Senin, 31 Juli 2017

Warga Solo Buka Bersama Sinta Nuriyah di Loji Gandrung

Solo, Haedar Nashir. Halaman rumah dinas walikota Solo, Loji Gandrung, pada Sabtu (20/7) sore kemarin terlihat lebih ramai dari biasanya. Sekitar 300 orang yang berasal dari wilayah Solo dan sekitar hadir ke tempat ini untuk mengikuti dialog dan buka puasa bersama Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

Kota Solo menjadi salah satu kota langganan untuk digelarnya kegiatan buka puasa bersama keluarga Gus Dur ini pada setiap tahunnya ketika bulan Ramadhan tiba. Kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama Pemkot Solo dan Keluarga alumni Ma’had Al Muayyad (Kamal) Solo ini mengangkat tema dialog "Puasa: Sekolah untuk Kesabaran dan Kejujuran".

Warga Solo Buka Bersama Sinta Nuriyah di Loji Gandrung (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Solo Buka Bersama Sinta Nuriyah di Loji Gandrung (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Solo Buka Bersama Sinta Nuriyah di Loji Gandrung

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya ketika istri dari Presiden RI ke-4 ini bisa kembali hadir di Kota Solo. Ia juga menuturkan bahwa Solo yang baru saja mendeklarasikan diri sebagai kota Shalawat terus berupaya menciptakan suasana kota yang nyaman, aman, dan kondusif.

Haedar Nashir

“Solo sudah kita tetapkan sebagai kota Shalawat,” tegasnya.

Sementara Sinta Nuriyah menuturkan bahwa kegiatan ini sudah dilakukannya sejak Gus Dur masih menjadi presiden. Tidak hanya buka puasa bersama yang dilakukan, sahur bersama pun juga ia lakukan dalam setiap tour Ramadhannya.

Haedar Nashir

Di hadapan para warga yang hadir, Sinta menyatakan bahwa tema dialog yang diusungnya ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi bangsa saat ini. “Setiap tahun temanya berubah-ubah sesuai kondisi bangsa,” ujar perempuan kelahiran Jombang, 8 Maret 1948 ini.

Dalam kesempatan tersebut, sosok yang dikenal pluralis ini juga menyatakan, “kita ini hidup di negara Bhinneka Tunggal Ika. Artinya Indonesia ini terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama.”

Mengingat kondisi bangsa yang belakangan ini sering terjadi konflik antar kelompok agama maupun suku, lewat pernyataannya tersebut, Sinta ingin mengajak kepada semuanya untuk senantiasa berbagi kasih dan sayang dalam hal kemanusiaan.

Ia menuturkan bahwa banyak yang berpuasa namun tidak tahu makna dan hakekat puasa itu sendiri. Puasa bukan hanya sebatas pengguguran kewajiban seorang hamba kepada Tuhannya semata. Namun dari puasa kita belajar memaknai hidup lewat mereka yang kurang mampu agar kita saling berbagi.

“Ternyata kaum muslimin dan muslimat ketika menjalankan puasa masih banyak yang belum mengerti tentang makna dan hakekat puasa yang sesungguhnya. Islam itu sangat menjunjung tinggi kemanusiaan maka dari itu kita diajarkan untuk saling berbagi,” tandasnya.

Ia menegaskan bahwa inti dari puasa itu bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu adalah supaya kita sebagai hamba menjadi orang-orang yang bertakwa seperti yang telah tertuang dalam QS Al-Baqarah ayat 183.

Redaktur ? ? : A. Khoirul anam

Kontributor: Ahmad Rodif Hafidz

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah Haedar Nashir

Serahkan Naskah Akademik, NU Minta Presiden Tetapkan Harlah Pancasila 1 Juni

Pasuruan, Haedar Nashir - Apel Besar Hari Lahir Ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Candrawilwatikta, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (30/4), menjadi momen bersejarah. Dalam apel tersebut NU mengusulkan secara resmi kepada Presiden Joko Widodo untuk menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

NU sudah melakukan kajian akademik dan hasilnya menentukan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Hal itu sesuai dengan kesaksian dan pernyataan Ketua PBNU Almarhum KH Masykur bahwa kelahiran Pancasila dimulai dari pidato Bung Karno.

Serahkan Naskah Akademik, NU Minta Presiden Tetapkan Harlah Pancasila 1 Juni (Sumber Gambar : Nu Online)
Serahkan Naskah Akademik, NU Minta Presiden Tetapkan Harlah Pancasila 1 Juni (Sumber Gambar : Nu Online)

Serahkan Naskah Akademik, NU Minta Presiden Tetapkan Harlah Pancasila 1 Juni

"NU berpendapat bahwa Pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 adalah fakta sejarah yang tak dapat disangkal, dan Soekarno adalah penggali Pancasila," jelas Komandan Apel Besar Harlah, H Saifullah Yusuf.

