Sabtu, 27 Juli 2013

Kapolda Lampung Akan Tindak Jika Pawai HTI Bawa Simbol Anti-NKRI

Bandarlampung, Haedar Nashir



Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI di Kota Bandarlampung, Lampung akan menggelar Masyirah Panji Rasulullah pada Ahad 16 April 2017.?

Kapolda Lampung Irjend Pol Sudjarno menegaskan, pihaknya akan mengambil tindakan jika dalam kegiatan HTI tersebut terdapat bendera atau simbol yang tidak seideologi atau anti-NKRI.

Kapolda Lampung Akan Tindak Jika Pawai HTI Bawa Simbol Anti-NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Lampung Akan Tindak Jika Pawai HTI Bawa Simbol Anti-NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Lampung Akan Tindak Jika Pawai HTI Bawa Simbol Anti-NKRI

"Terima kasih kepada GP Ansor dan Banser serta warga NU yang sudah bersama-sama kami menjaga NKRI," ungkapnya saat menemui Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Lampung beserta jajaran, Rabu (12/4).

Kepolisian berharap agar semua elemen tidak melakukan hal-hal di luar ranahnya. "Saya minta Ansor dan Banser untuk mengajak dulu. Artinya semua masih bisa diakomodir dan diatasi oleh Polda," pintanya dan berharap tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama.?

Ketua PW GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim menegaskan bahwa ormas yang mengusung ideologi khilafah jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila. Jika Ormas ini dibiarkan terus berkembang akan menjadi sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI.

Haedar Nashir

Pawai yang juga dilakukan di beberapa provinsi tersebut, menurutnya, seakan-akan ingin mempertunjukkan power dan menantang elemen yang menjaga NKRI.?

"Jika mereka akan mengadakan kegiatan ya silakan. Tapi jangan ada bendera, jangan ada simbol-simbol," katanya dengan meminta Kepolisian untuk mengawasi dan menghentikan jika di dalamnya ada kegiatan penanaman ideologi yang mengancam NKRI. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Warta, Nasional, Kyai Haedar Nashir

Kamis, 25 Juli 2013

Solusi Mudah Belajar Ilmu Falak !

Judul: Ilmu Falak Praktis (Metode Hisab-Rukyat Praktis dan Solusi Permasalahnya)

Penulis : Ahmad Izzuddin

Penerbit: Pustaka Rizki Putra

Solusi Mudah Belajar Ilmu Falak ! (Sumber Gambar : Nu Online)
Solusi Mudah Belajar Ilmu Falak ! (Sumber Gambar : Nu Online)

Solusi Mudah Belajar Ilmu Falak !

Cetakan: Pertama, Agustus 2012

Tebal: 291 halaman

ISBN: 978-979-9430-77-9

Haedar Nashir

Harga : Rp. 40.000,-

Peresensi: Dito Alif Pratama

Kemanakah kiblat shalat kita, Kapankah awal waktu Shalat, kapankah awal dan akhir Ramadhan, apakah terjadi perbedan, kapankah kita disunnahkan shalat gerhana matahari dan gerhana bulan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah bagian dari pertanyaan dalam kajian ilmu Falak yang kerap memberi kesan di masyarakat bahwa ilmu Falak itu sulit dan rumit.

Haedar Nashir

Saya rasa, pertanyaan semacam itu bukan lagi persoalan yang harus terus dibincang. Dengan semakin majunya tekhnologi dan banyaknya ilmuwan dan pemerhati Falak, ssudah barang tentu akan makin tambah semakin banyak terobosan, langkah serta solusi mudah mempelajari ilmu falak.

Salah satunya adalah buku ini, sebuah buku mahakarya hasil analisis dan pemikiran Ahmad Izzuddin berjudul Ilmu Falak Praktis: Metode Hisab-Rukyat Praktis dan Solusi Permasalahanya, mencoba menepis anggapan ilmu Falak itu sulit dan membingungkan, ia hendak menegaskan kepada masyarakat luas bahwa mempelajari ilmu Falak itu mudah dan harus terus dikembangkan. 

