama dzikir demikian, Haedar Nashir jadi teringat mauidhah hasanah Rois Am jamiyah Thariqoh al Mu’tabarah An nahdliyyah (Jatman) Habib Lutfiy bin Yahya. Dalam berbagai pengajian, Habib asal pekalongan ini selalu menegaskan suasana makam walisongo merupakan cermin keindahan dari keberagamaan dan perbedaan ummat.

“Meski satu duduk bersebelahan dalam satu ruangangan  dengan  melafadzkan kalimat yang sama (dzikir) namun  iramanya berbeda,  tidak terjadi gesekan dan pergunjingan padahal mereka berasal dari daerah yang berbeda-beda pula. Inilah pelajaran yang berharga  dari indahnya kehidupan berbangsa dan beragama,”kata Habib Lutfiy suatu ketika dalam acara pengajain umum di Kudus.

Haedar Nashir

Disamping itu, Walisongo ini memang mampu membawa keberkahan  segala aspek kehidupan mulai ekonomi, persaudaran dan kebersamaan. “Walisongo atau ulama yang sudah wafat memberkahi yang orang yang hidup,” tambah Habib singkat.

Dari apa yang disampaikan Habib ini memang benar. Bukan saja keberkahannya dalam berziarah tetapi dari irama dzikir para peziarah di makam sudah terasa keindahannya. Ketika kita di ruangan makam, terasa ada ketenangan dan keindahan meski penuh kebisingan irama dzikir para peziarah. (Qomarul Adib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Sunnah, Ubudiyah Haedar Nashir

Kaum Sarungan Jadi Pelopor Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Pamekasan, Haedar Nashir. Geliat Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Jawa Timur di berbagai kabupaten/kota, menjadi indikasi kuat bahwa kebangkitan ekonomi Indonesia ke depan bakal dipelopori kaum sarungan. Apalagi, omzet BMTNU beserta labanya terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Kaum Sarungan Jadi Pelopor Kebangkitan Ekonomi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaum Sarungan Jadi Pelopor Kebangkitan Ekonomi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaum Sarungan Jadi Pelopor Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Hal demikian diakui Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Pamekasan, Jhon Yulianto, saat dihubungi Haedar Nashir melalui saluran telepon genggamnya, Senin (16/1).

Jhon mengaku heran hingga kini BMTNU tetap bertahan dan meningkat pesat. Kata Jhon, mungkin itu berkah dari perjuangan para kiai dan warga Nahdliyin yang komitmen menjauhi riba.

"Koperasi di pemerintahan tidak mengalami kemajuan secepat BMTNU. Padahal, sifatnya wajib; cukup motong gaji pegawai," terangnya.

Haedar Nashir

Pihaknya yakin BMTNU akan menjadi satu-satunya koperasi yang terus berjuang dalam kemaslahatan umat. Pihaknya menyambut baik dan akan belajar kepada BMTNU terkait bagaimana koperasi konvensional menjadi berbasis syariah.

"Kita ketahui bahwa Islam anti kemiskinan. Dan NU mampu mengongkretkan spirit itu melalui BMTNU-nya yang tersebar di mana-mana serta menyentuh hingga lapisan terbawah masyarakat," tukasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pesantren, IMNU, Nasional Haedar Nashir

Haedar Nashir

Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen

Jakarta, Haedar Nashir - Sedikitnya 100 ibu-ibu anggota Muslimat NU Jakarta Utara menjadi peserta kegiatan bertajuk Penyuluhan Konsumen Cerdas di Kantor MUI Jakarta Utara, Selasa (28/2) lalu.

Acara ini terselengara atas kerja sama Muslimat NU Jakarta Utara dan Kementerian Perdagangan RI. Forum ini menghadirkan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Diah Palupi yang berbicara perihal pentingnya mutu produk terhadap keamanan konsumen dan praktisi perlindungan konsumen Jakarta Aman Sinaga dengan materi peranan badan penyelesaian sengketa konsumen.

Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen

Selain itu, Ketua PP Muslimat NU Hj Siti Aniroh SEY juga hadir dan menyajikan materi Perlindungan Konsumen Perspektif Hukum Islam.

Aniroh menegaskan pentingnya Muslimat NU melakukan peningkatan perlindungan kepada konsumen serta mengupayakan tersedianya makanan yang sehat.

