Minggu, 29 November 2015

Ahmadinejad Tolak Batas Waktu Nuklir PBB

Teheran, Haedar Nashir

Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad menolak batas waktu PBB yang membayang bagi Iran untuk menangguhkan pengayaan uranium, dan mengatakan tidak akan menghentikan aktivitas nuklir yang sensitif sebagai prasyarat bagi pembicaraan.

"Kami setuju dialog. Namun agar supaya kami berbicara mereka menerapkan syarat yang akan mencabut kami dari hak kami," Ahmadinejad mengatakan dalam satu rapat umum di Rasht, ibukota provinsi Gilan, Iran utara, Selasa (20/2).

Ahmadinejad Tolak Batas Waktu Nuklir PBB (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmadinejad Tolak Batas Waktu Nuklir PBB (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmadinejad Tolak Batas Waktu Nuklir PBB

Komentarnya itu tiba sebelum habis berlakunya batas waktu Dewan Keamanan PBB bagi Iran untuk menghentikan pekerjaan pengayaan uranium yang sensitif dan juga laporan pengawas PBB Jumat mengenai pemenuhannya pada tuntutann tersebut.

"Kami katakan pada mereka (Barat), bagaimana dapat pabrik kekayaan anda terus bekerja ketika anda minta penangguhan kegiatan kami?," katanya dalam pidato yang disiarkan di televisi pemerintah.

Ahmadinejad mengatakan pada kerumunan ribuan orang itu, satu-satunya skenario tempat Iran dapat menghentikan pengayaan tersebut adalah jika kekuatan nuklir lainnya menangguhkah pengayaan mereka sendiri.

"Jika mereka mengatakan bahwa pabrik produksi nuklir kami dan putaran bahan bakarnya harus ditutup, ini tidak masalah. Namun keadilan mengharuskan bahwa mereka yang ingin berunding harus menghentikan putaran bahan bakar nuklir mereka sendiri," katanya.

Haedar Nashir

"Hari yang mana rakyat Iran dapat menggunakan bahan bakar nuklir dan putaran produksinya penuh dalam pertanian, kedokteran dan bidang lainnya, akan menjadi satu langkah besar dalam kehidupan rakyat Iran," Ahmadinejad menambahkan.

"Jika mereka mengira mereka dapat menciptakan pembagian di antara rakyat Iran dengan gertakan, upaya dan rencana mereka, mereka akan tahu mereka 100 persen salah. Rakyat Iran telah bertahan keras dan akan mempertahankan hak nuklir mereka hingga akhir."(ant/afp/dar)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Cerita, Internasional, Olahraga Haedar Nashir

Senin, 16 November 2015

Cerita Yenny Wahid tentang NU dan Muhammadiyah

Jakarta, Haedar Nashir. Direktur The Wahid Institute Yenny Wahid mengakui, antara NU dan Muhammadiyah ada sedikit perbedaan dalam beberapa hal yang sifatnya cabang agama, bukan inti agama itu sendiri. Dulu, perbedaan-perbedaan tersebut menjadikan pengikut kedua ormas tersebut menjadi tegang dan ada jarak.

Namun menurut Yenny, perbedaan-perbedaan tersebut luntur dan tidak menjadi persoalan lagi seiring dengan perkembangan zaman. Bahkan, kedua pengikut ormas tersebut sudah tidak mempermasalahkan lagi apakah Shalat Subuh memakai doa qunut atau tidak dan perdebatan apakah jumlah rakaat Shalat Terawih sebelas atau dua puluh tiga.

Cerita Yenny Wahid tentang NU dan Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Yenny Wahid tentang NU dan Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Yenny Wahid tentang NU dan Muhammadiyah

“Lha mereka tidak Shalat Tarawih. Jadi, apa yang diperdebatkan,” kata Yenny disambut derai tawa peserta saat ia menjadi narasumber dalam acara diskusi publik dengan tema Merawat Pemikiran Guru-guru Bangsa yang diselenggarakan oleh Universitas Paramadina dan Nurcholish Madjid Society di Jakarta, Rabu (12) sore.

Lebih jauh, Yenny menceritakan tingkah lucu Katib ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf dan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’thi saat menghadiri acara di Denmark.

“Yang paling saya nikmati adalah interaksi antara NU yang dalam hal ini diwakili oleh KH Yahya Cholil Staquf dan Pak Mu’thi. Pak Mu’thi mengirimkan postingan di grup WA dengan kaos bertuliskan sudah berisitri jangan digoda kecuali mau jadi yang kedua,” katanya diikuti tawa peserta diskusi.

Haedar Nashir

“Langsung dibalas sama Pak Cholil Yahya Tsaquf. Postingan seseorang pakai kaos tulisannya rela dimadu asal kamu rela diracun,” lanjut Yenny kemudian disambut gelak tawa peserta.?