Di awal buku ini ia coba paparkan sekilas tentang pengertian ilmu Falak, dalam pandanganya ilmu Falak adalah ilmu yang mempelajari lintasan benda-benda langit, khususnya bumi, bulan, dan matahari pada orbitnya masing-masing dengan tujuan untuk diketahui posisi benda langit antara satu dengan lainnya, agar dapat diketahui waktu-waktu di permukaan bumi. Sejatinya  ilmu Falak merupakan ilmu penting yang juga harus dikuasai demi memenuhi hajat hidup manusia modern saat ini, khususnya masyarakat Muslim untuk memenuhi hajat ibadah mereka, mulai dari persoalan menghadap arah kiblat, menentukan waktu shalat, awal bulan Qomariyah hingga penentuan awal dan akhir gerhana bulan dan matahari.

Dalam hal menentukan arah kiblat misalnya, ia coba tawarkan cara mudah menentukan arah kiblat secara praktis dan tanpa mengeluarkan banyak biaya, yaitu metodeTongkat istiwa.dengan metode ini, kita cukup dengan hanya meletakkan sebuah tongkat di tanah yang bidang dan terkena sinar matahari, dalam kurun waktu tertentu kita akan bisa menentukan arah kiblat dengan sangat mudah. Tongkat Istiwa pun dapat dikatakan cara yang lebih teliti daripada sebelumnya. Hal ini dikarenakan cara ini menggunakan alam sebagai media untuk menentukan koordinat geografis. (Hlm. 32)

Dalam buku ini, Izzuddin juga coba paparkan beberapa software dan progam penunjang kemudahan belajar dan memahami ilmu Falak, seperti software mudah menetukan arah kiblat dan langkah-langkah menggunakanya, antara lain, Qibla Locator, Google Earth, Mawaqiit, Al-Miiqat, dan sebagainya (Hlm. 74)

Izzuddin yang juga merupakan Doktor ilmu Falak pertama di IAIN Walisongo Semarang hendak menyapa masyarakat luas untuk mau mempelajari ilmu Falak bersama-sama, terlebih agar masyarakat bisa mempunyai pondasi dan ilmu falak yang nantinya menunjang kepribadian mereka untuk semakin bijak ketika dihadapkan dengan persoalan sosial yang terjadi, khususnya dalam menyikapi perbedaan penentuan awal bulan Qomariyah.

Dalam buku ini, Izzuddin coba menawarkan sebuah solusi ampuh guna menyamakan persepsi tersebut. Solusi yang hendak disampaikan adalah bagaimana mengkompomikan dua mazhab besar yang metode nya berbeda, yaitu hisab dan rukyah, dengan kata lain menghisabkan rukyah dan merukyahkan hisab.

Dalam pandanganya, dua metode yakni hisab dan rukyah merupakan dua metode yang saling melengkapi. Metode hisab sebagai prediksi sebelumnya masih berstatus hipotesis verifikatif yang masih memerlukan observasi (rukyah) sehingga kontinyuitas rukyat dengan dibuktikan dengan hasil hisab harus selalu dilakukan setiap akhir bulam Qomariyah sehingga tidak terbatas rukyat pada akhir bulan Sya’ban, akhir bulan Ramadhan, dan akhir bulan Dzulqo’dah. Pada akhirnya, standarisasi ketinggian hilal (irtifa’ul hilal) dapat dihasilkan sebagai hasil kompromi metode hisab dan rukyah secara empiris ilmiah. (Hlm.145)

Semuanya akan bisa terealisasikan manakala didukung dengan sikap lapang dada tiap-tiap ormas, tidak mengedepankan ego golongan dan yang terepenting adalah mau bersatu menyatukan persepsi demi sebuah kebersamaan. 

Ditulis dengan gaya tulisan bahasa yang renyah dan mudah dicerna, Buku ini hendak memberikan pencerahan bagi masyarakat, tidak hanya kaum akademisi tetapi juga masyarakat awam akan solusi mudah mempelajari ilmu Falak. Buku ini layak dibaca oleh masyarakat, terlebih mereka yang ingin mendalami ilmu falak, Agar kedepanya ilmu falak bisa terus dikembang dan dilestarikan.