Haedar Nashir

“Untuk mewujudkan masyarakat sejahtera dan berkualitas perlu dijiwai ajaran Islam Ahlusunnah wal Jama’ah termasuk dalam penyediaan makanan yang dikonsumsi keluarga,” kata Aniroh.

Sekretaris Muslimat NU DKI Jakarta Yayah Ruchyati menyampaikan pada Kamis (3/2), acara tersebut sangat penting untuk menggerakkan peran Muslimat NU DKI Jakarta dalam memberikan pemahaman betapa perlunya perlindungan bagi konsumen.

Haedar Nashir

“Agar anggota Muslimat bisa menyampaikan pengetahuan mengenai pentingnya pengertian serta pemahaman hukum Undang-undang perlindungan konsumen,” ujar Yayah. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan Haedar Nashir

Bumikan Al-Qur’an, Ma’had Ibnu Katsir Luncurkan Gemma

Jember, Haedar Nashir. Tuntutan layanan Al-Qur’an dari masyarakat yang semakin tinggi, mendorong Ma’had Tahfidz Qur’an Ibnu Katsir Jember meluncurkan program Gerakan Mencintai dan Memuliakan Al-Qur’an (Gemma).

Bumikan Al-Qur’an, Ma’had Ibnu Katsir Luncurkan Gemma (Sumber Gambar : Nu Online)
Bumikan Al-Qur’an, Ma’had Ibnu Katsir Luncurkan Gemma (Sumber Gambar : Nu Online)

Bumikan Al-Qur’an, Ma’had Ibnu Katsir Luncurkan Gemma

Peresmian peluncuran program tersebut dilakukan oleh penasehat Ma’had yang juga Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Imam Suprayogo di aula Soenarjo, kantor Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka), Jl. PB. Sudirman, Jember, Ahad (10/3) lalu.?

Menurut Imam, pelayanan sekaligus pembumian Al-Qur’an saat ini sudah begitu mendesak. Sebab, “Al-Qur’an mempunyai jawaban terhadap segala problematika masyarakat,” ujarnya.

Haedar Nashir

Imam menambahkan, Al-Qur’an merupakan solusi dari pesoalan bangsa. Sebab, di dalam Alquran sudah ada jawaban dari persoalan apapun yang melanda manusia. ? Dikatakan Imam, dirinya pernah ditanya Menteri Agama soal apa yang harus dilakukan Kemenag dengan mahasiswa.

Haedar Nashir

“Saya sampaikan bahwa mahasiswa harus dekat dengan tiga hal; dekat dengan Al-Quran, masjid dan ulama atau cendekiawan,” katanya seraya menegaskan bahwa mahasiswa yang seperti itu akan memantik sukses.

Sementara itu, Direktur ? Ma’had Tahfidz Quran Ibnu Katsir Jember, Abu Hasanuddin menyatakan bahwa peluncuran Gemma dilatarbelakangi oleh keinginan memenuhi kebutuhan layanan Alquran dari masyarakat. Sebab, masyarakat Jember, masih banyak yang tidak tahu baca tulis Alquran, dan mereka menutut pihaknya untuk menyediakan jasa bimbingan membaca Alquran.?

“Sebagaimana kita tahu pesantren ini memfokuskan pada santri yang ingin menghafal Al-Qur’an, dan mereka rata-rata mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jember. Nah, yang butuh bimbingan Alquran, bukan hanya santri tapi juga masyarakat. Untuk itulah kita buat Gemma,” tutur Ust. Abu Hasanuddin kepada Haedar Nashir.

Dalam kesempatan itu, sejumlah tokoh hadir, di antaranya adalah Rektor STAIN Jember, Prof. Babun Suharto, Muh. Thamrin (tokoh NU), Asiten II Pemab Jember, Slamet Oerip Santoso, Direktris RS. Bina Sehat, Faida dan ratusan undangan.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Kajian Haedar Nashir

Kamis, 28 Desember 2017

Bahaya Dosa Kecil Menurut Ibnu Athaillah

Banyak dari kita membedakan dosa kecil dan dosa besar. Kita cenderung berani menerjang dosa kecil dengan anggapan bahwa sanksi atau siksa yang akan kita terima masih dalam jangkauan kesanggupan kita menanggungnya. Bisa jadi kita keliru karena kita tidak akan pernah tahu apakah siksa atas dosa kecil itu juga ringan?

