Senin, 12 Februari 2018

GP Ansor Pringsewu Siap Jadi Pelopor Pencegahan Terorisme

Pringsewu, Haedar Nashir - GP Ansor Pringsewu tergugah untuk menjadi penggerak dalam mencegah dan menangkal paham Radikalisme yang dapat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Organisasi pemuda NU ini mengambil bentuk pembinaan terhadap pemuda khususnya bagi para kader melalui Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor, Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser, serta Pendidikan Orientasi guna memberikan pemahaman ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

Ketua GP Ansor Pringsewu M Sofyan mengatakan, sebagai organisasi kepemudaan yang berbasis keagamaan GP Ansor diharapkan mampu membina dan mengajak para pemuda untuk lebih memahami ajaran Islam dengan sebaik-baiknya dan lebih cinta terhadap tanah air sehingga tak mudah didoktrin dengan Radikalisme.

GP Ansor Pringsewu Siap Jadi Pelopor Pencegahan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pringsewu Siap Jadi Pelopor Pencegahan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pringsewu Siap Jadi Pelopor Pencegahan Terorisme

"Kami sudah lama melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air, karena melalui rasa cinta tanah air inilah para pemuda akan bisa terhindar dari paham Radikalisme yang berujung pada tindakan teror. Bahkan PKD dan Diklatsar ini merupakan kegiatan wajib yang dilaksanakan dua kali dalam satu tahun," tutur Sofyan.

Haedar Nashir

Menurutnya, sebagian orang mungkin masih banyak belum tahu mengenai materi yang diberikan kepada para pemuda ketika mengikuti kegiatan ini. Tak hanya kegiatan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air, tetapi lebih dari itu; olah fisik bela diri, bela agama dan bela negara, pemahaman ajaran agama, kepedulian sosial dan toleransi serta kecakapan dalam menghadapi berbagai tantangan dan masalah dalam masyarakat.

Semua diberikan sebagai bekal dalam menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah dan NKRI.

Haedar Nashir

Saat dikonfirmasi mengenai aksi lain yang akan dilakukan oleh organisasi di bawah kepemimpinannya ini, M Sofyan menegaskan bahwa GP Ansor Pringsewu akan lebih mengutamakan pendekatan-pendekatan yang bersifat persuasif dalam rangka memberikan pemahaman akan bahaya tindakan teror bagi diri sendiri, masyarakat, agama, bangsa dan negara. (Henudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Berita, Hadits, Santri Haedar Nashir

Minggu, 11 Februari 2018

Foto-Foto Resolusi Jihad Dipamerkan

Surabaya, Haedar Nashir. Foto-foto perjuangan Arek-arek Surabaya dalam "Resolusi Jihad" dipamerkan di Atrium Royal Plaza Kota Surabaya pada 5-11 November 2012.

Ketua Panitia Peringatan Resolusi Jihad GP Ansor Surabaya M. Hasyim Asyari mengatakan foto-foto yang dipamerkan berasal dari museum "Resolusi Jihad" Nahdatul Ulama (NU) di Jl. Bubutan, koleksi keluarga Gus Sholah (KH Sholahudin Wahid) Tebu Ireng Jombang, dan koleksi keluarga alm Hasyim Latif, yang dulu pernah menjadi komandan jihad fisabillah nasional.

Foto-Foto Resolusi Jihad Dipamerkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Foto-Foto Resolusi Jihad Dipamerkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Foto-Foto Resolusi Jihad Dipamerkan

"Tujuan dari pameran ini, adalah untuk meramaikan perayaan Hari Pahlawan di Surabaya dan membuat masyarakat tahu akan adanya keterlibatan warga NU," kata Hasyim saat pembukaan pameran, Senin.

Haedar Nashir

Ketua PC Ansor Surabaya Muhammad Asrori Muslich mengungkapkan, Ansor sebagai badan otonom Nahdatul Ulama (NU) memiliki kewajiban untuk menginformasikan ke masyarakat mengenai "Resolusi Jihad" sebagai spirit perjuangan melawan kolonialisme saat itu.

Haedar Nashir

"Resolusi Jihad NU itu wajib atau fardu ain untuk masuk dalam sejarah kemerdekaan Indonesia," katanya.

Menurut dia, "Resolusi Jihad" NU yang dilahirkan para kiai Jawa-Madura itu wajib diakui sebagai pencetus semangat perlawanan pada masa kemerdekaan.

Pembukaan pameran itu dihadiri putra kandung Pahlawan Nasional dari Surabaya Bung Tomo, Bambang Sulistomo dan keluarga almarhum K.H. Hasyim Latief selaku Komandan Laskar Hizbullah Jombang.