* Pemerhati Ilmu Falak IAIN Walisongo Semarang

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Berita Haedar Nashir

Soal Kisruh DKI, Kapolda Curhat ke PBNU

Jakarta, Haedar Nashir



Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan, Rabu (16/11) petang, berkunjung ke kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Ia menyampaikan keprihatinan terhadap aksi demo 4 November lalu yang semula damai namun berakhir ricuh pada malam harinya.

Soal Kisruh DKI, Kapolda Curhat ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Kisruh DKI, Kapolda Curhat ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Kisruh DKI, Kapolda Curhat ke PBNU

Ia menjelaskan bagaimana sejumlah oknun pendemo menggunakan bambu runcing dan beberapa alat lainnya untuk melukai polisi. Polisi, katanya, menyadari bahwa ada pihak tertentu yang memang menginginkan aksi demo berujung rusuh. Karenanya, polisi saat itu berusaha hanya bertahan untuk menghindari ketegangan yang kian panas.

"Akhirnya banyak sekali anak buah kami yang menjadi korban," tuturnya di hadapan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Waktum PBNU H Maksum Mahfudz, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, Bendum PBNU H Bina Suhendra, Ketua PBNU Eman Suryaman, dan beberapa pengurus lainnya.

Ia secara khusus juga meminta PBNU untuk mendinginkan suasana menyusul belum tuntasnya polemik soal pernyataan gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok yang berujung demo hingga dua kali di Ibu Kota. Ia berharap tak ada demo susulan.

Haedar Nashir

Kang Said, sapaan akrab KH Said Aqil Siroj, menyambut baik kunjungan Kapolda Mtro Jaya. NU, katanya, sejak awal berkomitmen untuk meredam situasi agar tak berakhir rusuh. "PBNU percayakan kepada proses hukum," tegasnya.

Ia menilai aksi demo susulan sudah di luar persoalan kasus penistaan agama apabila targetnya adalah memaksa polisi untuk menahan Ahok sebagaimana kabar yang ia dengar. Menurutnya, langkah tersebut adalah bentuk tidak menghargai proses hukum.

Haedar Nashir

Sikap PBNU ini juga selaras dengan seruan Kapolda Metro Jaya agar masyarakat tenang dan tidak melakukan tekanan pada proses hukum. "Apalagi kalau terkait (desakan politik kepada, red) petinggi negara, aksi ini berarti sudah inkonstitusional," tambah Iriawan.

Iriawan saat itu didampingi oleh Wakapolda Metro Jaya Brigjend Suntana, Direktur Intelkam PMJ Kombes Merdisyam, Kapolres Metro Jakpus Kombes Dwiyono, dan Korspripim PMJ AKBP Arsal. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pesantren, Pemurnian Aqidah, RMI NU Haedar Nashir

Selasa, 16 Juli 2013

PMII Umaha Kader Mahasiswa Baru Jadi Generasi Inklusif

Pasuruan, Haedar Nashir. Di tengah isu intoleransi di Indonesia tahun 2015 ini, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Maarif Hasyim Latif (Umaha) Sidoarjo mengadakan Mapaba (Masa Kesetiaan Anggota) ke-14 dengan mengangkat tema "Mewujudkan Generasi Intelektualis, Inklusif dan Demokratis".

PMII Umaha Kader Mahasiswa Baru Jadi Generasi Inklusif (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Umaha Kader Mahasiswa Baru Jadi Generasi Inklusif (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Umaha Kader Mahasiswa Baru Jadi Generasi Inklusif

Mapaba kali ini dilaksanakan pada Jumat hingga Ahad, 13-15 November 2015, di Pondok Pesantren Al-Karomah Ketanireng Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Sedikitnya 60 mahasiswa mengikuti masa penerimaan angota baru PMII tersebut.