Haedar Nashir

Dari kejadian tersebut, ia menyimpulkan bahwa hubungan antara NU dan Muhammadiyah itu sudah cair dan tidak tegang lagi. “Ini menggambar betul NU dan Muhammadiyah ya seperti ini,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Fragmen Haedar Nashir

Minggu, 15 November 2015

Mahasiswa Pesantren Annuqayah Juara Umum Pekan Arabi 2015

Sumenep, Haedar Nashir. Hari Santri menjadi berkah tersendiri bagi para santri pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. Pasalnya, di Hari Sanstri ini kafilah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) keluar sebagai juara umum dalam acara Pekan Arabi 2015 di Universitas Negeri Malang.

"Alhamdulillah berkat doa dan dukungan segenap Masyayikh Annuqayah, dewan guru/dosen, sahabat, dan semua tanpa terkecuali, malam ini 22 Oktober 2015 (bertepatan dengan hari santri), kami Kafilah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah telah dinobatkan sebagai Juara Umum dalam acara Pekan Arabi 2015," terang salah satu juara dari Annuqayah Musyfiqur Rahman.

Mahasiswa Pesantren Annuqayah Juara Umum Pekan Arabi 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Pesantren Annuqayah Juara Umum Pekan Arabi 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Pesantren Annuqayah Juara Umum Pekan Arabi 2015

Rincian pencapaian lomba tersebut, ialah sebagai berikut:

Haedar Nashir

1). Musyfiqur Rahman (Juara 1 Lomba Debat Bahasa Arab dan Juara 3 Lomba Esai Bahasa Arab)

Haedar Nashir

2). A Munawwir dan Mukhlis (Juara 1 Lomba Debat Bahasa Arab)

3). M. Rahmat (Juara 1 Lomba Baca Puisi Bahasa Arab)

4. Achmad Ainul Yaqin Amrullah (Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Arab) 

5. Faishal Anam (Juara 3 Lomba Nasyid Arabi) 

"Kami sangat berterima kasih kepada kiai sepuh Annuqayah yang selalu membimbing dan mendoakan kami. Kami haturkan terima kasih pula kepada guru-guru dan kiai muda Annuqayah yang terus mendidik dan memompa semangat berprestasi kami, seperti Kiai Mohammad Husnan, Kiai.Muhammad Musthafa, Kiai Nail Filhaq, Kiai Ubaidillah Tsabit dan semuanya tanpa terkecuali," tukas Musyfiqur Rahman. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Pertandingan, Hadits Haedar Nashir

Hati-hati, Ada Skenario Agar NU Ditinggalkan Jamaahnya

Jember, Haedar Nashir - Diakui atau tidak, saat ini tengah terjadi upaya penggerusan yang luar biasa terhadap legitimasi NU. Kepercayaan masyarakat terhadap NU digembosi pascademo anti-Ahok beberapa waktu yang lalu. Tokoh-tokoh NU –dan siapa saja—yang menolak mendukung demo antiAhok seolah-olah menjadi musuh bersama umat Islam. Padahal tidak demikian.

Hal tersebut diungkapkan aktifis NU Jember Muhaimain Kamal saat mengisi acara Mapaga (Masa Pemantaban Anggota) di gedung Ansor Cabang Jember, Ahad (18/12).?

Menurut Muhaimin, ada skenario besar dari pihak-pihak tertentu untuk mendelegitimasi NU dengan memanfaatkan isu anti-Ahok. “Disebarkanlah isu seolah-olah NU tidak membela Islam. NU seakan-akan pro penista agama. Padahal tidak demikian. Untuk soal membela Islam, NU tidak penah menawar. Tapi itu tidak harus dengan demo,” ucapnya.

Hati-hati, Ada Skenario Agar NU Ditinggalkan Jamaahnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-hati, Ada Skenario Agar NU Ditinggalkan Jamaahnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-hati, Ada Skenario Agar NU Ditinggalkan Jamaahnya

Dosen IAIN Jember tersebut menambahan, upaya-upaya pihak tertentu dalam mengikis kepercayaan masyarakat terhadap NU dilakukan secara massif. Dan mereka berhasil membikin opini seolah-olah NU salah karena tidak mendukung demo anti-Ahok. Begitu juga ulama yang tidak setuju? demo anti-Ahok dianggap tidak membela Islam.

Ia lalu mencontohkan Gus Mus (KH. Mustofa Bisri). Siapa pun tahu bagaimana teduh dan bijaknya pemikiran-pemikiran Gus Mus. “Tapi ketika beliau tidak mendukung demo (anti-Ahok), minimal ada yang mempertanyakan kenapa tidak mendukung. Seolah-olah Gus Mus salah. Muara dari semua itu, ya delegitimasi NU. Agar NU ditinggalkan massanya. Kalau NU sudah rapuh, maka mereka punya agenda lain,” tuturnya.