Sekretaris Rais Syuriah PWNU Jatim dr. Mohammad dalam sambutannya meminta agar generasi muda NU wajib menyerukan pencatatan sejarah tentang Resolusi Jihad NU. Selain itu, generasi muda saat ini juga harus berjiwa patriotisme dan nasionalisme.

"Ketika ada tersangka korupsi, hanya sesaat dilupakan, selanjutnya malah bisa mendapat jabatan lagi. Sementara, pahlawan yang melahirkan bangsa ini, justru dilupakan seterusnya. Kita harus selalu mengingat perjuangan itu sehingga kita selalu memiliki semangat kebangsaan yang jelas," ujar Mohammad.

Sementara Bambang Sulistomo mengingatkan bahwa perjuangan bangsa Indonesia harus terus dilestarikan. Menurutnya semangat perjuangan pahlawan itulah yang sudah mulai hilang pada generasi muda. 

"Semoga dengan acara itu, penghargaan kepada para pahlawan mulai tumbuh," kata Bambang.

Redaktur : Mukafi Niam

Sumber   : Antara 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga Haedar Nashir

Ipmafa Ajak Santri Aktif di Gerakan Antikekerasan

Pati, Haedar Nashir - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) bekerja sama dengan Pusat Studi Peace Promotion mengadakan Gebyar Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat? dengan acara Pelatihan Perdamaian bertemakan “Gerakan Pesantren Antikekerasan”.

Acara yang bertempat di auditorium Ipmafa, Jumat (31/3), ini dihadiri Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Sri Naharin, Direktur Pusat Studi Peace Promotion Kamilia Hamidah, serta sekitar 35 santri dari 18 pesantren se-Kecamatan Margoyoso.

Ipmafa Ajak Santri Aktif di Gerakan Antikekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ipmafa Ajak Santri Aktif di Gerakan Antikekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ipmafa Ajak Santri Aktif di Gerakan Antikekerasan

“Kekerasan tanpa kita sadari ada disekitar kita, sehingga penting bagi kita untuk mengelola emosi,” kata Sri Naharin.

Haedar Nashir

Menurutnya, orang yg tergerak untuk peduli dengan hal seperti ini biasanya adalah orang yang setiap harinya itu sudah terdidik untuk ikhlas, yakni santri. Sehingga pelatihan tersebut ia nilai penting dilaksanakan untuk menumbuhkan kepedulian santri dalam melawan kekerasan.? “Menumbuhkan agen-agen yang tergerak untuk melawan kekerasan,” tuturnya.

Selama pelatihan berlangsung peserta diberi pendidikan nilai dasar perdamaian. Antusiasme peserta terlihat dari semangatnya dalam mengikuti pelatihan.

“Pada pelatihan ini kami sampaikan 12 nilai perdamain yang kami kemas dengan model pembelajaran interaktif. Harapannya nanti peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat menjalin hubungan damai baik dengan diri sendiri maupun orang lain, telebih dapat meminimalisir gesekan yang menimbulkan tindak kekerasan,” ujar Maya Kholida, salah satu dari 8 pelatih Peace Promotion.? (Khoirun Niam/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Kyai, IMNU Haedar Nashir

Nahdlatut Tujjar Jadi Spirit Kemajuan BMT NU Jatim

Pamekasan, Haedar Nashir

Kemajuan Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT NU) Jawa Timur (Jatim) yang omzetnya kini Rp127 miliar dari modal awal Rp400 ribu, tidak terlepas dari spirit Nahdlatut Tujjar (kebangkitan ekonomi) yang melekatinya. Spirit tersebut merupakan salah satu dari misi didirikannya NU.

Nahdlatut Tujjar Jadi Spirit Kemajuan BMT NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdlatut Tujjar Jadi Spirit Kemajuan BMT NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdlatut Tujjar Jadi Spirit Kemajuan BMT NU Jatim

Hal tersebut ditegaskan Direktur BMT NU Jawa Timur Mashudi Saat ditemui usai mengisi seminar pengusaha muda yang diselenggarakan Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan, Ahad (5/3). Menurutnya, NU hadir membawa tiga misi: Nahdlatul Wathan, Tafwirul afkar, dan Nahdlatut Tujjar.

Sayangnya, tambah Mashudi, misi yang terakhir kerap terabaikan. Padahal, ketiganya menjadi kesatuan yang tak terpisahkan. Sehingga, tidak boleh ada yang terabaikan salah satunya.

Haedar Nashir

"Agar negeri ini maju, maka minimal 2 persen dari penduduknya adalah pengusaha. Di Indonesia masih 0,32 persen, jauh dari harapan. GP Ansor harus punya semangat berjuang lewat jalur ekonomi," tegasnya.

