Minggu, 18 Mei 2014

LP Maarif Subang Seragamkan Kurikulum Aswaja Madrasah dan Sekolah

Subang, Haedar Nashir - Setelah melakukan pendataan terhadap sekolah dan madrasah yang berafiliasi pada NU, Lembaga Pendidikan Maarif PCNU Kabupaten Subang, Jawa Barat mengumpulkan para kepala sekolah dan madrasah di Kantor PCNU pada Rabu (2/2)

Dalam kegiatan tersebut, Ketua LP Maarif PCNU Subang H. Amir Syarifudin menjelaskan tujuan diadakannya pertemuan itu diantaranya adalah untuk menyamakan persepsi tentang kurikulum mata pelajaran Ahlussunah wal-Jamaah (Aswaja) dan Ke-NU-an.

LP Maarif Subang Seragamkan Kurikulum Aswaja Madrasah dan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Maarif Subang Seragamkan Kurikulum Aswaja Madrasah dan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Maarif Subang Seragamkan Kurikulum Aswaja Madrasah dan Sekolah

"Madrasah dan sekolah kita selama ini menjalankan Pelajaran Mulok (Muatan Lokal, red) Aswaja dan Ke-NU-an sendiri-sendiri. Bisa jadi antara satu madrasah dengan madrasah lain ada perbedaan materi," paparnya usai kegiatan.

Untuk itu, lanjut dia, LP Maarif PCNU Subang terdorong untuk seragamkan kurikulum mata pelajaran Aswaja dan Ke-NU-an di tingkat SD/MI, MTs/SMP dan MA/SMA/SMK dengan mengacu kepada aturan yang ada dalam Kurikulum 2013.

Haedar Nashir

"Kurikulum 2013 kan ada kelompok A, B dan C, kelompok A gak boleh dikurangi atau ditambah, artinya harus pas, kelompok B, boleh dikurangi tapi gak boleh ditambah, kalau kelompok C disesuaikan, nah mapel Aswaja dan Ke-NU-an ini masuk dalam kelompok C," terang Haji Amir.

Haedar Nashir

Dia menambahkan, Berdasarkan pendataan yang dilakukan, untuk sementara madrasah dan sekolah yang tergabung dalam LP Maarif PCNU Kabupaten Subang mencakup 105 lembaga tingkat SD, 60 lembaga tingkat SLTP dan 25 lembaga tingkat SLTA.

"Untuk madrasah yang sudah ada pelajaran Aswaja kurikulumnya diganti dengan kurikulum yang dibuat Maarif. Untuk madrasah yang belum, semester depan baru diterapkan," tutupnya. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Senin, 14 April 2014

Jelang Pemilu, Pelajar NU Tegal Keluarkan Petisi Tolak Golput

Tegal, Haedar Nashir. Menjelang Pemilu Legislatif 9 April 2014 mendatang, para pelajar Kota Tegal yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mengeluarkan petisi. Petisi tersebut antara lain berisi IPNU-IPPNU akan ikut serta mensukseskan pemilu 2014 dan menolak keras golongan putih (Golput).

Jelang Pemilu, Pelajar NU Tegal Keluarkan Petisi Tolak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pemilu, Pelajar NU Tegal Keluarkan Petisi Tolak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pemilu, Pelajar NU Tegal Keluarkan Petisi Tolak Golput

Petisi yang berisi 4 poin tersebut dibacakan saat peringatan Hari lahir (Harlah) ke-60 IPNU dan ke-59 IPPNU di Gedung NU Jalan Wisanggeni 9 Kota Tegal, Jawa Tengah, Ahad (13/3).?

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kota Tegal Azis Putra Purnama menjelaskan, petisi dikeluarkan sebagai sikap tegas pelajar NU dalam menghadapi situasi jaman yang penuh dengan berbagai tantangan. “Kami harus mengeluarkan petisi agar mantap dalam menyikapi kondisi zaman yang penuh tantangan ini,” kata Azis.

Haedar Nashir

Azis sangat berharap pelajar NU yang telah memiliki hak pilih menjadi pemilih yang cerdas. Pemilih sesuai dengan hati nurani dan jangan takut pada ancaman maupun karena uang.?

Haedar Nashir

Poin kedua, akan berperan aktif jalannya pemilu 2014 yang bersih, jujur dan aman. Ketiga, IPNU-IPPNU akan menjaga keutuhan NKRI dengan menghindari minuman keras, narkoba, dan pergaulan bebas; dan keempat, pelajar NU akan menjaga aqidah Ahlussunah wal Jamaah dari ancaman Islam radikal.