Haedar Nashir

Karena itu, katanya, tiada cara lain kecuali NU harus mengonsolidasi diri. Fikrah nahdliyyah berbasis Ahlussunnah wal jama’ah ala NU, perlu diteguhkan dan ditanamkan terus di simpul-simpul massa akar rumput NU. “Amaliah NU yang berbasis Aswaja dan mu’malah NU yang bercirikan tawasshuth, i’tidal dan sebagainya, perlu dijadikan pegangan,” cetusnya.

Mapaga tersebut digelar oleh PMII Rayon Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember, dan diikuti oleh 30 anggota baru PMII. (aryudi a. razaq/abdullah alawi)?

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pesantren Haedar Nashir

Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung

Metro-Lampung, Haedar Nashir. Bertajuk Nusantara Bershalawat, Syekher Mania Provinsi Lampung dikukuhkan oleh Habib Syeh bin Abdul Qadir Assegaf dengan mengambil lokasi di samping Gedung NU Kota Metro, Kamis (20/04) malam.

Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung

Selain pengukuhan Syekher Mania Lampung, acara tersebut digelar dalam rangka Harlah 2 Windu, Khotmil Quran Juz 30, dan Juz Amma PP Roudlotul Quran Kota Metro, Lampung.

Dihadiri oleh puluhan ribu Syekher Mania dari seluruh penjuru Lampung dan sekitarnya yang tentu sudah kangen dengan sosok Habib Syeh dan lantunan shalawatnya. Maklum saja, karena Habib Syeh terakhir hadir di Lampung yaitu pada acara Lampung Tengah Bershalawat jilid II pada bulan September tahun lalu.

Hadir pula di acara tersebut, Pengasuh PP Raudloutul Quran Metro KH Ali Komarudin, Bupati Pringsewu KH Sujadi Saddat, Pengurus PP Sabilun Najah Kotagajah KH Daroini Ali, Mantan Bupati Tanggamus Fauzan Sai, Wakil Bupati Tanggamus H Samsul Hadi, Pengasuh PP Daruk Ulum Seputihbanyak KH Fathul Mujid dan tokoh-tokoh penting lainya yang masuk dalam jajaran Dewan Penasehat Syekher Mania Lampung.

Haedar Nashir

Bupati Lampung Tengah H Mustafa didaulat menjadi Ketua Syekher Mania Lampung dan ditunjuk langsung oleh Habib Syeh saat Habib Syeh hadir dalam acara Lampung Tengah Bershalawat jilid 2 bulan September tahun lalu.

Jadi tidaklah mengherankan jika ditunjuknya H Mustafa sebagai ketua Syekher Mania Propinsi Lampung karena Lampung Tengah adalah satu-satunya kabupaten/kota di Propinsi Lampung yang sering mendatangkan Habib Syeh dalam beberapa momen kegiatannya. Terhitung sudah tiga kali ini Habib Syeh hadir di Lampung Tengah.

Habib Syeh dalam kesempatan tersebut menyatakan apresiasinya kepada Syekher Mania"Saya sangat mengapresiasi dengan semangat para Syekher Mania di Lampung, terutama di Lampung Tengah. Jamaahnya selalu penuh untuk melantunkan shalawat. Agar ini terus terjaga, saya berharap Pak Mustafa bisa menjadi Pembina Syekher Mania di Lampung. Saya percaya di bawah kepemimpinan beliau, Syekher Mania Lampung bisa lebih aktif lagi," ujar Habib saat itu. (Henudin/Mukafi Niam)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nasional Haedar Nashir

Selasa, 10 November 2015

LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan

Jakarta, Haedar Nashir. Umat Islam diimbau sangat berhati-hati dalam melakukan praktik nikah secara online. Pasalnya, dengan maksud dan ketentuan yang menyimpang dari aturan syari’at, nikah lewat dunia maya ini bisa menjadi sarana melakukan perzinaan bagi kedua pasangan.

"Jika nikah siri online akadnya abal-abal, jelas haram, dan hal itu menjadi pembuka kesempatan perzinaan," kata Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) PBNU KH Arwani Faisal, Rabu (18/3), menaggapi maraknya fenomena menikah siri dengan hanya berbekal koneksi internet belakangan ini.

LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan (Sumber Gambar : Nu Online)
LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan (Sumber Gambar : Nu Online)

LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan

Kiai Arwani menjelaskan, memang ada sebagian ulama yang memperbolehkan nikah secara online. Namun hal tersebut tetap dengan melengkapi syarat dan rukun yang sudah menjadi keharusan dalam akad nikah. Ulama yang menganut pendapat ini memaknai keharusan menikah dalam satu majelis sebagai akad yang tak boleh terputus alias harus dilakukan dalam satu waktu, bukan tempat.