Haedar Nashir

Naskah akademik yang menguatkan pendapat tersebut telah diberikan secara langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada putri Bung Karno yang juga Presiden RI ke-5 Hj Megawati Soekarnoputri. "Nantinya Naskah akademik akan diserahkan kepada Presiden Jokowi," jelas Gus Ipul, Wakil Gubenur Jatim tersebut.

Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah saat mengatakan, saat ini hanya ada Hari Kesaktian Pancasila, sedangan hari lahirnya Pancasila belum ada. Menurutnya, usaha NU membuat kajian dan naskah akademik sangat tepat. "Yayasan dan pesantren saja punya tanggal lahir, lah kok bisa Pancasila, puluhan tahun menjadi ideologi dan dasar negara kok tidak punya harlah. Inikan sebuah keniscayaan," terang Kiai Mutawakkil.

Haedar Nashir

"Pancasila terbukti mampu menjadi perekat bagi masyarakat dan membawa ketenteraman di tengah warga Indonesia yang berbeda suku, agama dan kepentingan," lanjutnya.

Dalam apel tersebut dihadiri oleh 10 ribu lebih kader NU, perwakilan organisasi masyarakat, dan sejumlah partai politik. ABG (Anak Buah Gus Dur) dan ABM (Anak Buah Mega) berbaur jadi satu. Terlihat merah, putih, dan hijau menjadi satu. ?

Dalam kesempatan itu, hadir beberapa tokoh antara lain Hj Megawati Soekarnoputri, Wakil Rais Am KH Miftachul Akhyar, Rais Syuriah PBNU KH Mas Subadar, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Pangdam V Brawijaya, Wakil Gubenur DKI Djarot Saifullah, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, dan utusan PCNU se-Jatim serta pengasuh pesantren se-Jatim turut hadir. (Rof Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu Haedar Nashir

Sabtu, 29 Juli 2017

Santri Perlu Diajari untuk Profesional

Lumajang, Haedar Nashir. Selama ini kegiatan di pondok pesantren masih didominasi rutinitas di tingkat konsepsi, teori dan gagasan. Kalangan santri pun masih belum mampu beraktivitas di tingkat aktualisasi, implementasi dan aksi. Karenanya, lembaga pendidikan berbasis agama Islam itu pun perlu didorong agar lebih berani beraktualisasi sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Demikian wacana yang mengemuka pada pembukaan Kursus Maintenance Komputer dan Internet untuk Santri yang digelar Pimpinan Pusat (PP) Rabitah Ma’had Islami (RMI) di Lumajang, Jawa Timur, Senin (26/2). Hadir pada acara tersebut Wakil Katib Syuriah PBNU KH Sadid Jauhari, Ketua Umum PP RMI KH Mahmud Ali Zain, Wakil Sektetaris PP RMI HM Sulthan Fatoni dan Wakil Ketua PP RMI Bashori Alwi.

Santri Perlu Diajari untuk Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Perlu Diajari untuk Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Perlu Diajari untuk Profesional

”Kita sering melihat kelompok masyarakat sibuk dengan wacana syariat Islam namun kita tidak pernah tahu wujud aktualisasi ke-Islam-an mereka. Contoh nyata, kita sering mengkaji kitab kuning bab bai’ (transaksi jual-beli), namun kita masih belum mampu menerapkannya dalam kegiatan usaha yang profesional,” kata KH Mahmud Ali Zain.

Menurut Kiai Mahmud, banyak sekali potensi pesantren yang belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan kemampuan beraktualisasi. Kelemahan tersebut, katanya, dapat diatasi dengan cara memperbanyak kursus-kursus. ”Kursus maintenance komputer ini diharapkan dapat menumbuhkan kegairahan berkreasi. Begitu juga kursus internet yang dapat membantu santri untuk mengakses dunia keilmuan di luar komunitas mereka,”terangnya.

Senada dengan Kiai Mahmud, KH Sadid Jauhari mengatakan, sampai saat ini masih saja ada segelintir orang yang memanfaatkan NU untuk tujuan politik praktis. Tindakan tersebut tentu merugikan NU, baik di masa sekarang maupun mendatang. ”Saya minta agar NU tidak diseret ke mana-mana. Karena NU menjaga jarak yang sama dengan semua partai politik. Karena itu, program PP RMI seperti ini perlu diadakan sesering mungkin untuk menegaskan bahwa corak kegiatan NU yang sudah khittah itu, ya yang begini” ujarnya.

