Selasa, 16 November 2010

Ketika Nabi Zakaria Mengharap Kehadiran Anak

Pasangan suami istri itu sudah lama mengharapkan kehadiran anak. Namun, tanda-tanda kehamilan tak pernah kelihatan. Hari-harinya sebagai suami istri kian terasa sepi tanpa kehadiran seorang bayi.

Waktu terus berjalan. Suami sudah makin menua. Sementara sang istri, seperti disambar petir di siang hari, divonis mandul sejumlah ahli. Harapan itu seperti kian menjauh dari kenyataan. Harapan hanya tinggal harapan, gumamnya dalam hati ketika sedang sendiri.

Ketika Nabi Zakaria Mengharap Kehadiran Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Nabi Zakaria Mengharap Kehadiran Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Nabi Zakaria Mengharap Kehadiran Anak

Namun, laki-laki itu tak putus asa. Walau rambutnya terus memutih, ia tak henti berharap pada Sang Ilahi. Ia terus berdoa agar dirinya dikaruniai seorang anak yang kelak akan melanjutkan ajaran ketuhanan orang tuanya. Laki-laki itu bernama Nabi Zakaria Alaihissalam. Sejumlah buku menyebut Elizabith sebagai nama istri Nabi Zakaria.

Alkisah, pagi itu posisi matahari sudah agak meninggi. Seperti ada yang mendesak, Nabi Zakaria terdorong masuk ke mihrab salah satu kerabat dekatnya yang sedang bertapa, Siti Maryam atau Maria, Zakaria kaget. Ia menemukan makanan dan buah-buahan segar di kamar Maria. Kejadian ini tak hanya sekali, melainkan berkali-kali. Al-Qur’an mengisahkan, “setiap kali Zakaria memasuki mihrab Maria, ia selalu menemukan makanan di sisi Maria”.

Suara batin Zakaria mulai bicara. Bagaimana mungkin Maria yang tak pernah keluar dari mihrabnya bisa ada makanan di sisinya. Zakaria memberanikan diri bertanya, “dari mana makanan itu berasal?”. Maria menjawab, “itu dari Allah”. Jawaban Maria memotivasi Zakaria untuk berharap anugerah dari Allah.

Zakaria meminjam mihrab Maria untuk berdoa. Dalam al-Qur’an disebutkan, “hunalika da’a Zakariah rabbah” (di lokasi itu Zakaria mengadu pada Tuhannya). Ia berdoa, “Ya Allah, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa”.

Haedar Nashir

Zakaria masih berdiri dalam shalatnya, tiba-tiba Jibril datang membawa berita gembira, tentang akan lahirnya sang anak bernama Yahya yang akan menjadi pembenar firman Allah, menjadi panutan banyak orang. Bahkan, seperti ayahnya, Yahya juga akan diangkat menjadi seorang nabi.

Doa Nabi Zakaria dikabulkan Allah. Ia mempunyai anak bernama Nabi Yahya. Bagaimana doanya bisa dikabulkan? Dia berdoa dalam waktu mustajabah, yaitu ketika sedang berdiri dalam shalat, ketika tak ada lagi jarak antara hamba dan Allah. Dalam shalat kita, persis dalam momen iyyaka nabudu wa iyyaka nastain.

Haedar Nashir

Tak hanya berdoa dalam waktu mustajabah. Nabi Zakaria juga berdoa di lokasi mustajabah, di mihrab tempat Maria berdoa.

Seperti Nabi Zakaria, sekiranya kita berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah di waktu mustjabah, di lokasi mustajabah seperti Multazam, Raudhah, dan rumah-rumah Allah lainnya, maka insyaAllah semua harapan akan menjadi kenyataan.

Bulan ini adalah bulan Ramadan, momen dipenuhinya semua doa dan harapan. Semoga doa-doa kita dikabulkan. Bagi keluarga-keluarga yang mengharapkan keturunan, semoga akan segera menjadi kenyataan. Amin, ya mujibas sa’ilin.

KH Abdul Moqsith Ghazali, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU.