Haedar Nashir

Fenomena nikah online menjadi tren lantaran sarana kemudahan yang diberikan. Tak jarang hal ini dimanfaatkan oleh pria hidung belang dan perempuan malam untuk melampiaskan nafsu mereka dengan berlindung di balik aturan fiqih nikah. Dalam praktiknya, sering terjadi pelanggaran terhadap ketentuan nikah yang semestinya.

"Hukumnya tetap haram dan hubungan senggama yang kemudian dilakukan termasuk zina, jika syarat dan rukun nikah yang mesti terpenuhi itu ternyata abal-abal. Misalnya, walinya bukan wali yang sebenarnya, dan saksinya bukan saksi yang sah," tambahnya lewat surat elektronik.

Haedar Nashir

Kiai Arwani mengingatkan, jangan ada kemasan dengan sebutan apapun yang mengesankan nikah sah padahal kenyataannya adalah perzinaan karena syarat dan rukunnya tidak terpenuhi. "Jika fenomena ini benar, Kementerian Agama wajib segera mengambil tindakan cepat dan tegas," katanya.

Menurut Kiai Arwani, sebagian ulama tidak menganggap nikah online sebagai praktik yang sah. Karena menurut mereka, akad nikah harus dilakukan dalam satu majelis, dengan pengertian ada pertemuan langsung dalam satu tempat antara pihak yang melakukan ijab dan qabul. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Aswaja Haedar Nashir

Jumat, 06 November 2015

LDNU Subang Prihatin Wali Murid Pidanakan Guru

Subang, Haedar Nashir - Maraknya kasus guru yang dipidanakan oleh orang tua murid merupakan fenomena yang sangat memprihatinkan. Karena sesungguhnya guru tidak mungkin menghukum murid kecuali dengan sebuah alasan yang jelas.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Subang Ajengan Toto Ubaidillah Haz (Kang Toto) saat walimatul khitan di Subang, Sabtu (13/8) malam.

LDNU Subang Prihatin Wali Murid Pidanakan Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Subang Prihatin Wali Murid Pidanakan Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Subang Prihatin Wali Murid Pidanakan Guru

"Kalau tidak terima anaknya dihukum oleh guru, silakan didik sendiri anaknya, bikin kelas sendiri, bikin raport sendiri. Karena menurut sabda Rasulullah, salah satu kewajiban orang tua adalah mendidik sendiri anaknya. Jadi mendidik itu adalah tugas dan kewajiban orang tua, bukan guru," tegas Kang Toto.

Haedar Nashir

Menurutnya, tidak semua orang tua bisa mendidik anaknya. Sementara kewajiban mendidik ini harus tetap dilaksanakan. Hal ini bisa diatasi dengan cara menitipkan anaknya tersebut kepada guru agar bisa mewakili orang tua dalam hal melaksanakan kewajibannya mendidik anak.

"Kalau anak salah, jangan dibela supaya dia tahu mana yang salah dan mana yang benar. Kalau anak berbuat salah tapi orang tua tetap membelanya, maka anak tersebut akan menjadi generasi yang lemah," tandasnya.

Haedar Nashir

Selain mendidik, kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah memberikan nama yang baik. Jangan sampai anak diberi nama sembarangan karena nama bisa menjadi sebuah doa. Jika anak diberi nama yang baik, maka setiap hari anak tersebut selalu didoakan oleh setiap orang yang memanggil namanya. Begitu pun juga sebaliknya.

Kewajiban orang tua selanjutnya adalah memberikan makanan yang halal, karena makanan halal sangat mempengaruhi terhadap kepribadian anak dan juga akan berdampak terhadap perilaku anak di masa kini dan masa yang akan datang.

"Kalau ada orang tua yang memberikan makanan haram kepada anaknya, jangan harap anak tersebut akan menjadi anak yang saleh. Jangan harap anaknya itu menyukai perkara yang halal," ujar alumni UPI Bandung ini.

Kewajiban terakhir, ketika anak sudah beranjak dewasa, orang tua diwajibkan menikahkan anaknya. Setelah menikah, orang tua tidak perlu ikut terlibat dalam urusan rumah tangga anaknya karena itu sudah menjadi wilayah pribadi anaknya dan bukan menjadi wilayah kewajiban orang tua. Dalam kondisi seperti ini, hal yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah hanya memberi nasihat.

Di akhirat kelak, Allah akan menanyakan dan meminta tanggung jawab para orang tua terhadap empat kewajiban ini. Kalau ada kewajiban yang tidak dilaksanakan, anak akan menuntut para orang tua. Jika kewajiban orang tua itu dilaksanakan, anak akan memberi pertolongan di alam akhirat nanti. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Habib, Lomba, Tokoh Haedar Nashir