Perihal ini, Syekh Ibnu Athaillah mengatakan,

Bahaya Dosa Kecil Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahaya Dosa Kecil Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahaya Dosa Kecil Menurut Ibnu Athaillah

? ? ? ? ?

Haedar Nashir

Artinya, “Tak ada dosa kecil ketika kau dihadapkan pada keadilan-Nya.”

Haedar Nashir

Syekh Zarruq menyarankan agar kita tidak melihat seberapa kecil dan seberapa besar dosa yang kita lakukan. Yang harus kita perhatikan, menurutnya, adalah keadilan dan kemurahan Allah. Kedunya ini yang menentukan besar-kecilnya dosa yang kita lakukan.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?"

Artinya, “Menurut saya, perhatikanlah keadilan dan kemurahan-Nya, bukan kesalahan dan aibmu baik itu dosa kecil maupun dosa besar. Sesuai dengan (prinsip) ini, tak boleh cenderung (menganggap kecil atau besar dosa) karena kita tidak tahu akan disambut (dengan kemurahan-Nya) atau dihadapkan (pada keadilan-Nya). Yahya bin Muadz RA mengatakan, ‘Jika kemurahan Allah menyelimuti mereka, maka tak satupun kesalahan mereka tersisa. Tetapi jika keadilan-Nya tegak di hadapan mereka, maka tak satupun kebaikan mereka yang tinggal,’” (Lihat Syekh Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 64).

Syekh Ibrahim Al-Aqshara’i As-Syadzili menyebutkan bahwa dosa kecil yang dimaksud tidak selalu pelanggaran menurut syar‘i. Dosa kecil bisa saja berupa kebaikan-kebaikan tingkat terendah, antara lain ibadah yang dilakukan karena mengharap surga atau ibadah yang dilakukan untuk mengharapkan imbalan duniawi baik harta, pangkat, pengaruh, dan lain sebagainya.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut saya, tidak ada yang disebut dosa kecil–baik itu menurut ketentuan syar‘i maupun secara kualifikasi, yaitu ibadah mengharap surga di mana ibadah ini adalah sebuah kebaikan bagi kalangan abrar, tapi kesalahan bagi kalangan muqarrabin karena ibadah harusnya tulus hanya karena Allah–melainkan dosa kecil itu berkualitas besar bila kamu dihadapkan pada keadilan-Nya sebab interogasi saat hisab sesuai sabda Rasulullah SAW, ‘Siapa saja yang diinterogasi di saat hisab, maka ia tersiksa.’ (Dosa kecil itu berkualitas besar) sebab penantian siksa, bukan tujuan menikmati percakapan dengan-Nya, sebab penghinaan melalui siksa, atau sebab pengusiran dan penutupan (hijab) sebagai balasan atas dosa kecil itu sesuai kadarnya bagi para pelaku karena keagungan Allah ta‘ala untuk didurhakai dengan dosa kecil, sebanding, atau dosa yang lebih kecil lagi. Apalagi dosa yang lebih besar dari itu; dan karena kebaikan-Nya di tengah kedurhakaanmu,” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Aqshara’i As-Syadzili, Ihkamul Hikam, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, cetakan I, 2008 M/1429 H, halaman 54).

Dengan kata lain, kita tidak boleh merasa aman atau mengecilkan dosa kecil. Dosa kecil yang tampaknya ringan bisa jadi berkonsekuensi besar. Contohnya antara lain buang air kecil tanpa istinja sebagaimana diceritakan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah sabdanya. Allah SWT juga mengingatkan bahwa selain memiliki kemurahan, Allah juga memiliki keadilan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sungguh, Tuhanmu memiliki ampunan bagi manusia atas kelaliman mereka. sungguh, Tuhamu mahakeras siksa-Nya,” (Surat Ar-Ra’du ayat 6).

Mengingat keadilan-Nya, kita sebaiknya tidak membeda-bedakan dosa kecil dan dosa besar. Kecuali itu, kita juga seyogianya lebih sering bermunajat kepada Allah untuk mengharapkan kemurahan-Nya. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah, AlaSantri Haedar Nashir

Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi

Jakarta, Haedar Nashir

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mendukung upaya Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang berencana membentuk Pusat Arbitrase dan Mediasi Indonesia (PAMI).

Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi

 

“Pada prinsipnya pemerintah memberikan dukungan kepada Apindo mau membentuk lembaga arbitrase dan mediasi Indonesia. Ya, silahkan saja, akan tetapi harus sesuai peraturan perundang-undangan,” kata Menaker Hanifsaat menerima audiensi Apindo, Jumat (22/9/2017).

Haedar Nashir

Menaker Hanif berharap nantinya keberadaan PAMI ini dapat membantu kinerja Kemnaker dalam menjaga hubungan industrial yang baik antara pekerja/buruh dan pengusaha.

Haedar Nashir

 

"Inisiasi pembentukan lembaga ini datang dari Apindo. Kami hanya bersifat mendukung saja. Tentunya ini hal yang bagus. Saya harap PAMI bisa membantu Kemnaker dalam menjalankan tugasnya yang dalam hal ini adalah hubungan industrial," katanya.





Menurutnya pengusaha atau buruh, pokoknya siapa saja yang mempunyai masalah hubungan industrial nantinya bisa minta bantuan ke PAMI. "Penyelesaian sengketa melalui mekanisme Arbitrase saya harap akan lebih efisien sehingga mampu meningkatkan produktivitas pelaku usaha,” kata Menaker.

 

Hanif mengingatkan semua pihak harus berkepentingan terhadap peningkatan daya saing. "Kalangan pengusaha dan dunia industri serta Serikat pekerja/serikat buruh juga harus mendukung dan bertanggung jawab peningkatan kompetensi dan  daya saing anggotanya," kata Hanif.

 

Dalam Audiensi tersebut, Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani mengharapkan Menaker Hanif berkenan hadir dan memberikan keynote speech dalam peresmian PAMI.

"Saat ini, PAMI belum secara resmi diluncurkan. Direncanakan launching akan dilaksanakan pada tanggal 28 September 2017 di Jakarta," kata Hariyadi.





Nantinya,  kata Hariyadi, PAMI akan berfungsi untuk membantu pihak-pihak yang berselisih atau yang mempunyai masalah hubungan industrial supaya lebih mudah masuk ke proses-proses penyelesaian. (Red. Kendi Setiawan).  

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Lomba Haedar Nashir

Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin

Padang Pariaman, Haedar Nashir. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi dijadwalkan menjadi penceramah utama pada peringatan  Maulud Nabi Muhammad saw, Ahad, (18/1) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kecamatan VIan  Lingkungan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat bertajuk ‘silaturrahmi ideologi dan keilmuan ulama Ahlussunnah Waljamaah di Padang Pariaman’.



Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin

Demikian diungkapkan oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Idarussalam pada rapat persiapan panitia, Senin, (12/1) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin. Rapat dihadiri Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Padang Pariaman Abdul Hadi, Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Almuhdil Karim Tuanku Bagindo, Kepala Sekretariat Asyraful Anam Tuanku Bagindo Batuah, dan majelis guru.

Menurut Idarussalam, kehadiran mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi ini sudah dipersiapkan secara matang. Untuk itu,  lanjutnya, kehadiran Kiai Hasyim bakal dihadiri ribuan jamaah dan tokoh-tokoh masyarakat. 

Haedar Nashir

"Kita ingin kehadiran KH Hasyim Muzadi ini benar-benar dapat menjadi siraman rohani bagi jamaah yang hadir. Banyak informasi terkini dari perkembangan Islam yang ingin kita dengar dari Kiai Hasyim," kata Idarussalam yang juga Kepala BKD Padang Pariaman ini.

Haedar Nashir

Sementara itu, Ketua PC Nahdlatul Ulama Padang Pariaman Abdul Hadi menambahkan, kehadiran KH Hasyim Muzadi ke Ponpes Nurul Yaqin ini merupakan kesempatan baik bagi warga Ahlussunnah Waljamaah di Padangpariaman untuk mendengar langsung berbagai persoalan penting paham Ahlussunnah Waljamaah di tanah air dan dunia.

"Untuk itu, kami mengajak masyarakat Ahlussunnah Waljamaah dan umat Islam di Padang Pariaman dapat menghadiri peringatan Maulud Nabi Muhammad saw dan mendengarkan tausyiah dari KH Hasyim Muzadi," kata Abdul Hadi. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga Haedar Nashir