Mashudi mengetengahkan dua hal yang ditakuti salah satu khalifah Islam, sayyidina Ali. Yakni, kebodohan dan kemiskinan. Untuk kebodohan, saat ini sudah banyak lembaga pendidikan yang menanganinya.

Haedar Nashir

"Sementara? jalur ekonomi, kerap terabaikan. Ini yang mesti disikapi oleh GP Ansor dengan memanfaatkan jejaring organisasi yang cukup tinggi," tegasnya.

Diterangkan, GP Ansor harus punya usaha riil, sehingga menjadi kekuatan yang dapat diacungi jempol. Bergerak di bidang usaha dengan memaksimalkan jejaring yang dimiliki guna menciptakan pengusaha muda, menjadi kemestian tak terbantahkan.

"Jejaring adalah modal utama dalam memulai usaha. Jejaring Ansor yang tinggi, bisa dibilang sudah 70 persen dalam merengkuh kesuksesan sebuah usaha. Tinggal kreativitas ditajamkan. Untuk modal belakangan, karena jejaring dan kreativitas bisa mendatangkan modal," tegasnya.

Peluang ekonomi harus segera diambil. Untuk menangkap peluang itu, kata Mashudi, kita perlu inovasi dan kreativitas.

"Semua bisa kita lakukan asal kita fokus dan yakin usaha kita bisa maju. Fokus dan keyakinan penting diteguhkan sebelum membangun strateginya," tukas Mashudi. (Hairul Anam/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Tegal, Hikmah Haedar Nashir

Sabtu, 10 Februari 2018

"Nglakson Orang Saja Bisa Jadi Amal Saleh"

Pringsewu, Haedar Nashir

Sekretaris Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Adiluwih Pringsewu H Aziz Musyafa mengatakan bahwa hal yang tampak sepele seperti membunyikan klakson kendaraan kepada orang lain saat bertemu termasuk amal saleh.

"Tentu dengan niat menyapa dan memberi salam dengan tidak diniati negatif apalagi pamer," katanya, Ahad (31/1), di depan Jamaah Jihad Pagi (Ngaji Ahad Pagi) yang hadir di Aula Gedung NU Kabupaten Pringsewu.

Nglakson Orang Saja Bisa Jadi Amal Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)
Nglakson Orang Saja Bisa Jadi Amal Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)

"Nglakson Orang Saja Bisa Jadi Amal Saleh"

Menurutnya, amal saleh baik kecil maupun besar kitalah yang akan dibawa sebagai bekal kehidupan abadi setelah berakhirnya kehidupan di dunia. "Semua orang memiliki sesuatu yang dicintai di dunia ini. Namun semua hanya menemani sampai pinggir tanah kubur. Yang akan dibawa dan bisa menghibur serta menjadi lampu kita setelah kehidupan dunia ini adalah amal saleh," tambahnya.

Haedar Nashir

Oleh karena itu, alumni Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur ini mengingatkan agar mengerjakan amalan dunia sebatas kehidupan di dunia. "Kerjakan amal dunia sebatas kita berada di dunia. Kerjakan akhirat sekuat kita dengan menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya. Jangan mengikuti hawa nafsu," jelasnya menerangkan materi pada kitab Ayyuhal Walad karangan Imam Al-Ghazali.

Ia menambahkan bahwa jika kita mengikuti hawa nafsu semata dalam kehidupan, maka bersiap- siaplah untuk mendapatkan penderitaan sekaligus akan membebani kita. "Keinginan adalah sumber penderitaan. Jika kita sedang merasa hawa nafsu sedang merasuki diri kita, segera baca Al-Qur’an Surat An-Najiat 40 dan 41. Mudah-mudahan kita tenang," kata Aziz yang juga Kepala KUA Kecamatan Sungkai Utara Lampung Utara ini.

Haedar Nashir

Hadir pula dalam forum Jihad Pagi tersebut antara lain Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali, Ketua PHBI Kabupaten Pringsewu H Suyadi, Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Provinsi Lampung Ustadz Munawir.

Jihad Pagi merupakan pengajian rutin yang diinisiatori oleh Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi. Pada 22 Februari 2016 mendatang Jihad Pagi akan genap 1 tahun berjalan. Direncanakan akan diadakan kegiatan khusus menyambut 1 tahun Jihad padi sekaligus menyambut rangkaian Hati Lahir NU ke-90. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pemurnian Aqidah Haedar Nashir

Banom NU Subang Perkuat Organisasi dengan Silaturahim

Subang, Haedar Nashir. Keluarga Besar badan otonom Nahdlatul Ulama (banom NU)Kabupaten Subang memperkuat organisasi dengan menggelar silaturahim. Kegiatan tersebut dikemas dengan buka puasa bersama tersebut dilaksanakan di aula kantor Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Jumat(2/8).