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Meme Islam, Pertandingan Haedar Nashir

Kenalkan Organisasi, Pelajar NU Kota Tangerang Keluar-Masuk Sekolah

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mulai mengadakan sosialisasi tentang IPNU dan IPPNU ke sejumlah sekolah umum di Kota Tangerang. Mereka masuk antara lain ke SMKN 8 Kota Tangerang. Mereka juga membagikan Media Pelajar dan Santri (MAJAS), buletin dakwah dwi mingguan terbitan pelajar NU kota Tangerang.

Kenalkan Organisasi, Pelajar NU Kota Tangerang Keluar-Masuk Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenalkan Organisasi, Pelajar NU Kota Tangerang Keluar-Masuk Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenalkan Organisasi, Pelajar NU Kota Tangerang Keluar-Masuk Sekolah

Guru Agama dan juga pembina Rohis SMKN 8 kota Tangerang M Sudarto menyambut baik kehadiran IPNU-IPPNU ke sekolahnya.

“Saya selaku guru agama dan pembina rohis merasa bangga dengan hadirnya IPNU dan IPPNU ke sekolah-sekolah untuk menyosialisasikan kegiatan-kegiatannya yang bermanfaat terutama hadirnya buletin MAJAS untuk pelajar dan santri” ujar Sudarto, Ahad (11/1).

Haedar Nashir

Sosialisasi ini merupakan agenda mingguan IPNU dan IPPNU kota Tangerang. Para pelajar sekolah yang didatangi diperkenalkan apa itu IPNU dan IPPNU. Mereka juga diajak menonton film dokumenter, motivasi belajar dan berorganisasi, dan spiritualitas keislaman.

Kegiatan sosialisasi ini berlangsung sekali sepekan. Pengurus IPNU-IPPNU kota Tangerang menargetkan kunjungan mereka ke seluruh sekolah-sekolah di kota Tangerang.

Haedar Nashir

“Kegiatan sosialisasi IPNU dan IPPNU ke sekolah merupakan salah satu cara memperkenalkan organisasi pelajar NU kepada para siswa sekolah umum, agar mereka mengetahui kegiatan IPNU dan IPPNU yang bermanfaat bagi pelajar dan sosialisasi buletin MAJAS untuk mereka,” kata pengurus IPNU kota Tangerang Zulbiyadi Fadlan, (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam Haedar Nashir

Senin, 08 November 2010

As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca

Jakarta, Haedar Nashir?

Dalam peluncuran buku Fragmen Sejarah NU karya Abdul Mun’im DZ, Kamis (16/3) di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, salah seorang Mustasyar PBNU KH As’ad Said Ali memaparkan 3 hal penting mengapa buku tersebut layak dibaca.

As’ad yang hadir dalam peluncuran tersebut mengatakan, buku tersebut menarik karena berisi banyak data dan informasi sejarah yang ditulis dengan baik.

As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)
As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)

As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca

“Saya baru khatam sekali, saya harus khatam tiga kali. Pertama untuk menikmati dan mengagumi pikiran para Kiai NU. Kedua, berusaha memahami konsep berpikir dan strategi politik NU. Ketiga, bagaimana cara menerapkan taktik dan strategi tersebut dalam realitas saat ini,” papar As’ad.

Rujukan Mapel SKI di madrasah

Haedar Nashir

Pentingnya sejarah peran besar NU ini, menjadikan buku Fragmen Sejarah NU sebagai referensi utama dalam penyusunan bahan mata pelajaran (Mapel) Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) tingkat MI, MTs, dan MA.?

"Insyaallah di tahun 2017 ini akan kami jadikan buku ini sebagai salah satu sumber utama. Karena ketika kita membaca sejarah Islam Indonesia itu pasti sejarah NU," ungkap Kasubdit Kurikulum Madrasah Kementerian Agama ini.

Dalam peluncuran buku ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh sebagai pemberi testimoni. ? KH As’ad Said Ali, Purwo Santoso, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Ahmad Muqowwam, Zastrouw Al-Ngatawi, Zaini Rahman, Zainul Milal Bizawie, dan lainnya.