Haedar Nashir

Sementara itu, HM Sulthan Fatoni menjelaskan, program kursus komputer yang diikuti oleh 60 santri se-Jember, Pasuruan dan Lumajang itu akan dilaksanakan hingga tiga bulan mendatang. Sedangkan kursus internet selama enam hari. ”Peserta yang berasal dari Lumajang dapat berangkat dari rumahnya, sedangkan yang dari luar Lumajang ditampung di Ponpes Habibul Abrori Suko Lumajang,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Sulthan meyakinkan tentang kesiapan tenaga teknisi. ”Kami bekerjasama dengan satu lembaga profesional yang sanggup menggaransi semua peserta kursus menjadi terampil berkomputer dan berinternet. Program ini dirancang cukup ideal dan diharapkan, pesantren-pesantren yang santrinya ikut kursus tidak lagi mempunyai problem tenaga teknisi komputer dan internet,” kata mantan Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar NU itu. (maz)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir RMI NU Haedar Nashir

Manisnya Korma Ramadhan, Dagangan Sebulan Habis Sehari

Solo, Haedar Nashir. Buah korma merupakan menu khas berbuka puasa. Selain di sunahkan, kurma juga mengandung khasiat yang luar bisa untuk kesehatan. Dengan berbagai macam keistimewaan tersebut, permintaan buah kurma pada bulan Ramadan 2013 meningkat tajam di Solo.

Menurut Nunung, seorang pedangang kurma di kawasan Pasar Kliwon, Solo, pada hari biasa stok kurma sebanyak 100 kilogram (kg) dan baru terjual habis dalam jangka waktu dua minggu, selama bulan puasa kurma dengan berat tersebut hanya habis sehari.

Manisnya Korma Ramadhan, Dagangan Sebulan Habis Sehari (Sumber Gambar : Nu Online)
Manisnya Korma Ramadhan, Dagangan Sebulan Habis Sehari (Sumber Gambar : Nu Online)

Manisnya Korma Ramadhan, Dagangan Sebulan Habis Sehari

“Namun sekarang selama sekira seminggu bulan Puasa ini, permintaan kurma memang meningkat tajam,” ujarnya kepada Haedar Nashir, Sabtu (20/7).

Haedar Nashir

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, selama bulan Puasa ini dirinya harus menyediakan stok mencapai 8 ton. Nunung mengaku, asal kurma tersebut dari negara-negara timur tengah.

Harganya cukup bervariasi. Paling laris dibeli konsumen adalah kurma asal Emirat Arab, Iran, Mesir, dan Irak karena harganya cukup murah sekira Rp30 ribu- Rp50 ribu per kg.

Haedar Nashir

“Yang mahal ada, seperti kurma Madinah harganya di atas Rp100 ribu per kg, sedangkan kurma Nabi bisa mencapai Rp325 ribu per kg,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kamino, Pemilik Toko Almadina, Solo. Dia mengaku bahwa memasuki bulan Ramadan permintaan kurma memang meningkat tajam. 

Bila permintaan pada hari biasa tidak lebih dari 20 kg saja, tetapi saat masuk bulan Ramadhan langsung melonjak tajam hingga lebih dari 100 kg.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Rosyidi

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Olahraga Haedar Nashir

Banser Bondowoso Ikuti Apel Operasi Lilin Semeru 2015

Bondowoso, Haedar Nashir? . Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) Kabupaten Bondowoso mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru tahun 2015 yang di adakan oleh Polisi Resort (Polres) Bondowoso. Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan Kantor Bupati Bondowoso Jl. Letnan Karsono Kabupaten Bondowoso Jawa Timur Rabu (23/12) pagi.

Banser Bondowoso Ikuti Apel Operasi Lilin Semeru 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Bondowoso Ikuti Apel Operasi Lilin Semeru 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Bondowoso Ikuti Apel Operasi Lilin Semeru 2015

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bondowoso Muzammil bahwa apel tersebut diikuti 1 peleton Banser yang berisi 35 personil dibawah komando Ketua Kasat Banser Susilo.

Apel tersebut, tambah dia, untuk membantu pengamanan dalam menghadapi hari Natal dan Tahun Baru. "Kegiatan untuk menjaga keamanan dalam rangka hari Natal dan Tahun Baru dimulai pada hari ini sampai dengan tanggal 5 Januari 2016," katanya.