Petisi dibacakan oleh empat orang pelajar NU dihadapan Rais syuriyah PCNU Kota Tegal KH Moh Ibrahim, Ketua PCNU Kota Tegal dr H Abdal Hakim, Wali Kota Tegal H Ikmal Jaya SE dan undangan lainnya.?

Senada dengan petisi tersebut Wali Kota Tegal H Ikmal Jaya SE dalam kata sambutannya juga berharap agar pelajar NU bisa menjadi contoh pelajar yang berpartisipasi aktif dalam pemilu, jangan sampai golput. Wali kota menyatakan singkatan golput dengan akronim golongan penerima uang tunai. “Jangan sampai mau berangkat ke TPS karena telah menerima uang tunai,” kata Ikmal. (Wasdiun/Mahbib) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Tegal Haedar Nashir

Jumat, 11 April 2014

Gus Mus: Tak Perlu Rendah Diri di Depan Obama

Jakarta,Haedar Nashir. Wakil Rais Aam PBNU, KH A. Mustofa Bisri menyambut baik kedatangan Presiden Barack Obama ke Indonesia. “Menurutku, kita sebagai bangsa yang mayoritas beragam Islam dan diajari Nabi agung Kita Muhammad SAW untuk ikraamudh-dhaif, kita patut menerima dengan baik kedatangan Obama,” papar Gus Mus melalui pesan singkatnya kepada Haedar Nashir (10/11).

Kewajiban bagi tuan rumah adalah member sambutan dan penghormatan yang baik kepada tamunya. “Namun sebagai tuan rumah kita tidak boleh mengharap apa-apa,” Tambah Gus Mus.

Gus Mus: Tak Perlu Rendah Diri di Depan Obama (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Tak Perlu Rendah Diri di Depan Obama (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Tak Perlu Rendah Diri di Depan Obama

Kedatangan Presiden AS kali ini disambut dengan baik oleh Presiden SBY, termasuk mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri. Bahkan Pemerintah menyiapkan 10.000 personil untuk mengamankan Obama selama di Indonesia.

Haedar Nashir

“Sebagai bangsa dari negara berkembang yang kedatangan tamu dari Negara Adi Kuasa, kita tidak boleh menunjukkan rasa rendah diri. Lebih penting lagi, bagaimana pun kita tidak boleh terlalu mengharap dari Presiden AS ini” tambah Gus Mus.

Haedar Nashir

Seperti yang diketahui bahwa Obama tiba di Indonesia Selasa (9/11) dan langsung mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden SBY. Dan hari ini Obama menyampaikan pidato umumnya di Universitas Indonesia Depok. Dan rencananya sore ini Obama akan meninggalkan Indonesia. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam, Kajian, Pahlawan Haedar Nashir

Kamis, 10 April 2014

Hidupkan NU di Setiap Tingkatan untuk Tangkal Paham Sesat dan Radikal

Demak, Haedar Nashir

Akhir-akhir ini muncul berbagai aliran yang mengatasnamakam Islam. Padahal menanamkan paham sesat maupun paham keras atau radikal. Semua itu muncul dan hidup di daerah yang minim NU atau tidak ada kepengurusan NU, sehingga pesan dan ajaran Aswaja tidak bisa disampaikan kepada masyarakat di lingkungan tersebut.

Hidupkan NU di Setiap Tingkatan untuk Tangkal Paham Sesat dan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidupkan NU di Setiap Tingkatan untuk Tangkal Paham Sesat dan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Hidupkan NU di Setiap Tingkatan untuk Tangkal Paham Sesat dan Radikal

Demikian disampaikan KH Musadad Syarif dalam rapat koordinasi pengurus cabang dengan pengurus MWCNU se-Kabupaten Demak di masjid Jami Baitul Muttaqin Pidodo Karang Tengah, Demak, Jawa Tengah, Ahad (13/3).

Musadad menjelaskan, hidupnya kepengurusan NU di semua tingkatan menjadikan organisasi yang mengembangkan aliran sesat maupun radikal tidak mempunyai ruang untuk mengembangkan maupun menyebarkan ajarannya.

“Hidupnya NU otomatis menangkal aliran sesat, karena program dan ajaran NU bisa sampai ke umat,” tambah Musadad.