Haedar Nashir

Para kader muda NU dari Ansor, PMII, dan IPNU juga hadir mengikuti peluncuran buku terbitan Pustaka Compass ini. (DamarPamungkas/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, News, Pesantren Haedar Nashir

Minggu, 10 Oktober 2010

Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat

Jepara, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengajak masyarakat untuk bershalawat. Kegiatan yang dilaksanakan kali ketiga itu ditempatkan di Alun-alun RS Kelet, Keling, Jepara, Ahad (17/11) siang. Sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di kecamatan Nalumsari dan Mlonggo.?

Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat

Ketua PC GP Ansor Jepara, M Kholil mengatakan shalawat merupakan sarana yang mampu merekatkan ukhuwwah dan menyejukkan hati pada orang yang menghayatinya. Suasana itu terkadang merasuk jauh di relung hati sehingga membawa suasana yang indah melalui kebersamaan dengan mengumandangan shalawat secara bersama-sama.

“Dengan menyanjung kebesaran Nabi Muhammad, meneladani sifat-sifatnya dan memegang teguh sunnah-sunnahnya,” sebutnya. ?

Haedar Nashir

Harapan dari kesejukan itu, terang Kholil, juga membawa kesejukan suasana di lingkungan masyarakat sehingga kondusifitas masyarakat Jepara selalu terjaga. “Di samping itu untuk mengembalikan ruh Ansor menolong masyarakat atas berbagai permasalahan sosial yang dihadapi,” tambahnya.

Pada putaran ketiga Ansor Bershalawat itu dibarengkan dengan pelantikan Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor se-kecamatan Keling juga santunan yatim piatu bersama Muslimat dan Fatayat NU kecamatan Keling. Jamaah pun membludak. Ditaksir sekitar 6000 jamaah yang turut hadir.

Haedar Nashir

Komandan Satkorcab Banser Kabupaten Jepara, Arif Mustofa mengungkapkan dengan membludaknya jamaah pihaknya berkoordinasi mengenai keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung. Karenanya, pihak Satkorcab didukung sepenuhnya Satkorcam Keling dan pasukan turun ke jalan untuk membantu keamanan lalu lintas, keamanaan pelaksanaan dan ketertiban pengunjung acara.?

Sementara itu, H Jajeri Amin selaku sekretaris PC GP Ansor mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara tersebut. Khususnya kepada PW GP Ansor Jawa Tengah dan Djarum 76. “Harapan kami acara ini tidak hanya berhenti sampai disini. Ini adalah awal dari keinginan kami untuk mengajak masyarakat mencintai Rasul melalui shalawat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, hadir para kyai, ulama dan habaib diantaranya Habib Farid Assegaf, Habib Ali Zainal Abidin, Habib Ali Al-Habsyi, Habib Luthfi (Demak) dan Habib Abu Bakar Assegaf. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Pendidikan Haedar Nashir

Jumat, 08 Oktober 2010

Sarjana Islam Jangan Jadi Pohon Tak Berbuah

Brebes, Haedar Nashir. Ketua Yayasan Islamic Center Brebes Drs KH Rosyidi mengatakan, sarjana lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam jangan sampai menjadi pohon yang tak berbuah. Dalam artian, ilmu yang dimiliki tidak ditularkan kepada yang membutuhkan. Apalagi hanya menebarkan daun-daun yang membikin sampah pekarangan rumah.

Sarjana Islam Jangan Jadi Pohon Tak Berbuah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarjana Islam Jangan Jadi Pohon Tak Berbuah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarjana Islam Jangan Jadi Pohon Tak Berbuah

“Jadilah Sarjana yang mampu memberi manfaat kepada lingkungan kita karena ilmunya diamalkan,” katanya pesan wisuda sarjana (S1) ke 7 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Brebes di Aula Rita Mall Kota Tegal, Sabtu (26/10).

Lulusan sarjana, lanjutnya, harus dirasakan darma baktinya bagi masyarakat. Apalagi lulusan STAI sangat digadang-gadang untuk ikut serta memperbaiki akhlak bangsa. “Jagalah nama baik dengan selalu memberi manfaat kepada sesama,” pesan Kiai Rosyidi yang juga imam besar Masjid Agung Brebes.