Selama dua hari, para peserta mendapatkan materi seputar ke-PMII-an, Islam Nusantara (ke-Aswaja-an), nilai dasar pergerakan (NDP), sejarah negara bangsa Indonesia, mahasiswa dan tanggung jawab sosial, serta studi gender.

Haedar Nashir

Ketua komisariat PMII Umaha Doni S Nugroho berharap, kampus yang baru saja resmi menjadi universitas itu dapat menjadi punggawa penting dalam mewujudkan kerukunan antarumat beragama. "Dimulai dengan mengader maba (mahasiswa baru) menjadi agen ‘penular ajaran’ Ahlussunnah wal Jamaah An-nahdliyah dengan Mapaba PMII ke-14 ini, Umaha mampu menjadi punggawa," harap Doni, Senin (16/11).

Haedar Nashir

Ketua PC PMII Sidoarjo Gigin Anggi Zuarinsa mengungkapkan, pihaknya berupaya membantu pengurus komisariat agar 60 orang tersebut tetap utuh hingga menjadi kader di dalam proses PKD (Pelatihan kader dasar) selama 6 bulan ke depan.

"Insya Allah kami akan launching buku kendali pengembangan diri anggota untuk memonitor sejauh mana keyakinan anggota menjadi anggota mutaqid PMII. Penilaian tersebut berdasarkan kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik," ungkap Gigin. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Berita Haedar Nashir

Sabtu, 13 Juli 2013

Kang Said Tinjau Pembangunan Gedung NU Sulsel

Makassar, Haedar Nashir. Selain melantik pengurus NU Makassar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang kerap disebut Kang Said mengunjungi pembangunan pusat kegiatan NU Sulawesi Selatan, Selasa (13/5) siang. Kang Said mengucapkan rasa syukurnya di hadapan jajaran pengurus NU Sulsel atas penyelesaian pembangunan yang sudah mencapai 85%.

Kang Said Tinjau Pembangunan Gedung NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Tinjau Pembangunan Gedung NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Tinjau Pembangunan Gedung NU Sulsel

Didampingi jajaran pengurus NU Sulsel, Kang Said meninjau pembangunan gedung bersama civitas akademika Universitas Islam Makassar (UIM). Ketua panitia pembangunan tidak lain Rektor UIM Ibu Andi Majdah M Zain.

Dalam sambutan Ibu Andi Majdah menjelaskan sejarah berdirinya UIM. Di hadapan Ketua Umum PBNU, Ibu Andi Majdah mengatakan UIM pertama kali dirintis para ulama NU di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali.

Haedar Nashir

“Pada tahun 2011 perguruan ini disahkan dengan status kepemilikannya dipegang NU Sulsel di mana sebelumnya belum secara tertulis milik NU,” kata Ibu Andi Majdah dengan bangga.?

Haedar Nashir

Ia melanjutkan, kemajuan pendidikan NU khususnya perkembangan UIM menjadi kesyukuran tersendiri bagi pengurus Nahdlatul Ulama. “Kami akan mengawal kemajuan UIM untuk menjadinya lebih baik.” (Andi M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga Haedar Nashir

Senin, 08 Juli 2013

Kader PMII ini Bikin Power Bank dari Batu Batrai

Mataram, Haedar Nashir. Salah seorang mahasiswa kreatif yang ada di salah satu perguruan tinggi di Nusa Tenggara? Barat (NTB) adalah Muhammad Nur. Mahasiswa IKIP Mataram semester 6 Jurusan Pendidikan Fisika ini menciptakan sebuah Inovasi baru yakni power bank dari tenaga Batrai.

Mahasiswa kelahiran Sumbawa 21 Maret 1993 dari pasangan Syamsuddin dan Nurmin dari tiga orang bersaudara ini aktif di Organisasi Lendiknal (Lembaga Pendidik Profesional) sebagai ketua umum dan Pergerkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Budi Utomo sebagai ketua kaderisasi Komisariat IKIP Mataram. Ia membuktikan bahwa mahasiswa organisatoris juga mampu berprestasi dalam kreatifitas. ?