Haedar Nashir

Senada dengan Musadad, Sekretaris PCNU Demak Khoirun Zain saat mendampingi ketua dalam memimpin rapat lebih ? menekankan pada menghidupkan kembali pengurus ranting dengan berbagai kegiatannya.

Harapannya, intensitas kegiatan yang dilakukan organisasi akan bisa menyampaikan pesan pimpinan pada anggotanya sehingga konsolidasi organisasi bisa berjalan dengan baik.

“Kami mengharap pada seluruh pengurus MWCNU agar ranting-ranting yang selama ini agak kurang greget untuk diaktifkan kembali, dengan demikian semakin banyak silaturrahim, semakin banyak info yang kita dapat dan semakin cepat pula kita bertindak,” terang Khoirun Zain. (A Shiddiq Sugiarto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Fragmen, AlaNu, Sejarah Haedar Nashir

Kamis, 27 Maret 2014

Siapkan Kader Kawal Ulama dan Bangsa, Banser Pringsewu Rekrut Anggota Baru

Pringsewu,Haedar Nashir. Dalam rangka kaderisasi anggota Barisan Serbaguna (Banser) sekaligus memupuk militansi dalam berorganisasi serta penanaman nilai nilai Aqidah Ahlussunnah wal-Jama’ah pada seluruh kader baru, Satkorcab Banser VII-12 Kabupaten Pringsewu melakukan penerimaan anggota baru. Rekrutmen dikemas dalam bentuk Pendidikan Latihan Dasar Banser angkatan III Tahun 2016 berbarengan dengan Pelatihan Kepemimpinan Dasar.

Siapkan Kader Kawal Ulama dan Bangsa, Banser Pringsewu Rekrut Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Kader Kawal Ulama dan Bangsa, Banser Pringsewu Rekrut Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Kader Kawal Ulama dan Bangsa, Banser Pringsewu Rekrut Anggota Baru

Dihubungi Rabu (20/7) Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pringsewu M. Sofyan mengatakan bahwa pelaksanaan pendidikan akan dilaksanakan mulai 29 sampai 31 Juli 2016 di Kecamatan Ambarawa.

Sofyan menambahkan bahwa para anggota baru akan mendapatkan materi materi yang meliputi Ke NU an dan keaswajaan, keansoran, kebanseran, Peraturan Militer Dasar (Permildas), bela diri Banser, wawasan kebangsaan, dan kewirausahaan.

Haedar Nashir

Lebih lanjut Sofyan mengajak kepada segenap pemuda NU untuk bergabung bersama Ansor dan Banser dalam rangka berkhidmah menjunjung agama Islam melalui organisasi dengan menjadi benteng pangawal para ulama.

Haedar Nashir

Ia menejlaskan beberapa hal yang harus dipenuhi sebagai syarat keikutsertaan dalam kegiatan ini meliputi beragama Islam ala ahlissunnah wal-Jama’ah an-Nahdliyyah, sehat jasmani rohani, berumur minimal 18 tahun maksimal 40 tahun, tinggi 160 cm dan mendapat persetujuan orang tua.

"Setelah mengikuti Diklat ini para anggota baru yang dinyatakan lulus dalam pendidikan harus siap berkhidmah di organisasi," tegasnya.

Sofyan menjelaskan bahwa anggota Ansor dan Banser harus mengetahui bahwa organisasi tersebut merupakan pemuda Nahdlatul Ulama memiliki fungsi dan tanggung jawab untuk menjaga, memelihara, menjamin kelangsungan hidup serta kejayaan Gerakan Pemuda Ansor dan jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Selain itu Ansor dan Banser juga bertanggungjawab dalam melakukan pengamanan dan ketertiban terhadap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Banser, Gerakan Pemuda Ansor, Nahdlatul Ulama serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya yang tidak bertentangan dengan perjuangan Nahdlatul Ulama.