Banom NU Subang Perkuat Organisasi dengan Silaturahim (Sumber Gambar : Nu Online)
Banom NU Subang Perkuat Organisasi dengan Silaturahim (Sumber Gambar : Nu Online)

Banom NU Subang Perkuat Organisasi dengan Silaturahim

Banom NU tersebut terdiri dari Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Sarjana NU (ISNU), Fatayat NU, Ikatan Pelajar Putra NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU).

Menurut ketua panitia yang juga sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah Heridinata, mengatakan bahwa kegiatan semacam ini sejatinya dijadikan sebagai sarana mempererat kesatuan yang ada di lingkungan para kader muda NU.

Haedar Nashir

“Kegiatan semacam ini dilakukan untuk menjalin dan mempererat hubungan emosional para kader NU yang tersebar di beberapa banom. Karena, dengan kesatuan ini akan memberikan wahana kebersamaan dalam sebuah gerakan menuju perubahan,” jelas Asep.

Sementara Bupati Subang Ojang Sohandi yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh kader muda NU tersebut merupakan cerminan gairah menuju perubahan.

Haedar Nashir

“Tentu saya sangat mendukung apa yang menjadi agenda anak-anak muda NU ini. Karena, spirit yang dimiliki oleh anak-anak muda akan melahirkan kreativitas yang membangun,” jelas Ojang.

Ojang berharap agar kedepan banom NU di Kabupaten Subang semakin memberikan warna tersendiri untuk memberikan kontribusi positif ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh banom NU Subang ini, dijadikan sebagai pesan moral untuk kemudian bias dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas khususnya di Kabupaten Subang,” harapnya.

Selain diikuti oleh banom NU, hadir juga dalam kegiatan tersebut beberapa tokoh NU dan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Subang. Bertindak sebagai penceramah adalah KH. Samanhudi yang juga sebagai salah seorang dosen di STAI Miftahul Huda Subang.

Redaktur    : Abdullah Alawi

Kontributor: Ade Mahmudin

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam, Sunnah Haedar Nashir

Jumat, 09 Februari 2018

3 Cabang Banser Tagana Evakuasi Korban Longsor di Banjarnegara

Banjarnegara, Haedar Nashir. Banser unit Tanggap Bencana menerjunkan 300 personelnya untuk membantu proses evakuasi pada hari kedua korban tanah longsor di dusun Sijemblung kecamatan Karangkobar kabupaten Banjarnegara. Mereka datang dari Pemalang, Purbalingga, dan Banjarnegara sendiri.

3 Cabang Banser Tagana Evakuasi Korban Longsor di Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)
3 Cabang Banser Tagana Evakuasi Korban Longsor di Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)

3 Cabang Banser Tagana Evakuasi Korban Longsor di Banjarnegara

Mereka bersama para relawan lainnya menemukan 31 korban. Salah seorang kader GP Ansor Herry Budhie berada di lokasi menambahkan, "Di hari pertama ditemukan 18 korban, dan dihari kedua berhasil mengevakuasi 21 korban. Sedangkan Banser tanggap bencana yang turun di lokasi berasal dari Pemalang, Purbalingga, Banjarnegara serta Kolodete Rescue."

Mereka bergerak sesuai arahan dan instruksi dari Kadatkornas Banser Alfa Isnaeni. "Banser sebagai bagian dari masyarakat harus ikut terjun membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan, apalagi ini darurat bencana yang ada korban materi dan nyawa, bahkan mencapai hitungan ratusan. Inilah bentuk tugas, fungsi, dan empati dari Banser."

Haedar Nashir

Unit  Bagana menerjunkan diterjunkan tim yang sudah dipersiapkan untuk membantu tugas Basarnas, BNPB, dan BPBD setempat. Mereka bertugas mengevakuasi, membantu dapur umum, bahkan melayani trauma healing bagi korban selamat.

Haedar Nashir

"Tim yang kami bentuk bekerja bersama posko bersama yang dibuat oleh PCNU Banjarnegara, berbagai unsur yang terdiri dari banom mulai dari IPNU-IPPNU, Fatayat, Muslimat, PMII, Ansor Banser, bekerja bahu-membahu," lanjutnya.

Kaur Kesra desa setempat Yadi mengatakan, pihak desa sangat terbantu atas kehadiran keluarga besar NU di lokasi bencana. Semua ini sangat membantu warga termasuk penyiapan sarana air bersih dan dapur umum. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Kajian Haedar Nashir