Kader PMII ini Bikin Power Bank dari Batu Batrai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII ini Bikin Power Bank dari Batu Batrai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII ini Bikin Power Bank dari Batu Batrai

Berawal dari tugas kuliah yang diberikan salah seorang Dosen di IKIP Mataram, Nur panggilan akrabnya melihat penggunaan Handphone dan gedget yang sangat luar biasa meningkat. Kebanyakan orang hari ini tidak bisa lepas dari yang namanya handphone dan gedget.

Haedar Nashir

Percobaan pertama kemudian dilakukan dengan membuat Catur (Cas Tenaga Surya). Percobaan-percobaan demi percobaan dalam membuat catur ini tetapi kemudian mendapat kendala yakni tenaga yang dihasilkan dari panel surya yang dibuat hanya menghasilkan 2 volt sedangkan dalam pengecasan hp dibutuhkan tenaga sekitar 5 volt.

Gagal bukan berarti menyerah kepada kekalahan melainkan menjadikan itu sebagai referensi untuk percobaan selanjutnya. Mulai dari coba-coba menggantikan tenaga surya dengan tenaga batrai yang kemudian dirangkai dengan rangkaian seri power bank dan itu berhasil dilakukan.

Haedar Nashir

Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan rangkaian ini sangat simpel dan mudah dicari, ditoko elektronik. Alat-alatnya antara lain Dioda 1N001, C L7805 / transistor, Capasitor 16 Volt 100?F, Resistor 100 ohm ½ watt ,Resistor 1 kilo ½ watt, LED, Soket USB, Saklar mini dan? Baterai 9 volt atau 12 volt. Sedangkan bahan yang digunakan adalah Kabel, Papan USB, Gunting / tang potong, Solder dan Timah, sedangkan untuk kasing dibuat dari bekas kartu perdana.

Menurut Nur dana yang dibutuhkan dalam pembuatan power bank ini hanya menghabiskan 15 ribu rupiah sangat ekonomis jika kita bandingkan dengan power bank biasa yang harganya sampai 150 ribuan.

Kelebihan dari power bank yang dibuat dari tenaga batrai ini adalah dapat mengecas HP untuk beberapa kali, Baterai hp tidak akan mengalami drop dengan sumber DC yang kecil, dapat dibuat sendiri tentunya dengan harga yang murah dan baterai dapat diganti dengan mudah. Cocok sekali bagi anda yang berpergian jauh ke gunung hanya membawa batrai yang bisa di ganti-ganti dan hp anda tetap bisa digunakan tentunya.

Dengan inovasi yang dibuat oleh mahasiwa M. Nur ini berhasil menjadi juara dalam lomba Karya Ilmiah diberbagai event. Sekarang dia menjadi tutor di salah satu sekolah Madrasah Aliyah Negeri di Kota Matram hanya untuk mengajarkan anak-anak siswa membuat power bank dari tenaga batrai ini.

Harapannya kepada pemerintah adalah mendapatkan bantuan dalam pengerjaan karyanya. Menurutnya, karyanya ini masih banyak kekurangan yang harus disempurnakan lagi untuk kedepannya dan berkeinginan untuk diproduksi masal sehingga pemanfaatan energi yang seperti ini bisa dilakukan sehingga bisa menghemat energi listrik.

Yas Arman Prayatna, sekertaris bidang kaderisasi PC PMII Mataram, mahasiswa akhir IKIP Mataram

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu, AlaSantri Haedar Nashir

Jumat, 28 Juni 2013

Acara Nariyahan Sudah Mulai Digelar di Pesantren Kiai Said

Jakarta, Haedar Nashir. Lembaga Takmir Masjid-PBNU menggelar acara Shalawat Nariyah dan Pelatihan Takmir Masjid se-Jakarta Selatan angkatan ke-1 bersama Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj.

Acara Nariyahan Sudah Mulai Digelar di Pesantren Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)
Acara Nariyahan Sudah Mulai Digelar di Pesantren Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)

Acara Nariyahan Sudah Mulai Digelar di Pesantren Kiai Said

?