Haedar Nashir

Senada dengan Kiai Rosyidi, Wakil Bupati Brebes Narjo mengingatkan kalau keadaan jaman telah berubah. Termasuk dengan beredarnya Narkoba hingga sampai kelompok desa. “Lulusan STAI Brebes hendaknya mampu menjadi benteng dekadensi moral dan terhindar dari penyalahgunaan Narkoba,” ajaknya.  

Ketua STAI Brebes Prof Dr  H Muhaimin MA mewisuda sebanyak 261. Sejak berdiri tahun 2007, STAI Brebes telah meluluskan sebanyak 1.907 mahasiswa. Dia mengingatkan, kalau acara wisuda bukan akhir dari perjalanan menuntut ilmu. Tetapi merupakan langkah awal untuk mendapatkan ilmu yang lebih banyak demi kemaslahatan umat guna mencapai kebahagiaan dunia dan akherat.

Haedar Nashir

Muhaimin juga berjanji akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas perguruan tinggi yang dipimpinnya. Terbukti, Sekolah di bawah naungan Yayasan Islamic Center tersebut telah mendapatkan akreditasi sejak tahun 2008 oleh BAN-PT Nomor : 018/BAN-PT/Ak-XI/S.1/VIII/2008.

Selain Tarbiyah, STAI juga telah menambah dua jurusan baru yakni Syari’ah dan Dakwah. Dan 2 program studi baru yakni Hukum Ekonomi Syari’ah dan Bimbingan Konseling Islam.

Terpilih sebagai wisudawan terbaik Toto Sugiarto, Jam’an dan Subandi. Ketiga wisudawan tersebut memperoleh predikat nilai Cumlaude. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Amalan, Aswaja Haedar Nashir

Rabu, 06 Oktober 2010

Harlah Ke-84, Jadikan GP Ansor sebagai Banom Bermartabat

Jombang, Haedar Nashir. Dalam hitungan hijriyah, Gerakan Pemuda Ansor telah berumur 84 tahun. Salah satu Badan Otonom (Banom) di jamiyah Nahdlatul Ulama (NU) ini dilahirkan 10 Muharram tepatnya tahun 1353 Hijriyah. Usia yang tidak lagi muda ini hendaknya dapat memacu semua elemen di dalamnya untuk terus berkhidmat bagi NU, bangsa dan masyarakat.

"Para aktivis Gerakan Pemuda Ansor hendaknya dapat menjadikan momentum hari lahir ini sebagai sarana untuk semakin memantapkan diri untuk menjadi bagian dari organisasi sosial kepemudaan dan keagamaan yang mandiri," kata Ketua PC GP Ansor Jombang Jawa Timur, H Zulfikar Damam Ikhwanto kepada Haedar Nashir, Sabtu (24/10).

Harlah Ke-84, Jadikan GP Ansor sebagai Banom Bermartabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-84, Jadikan GP Ansor sebagai Banom Bermartabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-84, Jadikan GP Ansor sebagai Banom Bermartabat

Bentuk kemandirian itu dalam pandangan Gus Antok, sapaan akrabnya, adalah dengan berupaya menggali potensi ekonomi setiap warga dan peluang yang ada di wilayah masing-masing untuk bisa memiliki badan usaha yang menghasilkan. "Karena tanpa kemandirian secara ekonomi, sangat sulit Ansor bisa memiliki ketegasan dalam sikap," ungkapnya.

Haedar Nashir

Sejumlah kader yang telah berhasil dalam membangun ekonomi sebisa mungkin dapat dihimpun sehingga menjadi jaringan yang kuat. "Kalau selama ini para kader hanya berkutat dengan ekonomi secara parsial, sudah waktunya bisa dihimpun dalam jaringan sehingga menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh," terangnya.

Haedar Nashir

"Yang dibutuhkan adalah kekuatan dan kemampuan untuk menyapa dan meyakinkan simpul ekonomi tersebut sehingga menjadi jaringan ekonomi yang tertata dengan manajerial yang amanah," tandasnya.

Bila kemampuan ekonomi ini bisa digarap dengan baik, maka unsur manfaat akan bisa dirasakan oleh warga dan anggota di berbagai level masyarakat. "Kita yakin, para warga dan fungsionaris Ansor adalah mereka yang berkutat dengan ekonomi kelas menengah dan kecil," katanya. Bila mampu mengentas potensi ekonomi tersebut, maka dengan sendirinya bisa menyelesaikan kesenjangan ekonomi yang ada di akar rumput, lanjutnya.