Dan yang tidak kalah penting menurutnya, Ansor dan Banser harus bersama dengan kekuatan bangsa yang lain untuk tetap menjaga dan menjamin keutuhan bangsa dari segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan dalam ikut menciptakan keutuhan NKRI. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh Haedar Nashir

Selasa, 25 Maret 2014

Beberapa Wirid Rasulullah Jelang Menunaikan Shalat

Suatu kali Rasulullah didatangi Salma Ummu Rafi’. Budak perempuan yang dimerdekakannya ini meminta petunjuk Rasulullah tentang amalan apa bisa ia praktikkan. Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam pun menjawab, “Saat engkau hendak menunaikan shalat bertasbihlah kepada Allah sepuluh kali, bertahlillah sepuluh kali, bertahmidlah sepuluh kali, bertakbirlah sepuluh kali, dan beristighfarlah sepuluh kali. Setelah engkau bertasbih, Allah mengatakan “Ini untuk-Ku”; setelah bertahlil, Allah mengatakan “Ini untuk-Ku”; setelah engkau bertahmid, Allah mengatakan “Ini untuk-Ku”, setelah engkau bertakbir Allah mengatakan “Ini untuk-Ku”; setelah engkau beristighfar, Allah mengatakan “Aku telah mengampunimu”.

Bertasbih berarti membaca:

Beberapa Wirid Rasulullah Jelang Menunaikan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Beberapa Wirid Rasulullah Jelang Menunaikan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Beberapa Wirid Rasulullah Jelang Menunaikan Shalat

? ? ?

Haedar Nashir

Subhânallâh (Mahasuci Allah)



Bertahlil berarti membaca:

? ? ? ? ?

Haedar Nashir

Lâilâha illallâh (tiada Tuhan selain Allah)



Bertahmid berarti membaca:

? ?

Alhamdulillâh (segala puji bagi Allah)



Bertakbir berarti membaca:

? ?

Allâhu akbar (Mahabesar Allah)



Beristighfar berarti membaca:

? ?

Astaghfirullahal ‘adhîm (aku memohon ampun kepada Allah)



Menjelang dilaksanakannya shalat merupakan waktu yang baik untuk dzikir dan berdoa. Rentang waktu tersebut menjadi momen umat Islam mempersiapkan diri menunaikan ibadah paling spesial, yakni shalat. Dalam salah satu hadits juga disebutan bahwa saat kumandang iqamah, adalah saat doa-doa dikabulkan.? (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

(Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja, Budaya, Sejarah Haedar Nashir

Selasa, 18 Maret 2014

Kader Ansor Gayam Didorong Kembangkan Bisnis Peternakan

Bojonegoro, Haedar Nashir

Peternakan merupakan hal yang strategis untuk meningkatkan perekonomian, namun hal itu harus dilakukan dengan benar. Setidaknya hal itu yang muncul dalam forum Obrolan Bareng Ansor atau Obor yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Gayam Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (4/8/2017).

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, Muhammad Jai yang juga sebagai ahli peternakan dan Direktur Yayasan Bimantari.

Kader Ansor Gayam Didorong Kembangkan Bisnis Peternakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Gayam Didorong Kembangkan Bisnis Peternakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Gayam Didorong Kembangkan Bisnis Peternakan

Dia menyampaikan bahwa memahamkan pemuda tentang peternakan adalah persoalan mengubah pola pikir yang tidak bisa dilakukan begitu saja. karena stigma di masyarakat masih menganggap sektor peternakan tidak menjanjikan hasil yang besar.

Haedar Nashir

"Banyak dari masyarakat kita yang belum memahami cara beternak yang efektif sehingga seringkali gagal dalam beternak, sampai mereka berkesimpulan beternak tidak prospektif," ungkapnya dalam dialog yang digelar di Mushala Maslakul Huda, Beged, itu.

Padahal, ia melanjutkan, beternak harus dipahami di semua lini prosesnya, termasuk dalam memahami nutrisi pakan dan efektivitas pembiayaanya.

Haedar Nashir

"Kalau kita paham caranya, memberi pakan ternak itu cukup kita mencari rumput sekali dan dibuat menjadi pakan yang bisa digunakan selama sebulan lebih, dengan melalui cara dan strategi yang tepat," tambahnya.

Ia berharap, kader Ansor Gayam menjadi bagian dari elemen yang mengubah pemahaman masyarakat soal peternakan. "Forum seperti ini sangat luar biasa untuk mengembangkan pengetahuan kita secara benar," pungkasnya.

Sementara itu, koordinator kegiatan Obor, Mustofa Amin menyampaikan, kegiatan ini akan menjadi wadah penambahan wawasan kader, supaya dapat diaplikasikan ilmunya secara nyata.

"Semoga ke depan lebih banyak yang menerima manfaat atas wawasan seperti ini," ungkap pria yang juga guru di salah satu madrasah aliyah di Bojonegoro ini. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Pondok Pesantren, Quote Haedar Nashir