Acara yang bertempat di PP Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan yang diasuh oleh Kiai Said Aqil Siroj ini selain diikuti oleh puluhan ta’mir masjid dari Kecamatan Jagakarsa, juga dihadiri oleh utusan LTM PCNU Kab. Bogor, LTM PCNU Kab. Tegal, dan puluhan ta’mir masjid dari Kota Tangerang.

Rangkaian acara ini diawali dengan pembacaan Shalawat Nariyah sebanyak 5 paket di mana satu paketnya sebanyak 4444 kali shalawat.

Haedar Nashir

“Shalawat Nariyah memiliki banyak faedah. Jika membaca shalawat ini maka apa yang dicita-citakan akan terkabul secara cepat, juga bermanfaat sebagai tolak bala,” kata Kiai Said Aqil seusia pembacaan shalawat.

Selepas pembacaan shalawat, acara langsung dilanjutkaan dengan Pelatihan. Hadir dalam pelatihan ini KH Abdul Manan A. Ghani (Ketua PBNU Bidang Masjid dan Dakwah), H Mansur Syaerozi (Ketua LTM PBNU), KH. Sholeh Qosim (Wakil Ketua LTM PBNU), dan Ustadz Iwan, seorang muharrik masjid dari Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor.

Kiai Manan menegaskan betapa pentingnya masjid dalam sejarah Islam. “Islam lahir dari masjid dan dikembangkan melalui masjid,” jelasnya.?

Haedar Nashir

“Masjid merupakan pusat pergerakan dan penyebaran agama Islam. Dimulai dari Masjid Quba, lalu Masjid Nabawi, dan seterusnya,” imbuh Kiai Manan.

Sementara itu H Mansur menjelaskan perihal pentingnya masjid untuk beroperasi secara mandiri. Melalui tema Membangun Kemandirian Keuangan Masjid, Mansur menyatakan bahwa peredaran uang terbesar ada di masyarakat.?

“Untuk menjalankan roda pemerintahan, negara menyusun APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara). APBN tidak lain diperoleh dari rakyat, minta ke masyarakat, melalui pajak dan cukai,” jelas Mansur.

“Oleh karena itu, ta’mir masjid harus mendekati masyarakat, mendekati jamaahnya, tidak lain dengan program-program yang mereka butuhkan,” tambahnya.

Setelah itu Mansur menjelaskan strategi pendapatan masjid melalui Gismas (Gerakan Infak Sedekah Memakmurkan Masjid dan Masyarakat).

Penjelasan Mansur dilanjutkan oleh Ustadz Iwan yang memberikan testimoni proses perjuangan bagaimana menggerakkan Gismas di Kecamatan Tenjo.

“Ada ustadz yang tidak setuju, ada yang menuduh uangnya akan saya ambil, ada yang marah lalu meremas kaleng Gismas sampai peot dan membantingnya ke tanah di hadapan saya,” papar Ustadz Iwan.

“Saya tidak marah. Saya hanya menanggapinya dengan pertanyaan detail ada berapa fakir miskin dan yatim piatu di daerah situ, dan apakah sudah ada jalan untuk membantunya,” tambahnya.

“Dari situ biasanya mereka mulai terbuka,” imbuhnya.

Acara pelatihan ini dilanjutkan dengan tanya jawab dan masukan-masukan yang sangat bermanfaat bagi pengembangan kemasjidan.

Acara ini ditutup langsung oleh Ketua Umum PBNU. Disampaikan oleh Kiai Said dalam sesi penutupan bahwa pembacaan Shalawat Nariyah sudah mencapai lebih dari satu milyar dari target yang direncanakan.

“Sepuluh persen saja yang ikhlas, dan yang dikabulkan, itu sudah mampu menyelamatkan kita dan membawa keberkahan bagi Indonesia,” tutup Kiai Said yang kemudian dilanjutkan doa dan salam-salaman yang diiringi Shalawat Badar. Red: Mukafi Niam ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta, Pertandingan, Santri Haedar Nashir