Haedar Nashir

Dengan apel tersebut, Muzammil berharap toleransi umat beragama di Bondowoso tetap terjaga dan.(Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Makam, Pesantren Haedar Nashir

Haedar Nashir

Jumat, 28 Juli 2017

Hadapi Organisasi Anti-NKRI, Warga NU Bogor Diminta Tenang

Bogor, Haedar Nashir



Pada Hari Sabtu 8 Oktober 2016, PCNU Kota Bogor melantik Pengurus Ranting, MWC dan Lembaga NU se-Kota Bogor di Pesantren Al-Alawiyah, Tanah Sareal, Bogor. Turut hadir di dalam pembengkalan pelantikan, sesepuh NU Kota Bogor H Aji Hermawan.

Di hadapan Pengurus ranting, MWC dan Lembaga NU, Ketua PCNU Kota Bogor, Ifan Haryanto, berpesan agar pengurus PCNU tetap istiqomah pada kredo perjuangan, Membumikan Ajaran Aswaja, Menjaga Tradisi serta Menjaga Keutuhan NKRI.?

Hadapi Organisasi Anti-NKRI, Warga NU Bogor Diminta Tenang (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Organisasi Anti-NKRI, Warga NU Bogor Diminta Tenang (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Organisasi Anti-NKRI, Warga NU Bogor Diminta Tenang

Terkait kredo perjuangan menjaga keutuhan NKRI, Ifan Haryanto menyampaikan bahwa dalam menghadapi isu maraknya gerakan organisasi anti-NKRI di Kota Bogor, warga NU di Kota Bogor diharapkan tetap tenang dan tidak bertindak di luar koridor hukum. Jika gerakan anti-NKRI tersebut sudah pada tahap mengancam keutuhan NKRI, baru NU siap menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI.?

“Menjaga keutuhan NKRI merupakan kewajiban setiap warga Nahdliyin, karena NU bukan hanya sekedar benteng NKRI, namun juga salah satu pendiri republik ini,” katanya.?

Haedar Nashir

Ifan menambahkan berbagai bukti komitmen keindonesiaan telah ditunjukkan oleh para pendiri dan pejuang NU, dan sebagai warga NU wajar meneladani komitmen keindonesiaan para sesepuhnya.?

“Salah satu pendiri Nahdlatul Ulama yaitu KH Wahab Chasbullah bahkan telah menciptakan lagu Yalal Wathan yang mengungkapkan rasa kecintaan terhadap tanah air Indonesia, pada tahun 1934, jauh sebelum Indonesia merdeka,” paparnya. (M Zimamul Adli/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Santri, Quote Haedar Nashir

Haedar Nashir

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran

Makassar, Haedar Nashir. Universitas Islam Makassar mengadakan syukuran dengan dzikir bersama atas Akreditasi Institusi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) sebagai perguruan tinggi dengan predikat B. Syukuran berlangsung Sabtu 2 Mei 2015 tersebut dipusatkan di Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain UIM.

Ribuan hadirin mengikuti lantunan dzikir yang dipimpin Sekretaris PWNU Sulawesi Selatan H. Masykur Yusuf. Sementara sujud syukur dipimpin Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH Muh. Sanusi Baco.

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran

Rektor UIM Dr. Majdah M. Zain dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika atas doa dan kerja keras mereka sehingga salah satu universitas kebanggaan warga NU tersebut mendapat pengakuan dari BAN-PT.

Haedar Nashir

Dengan penuh rasa syukur, kata dia, sengaja melaksanakan dzikir bersama atau istighosah ini, sebagai bentuk rasa syukur UIM atas karunia Allah Swt yang telah memberikan kekuatan kepada seluruh komponen.

Ia menambahkan, capaian ini dipersembahkan kepada orang-orang yang telah berjasa dan mewakafkan dirinya, demi kemajuan UIM.

Haedar Nashir

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar Prof. Iskandar Idy mengatakan, bahwa kemajuan UIM tak lepas dari kepemimpinan Majdah selaku Rektor. Tentunya dibantu seluruh komponen UIM.

Iskandar Idy mengimbau kepada seluruh civitas akademika untuk saling bahu membahu membangun UIM dan penuh keikhlasan.

Sementara Anregurutta KH. Sanusi Baco dalam taushiahnya meminta kepada seluruh civitas akademika untuk tetap istiqomah mengurus UIM dengan penuh dedikasi dan keikhlasan.

Juga, sambung dia, seluruh civitas akademika senantiasa memperbesar harapannya dan memperkecil kecemasannya agar dalam mengarungi kehidupan, terkhusus mengabdi pada lembaga pendidikan, diwarnai dengan penuh rasa optimis.

Hadir pada kesempatan itu seluruh Pengurus Syuriyah Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Sulsel, Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, Pejabat Struktural UIM, ribuan mahasiswa UIM dan ratusan anak yatim piatu binaan UIM. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Syariah, Berita Haedar Nashir