Kendati demikian, persoalan umat serta merta tidaklah selesai. "Karena jaringan ekonomi yang akan dibangun juga harus menjunjung tinggi akhlakul karimah," pesannya. Karenanya, pendekatan simultan dengan mendorong kemandirian ekonomi yang di dalamnya juga diimbangi dengan perilaku terpuji, menjadi syarat yang tidak dapat ditinggalkan.

Gus Antok mengingatkan bahwa pada Muktamar Ke-9 NU di Banyuwangi, yakni 10 Muharram 1353 H yang bertepatan dengan 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua HM Thohir Bakri, Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.

Tanggal 24 April memang kemudian dikenal sebagai tanggal kelahiran GP Ansor. "Namun  mengingatkan bahwa tanggal 10 Muharram sebagai bagian tidak terpisahkan dari perjalanan Ansor juga sangatlah penting," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga, Cerita Haedar Nashir

Kamis, 23 September 2010

Pagar Nusa: Presiden Harus Tegas Terhadap Teroris!

Jakarta, Haedar Nashir - Ketua PP Pencak Silat NU Pagar Nusa M Heru Taufiq menyatakan bahwa Presiden Jokowi harus tegas dalam menindak teroris. Gus Heru menilai, pemerintah hendaknya menetapkan status "darurat terbatas" untuk meningkatkan pengamanan atas ancaman terorisme di DKI Jakarta.

"Presiden Joko Widodo harus bertindak tegas terhadap pelaku teror. Pemerintah harus memutus jaringan teror dengan program deradikalisasi taktis dan sistematis. Memberikan perilaku aman kepada warga negara, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah," ungkap Gus Heru, yang juga keluarga dekat Pesantren Tebuireng.

Pagar Nusa: Presiden Harus Tegas Terhadap Teroris! (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa: Presiden Harus Tegas Terhadap Teroris! (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa: Presiden Harus Tegas Terhadap Teroris!

Untuk itu, ia menegaskan bahwa penetapan status darurat terbatas menjadi opsi strategis untuk mengantisipasi ancaman teror lanjutan. "Ancaman aksi teror sudah menghantui warga negeri, khususnya di DKI Jakarta. Teror hari ini, bisa saja terjadi di daerah lain, dengan motif dan tujuan yang sama, yakni mengancam keutuhan NKRI," terang Heru.

Ia mengapresiasi kinerja Polri yang cukup tanggap dan dalam waktu singkat melumpuhkan para teroris. "Kita dukung kerja polisi, dan kami memberikan apresiasi atas penanganan dalam waktu yang cukup singkat sehingga bisa memberikan rasa aman pada masyarakat," ucap Gus Heru.

Haedar Nashir

Untuk itu, tambah Gus Heru, upaya deradikalisasi perlu dikonseptualisasi dengan semangat "hubbul wathan" . "Prinsip Hubbul Wathan ini sudah menjadi semangat kaum pesantren dalam membela bangsa sejak masa kemerdekaan. Tentu saja, semangat ini dapat dikontekstualkan untuk menguatkan NKRI dari ancaman kekerasan jaringan teroris. Pagar Nusa siap membela Indonesia dengan program deradikalisasi berkelanjutan," terang Heru.

Haedar Nashir

Dalam keterangan pers yang diterima media ini, Gus Heru menegaskan bahwa deradikalisasi perlu mengintegrasikan kekuatan aparat negara dan ormas-ormas Islam yang selama ini terbukti membela NKRI.

Siang tadi, Kamis (14/1), sekitar pukul 10.00 WIB terjadi ledakan di kawasan Sarinah, Jakarta. Ledakan keras terjadi di Pos Polisi dan Starbucks Sarinah Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Data yang dirilis Polda Metro Jaya, terdapat 20 korban luka, 6 orang anggota polisi, 10 warga sipil, dan 4 Warga Negara Asing. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Budaya, Fragmen Haedar Nashir